
Ada yang panas, jika tidak kuat, harap di skip 🥵🥵 🔥🔥🔥👇👇
"Aku ingin ...."
"Apa Mas?"
"Itu, buah anggur yang ada di belakangmu." ucapnya. Aku bernafas lega mendengarnya.
Aku segera mengambil buah anggur itu beserta tempatnya dan memberikannya kepada, Mas Reza. Biarkan dia menghabiskannya jika perlu. Aku tidak ingin bayi dalam perutku ini ngiler nantinya.
Mas Reza menerima buah anggur tersebut dan mulai hendak memakannya. Pria itu menjulurkan lidahnya keluar dan men.jila.ti buah anggur tersebut.
"Mas Reza kenapa makanya seperti itu. Kenapa tidak langsung di makan, Mas?" tanyaku. Tubuhku meremang melihat Mas Reza yang men.ji.la.ti buah anggur tersebut. Bagian bawahku terus saja berkedut melihatnya. Entah mengapa Aku merasa Mas Reza seperti menggodaku.
"Kenapa, Rissa? Aku hanya ingin mendalami menikmati buah anggur ini." ucapnya dan langsung melahap buah anggur tersebut dengan rakus. Bahkan bibirnya men.ji.lati sisa-sisa buah anggur yang menempel di pinggir mulutnya. Membuat ku sangat tidak tahan melihatnya.
Aku memutuskan untuk ke kamarku. Aku mulai beranjak. Namun Aku begitu terkejut kala Mas Reza menarik tanganku dan membuat ku terjatuh di pangkuannya.
"M-mas ... , Lepaskan Aku." Aku menundukkan kepalaku kala Mas Reza terlihat menatapi wajahku dengan begitu dekat. Jantung ini serasa mau keluar dari tempatnya.
"Kamu mau kemana, Rissa?" ucap Mas Reza dengan nafas yang menerpa wajah ku dengan begitu nyata.
"K-ke kamar, Mas." Aku masih menunduk.
"Aku sedang mengidam sesuatu. Apa Kamu mau mengabulkannya untuk ku?"
"M-mas Reza mau apa? Biar nanti Aku carikan."
"Aku mau memakan milikmu, apakah boleh?" Mas Reza semakin mendekatkan wajahnya. Perkataannya juga membuat ku begitu tak karuan. Rasanya tubuh ini mulai memanas hanya dengan membayangkan permintaannya itu.
"Ta-tapi ... Ummmmt ...." Aku tergelak kala merasakan bibir ku yang sudah di bungkam dengan bibir Mas Reza.
__ADS_1
Aku ingin menolaknya, tapi tubuh ini rasanya tidak berdaya. Tubuh ini begitu menikmati permainannya. Rasanya seperti menemukan sebuah oase di tengah padang pasir. Dahaga yang ku rasakan selama ini rasa terobati oleh ciuman Mas Reza yang begitu nakalnya menyusuri setiap sudut bibir ku.
Hingga tanpa ku sadari, pakaian bagian atasku sudah hilang entah kemana. Bibir Mas Reza juga sudah semakin turun dan semakin turun dan melahap dua bagian kenyal tubuh ini.
Apalagi saat lidahnya memainkan bulatan kecil itu. Ah, rasanya tubuh ini melayang di buatnya. Tapi pikiran waras ku mendadak kembali.
"Mas, hentikan...!"
Mas Reza berhenti menggarap tubuh ku. Kini pria itu kembali menatapku lekat-lekat.
"Kenapa, Sayang?"
"Hentikan, Mas. Ini tidak seharusnya kita lakukan."
"Tapi Aku sedang mengidam ini, Rissa. Aku tidak bisa menghentikannya." Mas Reza mulai mendudukkan ku di sofa tepat di sampingnya. Sementara Aku masih terengah-engah mengatur nafasku.
Aku tidak mengerti ketika melihat Mas Reza yang tiba-tiba berjongkok di depan ku. Aku mulai panik. Pikirkan ku sudah menjurus ke mana-mana.
"Aku ingin memenuhi ngidam ku ini, Rissa. Kumohon sebentar saja," ucap Mas Reza memohon.
Sejujurnya Aku masih bingung. Hingga tangan kekarnya menyingkap rok milikku hingga menyisakan celana bagian dalamku yang berwarna putih. Rasanya sangat malu sekali. Otakku kembali tak waras.
Kemudian Mas Reza melepaskan penutup terakhir tersebut dan memajukan wajahnya tepat di depan milikku. Nafasku menderu tak karuan. Sementara Reza masih memperhatikan miliku ini.
Otakku menjadi semakin tak waras saja kala merasakan hembusan nafas Reza di bawah sana. Aku ingin sekali meneriakkan jika sawahku ini sudah lama kering. Ah, Aku malah membayangkan bagaimana rasanya jika milikku ini di lahap oleh Mas Reza.
"Indah sekali, Rissa." Kudengar suara Reza di bawah sana.
Aku bergetar ketika ku rasakan jari Reza yang mulai membelah di bawah sana. Milikku semakin berkedut nakal.
Hingga ku rasakan lidah Reza yang yang mulai menji.lat.i milikku dengan rakusnya seperti dia memakan buah anggur tadi. Ah, rasanya tak dapat di ungkapkan dengan kata-kata.
__ADS_1
Reza semakin liar mengaduk-aduk bagian bawahku sampai rasanya tak tertahankan. Rasanya Aku ingin meracau, berteriak. Namun saat ini kami berada di ruang tengah. Dan bisa saja sewaktu-waktu pelayan akan masuk. Tapi itu tidak mungkin, karena mereka tidak akan masuk tanpa seizin ku. Hanya saja Aku malu jika mereka mendengar suara racauanku nanti.
Ku rasakan milikku yang terasa semakin tak karuan. Semua rasa bersatu dalam sebuah rasa hingga membuatnya seakan meledak.
"Mas...!" Pekik ku kala merasakan surga dunia yang terasa begitu nyata.
Tubuhku melemas setelah pelep.asan yang ku rasakan. Aku serasa tak berdaya. Tapi ku lihat Reza yang kini tengah berdiri dan tersenyum puas saat menatap ku.
"Rissa, sekarang Aku ingin milikku berkunjung ke dalam milikmu," ucapnya lalu melepaskan pakaian bagian bawahnya hingga terlihat miliknya yang begitu menantang.
Aku menelan ludahku kasar. Sungguh rasanya Aku tak dapat membayangkan jika milik Reza itu bersarang dalam milikku. Pasti akan terasa penuh. Ah, tidak. Mungkin akan begitu sesak karena ukurannya yang begitu besar.
Aku bagaikan terhipnotis. Hingga tubuh Reza yang menindih ku saja Aku tak menyadarinya. Dan ku rasakan sebuah dorongan di bawah sana yang sangat ingin memaksa untuk masuk.
Bless!
Milik Reza yang besar itu akhirnya berhasil memasuki milikku. Rasanya begitu penuh sekali milikku ini. Aku memejamkan mataku merasakan milikku yang di masuki oleh milik Reza.
Beberapa detik Kemudian Reza mulai menghujam milikku dengan begitu keras. Membuat ku terpekik sakit namun juga nikmat.
Lalu Aku teringat akan diriku yang telah mengandung saat ini. Aku langsung menghentikan Reza agar tidak melakukannya dengan keras.
"Pelan-pelan, Mas. Ada janin di perutku." ucap ku membuat Reza menghentikan hentakkannya.
Reza tercenung mendengar ucapan ku. Pria itu mengerutkan keningnya.
"Janin? Kamu hamil, Rissa?"
***
Jangan di bully 🙈🙈, othor mau kabur aja 🏃🏃🏃🏃
__ADS_1