
Aku masih tak percaya dengan ucapan Mas Reza beberapa saat lalu. Aku masih mencernanya dan mengaitkan beberapa kejadian beberapa tahun silam. Namun tak ku temukan apapun. Otakku seakan kosong.
"Sayang, kenapa Kamu sejak tadi diam saja?" Pertanyaan Mas Reza membuat ku sontak menoleh kearahnya. Pria itu terlihat sedang terfokus menyetir sesekali menatap kearah ku.
Seketika Aku teringat akan Mbak Rika. Bukankah tadi Mas Reza sedang berada di restoran bersama dengan Mbak Rika? Lalu kemana Mbak Rika? Aku tidak melihatnya sejak Mas Reza kembali dari restoran dan memukuli Reza tadi.
"Mas, kemana Mbak Rika?" tanyaku.
"Kenapa Kamu malah menanyakan dia, Sayang. Tidak usah lagi kamu memikirkan tentang Mbak mu itu," ucap Mas Reza membuat ku bingung. Sebelumnya pria itu begitu mencintai Mbak Rika.
"Tapi Mas, bukankah Mas Reza begitu mencintai Mbak Rika? Buktinya Mas Reza berbuat kasar kepada ku waktu itu kan karena Mas mengira Akulah penyebab perceraian di antara kalian." Aku sedikit menunduk mengucapkannya. Rasanya begitu sakit mengingat Mas Reza yang begitu kasar waktu itu.
"Maafkan Aku, Sayang." Suara Mas Reza terdengar begitu serak dan sedikit bergetar. Aku langsung menatap raut wajahnya yang nampak terlihat penuh dengan penyesalan. Atau mungkin Aku salah lihat?
"Aku tidak apa-apa kok, Mas. Jika memang Mas Reza masih mencintainya, kalian boleh bersama lagi kok." ucap ku menahan perih.
Namun Mas Reza malah menatap ku dengan tajamnya. "Apa Kamu tidak mencintai Mas?" tanya Mas Reza membuat ku tercenung.
"Aku sangat mencintaimu, Mas. Tapi kalau memang yang Kamu cintai Mbak Rika, Aku bisa Apa. Aku hanyalah istri ke-dua mu. Jadi Aku akan menerima apapun keputusan terbaik darimu," ucap ku. Sesak, itulah saat ini yang ku rasakan. Tapi Aku lega mengatakannya.
"Kamu terlalu banyak berpikir, Rissa." Mas Reza menepikan mobil dan berhenti.
"Asalkan kamu tahu. Sejak awal Aku sudah mencintaimu, bahkan ketika kamu masih menjadi istri Alfin pun Aku selalu menahan perasaan ku padamu, Rissa. Sejak Aku mengambil kesucian mu saat itu, Aku sungguh jatuh cinta padamu. Dan apa Kamu tahu alasan Aku berselingkuh dari Rika selama ini? "
Dengan cepat Aku menggeleng. Aku ingin mendengar kelanjutan cerita Mas Reza.
"Itu semua karena mu. Rissa."
"A-aku?"
Sungguh Aku tidak mengerti kenapa Mas Reza mengatakan jika Aku lah penyebab dia berselingkuh.
"Ya, Aku selalu tidak bisa menahannya ketika melihat atau bertemu dengan mu. Jadi Aku melampiaskannya pada wanita malam itu."
__ADS_1
Hah, Aku tidak percaya dengan pendengaran ku. Sungguh kah sampai seperti itu? Benarkah Mas Reza mencintai ku?
"Tapi Aku masih mengira jika malam itu yang ada di kamar hotel itu adalah Rika. Jadi Aku berusaha untuk membuang jauh perasaan ku padamu, Rissa. Aku berusaha untuk setia pada Rika. Hingga dia menyuruhku untuk menikahi mu waktu itu. Sungguh Aku sangat bahagia sekali. Dan apakah Kamu ingat pertama kali Aku mencumbu tubuh mu? Waktu itu Aku seperti melakukannya kepada orang yang sama ketika di hotel beberapa tahun lalu. Bau khas tubuh mu membuat ku teringat akan kejadian lalu. Hingga Kamu memutuskan untuk membatalkan pernikahan kita waktu itu, Aku sangat kecewa. Ingin sekali Aku mencegahnya. Tapi Aku teringat dengan Rika. Jadi ku urungkan karena Aku menghargai perasaannya." tutur Mas Reza kembali.
Sungguh semua ucapannya itu membuat ku begitu terkejut. Selama ini Aku melihat Mas Reza begitu mencintai Mbak Rika. Tak pernah Aku mengira jika ia mencintai ku. Pria yang ku dambakan selama ini ternyata juga mencintai ku. Sungguh Aku harus berkata apa, Aku tidak tahu. Yang jelas Aku begitu bersyukur karena ternyata perasaan ku ternyata berbalas.
"J-jadi, Mas Reza mencintai ku?" tanyaku ingin kembali memastikan.
Pria itu tersenyum dan mengangguk. Lalu dia menarik tubuhku dan memelukku. Aku begitu terkesiap.
"Aku sangat mencintaimu, Rissa. Sekarang tidak akan ada lagi yang bisa memisahkan kita. Candra ataupun Rika sekalipun. Jadi jangan berpikir jika Candra lah yang sudah mengambil kesucian Kamu, karena akulah yang melakukan hal itu. Sekarang dan selamanya Kamu adalah milikku." Mas Reza mendekap tubuh ku dengan eratnya.
Tapi tunggu, bagaimana Mas Reza bisa mengingat semua kejadian yang telah berlalu? Apakah dia sudah mengingat semuanya?
"Mas."
"Ya, Sayang." Mas Reza mengusap lembut rambut ku.
"Apakah Kamu sudah mengingat semuanya?"
"Jadi Mas Reza selama ini membohongi Ku?"
"Aku tidak bohong. Sebenarnya Aku sudah mengingat semuanya ketika mendengar doa dalam ibadah mu waktu itu. Setelahnya potongan-potongan dan gambaran tentang dirimu mulai ku ingat. Aku juga sempat ingin mengatakannya padamu tadi pagi, Sayang. Tapi karena tiba-tiba Kamu mengatakan jika Rika ingin bertemu, jadi Aku menundanya. Sekarang sudah saatnya Aku mengajak mu ke suatu tempat yang ingin datangi bersama mu waktu itu."
"Kemana, Mas?"
"Nanti Kamu akan tahu." jawab Mas Reza yang semakin membuat ku begitu penasaran.
Tak berapa lama mobil pun sampai di sebuah halaman rumah yang sangatlah megah. Mas Reza langsung mengajakku turun dan menggandeng tangan ku.
"Ini rumah siapa, Mas?"
"Ini rumah Mama dan Papa. Aku ingin mengenalkan mu pada mereka. Sudah lama Aku tidak pulang." ucap Mas Reza.
__ADS_1
Jantungku berdegup kencang. Mas Reza akan mengenalkan ku dengan kedua orang tuanya. Semua itu membuat ku begitu nervous.
Mas Reza mengusap-usap lembut punggung tangan ku. Seolah-olah mengatakan jika semua akan baik-baik saja.
Hingga kami di sambut langsung oleh seorang wanita paruh baya yang masih sangat cantik menurut ku. Wanita paruh baya tersebut terlihat begitu ayu dengan pakaian syar'i yang membuat mataku begitu teduh menatapnya.
Wanita itu langsung saja menghampiri kami. Tanpa di duga dia langsung menarik telinga suamiku.
"Dasar anak nakal, masih ingat rumah ya Kamu ternyata! Sini biar ibu jewer sampai telingamu putus sekalian."
"Ampun, Bu... Ampun... Maafkan Reza karena jarang pulang, Bu. Tapi lihatlah, siapa yang ku bahwa," ucap Mas Reza seraya menahan telinganya.
Wanita paruh baya itu menatapku dan tersenyum. "Siapa gadis cantik ini, Za?"
"Tentu saja istriku, Bu. Cantik bukan? Sekarang lepaskan telinga Eza, Bu," rengek Mas Reza. Aku terkekeh melihatnya. Sepertinya wanita paruh baya ini adalah mertuaku.
Wanita paruh baya itu langsung melepaskan jeweran tangannya pada telinga suamiku. Lalu beralih memeluk ku.
"Kamu cantik sekali, Sayang," ucapnya lembut. Berbeda ketika berbicara pada suamiku. "Kalau begitu Ayo kita masuk. Ayah pasti senang kedatangan menantunya," ucap ibu mertuaku. Dia menuntun ku masuk kedalam dan meninggalkan suamiku sendiri. Kok Aku jadi kasihan sama Mas Reza ya.
"Bu, Aku ini anakmu lho. Kenapa Aku tidak diajak masuk?" Mas Reza langsung mengekori kami.
"Kamu itu sudah bersalah tidak memberitahu kami tentang istrimu, jadi Kamu harus di hukum. Kamu tidak boleh dekat-dekat dengan istri mu."
"Apa?! Tidak bisa. Ibu tidak bisa melakukan itu. Kasihan Rissa Bu. Dan juga calon anak kami membutuhkan kami." Mas Reza merengek.
"Jadi Aku akan menjadi nenek sebentar lagi? Aku akan mempunyai cucu?"
Binar kebahagiaan tercetak begitu nyata dari raut wajah ibu mertua ku.
TAMAT
***
__ADS_1
Kelanjutan cerita ini nanti akan di gabung dalam kisah Candra dan Dira ya mantenan. Tapi masih lama buatnya. Mohon maaf jika cerita ini tidak menarik 🙏🙏