HE IS SPY

HE IS SPY
HE IS SPY 17


__ADS_3

Saat berada di dalam mobil setelah menemui lilis putra tampak mendapat Telepon dari seseorang yang membuatnya kaget.


"Halo!apa?!benarkah?!apa informasi ini benar?!baiklah!iya!iya!"


Putra menutup telponnya sambil tersenyum senang teryata kabar yang barusan dia terima agak mengobati kekecewaannya pada lilis.


Hari sudah mulai malam.Banyu tampak sedang sibuk dengan beberapa fail yang ada di depannya.sesekali dia melihat kearah jam dinding yang ada di ruang kerjanya.jam setengah sembilan malam orang yang di tunggunya tak kunjung datang.banyu sedang menunggu afi pulang entah kenapa pria ini selalu merasa rindu jika sebentar saja tidak bertemu dengan gadis bermata bening  itu.banyu menarik nafas panjang dia teringat saat pertama merasa ada debaran aneh dalam dadanya saat mengobati luka afi semenjak itulah banyu merasa kalau ada rasa tertarik pada gadis cupu itu.walau kadang rasa marah hadir dalam hatinya saat tahu kalau kehadiran gadis itu di sisinya untuk memata-matai dirinya.tapi rasa suka dalam hatinya melebihi rasa marah dalam dirinya.seperti malam ini banyu tidak sanggup menahan dirinya untuk tidak mengirim pesan pada gadis itu.dengan cepat tangannya menyambar ponselnya dan mengirim pesan singkat yang menanyakan afi sedang apa atau pun sekedar bertanya sudah makan atau belum.banyu hanya tersenyum-senyum sendiri jika ingat kelakuannya itu.mata pria itu berbinar saat pesan singkat itu dibalas oleh afi.


Banyu:"kelinci apa kamu masih di tempat kerja? "


Afi: "iya saya masih di tempat kerja!"


Banyu: "apa kamu sudah makan? "


Afi: "sebentar lagi saya makan,apa kamu juga sudah makan?"


Banyu:"segeralah makan jangan terlambat makan nanti kamu sakit.!sebentar lagi aku juga makan.cepat pulang ya!bye!"


Afi:"iya trimakasih! Bye!"


Senyum mengembang di bibir banyu setelah membaca balasan pesan singkat dari afi.


begitupun afi hati wanita ini sangat senang sekali mendapat pesan singkat dari banyu di whatsapp nya.


tak henti senyum penuh kebahagiaan itu terukir terus di bibir merah itu.akhir-akhir ini banyu sangat perhatian padanya. apalagi sejak peristiwa masak bersama yang di lakukannya bersama banyu.afi merasa banyu terlihat sangat berubah afi merasa apa mungkin pria itu menyukai dirinya.


Ah afi jangan bermimpi terlalu tinggi. Jerit hati wanita muda ini.


sebuah tepukan mengagetkan afi.


"Hei!kok melamun saja !itu di panggil pak hendrawan.!semua sudah di ruang meeting.kita mau makan bersama dulu afi!"


Seru Tatik sambil berjalan menuju ruang meeting meninggalkan afi.membuat afi terhenyak dari lamunannya.


Lalu bergegas mengikuti langkah tatik.


"Iya bu!"


Afi langsung berjalan menuju ke ruang meeting.tampak hendrawan,made,irwan dan juga tatik sudah menunggu di dalam ruangan tersebut.setelah afi ikut bergabung dengan mereka tak berapa lama tampak seorang pria berjaket hitam memasuki ruangan sambil membawa beberapa paket makanan.


"Ini adalah pak Imam beliau di kirim oleh pak hermansyah untuk masuk dalam tim kita.mulai sekarang pak imam akan menjadi bagian dari tim kita.selamat bergabung pak Imam..!"


Kata hendrawan memperkenalkan Imam pada semua anggota tim nya.Imam seorang pria berumur 40 thun dari deputi gegana memang di tugaskan khusus oleh kapolres untuk masuk dalam tim yang menangani kasus Jw Marion.hermansyah punya rencana lain dengan memasukan Imam ke dalam tim hendrawan.


seseorang dari kalangan atas sedang memainkan perannya.mulai menyebarkan rencana jahat untuk menguasai Negara ini dalam cengkeraman kejahatan terbesar di dunia.iya rencana besar untuk menggulingkan presiden yang ada.perang perebutan kekuasaan tengah mereka lancarkan demi memuluskan seorang calon presiden yang bisa mereka jadikan alat untuk menguasai Negara ini untuk menjadi pasar terbesar peredaran narkoba.karena hanya di negara besar yang bernama Indonesiaraya ini sangat punya potensi untuk menjadi Negara paling besar dan pesat untuk mengedarkan narkoba.


dari negara ini mereka para gembong Narkoba itu ingin menguasai dunia maka di rancanglah dengan penguasaan dari puncak pemerintahan.tapi bertahun-tahun mereka berusaha untuk menjatuhkan pemerintahan yang ada tak juga kunjung berhasil.kini tiba waktunya yang di tunggu tinggal beberapa bulan lagi di adakan pemilu untuk pemilihan Presiden.kali ini para penjahat itu telah merencanakan untuk mengalahkan presiden yang ada dengan cara apapun.bahkan jika di perlukan kematian Presiden akan di lakukan jika calon yang mereka usung kalah dalam pemilu itu.tapi mereka tidak menyadari kalau tidak akan pernah bisa menaklukkan Indonesia dan menjadikan Nusantara ini negara penghasil Narkoba mimpi mereka terlalu muluk.


ratusan tahun Indonesia di jajah dan mereka pun tak mampu menguasai negara ini dan sekarang hanya segelintir orang pencandu narkoba ingin menjadikan negara ini sebagai negara jajahan mereka mimpi mereka seperti mengeringkan air laut dan juga menerbitkan matahari pada malam hari.Indonesia tanah air yang akan selalu di jaga para Ulama,para tentara dan polisi yang tangguh dan rakyat yang akan melawan kebatilan dan yang pasti Tuhan tidak akan pernah mengizinkan kejahatan menguasai Negara Indonesiaraya ini.


Kembali keruang meeting di dalam ruangan semua anggota tim di bawah pimpinan hendrawan kecuali nathalia .mereka sedang berkumpul dan makan malam bersama sambil mengadakan rapat.


"Apa kalian sudah bisa melacak siapa agen yang ada dalam berkas yang di dapat oleh afi kemarin?!"


Tanya hendrawan pada irwan yang masih lahap menikmati makanannya.


"Setelah saya selidiki tentang orang tersebut dia adalah seorang ditektif bayaran namanya david,umur 45thn.orang tersebut memang di bayar oleh Gunawan untuk menyelidiki kematian kakaknya.!"


Kata irwan menjelaskan pada atasannya ini.


"Saya juga dapat informasi,kalau wanita yang bernama sonia itu memang ada hubungan dengan kevin dan menurut penyelidikan yang saya lakukan wanita itu pernah hamil dan melakukan aborsi.!"


Kata made yang membuat tatik bereaksi mendengar kata-kata made.


"Apa?jadi wanita itu benar-benar wanita selingkuhan pengusaha itu.ah dasar wanita jalang !kenapa dia tega sekali sampai mengaborsi anaknya sendiri!"


Tatik mengumpat mendengar keterangan made.sisi kewanitaan polisi wanita yang selalu tampil menor ini geram.tanpa sadar memukul meja di depannya.


"Semakin jelas kalau ada permainan besar dalam peristiwa di jw marion itu.lalu cip itu pasti menyimpan rahasia yang mungkin bisa mengurai benang kusut tentang masalah ini! Kita harus secepatnya mengungkap kasus ini!"


Tegas hendrawan sambil terus menyuap nasi padang di depannya.


"Oya afi bagaimana dengan penyelidikanmu tentang si ganteng itu?"


Tiba-tiba tatik bertanya pada afi.sampai semua mata menatap padanya mendengar ucapan yang bersemangat itu.


"Aku..?maksud bu tatik banyu?"


Tanya afi menegaskan pertanyaan tatik.


"Ya iya lah siapa lagi?dia kan memang ganteng,apa kalian sering berduaan?"


sebutan si ganteng dan pertanyaan tatik yang membuat hendrawan panas hati membuat hendrawan segera menghabiskan makanan di depannya dengan cepat.


"Baiklah segera selesaikan makan kalian dan lanjutkan bekerja.!"


Hendrawan bergegas keluar dari ruangan itu dengan tatapan dingin lalu di ikuti made yang mengeloyor di belakang komandannya itu.


"Siap komandan!"


Jawab irwan,made,tatik dan juga afi.


"Baik afi,bagaimana keseharian kamu di apartemen mewah bersama orang setampan banyu?"


Tatik berbinar saat menyebut nama banyu.wanita itu tampak semangat sekali setiap menanyakan banyu pada afi.


"Keseharian?ee.. Setiap hari aku ke sini dan banyu kekantornya kami bertemu hanya pada malam hari atau saat saya lepas dinas saja.tidak ada yang istimewa!"


Jawab afi menjelaskan pada tatik sambil terus sibuk dengan makanannya.mencoba menghilangkan grogi dalam dirinya.


"Baiklah!semoga harimu malam ini menyenangkan afi!selamat malam!"


Seru tatik sambil meninggalkan irwan dan afi yang masih menghadapi makanan di meja itu.afi hanya membalas senyum pada tatik.


sementara irwan yang sengaja menunggu semua temannya keluar dari ruangan itu merasa lega melihat mereka sudah pergi semua.


"Oya,afi aku ingin bertanya sesuatu padamu,siapa nama teman wanita kamu yang datang menemuimu beberapa waktu itu?!"


Irwan rupanya tertarik pada lilis teman afi yang beberapa hari lalu datang ke kantor itu.


"Maksud pak irwan lilis?"


Tanya afi balik karena belum tau pasti maksud pertanyaan irwan.


"Oo namanya lilis.apa dia teman dekatmu?apa lilis masih single?!"


Irwan agak tersipu menanyakan hal itu pada afi.


"Apa maksud pak irwan bertanya seperti itu?"


Afi merasa heran dengan pertanyaan irwan padanya tentang lilis.


"Aku hanya ingin tahu saja.dia sudah punya suami atau masih sendiri karena kulihat dia datang kesini sendirian.kalau dia teman dekatmu kamu pasti tahu.ah tidak usah di pikirkan kata-kataku!"


Irwan menjadi salah tingkah sendiri.


"Dia belum menikah sih,tapi saat ini sedang pacaran dengan Gunawan mandraguna Utama.apa pak irwan sudah puas dengan jawaban saya!"


Kata afi sambil tersenyum menatap irwan yang memerah wajahnya mendapat jawaban afi.afi jadi tahu kalau irwan sepertinya suka pada lilis.


"Ah kamu ini afi!aku hanya ingin tahu saja.baiklah selamat malam!"


Irwan segera keluar dari ruangan itu sambil membuang wajah malunya dari pandangan afi.wanita lugu itu tersenyum melihat irwan salah tingkah di depannya.afi menggeleng-gelengkan kepalanya.


Hari sudah menunjukan pukul 11 malam afi sudah bersiap pulang saat sedang berkemas di loker hendrawan juga sedang bersiap untuk pulang bersamaan afi keluar dari loker habis ganti baju dan mengambil tasnya hendrawan pun sedang berjalan keluar dari ruangannya.kedua orang inipun bertemu di pintu keluar interpol.


"Pak hendrawan,anda belum pulang?"


Tanya afi saat berjumpa dengan atasannya ini.


"Aku baru mau pulang!oya afi ada kepastian tentang pria yang sekarang tinggal bersamamu.dia adalah seorang agen rahasia.tapi yang jelas pria itu bukan agen dari kepolisian itu artinya dia adalah mata-mata bayaran.kamu harus ber hati-hati dengan laki-laki itu.ingat kata-kataku jaga diri kamu baik-baik.pria itu pasti akan mengambil keuntungan pada dirimu jangan terpengaruh sebaik apapun dia padamu dan satu hal yang harus kamu ingat jangan pernah percaya pada apa yang di ucapkannya.ingat banyu langit itu adalah target kita!bisa saja dia terlibat sangat jauh dengan kasus yang kita tangani ini atau bahkan dia pelaku yang sebenarnya!kamu tidak jatuh cinta padanya kan?"


Kata-kata hendrawan membuat afi terkejut.


"Tidak! saya tidak mungkin jatuh cinta pada pria itu pak!saya hanya menjalankan tugas saja.!"


Afi dengan cepat menjawab pertanyaan hendrawan dengan senyum tipis.


"Itu baru namanya agen interpol.tetap jaga itu ya..!"


Seru hendrawan senang mendengar jawaban afi.ada binar bahagia di mata pria gagah ini.


"Afi,kamu baru mau pulang?ini sudah malam sekali.aku akan mengantarmu!"


Kata hendrawan melihat afi baru akan pulang.


"Tidak usah pak saya bisa pulang sendiri kok nggak usah repot-repot!"


Afi menolak halus tawaran hendrawan untuk mengantarnya.


"Ini sudah malam lagi pula tempat tinggalmu satu arah dengan rumahku.sudahlah jangan membantah!"


Seru hendrawan dengan nada memerintah.afi pun tak bisa berkata-kata apa-apa lagi selain mengikuti kata atasannya ini.


Sementara itu di apartemen banyu sangat marah mendengar pembicaraan afi dan hendrawan melalui alat penyadap yang di pasang di jam tangan afi.begitu mendengar kalau gadis itu bilang tidak mungkin jatuh cinta padanya hati banyu merasa sangat hancur apalagi saat dia tahu kalau afi di antarkan pulang oleh hendrawan.matanya menatap tajam dan tangan nya mengepal keras menahan amarah yang luar biasa di dalam dadanya.bukan karena kata-kata hendrawan yang menuduhnya sebagai tersangka dalam kasus jw marion itu tapi karena teryata dalam hati afi dia tak berarti apa-apa bahkan dengan jelas gadis cupu itu mengatakan kalau tidak mungkin jatuh cinta pada dirinya kata-kata itu bagai pisau yang menghujam tepat di jantungnya dan meluluh lantahkan benih cinta yang sedang tumbuh subur di sana.banyu keluar dari ruang rahasianya dengan sangat geram pria tampan itu mengusap wajah dan mengacak rambut hitamnya dengan sangat kesal.berjalan-jalan dalam ruangan sambil menahan deru nafasnya yang memburu karena marah.banyu mendekati jendela apartemen dengan wajah yang sangat kalut dengan keras dia memukul dinding sampai tangannya memerah.rasanya ingin sekali dia memecahkan kaca jendela itu untuk meluapkan emosinya.banyu bergegas menuju ke meja bar di sudut kamar mengambil gelas dan menuangkan minuman beralkohol dan meneguk dua gelas wisky sekaligus.tergiang terus kata-kata hendrawan dan afi di telinganya membuatnya semakin tidak bisa menahan emosinya.entah berapa gelas wisky yang sudah di tenggaknya.hampir setengah botol minuman itu sudah habis di minum banyu.pria malang itu terduduk di bawah kursi piano di dekat jendela pria itu benar-benar patah hati.


Terdengar suara pintu lift terbuka dan wanita yang di tunggunya sudah datang.kondisi banyu benar-benar menyedihkan pria tampan yang biasanya selalu membuat banyak wanita cantik patah hati karenanya kini sedang terduduk tak berdaya dengan luka hati yang menganga.seperti sebuah karma bagi pria ini kini rasa sakit yang selalu di torehkan pada setiap wanita yang tergila-gila padanya kini dia rasakan.


Afi berjalan memasuki ruangan itu dan langsung menuju kekamarmya tanpa melihat ke arah ruangan banyu karena afi mengira banyu pasti sudah tidur karena hari sudah larut malam.tapi dia salah afi kaget saat sebuah suara sendu terdengar memanggil dirinya.


"Kelinci!kemarilah!"


Afi kaget saat banyu memanggil dirinya dengan panggilan yang tidak biasa.saat melihat banyu yang terduduk di dekat jendela sambil memegang gelas yang berisi wisky afi mengira banyu sedang mabuk.tapi kenapa pria itu terlihat sedang tidak baik ada masalah apa dengan pria itu.afi pun mendekati banyu yang sedang berjalan kearah jendela.banyu terlihat setengah mabuk dengan tangan sebelah kiri berada di dalam saku celananya dan tangan sebelah kanan memegang gelas wisky yang terus di teguknya mata pria tampan ini menatap keluar jendela tanpa menoleh kepada afi yang sudah berada di sampingnya.


"Kamu lihat kebawah sana!aku berpikir jika ada yang jatuh dari ketinggian seperti ini dia pasti akan mati! Aku benarkan?Terkadang aku bertanya kenapa aku harus menjadi seorang mata-mata?!kenapa?terkadang aku ingin menjadi seseorang yang punya kehidupan yang spesial dan menikmati hidup seperti pria normal lainnya.aku berpikir tentang semua itu begitu lama!hufh!apa lagi setelah aku bertemu denganmu hidupku jadi berubah.aku mulai mengerti arti bahagia yang sesungguhnya.entah kenapa kamu membuat hidupku berwarna.!kamu bisa tertawa lepas dan juga bisa hidup apa adanya tanpa ke pura-puraan.kamu bisa mencintai dan di cintai orang dengan terbuka.aku ingin mengatakan padamu !aku ingin bersamamu aku ingin berbagi denganmu apa pun!tapi sepertinya semua itu hanyalah sebuah impian yang aku tidak tahu apakah mungkin terjadi!"


Banyu menatap pada afi dengan pandangan yang sulit diartikan.afi sangat bingung dengan sikap banyu. apa arti ucapan pria ini.apa yang terjadi pada pria di depannya ini ucapannya mengandung banyak arti tapi tatapan mata itu seperti sangat menakutkan tak pernah afi melihat tatapan yang begitu dingin dan sulit di artikan.apa yang sebenarnya pria itu ingin sampaikan.apakah benar kata hendrawan pria di depannya ini adalah seorang pria yang jahat.apakah sikap lembut banyu selama ini adalah sisi lain dari seorang mata-mata.ah entahlah afi semakin bingung jika melihat sikap banyu yang sering berubah-ubah itu.


Perlahan tangan banyu mengusap pipi afi yang masih terdiam tak tahu apa yang harus dia katakan.afi benar-benar tak mengerti arti ucapan banyu.tapi yang jelas sinar mata banyu penuh dengan amarah yang coba dia pendam sedemikian rupa.afi sangat takut melihat mata banyu yang sangat tajam tanpa senyum menatapnya.


"Sepertinya kamu terlalu banyak minum.aku kekamar dulu,selamat malam!"


Afi menepis tangan banyu dari pipinya dan berlari meninggalkan pria itu yang  terus menatapnya dengan wajah kecewa.sampai di kamar afi duduk di sofa dekat tempat tidur wanita itu mencoba meredakan tubuhnya yang gemetar karena takut. berbagai macam pikiran ada dalam otaknya."apakah banyu sedang marah padaku?kenapa pria itu tampak sangat menakutkan,apa dia tahu kalau aku sedang menyelidikinya?kenapa dia bicara seperti itu?apa maksud ucapannya itu?oh Tuhan lindungi aku"


Afi terus bergumam sambil mengigiti jari-jari tangannya wanita itu begitu gugup sekali.


Banyu yang sedang hancur hatinya hanya tertunduk di sofa putih sambil menatap gelas minuman di tangannya.


"Sudah waktunya Arda, selesaikan misi ini dan jalani kembali hidupmu sebagai agen rahasia.bukankah ini pilihan hidupmu mengabdi pada negara dan abaikan perasaan cinta dalam hatimu.tidak ada cinta bagi seorang mata-mata.banyak wanita cantik di luar sana yang menunggumu"


Hati banyu berdebat dengan sangat ketat.kepingan-kepingan hatinya berusaha untuk di kumpulkan dan dikemas dengan kekuatan yang tersisa.malam itu terasa begitu berat bagi pria tampan ini.


Pagi itu afi berangkat dari apartemen ke kantor interpol wanita itu berangkat setelah sholat subuh.afi memang sengaja berangkat pagi sekali karena tidak ingin bertemu dengan banyu.saat afi berangkat pria itu masih tampak tertidur pulas.afi menatap lama banyu dari kejauhan pria itu memang tampak sangat mempesona.afi merasa telah jatuh hati pada pria itu tapi wanita ini menyadari kalau dia dan banyu punya banyak perbedaan.afi mencoba membuang perasaan dalam hatinya jauh-jauh.dia pun bergegas pergi dari tempat itu.


Suasana di kantor interpol pagi itu tampak sangat sibuk.hendrawan sedang menyiapkan senjatanya satu persatu dia memasukan peluru kedalam pistol yang berada di tangannya dengan sangat cekatan.tampak nathalia datang memasuki ruangannya.


"Kenapa kamu tidak memberitahu ku kalau hari ini kamu akan melakukan penyelidikan ke tempat Gunawan?apa aku bukan bagian dari tim lagi?!"


Tanya nathalia dengan penuh emosi pada hendrawan.wanita ini merasa sudah beberapa hari ini dirinya tidak di libatkan dalam penyelidikan hendrawan.


"Bukankah kamu sudah aku tugaskan untuk mencari tahu tentang Putra?!aku rasa ini sudah kamu ketahui.!pak made dan pak irwan,kita berangkat sekarang!"


Seru hendrawan sambil melangkah hendak meninggalkan nathalia.tapi dengan wanita ini menahan tubuh hendrawan yang melintas di sampingnya.


"Seperti inikah sikapmu padaku?!komandan ada informasi penting yang harus kamu ketahui hari ini akan ada sebuah pertemuan di kalangan pengusaha itu dan di duga akan ada kejadian keributan di sana!"


Seru nathalia dengan tatapan tajam.tangan wanita itu masih berada di pinggang hendrawan dan membuat pria itu berhenti tepat di samping nathalia.


"Benarkah itu?! Baiklah aku tugaskan kamu untuk menyelidikinya dan melaporkan semua hasilnya padaku!"


Kata hendrawan bersuara lantang pada wanita yang sudah lama menjadi temannya ini.tapi entah kenapa dalam kasus ini hendrawan punya firasat kalau nathalia ada hubungan kurang baik dengan orang yang terlibat dalam kasus ini.


"Apa aku harus menangani ini sendiri?!"


Nathalia masih berusaha menahan hendrawan.sampai akhirnya pria ini sudah tidak tahan lagi melihat kelakuan nathalia yang sama sekali tidak menghormatinya itu.dengan sedikit kasar hendrawan menepis tangan nathalia dan keluar dari ruangan itu.nathalia berbalik mengejar hendrawan.


"Pak imam dan bu tatik,pilih beberapa orang untuk ikut dalam tugas bersama bu nathalia hari ini ada tugas yang harus kalian lakukan dengan bu nathalia.segera laksanakan! Pak made!pak irwan!kita berangkat!"


Seru hendrawan memanggil dan memerintahkan anak buahnya itu.


"Siap pak!"


Jawab imam dan tatik bersamaan.lalu irwan dan made juga langsung mengambil koper yang sudah mereka siapkan dan segera menyusul hendrawan yang sudah lebih dulu keluar dari ruangan itu.di pintu ruangan hendrawan melewati meja afi yang memberi hormat padanya.pria itu hanya tersenyum tipis saat melihat afi.sementara nathalia memandang dengan tatapan sinis kearah afi dari dalam ruangan hendrawan.wanita ini benar-benar sangat kesal dengan sikap hendrawan.


Hendrawan,made dan irwan berjalan menuruni tangga dari lantai 3 menuju kelokasi yang sudah di tentukan mereka akan ke tony brother untuk melakukan penyelidikan dengan lebih serius lagi karena baru saja hendrawan mendapat ultimatum dari pimpinannya jika dalam waktu 2 bulan ini tidak bisa mengusut kasus itu lebih baik hendrawan segera melepas kasus itu untuk biro lain dan resikonya pria gagah ini akan di turunkan pangkatnya atau di mutasi kebagian lainnya.


Sementara itu rizal yang sedang cemas melihat banyu yang baru saja terlihat sedang tidak bagus suasana hatinya. mencoba bertanya pada keponakannya ini apa yang terjadi padanya.

__ADS_1


"Aga,apa yang terjadi?semoga paman salah kamu seperti orang yang sedang patah hati?"


Rizal bertanya dengan cemas saat melihat pria tampan itu tampak sangat berbeda.matanya merah pertanda mungkin banyu tidak tidur semalam.


"Aku tidak apa-apa paman,sudah saatnya aku harus mengakhiri ini semua.hari ini aku akan mengambil sandi rahasia itu dari tangan jonlee paman.aku dapat informasi hari ini dia datang ke Indonesia bersama Felix kunsa mereka akan melakukan pertemuan di sebuah pulau di Indonesia.aku sudah tahu tempatnya paman.!"


Banyu menatap tajam pada rizal yang masih mencari jawaban atas pertanyaannya.


"Apa paman perlu ikut denganmu?!"


Tidak paman aku akan menyelesaikannya sendiri,aku harus mendapatkan sandi itu dan segera mengcopy semua data yang ada dalam cip itu paman.******** brandon sudah terus mendesakku aku yakin cepat atau lambat dia pasti akan datang ketempat ini dan memaksaku menyerahkan cip itu!aku yakin di belakang brandon ada orang yang berkuasa yang menginginkan cip itu!"


Banyu terus memainkan gelas wisky di tangannya sambil menatap tajam mata elangnya ke arah pamannya.


"Itu artinya cip itu benar-benar sangat berharga!aku juga mendapat informasi kalau pihak kepolisian juga mencari cip itu.tapi mereka tidak tahu kalau cip itu berada dalam sebuah pulpen.!kamu harus berhati-hati karena semua orang yang saat ini dekat denganmu menginginkan pulpen itu bahkan kedua orang relasi bisnismu Gunawan dan Putra juga mencari keberadaan pulpen itu!"


Rizal mencoba mengingatkan banyu akan bahaya yang mengancam dirinya.


Di kantor interpol tampak nathalia masih terlihat kesal dengan kelakuan hendrawan padanya wanita itu sedang mengumpulkan semua anggota yang sedang berada di kantor tersebut.


"Baiklah sesuai intruksi hari ini kita akan berangkat ke pulau seribu kita akan melakukan pengamanan sekaligus penyelidikan di tempat itu.karena ada informasi kalau hari ini akan di adakan sebuah pertemuan para pengusaha dan di sinyalir akan ada keributan di sana!kita segera berangkat siapkan senjata dan juga semua peralatan yang di perlukan!"


Perintah nathalia lantang dan membuat semua anggota yang di tunjuknya segera mengemasi semua peralatan yang dia perintahkan dan bersiap berangkat.


Sementara itu saat hendrawan dan dua anak buahnya sedang berjalan menuruni tangga tampak rizal juga berada di pintu masuk dan sempat terlihat oleh hendrawan tapi dengan cepat rizal menyembunyikan wajahnya dengan berpura-pura membetulkan sepatunya membuat hendrawan tidak bisa melihat wajahnya dan melangkah pergi menuruni tangga.dengan cepat rizal segera naik ke lantai 3 dan masuk kedalam ruangan interpol.begitu rizal memasuki ruangan itu dia bertemu dengan tatik yang sedang bersiap akan pergi dengan nathalia.


"Anda mencari siapa?!"


Tanya tatik melihat ada orang asing yang sepertinya pernah di lihatnya tapi tatik lupa dimana?


"Saya sedang mencari nona afi.apakah nona afi ada di sini?!"


Kata rizal tanpa melepas kaca mata hitamnya.


"Oh..!Afi,dia ada di mejanya. nama  anda siapa? biar saya beritahu dia!"


Tanya tatik lagi.


"Bilang saja saya pamannya nama saya rizal!"


Kata rizal sambil tersenyum datar pada tatik.tatik pun masuk kedalam ruang interpol dan menuju ke meja afi yang sedang sibuk dengan berkas di tangannya.


"Afi ada yang mencarimu!katanya pamanmu namanya rizal!dia ada di lorong dekat tangga.!"


Seru tatik yang membuat afi kaget begitu nama rizal di sebut tatik.


"Trimakasih bu tatik saya akan menemuinya!"


Kata afi sambil tersenyum pada tatik.tatik pun hanya mengangkat bahunya mendengar ucapan trimakasih dari afi.tatik pun berlalu sambil mengambil sebuah kotak peralatan yang sudah di siapkan untuk bertugas.tak lama nathalia keluar dari ruangan dan mereka pun berangkat dengan begitu gagahnya para srikandi berbaju coklat ini ,lengkap dengan senjata yang berada di pinggang mereka itu.afi sangat kagum pada penampilan nathalia dan tatik yang tampak sangat cantik dan berwibawa itu.afi ingin sekali bisa memakai seragam coklat seperti mereka.tapi bagi afi semua itu hanyalah sebuah mimpi yang tidak mungkin terjadi menjadi seorang polisi wanita atau biasa di sebut polwan itu adalah orang pilihan dan juga mereka terlatih melalui sekolah kemiliteran yang tidak semua orang bisa bersekolah dan lulus di akpol itu.wanita itu hanya menarik nafas panjang jika dia mengingat dia hanyalah seorang yang ingin membantu mengungkap siapa pelaku yang telah membuat suami tercintanya meninggal.afi tersadar dari lamunannya saat teringat kalau rizal sudah menunggu di lorong depan ruangan interpol itu.begitu afi keluar dari ruangan itu tampak rizal sedang duduk di kursi yang berderet rapi disana.lalu afi pun segera mendekati rizak dan duduk di belakang rizal.


"Ada apa naga?kenapa naga datang kemari apa ada pesan dari Garuda?"


Tanya afi berbisik pada rizal.


"Iya.aku hanya ingin menyampaikan kalau kamu harus bisa menjaga rahasia tentang pulpen yang saat ini berada dalam gengaman garuda.jagalah rahasia itu walau nyawa lepas dari ragamu"


Kata rizal menyakinkan afi agar wanita itu tak berbicara pada siapapun tentang pulpen itu.


"Aku selalu menepati janji.tapi aku hanya ingin tahu ada apa dengan ini semua dan siapa kalian?"


Tanya afi serius.wanita ini mulai merasa kalau masalah pulpen itu sepertinya sebuah masalah yang serius.apalagi kalau sampai rizal begitu serius memperingatkan dia ini pasti sesuatu yang sangat penting dan afi berhak tahu tentang itu semua.


"Garuda hanya berpesan suatu saat nanti akan mengatakan semua padamu dia hanya berpesan kamu percaya padanya.pada saatnya nanti kamu akan tahu tunggulah sampai misi ini tuntas dan dia akan menjawab semua pertanyaanmu"


Kata rizal meyakinkan afi.


Tak berapa lama terdengar ponsel rizal berdering.


"Halo,naga.iya! benarkah?sudah aku jelaskan padanya.baik..baik..!"


Rizal menutup telponnya dan berdiri dari tempat duduknya.


"Aku pergi dulu,aku harap kamu bisa di percaya!"


Rizal pun segera pergi meninggalkan afi yang masih bingung dengan kata-kata rizal.saat afi hendak masuk kedalam ruangan wanita itu berpapasan dengan nathalia dan anggotanya yang hendak keluar melaksanakan tugas.nathalia sempat melihat afi berbicara dengan rizal.


"Siapa yang sedang berbicara denganmu tadi dan ada urusan apa dia denganmu?!"


Tanya nathalia sinis membuat afi keki.


"Orang itu ada urusan denganku!"


Jawab afi sambil berlalu dari hadapan nathalia dan langsung ke mejanya.nathalia sangat marah dengan sikap afi yang di nilai tidak menghormatinya sebagai atasannya.wanita itu pun mengejar afi kedalam ruangan interpol.


"Afi!berani sekali kamu pada atasanmu!aku bertanya siapa orang tadi dan ada urusan apa dia denganmu?!"


Nathalia membentak afi dengan penuh kemarahan afi sangat terkejut dengan suara nathalia yang sangat keras tersebut.tatik yang berada di belakang nathalia juga sampai berjingkat kaget tak menyangka kalau nathalia akan semarah itu dengan afi.


"Siap bu!dia adalah orang kepercayaan banyu langit.dia datang untuk memberitahuku pesan dari banyu!"


Jawab afi sekenanya karena kaget dengan sikap nathalia yang begitu marah dan terkesan histeris.


"Jaga sikapmu padaku !aku adalah atasanmu jangan kurang ajar!jangan mentang-mentang kamu dekat dengan pak hendrawan kamu jadi lupa siapa dirimu!aku tahu wanita seperti apa dirimu!hufh!oya aku perintahkan besok kamu harus bisa melaporkan tentang siapa banyu dan tidak ada alasan untuk melindungi kekasihmu itu! Dan kamu harus bisa membawa kami kedalam rumahnya itu!"


Nathalia menatap tajam dan penuh kebencian kepada afi yang membuat afi takut dan bergetar wanita lugu ini hanya mampu menganggukan kepalanya.nathalia segera pergi meninggalkan afi yang masih berdiri ketakutan.


Sementara itu di dalam ruang kapolres tampak hermansyah sedang menerima telpon dari seseorang.


"Halo,iya Tuan.iya.baiklah!siap tuan nanti akan saya perintahkan dia menghadap!baiklah!trimakasih!selamat siang!"


Hermansyah tampak sangat menghormati orang yang barusan menelponnya.tak lama dari arah pintu terdengar bunyi orang mengetuk pintu dan hermansyah pun mempersilakan masuk.tampak imam muncul dari balik pintu.


"Selamat siang komandan!"


Seru imam memberi hormat oada atasannya itu.


"Siang!masuklah pak imam.ada informasi apa kamu menemuiku?!"


Tanya hermansyah ketika melihat orang suruhannya ini menghadap pada dirinya.imam mendekati atasannya ini dan membisikan sesuatu di telinga hermansyah.


"Apa hendrawan ikut bersamanya??"


sekilas raut wajah pria setengah tua ini berubah agak kesal sekilas kemudian terlihat ceria lagi.entah apa yang di bisikan di telinga hermansyah tapi kelihatannya informasi yang baru saja di sampaikan imam adalah informasi yang dia tunggu selama ini.


"Baiklah terus awasi dan laporkan padaku secepatnya setiap kali ada informasi baru tentang tim ini!"


"Siap laksanakan!"


Imam memberi salam hormat dan undur diri dari hadapan hermansyah.begitu imam keluar dari ruangan kepala polres itu tampak hermansyah tersenyum entah apa arti senyuman di bibirnya itu.


Di tony brother sore itu tampak tony sedang bersantai dengan kedua adiknya ronald dan mike.


Tampak tony sedang duduk santai di depan tipi sementara ronald sibuk dengan ponselnya dan mike berbaring santai di atas ranjang tingkat sambil berbaring tengkurap kearah kakaknya.


"Bagaimana tentang pekerjaan kakak dari pak putra?!"


Tanya ronald di sela bincang santai itu.saat mulutnya menyinggung nama putra sontak saja sebuah pukulan ringan bersarang di kepalanya.tony memang tidak suka kalau adik-adiknya ikut campur dalan urusannya yang satu ini.


"Aku sudah bilang padamu jangan ikut campur dalam urusan yang satu ini!"


Seru tony  yang  membuat mike bereaksi.


"Kak tony kami hanya ingin tahu saja!kakak kan tidak masalah sedikit berbagi cerita pada kami!"


Seloroh mike dan hampir saja mendapat bentakan dari tony.tapi mereka di kejutkan oleh kedatangan beberapa polisi yang langsung masuk kedalam ruangan itu dan tiba-tiba mereka memasang alat-alat yang terlihat seperti sebuah alat perekam.


"Selamat sore pak tony!kami harus memeriksa tempat ini dan aku minta kerjasama dari kalian.ini bacalah !"


Kata hendrawan sambil memberikan sebuah amplop berwarna coklat kepada tony yang segera membukanya.teryata isi dari amplop itu adalah gambar dirinya yang sedang bertemu dengan putra dan beberapa orang yang di temuinya akhir-akhir ini.


"Bisa kamu jelaskan ada hubungan apa dan bisnis apa antar kamu dan juga pemilik Putra Grup.jawab dan ceritakan semua dengan sebenar-benarnya kalau tidak kalian akan dalam masalah serius!"


Hendrawan memberikan peringatan pada tony dan membuat pria tua itu akhirnya menceritakan semua yang dia tahu.


"Memang benar aku dan tuan putra ada urusan.dia menyuruhku untuk mencari sebuah pulpen!aku sendiri tidak tahu apa dan bagaimana benda itu tapi yang jelas mereka mau membayar mahal untuk benda tersebut!"


Kata tony pria ini tidak mau terlibat jauh tentang masalah pulpen itu.


"Pulpen?!pulpen seperti apa yang mereka cari?!"


Tanya hendrawan sambil mengerutkan keningnya.


"Aku sendiri tidak tahu pulpen apa yang mereka maksudkan.karena mulai ada keributan di tempat ini juga karena meributkan benda tersebut.aku bahkan tidak tahu seperti apa  pulpen yang dia maksud.!"


Tony merasa tak ada salahnya dia bercerita pada hendrawan karena mungkin itu adalah hal yang terbaik untuknya dan adik-adiknya.


"Apa pak hendrawan tahu mengenai pulpen yang mereka maksudkan?!"


Mike ikut berbicara saat melihat kakaknya tak berdaya di depan polisi muda ini.


"Kami akan menyelidikinya,kalian harus bisa membawa putra untuk bicara pada kalian di sini.kami akan menaruh alat perekam untuk merekam pertemuan kalian.!"


Kata hendrawan pada tony.tapi tony ingat setiap kali putra hendak bicara padanya. orang-orang kepercayaannya putra pasti mensterilkan tempat itu dari alat-alat penyadap atau alat perekam itu.


"Pak hendrawan,setiap kali tuan putra ketempat ini dia selalu memeriksa dan memastikan kalau tidak ada alat seperti ini!"


Tony menceritakan kebiasaan putra setiap berjumpa dengannya.


"Anda tenang saja pak tony.alat ditektor mereka pasti tidak akan bisa menditeksi alat ini kami sudah merancang alat ini agar tidak terlacak oleh alat yang mereka gunakan.!aku harap secepatnya kalau bisa besok kamu sudah bisa mengundang orang itu ketempat ini dan lakukan padanya.aku menunggu informasi dari kalian!"


Seru hendrawan sambil pamit segera meninggalkan tempat itu.made dan irwan hanya tersenyum hambar pada ketiga bersaudara itu.hendrawan dan kedua bawahannya ini meninggalkan tony brother.


Hari sudah mulai malam adi memutuskan untuk pulang lebih cepat. setelah jam 7 afi buru-buru berkemas untuk pulang wanita itu teringat akan tugas yang di berikan nathalia padanya.kelihatannya wanita galak itu tidak main-main dengan perintahnya.


Sampai di apartemen suasana sangat sepi sepertinya banyu belum datang dari kantor.afi pun memutuskan untuk mencari tahu informasi tentang banyu.afi dengan cepat mendekati meja kerja banyu dan membuka semua fail yang berada di atas meja kerja itu.tapi tak satupun fail itu yang bisa menunjukan siapa banyu sebenarnya.afi mencoba membuka laci yang berada di meja kerja itu hanya berkas tentang perusahaan banyu dan beberapa berkas kontrak dengan relasi bisnisnya.afi berjalan menuju ke lemari buku yang terpajang mewah di dinding apartemen itu.afi berpikir mungkin saja banyu punya diary atau apapun di lemari buku itu sebagai informasi tentang siapa diri banyu yang sebenarnya.tapi belum sampai afi menemukan apa yang di carinya tiba-tiba kakinya terpeleset dan tangannya tanpa sengaja memegang lemari sampai tangannya masuk kedalam lemari dan tidak sengaja menekan sebuah panel di belakang lemari itu yang membuat cermin besar di samping lemari buku itu terbuka.afi sangat terkejut mendapati sebuah ruang rahasia di balik cermin besar itu.afi melangkah memasuki ruang rahasia itu begitu masuk kedalam ruangan itu afi melihat banyak sekali alat-alat yang afi tahu kalau alat itu seperti sebuah peralatan yang ada di ruang interpol tapi semua alat yang ada dalam ruangan ini terlihat lebih canggih dan sangat lengkap.beberapa layar cctv terpajang di tempat ini ada sebuah alat perekam yang terlihat canggih ada banyak panel yang tidak afi ketahui itu panel apa saja.tapi afi tertarik pada alat perekam yang berada di tempat itu.perlahan afi memutar alat itu dan mencoba mendengar suara itu dari headpone dan alangkah terkejutnya afi saat terdengar suara hendrawan dan dirinya sedang berbicara di dalam rekaman suara itu.afi akhirnya tahu kalau teryata banyu mendengar semua yang di bicarakannya dengan hendrawan malam itu.mungkinkah banyu marah kepadanya karena ini.baru saja afi meletakan headpone itu dan masih kaget atas temuannya ini.terdengar suara mengerang di pintu dan saat afi melihat kearah pintu alangkah kagetnya dia melihat banyu sudah berdiri di pintu itu.afi merasa takut karena tertangkap basah sedang berada dalam ruang rahasia banyu.tapi rasa terkejut itu berubah menjadi kepanikan luar biasa manakala dia melihat tubuh banyu terjatuh tak berdaya dengan sigap afi berlari menangkap tubuh banyu yang hampir saja jatuh kelantai keras itu.tubuh gagah itu mendarat persis dalam pelukan afi wajah banyu terlihat pucat sekali tubuhnya basah oleh keringat dingin.belum hilang rasa bingung afi tiba-tiba tangan afi terasa ada yang basah dan terasa lengket saat afi melihat tangannya dalam cahaya lampu terlihat tangan itu sudah basah oleh darah segar.afi menjerit histeris saat melihat banyak darah di tangannya.apalagi mendapati pria yang di sukainya itu terlihat tak berdaya bersimbah darah dari perutnya.


"Apa!apa yang terjadi padamu?!banyu!banyu!kenapa ada darah di perutmu?apa!apa yang harus kulakukan?!"


Afi sangat panik banyu sudah sangat lemah karena terlalu banyak darah yang keluar dari perutnya yang terluka.afi bingung sekali apa yang harus di lakukanya begitu melihat darah yang semakin banyak afi malah teringat saat hans mengalami nasib tragis dulu.terbayang hans yang juga bersimbah darah seperti yang dialami banyu saat ini.afi jadi panik sekali dia berteriak memanggil nama banyu.


"Banyu!jangan pergi!lihat aku!aku di sini!banyu,sadarlah!apa yang harus aku lakukan?!aku akan memanggil dokter!iya dokter!aku akan menelpon dokter.!sabarlah!bertahanlah!"


Saat afi hendak menghubungi dokter tangan banyu mencegah afi untuk menghubungi dokter.


"Jangan afi,jangan hubungi siapapun.aku adalah seorang mata-mata. tidak ada yang boleh tahu keadaanku saat ini.tolong ambilkan koper yang ada dalam lemari itu!"


Banyu berusaha sekuat tenaga untuk tetap sadar dan menyuruh afi mengambil sebuah koper yang ada dalam sebuah lemari di dalam ruang rahasia itu.dengan cepat afi mengambil koper dan s8egera membuka koper itu.di dalam koper itu terdapat berbagai alat medis lengkap dengan alat suntik dan juga obat-obatan.afi bingung kenapa banyu justru melarangnya menelpon dokter saat kondisinya sangat kritis seperti ini.lagi pula apa yang harus di lakukan afi dengan semua peralatan medis ini dia sama sekali tidak tahu cara mengobati luka yang nampak sangat parah ini.apalagi saat afi tahu kalau luka yang ada di perut banyu teryata adalah luka tembak ada peluru yang bersarang di sana yang menyebabkan darah terus keluar dari sana.banyu terus mengerang kesakitan dan menyebabkan afi tidak kuasa melihat pria itu kesakitan seperti itu.


"Banyu apa yang harus aku lakukan lukamu sangat parah kamu bisa mati kalau tidak ada penanganan medis.kita harus kerumah sakit!"


Afi memengang tangan banyu yang kulai terasa dingin dan gemetar itu.


"Tidak!dengarkan aku sekarang kamu harus membantuku!"


Kata banyu terbata-bata.


"Aku pasti akan membantumu,tapi apa yang harus aku lakukan?!"


Tanya afi panik.


"Ikuti kata-kataku,kamu jangan takut dan juga panik.kamu pasti bisa afi.dengar aku sekarang ambil wisky cepat!"


Banyu menyuruh afi mengambil wisky di tempat penyimpanan minuman itu.tanpa menunggu lagi afi berlari mengambil sebotol wisky yang masih berisi penuh.lalu menyerahkannya pada banyu.


"Minumlah afi!"


Banyu dengan tersengal-sengal menyuruh gadis itu untuk meminum wisky itu banyu tak ingin membuat afi takut dalam situasi seperti ini.


"Hah..minum?"


Awalnya Afi merasa kaget saat banyu menyuruhnya minum .tapi kemudian dengan cepat afi meminum wisky itu saat melihat banyu semakin memucat tanpa bertanya apapun lagi.


"Berikan padaku!"


Banyu mencoba untuk meminum wisky itu dengan sisa tenaga yang ada afi membantu memeluk banyu untuk membantunya minum minuman itu.afi memang harus meminum minuman itu karena dia harus menjadi orang yang berani karena dialah yang harus mengeluarkan peluru yang bersarang dalam perut banyu dan banyu pun meminum wisky itu untuk menghilangkan rasa sakit dari luka ituyang membuatnya mulai merasa kedinginan.begitu banyu selesai meminum wisky itu dengan sisa tenaga yang ada banyu menyobek baju yang di kenakannya tepat di perutnya yang terluka afi tampak menutup mulutnya saat melihat luka banyu yang terlihat jelas saat pria itu merobek baju yang basah oleh darah itu.tampak jelas terlihat sebuah peluru bersarang di perut yang terluka itu.banyu mengambil sebuah alat suntik afi pun dengan cekatan membantu membuka jarum suntik yang masih berada dalam bungkusnya itu lalu banyu mengambil sebuah serum di dalam sebuah botol kecil dan memasukan cairan itu kedalam alat suntik itu dan tanpa rasa takut sedikit pun banyu langsung menyuntikan cairan itu ke dekat perutnya yang terluka itu.sepertinya obat yang baru saja di suntikan itu seperti penghilang nyeri atau penghilang sakit sejenis bius.lagi-lagi afi sangat takut menyaksikan semua itu tapi entah kenapa afi punya kekuatan untuk tetap bertahan dan melihat semua yang di lakukan banyu walau rasanya afi tak sanggup melihat pria di depannya ini terus mengerang menahan sakit dan sedang berusaha mengobati luka itu seorang diri.banyu kemudian mengambil sebuah pisau kecil dan juga sebuah penjepit kecil dan menyerahkannya pada afi.mata afi melotot saat menerima kedua alat itu.wanita ini hampir tak percaya kalau banyu menyuruhnya mengeluarkan peluru yang ada dalam tubuhnya.


"Apa..apa yang harus aku lakukan dengan benda ini?!"


Tanya afi bingung.


"Afi,tolonglah aku,keluarkan peluru itu dari tubuhku.kamu pasti bisa! lakukanlah secepatnya.karena aku sudah tidak tahan lagi.!"


Banyu sudah terlihat semakin lemah.afi bertambah panik bagaimana mungkin dia bisa melakukan pekerjaan seorang dokter. afi mencoba menolak untuk mengeluarkan peluru itu.


"Tidak!aku tidak bisa melakukannya!aku bukan dokter dan aku sama sekali tidak bisa melakukan ini.kalau nanti terjadi apa-apa denganmu bagaimana?!"


Afi mencoba menolak keinginan banyu.tapi banyu terus memaksa afi banyu sudah hampir pingsan tubuhnya sangat lemah karena terlalu banyak darah yang keluar dari perutnya. Tubuh banyu sudah tidak sanggup lagi bereaksi tangan banyu terkulai tak berdaya kepalanya tergeletak di lantai dingin itu tanpa bisa terangkat lagi afi menjadi sangat panik melihat banyu terlihat menutup matanya.

__ADS_1


"Banyu sadarlah!banyu,bicaralah padaku!sadarlah !banyu!"


Afi sangat panik tapi wanita ini sadar bahwa dia harus melakukan sesuatu untuk menolong banyu.dia nggak mau banyu mengalami nasib yang sama dengan hans yang mati di pangkuannya.


"Ayo afi lakukan sesuatu kamu bisa!"bibir afi berbicara sendiri memberi semangat pada dirinya sendiri.dengan cepat dia mengambil botol wiski dan meneguknya sebanyak mungkin.kepalanya terasa agak pusing akibat terlalu banyak meminum wiski itu.afi memukul-mukul kepalanya untuk menyadarkan dan menguatkan dirinya.afi menyiram luka banyu dengan minuman beralkohol itu.banyu hanya mengerang lirih dan berusaha untuk tetap tersadar. lalu dengan segala kekuatan afi menatap pisau kecil dan alat penjepit di tangannya itu. tak ada lagi rasa takut dalam hatinya saat melihat tangannya berlumuran darah yang ada dalam otaknya adalah bagaimana menyelamatkan pria yang sangat di sayanginya ini.perlahan afi melukai sedikit perut banyu yang terkena peluru itu untuk bisa mengeluarkan benda kecil itu dari dalam perutnya.tanpa terasa airmata afi terus berurai saat dengan hati-hati tangan mungilnya melakukan operasi pada banyu.dengan keringat yang bercucuran bercampur dengan air mata afi akhirnya bisa juga mengeluarkan peluru itu dan membersihkan luka bekas bersarangnya peluru.afi kembali meneguk wiski di dalam botol itu lalu mengambil sebuah jarum dan benang khusus untuk menjahit luka yang tersedia di dalam koper itu.dengan mata yang terkadang terpejam afi menjahit luka di perut banyu dengan dada bergemuruh dan tangan bergetar.meski hanya beberapa jahitan tapi peristiwa ini tidak akan pernah afi lupakan seumur hidupnya.rasanya hampir saja afi pingsan melakukan hal ini tapi rasa cintanya pada banyu mengalahkan rasa takutnya.setelah selesai menjahit  luka itu afi segera meraih kepala banyu yang terkulai tak berdaya di lantai dingin itu.


"Banyu,banyu sadarlah! aku sudah melakukan apa yang kamu minta.kamu harus sembuh!jangan tinggalkan aku!kamu bilang kalau kamu akan baik-baik saja!kamu sudah berjanji padaku!sadarlah buka matamu!bukalah matamu lihat bicaralah padaku!aku mohon!hik..hik!"


Wanita itu menangis sambil memeluk kepala banyu yang lemas tak berdaya itu.


Sementara itu di dalam lift tampak rizal sedang menuju ke arah kamar banyu pria paruh baya itu tak menyadari kalau di dalam lift terdapat banyak ceceran darah.tapi saat sedang menatap di pintu lift rizal kaget melihat ada bekas tapak tangan yang berdarah sudah mengering di pintu lift itu.dia semakin kaget mana kala melihat banyak darah bercecer di lantai lift begitu  pintu lift terbuka ceceran darah itu semakin banyak dan bekas darah itu menuju kearah ruang rahasia banyu.rizal berjalan dengan siaga menuju keruang rahasia. Terlihat dari jauh pintu ruang rahasia terbuka dan kecemasannya terjadi juga dia melihat afi sedang membersihkan luka banyu yang terkapar tak berdaya.dengan cepat rizal berlari mendekati banyu dan afi.dengan wajah penuh kecemasan rizal menjauhkan tangan afi dari tubuh banyu dan segera membantu keponakannya itu sekilas mata rizal menatap afi tajam seolah bertanya apa yang terjadi pada banyu tapi hanya tangisan afi yang semakin keras yang menjadi jawaban atas tanda tanya itu.dengan cepat rizal mengangkat banyu dan melepas semua baju yang menempel di badan banyu lalu memberi obat pada luka di perut banyu dan menyelimuti tubuh yang tidak sadarkan diri itu.walau hati rizal sangat marah pada afi tapi dalam hati rizal bersyukur karena afi sudah menyelamatkan banyu jika tidak ada wanita itu pasti keponakan kesayangannya ini pasti sudah mati. Saat rizal sedang membawa baju banyu yang berlumuran darah afi mendekatinya dengan wajah cemas.


"Bagaimana keadaannya?apa dia akan sembuh?"


Tanya afi panik wajahnya terlihat kacau.


"Tentu saja dia baik-baik saja !apa yang kamu pikirkan?!banyu adalah pria yang kuat dia pasti akan sehat!"


Jawab rizal sambil menatap tak suka pada afi.


"Apa kita tidak perlu memanggil dokter atau membawanya kerumah sakit


?"


Afi mencoba menyarankan untuk membawa banyu kerumah sakit atau memanggil dokter.


"Apa kamu ingin semua orang tahu kalau kami mata-mata?!jangan macam-macam!diam dan pergilah kekamarmu!bersihkan dirimu,lihat kamu berantakan dan banyak darah di baju dan tanganmu!"


Bentak rizal dengan ide konyol afi yang ingin membawa banyu ke dokter atau rumahsakit.afi lalu berlalu dari hadapan rizal sambil sesekali melihat banyu yang terbaring di tempat tidur masih tak sadarkan diri.


Rizal mengambil ponsel banyu dan teryata banyu berusaha menghubunginya tapi karena posisi banyu berada di luar area jadi tidak bisa terhubung.rizal mencoba mengingat di daerah mana yang bisa membuat ponsel banyu berada di luar area.


Afi mencuci tangan yang penuh dengan darah banyu yang sudah mengering sambil menatap wajahnya di cermin.tatapan matanya menyiratkan kesedihan yang mendalam afi baru menyadari kalau teryata banyu memang sedang berurusan dengan orang-orang yang jahat sampai-sampai bertaruh nyawa.jika teringat wajah banyu yang tidak berdaya afi begitu terluka rasanya ingin sekali dia menukar rasa sakit itu pada dirinya.rasanya begitu sakit melihat orang yang kita cintai terluka seperti itu.


"kenapa rasa sakit ini lebih terasa di banding saat melihat hans terkapar tak berdaya benarkah aku mencintai banyu,oh Tuhan sembuhkan dia!"


Gumam afi lirih sambil membasuh mukanya dengan air berkali-kali.afi sangat ketakutan nafasnya memburu berkali-kali wanita ini menelan air liurnya karena gugup dan cemas memikirkan keadaan banyu yang saat ini sedamg kritis.terbayang dalam ingatanya bagaimana dia mengambil peluru di dalam perut pria itu lalu terbayang jelas di matanya bagaimana pria itu berusaha sekuat tenaga berjuang untuk hidupnya wajah yang nampak jelas berada dalam gengamannya sedang merintih kesakitan wajah yang sama saat hans berada di tangannya melawan maut saat kejadian bom itu.ingatan itu semakin membuat afi takut mungkinkah banyu akan bernasib sama dengan hans.afi benar-benar sangat takut kehilangan banyu bahkan melebihi rasa takutnya waktu kehilangan hans. setelah membersihkan tangan dan wajahnya afi pun segera menganti bajunya yang berlumuran darah.


Hari sudah larut malam di dalam lelapnya afi tidak bisa tidur dengan tenang bahkan dia bermimpi buruk dalam mimpinya banyu meninggal sampai afi terbangun dengan tubuh basah oleh keringat dan memanggil nama banyu.


"Tidak!banyu!"


Afi terbangun dan baru menyadari kalau semua hanyalah sebuah mimpi.


"Oh syukurlah semua hanya mimpi!"


Afi lalu berjalan keluar dari kamarnya untuk melihat kondisi banyu.wanita itu berjalan kearah tempat tidur banyu.disana terlihat rizal sedang mengompres banyu yang sedang demam karena luka di tubuhnya.afi tidak berani mendekat dia hanya melihat dari kejauhan tapi saat dirinya hendak kembali kekamarnya tiba-tiba rizal memanggilnya.


"Afina!"


rizal melihat afi yang hendak kembali kekamarnya lalu pria itu memanggil gadis yang tampak terlihat sedih itu.afi membalikan badanya dan melihat rizal yang berjalan mendekatinya dirinya.


"Iya paman!"


Jawab afi lirih.


"Dia sudah melewati masa kritis!'


Kata rizal memberitahu afi agar gadis itu tidak mencemaskan banyu lagi.


"Benarkah!itu artinya dia akan sembuh paman?!"


Mata afi berbinar saat mendengar kalau banyu sudah melewati masa kritisnya.tak ada hal yang lebih membahagiakan hatinya selain berita itu.


"Iya dia akan segera sembuh.trimakasih karena kamu sudah mengeluarkan peluru itu dan melakukan hal yang benar!jika tidak entah apa yang akan terjadi padanya!"


Rizal tersenyum ramah pada afi.baru kali ini afi melihat rizal bersikap sangat baik padanya.


"Tidak apa-apa paman hanya itu yang bisa aku lakukan untuk menolong banyu.aku bersyukur kalau yang kulakukan benar.saat itu aku benar-benar panik dan tidak tahu apa yang harus aku lakukan.banyu menyuruhku melakukan hal itu dan aku hanya memberanikan diriku untuk melakukannya!"


Afi membalas senyum rizal.


"Afi apakah banyu menceritakan sesuatu padamu sebelum kejadian ini atau dia bicara kemana dia pergi?!"


Tanya rizal mencoba mencari tahu tentang kejadian yang menimpa banyu.


"Tidak ada.dia tidak bercerita apapun padaku atau memberitahu kemana dia pergi.saat aku melihatnya datang dengan luka seperti itu!"


Kata afi menjelaskan kejadian saat banyu datang dengan luka tembak itu.


"Peluru itu adalah jenis peluru yang di gunakan oleh senjata yang di pakai polisi.itu berarti siapapun yang melukai banyu dia adalah seorang polisi!"


Afi sangat terkejut mendengar penuturan rizal yang mengatakan kalau jenis peluru yang melukai banyu berasal dari senjata yang di pakai polisi.afi merasa hampir tidak percaya tapi rizal juga tidak mungkin berbohong padanya.


"Tapi kenapa ada seorang polisi yang ingin melukai banyu?ada masalah apa banyu dengannya?!"


Selidik afi. ada berbagai prasangka dalam hati afi tentang banyu dan siapa sebenarnya banyu.


"Kamu harus tahu afi.kami tidak bisa mengatakan apapun padamu sampai misi ini selesai tapi percayalah kamu memercayai orang yang benar.itu yang harus kamu ingat!dan satu hal lagi jangan pernah kejadian ini di ketahui siapapun!ingat itu jaga rahasia ini baik-baik! Karena ada orang di dalam interpol yang sedang mengincar banyu dan juga pulpen yang ada di tangannya dan aku pastikan orang tersebut adalah orang yang jahat!"


Rizal menegaskan kata-katanya lagi pada afi.lalu berjalan meninggalkan wanita itu menuju kearah banyu yang tampak mulai menggerakan kepalanya.


Di dalam sebuah mobil mpv tampak nathalia sedang mendengarkan sebuah percakapan antara banyu dan afi melalui headpone.iya suara itu adalah hasil rekaman yang di peroleh tim pengintai dari alat penyadap yang di pasang olehnya sebelum alat itu di hancurkan banyu.berulang kali nathalia mengulangi suara banyu dan pada akhirnya suara itu berhenti pada kalimat saat banyu mengatakan permintaan maaf pada afi karena telah salah paham padanya.nathalia membanting headpone itu saat menyadari kalau pria itu teryata sudah tahu kalau ada alat penyadap di dalam tas afi yang artinya selama ini pembicaraan yang di dapat para anakbuahnya hanyalah permainan dari banyu.


"Dia tahu kalau sedang di sadap.hufh!Dasar sialan!teryata pria itu sudah tahu kalau dia di sadap! Brengsek!"


Nathalia sangat gusar kemarahan nya semakin memuncak karena menyadari selama ini dia dan timnya telah di permainkan oleh banyu.wanita ini melotot penuh amarah tapi dari tatapan matanya ada sesuatu yang tersembunyi.kecurigaan dalam hati nathalia semakin menjadi pada banyu teryata pria ini tidak bisa di anggap remeh.mungkinkah banyu berada di tempat kejadian saat terjadi baku tembak di pulau seribu kemarin karena suasananya sangat kacau dan banyak asap yang menyulitkan pandangan membuat nathalia tidak bisa melihat dengan jelas orang-orang yang sedang ribut di dalam area itu tapi sekilas nathalia bisa melihat sesosok tubuh dengan tinggi badan dan perawakan seperti banyu langit.bahkan nathalia sempat mengarahkan tembakannya kearah pria tersebut.kalau dengan jarak yang sudah di perkirakan wanita ini seharusnya tembakan itu tepat mengenai sasarannya.untuk menjawab apa banyu orang yang berhasil dia tembak cara satu-satunya adalah bertanya pada afi di mana keberadaan banyu saat ini dan bagaimana keadaannya.


Hari sudah pagi semalaman sudah hendrawan dan kedua bawahannya menunggu di dekat tony brother tapi tak ada yang datang ketempat tony bersudara.hendrawan membangunkan made yang masih tidur berselimutkan sarung yang menutupi wajahnya.mereka harus kembali ke kantor pagi itu.


"Pak made,bangun kita kembali ke kantor! Sepertinya orang-orang ini tahu kalau kita sedang mengawasi tempat ini!"


Hendrawan tampak kesal dan akhirnya mereka pun kembali kekantor.


Begitu sampai di kantor hendrawan segera berdiri di depan semua anggota di dalam ruang interpol itu.


"Afi,tutup pintu ruangan ini!"


"Siap pak!"


Perintah hendrawan pada afi yang segera melangkah menuju kepintu dan segera menutupnya.


"Untuk semua anggota tim!aku perintahkan pada kalian semua khusus hari ini jangan memberi tahu pada siapapun tentang jadwal penyelidikan kita kepada siapapun termasuk pada kapolres! Dan hari ini tidak di izinkan kepada semua anggota untuk membawa ponsel atau menelpon siapapun!"


Perintah tegas hendrawan membuat imam terkejut karena dia mendapat tugas khusus untuk selalu melaporkan apapun kepada kapolres setiap hari.kalau tidak bisa-bisa dia kana marah atasannya itu.


"Tapi pak!kita kan harus selalu melaporkan setiap jadwal kita hari ini kepada pak hermansyah!"


Imam berusaha mengingatkan hen drawan.


"Khusus hari ini tidak ada laporan kepada kepala kita!karena kita tidak tahu siapa musuh di dalam tim kita!bu tatik,dimana bu nathalia?!"


Tanya hendrawan melihat meja kerja nathalia kosong dan wanita itu tidak tampak batang hidungnya.


"Bu nathalia belum datang pak,kemarin setelah acara pengamanan di pulau seribu kami berpisah karena bu nathalia pergi ke suatu tempat untuk melihat hasil rekaman.!"


Tatik menjelaskan pada hendrawan dan pria itu hanya menatap datar pada meja nathalia yang kosong.terdengar bunyi telpon berdering dan telpon itu tepat berada di depan imam.pria itu akan mengangkat telpon itu tapi dengan cepat hendrawan melarangnya.


"Jangan di angkat pak imam!tidak ada yang boleh mengangkat telpon dari siapapun dan apapun saat ini.!pak made,sekarang hubungi semua wartawan baik televisi maupun media.kita akan memublikasikan fail yang kita terima tentang temuan peta jw marion dan data agen rahasia dan hasil temuan penyelidikan tim kita yang terakhir!"


Imam kaget mendengar perintah hendrawan yang sangat tiba-tiba itu bahkan dia tidak bisa memberitahu hermansyah tentang hal penting ini.dengan cepat made mengundang semua wartawan dari berbagai media cetak maupun elektronik dan dalam waktu singkat para pemburu berita ini sudah berdatangan ke kentor interpol itu.di dalam ruang meeting itulah made melakukan penjelasan tentang penyelidikan kasus sambil memperlihatkan semua bukti bahkan hendrawan sengaja menyuruh made untuk menyebut beberapa tersangka dalam kasus itu.semua sangat beresiko besar pada hendrawan tapi pria itu sudah punya rencana sendiri untuk semua tindakannya ini walau pun dia harus memasukan nama ayah kandungnya sendiri dalam deretan nama tersangka.


Dalam waktu sekejab berita di berbagai televisi heboh dengan peryataan hendrawan tentang kasus bom di jw marion itu.sampai-sampai putra sangat kerepotan mendapat telpon dari berbagai relasi bisnis dan juga wartawan yang bertanya tentang kebenaran berita tersebut bahkan gambar dirinya yang pernah mengunjungi tony brother pun terlihat jelas di layar kaca.membuatnya sangat murka pada anaknya sendiri ini rasanya putra ingin sekali menghabisi anak yang di anggapnya durhaka itu.putra membanting telpon terakhir dari seorang wartawan yang bertanya padanya.


"Hentikan semua telpon yang menuju kesaluranku!dasar sialan!anak tidak tahu diri !anak durhaka!bisa-bisanya dia menjadikanku tersangka!apa yang ada dalam otaknya itu?!"


Putra sangat geram kepalanya terasa pusing darahnya langsung naik.


Begitupun hermansyah kepala kepolisian yang menjadi atasan hendrawan ini marah besar dengan apa yang di lakukan hendrawan tanpa koordinasi dulu dengannya pria itu langsung memanggil hendrawan.begitu pria gagah itu sudah berdiri di depannya hermasyah langsung membanting berkas yang ada di tangannya itu.


"Apa maksud dari semua ini hendrawan?!apa kamu sudah gila?!bisa-bisanya kamu melakukan hal segila ini apa yang ada dalam pikiran kamu?!dan kenapa kamu tidak koordinasi dulu?!"


Mata hermansyah tampak berapi-api baru kali ini hendrawan melihat atasannya itu semarah itu.


Hendrawan hanya diam melihat atasannya ini marah-marah.


"Kamu tahu apa yang akan terjadi? ini sangat berbahaya bagi kedudukanmu dan juga kedudukanku!apa yang kamu pikirkan sampai-sampai kamu berani memublikasikan semua informasi ini!kamu tahu ini akan jadi bencana untuk kita!apalagi orang-orang yang kamu sebut itu bukan orang sembarangan!kamu benar-benar keterlaluan!"


Hermansyah berteriak sambil memegang kepalanya pertanda pria ini benar-benar marah dan geram sekali pada hendrawan.beruntung pria itu mendapat telpon sehingga dia berhenti memaki hendrawan.


"Halo!ada apa!?siapa?oh halo tuan!iya!iya!baiklah tuan!iya!baiklah.!siap tuan!akan saya perintahkan dia!iya trimakasih!"


Awalnya hermansyah bersuara tinggi tapi sedetik kemudian suaranya berubah menjadi lembut dan entah siapa yang menelponnya dan membuatnya becara begitu sopan pada orang di ujung telpon itu.sesekali matanya melihat kearah hendrawan.setelah pria itu menutup telpon agak berapa lama hermansyah menatap hendrawan dengan lekat.


"Seseorang ingin bertemu denganmu!ini alamatnya temui dia sekarang!"


Kata hermansyah tanpa menyebut siapa yang ingin bertemu dengan hendrawan.pria itu hanya menuliskan sebuah alamat dan menyerahkannya pada hendrawan.setelah menerima catatan dari atasannya itu hendrawan segera keluar dari ruangan kepalanya ini.


Mobil hendrawan menyusuri jalanan ibu kota menuju ke alamat yang tertera dalam nota itu akhirnya mobil itu berhenti di sebuah rumah yang terlihat sangat luas dan besar sebuah pagar tinggi mengelilingi rumah yang sangat luas itu.tampak beberapa penjaga dengan badan tinggi besar sedang berjaga di pintu gerbang saat mobil hendrawan berhenti di depan gerbang pagar itupun terbuka karena si empunya rumah sudah memerintahkan pada mereka bahwa hendrawan akan datang mobil hendrawan berhenti di halaman yang sangat luas itu begitu hendrawan keluar dari mobilnya tampak seorang lelaki yang bertampang seram mendekatinya dan memberi hormat.


"Silahkan!tuan sudah menunggu anda!"


Pria itu berkata dengan begitu dingin dan berjalan kedalam rumah yang seperti sebuah istana itu.hendrawan mengikuti pria tersebut begitu memasuki sebuah ruangan yang terlihat begitu mewah dengan perabotan yang bisa dibilang luck.pria yang mengantar tadi segera meninggalkan hendrawan di dalam ruangan tersebut bersama seorang pria yang sedang duduk membelakanginya dan dengan isyarat tangan pria tersebut mempersilahkan hendrawan duduk di sofa yang tampak terlihat mewah itu.


"Selamat datang kasat hendarawan!"


Sapa pria itu sambil memutar kursi yang dia duduki dan akhirnya hendrawan bisa melihat siapa orang yang telah memanggilnya untuk datang ketempat itu.hendrawan sangat kaget setelah tahu siapa orang yang telah mengundangnya datang kerumahnya itu dengan sigap hendrawan berdiri dan memberi hormat pada pria tersebut. bagaimana tidak teryata pria yang mengundangnya bukan orang sembarangan dia adalah seorang yang sangat di segani di negara ini dan saat ini sedang mencalonkan diri sebagai calon orang nomor satu di negri ini.iya dia adalah Hadi candratan.orang yang sangat di segani dan juga pemilik mellenia grup yang sudah merajai bisnis di Indonesia.millenia grup adalah sebuah perusahaan besar di negara ini yang mempunyai banyak usaha di berbagai bidang.pria itu tampak sangat berwibawa walau tampak jelas ada sinar mata yang sulit di terjemahkan tersirat dalam tatapan pria ini.


"Selamat siang !kepala satuan intelkam Hendrawan putra bramantyo!merasa sangat terhormat mendapat undangan dari orang yang sangat di segani di negara ini.terimalah hormat saya!"


Hendrawan bersikap begitu sopan kepada Hadi Candratan.


"Aku terima salam hormatmu anak muda!santai saja!anggaplah ini sedang di rumah kamu sendiri!duduklah! Kita minum teh bersama!"


Hadi tersenyum pada hendrawan yang perlahan duduk di kursi itu.


"Bagaimana dengan tugas yang sedang kamu kerjakan saat ini?"


Tanya hadi dengan suara yang sangat berwibawa.memang sangat pantas jika orang ini menjadi orang nomor satu di negara ini.


"Berjalan sesuai dengan apa yang menjadi pengungkapan kasus ini.sekarang hanya tinggal menunggu siapa yang mengungkap siapa?"


Hendrawan perlahan mulai mengerti arah pembicaraan orang di depannya ini.


"Hari ini kamu membuat semua orang berkesan dengan semua pencapaianmu.kamu begitu berani menyebut nama-nama orang yang menjadi tersangka dalam kasus ini!aku pun sangat mengagumi keberanianmu!minumlah!"


Hadi meneguk teh hijau di cangkir yang berukirkan emas itu dan memberi isyarat pada hendrawan untuk meminum teh di depannya.


"Trimakasih tuan atas simpati tuan!"


Hendrawan meminum teh hijau dalam cangkir emas itu.sambil terus menduga-duga apa yang sebenarnya pria ini mau.


"Anak muda,semua orang yang kamu sebut sebagai tersangka itu adalah orang yang sangat berpengaruh di negara ini.jika kamu menjadikan Gunawan Mandraguna Utama sebagai pelaku kejahatan ini maka nasib jutaan rakyat Indonesia bergantung padanya dan itu pasti akan mempengaruhi keamanan negara dalam hal ekonomi.lalu jika kamu menjadikan Banyu langit sebagai tersangka dia adalah seseorang yang saat ini punya andil besar untuk kemajuan ekonomi dengan menggelontorkan dana-dana investasi yang akan semakin membawa perekonomian Negara ini berkembang dan dia adalah ceo termuda dan sukses di negara ini apa kata dunia jika kamu menjadikannya tersangka dan bagaimana cara kita menjawab pertanyaan dunia internasional.kita akan di permalukan oleh bangsa lain dan bisa saja mereka hilang kepercayaan kepada para pelaku bisnis dari negara kita.dan kamu juga menjadikan Putra Bramantyo masuk dalam daftar tersangka juga apa kamu tidak merasa kalau semua mata menganggapmu sebagai anak durhaka karena tega menjadikan ayah kandungmu sendiri dalam daftar tersangka.pertanyaanku apakah semua ini hasil dari penyelidikanmu atau ada orang yang sengaja memaksamu untuk menjadikan orang -orang yang punya peran besar pada negara ini menjadi tersangka?!"


Suara Hadi mulai terdengar sedikit emosi.


"Semua adalah hasil dari penyelidikan dan dari bukti-bukti yang tim dan saya dapatkan.tidak ada intervensi dari pihak manapun.sesuai dengan interuksi dari pimpinan tertinggi kami untuk menyampaikan secara transparan semua hasil dari kasus ini.saya sudah melakukan sesuai dengan perintah.!"


Hendrawan menjelaskan semua  dengan gamblang kepada Hadi.pria ini menarik nafas panjang.


"Hendrawan,tutup kasus ini dengan hasil bahwa ini adalah perbuatan ******* dan bersihkan nama para tersangka yang sedang coba kamu selidiki ini.tarik semua perberitaan hari ini dan ini adalah imbalan dari pengabdianmu dan untuk sementara kamu akan menikmati libur selama beberapa bulan!"


Hadi memberikan sebuah amplop coklat yang berisi dengan beberapa lembar cek,sk kenaikan pangkat dan beberapa saham yang sangat bernilai tinggi di beberapa perusahaan ternama.hendrawan sangat terkejut dengan apa yang di terima saat ini.matanya menatap tajam pada isi amplop berwarna coklat itu.jelas sudah kalau orang yang tadinya sangat di hormatinya ini sedang mencoba membeli kasus yang sedang di tanganinya.hendrawan semakin merasa ada konspirasi besar dengan kasus jw marion ini.


"Apakah saat ini saya sedang di suap!"


Begitu polosnya hendrawan bertanya pada Hadi dan pria itu tertawa kecil.


"Ha..ha..ha..!anak muda jangan terlalu kaku.ini hanyalah sebuah hadiah kecil untukmu atas kinerja kamu!"


Kata Hadi tersenyum pada hendrawan.


"Trimakasih untuk semua ini tuan Hadi Candratan yang terhormat saya tidak bisa menerima semua ini!trimakasih atas undangan minum teh nya.saya masih banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan!"


Hendrawan berdiri dengan wajah kecewa dan pamit pada pria yang kini tampak seperti seorang ditaktor di mata hendrawan ini.saat kakinya melangkah hendak meninggalkan Hadi tiba-tiba pria yang punya pengaruh besar di negara ini bersuara dan terhentilah langkah hendrawan.


"Kamu harus pikirkan baik-baik atas apa yang kamu putuskan saat ini anak muda.hidup itu sangat kejam jangan sia-siakan hidupmu!Aku bisa menjadikanmu orang nomer satu di Kepolisian,pikirkan tawaranku anak muda!"


Suara Hadi terdengar tidak terlalu keras tapi nada ancaman terdengar sangat jelas di telinga hendrawan.


"Saya sudah tahu apa yang saya lakukan dan saya akan melakukan yang benar dan kebenaran itu akan menang!"


Hendrawan menjawab dengan sangat jelas tanpa menoleh pada Hadi dan bergegas pergi meninggalkan pria itu.hadi sangat marah pada hendrawan sesaat setelah hendrawan keluar dari rumahnya lelaki itu langsung menelpon hermansyah dan mengintruksikan agar menskorsing hendrawan untuk memberi pelajaran pada hendrawan.


\-\-\-\-\-\-\-\-\-\*\*\-\-\-\-\-\-\-\-\-


Tunggu cerita selanjutnya di He is spy 18.☺Trimakasih.

__ADS_1


 


__ADS_2