HE IS SPY

HE IS SPY
HE IS SPY 2


__ADS_3

CATATAN PENT#ING !!! : SEMUA CERITA INI HANYA FIKTIF BELAKA .SEMUA MURNI HASIL IMAJINASI PENULIS JIKA ADA KESAMA NAMA DAN TEMPAT ITU HANYA KEBETULAN SEMATA.SELAMAT MEMBACA KASIH KOMENT AND VOTE.TRIMAKASIH☺


TTD :AUTOR FITRI KRISTIANI.


Iya orang yang telah menamparnya adalah lelaki berkaca mata berumur 45 tahun .lelaki yang malam tadi di seretnya jadi tersangka penabrak pejalan kaki.


"Kamu pantas mendapatkannya ...!aku masih berbaik hati hanya menampar kamu..!.jika kamu macam-macam lagi aku akan menyuruh pengacara aku menuntut perbuatan kamu padaku dasar wanita tak tahu diri....!jangan bertindak melebihi kewenangan kamu...!"


Bentak Gunawan dengan tatapan penuh amarah pada Afi yang terdiam dan tak berani menatap padanya. gunawan berjalan dengan cepat di ikuti dengan pengacaranya. sambil menabrak Afi sampai afi terjatuh karenanya.


dari dalam ruangannya hendrawan yang menyaksikan Afi diperlakukan kasar seperti itu sangat gusar apalagi ini terjadi di dalam ruangan kesatuannya.tidak ada yang boleh bertindak semena-mena pada semua anak buahnya.dengan berlari cepat pria gagah itu keluar dari ruangannya dan mengejar Gunawan.


"Hei kamu ...! tunggu...!apa yang kamu lakukan padanya...berhenti...hei...!"


Hendrawan mengejar Gunawan yang pergi dengan cepat.sambil berteriak marah pada pria yang tak tahu malu yang bisa menampar seorang wanita.tapi hendrawan kalah cepat mobil Gunawan dan pengacaranya sudah melesat pergi dari pandangannya.dengan kesal hendrawan menghempaskan tangannya dan saat berbalik dia mendapati Afi sedang mengendarai sepeda matic putihnya keluar dari area parkir sambil menganggukan kepalanya memberi hormat pada atasannya itu.terlihat mata sendu itu berurai air mata saat melintas didepan hendrawan....


"Hei..."


pekikan lirih hendrawan tak terdengar oleh Afi yang sudah hampir keluar dari pintu gerbang polres.ada rasa pedih dalam dada Hendrawan rasanya ingin sekali pria itu mengusap airmata di mata indah Afi dan memeluknya erat agar tak ada lagi sedih yang mendera wanita ayu itu.pria gagah itu hanya bisa menghela nafas panjang.


Sesampai di pos taman. Afi memarkir kendaraannya di depan pos.kakinya melangkah sambil tangannya menghapus sisa air mata di pipinya agar tak terlihat oleh bripka Fauzi.didalam pos Bripka fauzi dapat melihat Afi berjalan menuju ke pos dari pintu kaca berwarna hitam dengan jelas Fauzi bisa melihat Afi berwajah lesu.memang pintu pos didesain untuk bisa melihat dari dalam ruangan saat siang hari kaca hitam itu dari luar memang tidak bisa melihat kedalam kecuali harus menempelkan mata di kaca hitam itu.


"Akhirnya dia datang..tapi ada apa dengan wajahnya itu...?"


Gumam pria setengah baya itu.


Bripka Fauzi merasa senang karena Afi datang jadi ada yang bisa bantuin dia untuk membuat paket sembako didepannya.


"Selamat siang paman...!"


sapa Afi riang lalu dengan cekatan membantu memasukan sembako kedalam kardus yang sudah disiapkan.


"Aku senang kamu bisa datang kemari membantuku...oya aku dengar di sat Interkom ada kasat baru..?!"


Tanya pak fauzi ingin tahu.


"Iya...tadi saya sudah ketemu dengannya.namanya pak Hendrawan,orangnya kelihatannya baik....!"


kata Afi datar.


"Ada apa denganmu? kamu kelihatan kurang semangat...!dan astaga Afi...!apa yang terjadi padamu? Kenapa pipimu merah seperti itu ...?!"


Pak fauzi kaget saat melihat pipi Afi memerah seperti habis kena tamparan.


"Tidak apa-apa paman..cuacanya panas sekali tadi jadi merah deh.saya lupa memakai masker waktu kesini..."


afi berbohong agar Pak fauzi tidak terus menginterogasinya.nyatanya Fauzi tak lagi mempertanyakan tentang pipi merahnya.


"Oya nanti sore aku minta tolong kamu mengantar sebagian sembako ini ke panti asuhan yang di ujung jalan di bawah jembatan layang sana.tapi kamu tidak bisa pakai kendaraan karena jalanannya terlalu sempit dan menurun kamu harus jalan kaki bisa kan..?!".


pak fauzi memandang pada Afi menunggu jawabannya.


"Iya paman siap...! Saya tahu tempatnya. nanti biar saya antarkan"


jawab Afi mengiyakan tugas yang diberikan padanya


Hari sudah sore saat Afi dan bripka fauzi selesai memaking semua sembako kedalam kardus dan mengikatnya dengan tali rafia.


"Baiklah selesai sudah semua tinggal mengantar saja aku berikan semua tugas untuk mengantar sembako ini kepadamu afi...aku harus kembali kekantor untuk aplusan.piketku sudah selesai aku harap lusa semua sembako ini sudah selesai kamu antar ke semua ketempat tujuan..!"


Seru bripka fauzi sambil bersiap kembali kekantor pusat.


"Siap paman ,saya akan mandi dulu setelah itu saya akan mengantar ke panti asuhan dibawah jalan layang dulu.sambil olahraga jalan santai sore hari"


kata Afi seraya mengantar pak fauzi ke pintu keluar.sambil tersenyum ceria ala Afina.


Sementara itu semenjak insiden penamparan oleh Gunawan mandraguna siang tadi.hendrawan tidak bisa meredakan kegusaran hatinya terus terbayang di ingatannya mata wanita ayu yang berderai air mata.kilasan ingatan itu membuatnya berjalan menuju kearah ruangan kapolres karena dia tahu Gunawan adalah kawan baik atasannya tersebut.


"Tok...tok...!"


suara ketukan dipintu membuat lelaki berumur 45 tahun itu menoleh kepintu.


"Masuk...!"


Begitu pintu terbuka seraut wajah tampan menyembul dipintu dan dengan langkah tegap sebari memberi hormat sudah berdiri tegap dihadapannya.


"Akp hendrawan...selamat datang dan selamat bergabung aku ucapkan lagi...ada apa kamu menghadapku ...apa ada yang mau kamu sampaikan..?!"


Tanya Akbp Hermansyah.melihat bawahannya ini terlihat agak kesal .


"Hendrawan jangan terlalu Formal kamu sudah om anggap seperti keponakan om sendiri ,apalagi kamu sudah lama menjadi teman Nathalia..katakan?"


Tanya pria yang kelihatan begitu berwibawa itu sambil berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri hendrawan.memegang bahu pria muda itu dan mengajaknya duduk di sofa panjang yang berada di sudut ruang kerjannya.


"Ini soal Gunawan tepatnya Gunawan mandraguna..tadi baru saja di menampar anak buah saya anggota keamanan rakyat Afi.saya ingin menuntut dia untuk mempertanggung jawabkan perbuatan tidak menyenangkan ini.apalagi dia melakukan diruang kesatuan saya...!"


Akbp Hermansyah sangat tahu kalau hendrawam merasa dipermalukan oleh Gunawan didepan anakbuahnya karena Gunawan bersikap arogan.baru saja Hermansyah mendapat laporan dari anak buahnya tentang kejadian di ruangan Hendrawan.namun Hermansyah tak menduga kalau kejadian yang dianggap biasa itu membawa pria gagah itu menghadap padanya.


"Hendrawan Om tahu perbuatan Pak Gunawan sangat arogan.atasnama Gunawan

__ADS_1


Mandraguna om minta maaf padamu.om harap ini sudah berakhir disini saja...!


tidak usah diperpanjang lagi...!"


kata Akbp Hermansyah mencoba menenangkan hendrawan.


"Tapi om... ini sungguh keterlaluan...dia sama sekali tidak menghargai saya sebagai kepala satuan intelkom..!"


Hendrawan masih bersikeras akan niatnya pada Gunawan.


"Hendrawan saya katakan ini sudah selesai...dan ini perintah...!"


Tegas Hermansyah menyudahi perdebatan ini.dan kembali duduk kursinya.


"Siap...selamat malam...!"


Hendrawan keluar dari ruangan atasannya tersebut dengan perasaan kecewa.


Sebenarnya Hendrawan juga merasa bingung dengan sikapnya yang terlalu kepikiran tentang kejadian penamparan Afina.tetapi entah kenapa jika hal yang menyangkut tentang wanita lugu itu selalu terbayang dan mengganggu didalam otaknya.ada apa dengannya?


Kaki hendrawan berjalan menuju motor besarnya yang terparkir dengan gagahnya.Ducati Superbike 848 berwarna merah menyala seolah memperlihatkan siapapun pengendaranya dia seorang pria macco yang sangat pemberani.hendrawan yang tinggi besar dengan gagahnya memacu mogenya kearah pos taman Mada.entah kenapa bayangan wajah Afi selalu terbayang di ingatannya dan dia ingin sekali memastikan kalau Afi baik-baik saja setelah insiden penamparan tersebut.


Di pos taman seperti malam-malam biasanya Afi masih berjaga di pos sampai matanya mengantuk barulah dia akan tidur.walaupun sebenarnya dari atasan sendiri tidak mengharuskan dirinya untuk jaga malam tapi Afi tahu diri dia merasa beruntung bisa tinggal dengan gratis di pos tersebut .


jadi karena keinginannya sendiri setiap malam dia usahakan untuk jaga malam walaupun tidak sampai larut malam.sambil melihat televisi untuk menghibur hati.


seperti biasa saat asyik nonton tivi selalu ada saja yang menganggunya.pria mabuk yang hampir setiap malam masuk kedalam pos untuk meminta tisu dan juga uang receh untuk pergi kewc umum.


namanya Anto lelaki berumur 35 tahun itu memang selalu mabuk setiap malam semenjak istrinya meninggal karena sakit tumor.karena alasan itulah Afi selalu memberinya tisu dan uang receh setiap kali dia memintanya.pada dasarnya anto orang yang baik dan lagi Afi merasa senasib dengan anto.sama-sama ditinggalkan oleh orang yang mereka sayangi.


"Mbak afi..!.afi..!.apa kamu didalam...?!"


seru anto dalam keadaan mabuk masuk kedalam pos.Afi menoleh sebentar begitu dia tahu kalau anto yang datang matanya kembali kelayar tivi yang sedang ada acara dangdut kesukaannya.


"Iya ada apa..kamu butuh tisu.?"


Afi sudah tahu apa yang di inginkan anto.


"Iya mbak...apa mbak Afi sendirian tidak ada teman jagaa...?!"


Dan pertanyaan itupun hampir tiap malam ditanyakan pada Afi.


"Iya...aku jaga sendiri..ini tisunya...!"


Jawab Afi tanpa melihat kearah Anto.antopun berjalan keluar ruangan sambil sempoyongan.tapi tak berapa lama kemudian dia masuk lagi dan Afi pun mengambil uang receh yang berada dikotak diatas meja.


"Mbak afi..apa mbak Afi punya uang receh untuk ketoilet umum...?" Anto kembali berdiri disamping Afi yang masih saja asyik menonton tivi.


"Apalagi...yang kamu butuhkan anto...apa kamu nggak jadi nyebrang ...?"


Seru Afi mengira kalau itu anto.wanita lugu itu tak menyadari ada seorang pria menatapnya dengan tatapan cemas.namun pria gagah itu bernapas lega saat melihat wanita yang seharian membuatnya panik teryata terlihat baik-baik saja. Lihatlah wanita itu tampak sangat menggemaskan saat terlihat lepas dan santai menonton tivi.untuk beberapa saat Hendrawan menikmati wajah ayu itu agak lama.


"Bagaimana keadaanmu...?!"


Suara itu bukan suara anto.dan benar saja saat afi menoleh kearah datangnya suara dia langsung sigap berdiri memberi hormat.afi kaget banget karena malam-malam begini kenapa atasannya ini kesini pasti ada hal yang sangat penting sampai-sampai orang yang berpangkat Akp ini sampai kesini.


"Selamat malam pak...ka...sat...!maaf saya kurang dengar tadi...apa yang barusan bapak katakan...?"


Tanya Afi sangat gugup.afi takut banget ada apa ini...?apalagi dia tadi kan pasti terlihat berpenampilan sangat berantakan dengan baju tidur dan rambut tergerai.apa yang dipikirkan orang nomer satu di interkom itu.bisa di pecat aku gara-gara ini.ada ketakutan di wajah afi.


"Oh maaf...maksud saya apa malam ini kamu berjaga...?"


Kenapa Tubuh Hendrawan jagi gemetar gini ah dijalan tadi sudah beraniin diri nemui wanita ini tapi saat didepannya ngomong aja belibet..dan lagi apa aku terlalu tua dimatanya jadi dia memanggilku bapak lagi.jadi lucu saja mendengar wanita ini memanggilku pak kasat.desis hati Hendrawan.kenapa suasananya jadi tegang gini sih.


"Iya pak kasat malam ini saya berjaga...!"


jawab afi dalam keadaan menunduk karena dia sadar diri sedang berhadapan dengan siapa.


"Jangan memanggilku pak kasat dong!"


Kata-kata itu terucap begitu lirih.hampir-hampir tak terdengar oleh Afi.


"Iya ...pak ...apa yang bapak katakan..?maaf.."


Afi menanyakan apa yang dibicarakan atasan didepannya ini karena dia sama sekali tak mendengar apa yang dikatakan pria yang penuh wibawa tersebut.


'Aduh apa telingamu ini minta dibersihkan Afi kenapa didepan orang yang penting gini kamu jadi tuli sih,bisa gawat urusannya kalau atasanya ini marah'


omel afi dalam hatinya.


"Apa semuanya aman...?"


Oh hendrawan ada apa denganmu bilang saja kamu ingin bertemu dengannya dan menanyakan keadaannya kenapa jadi muter-muter sih .gerutu hendrawan dalam hati.


"Siap semua aman terkendali pak...kasat...!"


Ah pembicaraan ini malah jauh keluar dari apa yang mau diomongkan indrawan.semakin lama disini hendrawan semakin gugup akhirnya dia pun berdiri.lagi pula kenapa gadis ini terlalu formal sih ...


"Apa pak kasat Hendrawan sedang patroli...?"

__ADS_1


tanya Afi memberanikan diri dan Pria itu memandang wajahnnya yang tertunduk.


"Eh iya aku sedang patroli...!" Jawab hendrawan sekenanya.membuang tatapan matanya saat mereka beradu pandang.


"Tapi saya tidak melihat ada mobil polisi ?"


tanya Afi sambil melongok melihat tak ada mobil patroli yang parkir.melihat kelakuan Afi yang lucu hendrawan sangat senang.


"Aku memang tidak membawa mobil...karena ini patroli biasa "


hendrawan jadi tidak tega melihat Afi tetap berdiri tegak.akhirnya dia memutuskan untuk pamit.


"Baiklah selamat bertugas...semoga aman terkendali...! "


Karena gugup hendrawan malah menjabat tangan Afi membuat afi kaget.


" siap laksanakan...! Selamat malam...pak...!!"


Teriakan Afi membuat hendrawan bertambah gugup saja sampai-sampai dia menabrak pintu kaca didepannya karena salah membuka pintu kaca yang terkunci disamping pintu kaca yang sebenarnya untuk keluar.sambil menoleh dan tersenyum menutupi sikap konyolnya itu dengan langkah tegapnya.


Afi mengelengkan kepala setelah melihat moge atasannya itu melesat pergi.


"Lucu juga...orang itu.kupikir dia galak .tapi kelihatannya dia orang yang sangat baik.kelihatannya juga orang yang sangat bertanggung jawab dengan pekerjaannya sampai-sampai sudah malam begini dia melakukan patroli sendiri.coba kalau kepala satuan yang tidak bertanggung jawab pasti hanya berdiam dikantor cuma menunggu laporan anak buahnya saja.."


afi berbicara sendiri sambil mematikan telivisi hari sudah larut dan matanya sudah mulai mengantuk.setelah mengunci pintu dan mematikan lampu dia pun langsung melangkah kelantai atas ruangan pos itu.disanalah Afi tidur bersama barang-barang kantor.setelah membersihkan muka dan mengosok giginya afi segera menuju kekasur lipat yang tersusun rapi di sudut ruangan mengelarnya dan berbaring .walau hari ini sangat melelahkan baginya tetap saja dia bisa tersenyum dalam tidur.


ruangan dilantai dua ini tergolong luas tapi karena terlalu banyak barang jadi sempit.dilantai berwarna putih bersih inilah afi tertidur lelap diatas kasur lipatnya.pertama kali afi tinggal dipos tempat ini begitu kotor dan berdebu.tapi setelah afi tinggal disitu tempat itu begitu bersih dan terawat.afi menganggap tempat itu seperti rumahnya sendiri.hidup sendiri membuat afi harus benar-benar mandiri di usia 20 tahunnya.


Pagi itu seorang wanita cantik dengan setelan jas berwarna hitam,berkacamata hitam, rambut yang hitam lurus panjang tergerai lembut dengan langkah tegapnya menuju kelantai 3 gedung polres itu.dialah Ipda Nathalia bibir indah yang terbalut lipstik merah darah yang dipadu dengan lipgloss menampakan bibir itu merah mengkilat, membuat penampilannya semakin terkesan sangat seksi dan senyuman penuh misteri itu menambah tampilannya memukau setiap para pria.


polisi-polisi muda yang berpapasan dengannya memberi salam hormat sekaligus mengagumi wanita cantik ini.satu hal tentang Ipda Nathalia : smart,cantik,pengemar karate dan taekwondo dan dia naksir berat dengan teman kecilnya hendrawan Putra Bramantyo.karena itulah dia mengajukan pada omnya untuk memindah tugaskan hendrawan kedistricnya agar nathalia bisa bekerja di kesatuan yang sama dengan pria yang telah lama di cintainya itu.namun sayang cinta Nathalia sepertinya hanya bertepuk sebelah tangan karena pada kenyataannya pria gagah yang pernah menjadi teman masa kecilnya itu justru jatuh hati pada seorang wanita lugu dan dia seorang janda.hati hendrawan telah tertambat pada Afina gadis lugu berwajah ayu nan sederhana itulah pilihan hati Hendrawan.


Saat dilorong lantai 3 Nathalia berpapasan dengan Aiptu made dan aiptu irwan yang sedang membawa seabrek berkas di kardus .lalu kedua pria itu tergelitik mengikuti langkah kaki Nathalia dan sejurus kemudian wanita itu masuk kedalam ruang introgasi.


Made dan irwan memandangi wanita cantik yang duduk menyilangkan kakinya diruang introgasi.


"Wanita cantik yang penuh misteri...ck...ck...cantik sih...tapi....!"


Kata made sambil berdecak karena wanita itu begitu cantik.


"Maksudnya ipda nathalia misterius gitu....?!"


tanya irwan mendekatkan kepalanya pada made.


"Iya ...dia itu cantik dan galak...mungkin karena itu dia belum juga ada pasangan...siapa juga pria yang berani dekat dengannya..."


kata made sambil manggut-manggut.melihat Nathalia masih didalam ruang itu sambil mematut diri membuka kacamata lalu memakainya lagi.memutarkan badan semapainya di depan cermin besar itu.


"Iya dia memang sangat cantik ...sebenarnya kalau dia tidak galak aku juga suka padanya...tapi...ah sudahlah...lihat dia keluar ...ayo kita kemeja kita lagi..!"


Ajak irwan menarik made segera pergi dari tempat itu sebelum wanita cantik itu memergoki mereka yang melihatnya dikaca ruangan.


Sambil menghela nafas Nathalia berhenti sejenak didepan pintu baru kemudian masuk kedalam ruangan sat intelkam.pagi itu ruangan itu ramai sekali ada segerombolan preman pasar yang kasusnya sedang ditangani karena terjadi keributan dipasar yang mengakibatkan ada korban.pagi ini mereka akan di introgasi.


preman-preman bertubuh gempal-gempal itu lalu berebut untuk minta di introgasi duluan begitu melihat siapa yang akan mengintrogasinya siapa lagi kalau bukan Nathalia.


wanita cantik yang terlihat sangat menawan ,tanpa mereka tahu wanita cantik ini ibarat madu bermaniskan racun yang bisa kapanpun membunuh mereka tanpa ampun.wanita itu mengisyaratkan pada salah satu preman itu untuk masuk lebih dulu kedalam ruangan.namanya saja preman mereka jadi ribut karena tak kebagian kesempatan lebih dulu.tapi sejurus kemudian keributan itu menjadi sunyi saat terdengar suara teriakan kesakitan dari dalam ruang introgasi itu iya preman itu dipermak habis-habisan oleh Nathalia yang terkenal kejam dalam menginterogasi tersangka.semua preman yang tadinya ribut dengan cepat berbalik badan menghadap tembok membelakangi ruang interogasi dan menundukan kepala.membuat semua petugas polisi yang ada ditempat itu terkikik penuh tawa melihat kelakuan mereka.


Setelah selesai mengintrogasi semua tersangka.nathalia masuk kedalam ruangan hendrawan dan tak lupa menutup pintu ruangan itu yang selalu di biarkan hendrawan terbuka semenjak dia bertugas dikesatuan ini.mata pria tampan itu memicing melihat nathalia masuk dan menutup pintu ruangannya. Ah...teman kecilnya itu masih seperti yang dulu galak dan judes pada sesamanya...


"Ah.....dasar preman-preman tengil...baru tahu rasa mereka sekarang...biar mereka rasakan sedikit pemanasan dariku...!"


Kata nathalia sebari meyandarkan pinggulnya di meja kerja hendrawan sambil tersenyum puas.sementara pria itu tersenyum simpul dan masih asyik dengan arsip yang berada ditangannya.nathalia memandang pria yang disukainya itu mulai dari ujung kaki sampai ujung rambut sempurna sekali pria tampan didepannya ini tinggi 180cm,bertubuh atletis,jago beladiri pastinya dan punya jabatan penting dikesatuan.secara finansial dia adalah anak pengusaha kaya Putra Bramantyo.dan yang pasti nathalia naksir berat pada hendrawan sejak pertemuan mereka biro kesatuan lain beberapa waktu lalu setelah terpisah semenjak lulus Sma.


Pintu ruangan terbuka dan Aipda Tatik masuk membawakan dua cangkir teh meletakan didepan Ipda nathalia.Tatik memang sengaja berdiri menunggu kedua orang tersebut karena dia tak mau kalau nathalia mengoda hendrawan


"Apa kamu sudah dapat informasi tentang tkp Jw Marion..?!"


Tanya nathalia memandang hendrawan intens.membuat hendrawan menatap kearahnya.


"Iya ada sedikit informasi..tapi ini masih jauh dari harapan..banyak hal yang harus digali ...bahkan kita harus mengirim orang untuk menyelidiki perusahaan korban...."


kata hendrawan sebari meneguk teh didepannya.


"Tapi tadi kata pak made ada penyelidikan ketkp lagi pak hendra..."


celetuk Tutik yang dibalas dengan tatapan tajam nathalia. Tapi tatik tak memperdulikannya dia tetap ikut berbincang dengan mereka.paling tidak hendrawan merasa terbantu dengan datangnya tutik keruangannya.sehingga hendrawan tak diterkam sama nathalia yang kadang bisa bersikap sangat agresif.


"Baiklah ...siang ini kamu harus menemaniku makan siang ....okey...!"


Ajakan nathalia itu terkesan seperti perintah bagi hendrawan.wanita cantik itu bersikap sangat manja pada Hendrawan.tangan lentik milik Nathalia mengelus manja di rahang kokoh Hendrawan.wanita itu tak perduli walay ada tatik yang diam-diam meremas tangannya kesal.


namun entah mengapa tak ada debaran aneh saat tangan seksi itu menjamah tubuh gagahnya.berbeda saat dirinya menatap mata bening Afina hanya melihat saja dada Hendrawan berdebar tidak karuan dan badannya bisa gemetar jika sedang berbicara dengan Afina.


"Aku tidak janji karena banyak sekali pekerjaan yang harus kuselesaikan..."


jawaban hendrawan membuat tutik tersenyum senang melihat pria yang dikaguminya itu tampak tak tertarik pada nathalia.tutik merasa jijik sekali atas kelakuan Nathalia yang tak ubahnya seperti seorang jalang daripada seorang aparat negara yang seharusnya menjaga etika.rasanya ingin sekali Tutik menampar mulut Nathalia yang berani merayu pria yang di sukainya itu.tak peduli walau wanita galak itu juga atasannya.


"Ayolah hendrawan jangan terlalu serius dengan kasus-kasusmu santai saja..jangan kecewakan teman kecilmu ini...!"

__ADS_1


Bujuk nathalia mendengus manja membuat tutik memanyunkan bibirnya kesal.lalu dengan sedikit kesal keluar dari ruangan tersebut sambil membanting pintu lirih.tak lama tatik melihat Nathalia keluar dari ruangan hendrawan dengan senyum dibibir.membuat Tutik makin sebel dibuatnya.tutik sangat tidak menyukai kelakuan Nathalia sejak nathalia masuk dalam kesatuan ini.nathalia itu terlalu mengistimewakan dirinya sebagai orang yang berpengaruh.dia tidak pernah pakai baju seragam dan lagi tingkahnya seolah-olah dia yang paling smart dan cantik.tak sadar Tutik sampai meremas kertas yang ditangannya sampai kucel dan melemparnya dengan kesal.di sudut meja tampak Irwan menggelengkan kepalanya melihat Tutik.--------**--------


Cerita bersambung ke He is spy 3 di tunggu ya :trimakasih☺.


__ADS_2