
"Lagipula kenapa kamu mau maunya menikah dengan pria yang sudah bersuami, Rissa. Lupakan saja Reza dan menikahlah denganku. Aku janji akan menjadikan mu wanita satu-satunya. Jika Kamu masih tidak percaya dengan ku. Kita bisa membuat sebuah perjanjian secara tertulis jika sampai Aku tidak bisa menepati janji ku, maka seluruh harta ku akan menjadi milikmu dan Aku tidak akan mendapatkan apapun."
Ucapan Candra semakin membuat ku begitu gamang. Siapa sih yang tidak ingin menjadi istri satu-satunya. Sebenarnya Aku pun juga tidak ingin tersiksa jika harus berbagi suami. Tapi, perasaan ini sungguh sudah terpaut pada mas Reza. Sangat sulit sekali untuk ku bisa lepas darinya.
Tapi, perkataan Candra yang begitu sungguh-sungguh juga begitu menggiurkan untuk ku. Ada saatnya seorang akan pensiun dari nakalnya(kayak paksu othor 🤣) setelah menikah. Apalagi jika sudah memiliki seorang anak dan menjadi seorang ayah yang baik.
"Bagaimana, Rissa? Kalau kamu menyetujui menikah dengan ku. Aku akan mengatakan tentang perkenalan dan hubungan yang sempat kita jalani dulu. Aku yakin jika kita berbicara perlahan mereka pasti akan mengerti."
Aku masih terdiam. Hati dan pikiran ku saling berperang. Kenapa Candra baru mengatakannya sekarang? Kenapa tidak dari dulu saja sebelum Aku mengenal sosok Reza.
"Rissa," panggil pria itu karena Aku tidak bergeming.
"Maaf, Candra. Tapi Aku tidak bisa menerima tawaran dari mu. Tidak apa-apa Aku menjadi istri kedua."
"Jangan berpikir bodoh, Rissa. Jangan mau di jadikan istri kedua. Untuk saat ini mungkin kamu masih dapat menerimanya. Tapi bagaimana dengan nanti? Bagaimana jika kamu dan istri pertama Reza sama-sama hamil, memiliki seorang anak. Apa kamu rela jika kasih sayang anakmu juga akan terbagi? Kau harus memikirkan semuanya, Rissa!"
Aku hanya bisa menangis. Merasa begitu tertohok dengan penuturan Candra. Aku melihat Reza bukan hanya dari fisiknya. Aku juga melihat dari kepribadian Reza yang begitu membuat ku terhanyut akan cinta yang ku rasakan, sampai-sampai Aku mau saja menjadi istri keduanya.
Tapi perkataan Candra juga benar. Apakah nanti pernikahan ku dengan mas Reza akan baik-baik saja untuk kedepannya. Apakah nanti mas Reza bisa berbuat adil padaku dan Mbak Rika?
"Aku tidak akan memaksamu, Rissa. Aku juga tidak akan mengatakannya kepada mereka. Tapi tolong pikiran lagi tentang keputusan mu untuk menjadi istri kedua. Kau tidak pantas untuk di jadikan yang kedua, Rissa." Candra terus saja memprovokasi ku.
__ADS_1
Sebisa mungkin Aku mencoba untuk tidak menangis. Aku tidak ingin Candra mengetahui jika Aku sedang bimbang saat ini. Sebisa mungkin Aku bersikap seolah Aku tidak memikirkan perkataannya padahal dalam hati ku, Aku menimbangnya.
"Kalau Kau sudah selesai berbicara, Aku akan kembali ke kamar ku, Ndra." Aku memutuskan kembali ke kamar ku, sekaligus mau melihat Mas Reza kok lama sekali, padahal tadi dia sempat berbisik menyuruh ku untuk tetap di sini.
Candra tampak menganggukkan kepalanya. Langsung saja Aku melangkah menuju ke kamarku. Candra menatap ku yang berjalan menjauhinya.
Huft... Aku bernafas lega bisa pergi dari hadapan Candra. Dalam langkahku menuju kamar, Aku merenungkan kembali perkataan Candra.
Tapi pikiranku buyar ketika sayup-sayup kudengar suara seseorang yang sedang berbicara. Aku ingin tahu siapa itu. Apakah itu Mbak Rika dan mas Reza? Aku mempercepat langkah ku.
Langkah ini terhenti kala Aku melihat pintu kamar mas Reza dan Mbak Rika yang terbuka sedikit lebar. Karena keingin tahuanku Aku berniat untuk sedikit mengintip yang ada di kamar itu.
Dan apa yang di lakukan Dira sungguh membuat ku menutup mulut ku sendiri. Aku tidak menyangka Dira berbuat seperti itu.
Ku lihat Dira yang bertelanjang tak mengenakan sehelai benangpun sedang menari erotis di depan mas Reza. Sungguh ini benar-benar gila.
Aku melihat Mas Reza yang menatap Dira seraya berdiri. Pria itu tak bergeming dari tempatnya, menatap keindahan dan kemolekan tubuh Dira yang menari-nari layaknya penari malam. Sungguh jijik Aku melihat Dira melakukan hal seperti itu.
Berarti dugaan ku memang benar. Dira menyukai mas Reza. Dan sekarang dia melakukan hal gila untuk menggoda mas Reza. Dalam hati Aku sungguh tak rela. Aku takut, benar-benar takut.
Takut jika mas Reza akan tergoda dengan kemolekan tubuh Dira. Mengingat mas Reza yang sebelumnya adalah seorang bad boy yang akan menyalurkan kepuasannya pada para wanita j.a.lang. Aku memejamkan mataku. Menahan segala gemuruh yang ada dalam hatiku.
__ADS_1
Ku lihat Dira menuntun mas Reza dan mendorongnya hingga mas Reza terduduk di sofa di kamar itu. Dan dengan beraninya, Dira duduk di pangkuan mas Reza. Masih dengan meliuk-liuk kan tubuhnya. Wajahnya mendekat ke wajah mas Reza. Sepertinya mereka akan berciuman. Aku memalingkan wajah ku. Apakah akan terjadi lagi? Apakah mas Reza akan tergoda? Rasanya Aku begitu frustasi.
Tapi tiba-tiba saja Aku mendengar suara Dira yang memekik. Aku kembali mengarahkan pandangan ku ke arah mereka. Aku terkejut melihat tubuh Dira yang terduduk di lantai. Sepertinya dia terjatuh. Aku tak tahu pasti karena tadi Aku memalingkan wajah ku.
Aku melihat wajah mas Reza yang tampak begitu marahnya menatap Dira. Aku masih tidak mengerti, sebenarnya ada apa ini.
"Apa yang Kau lakukan huh! Kenapa Kau berbuat seperti ini. Kau adalah adik ipar ku. Tak sepantasnya Kau seperti ini dengan ku!"
"Adik Ipar? Lalu bagaimana dengan Rissa yang juga adik ipar mu? Bahkan Kau akan menikahinya!" Dira terlihat menantang.
"Itu bukan urusan mu. Lagipula istriku yang menyuruh dan mendukung ku untuk menikahi Rissa. Jadi jangan ikut campur!"
Aku merasa lega mendengar dan melihat Mas Reza yang menolak Dira. Tapi ini masih belum berakhir. Sekarang Aku malah melihat Dira yang berlari dan memeluk tubuh kekar mas Reza dengan paksa. Sungguh sekarang Dira menjadi begitu murah sekali. Aku tidak menyangkanya.
"Apa kurangnya dengan ku, mas. Aku dan Rissa sama-sama cantik, dan lihatlah bagaimana moleknya tubuh ku. Kamu boleh sepuasnya menyentuh ku. Aku pun rela jika menjadi istri ketiga mu." Dira merengek. Aku sampai geleng-geleng kepala melihat kelakuan Dira saat ini. Aku semakin tidak mengenali sahabat ku itu.
Aku mulai paham dengan situasi saat ini. Aku yakin jika ini sudah di rencanakan. Pasti Candra ikut andil di dalamnya. Aku tidak bisa lagi mempercayai pria itu.
Ku putuskan untuk menghentikan Dira. Aku berjalan mendekat dan membuka pintu kamar tersebut dengan lebar sehingga membuat mas Reza mendorong kuat tubuh Dira hingga kembali terjatuh ke lantai.
"Ada apa ini?" ucap ku berpura-pura tidak tahu.
__ADS_1