Hasrat Mencintai Suami Orang

Hasrat Mencintai Suami Orang
Malam pertama yang tak berkesan


__ADS_3

Aku sedikit membuka mataku dan menatap Reza yang kini berdiri di depan pintu kamar mandi. Pria itu nampak melepaskan seluruh pakaiannya hingga nampak lah tubuh polosnya. Terlihat begitu jelas sesuatu miliknya yang menjulang seolah-olah tengah memanggilku.


Namun pemandangan itu tak bertahan lama karena Reza yang masuk ke dalam kamar mandi dan menutupnya.


Aku mendesis tertahan. Hanya dengan melihat pemandangan tadi membuat gairah ku begitu mencuat. Tapi Aku gengsi. Niat awal ku marah sama Reza. Pria itu tidak peka akan diriku.


Aku semakin gelisah kala mendengar suara gemericik air dari pancuran shower. Aku menunggu Reza dengan resah. Entah mengapa Aku menjadi canggung seperti ini. Padahal Aku bisa saja langsung ikut bergabung di dalam sana. Apa karena ini adalah malam pertama kami, sehingga situasi begitu berbeda?


Aku menajamkan pendengaranku. Ku rasa sepertinya Reza tidak mandi. Dia seperti sedang mencuci sesuatu. Pikirkan nakal ku kembali mencuat. Membuat ku memikirkan apakah pria itu mencuci miliknya untuk menggarap ku lagi malam ini?


Terbukti ketika suara gemericik air itu terhenti. Dan pintu kamar mandi terbuka. Reza ternyata tidak mandi karena tubuhnya nampak kering. Justru yang terlihat basah adalah miliknya yang masih menjulang dengan perkasanya.


Jantungku berdegup semakin kencang. Aku memejamkan mataku erat-erat. Ku dengar langkah Reza yang mendekat. Lebih dekat, dan semakin dekat. Terkejut Aku ketika kurasakan benda yang tumpul tapi keras mengenai mulutku.

__ADS_1


"Aku tahu Kamu hanya pura-pura tidur. Ayo, rasakan milikku dulu, Rissa."


Benda itu tanpa permisi melesat masuk kedalam mulutku. Membuat ku seketika membuka mataku dengan lebar. Aku melihat wajah Reza yang tersenyum nakal di atas sana. Dan entah mengapa malah menambah gairah dalam diriku.


Reza memaksa bibir ku untuk sedikit lebih terbuka lagi. Hingga benda tumpul itu terasa sampai di kerongkongan ku. Tangan Reza dengan lihainya menarik kasar pakaian yang ku kenakan hingga robek seketika. Kebetulan Aku memakai pakaian tipis yang bernama lingerie.


Jarinya memaksa masuk kedalam milikku dengan lihainya. Mengobrak-abrik dengan begitu piawainya.


Tubuhku menggeliat merasakan betapa nikmatnya sentuhan pria ini. Aku selalu membayangkan Reza menyetubuhi ku dengan kasar. Dan Aku menjadi berkali-kali lebih bergairah kalau Reza bermain dengan kasar. Biarlah orang menganggap ku aneh. Tapi apa Aku bisa menjadi wanita yang biasa saja di hadapan Reza yang begitu buas kala bercinta?


Tapi saking bergairahnya Aku keluar dengan cepat. Kurasakan milik Reza yang juga keluar di dalam mulut ku hingga membuat ku tersedak.


Reza segera melepaskan miliknya. Pria itu nampak begitu khawatir. Dengan segera Reza mengambilkan air putih untuk ku.

__ADS_1


Aku segera meminumnya.


"Kamu tidak apa-apa, Sayang?" tanyanya panik.


Aku mengangguk. Reza langsung mengambil tissue untuk mengelap bibirku dan juga milikku di bawah sana.


"Sepertinya kamu lelah, Sayang. Lebih baik kamu istirahat ya? Maaf Aku terlalu bergairah tadi."


Reza langsung menuju kamar mandi dan mencuci miliknya yang perkasa itu. Kemudian mengambil pakaiannya dan mengenakannya kembali dan berakhir dengan merebahkan tubuhnya di samping ku. Perlahan ku dengar Reza mendengkur halus, pertanda pria itu telah masuk kedalam alam mimpinya.


Mendadak Aku kembali kesal. Aku menangis. Aku merasa ini bukan malam pertama yang sempurna.


Ketika kami berhubungan di pikiran Reza masih ada Mbak Rika. Cintanya begitu besar untuk Mbak Rika. Bahkan ketika bersamaku, Reza masih menyebut nama Mbak Rika. Seolah-olah Aku begitu di kesampingkan. Apakah ini takdirku menjadi istri kedua yang hanya menjadi sebuah cadangan saja ketika yang pertama tak ada?

__ADS_1


***


__ADS_2