Hasrat Mencintai Suami Orang

Hasrat Mencintai Suami Orang
Dira...


__ADS_3

"Suatu kehormatan bagi perusahaan Saya kedatangan tamu dari pemilik perusahaan Wiryawan groups. Ibu, Rissa." Candra tersenyum kepadaku.


Aku membalasnya dengan tersenyum tipis. Rasanya ingin pergi saja Aku dari sini. Aku masih sangat marah dengan perbuatan Candra beberapa bulan lalu yang menjebak Reza. Jika saja Aku tahu pemilik perusahaan WANA SASMITA adalah Candra, Aku tidak akan menerima untuk menjadi investor perusahaan ini. Namun Aku harus mengesampingkannya, karena Aku mau bersikap profesional dalam bekerja.


Aku baru menyadari jika nama belakang Candra ada nama SASMITA, berarti perusahaan itu adalah milik keluarga besar Candra. Mungkin saja keluarganya memintanya untuk mengurus perusahaan yang hampir pailit ini. Mengingat Candra yang begitu lihai dalam segala bidang pekerjaan. Terbukti dengan hotel yang ia dirikan sendiri kini menjadi hotel yang patut di pertimbangkan untuk disinggahi ketika berlibur.


Namun Aku masih penasaran bagaimana hubungannya dengan Dira saat ini. Apakah mereka jadi menikah?


Tapi lupakan sejenak tentang itu. Saat ini Aku harus fokus pada pekerjaan. Ku lihat Candra begitu piawai dalam presentasi. Tidak diragukan lagi. Pria itu memang begitu hebat dalam bekerja.


"Bagaimana, ibu Rissa? Apa ada yang mau di tanyakan?" tanyanya setelah selesai presentasi.


"Kurasa cukup. Aku juga sudah memeriksa perkembangan perusahaan mu dan grafik keuntungannya. Dan kurasa perusahaan mu layak untuk dipertimbangkan. Aku akan melakukan investasi pada perusahaan mu. Nanti Saya akan meminta asisten Saya untuk membuat surat perjanjian tertulis antara Perusahaan kita."


"Terimakasih, ibu Rissa. Anda sudah mempercayai perusahaan kami. Semoga kedepannya perusahaan kita akan mampu berkembang pesat."


Pertemuan selesai. Aku berdiri, begitu juga dengan Candra. Kami saling berjabat tangan. Namun Aku melihat Candra yang menatap ku tak biasa.


"Ibu Rissa, bisa kita bicara sebentar saja?"


Nah kan, dugaan ku tak salah. Pasti akan ada udang di balik bakwan. Candra pasti tidak akan melepaskan ku begitu saja.


Aku melihat raut wajahnya yang begitu memohon. Aku menghela nafas dan menyetujuinya.


"Baiklah, tapi hanya sebentar, karena waktu ku tak banyak."


Candra terlihat begitu senang. Dia segera menyuruh sekertarisnya untuk keluar dari ruang meeting lebih dulu. Sementara Aku kebetulan juga tidak membawa sekertaris. Jadi saat ini kami hanya berdua saja.


"Rissa, ku mohon maafkan Aku untuk kejadian di villa waktu itu."

__ADS_1


"Untuk kejadian yang mana ya, Aku lupa." kataku sedikit judes.


"Kejadian waktu Aku yang sudah menjebak Reza di villa waktu itu. Itu semua ku lakukan karena Aku ingin kembali bersama denganmu seperti dulu."


"Oh, yang itu. Sudahlah, Aku sudah melupakannya."


"Jadi Kau mau menikah dengan ku?"


"Maaf, Candra. Tapi Aku tidak bisa," Aku berucap tegas.


"Kenapa, Rissa? Kenapa Kau tidak bisa. Apa Kau tahu? Demi mendapatkan mu kembali Aku sampai membatalkan pernikahan ku dengan Dira."


Aku hanya terdiam. Sementara Candra terlihat sangat frustasi. Aku yakin jika dia pasti tahu jika Aku adalah pemilik perusahaan Wiryawan groups. Jadi dia sengaja melakukan kerjasama hanya untuk mendekati ku.


"Apa hanya itu yang mau Kau bicarakan? Jika iya, Aku harus segera kembali ke kantor," ucap ku.


"Rissa."


"Ah, jangan, ibu Rissa. Maafkan Saya."


Aku menyeringai. Sejujurnya mudah saja Aku menghancurkan perusahaan Candra. Tapi tidak ada untungnya juga untuk ku. Sekarang Aku dapat mengendalikan Candra sesukaku. Aku tidak ingin lagi dia mengganggu hidup ku.


"Ingat! Jika Anda sekali lagi mengajak Saya untuk membicarakan hal yang tidak penting seperti ini lagi, maka Saya tidak akan segan-segan untuk mencabut investasi Saya dari perusahaan Anda, Tuan Candra."


Candra tampak tak berkutik. Pria yang dulu selalu bersikap berkuasa kini bagaikan seekor tikus yang takut pada seekor kucing.


Aku langsung pergi dari sana tanpa berkata apapun. Meninggalkan Candra yang tak berdaya samasekali karena ancaman ku.


Aku berjalan menuju mobil dan segera masuk kedalamnya. Ku suruh sopir ku untuk menuju ke rumah Dira. Aku ingin tahu bagaimana keadaannya saat ini pasca Candra yang membatalkan pernikahannya.

__ADS_1


Tak lama Aku sampai di rumah Dira. Aku menyuruh sopir ku yang juga merangkap sebagai bodyguard ku untuk menunggu di mobil.


Kulihat disana ada sepeda motor yang terparkir di depan rumah Dira. Dan ternyata pintu juga tidak di kunci. Jadi ku putuskan untuk masuk saja.


Samar-samar Aku mendengar tawa Dira. Aku mencari di mana keberadaan sahabat ku itu. Dan Aku begitu syok saat melihat Dira yang mabuk-mabukan dengan seorang pria muda di sampingnya. Dira begitu senang saat di *****- ***** pria muda tersebut.


Aku terpaku. Kenapa Dira menjadi gadis mengerikan seperti ini. Sebenarnya apa yang sudah terjadi. Aku sungguh tidak mengenal Dira lagi. Dia bertingkah sesukanya sendiri.


"Dira!"


Suara ku membuat keduanya menoleh kearah ku. Dimana Aku sedang berdiri.


Aku langsung menerobos masuk kedalam kamar itu. Sementara Dira tersenyum menyeringai dan juga berjalan sempoyongan ke arah ku.


"Mau apa Kau kemari huh!"


Plak...


Aku langsung menampar Dira. Terlihat jelas bekas kemerahan tanganku di pipi mulusnya.


"Apa-apaan Kau huh?!"


"Kau yang apa-apaan, Dira! Kenapa Kau bisa berubah semengerikan ini, Dira?! Sebenarnya Kamu itu kenapa?"


Aku menjerit histeris tidak terima melihat sahabatku yang menjadi seperti ini.


***


Tadinya othor mau libur up karena kerjaan gak kelar². Tapi Sayang banget jika libur 🤧

__ADS_1


Happy reading...


__ADS_2