
Di kantor interpol semua anggota satuan di bawah pimpinan Hendrawan.,sedang sangat tegang menunggu kedatangan pimpinan mereka yang di ketahui semua anggota kalau hendrawan mendapat undangan minum teh bersama dengan orang yang punya jabatan tinggi itu.
Nathalia nampak tegang di depan komputer di mejanya sesekali matanya melihat kearah pintu masuk berharap hendrawan segera muncul dari tempat itu.sementara itu afi tak kalah cemasnya bukan karena menunggu atasannya ini datang tapi wanita ini sedang mencemaskan keadaan banyu.
afi tidak bisa fokus kerja otak dan hatinya selalu teringat pada banyu.entah bagaimana keadaan pria yang di cintainya itu sekarang.sesekali afi tampak meremas tangannya karena gelisah.
saat orang yang mereka tunggu muncul dengan wajah yang terlihat kesal suasana tampak semakin tegang.afi segera memberi hormat pada hendrawan.
"Selamat sore pak!"
Sapa afi begitu pria itu muncul dari pintu masuk.
"Selamat Sore!"
Jawab hendrawan singkat sambil berjalan sangat cepat.sebenarnya afi ingin bertemu dengan hendrawan karena ada hal yang sangat penting yang ingin di tanyakan pada pria itu.tapi saat afi hendak menyusul hendrawan kedalam ruangan itu afi melihat nathalia sudah masuk lebih dulu mengikuti hendrawan dan membuat afi mengurungkan niatnya untuk bertemu atasannya itu.
di dalam ruangan hendrawan pria itu menatap sekilas pada nathalia yang mengikutinya kedalam ruangan tersebut seperti biasa hendrawan langsung duduk di kursinya dan memutar kursi itu membelakangi meja kerjanya sementara itu nathalia duduk di atas meja kerja hendrawan dengan santainya.
"Hai!bagaimana acara minum teh yang barusan kamu datangi?!apa benar yang aku dengar kalau kamu baru saja mendapat undangan dari orang yang punya jabatan tinggi di negara ini?! Kamu sangat istimewa hendrawan!selamat ya?! Aku dengar sangat sulit bagi penegak hukum yang punya jabatan sebagai kepala Resort untuk bertemu secara pribadi dengan orang itu,Tapi kamu hanya seorang kepala satuan mendapat undangan khusus minum teh bersama dengannya itu hebat sekali,ceritakan padaku apa saja yang kalian bicarakan?"
Nathalia sangat ceria memberi ucapan selamat pada hendrawan.tapi pria itu hanya diam tanpa reaksi.
"Kamu tidak ingin menceritakan tentang kabar bahagia itu padaku sebagai teman dekatmu?!ayolah ceritakan padaku apa saja yang di katakan orang itu padamu!"
Nathalia merayu hendrawan untuk mengatakan apa yang terjadi saat pertemuan pria itu dengan orang yang baru saja di temuinya.
"Baiklah kalau kamu tidak mau bercerita padaku tentang pertemuanmu dengan orang itu dan siapa orang yang dikatakan sebagai salah satu orang yang punya pengaruh dan jabatan di negri ini!tapi aku punya kabar tentang afi dan Banyu langit!"
Kata-kata nathalia yang menyebut nama afi dan banyu langit membuat hendrawan beraksi.
"Kabar Apa?!"
Tanya hendrawan dengan cepat.
"Afi jatuh cinta pada Banyu langit!"
Bisik nathalia tepat di telinga hendrawan yang sedang menyandarkan kepalanya dengan lelah di kursi itu.apalagi saat mendengar nathalia mengatakan kalau afi jatuh cinta pada banyu langit rasanya hendrawan sudah lelah selalu mendengar nathalia selalu bicara buruk tentang afi.
meski tak jarang setiap nathalia berkata afi dan banyu saling menyukai ,hati hendrawan terasa sakit.hendrawan hanya tersenyun garing pada nathalia dan hanya menoleh sebentar pada wanita itu.
"Coba kamu pikir,janda itu sudah berapa lama tinggal bersama di apartemen pria itu dan dia sama sekali tak memberikan informasi apapun pada kita!dan setiap kali kita tanya kemana dan apa saja yang dikerjakan banyu jawaban janda itu selalu dia bekerja,di kantor atau sedang bersama relasinya.padahal kita sering mendapati banyu keluar negeri dan melakukan pertemuan yang tidak di ketahui afi!atau lebih tepatnya afi tidak memberi tahukan pada kita dan melindungi kekasihnya itu!janda itu tidak mungkin tidak jatuh hati pada pria seperti banyu.pria tampan dan banyak di gilai para wanita-wanita cantik!"
Nathalia sangat bersemangat menceritakan semua unek-unek dalam hatinya dan mempengaruhi hendrawan untuk turun tangan langsung menyelidiki banyu.
"Apa kamu tidak curiga pada janda itu atau jangan-jangan pria itu justru menyuruh afi menjadi mata-mata di sini?!coba kamu pikir tidak sekalipun wanita itu memberitahu kita dimana tepatnya pria itu tinggal dan kamu sebagai atasanya juga tidak sekalipun ketempat banyu yang notabenenya adalah target kita!jika kamu mencari orang yang pantas di curigai sebagai penghianat dalam tim kita.janda itu patut kamu curigai!"
Nathalia menepuk bahu hendrawan yang masih tetap diam tanpa bicara apapun.nathalia hanya ingin memastikan apakah pria yang dia tembak malam itu adalah banyu.jika benar pria itu adalah banyu sekarang pasti pria itu sedang sekarat dan untuk mengetahuinya hanya hendrawan yang bisa di percaya untuk tahu.jika terbukti banyu yang terluka maka tidak ada alasan bagi hendrawan untuk memaafkan janda itu.seperti pepatah sekali dayung satu dua pulau terlampaui.
Sambil tersenyum penuh kemenangan .wanita itupun kemudian berjalan keluar dari ruangan itu meninggalkan pria itu sendirian.
setelah nathalia keluar dari ruanganya hendrawan melihat afi dari dalam ruangannya melalui jendela kaca.tampak afi sedang berada di meja kerjanya dan entah dia sedang sibuk menelpon siapa.setelah lama melihat afi dari ruangannya hendrawan memutuskan untuk memanggil afi kedalam ruangannya pria itu mengangkat tilponnya.
"Afi datang keruangan saya sekarang!"
Perintah hendrawan pada afi melalui telpon tersebut.afi menengok ke arah ruangan hendrawan dari mejanya sambil masih memegang gagang telpon tampak hendrawan sedang memegang gagang telpon.afi pun segera menutup telpon itu dan bergegas menuju kearah ruangan hendrawan.
Nathalia tersenyum sinis saat afi melewati meja kerjanya berjalan menuju ruangan hendrawan.wanita ini berharap hendrawan membenci wanita janda itu.
"Tok..tok..!"
Afi mengetuk pintu hendrawan walau pintu itu terbuka.
"Masuklah!"
Hendrawan menyuruh afi untuk masuk dan segera berdiri dari kursinya berjalan kearah afi yang sudah duduk di kursi tamu itu sambil membawa sebuah berkas di tangannya.
"Bagaimana kabarmu afi?!"
Tanya hendrawan dengan suara lembut.
"Kabar saya baik pak!"
Jawab afi singkat.
"Bagaimana kabar banyu langit apa yang dikerjakan dia pada saat ini?"
Tanya hendrawan mencoba mencari tahu kebenaran kata-kata nathalia tentang afi barusan.
"Kabar banyu?!"
Afi sedikit gugup dia teringat kalau setiap pembicaraanya dengan atasannya ini di rekam oleh banyu.tapi dimana banyu menaruh alat itu afi melihat kesekeliling ruangan itu membuat hendrawan merasa aneh dengan sikap afi seperti itu.
"Yang aku tahu sementara ini banyu hanya kekantor dan pulang ke rumah.tidak ada yang mencurigakan sih!aku lihat sepertinya pria itu tidak tahu menahu soal pengeboman itu.!"
Kata afi memberikan penjelasan pada hendrawan.
"Benarkah!"
Nada bicara hendrawan terdengar seperti seseorang yang tidak percaya pada apa yang di ucapkan afi.
"Iya benar. karena selama aku tinggal di sana juga tidak pernah ada yang datang dan aku juga tidak menemukan data apapun di rumah itu!"
Tutur afi lagi ,mata bening itu menatap Hendrawan seolah mengharap kepercayaan dari atasannya itu.
"Apa kamu sudah sangat yakin kalau banyu tidak terlibat dalam kasus ini? Atau karena kamu jatuh cinta pada pria itu?!"
Hendrawan menegaskan keingintahuannya pada wanita yang duduk di depannya ini.tampak jelas ada nada cemburu yang sangat pada nada bicaranya.
"Aku sedang menjalankan apa yang menjadi tugasku.semua sesuai dengan apa yang aku laporkan.aku justru merasa kalau mungkin saja kita sudah salah menuduh orang.banyu hanyalah seorang pengusaha yang sedang berbisnis dengan orang-orang yang mungkin terlibat dalam kasus ini.aku justru mendapati banyak bukti yang mengarah pada Gunawan.!"
Afi mencoba membela banyu entah mengapa afi merasa kalau banyu adalah orang yang baik bukan karena afi menyukai pria tampan itu tapi ada sebuah perasaan yang kuat yang membuat afi percaya kalau banyu orang yang baik.saat mendengar kata-kata afi yang seolah membela banyu membuat hati hendrawan mendidih karena cemburu.
"Oh jadi menurutmu banyu adalah orang yang baik.apa kamu lupa apa yang aku katakan pria itu adalah seorang mata-mata dan saat aku mencari tahu tentang siapa dia.pria yang kamu sebut baik itu tidak terdaftar dalam inteligen kepolisian itu artinya dia adalah agen bayaran yang kemungkinan besar adalah agen mata-mata asing karena pria yang saat ini sedang kamu bela itu sering pergi ke luar negeri.!walau kamu jatuh cinta pada pria ******** itu bersikaplah profesional.!lalu karena kamu tidak menyukai Gunawan karena sikapnya yang pernah kasar padamu kamu mencurigainya dan menganggap kalau gunawan adalah orang yang jahat?!"
Hendrawan terlihat sangat kesal saat mengatakan hal ini pada afi.afi yang tidak menduga akan mendapat kata-kata seperti itu dari hendrawan merasa tersingung.
"Apa maksud dari ucapan anda pak hendrawan?!apa saat ini anda sedang menuduhku kalau aku telah salah sangka dan asal tuduh?! Aku sangat menyadari posisiku saat ini pak Hendrawan!"
Afi mulai terlihat kesal pada atasannya ini setiap kali afi mengatakan tentang apa yang menjadi penyelidikanya selalu saja hendrawan menuduh yang bukan-bukan.
"Afi,banyu adalah target kita tugasmu adalah mencari tahu informasi sebanyak-banyaknya tentang pria itu.bukan menganalisa dengan hati dan mata kamu dia baik atau tidak.kita punya bukti dan bukti itu menunjukan kalau pria yang kamu bilang baik!itu di sinyalir ada hubungannya dengan kasus yang kita tangani.!"
Hendrawan menatap afi dengan pandangan yang menyiratkan kekecewakan.
"Baiklah kalau memang itu yang anda inginkan aku akan mencari tahu sebanyak-banyaknya informasi tentang banyu.!apa aku boleh pergi?!"
Kata afi dengan suara yang tercekat wajah gadis ini terlihat kesal.hendrawan menghentakan berkas di tangannya dan membacanya.
"Baiklah aku tunggu informasi selanjutnya tentang banyu langit nona afi!"
Seru hendrawan dengan suara tegas tanpa melihat pada afi yang sudah berdiri dari tempat duduknya.dada afi terasa sesak saat Pria yang menjadi atasannya ini menyebut namanya dengan sebutan Nona itu berarti Hendrawan sedang marah padanya.
"Selamat sore!"
Seru afi sambil menatap kesal pada hendrawan dan keluar dari ruangan pria itu sambil membanting pintu lirih.
begitu afi keluar dari ruangannya hendrawan membanting berkas itu ke meja di depannya dengan sangat jengkel.pria tampan itu mengurut dahinya dan menatap afi yang menjauh dari ruangannya melalui jendela kaca yang ada diruangan tersebut.sepertinya dia harus bertindak,dadanya bergemuruh setiap kali teringat jika afi tinggal bersama banyu.tangannya mengepal kuat sampai-sampai kuku-kukunya memutih karena kesal.
Begitu keluar dari ruangan hendrawan dengan perasaan kesal afi langsung keruang loker untuk berganti baju dan bersiap pulang.di dalam loker afi bertemu dengan Tatik yang juga sedang bersiap untuk pulang.seperti biasa wanita satu itu selalu memakai makeup dan tampil cantik dengan polesan yang agak tebal.tatik memang senang bersolek berbeda dengan afi yang selalu tampil apa adanya.
"Afi,malam minggu seperti ini biasanya kamu dan banyu pergi kencan kemana?!"
Tanya tatik tiba-tiba sambil terus memakai bedak di depan cermin besar yang ada di dalam loker itu.wanita itu tampak melihat afi dari cermin.
"Saya?oh ini malam minggu ya?ah kami hanya di rumah saja!"
Jawab afi sekenanya karena pikirannya sedang memikirkan bagaimana keadaan banyu setelah kejadian malam tadi.bagaimana dengan luka yang dialami pria itu dan seharian afi dibuat cemas dan tidak bisa konsentrasi pada pekerjaannya karena memikirkan kondisi banyu.
"Ah kamu gimana sih.kalian kan pasangan muda ini malam minggu?pergi nonton atau jalan-jalan kemana kek!pergi diner misalnya?apa banyu itu pria yang tidak romantis?!tapi pria tampan itu kelihatannya sangat perhatian sama kamu.waktu mengantar kamu beberapa hari yang lalu aku lihat dia membukakan pintu mobil dan mencium keningmu!ah itu manis sekali!"
Tatik jadi tersenyum genit saat mengatakan tentang banyu,wanita menor itu menggoda afi membuat afi tersipu malu.
"Ah bu tatik bisa saja!"
Afi melotot pada tatik karena tatik berusaha terus memggoda dan meledeknya.
"Afi,kamu harus sedikit agresif padanya.kalau tidak banyu bisa digoda wanita lainnya.pria itu kan begitu tampan dan kulihat banyak wanita yang mencoba menggodanya.kamu tahu kan wanita jaman sekarang.seperti bu nathalia dia selalu saja menggoda pak hendrawan!aku sangat tidak suka pada wanita itu.sudah tahu kalau pak hendrawan tidak pernah suka padanya tapi tetap saja dia keganjenan padanya.aku yakin suatu hari nanti pak hendrawan pasti bisa aku miliki!"
Tatik memanyunkan bibirnya saat menyebut nama nathalia.tatik memang sangat membenci wanita yang selalu mengejar hendrawan itu.afi hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan tatik yang tiba-tiba kesal pada nathalia.
__ADS_1
afi sudah memakai jaket dan mengambil tasnya.tatik yang sudah selesai bersolek pun juga bersiap keluar dari ruangan itu.
"Baiklah malam minggu ini aku doakan malammu menyenangkan bersama si tampan itu afi!malam ini aku juga berharap menjadi malam yang indah untukku malam ini aku akan kumpul dengan teman-teman lamaku!"
Tatik berjalan keluar sambil mengerlingkan matanya pada afi yang membalasnya dengan senyum tipis di bibirnya dan mengikuti tatik berjalan keluar dari ruangan itu.
sementara itu hendrawan memutuskan untuk mengantar afi ke apartemen banyu dan ingin tahu di mana pria yang menjadi saingannya dalam mendapatkan wanita pujaannya itu tinggal.pria gagah itu menunggu di lorong dekat loker sambil bersandar di dinding. banyak polisi berlalu lalang untuk pulang merekapun memberi salam hormat saat berpapasan dengan hendrawan.
walau dalam hati mereka merasa aneh melihat atasan mereka berada di tempat itu tapi toh tak ada yang berani mempertanyakan pada pria gagah itu kenapa dia berada di tempat itu.
saat tatik membuka pintu dan berjalan keluar dari tempat itu hatinya sangat senang sekali begitu melihat ada hendrawan yang sedang berdiri di tempat itu dia pikir pria yang membuatnya tergila-gila itu sedang menunggunya dengan pd nya tatik menyapa atasannya ini.
"Pak hendrawan sedang menunggu kami?!"
Tanya tatik dengan sinar mata berbinar penuh kegembiraan.
Hendrawan menoleh kepada tatik dan afi.afi yang melihat hendrawan berpikir kalau pria itu sedang mencari tatik.
"Iya aku menunggu kalian!ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan afi!"
Mendengar hendrawan bicara seperti itu tatik merasa sangat malu .karena teryata hendrawan mencari afi ,bukan dirinya. tidak mau terlihat rendah dimata afi tatikpun tersenyum.
"Oh baiklah kalau begitu.kelihatnya malam minggumu agak terganggu afi.komandan sepertinya ada tugas untukmu.sabar ya oke.!saya pulang dulu selamat malam daa..daa!"
Tatik pun segera pergi dari tempat itu dengan wajah malu.
"Apa yang ingin anda bicarakan denganku?"
Tanya afi setelah tatik pergi meninggalkan mereka.
"Apa kamu mau pulang ?!"
Tanya hendrawan dengan suara datar.
"Iya tentu saja aku mau pulang!"
Afi merasa aneh dengan pertanyaan hendrawan.
"Apa banyu ada di rumah sekarang?!"
Pertanyaan hendrawan agak membuat afi kaget kenapa tiba-tiba atasanya itu menanyakan tentang banyu.
"Banyu?oh biasanya jam segini dia bisa ada dirumah atau bisa juga masih di kantor?"
Kata afi dengan sedikit gugup ada perasaan tidak enak menyelimuti hatinya.
"jadi segitu rajinnya seorang banyu langit, sampai-sampai hari sabtu begini dia masuk kantor!aku ingin bertemu dengannya!"
Dengan nada sangat sinis hendrawan berbicara pada afi dan dengan cepat pria itu berjalan kearah mobilnya yang terparkir di depan kantor polres itu.afi berlari mengejar hendrawan yang berjalan dengan sangat cepat itu.wanita ini bingung harus bagaimana dia tidak mungkin mencegah hendrawan bertemu dengan banyu tapi tidak mungkin juga afi membawa hendrawan menemui banyu karena kondisi banyu yang saat ini entah bagimana keadaannya.
"Tapi pak,maksudnya pak hendrawan mau bertemu dengan banyu?tapi banyu mungkin masih di kantor?tunggu pak!"
Afi berusaha mencegah hendrawan untuk tidak menemui banyu.tapi pria yang tampak terbakar api cemburu itu tidak memperdulikan ucapan afi.pria ini hanya ingin membuktikan kalau ucapan nathalia tentang afi dan banyu yang menjalin cinta tidaklah benar.hendrawan melajukan mobilnya dengan sangat kencang dan tidak memunggu lama mereka sudah sampai di apartemen banyu.dalam perjalanan afi takut dan gugup sekali dia tidak tahu lagi harus berbuat apa.
"Pak,banyu bisa curiga kalau anda dan saya datang menemuinya tanpa memberi tahu dia.dan lagi belum tentu banyu ada di rumah.bagaimana kalau saya pastikan dulu dia ada dirumah baru saya akan mengabari anda!bukankah anda sendiri yang bilang kalau banyu tidak boleh mencurigai kita kalau kita sedang menyelidikinya!"
Afi berusaha membujuk hendrawan untuk tidak menemui banyu.tapi tampaknya hendrawan tidak mau mendengar kata-kata afi lagi.apalagi nathalia baru saja memberinya informasi kalau banyu di curigai berada dalam keributan di pulau seribu itu artinya pasti pria itu tidak ada di apartemennya.hendrawan harus benar-benar memastikan itu semua.
"Aku datang untuk mengantar anakbuahku aku hanya ingin memastikan kamu sampai di apartemen dengan selamat.aku rasa banyu seharusnya senang karena aku mengantar kekasihnya dengan selamat sampai di rumah.!"
Hendrawan menghentikan mobilnya dengan sedikit kasar.membuat afi terhentak kaget.
"Baiklah.tapi cukup di sini saja saya bisa naik sendiri kok.trimakasih sudah mengantar saya.selamat malam!"
Afi mencoba bertingkah culun dengan cepat-cepat turun dari mobil hendrawan.tapi pria ini langsung dengan cepat keluar dari mobilnya dan mendekati afi.
"Aku akan mengantarmu sampai kekamar.lagi pula aku juga ingin bertemu dengan banyu.!"
Hendrawan segera memegang tangan afi dan menariknya untuk masuk kedalam lift.
"Pak!tunggu!tapi ini!"
Afi sangat bingung dengan keadaan seperti ini dia tidak tahu harus bagaimana lagi.habislah semua.sia-sia belaka afi mencegah atasannya ini untuk naik ke apartemen banyu.wajah afi memucat membayangkan apa yang akan terjadi semoga saja rizal melihat kedatangan dia dan hendrawan sehingga rizal bisa menyembunyikan banyu di dalam ruang rahasia.berbagai cara di lakukan afi untuk mencegah hendrawan tapi semua sia-sia belaka semakin afi mencegahnya semakin hendrawan curiga dengan sikap afi yang terlihat sangat melindungi banyu.darahnya mendidih antara cemburu dan marah karena merasa afi tampak sangat melindungi banyu.dalam otak hendrawan ingin rasanya bertemu dengan pria bernama banyu itu dan menghajarnya habis-habisan.
"Abang!untuk apa abang bertemu bertemu dengan banyu?bukankah kalian tidak saling menyukai?!"
Afi mencoba mengatasi gugupnya dan mencoba cara halus agar hendrawan mengurungkan niatnya bertemu dengan banyu.
Seru hendrawan sambil menatap tajam pada afi yang merasa jengah mendapat pandangan hendrawan seperti itu.
"Tapi inikan malam minggu,apa abang tidak ada acara malam ini dengan seseorang yang spesial?"
Afi memberanikan diri bicara sedikit pribadi pada hendrawan.mata hendrawan terbelalak pria saat mendengar afi yang memanggil abang padanya andai saja setiap saat afi memanggilnya seperti itu rasanya hatinya pasti sangat bahagia.tapi hendrawan merasa kalau sikap afi yang berubah manis ini karena tidak ingin dirinya mengganggu banyu.hendrawan merasa kalau wanita di depannya ini menganggap kedatangan di tempat ini seolah menganggu malam minggunya bersama banyu.hendrawan semakin kesal di buat jadi afi dari tadi gelisah karena gadis ini tidak mau di ganggu malam minggunya ah sial banget hendrawan menggerutu dalam hati.
"Kamu tenang saja aku tidak akan mengganggu malam minggu kalian.begitu aku sudah mengantarmu dan bertemu dengan banyu aku pasti langsung pulang!"
Hendrawan berjalan kesana kemari mencari pintu lift yang terbuka dan tak memperdulikan afi terus mengejar di belakangnya dengan terus berbicara padanya.
Sementara itu banyu yang sudah mulai tersadar dari pingsannya membuka matanya dan mengerang kesakitan.rizal yang setia berada di sampingnya menunggui dan merawatnya sampai tertidur sambil duduk di kursi piano di dekat ranjang banyu.saat terdengar sebuah erangan rizal terbangun dan langsung mendekati banyu yang sudah sadar.
"Apa yang terjadi padaku paman?bagaimana bisa aku berada di sini?!"
Banyu mencoba mengingat apa yang terjadi.iya banyu ingat saat terjadi baku tembak dengan jonlee dan anak buahnya di pulau seribu entah datang darimana para polisi itu yang tiba-tiba sudah ada di tempat itu dan melakukan tembakan padanya dan juga brandon.banyu berhasil mendapatkan kalung yang berada di leher jonlee setelah melemparkan asap yang mengandung obat bius itu saat sudah berhasil mendapat kalung yang berisi kode untuk membuka cip itu pria ini segera pergi dari tempat itu tapi sial saat hendak pergi sebuah tembakan mengenai perutnya dan membuatnya banyak kehilangan darah dengan sisa tenaga yang ada banyu berlari kearah perahu motornya dan melajukannya dengan sangat kencang sambil menekan luka di perutnya dengan sapu tangannya untuk menghentikan darah yang terus keluar itu. Dia juga ingat saat terakhir bersama afi wanita itu berada dalam ruang rahasia miliknya.
"Saat aku datang afi sedang mengobati lukamu di dalam ruang rahasia itu.apa yang terjadi sampai kamu terluka seperti ini?!"
Rizal yang belum mengerti akan kejadian yang sebenarnya bertanya balik pada banyu.
"Aku berhasil mendapatkan sandi itu paman,tapi polisi sialan itu berhasil menembakku!aku juga tidak tahu bagaimana caranya mereka bisa tahu kalau ada pertemuan di pulau itu?!"
Belum selesai banyu menceritakan kejadian yang terjadi.terdengar suara lift yang menandakan ada orang di dalam lift yang sedang menuju keruangan itu.afi memang sengaja menekan bel yang berada dalam lift untuk memberi tanda pada rizal kalau dirinya datang bersama hendrawan.afi berharap kalau rizal mendengar bel tersebut dan melihat mereka.benar saja dengan gerakan salto rizal mendekati ke layar monitor yang ada di samping lift dan alangkah terkejutnya rizal melihat afi dan hendrawan berada dalam lift dan sedang menuju keruangan itu.tampak afi sedang berusaha memperlambat lift tersebut dengan menekan beberapa lantai yang salah.sehingga rizal punya waktu melakukan sesuatu.
"Apa?!"aduh kenapa gadis bodoh itu membawa pria itu kesini!apa maksudnya coba?!"
Rizal terlihat sangat marah sekali pada afi sekilas dia bingung harus bagaimana.banyu yang mendengar rizal sedang marah-marah berusaha untuk bangun dari tempat tidurnya walaupun kondisinya sangat lemah.
"Ada apa paman?!"
Tanya banyu ingin tahu apa yang membuat rizal marah seperti itu.
"Kamu tahu!gadis cupu itu membawa atasannya itu ketempat ini.padahal kan dia tahu keadaanmu sedang seperti ini!apa maksudnya coba?!dasar wanita tak tahu diri!"
Rizal sangat geram sekali pada afi dan merasa afi sengaja mengajak hendrawan untuk datang ketempat ini.
Banyu yang mendengar ucapan rizal segera bangun dari tempat tidurnya dengan sisa tenaga yang ada banyu tak menghiraukan rasa sakit di perutnya.rizal yang melihat banyu bangun dari tempat tidurnya merasa sangat cemas karena luka banyu tidak boleh tergerak sedikit pun.
"Bantu aku paman!ah..auh...!"
Banyu menjerit lirih menahan sakit yang luar biasa.tapi saat tahu kalau afi datang dengan pria yang sangat di bencinya itu rasa sakit itu terkalahkan oleh rasa marah dalam hatinya melihat wanita yang di sukainya bersama pria itu.
"Apa yang kamu lakukan,kamu tidak boleh bergerak lukamu bisa berdarah lagi!aku akan mengusir mereka dari sini!"
Seru rizal sambil berlari kearah banyu.
"Tidak paman.aku ingin tahu apa yang mereka inginkan.bantu aku ke sofa itu.bersikaplah seolah tidak terjadi apa-apa!"
Banyu berjalan dengan terseok-seok menuju ke sofa di ruang tamu itu sambil di papah oleh rizal.
"Apa kamu yakin?kamu sangat lemah banyu?!"
Banyu hanya mengangguk.dengan memenggang perutnya.banyu duduk sambil membaca buku menunggu afi dan hendrawan.
Begitu pintu lift terbuka hendrawan dan afi terkejut karena rizal sudah berdiri di depan lift menyambut kedatangan mereka.
"Selamat malam nona afi anda pulang?!oh anda bersama tuan hendrawan!selamat datang!silahkan!"
Rizal tersenyum menyambut hendrawan begitu pria itu masuk kedalam ruangan rizal menatap tajam pada afi seolah ingin menghabisi wanita tersebut.
"Apa tuan banyu ada?!"
Tanya hendrawan pada rizal mata hendrawan mencari keberadaan banyu di dalam ruangan itu.
"Tuan banyu ada di ruang santai.silahkan!"
Jawaban rizal membuat afi kaget bagaimana mungkin banyu bisa berada di ruang santai.gadis itu melihat kesana-kemari mencari keberadaan banyu.hendrawan berjalan mengikuti rizal menuju ketempat dimana banyu berada.begitu sampai di ruang tamu tampak banyu sedang duduk di sofa tamu sambil membaca sebua buku sontak mata afi melotot melihat pria itu tampak terlihat sehat dengan senyum terukir di bibir pria itu.walau raut wajah banyu terlihat sedikit pucat tapi pria itu tampak sangat bahagia.
"Hai kamu sudah pulang sayang?!"
Banyu menyapa afi yang masih terlihat tak percaya melihat pria itu sekarang seperti orang yang baik-baik saja tidak seperti orang yang sakit atau terluka.dengan wajah penuh kecemasan afi berlari mendekati banyu dan berbisik pada pria itu.
__ADS_1
"Apa kamu baik-baik saja?"
Bisik afi pada banyu.pria itu tersenyum pada afi melihatnya begitu mencemaskan dirinya.tangan banyu memegang tangan afi sambil mengedipkan matanya pada wanita itu dan tersenyum penuh cinta bahkan banyu sengaja menarik tangan afi untuk membawanya duduk di sampingnya sambil terus menggenggam tangan afi erat-erat.hendrawan yang melihat posisi dan sikap afi yang begitu dekat dengan banyu mengepalkan tangannya menahan cemburu dalam dadanya.
"Selamat malam!maaf aku mengganggu malam kalian!aku mengantar afi dan hanya ingin memastikan dia sampai dirumah dengan selamat!"
Seru hendrawan sambil terus duduk di depan banyu dengan mata yang terus melihat pada banyu.
"Is oke..!trimakasih telah mengantar afi pulang!maafkan aku sayang,baru saja aku akan menjemputmu!"
Kata banyu sambil mengerling manja pada afi.banyu sengaja menggenggam erat tangan afi untuk menghilangkan rasa sakit dari lukanya dan saat hendrawan melihat tangan banyu yang memegang tangan afi dengan begitu mesra dan wanita itupun membiarkan nya hendrawan harus menahan rasa kecewa yang teramat sangat.nathalia benar afi telah jatuh cinta pada banyu. pria ini benar-benar membuat hendrawan hampir hilang kesabarannya.rasanya hendrawan ingin secepatnya pergi dari tempat itu.
"Tolong buatkan teh untuk tamu kita paman!"
Seru banyu pada rizal yang masih berdiri di samping hendrawan duduk.
"Baik tuan!"
Rizal segera pergi untuk membuatkan teh.
"Saya akan membantu paman membuat teh!"
Seru afi sambil melepaskan tangan banyu dan berlari menyusul rizal.
"Baiklah tuan hendrawan,apa yang membuatmu mau datang kerumahku?!"
Tanya banyu dengan senyum mengejeknya.
"Maksudmu?!"
Hendrawan menatap tajam pada banyu.
"Tutup poin saja! kita berdua tahu kamu tidak menyukaiku dan aku tidak menyukaimu!apa alasan kamu mau datang kerumahku ini?!"
Banyu masih tetap tersenyum walau sangat jelas ada kemarahan terpendam di dalam hatinya.
"Aku ingin tahu dengan orang seperti apa afi tinggal?apa kamu keberatan dengan itu?!"
Hendrawan masih menatap tajam dan berbicara tanpa senyum pada banyu.
"sekarang anda sudah bertemu denganku lalu apa yang ingin anda ketahui tentang aku?!"
Suasana mulai tegang sangat terasa kedua pria ini sama-sama sedang mencoba untuk menahan diri mereka untuk tidak baku hantam.
"Aku hanya ingin memastikan kalau afi tinggal dengan aman dan juga bahagia di tempat ini!karena keamanan dirinya adalah tanggung jawabku!"
Mendengar kata-kata hendrawan yang seolah punya hak penuh pada afi membuat banyu sangat muak pada pria ini.
"Afi dan aku adalah orang dewasa yang saling mencintai.itulah kenapa kami hidup bersama dan tinggal satu rumah jadi tidak ada alasan bagimu mencemaskannya.karena aku akan menjaga orang yang aku cintai!kecuali kamu menaruh hati pada kekasihku?! "
Banyu menatap sinis pada banyu yang juga memerah wajahnya menahan marah.
"Apa kamu yakin afi bersamamu karena dia benar-benar menyukaimu?!"
Hendrawan sangat emosi mendengar kata-kata banyu.
"Tentu saja afi mencintaiku dan aku juga mencintainya.!"
Dengan sangat yakin banyu menegaskan ucapannya.
"Jangan terlalu yakin tuan banyu!"
Seru hendrawan sinis.
Perang kata-kata yang terdengar lembut itu hampir saja tidak terkendali lagi andai saja rizal dan afi tak segera muncul membawa dua cangkir teh panah.saat afi hendak memberikan teh pada hendrawan rizal dengan cepat menyodorkan cangkir teh pada hendrawan dan membuat afi memberikan cangkir teh di tangannya pada banyu.banyu menerima teh tersebut sambil terus melihat hendrawan yang juga masih melihat kearahnya.
"Trimakasih!"
Kata hendrawan sambil tersenyum pada afi saat menerima minuman itu.
"Sama-sama!"
Rizal yang menyahut terlebih dahulu membalas ucapan trimakasih dari pria itu.rizal sengaja membuat hendrawan agar tidak berlama-lama di tempat itu.hendrawan menatap rizal yang sedang melihatnya dengan tatapan yang aneh dan merasa kalau pria tua itu tidak menyukainya. banyu meraih tangan afi yang duduk agak menjauh darinya sehingga membuat wanita itu mendekat padanya.banyu mengurai senyum pada hendrawan afi pun tertawa kecil untuk mencairkan suasana tegang.wanita ini sangat bingung dengan situasi ini apalagi selama dia menemani rizal membuat teh tak hentinya rizal marah pada dirinya.afi melihat tangan banyu melepas genggaman tangannya dan tangan pria itu meraba perutnya yang menandakan kalau luka itu membuat pria ini menahan rasa sakit.afi merasa sangat tidak tega melihat pria yang di cintainya ini tersiksa.afi tahu banyu berusaha terlihat sehat di depan hendrawan walau taruhannya nyawa.lagi-lagi afi merasa sangat bersalah karena membawa hendrawan bertemu dengan banyu.wajah banyu mulai terlihat memucat dan nafasnya memburu afi tahu itu.ingin rasanya afi memeluk tubuh pria di depannya ini untuk menghilangkan rasa sakit yang di derita pria malang itu.afi menatap penuh iba pada banyu.hendrawan yang melihat afi menatap begitu mesra pada banyu
Membuat rasa cemburunya sudah sampai di ubun-ubun.
Banyu menatap mata afi dan tersenyum. untuk mengatasi rasa sakit yang dari tadi dia rasakan banyu meneguk teh yang masih sangat panas itu sambil terus memandangi wajah afi karena hanya dengan melihat wanita itu banyu bisa menahan rasa sakit itu.hendrawan yang melihat kedua pasangan itu tampak saling menatap mesra juga memutuskan untuk meminum teh yang ada di tangannya tapi pria itu sedikit kaget karena teryata teh itu masih sangat panas hendrawan tidak mau kalah melihat banyu dengan santai meminum teh panas itu diapun langsung meminum habis teh panas itu.membuat afi bertambah bingung dengan sikap kedua pria di depannya itu terlihat jelas banyu yang marah padanya dalam senyum begitupun hendrawan yang juga terlihat marah dalam senyum juga.ingin rasanya afi mengatakan pada banyu untuk menghentikan pria itu meminum teh panas itu karena dia tahu teh itu pasti sangat panas dan itu bisa menyakiti mulut banyu.rasanya afi ingin menagis melihat pria yang di cintainya itu berada dalam posisi yang sulit karena dirinya.hendrawan sudah tak sanggup lagi melihat afi yang menatap penuh cinta pada banyu.dengan cepat dia berdiri dari tempat duduknya dan memakai jaket yang di letakannya di kursi itu.
"Baiklah saya pergi dulu.trimakasih atas teh nya!selamat malam!afi..semoga malammu menyenangkan!"
Kata hendrawan berpamitan pada banyu dan afi.kata-kata terakhir hendrawan membuat afi tidak nyaman terlihat sekali kalau pria yang menjadi atasannya ini sedang marah besar padanya.dengan cepat afi mengejar hendrawan yang dengan cepat masuk kedalam lift.
"Abang tunggu!abang!"
Afi kemudian mengejar hendrawan.
"Kamu tidak apa-apa?!"
Rizal segera membantu banyu yang tampak sangat kesakitan.
Sementara afi yang mencoba mengejar hendrawan ke lift
Sudah terlambat. afi mengejar hen drawan namun pintu lift sudah tertutup wanita itu sempat melihat mata hendrawan yang melihatnya dengan pandangan penuh dengan kekecewaan.hendrawan memukul dinding dalam lift karena kesal dengan sikap afi dan juga banyu.mendapati wanita yang di cintainya mencintai pria lain membuat hati hendrawan hancur berkeping-keping.afi hanya bisa menarik nafas panjang dia
bingung dengan semua ini afi kembali kedalam ruangan dan terlihat banyu berjalan sempoyongan sambil memegang luka di perutnya sementara rizal membantu memapahnya.afi berlari mencoba membantu banyu.tapi alangkah terkejutnya afi saat dengan sangat kasar banyu menolak tangan afi yang mencoba membantunya.dengan kuat banyu mendorong tangan afi menjauh dari tubuhnya membuat afi hampir terjatuh karenanya.banyu menatap mata afi dengan pandangan penuh amarah afi tidak bisa berkata apapun.hati afi begitu sakit apalagi saat melihat banyu memalingkan wajahnya tak mau melihat kearahnya.dengan langkah gontai afi masuk kedalan kamarnya dan menangis sedih hari ini dia telah melukai hati pria yang sangat di cintainya itu.bagaimana caranya dia minta maaf pada banyu afi merasa sangat bersalah.mungkin benar kata rizal kalau lebih baik dia tidak tinggal di tempat ini lagi.jika dia tinggal disini akan lebih membahayakan pria itu.lagipula afi merasa sudah cukup baginya menyelidiki banyu dan baginya banyu bukanlah orang jahat.lebih baik afi kembali ke pos taman mada dan tinggal di sana.apalagi tadi kelihatanya banyu sangat marah padanya walau sangat menyakitkan harus jauh dari pria itu tapi afi juga tidak mau banyu lebih susah lagi karena dirinya.afi mengusap air matanya terbayang dalam ingatannya saat-saat kebersamaan yang indah bersama banyu.sikap lembut banyu dan juga perhatian pria itu padanya membuat air mata afi kian deras berderai.tapi kemudian afi sadar akan tugasnya menjadi anggota kamra yang saat ini ikut menangani kasus Jw marion itu.afi pun segera mengemasi semua barangnya dan perlahan keluar dari kamar itu.terlihat banyu sedang terbaring sambil membaca buku di tempat tidurnya.afi mendekati banyu yang sama sekali tak melihat kearahnya walaupun pria itu tahu afi mendekat padanya.
"Aku pamit!trimakasih karena sudah mengajakku tinggal di sini!"
Kata afi tapi tak ada sepatah katapun terucap di bibir banyu bahkan pria itu masih tetap membaca buku tanpa menoleh padanya.afi begitu sedih melihat banyu tak menghiraukannya tapi tiba-tiba dia teringat sesuatu.
"Ada satu hal yang ingin aku tanyakan padamu!"
Seru afi pada banyu yang membuat pria itu akhirnya melihat padanya.
"Apa?!"
Tanya banyu singkat dan menatap datar pada afi.
"Apa kamu memasang alat penyadap padaku?!"
Tanya afi memastikan keingintahuanya tentang rekaman yang didengarnya di ruang rahasia itu.
"Iya! aku memasangnya di jam tangan kamu!"
Kata banyu lalu dia kembali membaca buku di tangannya tanpa menghiraukan afi.afi sangat gemas sekali pada banyu dia tidak menyangka kalau banyu benar-benar memasang alat penyadap pada dirinya begitu bodohnya dia di mata pria itu.dengan nafas yang memburu afi melepas jam tangan yang melingkar manis di tangan kirinya itu dengan cepat kakinya pergi meninggalkan banyu tapi baru beberapa langkah kaki itu berhenti dan kembali kearah banyu dan melemparkan jam tangan itu kearah banyu.pria itu kaget mendapat lemparan jam tangan itu.banyu menatap intens pada gadis didepannya yang menatapnya penuh kemarahan.
"Aku tidak menyangka kamu tega melakukan ini padaku.aku kira kamu adalah pria yang baik tapi aku salah.aku tahu aku tak berarti apa-apa bagimu.trimakasih telah membuatku seperti gadis bodoh selama ini.selamat malam!"
Afi pergi meninggalkan banyu dengan hati yang remuk redam.baru kali ini hati afi merasa begitu hancur dan sangat sakit."banyu teryata tidak pernah menganggapku sama sekali betapa bodohnya aku,kamu memang terlalu besar kepala dan kini kamu sadar kan afi bahwa gadis bodoh seperti dirimu memang gampang banget di bodohi!"
Selama di dalam lift afi memaki dirinya sendiri.gadis malang itu rasanya ingin mati saja seluruh tubuhnya seakan mati rasa.dengan segala kekuatan yang tersisa gadis itu melangkah keluar dari apartemen mewah itu.
Banyu menatap jam tangan afi yang berada dalam genggamannya karena rasa marahnya pada afi yang membuatnya tidak menghiraukan gadis itu tapi tiba-tiba banyu bangkit dari tidurnya agak lama dia berpikir sambil terus melihat jam tangan itu.terbayang wajah afi yang begitu marah saat tahu kalau dia menaruh alat penyadap di dalam jam tangan itu.banyu tersadar gadis malang itu pasti sedang menderita kemana dia akan pergi."tidak aku tidak akan membiarkan gadis itu pergi dari sini dan bersama dengan lelaki berengsek itu aku harus mengejarnya!"
Banyu tidak lagi menghiraukan luka yang ada di perutnya pria itu langsung mengambil mantel dinginnya dan keluar dari kamarnya mengejar afi.
Sementara itu afi yang sudah berada di pintu keluar lobi apartemen menatap sendu pada bangunan megah tempatnya berdiri rasanya begitu berat dia meninggalkan tempat itu.walau kini dia harus bisa menerima kenyataan pahit tapi tempat itu pernah memberi kenangan manis walau kini itu semua hanyalah semu belaka.afi menghapus air mata yang mengalir deras di pipinya dengan langkah gontai afi pun menuju jalan raya untuk mencari taksi.tapi saat langkah kakinya baru berada di halaman apartemen sebuah suara yang sangat di kenalnya memanggil namanya.
"Kelinci!"
Afi menoleh kearah datangnya suara tampak banyu berada di pintu lobi dengan menyandarkan tubuhnya di pintu kaca itu dalam keadaan yang sangat memprihatinkan.afi hanya menoleh dari kejauhan karena tak ingin berubah pikiran dengan melihat banyu yang sedang tak berdaya afi terus berjalan.walau jauh dalam hati kecil afi ingin rasanya dia berlari dan memeluk pria yang sangat di sukainya ini.tapi afi tidak mau terlalu banyak berharap apalagi mengharap cinta dari pria tampan itu ah itu hanyalah mimpi yang tidak akan mungkin dia dapatkan.tapi afi salah banyu sebenarnya sangat mencintai dirinya bahkan banyu rela mengorbankan nyawanya demi wanita itu saat melihat afi terus meninggalkannya banyu berusaha mengejar wanita itu dengan langkah sempoyongan menahan sakit di perutnya.luka itu mulai mengeluarkan darah akibat dia banyak bergerak tapi pria itu tidak perduli dia terus mengejar afi.afi menoleh pada banyu dan saat melihat pria itu nekat mengejarnya afi jadi sangat marah.
"Jangan ikuti aku!kembalilah kekamarmu!aku benci kamu!"
Teriak afi karena melihat banyu masih terus berjalan kearah afi sambil memegang perutnya yang terluka.
"Aku ingin bicara dari hati ke hati padamu!"
Seru banyu dan terus mengejar afi yang masih terus berjalan menjauhinya.
"Kenapa kamu keras kepala sekali!aku benci kamu!apa kamu tidak dengar!"
Teriak afi sambil berurai air mata hati afi mulai tidak tega melihat banyu masih terus mengejarnya.afi pun menghentikan langkahnya dan menatap tajam pada pria itu.begitu banyu berada tepat di depan afi pria itu langsung memeluk afi dengan sangat erat seolah tak ingin melepaskan wanita itu dari pelukannya.
"Aku mencintaimu!aku sangat mencintaimu jangan tinggalkan aku afi!"
Akhirnya pria itu mengucapkan isi hatinya dia tidak perduli kalaupun wanita ini tidak mencintainya yang banyu tahu dia tak ingin afi pergi dan berpisah darinya.afi sangat terkejut saat mendengar ucapan banyu.benarkah apa yang di katakan pria itu benarkah ini buka mimpi ada debaran dalam dadanya yang meletup-letup memenuhi rongga dadanya.afi begitu gembira mendengar kata cinta dari pria itu.afi membalas pelukan banyu dengan begitu hangat afi membenamkan kepalanya lebih dalam dan merasakan usapan tangan banyu di rambut coklatnya.entah kenapa saat afi berada dalam pelukan banyu kali ini rasanya begitu nyaman dan hatinya begitu damai.rasanya ingin sekali afi berada dalam pelukan pria itu lebih lama lagi.banyu pun sangat bahagia akhirnya bisa juga dia mengungkapkan rasa cinta yang selama ini terpendam dalam hatinya.
\-\-\-\-\-\-\-\*\*\-\-\-\-\-\-\-
__ADS_1
Tunggu cerita selanjutnya di *He Is Spy 19* Trimakasih☺.