Hasrat Mencintai Suami Orang

Hasrat Mencintai Suami Orang
Aku akan menikahimu


__ADS_3

Aku mengangguk untuk meyakinkan Mas Reza. Pria itu nampak terdiam dan menghentikan hujamannya.


"K-kamu hamil anak siapa? Apakah itu anakku?" Pertanyaan itu lolos begitu saja dari bibir Mas Reza.


Aku kembali mengangguk. "Iya, Mas. Apa Kamu tidak ingat malam ketika kamu menumpahkan cairan kedalam milikku? Aku tidak pernah melakukannya dengan siapapun kecuali dengan mu, Mas. Dan Aku juga baru mengetahuinya tadi saat dokter memeriksa mu." ucapku berusaha meyakinkan Mas Reza.


Mas Reza tak menjawabnya, namun senyum pria itu melebar.


"Jadi ngidam ku ini karena kamu hamil? Kamu mengandung anakku? Aku akan menjadi Ayah?" Aku kembali mengangguk.


Lalu Mas Reza langsung memeluk tubuhku dengan begitu erat. "Terimakasih, Rissa. Aku sangat senang bisa memiliki anak darimu. Mau ya, menikah denganku?" tawarnya. Aku mengangguk menyetujui.


Namun Aku kembali merasa gelisah karena milik Reza yang masih menancap di dalam milikku. Rasanya milikku ini semakin berkedut ria.


"Tapi selesaikan ini, Mas. Aku sudah tidak tahan lagi." ucap ku.


Mas Reza mengangguk mengerti. Pria itu tersenyum menyeringai begitu puas. "Tentu saja, Sayang. Aku akan menyelesaikannya. Aku pun juga sudah tidak tahan lagi. Aku akan menuruti apapun permintaan mu dan calon anak kita," ucap Reza yang kembali menghujam milikku. Namun kali ini tidak sekasar tadi. Kali ini dia melakukannya dengan begitu lembut dan hati-hati.


Lama-lama milik Reza menghujam milikku dengan begitu cepat. Membuat tubuhku menjadi terhentak-hentak. Kami sangat menikmati permainan ini. Rasanya sungguh sangat luar biasa. Hingga kami mencapai puncak bersamaan. Tubuh kami bergetar hebat seiring cairan yang keluar membasahi milikku, dan memberikan nutrisi untuk janinku.


***


Malam harinya.

__ADS_1


Mas Reza sungguh menepati ucapnya untuk menikahiku. Tak mewah memang. Sederhana saja. Disaksikan oleh Robi asisten ku dan juga para pekerja di rumahku. Sungguh rasanya Aku sangatlah bahagia.


Aku menatap lekat Mas Reza. Pria yang begitu ku idamkan akhirnya akan menikahiku.


Pria itu terlihat begitu gagah dengan menggunakan jas warna hitam dan juga peci yang bertengger di kepalanya. Sungguh terlihat begitu tampan menurutku.


Aku memejamkan mataku ketika kalimat ijab qobul itu terucap dari mulut Mas Reza. Aku begitu meresapi setiap katanya.


Mas Reza mengucapkannya dengan penuh kesungguhan.


Hingga ku dengar suara sah menggema di ruang tengah ini. Aku begitu terharu sampai-sampai Aku meneteskan air mataku. Tidak pernah kurasakan sebahagia saat ini.


Walaupun kami hanya menikah siri dan status ku menjadi istri kedua, Aku yakin Reza akan adil pada kedua istrinya nanti. Dapat ku lihat dari tanggung jawab Reza saat ini.


Reza menggeser tubuhnya mendekat kearah ku. Pria itu mengulurkan tangannya dan langsung ku sambut dengan mengecup punggung tangannya.


"Kamu menangis, Sayang?" Reza mengusap lembut air mata ku. Membuat semua orang di sana tersenyum melihatnya. Dan itu membuat wajah ku langsung memerah.


***


Setelah acara ijab qobul selesai, kami berada di kamar. Berada di sebuah ranjang yang sama. Mas Reza memelukku erat dengan tangannya yang mengusap rambut ku.


"Sayang."

__ADS_1


"Iya, Mas."


"Apa Kamu bahagia menikah dengan ku?"


"Bahagia, Mas. Kalau Mas Reza?"


"Aku juga bahagia. Tapi sayangnya Rika tidak hadir di pernikahan kita ini."


Ingin sekali Aku melepaskan pelukan Reza saat ini juga. Rasanya Aku begitu tidak suka ketika Reza menyebut nama wanita lain ketika saat bersamaku, sekalipun itu Mbak Rika, istri pertamanya. Yang Aku mau ketika bersamaku, ya hanya tentang kami berdua. Bukan membicarakan yang lainnya.


"Iya Mas, semoga Mbak Rika cepet di temukan." Aku berkata berlawanan dengan hatiku. Tidak mungkin Aku mengatakan perasaan ku yang sesungguhnya. Bisa-bisa Aku malah merusak suasana. Aku tidak ingin menyinggung suamiku ini. Rupanya Mbak Rika masih berada di posisi paling tinggi di hari suamiku ini.


Aku melepaskan pelukan suamiku. "Mas Aku mau tidur, Aku mengantuk," ucap ku dengan sedikit menggeser tubuh ku dan membelakangi Reza. Rasanya Aku sudah tidak bergairah lagi ketika Reza menyebutkan nama wanita lain ketika saat bersamaku.


"Tapi ini malam pertama kita lho, Sayang." Mas Reza berkata. Namun Aku tidak menanggapinya. Aku berpura-pura tidur memejamkan mataku.


"Yasudah kalau Kamu mengantuk dan mau tidur."


Aku mendengar Reza beranjak dari tempat tidur menuju ke kamar mandi. Aku merasa sangat kesal. Harusnya dia peka kenapa Aku mendadak tidak bergairah. Harusnya dia membujukku. Bukannya malah pergi begitu saja.


***


Next siang ya ☺️

__ADS_1


Masih penasaran nggak bagaimana kehidupan rumah tangga Reza dan Rissa? Di tunggu ya, karena masih banyak rahasia yang belum terkuak.


Happy reading...


__ADS_2