Hasrat Mencintai Suami Orang

Hasrat Mencintai Suami Orang
Bertemu Mbak Rika


__ADS_3

"Apa? Benarkah? Wah itu adalah kabar yang sangat membahagiakan, Rissa. Jadi kalau Aku meminta cerai kepada Mas Reza. Ada kamu nanti yang akan menenangkannya. Kamu di mana Rissa? Bagaimana kalau kita bertemu?" Tawar Mbak Rika. "Ajak Mas Reza sekalian. Aku ingin mengutarakan niat ku agar dia mau menceraikan ku."


Aku begitu terkejut. Mbak Rika terdengar begitu girang saat mengetahui bahwa Aku telah menikah dengan Reza. Apa dia tidak mencintai Mas Reza? Padahal Reza begitu mencintainya.


Aku sungguh bingung bagaimana nanti Aku memberitahu Mas Reza tentang semua ini.


Aku terdiam sejenak. Ku putuskan untuk bertemu dengan Mbak Rika. Toh Reza juga harus tahu yang sebenarnya.


"Baiklah Mbak. Sekarang Aku dan Mas Reza berada di Bali."


"Wah, kebetulan sekali. Mbak juga ada di Bali. Bagaimana kalau kita bertemu di restoran dekat hotel X?" tawarnya.


Aku tahu restoran itu dekat sekali. Aku pun menyetujuinya. "Yasudah Mbak. Aku mau menghubungi Mas Reza dulu untuk mengajaknya ke restoran itu."


"Baiklah, Aku akan menunggu kalian."


Panggilan terputus.


Aku segera menghubungi Mas Reza agar membatalkan pesanannya dan mengajaknya makan malam di restoran yang Mbak Rika tujukan tadi.


Tak berapa lama, Mas Reza datang. Dia membatalkan pesanan makan malam untuk kami. Lalu Aku mengajak Mas Reza untuk makan malam di restoran dekat hotel ini.


Aku tidak menceritakan tentang Mbak Rika yang mengajak ku bertemu di sana. Aku takut jika Mas Reza akan marah nantinya. Aku akan membiarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri.


Kini Aku dan Mas Reza sudah berada di depan restoran. Kami mulai memasuki restoran ini. Mbak Rika sudah mengirimkan pesan jika dia ada di meja nomor 14. Jadi Aku menyuruh Mas Reza menunggu di meja nomor 14. Mas Reza masih belum tahu jika Mbak Rika sudah duduk di sana menunggunya. Sementara Aku beralasan kepada Mas Reza untuk ke toilet.


Mas Reza tidak curiga kepada ku sedikitpun. Tapi Aku sangat merasa bersalah karena tidak menceritakan tentang Mbak Rika kepada Mas Reza. Aku merasa menjadi istri yang tidak baik. Seharusnya Aku mendampingi Mas Reza di sana menghadapi Mbak Rika.

__ADS_1


Pasti Mas Reza merasa hancur dengan keputusan Mbak Rika yang ingin berpisah darinya.


Ku putuskan untuk segera beranjak dari toilet. Istri macam apa Aku ini yang malah bersembunyi di saat suami sedang butuh dukungan. Aku berjalan menuju meja nomor 14.


Dapat ku lihat dengan jelas di meja itu ada Mas Reza yang sedang berbincang-bincang dengan Mbak Rika. Namun raut wajah Mas Reza begitu datar saat berbicara dengan Mbak Rika. Aku juga melihat seorang pria yang duduk di samping Mbak Rika. Pria itu mendekap Mbak Rika tanpa merasa sungkan di depan Reza. Sebenarnya ada apa ini? Aku segera menghampiri mereka.


"Mbak Rika."


"Rissa, akhirnya kamu datang juga." Aku dan Mbak Rika saling cipika-cipiki. Mbak Rika lalu duduk kembali di samping seorang pria tampan di sampingnya. Sementara Aku duduk di samping Mas Reza.


"Baiklah, di sini Aku ingin mengenalkan kepada kalian. Kenalkan, ini adalah Berril calon suamiku. Berril, kenalkan, ini Mas Reza, dan itu Rissa." Mbak Rika saling memperkenalkan kami.


Sementara Aku dan Mas Reza begitu terkejut. Kami sejenak saling menatap. Lalu ku lihat Mas Reza yang menatap tajam Mbak Rika seolah minta penjelasan.


"Apa-apaan Kamu, Rika! Selama tiga bulan kamu menghilang dan sekarang membawa pria yang kamu kenalkan sebagai calon suamimu. Kau anggap apa Aku? Aku ini suamimu. Jadi Kau anggap apa pernikahan kita selama ini?!" Mas Reza nampak begitu marah. Terlihat jelas dari tatapannya.


Aku semakin terkejut dengan penuturan Mbak Rika. Wanita yang ku anggap begitu lemah lembut kenapa sekarang jadi suka membanding-bandingkan seperti ini. Apalagi dia membandingkan suaminya dengan pria lain. Aku sungguh tidak mengerti dengan jalan pikiran Mbak Rika saat ini.


Aku masih memperhatikan Mas Reza. Pria itu nampak terdiam sejenak. Sepertinya Mas Reza berusaha untuk mengontrol emosinya. Atau mungkin mencoba untuk tidak terpengaruh oleh kata-kata Mbak Rika.


"Jadi apa yang Kamu inginkan?" tanya Mas Reza menatap datar Mbak Rika.


"Aku ingin Kamu menceraikan ku, Mas." ucap Mbak Rika. Dia tak segan menggenggam tangan Berril di depan Mas Reza.


"Baiklah, Aku akan menceraikan mu," ucap Mas Reza langsung menyetujui.


Aku terkejut. Lalu ku tatap Mbak Rika yang juga tampak terkejut dengan jawaban Mas Reza.

__ADS_1


"Kamu langsung menyetujuinya, Mas? Kamu tidak berniat untuk menahanku atau apa pun gitu?" Mbak Rika bertanya.


Mas Reza mengerutkan keningnya menatap Mbak Rika. "Loh, bukankah Kamu sendiri yang menginginkan berpisah dengan ku? Aku mengabulkan keinginan mu. Kenapa sekarang Kamu malah bertanya?"


Mbak Rika terdiam. Ia terlihat begitu kesal dengan jawaban Mas Reza. Sementara Mas Reza kini meraih tangan ku dan menggenggamnya. Sesekali ia mengecupnya.


"Oh, jadi sekarang Kamu sudah melupakan semua cinta di antara kita. Apa Kamu pikir Rissa akan mampu memberikan cinta seperti yang ku berikan padamu? Apa dia sehebat Aku ketika di ranjang?! Dan Rissa, Kamu pasti akan sangat tertekan ketika menjadi istri Mas Reza. Aku harap Kamu sabar ya Rissa, jika suatu saat Mas Reza ketahuan selingkuh darimu." Mbak Rika tersenyum sinis menatap Mas Reza.


Namun Mas Reza tak bergeming. Dia malah terlihat begitu acuh dan terus saja mengecupi tangan ku.


Aku merasa bingung dengan sikap Mbak Rika. Dan juga sikap Mas Reza yang begitu acuh kepada Mbak Rika. Padahal Aku tahu jika Mas Reza begitu mencintai Mbak Rika.


Apakah mungkin Mas Reza melakukan semua ini hanya untuk memanas-manasi Mbak Rika saja? Agar Mbak Rika mengurungkan niatnya untuk berpisah dengannya.


Melihat Mas Reza yang bersikap acuh membuat Mbak Rika begitu kesal sendiri. Ia lantas langsung berdiri.


"Yasudah Rissa, Aku hanya ingin menyampaikan itu saja kepada Mas Reza. Dan ku harap surat perceraian segera Kamu urus, Mas. Aku mau pergi dulu. Mau naik kapal milik Mas Berril yang besar. Untuk Apa di sini dan membuang waktu. Dah Rissa, kami pergi bersenang-senang dulu." Mbak Rika langsung pergi dari meja kami dengan menggendong mesra kekasihnya.


Aku sedikit melirik kearah Mas Reza. Takut kalau sewaktu-waktu emosinya akan meluap akibat pertemuan ini.


"Mas." Ku panggil suamiku. Dia langsung menatap ku dan tersenyum.


"Iya, Sayang." ucapnya begitu lembut. Aku malah merasa semakin takut dengan sikap Mas Reza saat ini. Pria ini pandai sekali menyembunyikan kesedihannya.


***


Ternyata masih belum sampai part di mana Reza mengetahui rahasia yang di sembunyikan Rika dan Candra 🤧. Sepertinya masih beberapa bab lagi genks 😁.

__ADS_1


__ADS_2