Hasrat Mencintai Suami Orang

Hasrat Mencintai Suami Orang
Terkuak


__ADS_3

Aku dan Mas Reza akhirnya pergi menemui Mbak Rika. Kami janjian di sebuah restoran X.



Setelah sampai di sana, Aku dan Mas Reza berjalan memasuki restoran tersebut. Terlihat jelas Mbak Rika yang sudah duduk di salah satu meja restoran tersebut. Dia melambaikan tangannya ke arah kami. Kami segera berjalan menujunya.



Tanpa ba-bi-bu Mbak Rika langsung memeluk tubuh Mas Reza tanpa memperdulikan orang-orang di sana. Aku sendiri pun menjadi malu di sini. Dari kesan yang terlihat, Aku bukan siapa-siapa di sini. Aku jadi minder. Ku lihat semua yang melihat kami saling berbisik.



Ya, kalian tahu pasti apa yang mereka pikirkan.



"Suamiku, Kamu kemana saja, Aku mencari mu tapi tidak menemukan mu. Ternyata kamu bersama Rissa." Mbak Rika berkata dengan suara lantang. Membuat semua orang menatap ku sinis. Mungkinkah Mbak Rika sengaja melakukan hal ini?



"Kita duduk dulu," ucap Mas Reza. Perlahan pria itu melepaskan pelukan Mbak Rika. Mas Reza menatapku, tapi Aku memalingkan wajah ku. Tak sanggup Aku jika harus menatap kemesraan mereka.



"Mas, maafkan Aku. Aku sadar Aku salah. Aku tidak ingin berpisah dengan mu. Batalkan gugatan kamu ya, Mas. Aku masih sangat mencintaimu," ucap Mbak Rika memohon.



Mas Reza tampak terdiam. Mungkin ia sedang berpikir. Atau mungkin ia merasa begitu senang karena akan kembali bersama dengan cintanya lagi. Sementara Aku pasti akan di depak begitu saja setelah Mbak Rika kembali. Karena memang Aku hanyalah sebuah cadangan untuk Mas Reza. Tidak akan pernah menjadi yang pertama.



Beberapa saat masih tak terdengar suara Mas Reza. Hingga tiba-tiba Mbak Rika berkata, " Mas, kenapa Kamu diam saja? Bukankah Kamu sangat mencintai ku? Lalu kenapa Kamu diam, Mas?" tanya Mbak Rika, namun Mas Reza masih enggan untuk berbicara. "Oh, Aku tahu sekarang. Semua ini gara-gara Rissa kan? Gara-gara Kamu menikahinya, Kamu jadi berubah, Mas. Aku istri yang dulu sangat Kamu cintai, Mas. Sekarang kalah dari seorang pelakor," Mbak Rika menatap ku sinis dengan suara lantangnya. Aku sungguh-sungguh malu di buatnya.



Bukankah dulu Mbak Rika lah yang sudah menyuruh ku untuk menjadi istri kedua Mas Reza? Tapi kenapa sekarang dia menuding ku sebagai pelakor, sakit rasanya hatiku mendengar perkataannya. Apalagi semua orang di sekitar kami mulai terdengar menghardik ku.



Tak kuasa Aku mendengar cacian dan hinaan dari orang-orang di sekitar ku. Aku langsung berlari dari sana meninggalkan Mas Reza dan juga Mbak Rika di sana.



Aku langsung memasuki mobil. Ku tumpahkan rasa sakit yang kurasakan atas ucapan Mbak Rika tadi. Aku menangis menahan sesak di dada ku. Ini memang salahku yang sudah terbuai akan Mas Reza.



Aku menumpahkan air mata ku di sana. Hingga Aku terkejut tatkala ada seseorang yang mengetuk-ngetuk kaca mobil.



Aku langsung menoleh ke arah kaca jendela. Aku heran bagaimana pria itu bisa berada di sini. Malas sekali Aku bertemu dengannya. Aku biarkan saja pria itu di luar.


__ADS_1


Namun bukannya pergi, dia malah terus saja mengetuk pintu mobil ku. Sungguh geram Aku di buatnya. Sebenarnya apa sih maunya?



Dengan segera aku mengusap air mataku, lalu aku membuka pintu mobil.



"Candra, Kamu ngapain ada di sini?! Pergi sana, jangan ganggu Aku!"



"Rissa, Aku melihat semua yang terjadi di dalam restoran. Sudahlah, Rissa, cukup. Tinggalkan saja Reza. Aku tidak ingin Kamu di pandang rendah oleh orang-orang. Ceraikan dia dan menikahlah denganku. Aku berjanji akan selalu membahagiakan mu. Aku janji bahwa kamu akan menjadi satu-satunya untuk ku." ucap Candra.



Kali ini Aku tidak akan lagi terperdaya oleh kata-kata manis Candra. "Atas dasar apa Kamu menyuruh ku melakukan hal itu?! Aku tidak akan pernah lagi termakan oleh kata-kata mu itu, Candra!" ucap ku dengan ketus.



"Atas dasar cinta, Kamu tahu Rissa? Hanya Kamu wanita yang selalu ingin ku miliki. Aku mencintaimu, Rissa." tegasnya. Tapi Aku tidak percaya dengan ucapannya. Pria itu adalah pria buaya. Berkata manis adalah ahlinya.



Candra tersenyum. Pria itu berusaha mendekati ku dan meraih ku. Membuat ku memundurkan tubuh ku.



"Berhenti di sana!" seruku.




"Candra, lepaskan!" pekik ku.



Hingga tiba-tiba seseorang menarik Candra dari belakang dan memukulinya tanpa ampun.



"Mas Reza."



Ya, dia adalah Suamiku. Pria itu terlihat menggila memukuli Candra. Bahkan banyak orang berkerumun untuk menyaksikannya.



Tidak, Aku harus segera menghentikan Mas Reza. Aku tidak ingin Mas Reza di penjara karena membunuh orang.



"Mas Reza hentikan!" teriakku. Sontak saja Mas Reza langsung menatap ku. Pria itu berhenti memukuli Candra.

__ADS_1



"Kenapa Kamu menghentikan ku, Sayang? Aku mau menghabisi pria kurang ajar itu."



"Mas, kumohon hentikan. Aku masih membutuhkan mu. Aku tidak ingin polisi menangkap mu karena ini," ucap ku memohon.



Mas Reza langsung memeluk ku dengan hangat. Aku lega Mas Reza mendengarkan ku.



"Aku tidak akan membiarkan mu untuk memiliki Rissa. Rissa adalah milikku. Dan asal Kamu tahu, Akulah pria yang sudah merasakan Rissa untuk pertama kali. Akulah yang mengambil keperawanan Rissa. Bukankah Aku sudah pernah mengatakannya padamu," ucap Candra dengan songongnya.



Aku merasa begitu malu saat ini. Ketahuan sudah jika Candra yang sudah mengambil kesucian ku selama ini. Aku tidak tahu lagi bagaimana sikap Mas Reza padaku nanti.



Aku menundukkan kepalaku. Tak sanggup lagi untuk menatap Mas Reza. Dia pasti sudah ilfil sekali dengan ku.



Namun tanpa diduga. Mas Reza malah semakin memeluk ku. Aku sedikit melirik wajahnya. Pria itu malah tersenyum menatap Candra. Sungguh Aku menjadi semakin bingung di sini.



"Kamu pikir Aku akan percaya?! Aku tahu semua tentang kebusukan mu dan juga seseorang yang sudah Kau ajak untuk bekerja sama? Aku sudah mengetahui semua kebusukan kalian, asal Kau tahu." Suara Mas Reza terdengar begitu yakin. Namun aku masih tidak mengerti dengan arah pembicaraan ini.



"Apa maksudmu?" Candra tampak menatap tajam Mas Reza yang kini tersenyum sinis.



"Bukan Kau yang sudah mengambil kesucian Rissa waktu itu, tapi Aku," ucap Mas Reza. Membuat ku begitu terkejut.



Bagaimana mungkin Mas Reza bisa mengambil kesucian ku waktu itu?



"Omong kosong! Kau hanya mengada-ada. Tidak ada buktinya kan jika waktu itu Kau yang ada di kamar itu?"



"Kau pikir Aku tidak memiliki bukti? Aku punya segudang bukti untuk semua itu. Apa mau ku perlihatkan padamu satu persatu?! Seperti misalnya Rika yang sudah Kau ajak bekerja sama dalam menjebak ku dan juga Rissa. Tapi ternyata kalian malah salah kamar. Bukankah begitu?" Mas Reza menyeringai.



Sementara skakmat untuk Candra. Pria itu terlihat tak berkutik. Lalu dia segera pergi dengan wajah babak belur dan juga kesal.

__ADS_1


__ADS_2