
Aku mengambil nafas panjang. Baiklah, hanya mendengar sebentar. Tidak akan masalah.
"Cepat katakan, apa yang mau kamu katakan?"
Candra berusaha meraih tanganku, namun dengan cepat Aku menepisnya.
"Apaan sih, Ndra! Jangan macam-macam!" ancam ku. Pria itu masih tak bergeming.
"Aku hanya ingin mengenang kebersamaan kita dulu, sebelum Aku melepas mu untuk kedua kalinya." Candra berkata dengan raut wajah sendu.
Aku menelan ludahku susah. Perkataan Candra menusuk hatiku. Dulu ia tak pernah mengungkapkan perasaan terdalamnya. Hingga Aku menikah dengan Alfin, Candra baru mengatakan seluruh rasa yang dia miliki untuk diriku.
Walaupun dulu memang Aku juga memiliki rasa suka padanya. Namun bukan rasa cinta seperti yang ku rasakan pada Reza.
Menurut ku pria ini masih belum layak untuk menjadi seorang Suami. Candra menunjukkan bahwa dirinya tidak pantas untuk di cintai. Hanya nafsu saja yang besar.
Dulu Aku tenggelam dalam nafsu besarnya. Sulit sekali untuk lepas dari pria ini. Hingga Aku memutuskan untuk menikah dengan Alfin agar terlepas dari jeratan nafsunya.
Tapi tidak pernah ku sangka jika pria bernafsu ini akan menyatakan perasaannya sekarang. Bisa ku lihat dari nada bicaranya dan matanya yang seolah berbicara. Pria di depan ku ini bersungguh-sungguh.
__ADS_1
"Bagaimana dengan perasaan mu padaku, Rissa?"
"Aku nggak punya perasaan apapun kepada mu, Candra. Kamu ini kenapa sih, tiba-tiba bertanya seperti ini? Bukankah kamu sering bergonta-ganti wanita. Meninggalkan yang lama untuk berganti yang baru."
"Memang sih. Tapi berbeda ketika dengan mu." sahut Candra dengan tegasnya.
"Ck, apa bedanya?"
"Saat Aku berhubungan dengan mu, mataku bertemu dengan matamu yang membuat ku begitu terhanyut. Bodohnya baru sekarang Aku menyadarinya. Kau adalah wanita yang cocok untuk ku jadikan istri, Rissa."
"Tapi Kau pria yang sangat jahat, Candra. Berapa banyak wanita yang sudah Kau jajahi. Bahkan dulu Kau memperlakukan ku hanya sebagai pelampiasan nafsu mu saja. Bukan sebagai seorang kekasih. Sementara Kau juga bergerilya di luar sana dengan banyak wanita. Kau pikir Aku ini apa?!" Aku meluapkan emosi ku yang ku tahan sejak dulu.
"Maafkan Aku, Rissa. Aku sungguh sangat menyesal. Aku baru menyadarinya ketika Kau meninggalkanku dan menikah dengan Alfin. Aku selalu mencari keteduhan dari wanita yang ku jajaki, namun tak ada yang seperti dirimu yang begitu meneduhkan ku." Candra berkata dengan begitu memelas.
Tak pernah ku sangka Candra si buaya darat itu akan berkata seperti itu.
Rasanya Aku ingin sekali berteriak mendengar semua penuturan Candra. Entah mengapa hatiku mulai goyah.
"Tolong berikan satu kesempatan padaku, Rissa."
__ADS_1
"Kesempatan?" Aku menatap Candra ketika dia juga menatap ku. Pandangan kami saling bertabrakan.
"Iya. Beri Aku kesempatan kali ini saja. Aku ingin membahagiakan mu dan menjadi pria terbaik mu. Ayo kita batalkan pernikahan kita masing-masing. Lalu kita menikah." Candra berhasil memegang kedua tangan ku. Kami saling bertatapan.
Kata-kata Candra sangat mempengaruhi ku. Hingga Aku pun sedikit tercenung. Tapi Aku kembali teringat jika pria di depan ku ini adalah seorang buaya yang mungkin akan berkata bohong. Segera Aku menarik kedua tangan ku yang Candra genggam. Lalu Aku berdiri dan memundurkan tubuh ku menjauhkan dari Candra.
"Apa kamu gila?! Itu sama saja kita menyakiti hati semua orang!"
"Tidak ada yang akan di sakiti, Rissa. Aku tak benar-benar mencintai Dira. Aku hanya menjadikan dia sebagai pelampiasan saja. Dan sebenarnya Dira juga tidak pernah mencintai ku. Dira mencintai pria lain."
"Pria lain?" Aku terkejut.
"Iya, dia menyukai...." Candra menjeda ucapannya dan membuat ku begitu penasaran.
"Menyukai siapa, Ndra?"
"Entahlah, yang jelas ketika Dira mabuk, dia selalu berkata bahwa dia begitu menyukai pria berkulit gelap dan kekar. Bahkan dia selalu berkhayal melakukan kegiatan panas dengan pria itu ketika Aku menjajakinya. Jadi sudah di pastikan bahwa kulit putih seperti ku bukanlah tipenya."
Aku begitu tercekat mendengar ucapan Candra. Jangan bilang jika pria yang ada di khayalan Dira adalah Reza! Mungkinkah Dira menyukai Reza?
__ADS_1
***