
"Ini semua karena mu! Kamu adalah manusia bermuka dua. Kamu adalah seseorang paling kejam. Semua ini terjadi karena mu!" Dira tak kalah histerisnya dariku. Aku menyipitkan mataku menatap Dira. Masih tak mengerti dengan arah pembicaraan ini.
"Apa maksudmu?! Apakah karena Candra, atau Reza?"
"Basi tahu nggak! Kau tidak akan pernah mengerti bagaimana Kamu sudah menjadi pengkhianat terbesar dalam hidupku. Kamu tahu betapa Aku mencintai Candra sejak dulu? Dan kamu dengan teganya bermain api dengannya. Kamu merebut Candra dariku! Dan Reza, Kau pun sama. Aku membencimu, Rissa! Selamanya akan membenci mu! Pergi kamu dari sini. Aku sudah tidak ingin melihat wajah mu lagi! Jangan urusi lagi kehidupan ku! Kau selalu membawa kesialan untuk ku. Pergi!!!"
Aku tercekat mendengar ungkapan perasaan Dira selama ini. Tubuhku bergetar merasakan gelombang dahsyat yang menerjang hatiku. Aku menangis terisak.
Aku akui Aku memang salah telah menerima cinta Candra di saat Aku mengetahui perasaan sahabat ku kepada pria buaya itu. Namun dari situ Aku menjadi tahu bagaimana sifat Candra sebenarnya.
Candra adalah pria buaya. Dan Aku sejujurnya lega jika Dira tidak jadi menikah dengan pria itu. Namun Aku juga tahu jika Candra lah pria yang sudah merenggut kesucian Dira. Ku pikir pria itu sungguh-sungguh akan tanggung jawab dengan Dira. Tapi ternyata memang ada udang di balik batu. Pria itu hanya memanfaatkan Dira untuk mendekatiku.
Sungguh Aku membenci berada di posisiku saat ini. Bagaimana caranya Aku menjelaskan kepada Dira tentang semua yang terjadi. Tapi apakah Dira akan percaya padaku? Apakah Dira akan mendengarkan ku? Haruskah Aku melepaskan persahabatan ini?
"Cepat pergi!!" Atau Aku akan berbuat kasar padamu!" Dira mengancam.
"Apa yang akan Kau lakukan!" Sopir ku datang kedalam rumah dan menghampiri ku. Kurasa dia mendengar suara teriakkan kami berdua.
Dira nampak tersenyum miring menatap ku. Dia bertepuk tangan dan tertawa terbahak.
"Wow... Kamu sungguh sangat hebat, Rissa. Sekarang pria mana lagi yang kau rebut. Suami atau pacar siapa dia?" Dira nampak meremehkan ku. Aku masih terdiam. Sementara bodyguard ku hendak menghampiri Dira. Namun Aku mencegahnya. Aku tidak ingin lagi Dira semakin terluka.
__ADS_1
"Sudah, jangan! Ayo kita kembali," ucap ku pada bodyguard ku itu. Aku akan membiarkan Dira melakukan apapun keinginannya. Sepertinya dia ingin memutuskan persahabatan kami, Walaupun sebenarnya kita adalah saudara tiri. Tapi begitu sulit untuk berbicara dengan Dira untuk saat ini.
Aku segera pergi dari rumah Dira dengan menahan sesak. Aku butuh Reza saat ini juga. Aku ingin menceritakan keluh kesah ku yang kurasakan saat ini.
Ketika sampai di dalam mobil, Aku segera menghubungi nomor Reza. Tak lama setelah nada tersambung, Reza mengangkat panggilan ku.
Dia mendengar isak tangis ku, jelas sekali terdengar dari nada suaranya yang begitu khawatir.
"Sayang, Kamu kenapa menangis? Apa ada yang mengganggumu?" tanya Reza begitu khawatir.
"Aku ingin bertemu dengan mu, Mas." Hanya itu yang keluar dari mulut ku. Reza tampak mengerti.
Aku segera menyuruh supir untuk pulang. Aku ingin cepat sampai di rumah, agar ketika Mas Reza sampai Aku pun sama.
Tak berapa lama pun Aku sampai di rumah. Kebetulan juga Mas Reza juga sudah sampai. Dia langsung berjalan cepat ke arah ku.
Ku tumpahkan semua sesak yang ku rasakan dalam hati ku. Mas Reza memelukku seraya mengusap lembut bahuku. Hangat, itu yang ku rasakan.
Setelah beberapa saat Aku menceritakan semua tentang kehidupan ku kepada Mas Reza. Dari awal mula Aku dan Dira yang bersahabat. Dan pertemuan ku dengan Candra.
Aku menceritakan sedetail-detailnya. Mas Reza terlihat terkejut ketika Aku mengatakan jika Candra lah yang telah merenggut kesucian ku ketika kami semua masih tinggal di Bali. Bahkan hotel yang sudah menjadi saksi bisu ketika Candra mengambil paksa mahkota ku ku beritahukan kepada suamiku ini.
__ADS_1
Beberapa saat, Mas Reza masih terdiam tak bergeming. Aku harus menceritakan semuanya sebelum orang lain yang bercerita kepada suamiku.
Tapi sekarang Aku malah menjadi khawatir jika Mas Reza juga tidak mau menerima ku. Aku takut jika dia akan marah dan menganggapku gadis murahan.
Salahkah Aku jika Aku ingin menutup masalalu kelamku dan membuka lembaran baru yang lebih baik lagi?
Aku masih menunggu reaksi suamiku itu. Dia menatap ku begitu dalam kepadaku yang masih terisak ini. Dan satu pertanyaan keluar dari mulutnya.
"Sayang, apa Kau masih mengingat tanggal dan bulan apa Candra mengambil mahkota mu?"
Pertanyaannya di luar dugaan ku. Ku pikir dia akan marah atau apa. Tapi ini kenapa malah melenceng dari dugaan ku?
Aku yang masih mengingat tanggal dan bulannya pun langsung mengatakannya. Ku beritahu semuanya, agar nantinya tidak ada lagi yang perlu di sembunyikan lagi dari suamiku ini.
Ketika Aku mengatakan tanggal dan bulan berapa ketika Candra mengambil paksa milikku, ada yang aneh dari suamiku itu. Pria itu tanpa kata langsung saja memelukku erat. Dia tak mengatakan apapun. Namun dapat ku rasakan nafasnya yang menderu. Seperti ada luapan emosi yang terpendam di dalamnya. Aku tidak tahu apa itu.
Yang jelas Aku seperti melihat lelehan air mata dari sudut matanya. Aku benar-benar di buat bingung mengapa suamiku ini malah bersikap di luar ekspektasi ku. Mungkinkah dirinya kecewa kepada ku?
***
Ada yang bisa nebak gak, kenapa Reza nangis? 🤔
__ADS_1