Hasrat Mencintai Suami Orang

Hasrat Mencintai Suami Orang
Menemukan Mbak Rika


__ADS_3

Dua hari berlalu. Mas Reza dan Aku akhirnya akan berangkat ke Bali. Kami akan berbulan madu di sana sekaligus meninjau pekerjaan yang di ambil Mas Reza di sana.


Beberapa hari ini Aku merasa begitu bahagia. Mas Reza memperlakukan ku dengan sangat istimewa dari sebelumnya.


Kini kami mulai menaiki pesawat. Namun Aku terkejut saat melihat di sebrang tempat duduk kami ternyata juga ada Candra di sana.


"Ibu Rissa, Anda juga akan ke Bali?" tanya Candra kepadaku. Aku hanya tersenyum simpul menjawabnya.


"Untuk apa Kau juga ke Bali. Apa Kau mau mengikuti kami?" Mas Reza bersuara.


"Maaf pak Reza. Tapi Saya ke Bali untuk menyelesaikan pekerjaan Saya di sana. Ngomong-ngomong, kenapa kalian bisa berangkat bersama?" Candra nampak mengerutkan keningnya menatap kami yang sejak tadi terus bergandengan. Candra memang belum mengetahui jika kami sudah menikah. Jadi wajar jika dia terkejut dan bertanya.


"Karena kami mau berbulan madu di sana," jawab Reza datar. Lalu Reza duduk di samping ku dan menutupi ku dengan tubuhnya untuk menghindari dari tatapan Candra yang sejak tadi terus saja menatap ku.


"Bulan madu? Jadi ka-kalian sudah menikah?" Candra begitu terkejut. Matanya hampir keluar mendengarnya.


"Ya, kami sudah menikah." Jawab Reza.


Sementara Candra nampak begitu kecewa. Ia masih berusaha menatap ku dari celah Reza yang menutupi ku.


Aku tak menggubrisnya. Aku tidak ingin terlibat lagi dengan masalalu kelamku, yaitu Candra.


***


Aku terbangun saat kurasakan kecupan di seluruh wajahku. Ternyata suamiku yang melakukannya. Dia melakukannya bermaksud untuk membangunkan ku. Dia mengatakan jika kami sudah sampai.


"Sayang, kita sudah sampai. Ayo kita turun. Sopir suruhan ku sudah menjemput di luar," ajak Reza.


Aku mengucek mata ku. Ku lihat ke sekeliling sudah sepi. Bahkan Candra pun juga sudah tak ada lagi.


"Maaf, Mas Aku ketiduran," ucap ku dengan nada khas bangun tidur.


Tiba-tiba Reza mencium bibir ku dengan sedikit lum.atan. Aku terkejut dengan yang dia lakukan padaku. Ku dorong pelan tubuhnya agar melepaskan ciumannya.


"Mas, nanti kalau di lihat orang gimana?" Aku mengerucutkan bibirku. Namun suamiku itu malah terkekeh menatap ku.


"Tidak ada orang yang akan melihat kita, Sayang. Lihatlah, semuanya sudah turun sejak tadi. Kau tahu berapa lama Aku menunggu mu terbangun?"

__ADS_1


Aku menggelengkan kepalaku.


"Sudah hampir tiga puluh menit sejak pesawat landing Aku menunggu mu terbangun, Sayang." tuturnya. Aku terbelalak.


"Kenapa tidak membangunkan ku dari tadi saja sih, Mas."


"Aku melihat mu begitu nyenyak tidurnya. Yasudah Aku menunggumu saja. Lagipula Aku menjadi begitu puas menatap wajah cantik mu berlama-lama, Sayang," ucap Reza.


Duh, rasanya Aku ingin meleleh mendengar gombalan suamiku ini. Sudah ku pastikan jika saat ini wajahku memerah. Namun bukannya berhenti, Reza malah semakin gencar untuk menggodaku.


Ku lihat Reza tertawa begitu lepas saat melihat ekspresi ku ketika di goda olehnya. Suara bass nya terdengar begitu nyaring namun juga seksi menurutku.


"Sudah jangan menggodaku terus, Mas. Kasihan sopir yang menunggu kita." Aku berusaha menghentikan suamiku. Dan akhirnya Reza menuruti ku. Kami segera berjalan keluar.


"Yang, Aku sudah reservasi hotel. Kita akan menginap di hotel X di dekat pantai." tutur Reza.


Deg...


Jantungku terpompa begitu cepat mendengar hotel tersebut. Itu adalah hotel dimana Candra merenggut kesucian ku.


Reza mengerutkan keningnya menatap ku. "Memangnya kenapa dengan hotel itu, Yang? Menurutku hotel itu adalah hotel paling bagus di sini lho. Di belakang hotel itu mengarah tepat ke pantai. Kita bisa bermain-main di sana nanti." ucap Reza.


Aku menghela nafas ku. Apa mungkin suamiku lupa dengan yang ku ceritakan kemarin? Kenapa Aku merasa seolah Reza sengaja membawaku kembali ke dalam masalaluku?


Ku putuskan untuk menurut saja dengan suamiku. Lalu kami segera mengambil kunci di lobi untuk segera bisa beristirahat di kamar kami.


Dan Aku kembali terkejut saat mengetahui jika kamar yang di pesan Reza adalah kamar di mana Candra merenggut mahkota ku.


Sebenarnya ada apa dengan Reza? Apa dia tidak tahu jika Aku begitu gelisah saat ini? Bayangan kejadian waktu itu terlihat begitu nyata di mataku kala memasuki kamar tersebut.


Aku terpaku di depan pintu menatap keseluruhan kamar hotel tersebut.


"Sayang." panggil Reza kala melihat ku yang tak langsung masuk dan malah terdiam.


"I-iya Mas."


"Kamu kenapa?"

__ADS_1


"A-aku tidak apa-apa," ucap ku dan langsung melangkah masuk.


"Sayang, tunggulah sebentar, Aku mau menyuruh pegawai hotel untuk membawakan makan malam kita kemari."


Aku tersenyum samar dan mengangguk. Sementara Reza langsung meninggalkan kamar ini dan hilang di balik pintu.


Aku kembali menatap seluruh ruangan kamar ini. Semuanya masih sama seperti dulu. Hingga ponselku berdering mengalihkan perhatian ku.


Aku melihat nama Robi di sana. Segera ku angkat saja panggilan tersebut. Siapa tahu ada yang penting yang akan Robi sampaikan padaku.


"Nyonya, Saya sudah mendapatkan informasi tentang kakak tiri Anda. Saya sudah mengirimkan nomor ponselnya ke nomor Anda. Dan saat ini kebetulan ibu Rika juga berada di Bali." ucap Robi. Aku mendengarkan dengan begitu antusias.


Ternyata kami semakin dekat.


"Baiklah, Robi. Terimakasih." ucapku dan langsung ku matikan panggilan tersebut.


Aku mengecek pesan dari Robi. Langsung saja ku telpon nomor Mbak Rika.


Tuuuut... tuuuut, panggilan tersambung.


"Halo, Mbak Rika. Mbak dimana?" Aku langsung bertanya ketika panggilan tersambung.


"Ini siapa?" Suara asing yang telah menjawab panggilan ku. Itu adalah suara seseorang pria.


Aku berpikir mungkinkah Robi salah memberikan nomor. Namun beberapa detik kemudian Aku mendengar suara Mbak Rika langsung menyahut panggilan dari ku.


"Halo, Rissa. Darimana kamu mendapatkan nomor Mbak?" tanya Mbak Rika di seberang sana. Mungkin Mbak Rika masih menyimpan nomor ku, jadi dia langsung mengetahui jika Aku yang menelpon.


"Itu tidak penting Mbak. Sekarang Mbak Rika dimana? Kenapa Mbak Rika lama tidak pulang? Apa Mbak Rika tahu jika Mas Reza mencari mu?"


Kudengar helaan nafas Mbak Rika. Dia terdiam sejenak.


"Rissa. Aku memang sengaja menjauhi Mas Reza. Aku ingin bercerai dengannya, Rissa. Aku sudah tidak sanggup jika setiap hari selalu resah memikirkan Mas Reza yang sering sekali berselingkuh dari Mbak. Mbak sudah memikirkan ini sejak lama. Makanya waktu itu Mbak mau Mas Reza juga menikahimu. Tapi kamu malah membatalkannya."


Aku tercenung mendengar kata-kata Mbak Rika. Inikah kebenarannya. Tapi Reza begitu mencintainya. Bahkan mungkin lebih mencintainya dari pada ku.


"A-aku dan Mas Reza sudah menikah, Mbak." ucap ku pelan.

__ADS_1


__ADS_2