
Semenjak Aku menceritakan tentang masalaluku kepada suamiku, Aku benar-benar di buat bingung dengan sikap suamiku yang malah semakin aneh menurut ku. Reza semakin perhatian dan selalu bersikap sangat romantis padaku. Aku sampai heran di buatnya.
Bahkan Reza juga jarang sekali menyebutkan nama Mbak Rika seperti sebelumnya. Entah apa yang terjadi, tapi itu sungguh membuatku bahagia. Apalagi dengan perhatian Reza akhir-akhir ini. Aku merasa seperti istri satu-satunya miliknya.
Hari ini Aku berangkat ke kantor bersama Mas Reza. Rencana hari ini Aku akan mengumumkan kepada para karyawan jika Mas Reza akan menjadi CEO baru di perusahaan ku.
Para karyawan memberikan tanggapan yang positif dengan diangkatnya Reza menjadi CEO perusahaan Wiryawan groups.
Siang hari Aku mengajak suamiku untuk pulang. Karena memang Aku merasa sedikit pusing dan mual. Dengan perhatian, Mas Reza menuntunku. Tangannya mengusap lembut tengkukku agar tidak merasakan mual.
Ketika memasuki mobil. Ponsel ku berdering. Dan itu dari kepolisian. Aku mengernyit heran untuk apa pihak polisi menelpon ku.
Polisi mengatakan jika pihaknya sudah berhasil menangkap siapa yang berusaha untuk menabrak ku waktu itu. Dan Aku baru teringat akan kejadian beberapa waktu lalu. Dan ternyata memang benar bahwa dia adalah Alfin. Aku dan Mas Reza bergegas menuju kantor polisi.
Saat baru setengah perjalanan menuju kantor polisi, ponsel ku kembali berbunyi. Dan ternyata dari pihak kepolisian lagi. Mereka mengabarkan jika Alfin mencoba untuk kabur. Dan naasnya Alfin malah tertabrak mobil dan saat ini polisi menyuruh kami untuk ke rumah sakit.
***
__ADS_1
"Bagaimana kondisi Alfin, pak?" tanyaku pada dua polisi yang berjaga di luar ruang rawat Alfin.
"Tuan Alfin mengalami patah kaki, Bu. Dan dokter mengatakan jika pak Alfin mengalami kelumpuhan." Penuturan polisi membuatku terkejut.
Mungkinkah ini balasan atas semua perbuatan Alfin, semua yang Alfin lakukan pada almarhum Mama Lidia dan terhadap ku? Walaupun begitu Aku merasa kasihan padanya. Jadi ku putuskan untuk mencabut laporan ku untuk penangkapan Alfin.
Aku dan Mas Reza memasuki ruang rawat Alfin. Di sana ada Anti yang menunggui Alfin di sampingnya. Dapat ku lihat jika Alfin begitu syok dengan keadaannya.
"Bagaimana keadaanmu, Mas?" tanyaku berjalan mendekat.
Namun Alfin malah menatap ku dengan tajamnya. Seolah-olah ingin menelan ku hidup-hidup.
Mas Reza dengan sigapnya langsung mengajakku keluar dari ruangan itu. Suamiku begitu marah melihat sikap Alfin kepadaku. Akhirnya Aku pun menuruti Mas Reza. Aku tidak ingin kemarahannya semakin mencuat dan berakhir akan melukai Alfin.
"Sudah, tidak usah menemui pria tak tahu di untung sepertinya! Aku tidak ingin Kamu stres, Sayang. Kasihan dengan anak kita nanti." ucap Mas Reza. Aku menurut saja.
Mungkin ini sudah jalan takdir dari yang maha kuasa. Kejahatan pasti akan mendapatkan akan mendapatkan balasan yang setimpal dengan perbuatannya.
__ADS_1
***
Dua hari berlalu.
Mas Reza mengajakku untuk berlibur ke Bali. Sekaligus dia akan menjalani kerja sama dengan perusahaan lain di sana.
"Sayang, mau ya. Sekalian kita nanti bisa bulan madu juga di sana. Aku ingin menikmati berdua saja dengan istri cantik ku ini." Reza berkata dengan menduselkan kepalanya di ceruk leher ku. Sampai-sampai di buat geli Aku olehnya.
"Mas, jangan seperti ini," ucap ku menahan gejolak. Namun Reza malah semakin menggodaku dengan menggigit kecil telingaku. Membuat milikku ini meronta.
"Memangnya kenapa, Sayang. Aku sudah sangat merindukan si Moci. Boleh ya Aku memakannya?" ucap Reza dengan suara seksinya.
Duh, rasanya tubuhku memanas hanya dengan membayangkannya saja. Milikku sudah berkedut sejak tadi.
"Aku juga sangat merindukan big junior mu ini, Mas." ucap ku seraya menyentuh junior milik Reza. Suamiku menggeram merasakan sentuhan ku ini.
***
__ADS_1
Potong dulu. Besok lanjut lagi untuk yang panas² 🤭✌️.