HE IS SPY

HE IS SPY
HE IS SPY 8


__ADS_3

CATATAN PENTING !!! : SEMUA CERITA INI HANYA FIKTIF BELAKA .SEMUA MURNI HASIL IMAJINASI PENULIS JIKA ADA KESAMA NAMA DAN TEMPAT ITU HANYA KEBETULAN SEMATA.SELAMAT MEMBACA KASIH KOMENT AND VOTE.TRIMAKASIH☺


TTD :AUTOR FITRI KRISTIANI.


Malam itu Arda sedang duduk di sofa putih sambil memegang gelas berisi wine.pria tampan itu terkadang tersenyum sendiri ingatannya melayang pada pertemuan pertama dengan Afi.saat mobil kesayanganya berhenti di lampu merah dan sepeda motor afi tiba-tiba menabraknya dari belakang.Arda tersenyum sendiri saat mengingat betapa kesalnya dia di buat oleh wanita itu.ingat saat dia dan afi naik perahu motor sampai di tengah laut lalu kembali ke dermaga dan melihat wajah cupu itu.lalu saat arda mulai merasa ada yang aneh saat afi terluka dan dia sangat mencemaskan keadaannya.masih terasa saat arda begitu dekat dengan wanita ini.teryata gadis cupu itu cantik juga jika di pandang dari dekat ada sesuatu yang berbeda dari gadis cupu itu.arda tersenyum saat ingat pertama kali melihat wanita itu di dandani menjadi wanita yang berkelas.senyum terurai di bibir merah Arda.tapi sekejab senyum itu hilang saat dia ingat pertemuan terakhir dia meninggalkan afi di pinggir jalan.ah seharusnya dia mengantarnya sampai ke pos.hanya helaan nafas panjang yang bisa di lakukan arda saat ini sambil menenggak habis minuman beralkohol di dalam gelas bening itu.


Dering bunyi telpon membuyarkan ingatannya tentang afi.


"Halo...tuan putra..?! Iya..iya baiklah saya akan datang.!"


Setelah menerima telpon arda pun segera berganti baju dan meninggalkan apartemennya.


Di saat yang sama di tempat yang berbeda. Afi juga tidak bisa memejamkan mata sama sekali. pikirannya kacau setelah kejadian siang tadi di kantor pusat.tubuhnya berpaling kesana kemari bahkan sampai menutupi matanya dengan bantal tapi tak juga bisa tidur.akhirnya dia berdiri berniat menghirup udara segar dari jendela kamarnya.begitu afi membuka jendela afi bisa merasakan udara malam yang tertiup semilir dan terasa segar.afi memandang ke langit yang cerah bertabur bintang.tapi saat matanya melihat kearah jalan afi kaget saat mendapati hendrawan duduk di atas mogenya sambil memainkan jarinya mengetuk-ngetuk helm yang berada di dekat nya.afi terus memandang hendrawan dan bertanya-tanya dalam hati sejak kapan hendrawan berada di situ.tak lama hendrawan menaiki mogenya hendak pergi saat mau memakai helm tiba-tiba hendrawan menoleh ke arah jendela dan mendapati Afi menatapnya dari atas.hendrawan sudah menduga kalau afi tidak mungkin bisa tidur malam ini.


"Sudah malam..! Tidurlah..selamat malam..!!" Seru hendrawan sambil memakai helmnya.


"Iya..selamat malam..!" Jawab afi singkat.


Moge itu pun perlahan meninggalkan pos,walau sempat berhenti dan menoleh pada afi lagi sebentar di lihatnya afi menganggukan kepalanya.lalu hendrawan memacu  mogenya meninggalkan tempat itu.


Sementara itu di sebuah kafe mewah tampak tiga orang pria beda usia sedang tertawa lepas sambil menikmati minuman penghangat malam sekelas sababay wine.dia adalah Putra Bramantyo,Gunawan mandraguna Utama dan juga Banyu langit.


"Saya sangat senang karena bisa berjumpa dengan anda tuan Banyu Langit.saya harap malam ini bisa menjamu anda dan membuat anda puas..!"


Kata putra sambil tertawa dengan tawa khasnya yang penuh dengan misteri.


"Saya juga sangat senang bisa bertemu dan minum bersama seperti ini.karena nanti jika semua pekerjaan kita di mulai mungkin kita tidak bisa sesantai ini."


Banyu tersenyum simpul.sebenarnya Banyu kurang menyukai berkumpul dengan orang-orang munafik. yang hanya bisa bersikap manis karena suatu kepentingan.walau mereka saling tertawa bersama tapi udara kental persaingan bisnis sebenarnya sangat tercium begitu santer.sangat jelas Banyu melihat ke dua orang pengusaha di depannya ini sedang saling sindir dan saling menjatuhkan satu sama lain.


"Tuan Gunawan ! Saya dengar anda baru saja dapat masalah yang sampai melibatkan polisi.apa itu benar ?!"


Tanya Putra sambil tersenyum mengejek pada Gunawan yang sedang menikmati minuman Wine sambil melihat ke pada seorang wanita yang sedang menyanyikan sebuah lagu ceria sambil berlengak-lengok di pentas. memperlihatkan tubuh seksinya yang di balut dengan baju minim.Gunawan mengalihkan pandangannya dan menatap tajam pada putra.


"Hanya kesalah pahaman kecil dan sudah terselesaikan.anda tahu kan para pemburu berita itu hanya membesar-besarkan berita saja untuk mendapatkan uang..!"


jawab Gunawan dengan nada dingin tapi seulas senyum munafik tetap tersungging di bibirnya.


"Hm..apakah kesalah pahaman kecil itu sampai membuat hidung anda harus terluka..? Pasti anda sangat marah di buatnya...?!"


Putra masih terus mendesak ingin tahu apa yang terjadi pada Gunawan.sementara Banyu yang tidak mengerti apa maksud dari omongan dua orang di depannya ini hanya memandang sebagai penonton.


"Ini..oh..ini tidak separah kelihatannya.para medis itu terlalu merawatku berlebihan.terkadang kita sering menemui orang-orang kampungan yang bertindak melebihi batas.dan tidak tahu sopan santun !"


Gunawan merasa sangat kesal saat teringat kejadian yang di anggapnya sangat memalukan.terlebih Gunawan semakin merasa marah pada wanita yang telah membuat dirinya terluka.sehingga Putra punya kesempatan untuk mengejeknya.sampai-sampai Gunawan bersumpah jika bertemu dengan wanita itu dia akan memberinya pelajaran yang tidak akan dia lupakan seumur hidupnya.Gunawan lalu menegguk habis minuman di tangannya.


"Aku harap ini bukan masalah wanita Tuan Gunawan..?!"


Kata Putra yang sangat mengetahui kalau Gunawan selalu menyukai Wanita-wanita muda.padahal dia sudah mempunyai 3 orang istri.hampir saja Gunawan membalas ucapan Putra tapi tiba-tiba datang seorang wanita.


"Halo..Tuan-tuan selamat malam..apa kabar..?!"


Sapa wanita yang terlihat sangat glamor dengan dadanan menor.


"Oh..nyonya Qonita !! Kami sedang berkumpul dan menyambut teman baru kami Tuan Banyu Langit yang baru bergabung dengan kami..!"


Kata Putra sambil melihat pada wanita itu.


"Oya..itu artinya kalian pasti butuh teman wanita untuk menghangatkan suasana malam ini"


kata wanita itu sambil tersenyum manja pada Putra.


"Kamu paling tahu saja...aku akan menanyakan pada dua temanku ini apakah mereka mau di temani wanita malam ini..!" Putra memandang pada Banyu dan Gunawan.


"Tuan Banyu,saya harap malam ini anda menikmatinya dengan wanita cantik..anggap saja ini hadiah dari saya...?!"


Putra tersenyum pada Banyu.


"Tidak Tuan Putra,trimakasih kelihatannya malam ini saya ingin minum saja..!"


Banyu menolak halus hadiah wanita yang ingin di berikan padanya entahlah rasanya dia ingin benar-benar menikmati minum saja malam ini.


"Baiklah kalau begitu,datangkan satu wanita muda dan cantik yang terbaik darimu untuk kami nyonya..!"


Kata Putra sambil melihat pada Gunawan.karena putra sangat tahu gunawan pasti ingin bersenang-senang dengan wanita muda.


Tak lama Qonita datang bersama seorang gadis muda yang sangat cantik dan berpakaian seksi.gadis itu adalah Lilis teman Afi.karena uang dan gaya hidup yang tinggi membuat lilis terjerumus bahkan kini dia ingin mencari pria kaya yang bisa dia kencani untuk mendapatkan uang yang banyak dari mereka.demi ambisi dan tuntutan hidupnya.


"Halo..selamat malam..!"


sapa gadis cantik yang membuat semua mata memandang gadis cantik itu.


Putra tersenyum puas saat melihat Gunawan kelihatan terpesona pada gadis yang di sodorkan Qonita.sementara Bantu hanya memandang dengan tatapan biasa saja.mungkin karena sebagai mata-mata yang sering menemui gadis-gadis cantik dia menganggap suatu yang biasa.gadis yang datang itu menatap satu persatu pria di depannya dan saat matanya melihat Banyu.gadis itu tampak terpesona pada Banyu yang mempunyai ketampanan sempurna.suasana semakin menyenangkan malam itu mereka benar-benar bersenang-senang. minum dan juga beryanyi.derai tawa mewarnai candaan mereka hingga malam sudah larut dan mereka pun sudah mau pulang.tiga pria tersebut keluar dari kafe mewah itu bersama juga gadis yang kelihatannya sudah mabuk dan di papah oleh Qonita. Lalu tiga buah mobil mewah juga berjalan menuju tempat mereka berdiri.satu mobil berwarna putih sudah berhenti di depan tiga pria itu mobil Bmw mewah keluaran terbaru tahun itu adalah mobil Putra.


"Baiklah sampai bertemu lagi..Tuan Banyu Dan Tuan Gunawan semoga malam kalian menyenangkan..!"


Seru Putra sambil berjabat tangan dengan Banyu Dan Gunawan.lalu berjalan menuju mobilnya.tinggal Banyu dan Gunawan yang masih berada di tempat itu.Banyu melihat gadis yang sedang mabuk itu.sepertinya Gunawan sengaja membuatnya mabuk.sedari awal Gunawan sudah tertarik pada gadis itu.


"Baiklah kalau begitu sampai jumpa Tuan Banyu..!"


Kata Gunawan menjabat tangan Banyu.saat hendak berjalan ke mobilnya Gunawan menarik tangan gadis yang sedang mabuk itu.tapi si gadis tak ingin ikut dengan gunawan dia menolak tangan saat gunawan menarik tangan mulus itu.tapi gunawan menarik paksa tangan itu sampai gadis itu hampir jatuh.tiba-tiba Banyu memegang tangan Gunawan yang menyebabkan Gunawan terkejut dan memandang pada Banyu.


"Biar dia pulang dengan saya Tuan Gunawan..!"


Cegah Banyu sambil memegang tangan Gunawan yang menarik paksa gadis yang sedang mabuk tadi.karena Banyu bisa melihat kalau gadis itu tak ingin pergi bersama Gunawan.Banyu tersenyum pada Gunawan yang mulai melepaskan tangannya dari gadis itu.


"Oh..baiklah silahkan kalau Tuan Banyu menginginkanya..!"


Gunawan melepaskan genggaman tangannya dari gadis yang ingin sekali di bawanya itu.sebenarnya Gunawan sangat  tertarik pada gadis itu sejak pertama melihatnya.tapi karena Banyu juga menginginkan gadis itu maka dia melepaskanya untuk Banyu.walau dengan perasaan kesal tapi tetap saja dia tersenyum.Gunawan hanya bisa menatap Banyu yang membawa gadis cantik itu masuk kedalam mobil hitam mewah miliknya.Gunawan pun pulang dengan kecewa.


Di dalam mobil lilis hanya memandang kosong pada lampu-lampu jalanan.paling tidak malam ini dia pulang bersama pria tampan yang membuatnya tertarik pada pandangan pertama.masih terbayang dalam ingatannya pria maniak yang menidurinya saat di hotel mulia malam itu.


"Kemana kamu akan pergi nona..?!" Tanya jono pada lilis.

__ADS_1


"Terserah ke mana saja membawaku.."


jawab lilis karena lilis tidak perduli ke hotel mana pria tampan itu akan membawanya.Banyu hanya diam tidak berkata apa-apa.jono tahu keponakannya ini tidak tertarik pada gadis ini.Banyu hanya memberi isyarat pada pamannya itu dan jono tahu apa yang harus di lakukan.


"Maksudnya di mana nona tinggal..?!"


"Aku..tinggal di mana saja..!"


Jawab lilis sekenanya karena kepalanya sudah sangat pusing.


"Lalu kemana saya harus mengantar nona pulang..? ini sudah sangat malam.apa orang tua nona tidak khawatir kalau nona belum datang selarut ini.?!"


Tanya jono lagi sambil melihat lilis dari kaca.


Lilis sekarang baru menyadari kalau pria itu adalah pria yang baik.teryata dia hanya ingin membantu mengantarnya pulang.sudah ganteng tajir baik hati lagi.lilis sangat bahagia karena dia menyangka sikap lembut Banyu padanya karena banyu tertarik padanya.


"Antarkan saja aku ke pos taman mada..!" Seru lilis pada jono.


Banyu kaget saat lilis menyebut sebuah tempat yang sangat di kenalnya.


"pos taman mada"


gumam Banyu sambil menoleh pada pamannya.bukankah itu adalah pos dimana Afi tinggal lalu ngapain gadis ini minta di antar ke tempat itu.jono melajukan mobil itu ke arah yang di tunjukan lilis.tak lama mobil itu pun sampai juga di pos taman mada.begitu mobil berhenti jono memandang Arda alias Banyu.mereka berdua lalu melihat ke arah pos yang sudah kelihatan sepi karena hari sudah malam.sementara lilis yang setengah mabuk tertidur di jok belakang.


"Nona kita sudah sampai di pos taman mada ! Di sebelah mana  rumah anda..?!"


tanya jono sambil membangunkan lilis yang tertidur.


"Oh..sudah sampai ya..baiklah trimakasih..selamat malam.!!"


Kata lilis sambil keluar dari mobil dengan sempoyongan.Banyu yang sudah membukakan pintu mobil tersenyum lembut pada lilis dan membuat lilis terpana untuk beberapa saat demi melihat tatapan Banyu yang sangat mempesona itu.apalagi pria tampan itu begitu sopan memperlakukan wanita.tangan Banyu terulur untuk membantu lilis keluar dari mobil.


"Trimakasih, selamat malam..!" Kata lilis lembut.lilis pun mengucapkan trimakasih pada paman jono yang masih berada di dalam mobil.


"Trimakasih paman..selamat malam..!"


Seru lilis sambil membungkuk melihat paman jono.


"Iya Sama-sama..!" Jawab jono.


"Trimakasih..selamat malam..sampai ketemu lagi..!"


Lilis membungkuk kepada Banyu dan tersenyum manis.lilis berjalan sambil melambaikan tangan pada Banyu.karena sudah sangat mabuk membuat lilis seakan tidak kuat lagi untuk berjalan ke arah pos dan akhirnya dia terjatuh di teras pos.membuat Banyu harus berlari untuk membantunya berdiri.


"Kamu tidak apa-apa..?!"


Tanya Banyu sambil membantu lilis berdiri.


"Tidak..aku tidak apa-apa.maafkan kalau aku merepotkan kamu..!"


Kata lilis sambil tersipu malu pada Banyu.


"Apakah kamu tinggal di pos ini..?!"


"Sebenarnya aku tidak tinggal di sini.temanku yang tinggal di sini aku tidak mungkin pulang dalam keadaan seperti ini."


Kata lilis sambil berjalan ke arah pintu pos.


"Afi....afi...!!!"


Lilis memanggil nama yang sudah beberapa Hari ini ada dalam ingatan Banyu.tak lama seorang wanita muncul dari lantai dua menuju ke pintu pos.iya wanita itu adalah Afi.Banyu merasa sangat senang saat melihat gadis cupu itu lagi.teryata niat baiknya membantu gadis mabuk ini pulang, justru berbuah manis dia bertemu dengan wanita yang bisa di katakan sebagai wanita yang dia rindukan.senyum mengembang di bibirnya dan tatapan mata berbinar ketika Afi membuka pintu.afi sangat terkejut melihat lilis pulang dalam keadaan mabuk dan di antar oleh Banyu.berbagai pertanyaan berkecamuk dalam hati Afi.


"Selamat malam..hai..!"


Sapa Banyu lembut sambil tersenyum pada Afi.


"Selamat malam..ada apa dengannya..?!"


Tanya afi karena bingung dengan keadaan lilis.


"Dia terlalu banyak minum dan mabuk jadi aku mengantarnya pulang...!"


Kata banyu sambil matanya tak lepas memandang Afi yang sedang sibuk memapah lilis duduk di kursi.


"Trimakasih sudah mengantar temanku pulang..!"


Kata Afi sambil menyalami Banyu dan memapah lilis untuk membawanya kekamar.tapi karena lilis sudah mabuk berat afi kerepotan membawa lilis.


"Biar aku bantu dimana kamarnya..?!"


Kata banyu sambil langsung mengendong tubuh lilis dan membawanya menaiki tangga menuju ke ruangan yang di pakai untuk afi tidur.afi langsung membuka sebuah kasur lipat yang di pakai untuk meletakan tubuh lilis yang sudah terkulai tak sadar lagi.afi menyelimuti tubuh lilis,afi juga buru-buru mengambil celana dalam dan bra yang di jemur di sudut ruangan itu karena merasa malu jika banyu melihat barang pribadinya itu.banyu hanya tersenyum melihat tingkah afi yang di anggapnya lucu itu.


"Apa dia temanmu"


tanya banyu karena di lihat afi masih terlihat malu karena Banyu sempat melihat barang pribadinya itu.


"Iya dia temanku..oya bagaimana dia bisa bersamamu..?!"


Tanya afi ingin tahu


"Tadi dia terlalu banyak minum jadi mabuk dan aku mengantarnya ke sini..!"


Banyu menjelaskan pada afi.banyu memandangi seluruh sudut ruangan itu dan dia melihat sebuah foto pernikahan.


"Dia suamimu..?!"


Entah kenapa ada rasa pedih di hati Banyu saat menanyakan hal itu pada afi.walau dia tahu kalau suami wanita itu sudah tiada.


"Iya.." jawab afi singkat.


Keduanya terdiam agak lama karena sama-sama tidak tahu harus bicara apa.


"Baiklah kalau begitu aku pulang dulu...!"

__ADS_1


Banyu akhirnya memutuskan untuk pamit.sambil mengenakan sepatu yang tadi dilepasnya saat menidurkan lilis di atas kasur.


"Baiklah..tapi Apakah kamu tidak ingin minum teh atau kopi dulu..?!"


Afi menawarkan minum untuk ucapan trimakasih pada Banyu karena sudah mengantar temannya.


"Tidak.lain kali saja..aku harus pergi sekarang.selamat malam...!"


Banyu berkata sambil tersenyum dan berjalan keluar dari kamar itu di ikuti afi dari belakang mengantarnya sampai keluar pos.


"Baiklah selamat malam..!"


Kata Banyu seraya menatap mata afi dengan lembut.membuat wanita itu seakan berat melepas kepergian pria itu.


"Selamat malam..trimakasih..!"


Afi mengangguk pada Banyu.dan banyu mulai melangkah meninggalkan teras pos.tapi baru beberapa langkah menuruni tangga teras afi memanggil, banyu pun membalikan badannya.


"Garuda.."


panggilan itu sontak menghentikan langkah Arda yang berbalik memandang afi dalam-dalam.


" jika kamu membutuhkan bantuan. kelinci siap membantu kapanpun..!"


Kata-kata afi membuat Arda tersenyum pada wanita itu.lalu pria itu berjalan kembali menuju mobil,Arda melambaikan tangan sebelum dia masuk ke mobil dan melaju pergi meninggalkan afi yang masih berdiri memandang mobil itu menghilang dari pandangan.lalu afi pun kembali masuk ke dalam pos.afi membuka jaket dan mengambil bantal lalu berbaring di samping lilis yang sudah tertidur pulas.afi memandangi wajah lilis sebenarnya ada banyak pertanyaan dalam kepala afi untuk temannya itu.tapi afi hanya bisa menarik nafas melihat lilis lalu matanya pun terpejam.


Arda dan pamannya sudah sampai di apartemen begitu pintu lift terbuka jono membuka suara karena sebenarnya sudah dari tadi pertanyaan di dalam kepalanya itu hendak di tanyakan pada arda.


"Bagaimana keadaannya..?!" Tanya jono.


"Dia mabuk berat..!" Jawab Arda singkat.


"Maksudku bukan gadis yang mabuk tadi..! Bagaimana kabar kelinci...?!"


Tanya jono sambil membalikan badan menatap mata arda.


"Kelinci..? Oh dia baik-baik saja paman..!" Kata arda menatap jengah pada pamannya yang seperti sedang menginterogasinya.


Pagi itu lilis terbangun dan melihat afi sedang menyiapkan sarapan.


"Kamu sudah bangun..? Kamu mandi dulu habis itu kita sarapan.aku masak mie instan untuk sarapan kita.aku akan ganti baju dulu ya..!"


Afi membuka baju dan menganti dengan seragam kamranya.sementara lilis mandi, setelah semua siap mereka pun sarapan bersama.


"Wah apa setiap hari kamu harus bangun sepagi ini afi..?!"


Tanya lilis saat melihat afi sudah rapi dengan seragam kerjanya.


"Aku memang setiap pagi selalu mengerjakan tugasku di pos ini.karena kalau sudah selesai aku harus ke kantor pusat pagi-pagi sekali.ada banyak pekerjaan yang harus aku lakukan di sana."


kata afi menjelaskan tentang pekerjaannya pada lilis yang tersenyum mendengar penjelasan afi.


"Afi,dia sangat tampan ya.aku merindukannya !!"


seru lilis sambil memandang foto Hans yang terpajang di dinding itu.


"Iya..aku juga sangat merindukanya..."


jawab afi sambil menghentikan suapan makannya memandang foto suaminya itu.


"Oya apa kamu sekarang tidak punya teman pria..?!"


Tanya lilis mengalihkan pembicaraan karena tak mau afi bersedih lagi dan merusak acara sarapan ini.


"Maksudmu teman seperti apa..?!"


Tanya afi belum mengerti tentang maksud pertanyaan lilis.


"Maksudku apa kamu sekarang punya teman dekat pria...pacar atau seseorang yang membuatmu bisa melupakan kesedihan hatimu.jangan terlalu lama larut dalam kesedihan. kamu masih sangat muda kita harus menikmati hidup ini.aku rasa hans juga pasti akan sedih kalau melihatmu tak bahagia..!"


Seru lilis pada afi yang masih terdiam.mungkin benar juga kata lilis pasti hans akan sedih kalau melihatku bersedih atas kepergiannya.


"Aku..aku kenal dengan seorang pria yang akhir-akhir ini dekat denganku tapi kami hanya berteman..!"


Afi teringat pada hendrawan hanya dia satu-satunya pria yang sekarang jadi teman baiknya.


"Kamu sendiri apa kamu sudah punya pacar..?!"


Afi bertanya balik pada lilis.karena selama ini lilis tidak pernah bercerita pada afi apa dia punya pacar atau tidak.


"Aku dan dia baru saling mengenal..aku tidak tahu mungkin nanti kalau aku bertemu dengannya lagi aku dan dia bisa saja pacaran..dia pria tampan dan sangat baik..!"


kata lilis sambil tersipu malu saat bercerita pada afi.acara sarapan pun selesai. lilis pamit pergi ke agency dan afi meneruskan kegiatannya membersihi ruang pos.


Saat afi sedang mengepel lantai, fauzi sedang komplin masalah lilis yang malam tadi tidur di pos bersama afi.


"Afi,kenapa kamu membiarkan temanmu itu tidur di sini.kalau nanti ada patroli dari pusat dan ketahuan kalau ada orang lain yang tidur di sini selain kamu.kamu dan aku bisa kena masalah.kamu bisa saja tidak bisa lagi tinggal di sini lagi..!"


Kata fauzi mengingatkan afi sambil mengikuti afi yang sedang mengepel lantai.


"Bagaimana aku menolaknya untuk menginap di sini pak.tadi malam dia datang dalam keadaan mabuk jadi tidak mungkin saya membiarkan dia tidur di luar."


Jawab afi sambil terus melakukan pekerjaannya tanpa menoleh pada fauzi.


"Baiklah tapi cukup untuk malam tadi saja..jangan sampai  itu terulang lagi..! aku hanya kasian kalau kamu tidak boleh tinggal di sini lagi kamu akan tinggal dimana..?!".


kata fauzi cemas.


"Trimakasih paman atas perhatiannya.!"


Afi tersenyum dan berterimakasih pada fauzi yang begitu perhatian padanya.


---------**---------

__ADS_1


Tunggu cerita selanjutnya di * He is spy 9 * Trimakasih ☺


__ADS_2