
"Nyonya Rissa, Anda telah sadar. Syukurlah, Saya senang melihatnya. Apa ada yang Anda rasakan saat ini, Nyonya?" Robi memasuki ruangan ku dan bertanya kepada ku.
"Aku baik-baik saja, Robi. Bagaimana dengan kondisi suami Saya? Bagaimana keadaan Mas Reza?"
Ku lihat Robi yang nampak tertunduk. Membuat hatiku tak serta merta memikirkan hal yang buruk. Raut wajah Robi menyiratkan jika keadaan Mas Reza yang mungkin tidak baik-baik saja. Rasa takut menjalari hatiku.
"Jawab, Robi. Bagaimana kondisi Mas Reza?!" Aku sedikit menyentak.
"Anda tenang dulu Nyonya. Anda tidak boleh stres demi kandungan Anda." ucap Robi membuat ku teringat akan janinku.
Ya, Tuhan. Aku sampai melupakan mu, Nak. Maafkan Mama mu ini. Mama sangat mengkhawatirkan keadaan Papa mu sehingga Mama melupakan mu. Aku berkata dalam hati. Tangan ku mengusap lembut perut ini.
Aku berusaha untuk bersikap lebih tenang. Aku tidak ingin terjadi apapun dengan calon anakku ini.
"Robi, bisa tolong antarkan Aku untuk melihat Mas Reza?"
"Tapi kondisi Anda belum pulih, Nyonya."
"Aku baik-baik saja, Robi. Aku hanya ingin melihat suamiku. Aku ingin mengetahui kondisinya. Kau tenang saja, Aku akan bersikap tenang."
Robi nampak berpikir. Lalu ia akhirnya menyetujui permintaan ku. Robi pergi mengambil kursi roda untukku. Dia menepati ucapannya membawaku melihat kondisi Mas Reza.
Aku menitikkan air mata ku kala ku lihat tubuh tak berdaya Mas Reza. Pria yang sebelumnya begitu urakan dan kuat itu terlihat lemah tak berdaya.
__ADS_1
"Tuan Reza mengalami pendarahan pada otaknya, Nyonya. Dokter berkata jika kondisinya saat ini kritis. Jika malam ini Tuan Reza bisa melewatinya, maka ia akan keluar dari masa kritisnya." ucap Robi membuat ku semakin terpuruk. Tapi Aku berusaha untuk kuat.
Berbagai pikiran buruk mulai menyelimuti ku. Aku tidak ingin kehilangan Mas Reza. Apalagi anakku sangat membutuhkan sosoknya nanti.
Yang ku lakukan saat ini hanyalah berdoa dan berharap kepada yang maha kuasa agar Mas Reza segera sembuh.
Malam ini Aku menunggu dengan harap cemas. Berharap semuanya akan baik-baik saja. Dan semua doaku akhirnya terjawab. Mas Reza telah keluar dari masa kritisnya. Aku bernafas lega mengetahuinya.
Ku panjatkan puji syukur kepada Allah karena telah mendengar semua doaku. Aku berjanji kepada diri sendiri setelah ini akan selalu rutin menjalankan kewajiban ku untuk lebih rajin lagi beribadah. Mungkin semua ujian ini adalah cara Tuhan untuk mengingatkan ku agar lebih mendekatkan diri lagi kepada Nya.
***
Sudah satu Minggu berlalu. Namun Mas Reza masih belum juga membuka matanya. Tapi Aku tak patah semangat.
Namun Aku menyuruh Robi untuk menghandle semuanya di perusahaan. Karena Aku ingin fokus dulu pada kesembuhan suamiku. Aku akan menemaninya, di sisinya.
"Mas, kapan Mas Reza akan bangun lagi? Aku rindu sama Mas Reza. Cepat bangun Mas ...." Aku berucap seraya menitihkan air mata ku. Tak kuasa rasanya Aku melihat Mas Reza yang masih terbaring tak berdaya.
Namun Aku terkejut kala melihat jemari Mas Reza yang bergerak.
"Mas, Kamu sadar Mas?" Aku berucap dengan begitu girang saat mata Mas Reza yang terpejam mulai terbuka. Mata sayu itu menatapku.
Saking senangnya Aku langsung pergi mencari dokter untuk memeriksa kondisi Mas Reza saat ini.
__ADS_1
"Kondisi pasien telah sembuh, Nyonya. Tinggal menunggu pemulihannya saja," ucap dokter.
Aku begitu senang. Lalu Aku duduk di samping Mas Reza. Suamiku itu terus saja menatap ku sedari tadi tanpa sepatah kata pun.
"Mas Reza minum dulu, Mas." Aku menyodorkan air putih kepada Mas Reza. Lalu dia mulai meminumnya.
Setelah menaruh gelas di atas nakas, Aku kembali tersenyum menatap Mas Reza. Aku meraih tangannya dan menggenggamnya. Namun tanpa diduga Mas Reza malah menyingkirkan tangan ku.
"Kamu ngapain pegang-pegang tanganku, Rissa?! Dimana istriku, Rika?!" Bentak Mas Reza.
Aku terkejut. Tatapan Mas Reza padaku terlihat begitu risih.
"Mas, tapi Aku juga istrimu. Jadi wajar jika Aku memegang tanganmu, Mas." ucap ku. Mas Reza nampak terkejut mendengarnya.
"Istri? Sejak kapan kamu menjadi istri ku?"
Duar...
Bagai tersambar petir, Aku begitu terkejut mendapati kenyataan ini.
***
Bab selanjutnya POV Reza ya ☺️
__ADS_1
Happy reading...