HE IS SPY

HE IS SPY
HE IS SPY 1


__ADS_3

Ringkasan cerita :


Bercerita tentang kisah cinta seorang agen rahasia bernama Arda Dewantara.yang sedang mendapat Tugas dari Negara untuk menyelidiki tentang sebuah peristiwa pengeboman yang banyak memakan korban.tapi pada saat melaksanakan tugasnya dia jatuh hati pada wanita yang lugu dan wanita tersebut pun punya hubungan dengan peristiwa pengeboman yang sedang diselidikinya.wanita biasa yang bisa menaklukan hati seorang Arda Dewantara pria tampan yang berhati Coll tentang masalah hati.bernama Afina dyah permata sari. Kisah ini pun dimulai ....Selamat membaca...!!!


CATATAN PENTING !!! : SEMUA CERITA INI HANYA FIKTIF BELAKA .SEMUA MURNI HASIL IMAJINASI PENULIS JIKA ADA KESAMA NAMA DAN TEMPAT ITU HANYA KEBETULAN SEMATA.SELAMAT MEMBACA KASIH KOMENT AND VOTE.TRIMAKASIH☺


TTD AUTOR : FITRI KRISTIANI.


Cerita dimulai :


Hari ini Tgl 28 mei 2005.


Tragedi besar terjadi Negaraku tercinta.Tragedi itu memakan 206 korban.terjadi pengeboman disalah satu hotel bintang lima di Jakarta. salah satu korbannya adalah seorang pengusaha kaya Bernama kevin Prawiro Utama si empunya kerajaan bisnis Utama Grup.dia juga suami dari salah satu menteri yang saat ini sedang menjabat Bernama Farida Nathanegara.


malam ini jajaran tertinggi Tni dan Polri mengadakan rapat mendadak dan hasilnya adalah pihak kepolisian membentuk kesatuan khusus untuk menangani kasus besar ini.sementara Aku sendiri mendapatkan perintah khusus dari orang nomor satu di Negara ini untuk menjadi agen khusus untuk menyelidiki tragedi besar itu.


Semenjak 2 tahun aku keluar dari Sekolah Tinggi Intelijen Negara ( STIN ).aku ditugaskan diwilayah kalsel.oya Namaku Arda Dewantara aku terlahir dari darah Intelijen.ayahku berasal dari Suku Jawa Bernama Suprapto dia seorang Intelijen di kepolisian dibidang Narkoba. beliau meninggal dunia saat mengungkap kasus Narkotika terbesar di Asia dan ibuku seorang guru Smp bernama Fatmawati. ibundaku tersayang juga berasal dari Jawa Timur.semenjak ayahku meninggal Ibu menyibukan diri mengajar disebuah Sekolah Smp didaerah Jawa Timur.karena kematian ayahku sebenarnya Ibu kurang merestui keinginanku untuk masuk ke STIN.tapi karena tekadku sudah bulat maka ibuku akhirnya merestuinya.aku sangat bersyukur bisa lolos dari ribuan orang yang terseleksi dan akhirnya aku bisa masuk STIN.mungkin karena aku memiliki IQ lebih dari 150 dan tinggi 185 cm itu yang membuatku bisa lulus di STIN dan yang terpenting juga aku mempunyai tampang yang sangat ganteng dengan Rambut hitam,berkulit putih dan berhidung mancung.karena ketampananku aku sering menemui wanita yang tidak malu-malu untuk mengodaku.tapi entah kenapa kalau urusan masalah wanita hal satu ini sangat sulit sekali membuatku untuk jatuh cinta.mungkin karena pekerjaanku yang terlalu berbahaya aku jadi tak ingin jatuh cinta.tapi jangan berpikir yang bukan-bukan aku ini bukan penyuka sesama jenis soal sex aku masih lelaki tulen.tuntutan pekerjaanku terkadang berhubungan dengan wanita-wanita cantik dan ada saatnya aku bercinta dengannya karena penyamaranku.tapi semua wanita itu tak ada yang meninggalkan kesan satupun padaku.hanya satu yang menjadi Cita-citaku aku ingin mengungkap kematian ayahku....dan bisa mengabdi pada Negara tercintaku ini...!! Semenjak aku menjadi agen rahasia hidupku berubah total.hidup normal seperti pria muda lainnya diusiaku tak bisa kujalani aku terlalu sering menjadi orang lain demi penyamaranku.terkadang aku bisa menjadi seorang murid Sma atau juga bisa menjadi seorang pengusaha.seperti pada kasus ini aku harus menyamar menjadi seorang pengusaha Sukses dari kalsel untuk bisa masuk dalam kelompok pengusaha-pengusaha ternama di Indonesia.


Malam itu pesawatku baru akan landing 30 menit lagi dibandara Sukarno-Hatta Cengkareng.satu jam setengah perjalanan dari Singapura ke Indonesia.badanku terasa sangat lelah apalagi setelah kejadian di Singapura. aku beradu fisik dengan Jonlee salah satu komplotan mafia yang dicurigai ada hubungan dengan gembong Narkoba bernama Felix Kunsa.aku memegang erat saku kemejaku disana ada sebuah Bolpoin yang kurampas dari Jonlee tadi dan aku mendapatkan informasi kalau didalam pena tersebut terdapat pena yang menyimpan data-data penting. Pasti pena itu sangat penting sehingga dia mati-matian mempertahankannya.aku berharap ada petunjuk penting tentang buruanku selama bertahun-tahun ini.


tapi penyelidikanku tentang kematian ayahku harus tertunda dulu, karena aku mendapat tugas khusus untuk menyelidiki kasus pengeboman di Jakarta. yang menewaskan ratusan korban.tapi masalahnya bukan itu saja Presiden memerintahkan langsung pada BIN untuk menuntaskan kasus ini karena ada salah satu orang penting dinegara ini ikut menjadi korban.seorang pengusaha sukses yang ikut jadi korban dan dicurigai kalau pengeboman itu sengaja dilakukan untuk melenyapkannya.


pengusaha terkenal yang bernama Kevin Prawiro Utama dan ditengarai kejadian besar ini karena masalah bisnis.perjalanan kali ini terasa agak panjang .aku putuskan untuk membaca untuk menghilangkan kepenatan. aku memang hoby sekali membaca tiba-tiba seorang pramugari datang mendekat.


"Selamat malam...apa ada yang bisa saya bantu..?"


mata pramugari itu menatap takjub pada sosok pria dikursi penumpang dia terpesona pada ketampanan pria tersebut tapi si pria sama sekali tak mengalihkan pandangannya dari buku yang dibacanya.


"Tidak ada...trimakasih..!"jawabku tanpa menoleh pada pramugari tersebut.


"Perjalanan masih agak lama apa ada yang bisa saya ambilkan untuk anda tuan..?" Dan tetap saja pria itu tak memandang padanya.


"Tidak ada...!" Aku mulai terganggu dengan pramugari ini.


"Apakah anda membutuhkan seorang teman...?"pramugari ini mulai mengoda karena tak ada respon dari pria yang berada didepannya pria di kagumi karena ketampanannya.


Aku benar-benar sangat terganggu dengan wanita ini dan entah untuk yang keberapa kalinya wanita yang sering bersikap murahan seperti ini padaku.aku tatap wajah pramugari ini iya ..cantik sih...tapi ini nggak seleraku banget.kuukir senyum mautku dan dia kulihat menelan air liurnya melihatku menatapnya.


"Mana tanganmu...hubungi aku begitu kita sampai..."


kataku menuliskan sebuah nomor tilvun, yang tentu saja palsu sambil mengedipkan mata nakalku.hanya itu satu-satunya cara agar dia tidak mengangguku lagi.dan benar saja kulihat dia pergi dengan senyum kemenangan uhh dasar wanita.


Begitu aku melangkah untuk keluar dari pesawat aku masih melihat pramugari genit itu menyapa lembut dengan senyum dan mengerakan tanganya memberi kode bahwa dia akan menilvunku lagi-lagi aku hanya membalas dengan kedipan mata nakalku.banyak yang mengakui memang aku adalah pria tampan yang digilai banyak wanita .setiap aku berjalan dimanapun pasti menarik mata para wanita untuk memandang dan tak segan-segan mengodaku.tak jarang mereka bertengkar dengan pasangannya karena wanita-wanita itu melupakan pasangannya karena melihatku.


Mobil Bmw hitam kesayanganku sudah menunggu dan juga pamanku sudah menunggu dengan pelukan hangatnya.paman adalah saudara satu-satunya yang kupunya.paman adalah penganti Ayahku dan beliaupun juga seorang mata-mata.tapi berbeda denganku yang masuk dalam BIN. pamanku seorang mata-mata bayaran dia biasa menangani kasus-kasus diluar masalah negara.dan yang selalu dilakukan paman adalah melindungiku bahkan tak jarang paman menyelamatkanku saat aku harus baku tembak dengan mafia beijing yang menyebabkan aku harus dirawat selama 6 bulan ditempat rahasia milik pamanku.


"Paman jono...apa kabar...!" Aku memeluk tubuh yang masih tampak kekar diusianya yang sudah kepala 5.


"Aga...kecilku....paman sangat merindukanmu....kabar paman baik-baik saja...!! Lihatlah jagoan paman makin ganteng saja sekarang...!"


Sebutan aga adalah panggilan yang selalu diberikan bunda dan ayah saat aku kecil dan paman masih memanggilku seperti itu sampai saat ini.aku sering memprotes kalau paman menyebutku dengan panggilan itu kalau ditempat umum. karena ayolah paman aku ini sudah menjadi pria dewasa sekarang umurku sudah 26 tahun.


"Ayolah paman...janganlah memanggilku dengan sebutan itu aku kan sudah dewasa sekarang...!"


Protesku sambil memegang kendali stir dan tancap gas meluncurkan mobil hitam itu meninggalkan Bandara.


"Aga...kamu tetaplah akan menjadi Aga kecil paman selamanya...sampai kamu bisa menemukan wanita yang bisa menjagamu dan menyayangimu...!"


seloroh pamanku menatap lekat padaku dan tersenyum lembut.


"Paman aku tidak pernah berpikir tentang wanita...paman tahu kan apa tujuanku sekarang...!.apalagi sekarang aku punya tugas baru yang mungkin agak sulit.tentang kasus bom itu paman..!"


kataku mencoba untuk mengalihkan pembicaraan paman tentang wanita.


"Aga...kamu harus hati-hati .sepertinya kasus ini bukan hanya masalah bisnis biasa.paman punya firasat kalau kasus ini akan jadi kasus besar abad ini...oya apa kamu tidak mampir dirumah paman untuk ngopi dulu...!"


Paman Jono menawarkanku untuk mampir dirumahnya begitu mobilku memasuki halaman rumah mungil diwilayah cengkareng.iya memang semenjak istri paman meninggal karena sakit dan paman Jono juga tidak punya anak .rumah ini adalah kenang-kenangan terakhir yang ditempati paman Jono dan bibi.jadi dirumah itulah paman Jono menghabiskan waktu luangnya jika dia sedang tidak ada kasus yang ditangani.


"Tidak paman aku sudah sangat lelah dan kangen suasana rumahku...lain kali aku janji pasti akan mampir paman..!"


Kataku sambil memeluknya dan berpamitan.


Menyusuri jalanan ibu kota menuju ke Apartementku yang terletak di bilangan Jakarta utara sambil mendengarkan lagu Penyanyi kesukaanku michael jackson berjudul Black or white.dengan mewahnya mobil BMW i8 Roadster berwarna hitam mengkilat itu meluncur seksi di jalanan Kota jakarta yang mulai agak lengang.


tapi karena aku adalah orang yang selalu taat berlalu lintas. maka saat lampu merah aku pun berhenti dan entah datang dari mana pengendara itu dan motor matic butut itu malah menabrak belakang mobil kesayanganku.yang menyebabkan bagian belakang mobil kesayanganku lecet.aku dengan kesal menoleh memandang pada si penabrak dan aku melihat seorang wanita dengan wajah takut dan gemetar.tergopoh-gopoh berjalan kearahku.


"Apa kamu tidak bisa membawa kendaraan...!bagaimana bisa kamu menabrak mobil yang sudah jelas-jelas berhenti hah...!apa kamu tidak lihat lampu sudah merah!dasar ceroboh....!"


aku kesal sekali pada wanita tersebut aku tidak memperdulikan wajahnya yang sangat ketakutan.aku terus mengumpat kesal.


"Ma ...maa...aafkan aku...aku...akan menggantinya...!"


Terdengar juga suara wanita itu.begitu lirih dan nada ketakutan sangat terasa.tapi hal tersebut tak membuat rasa kesal dalam hatiku memudar.


"Hah...menggantinya ..!! apa kamu tahu berapa harga yang harus kamu bayar untuk kerusakan ini...!! "


Kataku masih dengan nada kasar karena malamku harus terganggu oleh insiden ini.


"Aku...aku...iya aku akan bertanggung jawab atas kerusakan mobilmu.berapapun dan apapun...tapi kalau sekarang aku... tidak ada uang untuk membayarnya...!"

__ADS_1


Kata wanita itu menatap melas padaku.tapi aku ingin memberinya pelajaran karena telah membuat mobilku lecet.entah kenapa aku merasa betah menikmati wajah wanita culun itu.hal yang tak biasa membuang waktu untuk sesuatu yang sangat nggak penting ini.


"Hah...!kamu bilang berapa saja dan apapun...!sombong...!baik kalau begitu..apa yang bisa kamu berikan padaku..?!"


Kataku mendekatkan wajahku pada gadis yang terlihat culun didepanku.


'rasakan akan aku kasih dia pelajaran'


bisiku dalam hati.walau ada perasaan aneh yang menjalar di dadaku saat aku menatap mata wanita culun ini.mata yang sangat indah yang untuk sesaat membuat hatiku terpana.mata itu sangat meneduhkan.sepertinya aku pernah melihat mata indah itu tapi dimana.ah..kenapa aku jadi berdebar gini.tapi sepertinya nggak ada yang istimewa dari cewek cupu ini.mungkin lagak sombongnya yang berniat mengganti kerusakan mobilku membuatku marah,karena baru kali ini juga ada wanita yang tidak terpesona pada ketampananku.


saat menyadari pria di depannya terus menatap matanya afi dengan buru-buru mengenakan kacamata hitamnya.walau tak urung wanita lugu ini sempat mengerjapkan mata indahnya saat melihat si empunya mobil yang telah dia tabrak secara tidak sengaja itu demi Tuhan sempurna sekali pria di depannya ini bagai seorang bidadara.tapi ketakutan dalam hatinya kian mencekam saat melihat ada kobaran kemarahan dari mata pria ganteng itu.Afi tahu kalau semua adalah kesalahannya tetapi seharusnya pria itu tidak perlu semarah itu padanya.debar dadanya semakin tak menentu saat dengan cepat pria itu mendekat sangat dekat dengan  wajahnya.bahkan bau mint dari nafasnya tercium di hidungnya.untuk sesaat Afina seakan terbius pesona pria asing di depannya.


"Apa...apa maksudmu...?!" Gadis itu bergerak kebelakang dengan sigap dan tangan bersedekap menutupi dadanya karena kaget saat aku mendekatkan wajahku tepat didepan wajahnya.


"Kamu sendiri yang bilang akan membayar berapapun dan apapun padaku hah...!"


' Sialan apa yang dipikirkan gadis cupu ini siapa juga yang akan mengodanya sampai-sampai dia menjauhkan badannya dariku dan bersikap seolah-olah aku akan menerkamnya.hem..lucu juga kelakuannya...huh...dasar aneh.'


Umpatku dalam hati.


Terdengar suara ht berbunyi menandakan panggilan untuk bertugas..


'what dia seorang polisi..?! Pantas saja berani bicara seperti itu,tapi memalukan sekali kesatuannya punya anggota yang culun seperti ini'


aku terus saja memaki dalam hatiku.


"Aku pasti akan membayarnya pasti....! aku akan menulis tempatku bekerja ...kamu bisa mengambil uangnya kesana..."


tiba-tiba gadis cupu itu mengambil kertas disaku jaketnya tapi saat hendak menulis kelihatannya dia kebingungan mencari bolpoin dan dengan tidak sopannya dia langsung mengambil pena yang tersemat di saku kemejaku. Tapi lagi-lagi hal yang tidak menguntungkan bagiku .saat terdengar sirene mobil polisi yang sedang berkejar-kejaran dengan sebuah mobil sedan berwarna merah. sekejab kemudian gadis yang tadi sedang menulis alamatnya padaku memberikan tulisan yang belum selesai ditulisnya dan memberikan padaku.dan berlari kearah kendaraannya melaju pergi meninggalkanku yang terpaku sesaat melihat secarik kertas ditanganku.tapi astaga gadis sialan itu tidak mengembalikan penaku..


"Oh..shit..!Hei...kembalikan penaku...hei...berhenti....! "


Aku berlari sekuat tenagaku untuk mengejar gadis cupu itu tapi aku tak juga menemukannya .cepat sekali laju motor butut itu.aku kehilangan jejaknya


"Sialan....!"


Umpatku gusar


'menambah pekerjaanku saja'


gerutuku kesal kenapa juga aku tadi berlama-lama meladeni gadis cupu itu.lagi pula mobil ini tanpa gantirugi  dia juga selalu mendapat perawatan dan perbaikan setiap bulannya gratis dari negara.


Malam ini terasa sangat melelahkan dan juga mengesalkanku. Begitu aku sampai di Apartement aku langsung membersihkan diriku dan memakai celana panjang berwarna putih dan ditambah lagi dengan kaos oblong berwarna abu-abu membuat tampilanku tampak sangat gagah.aku menuangkan wiski kedalam gelas yang sudah terisi es batu dan sejurus kemudian minuman itu sudah menghangatkan tengorokanku sedikit mengobati kekesalanku.


pria tampan nan gagah itu berdiri didekat Jendela tatapnya sesekali melihat ombak laut yang terbentang luas tepat dibelakang Apartement mewah itu.


' gadis cupu itu hanya menulis pos polisi ditaman'.tanpa ada namanya ataupun nomor tilvun yang bisa dihubungi."andai saja bukan karena pena yang berisikan data penting itu aku tidak perlu pusing mencarinya dan bisa saja gadis cupu itu sekarang dalam bahaya dan hal terburuknya pena itu bisa diambil kembali oleh Jonlee.


"ooh damn it..!!!"


Aga memaki kesal.dia mencoba mengingat nama yang tertera dibaju gadis tersebut.


"Afi...afi....aah...afi siapa .? sial....Nama yang tertulis dibajunya itu tertutup jaket.sehingga aku tidak bisa membaca dengan jelas."


Kekesalan Aga membuncah karena dia tak bisa melihat dengan jelas wajah gadis itu karena wanita itu memakai helm.yang dia ingat hanya mata bening yang meneduhkan itu.ah kenapa hanya selalu mata itu yang di ingatnya dari gadis cupu tadi.arda mengacak rambut hitamnya yang mulai memanjang membuat tatanan rambut pria tampan itu acak2an tapi hal tersebut tak mengurangi ketampanan dari seorang Arda Dewantara.


Di belahan negara lain tampak beberapa pria bertampang sangar sedang berada di depan sebuah layar monetor besar.salah satu diantara mereka tersenyum puas karena berhasil mendapatkan titik keberadaan benda yang sedang mereka buru selama ini.


"Binggo..!!Indonesia...!!Akhirnya Aku menemukanmu Damm it.!! Akan kuambil lagi apa yang telah kau curi dariku berengsek..!!!"


Seru seorang pria yang memiliki mata sipit berperawakan tinggi dan bertampang sangat kejam.terlihat jelas kemarahan yang amat sangat di mata pria yang bernama Jonlee ini.terbayang jelas saat dirinya baku hantam dengan seorang pria yang memakai topi coklat dan berjenggot tebal dan bisa di pastikan kalau kumis dan jenggot itu palsu.Jonlee benar-benar sangat marah bila ingat akan semua itu.betapa sangat memalukan dia sebagai orang bayaran kelas dunia sampai kalah melawan orang asing itu.dan kini Jonlee harus menerima konsekwensi dari semuanya dalam waktu dekat harus segera menemukan benda yang menjadi taruhan nyawanya itu jika tidak ingin nyawa dan  kerajaan bisnis besarnya dihabisi dengan cara yang tidak bisa dia bayangkan .


tapi sekarang Jonlee bisa bernafas dengan lega setelah beberapa hari dia dan anak buahnya memelototi layar menetor untuk melihat keberadaan cip rahasia di dalam pena. tiba-tiba alat itu terdeteksi keberadaannya itu berarti siapapun pemegang bena tersebut dengan sengaja atau tidak telah menggunakan benda tersebut.tetapi karena benda tersebut hanya dibuka sebentar saja maka titik koordinat pastinya keberadaa benda tersebut tidak bisa di temukan.baginya mengetahui terletak di negara mana saja itu sudah cukup bagi Jonlee.pria tinggi itu dengan cepat berdiri dan tak menunggu waktu lagi meninggalkan tempat itu.


"Indonesia tujuan kita sekarang!!"


Perintahnya pada kedua anakbuahnya yang bertampang the killer man dengan sigap mengikuti langkah bosnya itu.


Sementara itu dikantor polisi tampak seorang wanita muda dengan keadaan sedikit berdarah di sudut bibir dan ada lebam dikeningnya masuk kedalam dengan menyeret seorang pria tinggi kurus berkaca mata dengan baju yang sudah kusut dan meringis memegang hidungnya yang mungkin patah akibat terkena lemparan helm Afi iya wanita itu bernama Afita dyah permata sari.dan biasa dipanggil Afi.pria berumur 40 tahunan itu tampaknya seorang pria kaya melihat penampilannya dengan berjas mahal dan memakai jam tangan rolex.tapi semua itu tak merubah sikap Afi untuk menindak pria arogan tersebut.walau terlihat lugu dan tak berdaya tetapi masalah pengabdian sebagai seorang pembantu polisi Afi adalah seorang petugas yang tegas menindak siapapun tanpa pandang bulu.termasuk saat ini Afi tahu benar kalau lelaki yang sedang di seretnya ini pasti orang yang berduit dan hampir pasti dia adalah orang berpengaruh.Afi tidak perduli karena kesalahan orang ini termasuk dalam kejahatan serius karena membahayakan yawa orang lain tanpa mau bertanggungjawab.yaitu menabrak seorang tua yang sedang berjalan kaki di lampu merah sampai orang tersebut terluka parah terkapar di bawah tiang lampu merah sementara si penabrak meninggalkan begitu saja tanpa menolongnya.


"Siap menghadap komandan....!!saya membawa pelaku pelanggar lalu lintas yang mencoba melarikan diri setelah menabrak pejalan kaki...! "Teriak Afi lantang.


"Dasar wanita sialan ....!kamu tidak tahu siapa aku....hah...pengacaraku akan datang....dan aku akan memberimu pelajaran...!" Wajah pria berkacamata itu sangat marah seandainya tidak langsung dibawa kedalam ruangan pemerikasaan pasti sudah menghajar Afi.


Saat di toilet Afi membersihkan bekas luka yang menyisakan darah yang sudah agak mengering dan lebam di dekat matanya akibat berduel dengan pria tadi.


"Afi kamu berani banget ,apa kamu tidak tahu siapa orang yang kamu jadikan tersangka tabrak lari tadi ? "Tiba-tiba suara Aipda Tutik sudah terdengar nyaring ditelinga Afi membuat wanita lugu itu agak terkejut sepertinya Aipda tutik mengenal orang yang dibawanya tadi.


"Apa Aipda Tutik mengenal orang tadi..?" Tanya Afi penasaran.


"Dia adalah seorang pengusaha sukses dan aku dengar juga dia itu sangat kenal dengan Kapolres kalau tidak salah dia adalah salah satu pemegang usaha Utama Grup .apa tidak akan ada masalah besar padamu?!" Ucapnya menghawatirkan Afi.


"Benarkah?tapi saya hanya melakukan apa yang menjadi tugas saya sebagai Kamra.semua sudah sesuai prosedur!"


Kata Afi sambil tersenyum datar pada Tutik.wanita cantik yang terkenal dengan dadanan yang lumayan menor itu tersenyum sambil menepuk lembut pundak Afi untuk memberi dukungan pada wanita lugu itu.


Aipda Tutik adalah wanita di kesatuan ini yang bisa bersikap sedikit baik pada Afi.walau terkadang saat egoisnya timbul wanita cantik satu ini hampir tak ada bedanya dengan Nathalia.meski begitu berbeda dengan Ipda Nathalia .wanita bernama Nathalia ini sangat galak dan sombong.entah kenapa selalu bersikap sinis pada Afi.apalagi dia adalah keponakan dari kapolres yang notabenenya juga terlahir dari keluarga terpandang di jakarta.mungkin karena hal tersebut yang membuat Nathalia menjadi orang yang sombong.terlebih di usianya yang terbilang muda sudah punya jabatan penting di kesatuan unit terpenting di Interpol.wajah cantik dan tubuh sangat terbilang sempurna menjadikan Nathalia adalah wanita tercantik di Kesatuan Interpol ini.hanya satu kekurangan wanita cantik ini sifat galak dan sombongnya menjadikan para pria di biro itu selangkah mundur dan berpikir untuk bisa mendekati apalagi mencoba menjadikan Nathalia sebagai cinta mereka.by the way kembali kesosok Afi lagi.


"Afi...jangan melamun ..ini sudah malam apa kamu tidak kembali ke taman.?" Aipda tutik menepuk pundak Afi membuyarkan lamunannya tentang perkataan Aipda tutik barusan.

__ADS_1


"Iya ..ini saya juga mau pulang..."jawab Afi menganggukan kepala.lalu memakai kaca mata hitam untuk menutupi lebam di dekat matanya.


"Selamat malam semua...!"sapa Afi memecah suasana hening didalam ruangan itu karena jam sudah menunjukan jam 2 malam.


Setelah memarkir sepeda motor maticnya diparkiran samping pos polisi di taman Afi segera membuka pintu dan berjalan memasuki ruang pos polisi itu.iya semenjak Afi ikut bergabung dengan kepolisian sebagai Kamra dia memutuskan untuk tinggal di pos polisi taman mada .lagi pula pos polisi itu hanya ada petugasnya siang hari saja dan bila malam hari tidak ada yang menghuni tempat ini .atas izin dari polres Afi di izinkan untuk tinggal di pos tersebut sekalian menjaga tempat itu.


Flasback :


Afi selalu menangis dibawah guyuran air shower selalu itu yang dia lakukan setiap kali dalam kesendirian.wanita yang malang diusianya yang masih sangat muda dia harus menjadi seorang janda saat hidupnya berwarna karena cinta semua terguyur kabur duka yang pekat dalam sekejab.kisah Afi dimulai saat Afi memutuskan untuk menikah dengan kekasih hatinya.mungkin karena Afi sudah tidak punya orangtua saat berusia 10 tahun.hanya Hans pacar yang akhirnya menikahinya saat usianya 19 tahun.Hans dan Afi saling mencintai .2 tahun pacaran dan berakhir dengan pernikahan yang sangat membahagiakan bagi keduanya.tapi tragedi berdarah itu mengambil paksa kebahagiaan yang baru saja dirasakan Afi dan Hans.masih terbayang jelas dalam ingatan Afi peristiwa kelam itu.pagi itu seperti biasa Hans dan Afi sedang sarapan bersama dengan sangat romantis sebagai pengantin baru iya baru satu pekan mereka menjadi mempelai dan hari ini adalah hari pertama Hans dan Afi kembali masuk kerja setelah cuti.Hans bekerja disebuah Hotel bintang lima sebagai seorang resepsionis.sementara Afi bekerja di stan baju di supermarket yang berjarak sekitar 2km dari tempat kerja Hans .hidup sederhana jauh dari kaya tidak membuat cinta mereka berkurang .hari itu memang terasa tidak seperti biasanya Hans sangat Romantis. bahkan saat mengantar Afi ketempat kerjanya dia memeluk erat tubuh wanita yang dinikahinya itu sebelum pergi dengan tangan yang melambai. sepertinya dia sudah punya firasat kalau hari ini akan berpisah dari istri yang sangat dicintainya itu.siang itu saat Afi sedang melayani seorang pembeli. tiba-tiba dia dikejutkan oleh bunyi ponselnya yang berdering.dan alangkah terkejutnya Afi saat mendengar kabar kalau Hotel tempat Hans bekerja telah terjadi pengeboman.tanpa bisa berpikir lagi Afi berlari keluar dari tempatnya bekerja tanpa menghiraukan teriakan teman yang memanggilnya.yang ada dalam pikiran Afi saat itu adalah bertemu dengan Hans bagaimanapun caranya.tanpa terasa Afi berlari kehotel dan terus berlari Afi seperti orang gila. sesampainya di hotel dia begitu panik saat menyaksikan Hotel berbintang yang megah itu hancur berantakan banyak manusia berlari kesana-kemari.dengan wajah panik yang luar biasa .Afi mencari dimana keberadaan Hans lelaki yang sangat dicintainya itu.tak berapa lama Afi dapat menemukan Hans dan sudah berada didalam ambulance.


"Hans...jangan tinggalkan aku sayang...aku disini kamu harus kuat sayang...!" Hati Afi hancur berkeping-keping menyaksikan Tubuh Hans yang penuh dengan luka dan berdarah.


"Sayang...aku sangat mencintaimu...!" Itulah kata-kata terakhir yang diucapkan Hans dan mata hans tertutup untuk selama-lamanya.dunia seakan gelap untuk Afi saat ini benar-benar gelap. seiring terkulainya tubuh ramping Afi disamping tubuh Hans.Afi tak sadarkan diri begitu tahu Hans pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya.


Keesokan harinya Afi tersadar dan sangat histeris dia tak sanggup menerima kematian suaminya.dan kini dia benar-benar sendiri.hampir satu bulan Afi seperti orang linglung dan beruntung ada lilis teman yang selalu setia merawat dan menghiburnya selama ini.


"Afi..sadarlah kamu tidak bisa seperti ini terus ...kamu harus merelakan kepergian Hans biar dia tenang disana.Hans pasti kecewa kalau kamu seperti ini Afi...!"Kata-kata lilis menyadarkan Afi kalau dia harus menjadi wanita yang kuat.perlahan Afi bisa menerima kenyataan hidupnya.


"Lis,Kenapa Tuhan membuat Takdirku begitu buruk.saat aku kecil Tuhan mengambil kedua orangtuaku dalam kecelakaan dan kini dia juga mengambil orang yang sangat kucintai dengan cara yang begitu menyakitkan...hik...hik...! Ini tidak adil....!" Ratap Afi sambil terus menceracau.


"Percayalah Afi...Tuhan pasti punya rencana lain..sabarlah..." lilis terus menghibur Afi.


Setelah kejadian pengeboman itu.banyak berita beredar kalau pengeboman itu dilakukan oleh ******* dan pihak kepolisian sedang menyelidikinya.terbersit dalam hati Afi untuk ikut membantu dalam usaha polisi membongkar apa yang sebenarnya terjadi dan menangkap para ******* itu.pagi-pagi sekali Afi memutuskan untuk mendatangi kantor polisi didekat Hotel tempat Hans bekerja.setelah mengutarakan semua keinginannya untuk membantu kepolisian.maka disetujuilah Afi menjadi anggota Kamra yang bertugas membantu tugas polisi.disaat Afi sudah pulang dari kerja di stan baju maka dia pasti datang kekantor polisi untuk sekedar membantu membuatkan kopi atau sekedar membersihkan ruangan kantor tersebut dan semua Afi lakukan dengan sangat senang.hampir semua staf kepolisian di polres itu menyukai Afi hanya satu orang yang selalu bersikap galak dan sinis pada Afi dialah Ipda Nathalia.Afi sendiri tidak tahu kenapa Nathalia begitu membencinya.tapi Afi tidak pernah menghiraukan sikap galak dan sinis Nathalia.Afi begitu menikmati pekerjaan tambahannya yang membuatnya bisa agak melupakan kesedihan hatinya.


Kembali kecerita :


Afi tertunduk pilu menutupi tubuhnya dengan selimut tebal airmata disudut matanya udah mulai mengering.Afi mencoba menutup matanya melepaskan lelah ditubuhnya.tapi mata ini agak sulit terpejam tiba-tiba terbayang dimatanya pria berkacamata yang dipukul pakai helm karena mencoba lari setelah menabrak pejalan kaki untungnya pejalan kaki tersebut masih bisa diselamatkan walau lukanya lumayan parah akibat benturan kepala yang hebat."huh..dasar nggak bertanggung jawab"gerutu Afi.tak lama akhirnya Afi terlelap dalam tidurnya.sesaat dibelai mimpi yang indah.membuat bibir mungilnya terurai senyum.senyum yang telah lama tak pernah tersungging dibibir mungil itu.hanya dalam mimpi dirinya selalu bertemu dengan suami tercintanya dan itu yang selalu jadi pengobat rindu di hatinya.


Pagi itu seperti biasa Afi bersiap untuk berangkat kepolres.tapi saat mau berangkat dan melewati ruang pos polisi Afi mendapati Bripka fauzi sedang membereskan ruangan tersebut.bripka fauzi orang yang sangat baik dan Ramah pria setegah baya ini selalu bersikap ramah pada Afi.


"Selamat pagi bripka Fauzi..!"sapa Afi sambil tersenyum ramah pada Bripka Fauzi.


"Selamat pagi Afi,kamu tidak perlu terlalu formal begitu panggil saja paman kalau sedang seperti ini...! .hari ini sembako untuk acara bakti sosial akan datang jadi tempat ini harus bersih agar bisa menaruh sembako disini ...apa kamu mau kepolres..?!"" Tanyanya sambil terus merapikan barang-barang yang berserakan diatas meja.


"Iya paman.sebenarnya Afi mau kepolres .tapi tidak apa-apa biar Afi bantu membereskan tempat ini dulu...!" Kata Afi sambil mengambil semua barang yang masih tersisa berserakan dilantai.


Sementara itu di polres pagi ini semua staf bagian sat intelkom sedang bersemangat pasalnya hari ini seorang kepala sat intelkom yang baru akan ditempatkan di kantor ini.dan menurut kabar yang beredar kalau Kasat intelkom yang baru ini seorang perwira berpangkat Akp dan dia adalah seorang pria yang sangat muda,ganteng dan dikenal dingin.kasak-kusuk yang beredar perwira ini bernama Akp Hendrawan Putra Bramantyo.kasat intelkom baru itu adalah putra pengusaha ternama Putra Bramantyo pemilik Putra Grup yang mempunyai banyak usaha dibidang property dan tempat wisata.


Tapi faktanya seorang Akp.Hendrawan Putra Bramantyo adalah seorang yang bisa gemetar sendiri bila menghadapi seorang wanita dia bisa gugup dan tak bisa menguasai diri bila berdekatan dengan wanita.walau disisi lain dia dikenal sangat disiplin dan tegas pada semua bawahannya.


"Mudah-mudahan kasat intelkom kita yang baru nanti adalah orang yang asyik...tidak seperti mantan kasat kita yang lama..." dua orang berpangkat Aiptu sedang berbisik-bisik didepan toilet pria. mereka adalah Aiptu irwan dan Aiptu made.keduanya tak menyadari kalau orang yang sedang dibicarakan berdiri tepat dibelakang mereka ikut menguping pembicaraan .saat kedua orang itu sadar kalau ada atasan mereka.


"Siap melaksanakan tugas...!"teriak mereka sambil memberi hormat.


"Kesatuan intelkom siap melaksanakan Tugas..!!!" Aiptu made memperkenalkan semua staf kesatuan intelkom.dan tak lupa juga aipda Tutik tebar pesona demi melihat ketampanan atasan barunya itu.sedari tadi tangannya sudah mengulurkan segelas jus jeruk kearah Hendrawan.dan disambut sedikit kikuk oleh pria ganteng itu.setelah proses perkenalan antara atasan dan bawahan selesai kasat baru itu langsung mengadakan meting didalam ruangannya.


"Kasus yang saat ini sedang berjalan adalah tentang bom di hotel JW Marion melalui penyelidikan yang sudah kami dapat belum ada bukti kalau ini dilakukan oleh *******...!" Kata Aiptu made.


" persoalanya sangat jelas mereka memang sengaja melenyapkan pengusaha itu..karena masalah pertambangan Gas yang di dapatkan projeknya oleh Utama Grup !"Nathalia memberikan penilaiannya tentang kasus ini.


" besok saya menugaskan Aiptu made dan aiptu Irwan untuk menyelidiki Tkp...dan segera laporkan...!" Perintah Akp hendrawan tegas dan memandang penuh wibawa.dan disambut senyum mengoda Ipda Nathalia.


"Siap laksanakan...!"pekik kedua bawahan itu dengan badan tegap dan metingpun selesai dilaksanakan.


Baru saja hendrawan duduk melihat rekaman kejadian pengeboman di JW Marion tiba-tiba diluar ruangan terdengar suara yang membuatnya melihat kearah jendela kaca yang agak sedikit terbuka tirai Roller blindnya sehingga dia bisa melihat seorang wanita dengan seragam kamra dan mengunakan jaket hitam lengkap dengan topi berdiri tegak di pintu ruangan sat intelkom.entah kenapa hendrawan tertarik ingin melihat dengan lebih jelas diapun berjalan mendekati jendela dan tangannyapun membuka tirai itu.


"Petugas kamra atasnama Afina dyah permata sari siap melaksanakan tugas..!" Suara keras Afi membuat semua mata memandang padanya wanita ini berdiri tegak dengan tangan menghormat .dan dibalas dengan hal yang sama oleh aiptu made.


"Afi,hari ini ada kepala satuan Intelkom yang baru.sekarang kamu menghadap dan memperkenalkan dirimu dengannya...pergilah dia ada diruangannya!"kata pak Made menyuruh Afi menghadap


Pada hendrawan.dan Afi pun langsung melangkahkan kakinya kearah ruangan hendrawan.menyadari wanita yang sedari tadi di intipnya berjalan menuju ruangannya hendrawan cepat-cepat kembali ketempat duduknya.bersamaan dengan tubuhnya mendarat dikursi bersamaan itu pula pintu ruangannya terbuka.


"Selamat siang.. ! Maaf terlambat menghadap.kamra atasnama Afina Dyah permata sari Umur 20 tahun siap melaksanakan Tugas." Suara Afi yang melengking dan tatapan mata yang tajam kearah hendrawan sontak membuat hendrawan gelagapan .kedudukannya sebagai kepala sat Intelkom berpangkat Akp tidak bisa menyembunyikan kegugupannya.membuat kertas ditanganya hampir saja terlepas.entah kenapa wajah Afi yang tampak lugu itu membuat dadanya berdebar keras.


"Iya...Perkenalkan Saya kasat baru di sini ! hendrawan...!senang bekerja sama dengan anda anggota kamra Af...i...!"jawab hendrawan mencoba untuk tidak gugup.


"Trimakasih..!apa ada tugas yang harus saya kerjakan...?!" Tanya Afi lagi karena dia harus segera menghadap Ipda Nathalia karena biasanya pasti ada pekerjaan untuknya sebelum wanita satu itu akan mengomel seperti petasan banting padanya.


"Tidak ada. silahkan lanjutkan tugasmu Afi.."kata hendrawan dan dibalas dengan salam hormat diikuti langkah kaki Afi meninggalkan ruangan hendrawan.


"Ah kenapa wanita itu membuat dadaku berdebar seperti ini,kelihatannya dia wanita yang baik.aku jadi ingin tahu siapa wanita bernama Afina dyah permata sari ini."dengan cepat hendrawan membuka biodata Afi didalam komputernya.entah kenapa hatinya sangat tertarik pada wanita satu ini.seumur hidup Hendrawan tidak pernah tertarik pada wanita manapun, tapi kali ini sangat berbanding terbalik.pria gagah ini sangat dibuat jatuh hati pada pandangan pertama dengan Afina.


Afina Dyah permata sari masuk kamra tepat setelah 6 minggu kejadian Bom Jw Marion.afi adalah Istri mendiang Hans yang menjadi korban Pengeboman.afi juga bekerja di stan baju supermarket mada.menjalani hidup seorang diri dan tinggal di pos polisi taman mada dengan izin kapolres.


Akhirnya hendrawan mendapatkan informasi lengkap tentang wanita tersebut.entah kenapa setelah mengetahui semua tentang Afi rasa simpati hendrawan semakin bertambah.apa jangan-jangan dia mulai memyadari kalau telah menyukai wanita ini."ayolah hendrawan kamu harus profesional " Jerit hatinya.


Sementara didalam ruangan Ipda Nathalia wanita bertubuh tinggi dengan rambut panjang hitam itu sedang mengomel pada Afi.


"Kenapa kamu datang terlambat sekali...!.heh apa kamu sudah tidak niat kerja lagi..!lihat banyak berkas yang harus kubereskan sendiri karena kamu tidak datang-datang.belum lagi aku harus mengurus orang yang kamu seret kemari malam tadi...!seharusnya kamu tahu sedang berhadapan dengan siapa? " Omelan Ipda Nathalia tak ada ujungnya.


"Maaf ipda Nathalia,tadi saya membantu Bripka Fauzi membersihkan pos ditaman karena hari ini akan datang sembako yang akan dikirim kepanti asuhan untuk acara bakti sosial..."kata Afi menjelaskan apa yang terjadi sehingga dia terlambat datang.


"Uh..dasar! kamu ini terlalu banyak alasan...oya kenapa kamu bikin masalah dengan membawa Pak Gunawan Mandraguna.dan kamu juga melukainya dengan memukul pakai helm..kamu harus sadar kamu hanya kamra disini bukan polisi.kamu pasti kena masalah besar...! Gunawan itu pengusaha kaya dan juga teman Kapolres !" Kata -kata Nathalia membuat Afi agak khawatir tapi dia merasa apa yang dilakukannya sudah sesuai dengan prosedur tak peduli siapapun orangnya.Afi sudah siap menerima semua resikonya walau tak urung ada ketakutan dalam hatinya.


"Sudah jangan bengong aja ini bawa berkas ini antar kepada Aiptu Made...setelah itu bawakan aku teh manis..!" Perintah Ipda Nathalia membuat Afi tergeragap lalu dengan cepat melesat pergi kemeja Aiptu Made.


Setelah selesai mengantar teh kedalam ruangan Nathalia.Afi sudah bersiap untuk kembali ke pos taman karena Bripka Fauzi memanggilnya melalui ht.tapi sungguh sial saat dia sedang meminta izin pada aiptu made untuk kembali ke pos taman.tiba-tiba sebuah tamparan yang cukup keras melayang dipipi merahnya membuatnya hampir terjerembab.begitu afi menoleh untuk melihat siapa yang telah menamparnya.------**-------


Tunggu cerita selanjutnya di He Is Spy 2.Trimakasih☺.

__ADS_1


__ADS_2