HE IS SPY

HE IS SPY
HE IS SPY 16


__ADS_3

Tatik memperhatikan afi dengan seksama.tatik merasa sangat heran afi itu dilihat dari manapun hanyalah seorang wanita yang tidak ada keistimewaannya tapi kenapa banyak pria yang perpendidikan dan berkelas tertarik padanya.tatik jadi ingin tahu apa yang di lakukan afi untuk memikat para pria yang bisa di katakan nilai mereka di atas rata-rata ini.lama tatik terdiam dia terus berpikir dan juga memperhatikan afi.afi itu tidak cantik wajahnya biasa terus kalau di bilang seksi juga tidak dan dibilang modern kesan itu sangat jauh dari afi yang lebih terlihat culun.lama-lama kepala tatik jadi pusing dan nggak habis pikir.apa mungkin afi pakai magic atau susuk mungkin ah tapi nggak lucu juga kalau seorang polisi berpikir masalah magic atau susuk itu pikiran yang terlalu nggak mungkin.tatik nggak mau berpikir yang aneh-aneh.


"Afi,gimana kabar si ganteng itu?!"


Tanya tatik sambil menyentuh lengan afi yang sibuk dengan berkas di tangannya.


"Maksud bu tatik siapa?"


Afi melihat tatik dengan wajah bingung karena tidak tahu siapa yang di maksudkan tatik.


"Kekasihmu itu,siapa lagi kalau bukan Banyu langit?"


Kata tatik menegaskan pada afi yang agak tegang mendengar tatik menyebut nama banyu.


"Oh.. banyu.kabarnya baik-baik saja."


Afi hanya menjawab singkat.


"Oya afi katakan padaku bagaimana caramu bisa dekat dengan pria tajir itu?aku jadi penasaran bagaimana seorang pria yang sangat tampan dan kaya seperti dia bisa berhubungan dengan seorang anggota kamara seperti kamu,maaf sih ini agak aneh saja?!"


Perkataan tatik terdengar seperti sebuah ejekan bagi afi.


"Hubunganku dengan Banyu adalah hubungan soal pekerjaan yang sekarang sedang aku lakukan.aku tidak tahu apakah ini hubungan yang normal atau tidak.terserah anda mau berpikir apa?!"


Afi menatap tajam pada tatik yang tersenyum datar mendapat jawaban seperti itu dari wanita di depannya itu.


"Oya,tapi jujur deh afi. kamu kan tidak mungkin kalau tidak menyukainya.dia itu pria yang sangat tampan apalagi tadi aku lihat dia begitu perhatian sama kamu.siapa tahu setelah kalian tidur bersama dia mulai benar-benar menyukaimu?!"


Kata tatik berbisik di dekat telinga afi membuat mata wanita itu melotot karena tatik terlalu berpikir jauh tentang dia dan banyu.


"Bu tatik,saya masih sangat bisa menjaga diri saya.trimakasih atas sarapan paginya!kalau bu tatik tidak keberatan bisakah bu tatik meninggalkan saya.lihat saya banyak sekali pekerjaan!"


Afi mengusir tatik dengan cara halus.tatik hanya tersenyum simpul mendapat usiran halus dari afi.dia pun lalu pergi dengan cepat dari depan afi.tatik segera duduk kembali di mejanya dan mengerjakan tugas-tugasnya yang juga menumpuk sambil sesekali melihat kearah afi yang sibuk dengan berkas di tangannya tanpa menyadari ada seorang tamu yang mencarinya.di pintu masuk tampak seorang wanita yang sangat cantik dan seksi berdiri dengan begitu anggun di pintu kaca itu.


"Selamat pagi!,apakah nona afi ada?!"


Suara yang sangat merdu itu membuat semua anggota di dalam ruangan interpol itu pun menoleh di pintu.beberapa orang anggota polisi yang pria menatap kagum pada wanita cantik itu.tatik melihat dengan pandangan tajam melihat seorang wanita cantik datang ketempat itu,afi yang melihat dari samping pintu masuk merasa seperti mengenal orang yang mencari dirinya itu.sementara itu tampak irwan yang sedang menyidik seorang provokator demo terbelalak melihat kecantikan wanita seksi di depannya dengan cepat irwan memakai kacamata hitam yang berada di atas mejanya dan mulai beraksi.hendrawan yang melihat siapa yang datang dari ruang kerjanya sempat kaget melihat siapa yang datang dia adalah wanita yang datang di acara makan malam dengan ayahnya dan juga pengusaha Gunawan Mandraguna.tapi ada urusan apa wanita itu mencari afi apa wanita ini kenal dengan afi.afi yang tahu kalau ada yang mencarinya segera berlari kepintu dan saat tahu siapa yang datang dia sangat bahagia.


"Lilis..!apa kabar?!"


Sapa afi sambil melihat kearah lilis tanpa berkedip karena temannya ini tampak sangat berubah.penampilan lilis seperti model terkenal saja,busana serta semua aksesoris yang di pakai sepertinya sangat mahal.


"Kabarku baik!"


Jawab lilis sambil tersenyum manis pada afi.


"Ayo duduk dulu.tunggu sebentar ya aku akan mengantarkan berkas ini keruang bu nathalia.kamu tunggu sebentar di sini.nanti kita ngobrol aku kangen banget sama kamu!"


Seru afi sangat bersemangat dan mengajak lilis duduk di sebuah lorong di depan ruangan interpol itu.


"Baiklah, kamu selesaikan pekerjaanmu dulu aku akan menunggumu di sini.aku lagi santai kok.aku juga kangen sama kamu!"


Kata lilis sambil duduk dan menyilangkan kaki mulusnya gaun yang punya belahan tinggi itupun menampakan kakinya yang putih mulus membuat semua mata yang memandang harus menelan air liurnya.lilis tak menghiraukan para pria muda anggota polisi yang hilir mudik di depannya menebar pesona padanya itu.dia sibuk dengan ponselnya.tak lama hendrawan berjalan di depan lilis saat hendak menuju ruang kapolres.


"Selamat pagi! Ada perlu apa anda di sini nona?!"


Tanya hendrawan dengan sopan pada lilis.


"Oo..saya mau bertemu dengan afi!"


Jawab lilis sambil menatap intens pada hendrawan.


"Apa anda sudah bertemu dengannya?!"


Tanya hendrawan lagi memastikan.


"Sudah.saya disuruh menunggunya di sini dia masih menyelesaikan pekerjaannya!"


Kata lilis tersenyum ceria pada hendrawan.


"Baiklah kalau begitu.selamat pagi!"


Kata hendrawan lalu  berjalan meninggalkan lilis.


"Selamat pagi!"


Jawab lilis sambil menatap punggung hendrawan yang menjauh darinya.saat melewati sebuah lorong dekat tangga hendrawan bertemu dengan afi yang baru keluar dari ruangan nathalia.tapi entah kenapa pria itu berlalu begitu saja tanpa menyapa pada afi.sebenarnya afi agak sedikit kaget dengan sikap hendrawan yang tiba-tiba acuh padanya tapi afi berpikir mungkin sudah biasa orang -orang kalangan atas seperti hendrawan atau nathalia sering berubah-ubah sikapnya.afi tidak mau terlalu ambil pusing dengan senyum mengembang dia mendekati lilis yang sudah menunggunya dengan sabar.


"Lilis,kenapa lama sekali kamu baru kelihatan,kamu pasti sibuk sekali ya?!"


Tanya afi memulai percakapan.


"Iya begitulah.akhir-akhir ini aku sibuk syuting jadi baru bisa menemui kamu.oya ngomong-ngomong kantor kamu enak juga?!"


Kata lilis sambil matanya melihat setiap sudut ruang yang ada di tempat itu.


"Iya inilah tempat kerjaku.aku merasa sangat beruntung  bisa mengabdikan hidupku di sini.dengan segala suka dukanya!oya ceritakan padaku tentang dirimu sekarang.aku yakin kedatanganmu kemari bukan hanya sekedar kangen denganku kan? Katakan ada apa?!"


Afi mulai bicara serius karena dia tahu lilis pasti punya maksud tertentu sampai datang ketempat kerjanya dan menemui dia.


"Teryata kamu memang pantas bekerja di tempat ini.teryata instingmu benar.afi aku datang kemari karena ada sesuatu yang sangat penting.afi,kamu tahu kan beberapa bulan terakhir ini aku menjalin hubungan dengan Gunawan mandraguna Utama.?"


Kata lilis mulai terlihat cemas.


"Maksudmu,kamu sedang ada masalah dengan laki-laki itu?apa dia menyakitimu?!"


Afi mulai berpikir buruk melihat raut wajah lilis yang terlihat berubah cemas.yang afi tahu pria bernama Gunawan itu adalah seorang ********.


"Bukan,bukan itu maksudku.afi beberapa hari yang lalu aku menemukan sesuatu di apartemenku.saat aku melihatnya aku menjadi mencemaskan pria itu.afi aku dan gunawan mungkin akan menikah!"


Kata lilis datar tidak ada rona bahagia layaknya menyampaikan berita gembira.


"Kamu menemukan apa?"


Tanya afi lagi sambil menatap lilis penuh tanya.


"Lihatlah"


Lilis memberikan sebuah amplop berwarna coklat berisi beberap fail.saat afi membaca isi dari kertas itu afi sangat terkejut.karena dalam dokumen itu ada data tentang seorang agen rahasia yang sedang di cari dan juga ada beberapa file yang menunjukan kalau ada kebocoran tentang penyelidikan polisi yang saat ini sedang di lakukan timnya.fail tersebut juga menampilkan kejadian pengeboman yang terjadi di j w Marion.yang lebih penting lagi teryata ada sekelompok orang termasuk Gunawan mencari keberadaan sebuah cip yang bisa mengungkap sebuah rahasia besar.afi merasa semua data ini harus segera di sampaikan pada atasannya.setelah menyerahkan amplop yang berisi data-data penting itu lilis segera pamit pada afi.


"Afi,aku berharap ini bisa membantu untuk bisa menemukan siapa dalang yang melakukan pengeboman ini.aku mungkin akan berpikir ulang untuk menikah dengannya, kalau sampai Gunawan terlibat dalam masalah besar ini.semoga kamu segera bisa mengungkap semua ini!"


Lilis memeluk teman karibnya ini lalu pergi dari tempat itu.


Setelah kepergian lilis afi segera menuju keruangan hendrawan tampak pria gagah itu baru saja duduk di kursinya setelah bertemu dengan kapolres.hendrawan sangat senang melihat wanita yang disukainya menemuinya.tapi pria ini sangat pintar menutupi persaannya dia mencoba bersikap biasa saja saat afi berdiri di depannya.walau setengah mati hendrawan harus melawan gugup setiap berhadapan dengan afi.


"Ada apa afi?!"


Tanya hendrawan begitu afi masuk kedalam ruangannya.


"Pak,saya mendapatkan ini.saya rasa bapak harus tahu"


Afi menyerahkan data yang berada dalam amplop tersebut dan benar saja hendrawan terbelalak kaget melihat data yang ada di tangannya.dalam data itu terdapat gambar denah j w.Marion,sebuah data agen rahasia yang tidak jelas siapa dia karena saat hendrawan menyelusurinya di komputernya nama itu tidak terdaftar.lalu yang membuatnya marah beberapa data mengenai penyelidikannya berada di depannya itu artinya ada orang dalam timnya yang berhianat atau membocorkan rahasia tim atau bisa juga ada penyadap dalam ruangan kerjanya.hendrawan segera berdiri sambil menyambar berkas di depannya itu.


"Semua anggota tim keruang rapat sekarang!"


Seru hendrawan memerintahkan anak buahnya dengan suara lantang.tak menunggu lama semua anggota sudah berkumpul dalam ruang rapat.


"Kita kecolongan! Aku berharap ini bukan karena ada penghianat di antara tim ini!"


Hendrawan berteriak dengan sangat emosi sambil melemparkan data-data yang di dapat dari afi  ke atas meja dan made pun dengan sigap membaca berkas itu.


"Apa-apaan ini? Sebentar komandan ini artinya orang yang punya data ini adalah orang yang terlibat peristiwa bom itu?!"


Seru made kaget.


"Ini masih harus kita selidiki karena orang yang mempunyai data-data itu adalah saudara dari korban! Itu artinya Gunawan menyewa seorang agen rahasia untuk menyelidiki kasus ini di luar kepolisian.!"


Terang hendrawan menepis kecurigaan made.


"Apa yang di maksud cip yang sedang di carinya itu?!"


Tanya made penasaran.


"Mungkin itu seperti sebuah bukti kenapa semua ini terjadi atau ada rahasia lain yang lebih besar dari yang kita duga selama ini!"


Kata irwan ikut memberikan analisanya.


"Yang nyata dengan temuan data ini semakin jelas membuktikan kalau peristiwa pengeboman ini adalah karena masalah bisnis  bukan masalah *******!"


Kata hendrawan yang di sambut anggukan semua anggota tim.


"Tapi dari mana Gunawan mendapatkan data tentang penyelidikan tim kita,apa mungkin ada penyadap di tempat ini atau ada orang yang gunawan masukan kedalam tempat ini?!"


Seru made meneliti.


"Sekarang semua area ini harus di sterilkan telusuri apa ada orang yang selama beberapa bulan terakhir yang leluasa keluar masuk di tempat ini.sekarang semua tersangka tidak boleh masuk dalam ruangan hanya berada di ruang tunggu dan dalam penyelidikan kepada setiap tersangka kasus apapun harus di awasi sangat ketat jangan izinkan tanpa pengawalan siapapun orangnya yang ingin kekamar kecil.!"


Perintah hendrawan tegas.


Afi berpikir sangat keras dengan semua temuan itu.nathalia yang merasa dia adalah orang di belakang bocornya data kepolisian itu hanya diam tanpa berkomentar apapun.


Sementara di sebuah ruang rahasia tampak Banyu sedang mendengarkan rapat yang di lakukan hendrawan dan anak buahnya itu melalui alat penyadap yang terpasang di jam tangan afi yang tersambung dengan sangat jelas dalam ruang rahasia itu.banyu tampak serius mengetahui kalau gunawan juga mencari cip yang sekarang berada dalam genggamannya itu.mata elangnya menatap tajam kearah alat-alat cangkih di depannya itu.tidak sia-sia dia memutuskan untuk memasang alat penyadap itu.tadinya banyu hanya ingin tahu apa saja yang dikerjakan afi dan apa yang di bicarakan gadis itu di belakangnya dia tak menyangka kalau justru mendapat informasi penting tentang relasi bisnisnya itu.


Malam itu hendrawan masih berada dalam ruang kerjanya hatinya sangat gelisah kasus yang saat ini di tanganninya sangat menguras tenaga dan emosinya.malam ini tim interpol di buat sibuk semua.tampak tatik masuk kedalan ruangan atasannya ini sambil membawa secangkir kopi panas.


"Selamat malam pak,saya buatkan kopi untuk bapak!"


Seru tatik sambil tersenyum manis pada pria yang menjadi idaman hatinya ini.


"Trimakasih aipda tatik!"


Kata hendrawan membalas senyum tatik.


"Tetap semangat komandan.selamat malam!"


Seru tatik memberikan suport pada atasannya ini.tak lama berselang setelah tatik keluar dari ruangan itu irwan datang.


"Selamat malam komandan.malam ini saya siap kelapangan..!tetap semangat!"


Seru irwan lantang sambil memberi hormat dan segera pergi melaksanakan tugasnya menuju ke lokasi J w Marion.


Made pun segera kedalam ruangan hendrawan.


"Selamat malam komandan,malam ini saya akan menuju ke kediaman Gunawan mandraguna Utama. untuk memantau situasi yang saat ini sedang berlangsung di sana.kami dapat kabar kalau malam ini ada pertemuan para kerabatnya.!tetap semangat komandan!"


Seru made juga memberikan semangat pada atasanya yang terlihat sedang resah ini.


"Baiklah selamat bertugas aiptu made!"


Jawab hendrawan dengan tegas.setelah beberapa anak buahnya pergi hendrawan masih berada di ruangannya sambil menyilangkan tanganya didada dan sesekali memijit kepalanya karena otaknya rasanya mau pecah saja.tiba-tiba suara nathalia membuatnya tersadar dari fokus pikirannya pada pekerjaan nya itu.


"Bekerja memang harus giat,tapi jangan juga kamu mengabaikan dirimu ini sudah sangat larut malam.pulanglah kamu harus istirahat! Apa mau aku temani?"


Nathalia tersenyum lembut pada hendrawan.


"Iya baiklah aku akan pulang.!aku akan pulang sendiri.trimakasih!sebentar lagi aku selesai!"


Jawab hendrawan sambil mengemasi berkas di depannya.


"Baiklah.selamat malam!"


Seru nathalia mengucap salam perpisahan.


"Selamat malam!"


Hendrawan menatap nathalia yang berjalan kearah pintu keluar sambil membawa tas tangannya.


Pria gagah itu keluar dari ruanganya dia melihat afi masih berada di mejanya entah apa yang sedang di kerjakannya.hari ini afi menjadi orang yang sangat membantu untuk timnya.lagi pula rasa marah itu tak bisa di rasa berlama-lama entah kenapa hendrawan tidak bisa berlama-lama mengacuhkan wanita satu ini.walau dia tahu akan sering terluka hatinya jika setiap kali berdekatan dengan wanita yang terlihat sudah membuka hati untuk pria lain itu.dengan langkah tegap hendrawan mendekati meja afi.


"Apa yang sedang kamu kerjakan?kenapa kamu belum pulang? Ini sudah malam!."


Suara hendrawan mengagetkan afi yang sedang serius membuat coretan di sebuah buku.sontak afi langsung berdiri tegak dan hampir saja wajah pria itu menyentuh wajahnya karena hendrawan menundukan kepalanya tepat di atas meja, afi yang kaget dan hendrawan juga tak kalah kaget dia tak menyangka kalau afi akan melonjak kaget karena tindakannya.wajah hendrawan langsung memerah dan gugup deru nafas afi sangat terasa di lehernya membuat hendrawan mati gaya.


"Pak hendrawan,selamat malam.ee..be..belum pak ini sebentar lagi saya sudah selesai kok!"


Jawab afi gugup sambil menutupi kertas yang ada di depannya.membuat hendrawan penasaran di buatnya.


"Apa yang kamu kerjakan itu?!"


Tanya hendrawan penuh selidik.


"Ini..ini..hanya sekedar analisa saya saja tentang Gunawan,saya hanya menebak dan mengaitkan saja dengan bukti yang ada!"


Gunawan tersenyum mendengar afi dengan begitu polos bicara seperti itu.wajah itulah yang selalu ingin di lihat oleh pria ini ber lama-lama.senyum itulah yang selalu di rindukannya dan suara afi yang selalu memberinya semangat dalam dadanya.


"Baiklah kalau begitu.selamat bekerja,selamat malam!"


Hendrawan memberi salam perpisahan dengan sangat lembut sambil menatap sendu pada afi.


"Selamat malam pak!trimakasih!"


Jawab afi sambil memberi salam hormat pada atasannya ini.


Kaki hendrawan menjauh dari afi tapi tiba-tiba tubuhnya berbalik kearah afi yang sudah kembali sibuk dengan kertas di depannya.

__ADS_1


"Afi,apa kamu masih pulang ke apartemen Banyu?"


Sebenarnya hati hendrawan sangat sakit saat menanyakan hal itu.tapi hatinya sangat penasaran ingin tahu bagaimana hubungan afi dan banyu.


"Saya,iya saya masih tinggal di sana"


Jawab afi singkat.


"Malam ini lakukan penyelidikan di rumah banyu dan besok laporkan padaku!"


Seru hendrawan dengan nada tinggi .membuat afi kaget dengan perubahan sikap hendrawan yang terlihat berubah padanya.


"Siap laksanakan!"


Afi bersikap tegap dan melakukan salam hormat pada hendrawan yang pergi dengan langkah kesal.afi hanya melongo melihat atasannya terlihat keki.gadis polos ini tidak menyadari sama sekali kalau atasannya itu sedang cemburu padanya.


Sebuah mobil hitam terlihat melaju dengan pelan menuju apartemen banyu langit.tampak banyu langit menghentikan sejenak laju mobilnya di belokan gerbang apartemen.senyum mengejek mengembang di bibirnya saat melihat sebuah mobil mpv terparkir di pinggir jalan dekat apartemennya.pria tampan itu tahu kalau mobil yang parkir itu adalah mobil polisi yang sedang mendengarkan penyadap yang di pakai oleh afi.senyum banyu tampak semakin sinis aat ingat kalau gadis cupu itu ingin bermain-main dengannya.tapi banyu bukan orang yang asal tuduh dia akan membuktikan dulu apakah gadis cupu itu benar-benar memasang alat penyadap itu atau itu perbuatan laki-laki ******** yang menjadi atasan afi.kalau sampai gadis itu terbukti bermain-main dengannya maka banyu tak segan akan membuat perhitungan dengan gadis cupu itu.


Di apartemen tampak rizal sedang bicara dengan salah satu relasi bisnis banyu.


"Halo,selamat malam mr lee.iya bagaimana? Baiklah!pasti saya akan sampaikan!iya!iya!kenapa?sudah!sudah !saya emailkan berkas yang harus anda tanda tangani.iya!iya!baiklah!mr Banyu.pasti akan datang !iya!iya!trimakasih.gamsamnida!selamat malam!"


Wajah rizal sangat ceria setelah menerima tilpon dari ponsel itu.suara dering telpon kembali terdengar dan dengan sigap rizal mengangkat telpon itu.


"Halo..iya!baiklah iya!ada,banyu langit!iya begitu datang nanti saya sampaikan!trimakasih!"


Jawab rizal sambil menutup telpon.saat tangannya tepat mendarat meletakan gagang telpon itu banyu sudah berada di depannya.


"Siapa yang menelpon?!"


Tanya banyu menatap tajam pada pamannya itu.


"Agen rahasia Banyu Langit! Barusan ada telpon dari salah satu anggota tim kamu bahwa ada pertanyaan tentang pulpen itu.dan ada perintah untuk segera menyerahkan pulpen itu kepada salah satu atasan kamu!"


Kata rizal kepada banyu yang dengan tenang menatap mata pamannya itu.


"apa!mereka mau aku menyerahkan pulpen itu.?!


Tidak Paman aku sudah punya rencana untuk benda itu.paman tidak usah khawatir,sekarang aku harus merubah plannya karena aku mendapat informasi yang sangat menarik!"


Banyu tersenyum penuh misteri pada pamanya itu.rizal hanya menatap penuh tanya pada keponakannya ini.


"Tapi banyu,lebih baik kamu menyerahkan pulpen itu dan kita fokus dengan kasus Bom ini saja!"


Rizal mencoba memberi saran pada banyu.karena misi tentang pulpen itu di anggapnya sudah selesai.


"Tidak paman,kalau aku bilang tidak iya tidak! Sepertinya aku harus mendapatkan kode untuk membuka benda itu.aku curiga kalau benda itu ada hubungannya dengan kasus yang yang sedang kita tangani saat ini. aku akan menyerahkannya setelah aku bisa membuka dan mencopy isi dalam cip itu.!"


Jelas banyu membuat rizal tampak diam berpikir.tapi menolak atasan dalam bin juga tidak mungkin itu akan sangat berbahaya bisa-bisa banyu di anggap sebagai penghianat.ini pasti sangat membahayakan keselamatan banyu.


"Banyu,dengarkan paman.lebih baik kita serahkan pulpen itu.mereka punya alat canggih yang bisa membuka cip itu.kalau memang cip berhubungan dengan kasus yang kita hadapi kita pasti akan tahu.karena mereka adalah tim kamu juga.!"


Rizal berusaha merayu banyu.


"Paman,aku tidak mungkin menyerahkan sesuatu yang sangat penting 7 tahun aku mencari sesuatu tentang kematian ayah dan aku yakin benda ini bisa membuka siapa pembunuh ayah.dan paman memintaku untuk menyerahkan data penting yang ada dalam benda itu.nggak mungkin!ini bisa saja berpengaruh besar pada kehidupanku paman.aku tahu paman sangat mengkhawatir kan aku.sekarang aku seperti ini karena aku sudah siap jiwa dan raga berbakti pada negara pertiwi yang bernama Indonesia paman.!percayalah padaku paman!"


Banyu menegaskan keputusannya.


"Bagaimana caranya kamu mengulur waktu sampai kamu mendapatkan sandi untuk membuka cip itu.sementara mereka sudah memanggilmu untuk menghadap?!"


Rizal mulai terlihat cemas.


""Aku akan cari cara paman..akan aku pikirkan!"


Banyu menarik nafas panjang pertanda dia juga bingung mencari alasan agar tidak menyerahkan pulpen itu sebelum waktunya.


"Banyu,paman hanya mengingatkan kamu bahwa apa yang kamu putuskan ini sangat berbahaya,tapi paman tahu kamu sudah memikirkan ini baik-baik.paman hanya bisa mendukung kamu.baiklah paman pergi dulu!"


Kata rizal meninggalkan banyu seorang diri di kursi empuknya.


Terdengar suara pintu lift terbuka bersamaan dengan sampainya rizal di depan pintu lift.saat pintu terbuka tampak afi kaget mendapati rizal berada di depan lift dengan wajah sangat tegang.


"Oh.paman rizal! Apa paman mau pergi?!"


Tanya afi di sela kekagetanya.rizal hanya membalas dengan dengusan saja.afi pun melihat dengan muka lucunya.hari ini sangat melelahkan bagi afi jadi gadis ini tak ambil pusing dengan sikap rizal yang sering tidak hangat padanya.tapi saat kakinya memasuki ruang tamu afi berpapasan dengan banyu yang terlihat tampan seperti biasanya.pria ini memakai kemeja berwarna merah hati dengan setelan celana panjang berwarna hitam dengan kancing didada yang terbuka menampakan dadanya yang bidang.rambutnya yang terlihat agak berantakan makin terlihat seksi.membuat rasa lelah afi hilang dalam sekejab berganti senyum yang ceria.


"Kamu sudah datang?! Apa kamu lapar?!".


Tanya banyu saat melihat afi baru saja datang.kebetulan banyu juga merasa lapar dan memang banyu sedang menunggu gadis ini datang.


"Aku,iya aku lapar sih!"


Jawab afi sambil tersipu malu.sikap lembut dan perhatian banyu membuat afi jadi salah tingkah dan gugup.


"Apa kamu mau makan di luar?aku tahu tempat yang bagus dan masakannya enak!"


Tanya banyu lagi.tapi rasanya afi sudah malas keluar malam-malam seperti ini dan lagi afi ingat kalau di lemari pendingin banyak sekali bahan makanan mentah.lebih baik masak sendiri jadi nggak keluar duit lagi untuk makan di luar.


"Tidak usah.aku melihat banyak sekali sayur dan ikan di kulkas.aku akan masak,kita makan di rumah saja!"


Kata afi lalu berjalan kearah dapur.afi meletakan tas di atas meja dapur dan juga membuka jaketnya dan menaruh di atas tasnya.


Banyu hanya bisa mengikuti wanita ini dengan kemauannya.lagi pula itu juga cara dia untuk mencari tahu apakah gadis ini benar-benar menguntitnya diam-diam banyu hanya ingin memastikan saja.tadinya banyu bisa mencari tahu dengan mengajak afi makan malam di luar tapi kenyataanya semua di luar rencana.entah kenapa banyu juga mengikuti kemauan afi untuk masak di rumah.saat afi sedang sibuk mencari bahan makanan di lemari pendingin mata banyu justru tertuju pada tas dan jaket afi yang berada di atas meja itu.


"Kamu mau makan apa?!"


Tanya afi saat berada di depan kulkas yang terbuka itu.


"Terserah kamu mau masak apa?apapun aku suka!'


Jawab banyu dengan tenang.begitu semua bahan sudah di keluarkan oleh afi.mereka berdua mulai asyik memasak sampai-sampai lupa kalau banyu ingin melihat penyadap itu masih ada atau tidak.


Teryata sebagai seorang pria yang terlihat begitu maskulin banyu mempunyai jari jemari yang sangat lincah dalam memotong sayuran di tangannya.afi sangat mengagumi pria tampan di sampingnya itu diam-diam afi sangat memperhatikan banyu yang sedang asyik memotong wortel itu.ini adalah saat yang sangat indah bagi afi dia merasa menjadi wanita yang sangat beruntung jika bisa bersama dengan banyu.ini adalah saat yang tidak pernah banyu rasakan sebelumnya, berada di dapur dan memasak bersama. banyu merasa sangat bahagia dan surprise afi memang selalu bisa membuat hati banyu berbunga-bunga.tidak ada kebahagiaan seperti saat-saat indah ini.saling melempar senyum dan pujian halus dari mulut kedua insan ini.


"Apa ini sudah benar cara potongnya?baguskah?"


Tanya banyu saat memotong wortel dengan bentuk bulat.


"Iya benar.teryata kamu seorang koki handal juga ya?!"


Kata afi lembut sambil tersenyum memperlihatkan lesung pipitnya.membuat banyu tersebut gugup.gadis ini begitu terlihat beda dari yang lain apalagi bila afi tersenyum dan memperlihatkankan lesung pipitnya wanita ini bisa membuat banyu kehilangan akal sehatnya.mungkin lesung pipit itu juga salah satu yang membuat banyu tergila-gila pada afi.apalagi jika banyu melihat leher jenjang afi yang membuat gairahnya sebagai laki-laki langsung naik memenuhi otaknya.ada sesuatu yang menarik dari seorang afi yang tidak dia dapat dari wanita manapun dan dia sendiri tak tahu apa itu?


"Kamu pandai memasak ya?!"


Banyu memuji afi yang sangat cekatan dalam sekejab saja semua bahan sudah siap di olah.


Banyu membantu menyiapkan masakan yang sudah siap dan menyajikannya di meja makan.tak lama tinggal kari ayam yang sebentar lagi siap afi mencoba mencicipinya kari ayam adalah makanan kesukaan afi dari dulu.


"Coba kamu coba bagaimana rasanya?!"


"Apa sudah pas rasanya?!apa kamu suka?!"


Tanya afi minta penilaian.


"em..kamu hebat! Rasanya sangat mantap!kamu pandai juga memasak.!baru kali ini aku merasakan kari ayam yang selezat ini.selama ini yang kutahu hanya bunda yang bisa memasak makanan yang sangat lezat.tapi teryata seorang wanita seperti dirimu pandai juga memasak"


Banyu memiringkan kepalanya sambil tersenyum penuh arti.afi merasa sangat bahagia sekali mendapat pujian dari pria tampan ini.


"Kamu bisa saja,berapa orang yang sudah kamu gombalin seperti itu?!"


Seloroh afi  sambil menatap tajam pada banyu membuat pria itu mengangkat alisnya karena tak menyangka afi akan bicara seperti itu.


"Aku serius afi,kamu sangat pandai memasak.!"


Seru banyu sambil menatap serius pada afi.dari mimik wajahnya terlihat tidak suka kalau afi mengatakan kalau pujiannya adalah gombal.afi hanya menggelengkan kepala tanda bercanda.dua insan ini begitu dekat saat afi mencoba menyuapi banyu untuk menyicipi masakan nya lagi barulah mereka berdua tersadar begitu dekatnya kebersamaan mereka.afi tersipu malu saat menyadari hal itu begitupun banyu. mereka berdua saling gugup dan malu. afi menjauh sambil mengambil piring untuk menutupi salah tingkahnya.begitupun banyu pria itu langsung berjalan ke arah meja makan duduk menunggu afi yang datang membawa piring untuk mereka berdua.


"Ini adalah makanan kesukaan ku,aku dan suamiku dulu juga sering masak bersama seperti ini!kami jarang makan di luar karena memasak di rumah jauh lebih menyenangkan dari pada makan di luar!tadinya hans tidak menyukai kari ayam tapi entah kenapa saat dia tahu aku menyukai kari ayam dia jadi ikutan suka!"


Kata afi di sela makan mereka untuk mencairkan suasana tegang.tapi apa yang afi bicarakan justru membuat banyu kehilangan selera makannya.apalagi saat banyu teringat semua pembicaraan mereka saat ini sedang di dengar di luar sana.hati banyu semakin jengkel di buat.mata pria itu tertuju pada jaket dan tas afi yang teronggok di sudut meja. 


"Berhentilah membicarakan tentang mantan suamimu,aku tidak suka!bicarakan tentang hal lain saja!"


Rasanya darah banyu mendidih jika dia mendengar afi selalu memuji mantan suaminya itu.walaupun pria yang pernah menjadi belahan jiwa afi itu sudah tiada.tapi banyu seolah tak rela kalau bibir afi selalu memuji pria lain siapapun itu.rasa cemburu itu membakar dadanya.banyu berdiri sambil mengambil air putih yang berada di gelas bening dan sengaja menumpahkan di atas tas afi.


"Oh.maaf ,aduh tas kamu jadi basah nih!"


Seru banyu berpura-pura kaget karena menumpahkan air minum itu.afi yang melihat tasnya kena air langsung dengan cepat mengambil kain serbet di atas meja dan langsung membuka tas kerjanya mengeluarkan semua barang yang ada di dalamnya.banyu ikut melihat dengan seksama.


"Maafkan aku, apa ada yang rusak barang kamu?!"


Banyu membantu afi mengeluarkan semua barang dari tas berwarna coklat.


"Tidak apa-apa,tidak ada yang terlalu penting.hanya ada buku laporan.tapi kelihatannya tidak basah.ini apa?kenapa ada benda seperti ini ?oh mungkin ini aksesoris tas saja!"


Afi merasa heran saat melihat ada benda asing seperti sebuah kancing yang menempel di dalam tas nya.banyu yang melihat afi yang tampak kaget melihat benda itu dan baru menyadari jangankan menaruh benda itu di sana. bahkan itu benda apapun gadis cupu itu tidak tahu.ada perasaan lega dan senang dalam hati banyu saat tahu bahwa gadis itu tidak pernah menghianatinya.banyu mendengus kesal dia mengira kalau hendrawan lah yang telah memasang alat penyadap itu.


"Apa afi?coba kulihat !"


Banyu mengambil benda yang menempel di dalam tas afi itu.afi yang tidak menyadari kalau banyu menatap penuh cinta padanya.gadis itu masih sibuk membersihkan barang-barangnya dari air itu.


"Maafkan aku karena telah salah paham padamu!"


kata banyu sambil menatap lembut pada afi.


"Apa?"


Afi tidak mengerti maksud banyu dengan apa yang di katakannya.


"Maksudku maafkan aku karena aku tas kamu jadi basah.apa ada barangmu yang rusak?"


Banyu meralat kata-katanya agar afi tidak curiga padanya.


"Ah sudahlah.tidak apa-apa tidak ada yang rusak kok!nggak usah di pikirin lagi pula itu kan nggak sengaja aku juga yang ceroboh menaruh tas di atas meja makan.!"


Kata afi sambil tersenyum pada banyu.pria itupun membalas senyum afi dengan hati penuh perasaan bersalah karena sudah berpikir jahat pada gadis lugu itu.banyu meremas benda di tangannya itu dengan rasa marah yang amat sangat dan dengan geram alat penyadap itu pun di injaknya sampai hancur berkeping-keping .bersamaan dengan hancurnya benda itu di dalam mobil polisi yang selalu memantau alat penyadap itu dua orang anggota yang sedang mendengarkan pembicaraan antar afi dan banyu membuang alat dengar di telinga mereka karena telinga mereka terasa mau pecah saat banyu menginjak benda tersebut.


Pagi itu afi sedang menuju ke pos taman mada sudah beberapa hari ini afi merasa kangen ingin bertemu dengan polisi fauzi penjaga pos taman mada.pagi itu setelah hampir 2 bulan afi tidak pernah datang ke taman mada sejak kejadian berita heboh dan teror padanya.begitu sampai di pos afi berhenti di depan pos sambil melihat bangunan mungil yang berdiri di depannya ini dengan seksama.bangunan ini memang tak semewah apartemen yang kini di tempatinya tapi di tempat inilah afi pernah tinggal dan afi sangat merindukan tempat ini.perlahan kaki afi melangkah kearah pintu dan membukanya pelan-pelan.fauzi yang sedang melihat tipi sambil menahan kantuk karena semalaman dia piket tak menyadari kalau ada orang yang masuk kedalam ruangan itu.


"Selamat pagi pak fauzi!"


Seru afi yang membuat fauzi kaget dan langsung berdiri tegak sambil memberi hormat karena menyangka kalau yang datang adalah atasannya yang biasa datang berkunjung.tapi saat matanya melihat siapa yang datang raut wajah ngantuk dan lelah itu berubah ceria melihat afi tersenyum lembut padanya.


"Afi!!kamu!!kamu datang kesini!apa kamu akan tinggal di sini lagi?!aku kangen sama kamu!"


Seru fauzi penuh dengan keceriaan.afi mencium tangan fauzi seperti bertemu dengan ayahnya sendiri.fauzi menepuk-nepuk bahu afi.


"Aku akan membuatkan kamu kopi kesukaanmu kita ngopi dulu dan ceritakan bagaimana kabarmu di polres?!"


Seru fauzi hendak berjalan kearah meja yang berada di sudut ruangan itu dimana ada dispenser dan juga terdapat kopi,teh dan gula serta beberapa cangkir yang tersusun rapi.


"Tidak usah paman.biar saya yang bikin sendiri!"


Afi lalu bergegas ke meja itu dan membuat kopi dua cangkir.


"Afi,bagaimana tentang jabatan baru kamu?apa benar sekarang kamu masuk dalam tim pak hendrawan?"


Tanya fauzi penasaran.


"Iya paman.sekarang tim kami sedang menyelidiki tentan kasus bom itu."


Afi terus mengaduk kopi di depannya sambil sesekali melihat ke arah fauzi.


"Kamu benar-benar hebat.paman doakan tim kamu berhasil mengungkap kasus besar ini.dan nanti kamu bisa di angkat jadi polisi sungguhan seperti aku ini.!"


Seru fauzi dengan sangat gembira.afi tersenyum senang.


"Trimakasih doanya paman,paman sudah seperti ayah bagiku.trimakasih selalu memberi suport padaku pada saat yang paling sulit paman!"


Kata afi dengan tatapan mata melas.


"Afi,paman sudah menganggapmu seperti anak paman sendiri.oya kapan-kapan datanglah kerumah kalau kamu sedang tidak sibuk bibi kangen sama kamu!"


Fauzi teringat sudah hampir seminggu ini istrinya selalu menanyakan tentang afi padanya.


"Insyaallah paman.sampaikan sama bibi afi juga kangen sama beliau.afi janji nanti kalau ada waktu pasti akan kerumah!"


Kata afi dengan mata sendu.afi juga sangat merindukan istri fauzi yang begitu menyayanginya seperyi anaknya sendiri.afi menyerahkan satu cangkir kopi pada fauzi dan duduk disamping pria ini seperti layaknya ayah dan anak keduanya bercengkrama melepas rindu.


"Jika ingat saat-saat seperti ini aku jadi merasa kesepian setiap hari harus sendiri berteman dengan tipi saja!apalagi kalau ada sembako yang harus kuantar sendiri ke yayasan-yayasan di sini!"


Kata fauzi sambil menarik nafas panjang.


"Kalau nanti ada sembako yang datang dan diantar ke yayasan.paman telpon afi saja biar afi bantuin!"


Kata afi mencoba membuat fauzi tidak sedih lagi.


"Tapi kan kamu sibuk,aku tidak mau merepotkan kamu kalau harus kesini setelah mengerjakan pekerjaan kamu yang bertumpuk di sana.biar saja nanti kalau ada sembako lagi aku minta para junior di kantor untuk membantu!"


Kata fauzi tak ingin afi memikirkan keluhannya.


"Aku tidak merasa keberatan paman.lagi pula terkadang di kantor kerjaku juga cuma duduk-duduk saja bosan juga rasanya!aku juga kangen mau ketemu dengan anak-anak panti!"


Kata afi sambil menatap tegas pada fauzi.


"Baiklah nanti kalau ada sembako datang aku akan menelpon kamu!"

__ADS_1


Kata fauzi lega.


"Oya,apa benar berita yang aku dengar tentang hubunganmu dengan pria kaya itu?!"


Tanya fauzi pada afi tentang hubungannya dengan banyu.


"Aku..!sebenarnya hubunganku dengannya hanya karena pekerjaan paman!dan soal hubungan sebagai wanita dan laki-laki itu hanya terlihat di depan publik saja.dia pria yang baik sih!"


Kata afi sambil tersenyum malu.melihat hal itu fauzi mengerti sebenarnya afi menyukai pria itu.


"Kamu seorang wanita yang hidup sendiri. bukan hal yang salah kalau kamu dan dia menjalin hubungan percintaan.dia juga belum punya istri kan?!aku akan menjadi orang pertama yang bahagia kalau kamu dan dia bisa menjadi pasangan!"


Kata fauzi memberi dukungan pada afi.


"Ah paman bisa saja.apa mungkin orang sekelas banyu langit bisa menyukai wanita dengan status sosial berbeda seperti saya paman?.lagi pula banyak wanita berkelas yang mengantri untuk menjadi istrinya!"


Walau sangat sakit hati afi mengatakan hal itu tapi dia tidak mau terlalu berharap banyak dari hubungannya dengan banyu.


"Tapi kalau kulihat pria itu menyukai kamu,!sepertinya pria itu benar-benar tulus sama kamu"


Fauzi meyakinkan afi tapi wanita ini masih mengira kalau banyu hanya terlihat perhatian karena sudah terlanjur memberitakan ke publik kalau dia adalah pacarnya.lagi pula kalau memang banyu menganggapnya berarti kenapa pria itu tidak pernah mengatakan padanya siapa dia yang sesungguhnya.tergelitik hati afi untuk bertanya tentang seperti apa mata-mata atau agen rahasia itu.


"Paman fauzi,sebenarnya mata-mata itu kerjanya seperti apa?"


Tanya afi pada fauzi yang sedang meneguk kopi.


"Mata-mata?maksudmu intel atau agen rahasia?"


Fauzi agak heran kenapa afi bertanya seperti itu padanya.


"Apa mata-mata itu sama dengan intel atau agen rahasia?!"


Tanya afi menegaskan pertanyaannya lagi.


"Mata-mata,intel,agen rahasia dan juga spy itu adalah pekerjaan  yang hampir sama yang membedakan adalah kasus yang sedang mereka tagani dan untuk siapa dia bekerja.kalau intel itu ya seperti para polisi seperti di kesatuan kita ini.kita bekerja demi mengabdi pada negara tercinta Indonesia ada juga mata-mata yang bekerja untuk orang perorang.mereka bekerja untuk siapa yang memberi mereka uang dan kalau untuk agen seperti ini mereka harus melakukan apa yang di inginkan oleh si pembayar dan mengenai cara kerja mereka ya sesuai dengan kasus yang ditangani.misalnya tentang penyelidikan pembunuhan ya harus mencari tahu tentang pembunuhan kalau menyelidiki tentang narkoba ya harus mengetahui tentang narkoba itu sendiri.kenapa tiba-tiba kamu menanyakan tentang mata-mata,apa ini berkaitan dengan kasus yang sedang kamu tangani?"


Tanya fauzi menyelidik karena pria ini ingin tahu kenapa afi bertanya seperti itu padanya.


"Tidak apa-apa sih.afi hanya ingin tahu saja apa itu mata-mata,karena beberapa hari yang lalu ada perbincangan di kantor pusat masalah mata-mata ini jadi aku ingin tahu saja.!oya paman,sebagai mata-mata apakah mereka juga punya keluarga maksud afi seperti suami atau istri?!"


Afi menatap fauzi penuh tanda tanya.


"Sebagai seorang mata-mata atau intel memang di wajibkan merahasiakan identitas dirinya dan juga keluarganya.bahkan jika di perlukan mereka tidak boleh mempunyai ikatan suami atau istri dan itupun harus mereka patuhi kalau memang itu adalah janji dan sumpah mereka sebelum jadi seorang mata-mata.! Menjadi seorang mata-mata adalah hal yang sulit tapi jika tugasnya demi negara dan bangsa itu akan menjadi sebuah kebanggaan tersendiri tentunya.kenapa kamu begitu tertarik tentang seorang mata-mata apa sekarang kamu sedang dekat dengan seorang mata-mata?!"


Tanya fauzi terlihat menunggu jawaban afi.


"Tidak..bukan itu maksudku.ah sudahlah paman.ya seperti yang aku katakan sekarang di kantor sedang ramai di bicarakan tentang seorang mata-mata!"


Afi meneguk kopi yang di pegangnya untuk mengatasi kegugupannya.sesaat kemudian terdengar ponselnya berdering, itu sangat membantunya untuk segera pergi dan menghindar dari pertanyaan fauzi lagi.


"Halo..!iya siap pak..!iya saya segera kesana!iya trimakasih selamat pagi!"


Afi lalu pamit dengan sangat terburu-buru pada fauzi.setelah bersalaman dengan pria paruh baya ini afi segera memacu sepeda maticnya meluncur ke kantor pusat.


Sementara itu di kantor interpol tampak di ruang meeting hendrawan dan juga anak buahnya sudah berkumpul untuk melakukan rapat hanya afi yang sedang mereka tunggu.


"Baiklah sebentar lagi rapat kita mulai kita hanya menunggu afi yang sedang di jalan!"


Kata hendrawan memberi tahukan pada anggota rapat tentang keberadaan afi.nathalia yang mendengar afi masih dijalan merasa tidak sabar lagi menunggu apalagi harus menunggu wanita yang dianggapnya tidak penting itu.


"Lebih baik kita mulai saja rapat ini.nanti kalau dia datang tatik bisa saja memberitahu dia.lagi pula kita harus segera turun kelapangan!"


Seru nathalia sengit merasa tidak suka kalau terlalu nunggu afi.


"Baiklah,sekarang apa yang sedang kalian awasi dan lakukan pada Gunawan?!"


Tanya hendrawan kepada made.


"Iya hari ini aku sudah mengirimkan anak buahku kekantor perusahaan Utama grup itu karena hari ini ada acara di Utama Grup.sepertinya istri Kevin prawiro utama juga akan hadir disana!"


Made menjelaskan kepada hendrawan.


"Hari ini saya akan ke J w marion untuk memastikan kalau peta yang kita dapat itu memang peta J w marion.!"


Irwan juga melaporkan apa saja yang akan di lakukan hari ini.


"Kalau masalah  saya harus memilih kemana hari ini saya harus pergi hari ini saya akan ke tempat pemeriksaan alat penyadap yang  berada di mobil patroli aku harap ada berita bagus dari tempat itu!"


Nathalia pun bicara juga akhirnya.terdengar suara pintu ruang meeting terbuka afi tampak datang dengan tersengal-sengal sambil membawa buku tebal di tangannya.


"maaf,saya terlambat!tadi saya ke pos taman mada sebentar!"


Afi menjelaskan sebab keterlambatannya pada semua anggota tim yang melihat kearahnya.


"Kamu sudah tahu kalau apel setiap pagi adalah jam 7 tepat.harusnya kamu disiplin!"


Teriak nathalia dengan wajah kesal.


"Baiklah,Kalau begitu kita lanjutkan lagi!"


Hendrawan menengahi nathalia yang sedang kesal pada afi.


"Oya afi,bagaimana dengan penyelidikanmu pada Banyu apa ada lanjutannya?"


Tanya nathalia pada afi dengan tatapan mata tajam.


"Yang aku tahu banyu tidak ada pergerakan apapun selain tentang bisnisnya.pagi berangkat kekantor dan sore sudah kembali ke apartemen!"


Jawab afi lancar tanpa beban.


"Dari mana kamu tahu kalau banyu hanya kekantor dan pulang!"


Tanya nathalia dengan sinis.


"saya juga melakukan penyelidikan nona nathalia!"


Afi menatap tajam kearah nathalia yang selalu meragukan pekerjaannya.


"Saya lebih mencurigai Gunawan mandraguna Utama.terlalu banyak yang yang mengarah pada pria satu itu.kalau menurut saya kedekatannya dengan sonia dan juga sikapnya yang kadang sangat temperamental itu patut di curigai!sebaiknya dia juga lebih di awasi lagi!"


Afi justru curiga pada gunawan dari pada harus curiga pada Banyu.bukan karena afi menyukai banyu tapi entah kenapa afi merasa Banyu bukan orang jahat walau jujur terkadang kalau melihat banyu marah afi juga merasa takut sekali.


"Baiklah aku percaya padamu,aku hanya berharap kamu tidak terjebak dengan ketampanan pria borju itu!kalau urusan tentang gunawan dia adalah targetku jadi kamu tidak usah ikut campur masalah Gunawan!"


Cetus nathalia lantang.


"Sekarang yang terpenting adalah terus mencari tahu tentang tempat-tempat ini,setelah ini pak made,pak irwan ikut saya ke Tony brother.!kita harus menanyakan pada mereka kenapa malam itu Putra datang ke tempat itu sangat larut malam.!"


Perintah hendrawan pada dua orang pria itu sambil memperlihatkan setiap lokasi dan orang yang harus di selidiki di layar monetor dan segera menutup rapat itu.


Hendrawan dan anggota lainnya keluar dari ruang meeting.


"Oke afi tetap semangat ya!"


Seru made dan irwan saat keluar dari ruang meeting.semenjak afi menunjukan kerja keras dan hasil yang baik dalam tugas yang diberikan padanya kedua orang itu menjadi mulai menghargai afi dan sudah menganggap afi bagian dalam tim itu juga.


tinggal nathalia dan afi yang masih berada di dalam ruangan itu.


"Peringatanku tentang pria itu adalah sebuah perintah afi.!kalau kamu masih ingin berada dalam tim ini kamu harus berkerja sungguh-sungguh !"


Nathalia mengulangi kata-katanya pada afi.wanita yang sedang sibuk membersihkan ruang rapat itu melihat mata nathalia dan hanya mengangguk saja karena sudah malas meladeni wanita yang selalu berpikir negatif padanya itu.


Hendrawan bersama dua anak buahnya sudah sampai di tony brother disana tampak tony dan kedua adiknya sedang melakukan pengawasan dan pelayanan pada para pelanggan yang sedang berolah raga tersebut.


"Pak Tony,ada yang ingin kami tanyakan pada bapak!"


Kata made begitu tony menyambut kedatangan mereka.begitu tony tahu kedatangan para tamunya ini bukan untuk gym maka tony segera membawa mereka ke ruang kantor sekaligus ruang keluarga bagi tony brother.


"Silahkan masuk pak!"


Tony lalu duduk di  hendrawan.sementara made dan irwan berdiri dengan sikap tegap.


"Pak tony,apa beberapa hari yang lalu pak putra datang ketempat anda ini?!"


Tanya hendrawan menyelidik.


"memang sudah biasa kalau tuan putra sering datang ketempat ini untuk berolah raga,ada masalah apa ya?!"


Tanya tony agak cemas berhadapan dengan polisi-polisi di depannya itu.made duduk disamping tony dan mengeluarkan sebuah catatan dari dalam tas nya.


"Pak tony,anda harus menjawab dengan jujur karena semua ada buktinya,atau anda menjelaskan di kantor polisi!"


Gertak made yang membuat pria tua itu terkejut.ketakutannya tentang penjara membuatnya akhirnya mengatakan semua pada para polisi itu.


"Baiklah.aku akan mengatakannya.malam itu tuan putra memang menemuiku dan menyuruhku mencari sebuah benda yang aku sendiri tidak tahu benda apa itu?!sebenarnya aku menolaknya tetapi orang itu terus memaksaku dan mengimingiku dengan bayaran tinggi kalau aku menemukan benda tersebut!"


Kata tony dengan wajah panik.


"Kamu tahu benda apa yang di maksudkan orang itu?!"


Selidik hendrawan.


"Kalau tidak salah sebuah pena!"


Jawaban tony membuat semua kaget.


"Pena!!"


Seru hendrawan dan kedua anak buahnya bersamaan.


"Kalau begitu mulai saat ini kamu harus tetap berhubungan dengan pak putra.tapi ingat kali ini semua informasi harus kamu laporka kepada kami!"


Perintah hendrawan tegas.otak pria ini mulai berpikir mungkinkah ayahnya terlibat dalam masalah ini.pria ini merasa kalau kepalanya agak pusing jika memikirkannya.


Di sebuah tempat parkir sebuah apartemen mewah tampak lilis sedang berjalan bersama dengan asintennya menuju ke mobil.hari ini lilis ada jadwal pemotretan di sebuah kebun bunga.tapi saat sampai di mobilnya yang sedang terparkir lilis sangat terkejut melihat dua orang pria berbadan tinggi besar sedang berada di mobilnya.


"Apa yang kalian lakukan dengan sopirku?!"


Tanya lilis marah melihat sopirnya tak berdaya di belakang stir mobilnya.


"Tuan ingin bertemu dengan anda nona.!"


Kedua orang itu membuka pintu mobil dan terlihat putra sedang duduk dengan sangat angkuhnya di atas jok mobil milik lilis ini.lilis tak habis pikir bagaimana kalau sampai gunawan melihat putra ada di sini bahkan ada di dalam mobilnya bisa gawat ini.


"Nona lilis,masuklah ada yang ingin aku katakan padamu!"


Seru putra mengajak lilis supaya masuk kedalam.gadis itupun duduk di sebelah putra lalu pintu mobil pun tertutup rapat.


"Apa yang anda inginkan.kalau sampai Gunawan melihat anda disini.apa katanya dia bisa marah besar!"


Seru lilis tak suka melihat putra melakukan hal seperti ini.


"Ha..ha..ha! Tuan gunawan tidak mungin marah padaku tenang saja.apalagi kalau hanya untuk wanita simpanan seperti dirimu!pria itu biasa berganti pasangan demi relasi bisnisnya!"


Kata putra tersenyum mengejek pada lilis.


"Tuan putra!kalau kedatangan tuan putra hanya menghina saya sebagai wanita simpanan silahkan pergi dari sini!"


Seru lilis dengan mata berkaca-kaca.


"Oh..nona lilis.kedatanganku kemari ingin menanyakan tentang tawaranku beberapa waktu yang lalu.apakah kamu sudah mendapat data yang valit tentang Tuan Gunawan.?!"


Tanya putra lagi seolah  tak terjadi apa-apa.


"Setelah saya pikir lebih baik saya tidak ikut campur dengan urusan kalian.lagi pula kelihatannya Tuan Banyu sendiri sudah jatuh cinta pada Afi.biarlah aku menjalani takdirku saat ini!"


Lilis merasa sangat kesal dengan ucapan Putra pria ini benar-benar sangat membuatnya terhina.


"Ha..ha..ha! Nona lilis sampai kapan kamu akan terus berada dalam bayang-bayang.kamu bermimpi ingin menjadi cinderela yang sesungguhnya bukan.Gunawan bukan pria single,aku menawarkan sebuah kerjasama yang bisa mewujudkan impian kamu.Banyu Langit pria tampan,mapan dan yang penting dia masih single.!"


Putra menatap lilis dengan tajam untuk menyakinkan wanita itu menerima tawarannya.


"Tuan putra,darimana anda begitu yakin kalau Banyu akan bisa menyukai ku?!"


Lilis mencoba menegaskan tentang janji putra untuk membuatnya bersama Banyu.


"Aku bisa melakukannya karena Banyu tidak akan bisa menolakku.masalah hati aku yakin wanita secantik kamu pasti bisa menaklukan Seorang Banyu langit!ha..ha..ha..!bukankah dulu kalian pernah pergi bersama?!jangan pikirkan tentang gadis culun itu,aku rasa Tuan Banyu tidak bersungguh-sungguh menyukainya!"


Kata putra sambil tertawa dengan sombongnya.dalam hati pria angkuh ini dia akan melakukan apapun asal lilis menerima tawarannya.niatnya untuk menyingkirkan Gunawan dari Banyu harus terlaksana.karena Gunawan tidak boleh ikut dalam kerjasamanya dengan Banyu.apapun akan di lakukan putra demi ambisi Bisnis dan juga ambisi politiknya.sementara itu lilis hanya terdiam mendengar kata-kata putra.benar juga yang di katakan pria ini hubungannya bersama Gunawan mungkin tidak akan bertahan lama dan lagi sebagai istri simpanan lilis tidak pernah di akui publik dia akan selamanya menyembunyikan hubungannya dengan Gunawan karena Biar bagaimanapun Gunawan adalah suami orang.


"Baiklah pikirkan baik-baik dan aku akan menunggu informasi darimu nona lilis!"


Kata putra seraya membuka pintu mobil dan segera keluar dari mobil lilis.


"Apa nona tidak apa-apa?!"


Tanya Tini asisten lilis yang melihat majikannya ini terlihat menangis.


"Aku Tidak apa-apa!oya jangan beritahu tentang pertemuan ini pada Gunawan.!"


Perintah lilis pada Tini dan juga sopirnya dan kedua orang kepercayaan lilis itupun menganggukan kepala mereka. 


\-\-\-\-\-\-\-\*\*\-\-\-\-\-\-\-\-


Tunggu cerita selanjutnya di *He is spy 17*. ☺Trimakasih.

__ADS_1


 


__ADS_2