
CATATAN PENTING !!! : SEMUA CERITA INI HANYA FIKTIF BELAKA .SEMUA MURNI HASIL IMAJINASI PENULIS JIKA ADA KESAMA NAMA DAN TEMPAT ITU HANYA KEBETULAN SEMATA.SELAMAT MEMBACA KASIH KOMENT AND VOTE.TRIMAKASIH☺
TTD AUTOR : FITRI KRISTIANI.
Pagi itu di pos taman mada terjadi keributan.ada dua orang pria yang bertengkar karena salah satu pria itu ketahuan berhubungan cinta dengan mantan istri pria satunya.umur mereka berdua kelihatannya sebaya berumur sekitar 35 tahun.afi benar-benar di bikin pusing oleh keduannya pagi itu fauzi dan afi pun tidak bisa melerai pertengkaran mereka berdua.
"Dia telah menghancurkan rumah tanggaku ! kamu benar-benar berengsek dasar kurang ajar..!"
Teriak pria satunya yang berbadan kurus tinggi. sambil terus memukul pria satunya yang berbadan lebih gagah yang tersenyum penuh kemenangan walau berkali-kali pria kurus itu memukulnya.
"Kamu sendiri yang sudah tidak di cintai lagi oleh wanita itu..!apa aku salah kalau sekarang dia lebih memilih aku dari pada kamu..!dasar lelaki tak tahu diri..!"
Teriak pria yang bertubuh kekar sambil terus membalas pukulan dari pria kurus tadi.
"Sudah cukup..! kalian tidak boleh ribut seperti ini di sini..!kalau tidak aku akan membawa kalian kekantor dan menahan kalian berdua..!"
Bahkan teriakan fauzi hanya di anggap angin lalu oleh mereka.kedua pria itu pun saling pukul lagi dan membuat ruangan di dalam pos berantakan.akhirnya fauzi menelpon kekantor pusat untuk melaporkan kejadian itu.
"Sudah apa kalian tidak bisa mendengarkan aku! sudah jangan bertengkar lagi..!apa kalian tidak malu bertingkah seperti ini hah..!"
Fauzi berusaha melerai lagi tapi alih-alih di dengar apa lagi di takuti fauzi malah dapat pukulan telak di pipinya, yang membuatnya terhuyung hampir jatuh.membuat afi jadi berterik histeris dan justru teriakannya ini membuat dua pria itu berhenti untuk saling pukul entah karena takut akan suara afi atau takut melihat rambut dan wajah afi yang berantakan saat melerai mereka berdua. Tak lama datanglah mobil patroli yang segera membawa dua pria itu kedalam mobil dan membawanya ke kantor polisi untuk menyelesaikan masalah mereka berdua.setelah kedua pria itu di bawa pergi afi sibuk membersihkan ruangan pos yang berantakan karena ulah kedua pria tadi.saat afi sedang membereskan tempat iti fauzi menerima telpon dari kantor pusat.
"Halo..!siap pak..!iya..!iya apa..!siap..!siap..!"
Raut muka fauzi berubah muram setelah menerima telpon barusan.afi jadi ingin tahu apa yang terjadi kenapa fauzi kelihatan sedih setelah mendapat telpon tadi.
"Paman,siapa yang menelpon kok kelihatannya paman sedih banget..?!"
Tanya afi pada fauzi yang terduduk di kursi sambil memijit kepalanya.
"Bagaimana aku tidak sedih sebentar lagi kamu tidak bisa lagi untuk bantu aku di sini.
"Maksud paman apa..? Apa aku di pecat..?!"
Tanya afi kaget karena mendengar kalau dirinya tidak bisa lagi membantu fauzi.dalam hati afi apa karena dia mengajak lilis tidur di tempat itu dan ketahuan oleh kantor pusat ya.ah seribu pertanyaan di kepalanya.
"Bukan itu..!kamu tidak di pecat bahkan kamu dapat jabatan yang lebih bagus lagi kamu di angkat jadi kepala ke amanan rakyat dan di tugaskan di kantor pusat.kalau kamu bisa punya prestasi kamu bisa di angkat jadi polisi khusus.aku ikut senang afi..!selamat ya..!"
Kata fauzi menyalami afi dengan wajah sedih.
"Tapi kenapa paman sedih bukankah ini berita bagus.? apa paman tidak suka kalau aku di angkat jadi kepala kamara..?!"
Tanya afi sambil menatap fauzi intens.
"Aku senang kamu di angkat jadi kepala kamra,tapi yang aku sedih tidak ada lagi yang menemani aku di pos ini kan selama ini hanya kamu yang menemaniku di sini..!"
Kata fauzi sambil berwajah sedih.
"Paman,jangan sedih aku pasti akan sering datang mengunjungi paman di sini..!percayalah lagi pula aku kan masih tinggal di sini kalau malam."
Kata afi menenangkan hati fauzi.fauzi memang sudah menganggap afi seperti anaknya sendiri begitupun istrinya.bagi afi kedua orang itu seperti ayah dan ibu baginya.akhirnya wanita itu berangkat ke arah kantor pusat dengan perasaan berdebar-debar.
Di kantor pusat suasana seperti biasa sangat ramai dengan banyak tersangka yang keluar masuk dari ruang interogasi terlihat irwan baru saja keluar dari ruang interogasi dengan seorang tahanan yang sudah babak belur di hajarnya.sambil menepuk punggung tersangka yang baru saja di jebloskannya dalam penjara karena merampok dan berbelit-belit dalam memberikan keterangan.membuat irwan sedikit jengkel.sambil berjalan mendekati meja Tatik dia pun meminta beberapa berkas yang di serahkan pengerjaannya pada Tatik.
"Apakah file yang aku minta sudah siap..?!"
Tanya irwan dengan wajah agak masam.
"tunggu sebentar lagi selesai ini tinggal memprint saja."
Jawaban tatik membuat irwan kelihatan tambah kesal karena sudah dari seminggu yang lalu di berikan pada Tatik.
"Kenapa lambat sekali kamu mengerjakan pekerjaan seperti itu saja..!"
Irwan mengomel pada Tatik yang masih menunggu hasil print nya.
"Sebenarnya udah selesai Ini tinggal menunggu untuk di print saja.pak irwan.!"
Tatik sedikit tidak terima kalau jadi sasaran kemarahan irwan yang tidak menghargai usahanya untuk mengerjakan semua file itu sampai larut malam.melihat kedua rekannya yang sedang sama-sama capek dan lagi kesal ini made berusaha melerai.
"Pak irwan,sudahlah file itu tinggal di print saja tidak usah di ributkan..!"
Seru made di sudut meja yang lain.
"Baiklah aku akan ke kantin dulu..!"
Kata irwan sambil memberi salam hormat pada made.saat hendak melangkah pergi dari tempat itu irwan dan semua orang di kejutkan dengan suara lantang seorang wanita.
"Selamat pagi anggota keamanan rakyat atasnama Afina dyah permata sari.siap melaksanakan tugas.laporan selesai..!"
Semua mata memandang pada si pemilik suara.nathalia yang memandang afi dengan sinis nampak menyunggingkan senyum nggak sukanya.
"Hei afi..! Kenapa kamu datang terlalu siang..!apa kamu tidak tahu kalau di sini terlalu sibuk.kamu kan sudah ku beri tahu kalau datang lebih pagi lagi.!"
Seru Tatik melampiaskan kekesalannya pada afi yang baru saja datang.bukan afi namanya kalau tidak menjawab kata-kata Tatik.
"Tadi di pos ada keributan bu tatik.jadi saya harus membantu pak fauzi untuk melerai mereka..!"
Jelas afi sambil menatap pada Tatik.membuat tatik tidak jadi meneruskan kemarahannya.karena sebenarnya dia kesal pada irwan dan afi yang jadi pelampiasannya.hendrawan yang sejak tadi melihat kedatangan afi masih asyik memandangi wanita itu dari ruangannya.sebenarnya dia ingin lebih lama lagi untuk melihat wanita itu, tapi tak ingin tatik terlalu lama memarahi afi hendrawan segera keluar dari ruangannya.
"Selamat pagi afi..! Selamat pagi semua..!hari ini kita semua harus mengucapkan selamat pada anggota baru di tim kita pada afi.karena mulai hari ini Afina akan bekerja bersama kita di biro ini sebagai kepala keamanan rakyat.Afi..!meja kamu ada di sebelah sana..!" Kata hendrawan sambil menunjuk sebuah meja yang terletak di dekat pintu masuk. hendrawan memang sengaja memilih meja itu sebagai meja afi karena meja itu tampak jelas terlihat saat hendrawan berada di dalam ruangannya.pria ini memang benar-benar jatuh hati pada wanita lugu itu.
"Iya trimakasih pak hendrawan..!"
Afi memberi hormat dan ucapan trimakasih pada pria yang menjadi atasannya ini.hatinya sangat grogi sekaligus gembira mendapat jabatan baru yang di anggapnya tidak semua orang bisa mendapatkannya.
"Pak made! Tolong kasih tahu apa saja yang harus di kerjakan Afi..!"
Perintah hendrawan pada made.
"Baik pak saya akan memberi tahu Afi apa saja tugasnya..!"
Jawab made sambil berdiri tegap.hendrawan pun segera masuk kembali kedalam ruangannya untuk melanjutkan pekerjaannya,tapi baru saja hendrawan duduk di kursinya telpon di atas mejanya berdering.
"Halo..!iya pak...!iya..!afi..!oh iya pak saya kesana sekarang..!"
Setelah menutup teleponnya hendrawan segera berjalan keluar untuk bertemu dengan atasannya di ruang kapolres di lantai atas.
"Selamat pagi pak..!"
Sapa hendrawan pada hermansyah yang sedang melihat file milik afi yang berada di depannya.
"Pagi hendrawan..!aku baru saja melihat data milik Afina yang kamu berikan padaku ,untuk aku tanda tangani,setelah aku membaca data afina kelihatannya tidak ada yang istimewa pada wanita ini.apa yang menyebabkan kamu memasukan dia dalam daftar anggota .yang terpilih masuk dalam menangani kasus besar ini.ingat hendrawan kesatuan yang kamu pimpin itu adalah kesatuan elite di biro ini.hanya orang-orang pilihan yang aku tugaskan untuk menangani kasus ini.katakan padaku apa yang bisa wanita ini lakukan..?!"
Tanya hermansyah pada hendrawan meminta penjelasan tentang afina.
"Karena hanya dia yang bisa melakukan penyelidikan pada salah satu orang yang kami curigai terlibat dalam kasus ini.karena orang ini muncul setelah kasus J.w marion terjadi. Kami menyelidiki Banyu langit melalui Afina.karena Afina dan Banyu langit sudah saling kenal.dengan begitu Banyu tidak akan curiga kalau saya menugaskan Afina untuk mencari tahu tentang Banyu langit lebih dalam "
Hendrawan menjelaskan alasannya menunjuk afina masuk dalam tim nya.
"O..!jadi Afina mengenal Banyu langit.kelihatannya sangat menarik seorang wanita biasa bisa mengenal seorang Banyu langit yang di kenal sebagai pria sukses yang sangat tertutup tentang masalah kehidupan pribadinya.dan yang kutahu dia pria yang sulit untuk dekat dengan wanita.!"
hermansyah akhirnya menanda tangani surat tugas dan juga daftar baru anggota tim satuan Hendrawan dengan mencantumkan nama afina di daftar itu.
"Aku harap kamu tidak salah memilih orang dalam hal ini,karena aku sedikit mendengar rumor kalau kamu dekat dengan wanita ini..!"
Kata-kata hermansyah sedikit membuat hendrawan kaget begitu cepat isu-isu nggak jelas itu berkembang.tapi apa mungkin terlalu kelihatan banget kalau dia menyukai gadis itu.ah hendrawan tidak peduli dengan isu yang beredar. karena kalau memang benar tentang perasaannya pada afina apanya yang salah dia pria single dan afi juga wanita single sah-sah saja kalau mereka menjalin suatu hubungan.
"Hendrawan..!"
Seru hermansyah membuyarkan lamunannya tentang afi.
"Siap pak..!"
Jawab hendrawan tegas.
"Aku berharap kamu bisa segera mengungkap kasus ini dan membuat kesatuan kita menjadi semakin berprestasi.!"
Kata hermansyah menyemangati hendrawan.
"Siap..!"
Hendrawan segera undur diri dari hadapan Hermansyah.
Sementara afina sedang duduk-duduk saja di meja kerjanya dia merasa sangat bosan pekerjaan barunya itu justru membuatnya dari tadi hanya duduk diam saja tanpa ada perintah apapun.karena pak made hanya menyuruhnya untuk duduk menunggu tugas yang akan di berikan nanti.afi hanya memandangi komputer di depannya dia tidak tahu harus mengerjakan apa.afi jadi teringat akan tugas hendrawan padanya di club Tony brother beberapa hari yang lalu.hendrawan menyuruh afi untuk menyelidiki Banyu tapi alih-alih bisa mendapat informasi tentang Banyu dia malah mendapat masalah besar karena tertangkap oleh Banyu dan malah di paksa menjadi pacar pura-pura bagi pria galak itu ah..! kepala afi pusing sekali kalau ingat pria galak itu menatapnya dengan pandangan yang sangat menakutkan.afi pun memukuli kepalanya sendiri mengingat kebodohannya mengikuti Banyu sampai akhirnya malah dia terjebak dalam situasi seperti ini.
"Kopi..!"
Suara seorang wanita membuat afi kaget begitu dia mengangkat kepalanya Nathalia sudah meletakan satu cup kopi panas di depannya.
"Trimakasih..!bu nathalia..!"
Kata afi berdiri sambil tersenyum kepada wanita itu.
"Selamat bergabung ya..!kamu pasti senang bisa masuk di kesatuan ini..?!"
Kata Nathalia sambil tersenyum hambar.
"Iya bu saya merasa senang kalau bisa membantu di kesatuan ini..!"
Afi tersenyum senang tapi lagi -lagi senyum itu berubah.
"Huh..!membantu..! apa yang kamu lakukan sampai-sampai kamu bisa mendekati pria-pria yang punya kedudukan tinggi di tempat ini dan juga orang kaya itu..?!"
Ucapan mengejek dan Senyum sinis akhirnya keluar juga dari bibir nathalia.yang membuat afi sangat kesal.
"Trimakasih kopinya..!bu nathalia..!"
Ucap afi sambil kembali duduk karena tak mau menanggapi ucapan nathalia.yang sudah pasti berakhir dengan hinaan seperti yang sudah sering di lakukannya.beruntung hendrawan muncul dan mengajak nathalia untuk keruangannya.sehingga afi terhindar dari cercaan wanita itu lebih lanjut.
"Nathalia.! Keruangan saya sekarang..!"
Seru hendrawan saat bertemu dengan nathalia di meja afi sedang minum kopi dengan gadis itu.karena ada yang mau di bicarakan dengan nathalia.
"Okey..!sayang..!aku datang..! Ada masalah apa yang ingin kamu katakan padaku..?!"
Seru nathalia manja sambil mengekor di belakang hendrawan yang tidak bicara apapun sambil terus berjalan menuju ke ruangannya.afi hanya memandang kesal pada nathalia.
Sementara itu di Tony brother ronald dan mike sedang melihat heran pada tony yang sedang berlatih bertinju dan juga mengangkat beban.tidak biasanya kakak tertua dari mereka berdua itu berlatih keras seperti itu.biasanya kalau ada yang mengajak jadi sparring partner mereka berdualah yang akan di suruh maju oleh Tony.
"Apa kamu tidak merasa aneh dengan sikap kakak kita yang satu itu.kak Tony kelihatan semangat sekali berlatih seperti mau mengadakan adu tanding saja.ah aku merasa kakak jadi aneh sejak bertemu dengan seseorang kemarin.!"
Kata ronald pada adiknya mike yang juga merasa heran dengan kelakuan kakaknya itu.
"Kak ronald benar,sejak ada keributan masalah pulpen dan juga polisi-polisi yang sering mengeledah tempat ini, kakak memang sering berlatih dengan keras.mungkin kakak hanya takut kalau para penjahat itu datang lagi."
Mereka berdua sedang asyik membicarakan kakak mereka sementara Tony sedang bersemangat berlatih agar fisiknya yang sudah mulai menua itu tetap bugar.apalagi kalau tony mengingat kata-kata hendrawan kalau mereka harus hati-hati karena kelihatannya para penjahat itu bisa saja selalu datang ketempat usahanya. ini karena di tempat itu banyak membernya yang berhubungan dengan pengusaha-pengusaha berduit.yang mungkin saja ada kaitannya dengan kasus besar yang sedang panas saat ini.Sebagai kakak tertua Tony tidak ingin sampai terjadi apa-apa pada kedua adiknya jadi dia harus bisa melindungi mereka.hanya dia yang mereka punya.
Di sebuah ruang kantor yang luas dan sangat luck.seorang Putra bramantyo sedang menunggu orang kepercayaannya yang di suruh mencari tahu tentang Nathalia melaporkan soal hasil temuannya.tak lama orang yang di tunggu pun datang memasuki ruangan dengan membawa sebuah map di tangannya dan langsung menyerahkan pada bos nya itu.
"Kamu sudah mendapatkan informasi tentang wanita itu..?!"
Tanya Putra pada imam orang kepercayaannya itu.
"Iya pak saya sudah dapat informasi tentang Bu nathalia. !"
Jawab imam sambil melihat kearah Putra yang membuka map yang diserahkannya.tampak foto nathalia terlihat begitu Putra membuka map biru di depannya.
"Huh..!Nathalia..! Gadis ini benar-benar sedang mencoba memata-mataiku..!ah sialan..!"
Putra sangat geram sekali mengetahui kalau Nathalia sedang memata-matai dirinya.tangannya mengepal keras karena marah.
Tapi tiba-tiba terdengar suara sekretarisnya dari mesin penjawab di mejanya yang memberitahu kan kalau ada tamu yang mau bertemu dengannya. senyumnya mengembang setelah mengetahui siapa yang berkunjung ke kantornya.
"Pak putra,pak Banyu datang untuk bertemu dengan anda..!"
Kata sekretaris putra melalui mesin penjawab.
"Suruh dia masuk saja lina!"
Putra langsung menyambut Banyu yang datang dengan senang sekali.
"Selamat datang tuan Banyu..!temanku..! Saya senang anda mau berkunjung kekantor saya..!"
Seru putra sambil menyalami dan memeluk Banyu dengan akrab.banyu pun menyambut senang teman barunya itu.banyu datang untuk mengenal lebih jauh orang yang bisa di katakan sangat berambisi untuk menjadi seorang menteri keuangan ini.sebagai seorang agen rahasia Putra adalah orang yang masuk dalam daftar penyelidikannya.dan hanya dengan menjadi teman akrabnya dia baru bisa lebih mengenalnya dan bisa lebih mudah menyelidiki dia terlibat dengan kasus Bom itu atau tidak.banyu dan putra asyik bercerita tentang masalah bisnis dan usaha yang akan di kembangkan bersama dengan biaya dari Bju Company.
Sementara itu di apartemen banyu,rizal tengah mencari keberadaan Pulpen.Rizal sangat penasaran benarkah Banyu sudah benar-benar menemukan pulpen itu.semenjak Banyu memutuskan untuk melibatkan wanita yang bernama afi itu hati Rizal jadi tidak tenang dia merasa gadis itu hanya akan membawa masalah untuk Banyu.dan firasat rizal tidak pernah salah.rizal mencari kesetiap sudut ruangan dan kini dia pun sudah berada di ruang rahasia milik Banyu tapi benda yang dicarinya itu tak juga dia temukan.
__ADS_1
Di kantor polisi semua orang sedang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing tapi afi seharian hanya duduk di mejanya dia hanya keluar untuk makan saja dan tidak melakukan apa-apa.saat sore tiba rasanya sudah tak ada yang di kerjakan lagi maka saat afi melihat made lewat dengan membawa berkas di tangannya maka dia memberanikan diri untuk pamit pulang.
"Pak made,bisakah saya kembali ke pos taman mada..?!"
Tanya afi begitu melihat made lewat di depannya.
"Iya bisa..!"
Jawab made singkat sambil terus berlalu dari hadapan afi tanpa menoleh pada gadis itu.
Tak lama irwan juga lewat di depan afi dan afi tak melewatkan kesempatan untuk berpamitan juga dengan irwan
"Pak irwan,selamat sore..! "
Sapa afi dan irwan pun menghentikan langkah kakinya dan melihat kearah afi.
"Iya.selamat sore afi..!"
Jawab irwan sambil tersenyum ramah.
"Pak,apa saya sudah bisa kembali ke pos taman mada..?!"
Tanya afi pada irwan.
"Iya bisa..!kelihatannya sudah tidak ada yang kamu kerjakan lagi..!"
Kata irwan sambil melanjutkan langkah kakinya lagi menuju keruang meeting.
Afi pun bersiap pulang dia memakai topi kamaranya dan berniat pulang tapi saat melangkah keluar dari meja kerjanya suara hendrawan memanggilnya.
"Afi,ikut meeting sekarang juga..!"hendrawan segera melangkah menuju ruang meeting di ikuti made,irwan,nathalia dan para anggota interpol lainnya.afi pun segera pergi kearah ruangan yang di sebutkan tadi sambil membawa sebuah buku catatan.
Sampai di dalam ruang meeting terdengar kasak-kusuk para anggota saat melihat afi ikut dalam meeting tersebut.
"Pak hendrawan,apa tidak salah kenapa afi ikut dalam meeting ini..?!"
Tanya made dengan wajah herannya pada hendrawan.
"Karena dia adalah anggota tim kita sekarang..!"
Jawaban hendrawan sukses membungkam mulut bawel made.
"Apa temuan terbaru kita tentang kasus kevin..?!"
Tanya hendrawan membuka rapat itu.
"Menurut informasi yang saya dapat dari tkp dan juga dari para saksi kalau beberapa hari terakhir sebelum kejadian Kevin sering datang untuk melakukan rapat di hotel itu.! Dan saya dapat juga info dari para saksi korban yang masih hidup sehari sebelum kejadian ada seorang wanita yang bertengkar dengan Kevin di hotel itu dan datang juga setelah wanita yang bertengkar dengan kevin itu pergi Istri dari kevin datang lengkap dengan pengawalan yang ketat.!"
Irwan sangat bersemangat dengan informasi terbarunya.sementara nathalia sudah kehilangan moodnya untuk melaporkan temuannya karena melihat afi ikut serta dalam rapat itu.
"Pertengkaran itu benar seperti yang di ceritakan Hans ..! kalau ada pertengkaran sehari sebelum kejadian itu..!" Kata afi yang tiba-tiba menyahut membuat semua mata melihat padanya karena seharusnya dia tidak ikut bicara kalau belum di tanya.
"Saya sempat ke Tony brother club dan tidak mendapatkan apa-apa selain orang-orang yang bertambah untuk menjadi member di club olah raga itu.termasuk yang baru masuk Banyu Langit.!"
Kata made menyampaikan temuannya.kalau soal Banyu menjadi member di TB hendrawan sudah tahu karena dia melihat sendiri waktu pria itu mendaftar.hendrawan memandang nathalia yang diam saja tanpa memberi laporan padanya padahal biasanya nathalia yang paling bersemangat.
"Nathalia..!apa temuan terbarumu..?!"
Tanya hendrawan melihat kearah nathalia.
"apa yang bisa aku laporkan tidak ada temuan apa pun dariku..!lagi pula kamu bisa tanya pada agen baru kamu bagaimana informasi tentang temuannya yang baru.bukankah malam kemarin dia bersama pria itu..!"
Nathalia menatap sinis pada afi yang diam dengan wajah lugunya saat semua mata tertuju padanya.
"Aku..!aku ee..!iya saya sudah tahu tempat tinggal dia di mana..!"
Kata afi terbata-bata.
"Hanya itu yang bisa kamu dapatkan baru mengetahui tempat tinggalnya..!teman macam apa kamu di mata Banyu...!"
Cela nathalia sinis pada afi.afi pun hanya menunduk tak mengomentari apapun.sampai akhirnya hendrawan menutup rapat itu.
Hendrawan memanggil afi keruangannya setelah rapat selesai dan orang-orang sudah mulai sepi banyak yang sudah pulang kerumah tersisa polisi yang bergiliran untuk piket malam.
"Afi,aku tahu semua sangat berat untukmu dan mungkin ini juga sangat berbahaya untukmu.tapi kita harus benar-benar berjuang keras untuk bisa mengungkap kasus ini.afi,aku tahu berat sekali kehilangan orang yang sangat kita cintai..!apalagi kalau orang tersebut adalah orang yang paling dekat dengan kita seperti suami,istri, ayah atau ibu kita."hendrawan melihat afi mulai menangis dan tak terasa matanya pun ikut berkaca-kaca dalam hatinya yang paling dalam juga ada kesedihan tersendiri mengingat bahwa ibunya pun sampai saat ini tak mau bicara padanya setelah hendrawan memutuskan untuk menjadi seorang polisi.ayah dan ibunya sangat menginginkan kalau hendrawan bisa meneruskan cita-cita mereka untuk menjadi seorang pengusaha seperti ayah dan ibunya.tapi hendrawan tidak pernah mau menuruti lagi kemauan orang tuannya karena sudah tak tahan lagi mulai kecil hendrawan di kekang terlalu berlebihan oleh kedua orang tuanya.
"aku juga merasakan bagaimana kita hidup tanpa bisa mendapatkan apa yang kita inginkan sesungguhnya.aku merasakan bagaimana saat kita dekat dengan orang yang kita sayangi tanpa bisa menyentuh dan menyayangi mereka seutuhnya."
Lama kedua orang itu larut dalam kesedihan ini saling mengingat masa-masa lalu mereka.akhirnya mereka tersadar dan saling terdiam menatap mata masing-masing dan sepakat akan bekerja keras untuk mengungkap siapa sebenarnya dalang dari kejadian ini.malam itu hendrawan mengantar afi ke pos taman mada karena jalannya searah dengan rumah hendrawan tinggal.tak lama mobil hendrawan sudah sampai di pos taman mada.
"Afi,selamat malam.aku harap besok aku bertemu denganmu dengan semangat yang baru.!"
Kata hendrawan memberi afi semangat agar afi tidak larut dalam kesedihan lagi.
"Iya,abang juga jangan bersedih lagi.kita harus bisa mengungkapkan semua ini menjadi nyata dan bisa menangkap pelaku itu.trimakasih sudah mengantarku.selamat malam!"
Afi tersenyum hambar pada hendrawan.sambil membuka pintu mobil dan berjalan keluar menuju pos.meninggalkan hendrawan yang memandang sendu wanita yang sangat di sukainya itu.dia menatap wanita itu menjauh dari mobilnya rasanya ingin sekali dia memeluk wanita itu agar kesedihannya dan kesedihan wanita itu hilang bersama-sama.tapi dia tidak mau di katakan tidak sopan dan dia tak ingin kalau sampai wanita itu pergi gara-gara dia.saat hendrawan hendak pergi dari tempat itu di lihatnya afi sepertinya tidak bisa masuk kedalam pos dan dia melihat kalau afi mencoba menghubungi seseorang.afi sangat bingung saat mendapati pintu pos terkunci dan dia tak membawa kunci sama sekali.afi mencoba menghubungi fauzi tapi menurut istrinya fauzi sedang berada di tetangga yang sedang tahlilan.lalu afi pun menelpon lilis.
"Halo lilis,kamu dimana?ini aku di pos.tapi pos nya terkunci apa kamu bawa kuncinya..?!"tanya afi saat terdengar suara lilis di seberang telpon.
"Iya tadi pak fauzi memberikan kunci padaku.dia pulang agak sore tadi karena dia bilang tidak tahu kapan kamu pulang jadi kuncinya di serahkan padaku.tadi aku berusaha menelponmu tapi tidak kamu angkat.jadi aku mengunci pintunya karena aku keluar ada acara..!"
Kata lilis yang terdengar berada di sebuah tempat karaoke karena banyak sekali suara orang beryanyi.
"Oya..!jam berapa kamu pulang biar aku menunggu di teras saja..?!"
Seru afi sambil mengaruk kepalanya karena bingung.
"Iya aku pasti pulang tapi pasti malam banget soalnya aku ada pemotretan.apa kamu tidak bisa tidur di kantor pusat..?!"
Kata lilis ikut cemas kalau afi harus menunggunya tak ingin membuat lilis cemas .karenanya afi pun tak memaksa lilis pulang.
"Sudah tidak apa-apa aku bisa saja masuk.aku akan cari cara supaya bisa masuk.ya udah ya..!da..!da..!!"
Kata afi sambil menutup telpon nya.sementara dia sendiri bingung harus masuk dari mana.dia punya ide untuk masuk lewat jendela saja.afi menegadahkan kepalanya melihat ke atas jendela sambil mencari cara bagaimana dia naik.saat sedang bingung seperti itu.hendrawan muncul mengagetkannya karena afi mengira kalau pria itu sudah pulang.
"Kamu tidak bisa masuk kedalam ?! Kamu tidak bawa kunci ?"
Tanya hendrawan membuat afi bingung harus jawab apa.
Afi mencoba berbohong agar hendrawan segera pergi dari tempat itu.
"Hari sudah malam.ikut aku..! sangat berbahaya kalau kamu sendirian di tempat ini..!"
Seru hendrawan sambil melangkah pergi.
"Tapi..!biar saya menunggu teman saya pasti sebentar lagi dia datang..!"
Afi sangat tidak nyaman kalau pergi mengikuti hendrawan.pria itu berbalik dan menatap tajam pada afi.
"Ini perintah afi..!"
Suara tegas hendrawan tak bisa afi tolak dia pun mengikuti hendrawan masuk kedalan mobil yang segera meluncur kearah rumah hendrawan.pria itu tinggal di sebuah rumah susun yang berada di daerah tanjung priuk dan terletak dekat dengan Club Tony brother.walau rumah susun itu hanya terdiri dari satu kamar tidur,ruang tamu ,dapur dan juga satu kamar mandi tapi ruangan itu sangat rapi dan bersih untuk tempat tinggal seorang cowok.teryata hendrawan seorang pria yang sangat rapi dan pembersih.
"Masuklah..!"
Hendrawan mampersilahkan afi masuk kedalam rumahnya.begitu masuk afi tidak melihat baju atau benda apapun yang berserakan seperti umumnya kamar cowok. semua tersusun rapi di tempatnya.afi jadi makin kagum pada pria itu ganteng punya jabatan tinggi, baik, pembersih pula.
"Duduklah dulu aku akan mengambil sesuatu dulu di kamarku.malam ini kamu tidur saja di kamar biar aku tidur di ruang tamu.kamu tidak usah sungkan.!"
Kata hendrawan sebari dia masuk ke kamarnya dan keluar sambil membawa selimut dan bantal untuknya tidur di ruang tamu.lalu mengantar afi ke kamarnya dan menyuruhnya untuk segera tidur karena hari sudah malam.
Di dalam kamar afi sangat cangung.apa yang ada dalam pikirannya tiba-tiba dia merasa aneh bagaimana mungkin sekarang dia berada di sebuah rumah susun di rumah atasannya dan sekarang dia tidur di kamar pria itu.karena lupa membawa kunci pos.mata afi melihat keseluruh ruangan kamar ini tidak terlalu luas tapi karena hendrawan pandai sekali merapikan tempat ini semua kelihatan sangat rapi dan nyaman.teryata hendrawan sangat suka membaca terbukti banyak sekali buku tersusun rapi di lemari berukuran besar yang menempel di dinding kamar itu.karena matanya sudah sangat mengantuk afi pun cepat terlelap.dengan jaket masih menempel di badannya dan ponselnya masih berada dalam gengamanya saat tertidur.malam itu hendrawan tidak bisa tidur hatinya sangat bahagia melihat wanita yang akhir-akhir ini membuat dadanya berdebar bila melihatnya ada di tempat tidurnya berada dekat sekali dengannya.dia membuka berkas-berkas kerjanya.tapi tak bisa sedikit pun dia bisa konsentrasi dengan semua fail yang ada di depannya.perlahan pria itu mengendap-endap menuju kearah kamar tidurnya dia ingin tahu apa afi bisa tidur malam ini.saat pintu terbuka dia bisa melihat dengan jelas wanita itu tertidur pulas karena hari ini terlalu melelahkan bagi wanita itu.lama hendrawan memandangi wajah polos di depannya.rasanya ingin sekali dia memeluk dan mencium wanita di depannya ini tapi hasrat itu bisa dia bendung dan cukup puas dengan memandang wajahnya.setelah lama pria itu menatap wajah ayu itu dia memutuskan untuk keluar dari kamar itu saat ponsel afi berbunyi menandakan ada pesan yang masuk.tadinya hendrawan tak ingin tahu siapa yang mengirim pesan malam-malam begini pada afi.tapi lagi-lagi pria itu tak bisa menahan rasa ingin tahu nya siapa orang yang mengirim pesan malam-malam begini pada afi.tapi saat hendak mengambil ponsel afi wanita itu mengeliat membuat hendrawan mengurungkan niatnya untuk mengambil ponsel itu dan segera keluar dari kamar itu.
Di tempat lain Banyu sedang melakukan acara kumpul dengan Gunawan dan Putra serta beberapa pengusaha lainnya.banyu menatap ponselnya dengan senyum mengembang di bibir merahnya saat sebuah pesan selamat malam untuk gadis yang di sukainya terkirim dengan mulus.Gunawan yang berada di tempat yang sama melihat senyum bahagia di bibir Banyu tak melewatkan kesempatan ini untuk menyindir Pria yang pernah membuatnya gagal membawa lilis bersamanya.
"Tuan banyu,kelihatannya anda sangat bahagia sekali..?!apa aku melihat seorang Banyu langit sedang jatuh cinta..?! Atau sedang mencoba menggoda wanita yang mungkin bisa anda ajak kencan malam ini.?!"
Gunawan tampak sangat senang bisa membuat teka-teki pada banyu dan membuat Banyu sedikit kesal karena tahu kalau Gunawan sedang mengejeknya.banyu tahu Gunawan ingin membalas kekecewaannya karena pria itu berpikir kalau malam itu dia dan lilis pergi ke hotel.dasar lelaki berotak mesum.
"Bagi saya wanita seperti itu tidak masuk dalam kamus hidup saya.sampai harus mengganggu kesenangan saya .saya lebih senang berkencan dengan minuman dari pada para wanita murahan. saya sangat menghargai wanita.saya sudah punya kekasih yang sangat saya cintai dan sayangi. lain waktu saya pasti akan membawa wanita itu..!"
Kata Banyu sambil mencuci tangannya dan mengambil tisu untuk membersihkan tangannya.dengan sedikit kesal Banyu melempar tisu itu lalu meninggalkan Gunawan yang masih tersenyum penuh kemenangan karena telah bisa membuat Banyu kesal.seperti saat banyu membawa lilis waktu itu.
Banyu sangat kesal di buat oleh Gunawan saat kakinya melangkah hendak kembali kedalam ruang karaoke suara seorang wanita menghentikan langkahnya.
"halo tuan Banyu..apa kabar..?!"
Iya wanita cantik itu adalah lilis.banyu menengok dimana datangnya suara itu dan melihat lilis berdiri di ujung lorong dengan mengunakan gaun berwarna hitam dengan belahan yang cukup memamerkan tubuh seksinya.wanita itu berjalan kearah Banyu dengan pandangan menggoda.
"Tuan banyu apakah anda datang sendirian..?!"
Tanya lilis lagi karena tak ada jawaban dari pria tampan itu.Banyu hanya menatap tak senang pada lilis dan memaksa senyum di bibir merahnya.
"Tidak aku datang bersama teman-temanku..!kami sedang ada urusan bisnis.!"
Kata Banyu singkat dia sangat ingin cepat-cepat meninggalkan gadis di depannya ini.
"Aku sangat senang bisa bertemu dengan Anda lagi..!"
Kata lilis lembut gadis ini seakan tak perduli kalau pria ini sama sekali tak peduli padanya.Gunawan yang keluar dari toilet menatap kesal melihat wanita yang di sukainya itu sedang berbicara dengan mesra dengan Banyu.
"dasar munafik..!kena kamu sekarang..!"
Gunawan mengomel di depan toilet lalu melangkah ke arah lilis dan Banyu yang masih berbicara berdua.
"Halo nona lilis..!apa kabar..?!"
Seru Gunawan yang membuat Banyu tersenyum lega karena kehadiran pria itu menyelamatkan dirinya dari rayuan gadis yang dia kenal sebagai teman afi.
"Baiklah nona lilis aku permisi..!selamat malam..!"
Banyu segera pamit pergi dan meninggalkan lilis dengan Gunawan.
"Nona lilis..!apa anda datang sendiri?!"
Tanya Gunawan yang menatap lilis dengan mata nyalang melihat lilis berpakaian dengan sangat seksi.
"Saya datang sendiri..!"
Lilis memang sengaja menggoda Gunawan karena dia tahu kalau Banyu pasti juga bersama dengan pria di depannya.
"Maukah anda bergabung dengan kami..?ayo kita bersenang-senang malam ini..!"
Ajak Gunawan sambil menarik tangan lilis untuk masuk kedalam salah satu ruangan karaoke yang sangat ramai di dalamnya dan benar saja saat Gunawan mengenalkannya pada teman-temannya di sana lilis melihat dengan jelas ada Banyu yang sedang duduk di samping seorang gadis yang melayaninya minum.banyu tidak kaget saat melihat lilis bersama Gunawan masuk kedalam ruangan itu. dia sudah mengira kalau kejadiannya pasti akan seperti itu tapi Banyu tak mengira kalau teman afi ini sangat murahan.banyu yakin afi pasti tidak tahu kalau teman wanitanya ini adalah seorang wanita murahan.banyu malah khawatir kalau afi terlalu bergaul dengan wanita ini bisa-bisa wanita ini memberi pengaruh buruk pada afi "ah apa yang aku pikirkan..?afi bukan wanita seperti itu dan aku yakin afi tidak tahu kalau lilis melakukan hal seperti ini"
Banyu yang sedang menikmati minum malam ini agak terganggu dengan kehadiran lilis entah kenapa kalau melihat gadis ini justru banyu jadi berpikir yang tidak-tidak tentang afi.
Banyu merasa kasihan pada gadis ini. lihatlah betapa kampungannya dia kenapa minum sampai sebanyak itu dan banyu melihat tangan mesum Gunawan sedang bermain-main di bagian bawah tubuh gadis yang terus meneguk bir dan wiski yang terus di tuang Gunawan.setelah terlalu banyak minum bir dan wiski bergantian gadis itu tiba-tiba berdiri beryanyi dan menari dengan gaya yang erotis di depan semua orang yang berkumpul di tempat itu.Gunawan kelihatan sangat menikmati pertunjukan yang menjijikan yang di lakukan gadis itu.pria berotak mesum itu pun berjalan menuju kearah lilis dan langsung mendekap tubuh seksi gadis itu keduanya sama-sama dalam keadaan setengah mabuk.entah kenapa gadis ini seolah-olah ingin menunjukan betapa menawannya dia di depan Banyu yang justru merasa muak dengan kelakuan gadis itu.akhirnya banyu memutuskan untuk keluar dari ruangan itu dan langsung pulang ke apartemennya.
Pagi itu afi terbangun saat mencium aroma masakan yang sangat mengoda perutnya.afi baru ingat kalau semalam dia tidur di rumah atasannya.afi langsung merapikan tempat tidur itu dan membuka perlahan pintu kamar itu.dia melihat hendrawan sedang memasak sarapan.begitu mendengar bunyi pintu terbuka hendrawan tersenyum pada afi yang merasa malu karena bangun kesiangan dari pada atasannya ini.
"apa tidurmu nyenyak..?!"
Sapa hendrawan lembut.
"Iya..!selamat pagi..!"
Jawab afi sambil tersenyum kikuk.
"Kamu mandi dulu setelah itu kita sarapan dan aku akan mengantarmu ke pos kalau kamu mau ganti baju. lalu kita berangkat ke kantor.!"
Kata hendrawan yang sangat cekatan mengolah sarapan pagi membuat nasi goreng dengan telur yang di ceplok.tak lupa pria ganteng yang tampak sangat berwibawa itu membuat jus jeruk kesukaannya.
Setelah selesai mandi afi langsung membantu hendrawan untuk menyiapkan sarapan.mereka berdua sarapan pagi berdua tanpa bicara apapun.
"Selamat makan!"
Hanya kata singkat itu yang keluar dari bibir afi yang di sambut oleh senyuman hendrawan.pria dan wanita ini baru menyadari kalau semalam mereka terlalu dekat.tidur satu atap walau beda ruangan lalu saat bangun pagi mereka bertemu dan makan bersama.situasi seperti ini sukses membuat hendrawan dan afi tak bisa berkata apa-apa.tapi hendrawan sangat bahagia sekali bisa bersama afi walau dalam kondisi seperti ini.
Mobil hendrawan memasuki halaman parkir polres.pagi itu tampak hampir semua anggota interpol datang bersamaan otomatis hampir semua mata anggota satuan yang di pimpin oleh hendrawan melihat kalau pria itu datang bersama afi dan entah apa yang ada dalam pikiran mereka yang jelas dari raut wajah mereka jelas menampakan keheranan luar biasa.apalagi saat hendrawan turun dari mobil nathalia juga sedang turun dari mobilnya.begitu turun dari mobilnya wanita itu sangat ceria bertemu dengan hendrawan tapi keceriaan itu berubah jadi kemurungan saat melihat afi turun dari mobil yang sama dengan hendrawan.
"Kalian satu mobil ?!"
Pertanyaan itu terlontar dari mulut nathalia saat di lihatnya afi turun dari mobil hendrawan.
"Iya..!"
__ADS_1
Hanya jawaban itu yang di berikan pria itu sambil memencet kunci mobilnya dan terus berlalu kedalam kantor.
Made dan irwan yang juga menyaksikan afi dan hendrawan datang bersama tak bisa mengomentari apa-apa.lagi pula ini saat yang tidak tepat apalagi mereka lihat nathalia sedang kesal pada atasannya itu.alamat hari ini wanita galak itu bisa seharian badmood.tatik yang melihat kejadian itu juga sangat gemas sama afi.
Begitu masuk di dalam kantor nathalia begitu marah sekali pada hendrawan dan afi.akhirnya dengan alasan meminta tandatangan hendrawan.nathalia tak bisa lagi menahan emosi yang bergejolak di dadanya.
"Tok..tok..!"
Suara ketokan di pintu bersamaan terdengar langkah kaki nathalia memasuki ruangan hendrawan.
"Masuk.!"
Kata hendrawan tanpa menoleh karena dia sudah tahu siapa yang datang.nathalia sedikit keras membanting file yang mau dia minta tandatangani pada hendrawan.
"Apa semalam kalian bersama..?!"
Tanya nathalia tak sabar lagi.
"Iya"
Hendrawan menjawab singkat tanpa melihat wajah wanita yang sedang marah di depannya itu.
"Apa yang kamu pikirkan? Apa kamu ingin menciptakan gosip baru di kantor ini..?!"
Nathalia mulai berteriak pada pria yang masih cuek padanya ini.
"Gosip apa..?semalam dia pulang ke pos tapi dia lupa tidak bawa kunci.apa aku harus meninggalkan dia sendiri biar dia tidur diteras pos..!"
Jawab hendrawan sambil menatap mata nathalia tajam.
"Kamu kan tidak perlu membawanya kerumahmu.dia bisa saja tidur di sini.kenapa kamu pandai sekali membuat alasan.apa kamu sengaja membuatku sakit hati..!"
Nathalia hampir saja menangis.
"Kenapa jadi kamu yang mempersoalkan hal ini.dia adalah anakbuahku.aku bisa membawanya kemanapun aku mau..!"
Kata-kata hendrawan sangat menusuk hati gadis itu dia pun keluar dari ruangan hendrawan dengan sangat kesal.matanya menatap sinis pada afi yang duduk di dekat pintu masuk.
Hendrawan hanya menarik nafas panjang saat nathalia keluar dari ruang kerjannya.pria itu menatap afi yang sedang asyik melihat ponselnya.
Afi sedang duduk di meja kerjanya yang terletak di dekat pintu masuk.dia masih melihat sebuah pesan yang ada di ponselnya dengan seksama.
"Selamat malam kelinci..!semoga kamu tidur nyenyak malam ini..!"
Itu adalah pesan yang dikirim Banyu malam tadi.
"Sampai jumpa besok da..!"
Pesan kedua ini yang membuat afi sedikit bingung.tapi belum hilang bingungnya dia malah di kagetkan oleh suara Tatik yang tiba-tiba muncul di belakangnya.
"Siapa yang di panggil kelinci..!"
Seri tatik yang membuat afi kaget.
"O..! Ini temanku dia biasa memanggilku kelinci karena gigiku yang seperti kelinci.."
sergah afi agar tatik tidak curiga macam-macam padanya.
"Oya afi,apa kamu malam tadi tidur di rumah pak hendrawan..?!"
Tanya tatik ingin tahu.
"Aku..! "
Belum sempat tatik bertanya lebih lanjut hendrawan datang membawa sebuah map besar.
"Tatik,apa pekerjaanmu sudah selesai!"
Kata hendrawan melihat tatik sedang bicara di meja afi dengan santainya.tatik pun ngeloyor pergi setelah di tegur oleh atasannya.
"Afi,Tolong kamu scant file ini dan bawa padaku."
Hendrawan membalikan badan menuju ke ruangannya.tapi selangkah kakinya beranjak pergi dari afi.pria itu menatap afi lagi.
"Hari ini kita ke club Tony brother!"
Hendrawan tersenyum penuh arti pada afi.membuat wanita itu tak mengerti harus bicara apa."mungkin ini ada hubungannya dengan kerjaanku."
Kata afi dalam hati kecilnya.
Di apartemen Banyu tampak pria itu sedang bersiap untuk pergi.dia sedang memakai dasi di depan cermin besar wajahnya bersinar ceria menandakan suasana hatinya yang sedang bahagia.
Sedang asyik bersiap ponselnya berdering.
"Halo..! Iya..!iya..!aku akan melihatnya...!baiklah thanks..!"
Senyum di bibir merah Banyu mengembang.Tapi saat tubuhnya berbalik ke arah cermin Banyu di kagetkan dengan kehadiran pamannya yang tiba-tiba sudah berdiri di depannya.
"Augh..paman..!"
Banyu tak mengira kalau paman Rizal tiba-tiba ada di depannya.
"Kelihatannya kamu senang sekali.ada berita apa..?!"
Tanya paman rizal karena melihat banyu tampak sangat bahagia.
"Afi dan polisi itu akan datang di Gym aku akan beri mereka pelajaran..!"
Jawab banyu sambil tersenyum penuh kemenangan.karena hari ini dia punya kesempatan untuk memberi pelajaran pada hendrawan dan afi.
"mereka akan tahu sedang berhadapan dengan siapa..?!"
Banyu tidak menyadari kalau rasa di hatinya ini sangat bertentangan dengan keinginannya yang sebenarnya.yang sebenarnya adalah dia bahagia karena akan berjumpa dengan wanita yang beberapa hari ini diam-diam dia rindukan.tapi karena kekesalannya pada hendrawan yang mengirim afi untuk memata-matainya membuat Banyu sangat marah.mata banyu menatap tajam penuh amarah.
Sudah setengah jam Banyu menunggu afi dan hendrawan di Gym tony brother.dia duduk bersandar di atas ring tinju membaca buku yang baru saja di belinya berisi tentang ilmu Bisnis.sementara itu Tony dan kedua adiknya menemaninya sambil menawarkan untuk menjadi sporting partner untuk dia tapi banyu menolak karena dia sengaja menunggu dua orang itu.banyu ingat saat pertama melihat hendrawan dan afi di tempat itu pria itu telah membuat dirinya kesal dengan kelakuannya yang bersikap begitu mesra pada afi.sekarang dia juga harus menerima hal yang sama.akhirnya orang yang di tunggu-tunggu datang juga.terlihat afi dan hendrawan datang dari arah pintu masuk.
"halo..!selamat sore..!"
Sapa hendrawan pada tony bersaudara.
"Selamat sore..!"
Seru ketiga bersaudara itu sambil menyalami hendrawan dan afi yang muncul dari pintu masuk.
sebenarnya saat melihat afi dan pria itu bersama saja sudah membuat hati banyu terbakar tapi dia harus bisa menguasai diri.lagi pula saat ini wanita itu sudah terikat perjanjian dengannya.sambil membanting buku yang di pegangnya dengan kesal. dia melangkah dengan percaya diri banyu mendekati afi dan hendrawan.
"Hai..!sayang.! Aku sudah menunggumu lama..!"
Sapa banyu dengan sangat manis sambil mencium pipi afi dan merangkul pundaknya.afi sangat terkejut dengan sikap banyu padanya tapi karena afi ingat perjanjiannya dengan pria ini maka dia pun tak bisa berbuat apa-apa selain tertawa untuk menyembunyikan rasa gugup dan malunya.hendrawan yang melihat perbuatan Banyu yang terlalu berani itu di buat kesal oleh pria itu.apalagi melihat afi bahkan tidak menolak atas apa yang di lakukan pria itu padanya.membuat hati pria ini sangat sakit.tatapan mata kedua pria itu penuh dengan bara api cemburu.keduanya berganti baju tak ada kata satupun yang keluar selain pandangan mata yang penuh amarah dari keduanya.di sudut sebelah kanan afi ada hendrawan yang sedang berganti baju dengan menggunakan setelan baju olahraga berwarna kuning hitam khas seragam polisi badannya yang sangat atletis tampak terlihat jelas membuat afi menundukan pandangannya saat sekilas melihat pemandangan itu.di sebelah kiri afi pria yang tampan pun sedang membuka jas nya dan berganti dengan kaos singlet berwarna hitam dan memakai celana panjang berwarna krem dan untuk pria satu ini sukses membuat mata afi membelalak melihat tubuh gagah yang baru di lihatnya tubuh itu sangat sempurna dengan sebuah tato berlafaskan Allah di punggung sebelah kanan.setelah selesai berganti baju pria itu benar-benar membuat afi jatuh hati padanya tak sadar afi menelan air livenya.hampir saja afi lupa kalau wajah lugunya itu masih menatap Banyu tak berkedip. Saat hendrawan berjalan di sampingnya baru afi tersadar.banyu mendekati afi dan mengajarinya tehnik beladiri.banyu memang ahlinya di bidang itu.tubuh gagah itu semakin dekat dengan tubuh mungil afi yang berada tepat di depannya. wanita itu benar-benar sangat nerves debar di dadanya semakin keras .tanpa ragu banyu sengaja mendekatkan tubuhnya pada tubuh afi.suhu dingin di dalam ruangan itu tak mampu mencegah keringat dingin yang keluar dari tubuh afi.
"Sebagai seorang mata-mata kamu harus menguasai ilmu beladiri.." aku akan mengajarkan tehnik memukul dengan benar kelinci..!"
Bisik banyu tepat di telinga afi.hembusan nafas pria itu begitu harum membuat afi memejamkan matanya menikmati sensasi yang tak biasa.banyu tersenyum penuh kemenangan karena dia yakin hendrawan pasti menahan rasa cemburu hebat.banyu memang sengaja membuat pria itu marah dengan memanfaatkan gadis cupu itu tapi saat mata sendu afi menatap matanya banyu terpukau dengan gadis di depannya itu.tiba-tiba dadanya berdebar keras dan sempat gugup.tapi rasa itu hanya sebentar dadanya kembali di penuhi rasa marah saat teringat gadis cupu di depannya ini sengaja di kirim untuk mendekati dan memata-matai dirinya.tangan banyu memegang tangan afi dan menuntunnya untuk memukul ke arahnya dan pria itu memberikan tanganya yang sedikit berotot untuk di pukul afi.wanita ini benar-benar tidak bisa konsentrasi latihan. dia justru sedang terpaku melihat pria tampan di depannya.
hendrawan yang menyaksikan aksi banyu hampir tak bisa menguasai diri saat di lihatnya tangan banyu mulai memegang bagian-bagian tubuh afi.rasanya hendrawan ingin sekali menyingkirkan tangan yang dianggapnya sengaja mencari kesempatan.mata hendrawan menatap tajam pada banyu yang cuek dengan apa yang di lakukan.di sisi lain afi sangat bahagia sebentar dia terlena dengan sikap lembut dan perhatian dari banyu.walau dia tahu kalau itu semua hanyalah pura-pura saja.afi benar-benar terjebak oleh kecerobohannya sendiri kalau sudah seperti ini dia harus bagaimana.ayolah afi jalani saja bukankah ini adalah konsekwensi dari apa yang kamu perbuat.ini semua akibat sikap konyolnya yang mengikuti banyu dan tertangkap oleh mereka.banyu merasa sangat puas demi melihat pria yang menjadi atasan afi itu terlihat sangat marah.apa yang menjadi rencananya berhasil dengan mulus.tapi entah kenapa setiap kali banyu dekat dengan afi dadanya selalu berdebar keras.ini tidak biasa apalagi saat wanita itu berada sangat dekat dengannya seperti saat ini.rasanya banyu tak ingin melepaskan genggaman tangannya.ada getar rasa tak biasa saat tangan berototnya memegang tangan lentik itu.rasa marah itu hilang begitu saja saat matanya dan mata afi saling bertemu.mereka saling menatap lama.
Hendrawan sudah tak bisa lagi membiarkan kedua orang itu saling menatap mesra seperti itu.
"Afi,apa kamu akan berlatih seperti itu.sepertinya itu kurang cocok untukmu.kamu latihan sama aku saja!"
Seru hendrawan sambil mendekati afi.sambil memandang dengan sangat sinis pada Banyu.
"Apa masalah kamu..!kamu cemburu..?! Bersikaplah jantan..!"
Seru Banyu sambil mendekatkan wajah garangnya ke pada hendrawan.
"Huh jantan..! Kalau memang kamu jantan ayo kita bertanding..!"
Tantang hendrawan yang sudah sangat geram pada Banyu.banyu yang mendapat tantangan seperti itu tak mau kalah.
"Kamu pikir aku takut sama kamu..ayo kita lakukan sekarang juga..!"
Banyu sangat geram mendengar hendrawan mengejeknya."ini adalah kesempatan menghajar pria sok ini"
Pikir banyu sambil langsung berjalan menuju ke arah sarung tinju bergantung dan segera memakainya.afi yang berusaha mencegah pertandingan ini tak mampu meredakan kemarahan dua pria itu.mereka seperti dua sisi koin yang tak bisa di satukan.hendrawan pun langsung menuju ke arah ring tinju.afi di buat bingung dengan sikap dua pria yang saling membenci ini tapi dua pria ini juga adalah orang yang saat ini dekat dengan dirinya.saat berada di atas ring keduanya saling menatap sinis iya dua pria ini adalah orang yang sama -sama jatuh hati pada afi.gadis yang saat ini sedang cemas melihat para pria itu beradu fisik di atas ring.
Afi sangat cemas melihat hendrawan dan banyu sedang saling pukul sementara tony dan dua adiknya menjadi penonton di bawah ring.awalnya pertandingan mereka biasa saja tapi lama kelamaan mereka saling pukul dan tendang dengan sangat sengit.sampai akhirnya afi berlari ke atas ring di ikuti Tony dan adiknya untuk melerai mereka berdua.awalnya mereka masih mau saling pukul meskipun keduanya sudah di pegang oleh tony dan saudaranya.
"Bagaimana kalau kita santai dulu kita makan bersama..kami ada menu spesial untuk kalian..!"
Seru Tony sambil menyuruh pada ronald menyiapkan makanan untuk mereka.tony selalu punya cara untuk bisa membuat kedua pria yang sedang di bakar api cemburu ini tidak saling menghantam lagi.
Walau saat makan pun dua pria ini masih saling perang dingin.tampak wajah keduanya berdarah pada bibir dan juga pelipis mereka.afi hanya diam dan sesekali tersenyum melihat pada mereka.tak ada yang bisa afi lakukan kalau mereka sedang marah seperti ini selain diam dan diam.
"Kalian berdua sangat hebat..apa kalian dari kesatuan yang sama..?!
Tanya Tony memecah keheningan.dan membuat hendrawan dan banyu saling pandang tanpa menjawab apapun.
"Itu pukulan yang sangat bagus,sepertinya tuan banyu sangat ahli dalam beladiri apa tuan Banyu juga seorang polisi..?"
Ronald pun ikut bertanya agar suasana kaku itu mencair tapi hanya sebuah deheman yang di berikan oleh Banyu yang membuat tony bersaudara terdiam.sampai mereka selesai makan tak sepatah katapun terucap di bibir mereka.
Setelah selesai berganti baju arda menunggu afi di dekat mobilnya yang sudah berada di depan gym.terlihat afi keluar bersama hendrawan.
"Baiklah afi,sampai ketemu lagi besok..!"
Seru hendrawan saat berpisah di depan club.
"Iya abang,trimakasih sampai besok..!"
Jawab afi sambil berjalan ke mobil banyu.
Afi,besok kita harus pagi sampai di kantor.aku akan menjemputmu di pos..!"
Hendrawan berteriak kembali sebelum dia masuk kedalam mabilnya.
"Iya bang..!"
Jawab afi lagi karena perkataan hendrawan adalah perintah baginya.banyu hanya menatap tajam pada hendrawan sambil berdiri membukakan pintu mobil untuk afi.
Di dalam mobil banyu masih saja diam tak bicara apapun mukanya terlihat sangat kesal.banyu sangat tidak suka afi memanggil abang pada hendrawan panggilan itu sangat mengganggu telinganya.mereka teryata begitu akrab.bagaimana kalau gadis ini menyukai pria itu,mereka sering menghabiskan waktu setiap hari dan di tempat yang sama.banyu semakin kesal saja."pikir..pikir banyu apa yang harus kamu lakukan agar kamu dan gadis ini sering bertemu dan bersama." Otak Banyu berpikir keras mencari cara agar afi tidak sering bertemu laki-laki yang tidak dia sukai.
"Apa kamu baik-baik saja..? Seharusnya kamu tidak perlu bertanding dengannya..?"
Afi sangat mencemaskan Arda tapi alih-alih mendapat jawaban dari pria itu.arda malah mengeraskan volume musik di dalam mobilnya sampai membuat afi terkejut.afi jadi jengkel pada Arda karena merasa di cuekin seperti ini.bahkan saat sampai di pos Banyu menghentikan mobilnya dengan sangat kasar hampir saja afi terbentur daesboard.afi sebel banget dengan pria di sampingnya tapi karena takut afi hanya bisa memendam rasa sebel itu.
"Selamat malam..!"
Afi memberi salam dan menatap ke pada Banyu sambil membuka pintu mobil.
"Ayo ke rumahku..!"
Seru Banyu lirih saat afi hendak turun dari mobil.pria itu tanpa sadar mengucapkan apa yang menjadi isi hatinya dari tadi.tapi rasa gugup itu tak bisa membuatnya mengulangi ucapanya.
"Apa..?"
Afi seperti tak percaya dengan pendengarannya dan dia pun menegaskan apa yang dia dengar.
"Selamat malam..!"
Banyu tidak mengulangi ucapannya entah kenapa dia sangat gugup sekali.melihat pria itu tak bicara apa-apa lagi bahkan tak melihat padanya akhirnya afi berjalan ke arah pos.saat Banyu melihat gadis itu menjauh dari mobilnya banyu tak ingin kehilangan kesempatan untuk melihat wajah itu.Banyu ingin sekali selalu bersama dengan gadis itu.rasanya sulit sekali tinggal berjauhan dengannya.Banyu tak bisa menahan diri lagi dia pun keluar dari mobilnya.
"Kelinci..!"
Teriakan Banyu menghentikan langkah afi yang hampir sampai di pintu pos.wanita itu membalikan badannya dan dia melihat Banyu berlari ke arahnya.
"Kita bertemu lagi di rumahku..!"
Hanya kata-kata itu yang terucap dari bibir merah banyu sambil memegang tangan afi dan dia pun langsung berbalik meninggalkan afi.wajahnya memerah saat mengatakan hal tersebut pada afi.
Akhirnya suara lembut pria itu terdengar juga pria yang dari tadi terlihat marah padanya.tatapan mata yang meneduhkan itu membuat afi tertegun dia berdiri terpaku melihat kepergian Banyu tanpa bisa bicara apapun.mobil hitam itupun melaju meninggalkan afi.dari jauh afi melihat lilis berjalan menuju ke tempatnya berdiri.
saat mobil Banyu melintas di depan lilis sangat jelas wanita itu melihat Banyu berada di dalam mobil itu.bukan karena kaget melihat siapa yang ada di dalam mobil itu,tapi dari jauh lilis sudah melihat kalau pria itu adalah Banyu dan lilis pun melihat banyu memegang tangan afi sebelum pergi.rasa tak percaya dalam hati lilis saat tahu pria itu mengenal afi dan kelihatanya mereka berdua sangat akrab.
--------**--------
Tunggu cerita selanjutnya ya *He Is Spy 11* Trimakasih☺.
__ADS_1