
Hanya ada satu cara yang harus di lakukan oleh rizal untuk menjauhkan afi dengan banyu yaitu menemui afi dan bicara padanya.maka pagi itu rizal memutuskan untuk menemui afi di pos taman mada.walau rizal tahu kalau afi tidak ada di pos taman mada tapi paling tidak dia akan mencari tahu dimana bisa menemui orang yang biasa jaga di pos itu dan mencari tahu dimana bisa menemui afi selain di polres.benar saja begitu rizal keluar dari mobilnya dan berjalan ke arah pos.tiba-tiba pintu pos itu sudah terbuka sebelum dia mengetoknya.sosok orang yang biasa memperlakukannya dengan kasar muncul di depannya dengan tampang garang.
"Hah..!kamu lagi!apa sih yang sebenarnya kamu inginkan?kenapa kamu selalu muncul di tempat ini?!"
Bentak fauzi tak senang pada rizal yang selalu terlihat mencurigakan baginya.
"Santai saja aku kemari tidak mau bikin ribut kok! Aku mencari afi,apa dia ada di sini..?!"
Tanya rizal pada fauzi yang masih melotot pada pria ini.
"Untuk apa kamu selalu mencari afi! Kamu mau berbuat jahat sama dia ya?!"
Tanya fauzi menyelidik sambil menatap tajam pada rizal.
"Tidak aku hanya mau bertemu karena ada yang mau aku katakan padanya..?!"
Jawab rizal pada fauzi yang membuat fauzi agak melunak dan memberi tahu dimana afi berada.
"Setiap hari dia di kantor pusat.kamu datangi saja kekantornya karena sekarang dia di sana bahkan kalau malam juga dia sering tidur disana daripada di sini.!"
Kata fauzi mencoba menjelaskan pada rizal.tapi entah kenapa rizal tidak ingin menemui afi di kantor itu terlallu mencolok.
"Kemana biasanya dia pergi selain ke kantor.?!"
Tanya rizal lagi.yang membuat fauzi jadi marah lagi pada pria di depannya tadi.
"Kan sudah kuberi tahu kalau dia sekarang tidur di kantor pusat.kenapa kamu tidak berani mendatangi kekantor apakah benar kalau kamu hendak macam-macam pada afi..!huh dasar lelaki tua nggak tahu diri.!'
Kata fauzi sambil meninggalkan rizal sambil duduk lagi ditempat duduknya dan memandang kesal pada rizal.rizal akhirnya mencoba mencari tahu sendiri dimana afi berada.
Sementara itu di club olahraga Tony brother tampak afi sedang berlatih tinju di sana bersama ronald sebagai sparring partner.di bawah ring tampak mike menjadi penonton mereka.di sudut lain tony sedang asyik melihat ponselnya.
"Hebat nona afi,kelihatannya anda sudah mulai mahir.saya rasa cukup dulu latihannya..!"
Seru ronald menyudahi latihan afi yang terlihat sudah sangat berkeringat entah kenapa hari ini afi sangat bersemangat melakukan latihan.pikirannya yang penuh dengan masalah membuatnya sedikit sakit kepala.hanya dengan latihan bisa membuatnya sedikit sakit kepalanya.sambil terengah-engah afi berdiri di tepi ring melihat kearah tony yang masih asyik dengan ponselnya.
"Pak Tony,apakah orang-orang yang pernah ribut di sini itu pernah datang kemari lagi..?!"
Tanya afi tiba-tiba membuat ronald dan mike mencuri dengar pda pembicaraan tony dan afi.afi melepas sarung tinjunya dan mendekati meja tony.
"Orang itu?mereka tidak pernah menampakan batang hidungnya sama sekali semenjak kejadian itu.!"
Jawab tony dengan santai.saat ini wanita di depannya ini bisa saja sedang menginterogasi dirinya.
"Pak tony,bapak pasti mengenal salah satu dari mereka atau mereka pasti pernah datang ketempat ini paling tidak untuk gym aja.!"
Desak afi lagi.
"Tidak ada bahkan di rekaman cctv juga tidak ada yang aku kenal dan tak ada yang pernah datang di tempat ini..!"
Kata tony meyakinkan afi.tapi afi merasa ada yang di tutup-tutupi dari pria ini.
"Saya harus melihat para pelanggan yang sedang berlatih,saya tinggal dulu nona afi.!"
Tony pergi meninggalkan afi yang masih terbengong di kursi itu.tak lama seorang masuk kedalam tempat itu dan melihat afi sedang duduk sambil memegang kepalanya.pria itu menyentuh bahu afi membuat wanita itu menoleh pada pria itu yang teryata adalah rizal paman banyu.
"Kelinci,aku ingin bicara padamu.."
Rizal berbisik pada afi untuk mengikutinya duduk di sudut ruangan itu.ronald dan mike yang melihat ada seorang pria tua sedang bicara dengan afi hanya melihat dari jauh.
"Kelinci,ada pesan dari tuan Banyu dia menyampaikan trimakasih padamu karena sudah bisa bersamanya datang di acara makan malam dengan relasinya itu."
kata rizal pada afi yang tersenyum mendengar pesan itu.walau ada rasa kesal dalam dadanya kenapa harus menyuruh orang untuk menyampaikan pesan itu bukankah dia bisa bicara sendiri.huh dasar orang aneh,kalau sudah seperti ini dia jadi orang yang sangat sombong lagi.apa ciuman malam itu tak berarti apa-apa baginya.ah dasar! afi apa sih yang kamu pikir dia itu lelaki yang jahat bagaimana mungkin dia mengingat hal-hal sepele seperti itu.mungkin aku saja yang terlalu gampangan bercumbu dengan orang yang hanya menganggapku tak lebih dari penghibur.
"Nona afi,saya sangat senang bisa bekerjasama dengan anda..!"
Kata rizal masih dengan suara berbisik seolah tak ingin ada orang lain yang mendengar percakapan ini.
"Iya sama-sama paman"
Jawab afi lembut.
"Tuan banyu juga berpesan,tolong jangan menghubunginya lagi sampai dia sendiri nanti yang akan menghubungi nona kalau membutuhkan bantuan lagi.karena saat ini dia sangat sibuk sekali.!"
Kata-kata terakhir rizal ini memang sangat pelan tapi membuat afi sangat kesal.sungguh keterlaluan pria sombong itu lagi pula siapa yang mau menelponya dasar sombong..! Kata afi dalam hati.
"Apa paman sudah selesai bicaranya,aku harus kembali kekantor ada banyak pekerjaan yang harus kuselesaikan.?!"
Kata afi sambil berdiri hendak meninggalkan rizal.matanya menatap tajam pada lelaki tua ini.
"Duduklah jangan sampai ada yang curiga pada kita,aku sudah melihat berita tentang kamu.jangan sampai ada berita lagi tentang kamu dan aku di tempat ini.!"
Rizal menyuruh afi duduk ketempat duduknya karena dia tak ingin pertemuannya ini di ketahui orang lain apalagi kalau sampai media tahu bisa-bisa banyu tahu kalau dia berusaha menemui gadis ini.afi pun duduk kembali di kursi karena benar juga kata pria tua ini kalau sampai wartawan tahu dan membuat berita bisa di pecat dia.
"Tunggu dulu,saat ini tuan banyu sedang ada pekerjaan yang sangat penting jadi jangan salah paham.dalam beberapa hari ini dia ada tamu dari korea jadi dia tak ingin urusan bisnisnya terganggu.!"
Rizal sekuat tenaga mencari alasan agar afi dan banyu tidak bertemu lagi bagaimanapun caranya.akhirnya terlihat afi tersenyum pada pria itu.
"Paman tidak usah khawatir aku tidak akan menelponnya.!"
Afi berusaha melempar senyum pada rizal walaupun rasanya sakit sekali dalam dada ini.rizalpun segera pergi dari tempat itu.setelah rizal pergi, afi yang masih duduk di tempat itu masih dengan dada sesak karena kecewa.
"Dasar lelaki sombong.!dia bahkan bertingkah seolah aku mengejarnya.kalau bukan karena tugasku untuk menyelidikinya aku bahkan tak sudi bertemu dengannya.!"
Afi lalu meminum kopi yang masih panas itu bibirnya bergetar menahan amarah di dadanya.tangannya menggenggam cangkir kopi itu begitu kuat.masih terbayang jelas dalam ingatanya saat banyu menawarkan untuk tinggal di apartemen itu,tapi kenapa begitu cepat pria itu berubah padanya.tak terasa air matanya meleleh di pipinya.rasanya sakit sekali mengetahui orang yang di anggap dekat dan mereka begitu dekat malam itu kini menjauhinya dengan cara yang sangat menyakitkan.berkali-kali afi mengumpat sendiri menyesali dirinya yang terlalu polos menganggap kalau Banyu benar-benar menganggapnya istimewa teryata semua itu omong kosong.tapi kenapa sikap banyu yang seperti itu seolah membuatnya patah hati.
Tampak seorang pria sedang membersihkan wajah tampannya dari bulu-bulu tipis yang mulai tumbuh di dagunya dengan pisau cukur yang bergerak perlahan menerobos jel yang memenuhi dagu pria tampan ini.saat terdengar suara di pintu lift nya sejenak dia menegok kearah suara itu dan kembali kedepan cermin setelah dia tahu siapa yang datang.begitu tahu pamannya sudah kembali banyu cepat-cepat menyelesaikan ritual membersihkan jenggotnya.dan segera mengenakan swetters berwarna abu-abu dan berjalan mendekati pamannya.
"Mana kelinci paman..?!"
Seru banyu saat melihat rizal datang hanya seorang diri.padahal dia menyuruh rizal untuk menjemput afi dan membawanya keapartemennya.
"Dia tidak bisa ikut.!"
Kata rizal tanpa beban.
"Kenapa tidak,?!"
Tanya banyu bingung.
"Dia sedang sibuk di kantor katanya ada banyak pekerjaan yang harus di selesaikan..!"
Rizal membohongi banyu.yang masih kelihatan tidak percaya dengan ucapan rizal.
"Benarkah?!"
Banyu melihat rizal dengan tatapan tak percaya.
"Iya dia bilang, untuk apa dia datang ke apartemen ini apa alasanya..?!"
Rizal mencoba membuat banyu percaya akan ucapannya.
"Kenapa dia bertanya seperti itu..?!"
Banyu mulai terlihat kesal dia mengira kalau afi sudah keterlaluan berani sekali gadis cupu itu menolak ajakannya untuk tinggal di tempat ini.dia berjalan meninggalkan rizal dan duduk dengan kesal di sofa panjang berwarna putih sambil menatap kecewa ke arah tivi.rizal mendekatinya dan terus berusaha membuat banyu melupakan afi.
"Kelihatanya gadis itu tidak terlalu menganggap penting tentang urusan yang berhubungan dengan kita.tadi kulihat dia sedang sibuk dengan atasannya itu dan mereka pergi bersama.dia juga mengembalikan kunci yang kita berikan untuknya.dia bilang kalau sebuah kesalahan kalau dia harus tinggal di apartemen ini bersamamu!"
Rizal mengarang cerita tentang afi dan hendrawan.banyu sangat kesal .terlebih gadis cupu itu telah dengan sombongnya mengembalikan kunci apartemen yang di berikan padanya.yang membuat banyu bertambah semakin marah.
"Keluar dari sini paman..!"
Teriaknya tiba-tiba karena dia tak ingin lagi mendengar pamannya bercerita tentang gadis cupu itu dengan pria lain.rizal segera pergi dari tempat itu meninggalkan banyu yang sedang memerah wajahnya menahan kemarahan karena gadis cupu itu mengabaikannya demi lelaki lain.
"Kenapa gadis cupu itu berani sekali menolak perintahku.apa dia pikir bisa mempermainkan aku seperti ini.ah ini semua pasti gara-gara cowok brengsek itu awas saja kalau ketemu lagi pasti akan aku hajar dia.!"
Banyu ngomel tiada henti.masih terbayang kejadian malam itu dia dan afi begitu dekat.tapi kenapa sepertinya semua tidak ada artinya untuk gadis itu.banyu mengusap bibir merahnya seolah dia masih merasakan bibir wanita itu masih sangat terasa begitu manis.
Malam semakin larut saat hendrawan melihat nathalia masih berada di kursi kerjanya.
"Nathalia,masuk keruangan saya..!"
Panggil hendrawan pada wanita yang sedang mengangkat kakinya di atas meja sambil menyandarkan punggunggunya kursi.wanita itu pun berdiri dan berjalan menghampiri ruangan hendrawan.
"Ada apa memanggilku?"
Tanya nathalia sambil sedikit lelah tergurat di wajahnya.
"kenapa kamu belum pulang ?hari sudah malam..?!"
Kata hendrawan melihat nathalia masih berada di kantor selarut ini.
"Kenapa,?apa aku tidak boleh rajin.aku ingin juga segera menyelesaikan tugas yang sedang kita emban.!"
Tanya nathalia menatap lembut pada hendrawan.
__ADS_1
"Oh!seperti itu baiklah kalau kamu mendapat informasi lebih lanjut segera laporkan padaku..!"
Hendrawan sama sekali tidak melihat pada lawan bicaranya karena tiba-tiba matanya melihat afi yang sedang mengendap-endap masuk kedalam ruangan sambil membawa sesuatu.membuat hendrawan tidak menghiraukan nathalia dan sialnya wanita ini mengetahui hendrawan sedang melihat ke arah meja afi.
"Jika kamu tidak bersungguh-sungguh ingin bicara padaku,seharusnya tidak perlu memanggilku.selamat malam..!"
Nathalia pergi dari tempat itu dengan cepat tanpa memberi hormat pada hendrawan.nathalia benar-benar merasa di permainkan oleh hendrawan.wanita itu pergi dengan rasa marah luar biasa.tapi karena hendrawan yang merasa heran melihat afi sedang masuk keruangan itu sambil mengendap-endap seperti seorang maling dia tak perduli dengan kemarahan nathalia itu. hendrawan tertarik ingin tahu apa yang dilakukan afi.setelah nathalia keluar dari tempat itu hendrawan langsung berlari kearah meja afi.tapi pria ini tak mendapati afi di mejanya dia pun mencari wanita itu kedalam ruangan lain.
Sementara afi yang berada di ruang tunggu sedang berbaring di atas kursi panjang itu dengan mengunakan kasur darurat yan biasa di gunakan oleh para pendaki gunung atau militer bila sedang berada di alam terbuka.kasur lipat yang langsung menjadi selimut hanya dengan mengunci tali yang berada di leher itu.malam itu afi memang tak bisa tidur di pos taman mada.semenjak berita heboh tentang dirinya dan banyu untuk sementara afi tidak di bolehkan tidur di pos lagi.dia memutuskan untuk tidur di kantor pusat sampai dia menemukan tempat kos baru. meskipun harus rela tidur di ruang tunggu itu.hari ini hatinya begitu sakit saat tahu bahwa pria yang mulai membuatnya jatuh hati teryata tak menganggapnya bahkan merasa terganggu karena kehadirannya.setelah semua kejadian yang telah mereka lakukan teryata hal itu tak berarti apa-apa.sangat menyakitkan hati afi, tak henti-hentinya tangis itu pecah dia pun terisak dalam sedih.
Hendrawan yang sedang mencari keberadaan afi mencoba mencari keseluruh ruangan yang ada di tempat itu.sampai akhirnya dia mendengar ada suara orang sedang menangis dan suara itu berasal dari ruang tunggu.saat hendrawan menengok di ruang tunggu dia melihat seseorang sedang menangis sambil berbaring di dalam kantong tidur dan saat hendrawan mengamati dengan cermat orang yang sedang menangis itu adalah afi.dada hendrawan mendidih karena di penuhi dengan amarah. hatinya bergetar melihat wanita yang di sukainya itu sedang menangis sedih dan ini pasti ulah dari banyu pria resek itu.apa yang dilakukan banyu sampai-sampai afi menangis di buatnya.tadinya hendrawan tak ingin mendekati afi karena takut kalau kehadirannya justru membuat afi menjadi semakin sedih.baru saja hendrawan hendak melangkahkan kakinya terdengar suara ponsel berdering dan itu adalah ponsel milik afi.hati hendrawan yang sedang sangat marah pada banyu membuatnya ingin tahu siapa yang menelpon afi dia yakin kalau penelpon itu pasti pria itu.saat di lihatnya afi kesulitan untuk mengambil ponsel di sampingnya karena tubuhnya masih di lilit kantong tidur itu dengan cekatan hendrawan menyambar ponsel afi dan saat di lihat nama banyu langit terpampang jelas di layar ponsel itu hendrawan tak bisa menahan dirinya untuk memaki pria yang dianggap resek itu.
"Hei Banyu langit.!Dasar pecundang..!apa yang kamu lakukan pada afi.?!"
Bentak hendrawan berapi-api pada banyu yang sedang terkejut mendengar suara seorang pria mengangkat telpon afi.
"Apa..?kenapa kamu yang mengangkat telpon afi?mana afi..?!dimana kalian?!"
Banyu yang berusaha menelpon afi dari tadi dan tak pernah dijawab oleh wanita tersebut dan barukali ini telponnya di jawab tapi justru suara pria yang sedang marah padanya membuatnya kaget setengah mati.tubuh gagah banyu yang terbaring terbangun dengan cepat dengan mata melotot karena kaget.
"Kamu bilang dia adalah kekasihmu,huh bahkan sekarang dia dimanapun kamu tidak tahu.!kekasih katamu...?! Kekasih macam apa kamu..!berengsek.!"
Hendrawan menutup telpon afi dengan sangat kesal.
"Halo..!hei..!halo..!ah sialan..!!"
Banyu langsung berlari dari tempat tidurnya menuju keruang rahasianya untuk melihat dimana keberadaan afi saat ini melalui satelit yang bisa melacak keberadaan ponsel afi dari komputernya.tangannya dengan lincah mencari tempat dimana ponsel afi terakhir di hubungi dan setelah dia mendapatkan lokasi afi berada .banyu langsung mengambil mantel dinginnya dan menyambar kunci mobil yang berada di atas meja kerja itu lalu dengan cepat membawa mobilnya melaju kearah tempat afi berada.afi yang terkejut melihat atasannya itu menjawab telponnya sangat kesal sekali pada hendrawan tak seharusnya dia ikut campur dengan urusan pribadinya.
"Siapa yang menelpon?!"
Tanya afi dengan nada kesal.
"Kekasihmu..!"
Jawab hendrawan dengan nada kesal.
"Seharusnya anda tidak mengangkatnya..!"
Afi memandang kesal pada hendrawan sambil berusaha melepaskan selimut yang kelihatannya terkunci di lehernya itu.hendrawan hanya memandang kesal tanpa bicara apapun pada afi lalu pria itu melangkah pergi sambil ngomel kesal tapi saat kakinya hendak keluar dari ruangan itu dia mendengar suara afi yang sedang kerepotan melepaskan selimutnya.
"aduh kenapa susah sekali sih..!sepertinya talinya mencekikku ..!ah..!susah banget..!panasnya!"
Afi merasa kepanasan karena dia sangat kesulitan melepaskan tali dari kantong tidur itu.
Hendrawan akhirnya membalikan badanya untuk membantu melepaskan afi dari cekikan selimut itu walau hatinya kesal tapi dia tak mau melihat afi berada dalam kesulitan.hendrawan melempar jaket yang di pegangnya dan mendekati afi untuk membantu gadis itu.
"Singkirkan tanganmu,kenapa sulit sekali?ah ini kelihatannya sudah rusak jadi talinya terkunci.!"
Hendrawan mencoba mengurai tali yang terikat kuat di selimut yang melilit tubuh afi.melihat wanita itu kepanasan karena tak bisa melepaskan selimut yang melilit tubuhnya membuat hendrawan kasihan dengan sekuat tenaga tangan kokoh pria itu mencoba menarik tali yang sangat kuat itu.setelah mencoba agak lama melepas ikatan tali dan menarik paksa tali itu akhirnya selimut itu bisa juga terbuka dan afi bisa bernafas lega.
"Trimakasih abang!"
Kata afi ketika bisa bernafas dengan lega karena terlepas dari lilitan yang sempat membuatnya sesak nafas.
"Apa kamu menangis karena pria itu..?!aku sudah peringatkan padamu jangan pernah percaya pada pria brengsek itu.!kamu terlalu lugu..!bersikaplah profesional ,ini adalah sebuah pekerjaan afi bukan cerita romeo dan juliet!"
Seru hendrawan kesal dan melempar ponsel afi kepangkuan wanita itu.
"Lihat dirimu,sungguh menyedihkan..! kalau dia menganggapmu kekasih dan mencintaimu.kenapa dia membiarkan orang yang di cintainya tidur di kantor polisi seperti ini.dasar cowok nggak punya hati.malam ini kamu lebih baik tidur di rumahku ini kuncinya!"
Kata hendrawan sambil memberikan kunci rusunnya pada afi.
"Huh..cinta!omong kosong..!"
Omel hendrawan sambil melangkah pergi meninggalkan afi yang terbengong melihat sikap hendrawan.afi memutuskan untuk kembali menerima tawaran hendrawan untuk menginap di rusun pria yang menjadi atasannya itu malam itu.wanita itu berjalan kaki sambil membawa gulungan kasur lipat di tangannya menyusuri jalanan kota yang mulai lengang karena hari sudah sangat larut malam.sepanjang perjalanan afi teringat pada pria yang hari ini membuatnya patah hati.
"Benarkah dia pria yang jahat.?huh..!mungkin benar.kenapa aku mau saja berciuman dengannya!aduh afi kenapa kamu nggak bisa menahan diri sih!"
Afi memukuli kepalanya dan menarik nafas panjang.masih terbayang jelas saat pertama kali bertemu dengan pria galak yang akhirnya dia tahu pria itu bernama Banyu langit. Terbayang jelas saat pertama bertemu dengan banyu.pria itu begitu marah saat tahu kalau sepeda motornya menabrak mobil mewah miliknya.lalu saat acara pesta itu pria itu terlihat sangat tampan dan berkelas jauh berbeda dari dirinya.terbayang juga saat pria itu menyelamatkannya dari keributan di tony brother sampai kejadian malam terakhir saat mereka berciuman mesra malam itu."mungkin benar aku tidak berarti apa-apa baginya,aku ingat saat dia dengan tega meninggalkanku di tepi dermaga dan aku harus berjalan sangat jauh untuk sampai di pos.dia memang tak punya hati.ayolah afi lupakan dia.sekarang kamu harus bersikap profesional.!"
Afi mengomel sepanjang jalan apalagi perkataan rizal siang tadi tentang pesan dari banyu membuat afi sangat frustasi.saat sedang berjalan dan larut dalam kesedihan yang mendalam tiba-tiba ada mobil berwarna hitam yang melaju dengan sangat kencang dan berputar tepat di depannya membuat afi sangat kaget.tapi saat dia tahu siapa yang keluar dari dalam mobil mewah itu hatinya melonjak senang tapi rasa senang itu berubah jadi kesal saat teringat kata-kata rizal padanya.dengan sigap afi pun bersikap profesional dengan memberi tilang pada pengendara mobil tersebut karena melanggar jalur lalu lintas.
"Hai..!"
Sapa banyu dengan wajah ceria saat berhasil menemukan wanita yang di carinya.
"Kamu dari mana saja..?!"
Tanya banyu yang merasa heran melihat afi seperti sedang marah padanya.gadis itu mendekati mobilnya dan menaruh gulungan kantong tidur yang dibawanya di atas kap belakang mobil,kemudian mengeluarkan pena dan buku kecil.afi melihat plat mobil banyu dan mencatatnya. banyu hanya menatap heran sambil tersenyum melihat tingkah afi.
Seru afi memasang tampang galak pada banyu.pria ini mengangkat alis merasa heran dengan sikap afi.
"Masuklah kedalam mobil ayo..!"
Seru banyu tanpa memperdulikan sikap afi yang di rasa aneh olehnya.
"Apa anda tidak mendengar kata-kata saya tuan? Tunjukan surat-surat anda,karena anda masuk jalur lawan arus jadi saya harus menilang anda..!"
Suara afi masih terdengar lantang membuat banyu merasa aneh dengan sikap gadis ini.
"Ada apa denganmu,?aku lewat di sini karena aku melihatmu berjalan sendirian di sini.bukankah tadi aku menelponmu?dan sekarang aku mencarimu karena mau menjemputmu..!"
Kata banyu menjelaskan pada afi.
"Aku bilang tunjukan surat-suratmu.sim,ktp atau paspor pokoknya identitasmu?"
Teriak afi tak sabar lagi.
"Semua surat-suratku ada di rumah.kalau kamu ingin melihatnya kamu harus ikut kerumahku..!"
Banyu menjadi tidak sabar lagi melihat sikap afi yang aneh itu.yang terpenting baginya adalah wanita ini harus ikut bersamanya bagaimanapun caranya.
"O..!jadi semua surat-suratmu ada di rumah.?!
Tanya afi sambil melotot pada banyu.
"Iya..!"
jawab banyu singkat.
"Baiklah aku akan melihatnya di rumahmu..!"
Seru afi sambil mengambil selimut miliknya yang berada di atas mobil banyu lalu masuk kedalam mobil itu.banyu tersenyum senang melihat wanita itu akhirnya mau juga ikut bersamanya pulang walaupun dengan keadaan marah.sepanjang jalan sampai di apartemen banyu terus menatap afi sambil tersenyum hatinya sangat bahagia melihat wanita itu sekarang bersamanya sangat dekat dan berada di apartemennya.membayangkan kalau malam ini wanita yang sangat di rindukannya akan menginap di tempatnya adalah sebuah kebahagiaan tersendiri.
Afi masuk kedalam ruangan dengan wajah polosnya terkadang terlintas dalam benaknya kenapa juga dia harus kerumah lelaki ini.jangan-jangan pria ini berpikir yang bukan-bukan tentang dia.apalagi banyu tinggal di tempat ini sendirian lalu kenapa dia ikut kesini aduh bodoh sekali kamu afi nggak ingat apa terakhir kamu datang kesini dan minum bersama kalian berciuman dan sekarang kamu ketempat ini lagi kalau dia macam-macam denganmu gimana?rasanya afi ingin pergi dari tempat itu saja tapi hatinya melarang untuk pergi dari tempat itu.
"Mana surat-suratmu..?!"
Tanya afi sambil memandang banyu yang terus tersenyum menatapnya lembut membuat afi hampir meleleh karenanya.
"Tunjukan ktp,sim atau paspor kamu..?!mana..?!"
Tanya afi lagi mengusir kegugupannya pada senyum banyu yang sangat mempesona itu.banyu melangkah ke arah meja kerjanya dan mengeluarkan semua identitasnya di atas meja.yang kontan saja membuat mata afi melotot karena begitu banyak ktp,sim dan juga paspor banyu.saat afi melihat satu persatu surat-surat itu dia banyak menemui foto banyu tapi dengan nama yang berbeda-beda.bahkan yang membuatnya menarik ada juga kartu siswa sma dengan nama denis tapi foto banyu yang berada di kartu siswa itu.
"Kamu denis..?!"
Tanya afi dengan wajah lugunya.
"Siapa yang ingin kamu inginkan menjadi namaku dan dari mana asalku? Ini paspor Amerika ku,singapura,korea,malaysia,turki,jepang atau Indonesia.?!"
Tanya banyu dengan nada tinggi dan menatap tajam pada afi yang masih melihat berbagai paspor dan ktp milik banyu.
"Aku sudah katakan padamu aku adalah seorang mata-mata,apa kamu belum paham juga.seorang mata-mata..!"
Banyu mencoba meyakinkan afi kalau dia sudah berusaha jujur pada gadis itu.afi melihat paspor Indonesia milik banyu dan memang di sana tertera nama Banyu Langit.
"Apa kamu kurang yakin, ini lihat ini adalah ktp aku.kamu lihat kan namaku Banyu Langit.!"
Banyu mulai kesal karena merasa kalau afi tidak percaya padanya.
"Tapi kenapa banyak sekali identitas kamu..?!"
Tanya afi bingung.
"Karena aku adalah mata-mata,aku pergi kemanapun dan dimanapun dan aku bisa jadi siapapun.!bukankah aku sudah mengatakan padamu kalau aku ini adalah seorang mata-mata!"
Banyu menatap serius pada afi.
"Tapi kan Banyu langit itu seorang pengusaha? Lalu kamu yang sebenarnya siapa?"
Tanya afi menyelidik.
"Aku adalah Banyu langit selesai.jangan pernah ingin tahu yang lebih dari itu.itu adalah pribadiku.!"
Banyu menatap tajam pada afi dan tatapan itu membuat afi mengidik ngeri.pria itu berjalan menjauh dari afi dan duduk di tepi tempat tidurnya.menghadap afi yang berdiri membelakanginya.
__ADS_1
"Oke..!by the way!kenapa kamu tidak mengangkat telponku dan tidak mau datang kerumah ini lagi..?!"
Tanya banyu penuh rasa ingin tahu.afi yang mendengar kata-kata banyu merasa heran bukankah dia yang menyuruh orang mengirim pesan kalau tidak mau di ganggu atau di temui lagi dan juga mengambil kunci apartemen yang pernah di berikan padanya.ah dasar pria aneh apa dia sudah amnesia,sekarang dia malah bertanya seolah-olah dia yang menghindarinya.sebenarnya apa sih maunya orang ini.
"Apa kamu sudah tidak mau menjadi pacarku lagi? kamu kan sudah janji untuk terus bersamaku.kalau kamu adalah pacarku kamu harus disini bersamaku dan tinggal di rumah ini!"
Ucapan banyu sebenarnya sangat membuat afi begitu bahagia.tapi hatinya masih bingung dengan sikap banyu yang sering berubah padanya.afi hanya bisa menatap dengan heran pada banyu yang terus bicara itu.
"Apa yang di pikirkan orang-orang di luar sana kalau tahu pacar seorang Banyu langit tinggal di pos polisi.ini sangat memalukan..!tolong tinggalah di sini. bersamaku pleace..!"
Banyu memohon dengan tulus membuat afi tak bisa menolak wajah yang memelas penuh pesona di hadapannya ini.afi masih terpaku memandang wajah tampan itu.
"Ikut aku..!"
Banyu mengambil gulungan kantong tidur yang di bawa afi kemana-mana tadi dan saat banyu melihat gadis itu masih diam terpaku di situ tangan banyu menarik tangan gadis itu dan membawanya ke sebuah kamar.afi yang masih kaget dengan semua ini jadi bingung harus bagaimana.
"Kamu membawaku kemana?!"
Seru afi karena banyu terus menariknya menuju kesuatu tempat.
"Ikut saja..!"
Teriak banyu sambil terus menarik tangan afi yang mencoba melepaskan genggaman tangan kekarnya.
"Kamu tidur di sini.istirahatlah..!"
Kata banyu begitu dia mendorong masuk tubuh suci ke dalam sebuah kamar .
"Tapi..aku..?!"
Afi berusaha bicara pada banyu karena merasa tidak enak tinggal di tempat ini.
"Oya kalau kamu mau ke kamar mandi. itu disebelah sana,kamu bisa membersihkan diri di sana.!selamat beristirahat..!kalau kamu butuh sesuatu aku ada di ruang depan..!selamat malam!"
Banyu menunjukan kamar mandi di dalam kamar itu dan segera keluar dari tempat itu agar afi bisa segera istirahat karena hari sudah menjelang dini hari.
Afi masih tak percaya dengan ini semua. lama dia berdiri dipintu kamar ini mata afi melihat seluruh ruangan dalam kamar yang tampak kelihatan mewah itu.begitu kakinya melangkah memasuki ruangan kamar itu tampak sebuah tulisan yang tertempel di kaca pembatas ruangan itu di situ tertulis kata
"selamat datang semoga kamu betah tinggal di sini"
Itu artinya banyu sudah mempersiapkan semua ini sebelum dia datang ketempat itu tapi kenapa orang kepercayaannya itu berkata lain ah afi tak mau memusingkan semua hal ini.badanya terlalu capek dengan semua hal hari ini.begitu badanya mendarat di kasur empuk itu rasanya sebagian rasa lelah itu hilang karena begitu nikmatnya berada di tempat tidur itu.
Pagi itu seorang pria tampan membuka matanya perlahan tapi sekejab dia langsung bangun dari tempat tidurnya dengan penuh semangat sambil menarik lengan bajunya dan melipatnya keatas menampakan tangannya yang sedikit berotot dan seksi.hampir saja banyu berlari kearah kamar di mana afi tidur tapi dia mengurungkan niatnya untuk menyapa gadis itu.sambil tersenyum banyu memutuskan untuk menyiapkan sarapan pagi untuk wanita itu.dengan senyum yang selalu mengembang di bibir merahnya itu dia bersemangat membuat nasi goreng kesukaannya.banyu memang seorang pria yang sempurna bahkan soal masak termasuk hobynya.tangannya begitu cekatan membuat nasi goreng dan juga menggoreng telur dan tak lupa mengambil jus dingin di lemari pendingin.saat sedang sibuk menyiapkan sarapan pagi terlihat pamannya datang dari belakangnya.rizal melihat banyu tampak bersemangat sekali pagi itu dia melihat keponakan kesayangannya ini tampak sangat bahagia terlihat senyum ceria menghiasi bibir banyu.
"Paman lihat kamu tampak sangat bahagia..!apa ada yang paman tidak tahu..?!"
Rizal mencoba menebak apa yang terjadi pada banyu.
" aku sangat bahagia paman,lihat aku sedang membuat sarapan untukku dan kelinci.!"
Jawaban banyu membuat rizal gemas banget sama wanita itu.bagaimana mungkin wanita yang sudah di peringatkannya itu sekarang ada di apartemen itu dan bermalam di tempat ini lagi.
"Apa..! Kelinci ada disini..?!"
Rizal berteriak pura-pura kaget padahal dia tahu kalau malam itu afi bersama banyu.pagi-pagi sekali saat afi sudah terbangun dari tidurnya dan keluar dari kamar untuk mencari minum.rizal bertemu dengannya.rizal pun segera menyuruh afi untuk segera pergi dari tempat itu dengan alasan kalau banyu akan kedatangan tamu.
"Iya,tadi malam dia kesini bersamaku..!"
Jawab banyu sambil menatap tajam pada pamannya karena terlihat sekali kalau pamannya ini terlalu kaget.
"tapi kan dia sudah..!"
Rizal hampir saja keceplosan karena merasa kesal pada wanita itu tidak mungkin datang setelah dia temui kemarin.tapi teryata afi datang lagi.hal ini sangat membuat rizal semakin cemas.
"Maksud paman apa..?!"
Banyu memiringkan kepalanya melihat pada pamanya.
"Kenapa wanita ini sangat gampangan dan sulit di kendalikan!"
Seru rizal lirih.tapi sempat terdengar oleh banyu yang menatap tajam pada pamannya.
"Apa!!"
banyu berteriak dengan nada tidak suka pada pamannya dan berharap semua yang didengarnya salah.
"O..! Baiklah aku akan membangunkannya!"
Kata rizal sambil berjalan meninggalkan banyu.tapi dengan cepat banyu menghalangi pamannya.
"Tidak paman! Paman siapkan makannya di meja makan.Biar aku yang akan membangunkannya!"
Kata banyu sambil melemparkan celemeknya ke arah pamannya.banyu melangkah sambil tersenyum penuh keceriaan.mulai malam tadi saat-saat seperti ini sangat di tunggunya.tinggal satu atap dengan gadis itu lalu sekarang akan makan satu meja bersama.dengan langkah cepat banyu mendekati kamar afi.pelan di ketuk pintu kamar itu karena tak ada jawaban dari dalam kamar banyu pun membuka pintu itu perlahan.
"Kelinci..!kelinci..!kelin..!"
Banyu mencoba mencari afi sampai ketempat tidurnya tapi tempat tidur itu sudah kosong dan saat melihat kesemua sudut ruangan. tampak sebuah kertas kecil dengan pesan tertulis menempel di kaca pembatas ruangan itu.
"Trimakasih untuk tempat tinggalnya"
Banyu harus kecewa untuk kesekian kalinya.kenapa gadis ini senang sekali menghindar dariku.apa sih maunya kenapa susah banget membuatnya untuk tetap tinggal di sini.apa ini karena pria yang menjadi atasannya itu.
Jika teringat afi begitu dekat dengan pria itu rasanya darahnya mendidih dia meremas kertas yang berisi ucapan trimakasih itu.
Di toilet polres di kesatuan tempat afi bertugas afi tampak sedang mengosok giginya setelah dia mandi.iya pagi-pagi sekali dia sudah di antarkan keloby oleh rizal.sejak rizal mengambil kembali kartu kunci untuk masuk ke apartemen banyu. praktis dia tidak bisa keluar masuk secara leluasa lagi.
Saat sedang asyik menggosok giginya tampak Tatik masuk sambil merias wajahnya dengan bedak padat di tangannya.
"Afi,jadi benar tentang berita kalau kamu menjalin hubungan dengan pengusaha tampan itu..?!"
Tatik bertanya pada afi yang terlihat agak kaget dengan pertanyaan Tatik.
"Iya,memang benar"
Jawab afi datar.
"Bagaimana kamu bisa bertemu dengan pria itu?"
Tatik makin penasaran pada afi.
"Aku.!ee..! Aku bertemu dengannya di jalan."
Afi masih saja terus mengosok giginya sambil terus melihat kebawah sebenarnya dia tidak nyaman dengan pertanyaan Tatik tentang banyu.seharusnya sebagai wanita adalah sesuatu yang sangat membahagiakan kalau membicarakan tentang seorang kekasih.apalagi kalau pria itu adalah seorang Banyu.tapi kali ini sangat berbeda dia dan banyu mempunyai hubungan yang tidak lazim hanyalah sebuah kepura-puraan kekasih di depan publik saja.walau kadang afi bertanya kenapa harus dia yang di paksa untuk menjadi kekasih palsu Banyu,sangat menjengkelkan.
"Afi..!afi..!kamu nggak dengar apa yang aku katakan..?!"
Teriakan Tatik membuyarkan lamunan afi soal banyu.
"Eh.!iya..bu Tatik!tadi bu tatik bicara apa ya?"
Tanya afi tergagap.
"Apa kalian tadi malam tidur bersama..?!"
Tanya tatik sambil berbisik membuat afi melotot tajam pada tatik.
"Tidak..!iya..!maksudnya memang benar saya tidur di apartemennya tapi kami tidur di tempat yang berbeda kok.!"
Afi memalingkan mukanya dari tatik yang terus berusaha mencari tahu tentang dia dan banyu.
"Apa benar kalian tidak melakukan apa-apa,kalian sepasang kekasih saling mencintai .wanita mana yang bisa menolak pesona ketampanan Seorang Banyu Langit.kamu nggak usah malu sama aku,kalau kamu dan banyu melakukan percintaan itu juga sudah biasa kok!"
Kata tatik tersenyum menggoda pada afi lalu pergi meninggalkan afi dengan muka blo'onnya.
Afi sudah berada di meja kerjanya saat beberapa orang mulai masuk kedalam ruangan interpol itu.tak lama orang yang ditunggu pun datang juga.iya dari tadi afi menunggu hendrawan untuk mengembalikan kunci rusun milik pria itu.
"Selamat pagi pak.!"
Sapa afi ceria.hendrawan merasa senang melihat afi begitu hangat dalam hati hendrawan afi pasti sudah beristirahat dengan tenang di rumahnya malam tadi walau dia harus rela tidur di luar rumah demi wanita itu.
"Pagi afi..!apa kamu tidur nyenyak semalam?!"
hendrawan mengulas senyum tipis tapi senyum itu menghilang saat itu juga.
"Pak hendrawan,trimakasih atas tawarannya,tapi malam tadi saya tidak jadi ke rumah bapak"
Jawaban afi sontak membuat hendrawan merasa sangat kesal di buat.
"benarkah.?!"
langsung aja pria itu mengambil dengan sangat kasar kunci rusunnya yang di ulurkan di tanganya.hati hendrawan panas sekali terbakar cemburu dia menebak kalau pria itu telah bersama afi semalaman.afi juga kaget saat melihat hendrawan yang di anggapnya bersikap terlalu kasar.
--------**-------
Tunggu cerita selanjutnya *He Is Spy 14* Terimakasih☺
__ADS_1