
CATATAN PENTING !!! : SEMUA CERITA INI HANYA FIKTIF BELAKA .SEMUA MURNI HASIL IMAJINASI PENULIS JIKA ADA KESAMAAN NAMA DAN TEMPAT ITU HANYA KEBETULAN SEMATA.SELAMAT MEMBACA KASIH KOMENT AND VOTE.TRIMAKASIH☺
TTD :AUTOR FITRI KRISTIANI.
Sementara hari sudah jam 10 pagi saat afi terbangun dari tidurnya kepalanya terasa sangat pusing sekali tapi saat matanya melihat jam beker yang berada di samping tempat tidurnya betapa kagetnya wanita itu.dengan terburu-buru afi berlari kearah kamar mandi tapi gadis itu terkejut saat masuk kedalam ruangan itu tampak banyu sedang membersihkan janggutnya dengan alat kerok di depan wastafel dengan dagu penuh dengan busa putih. di dalam kamar mandi dengan malu-malu afi melihat banyu menyadari kalau penampilannya masih berantakan karena baru bangun dari tidurnya.
Sesaat mata wanita lugu itu terpesona pada pria tampan bak bidadara surga itu ketampan sempurna wajah banyu dan begitu sempurnanya tubuh gagah itu lekuk seksi pria didepannya ini mampu membuat Afi menelan salivanya.siapa wanita yang tidak bertekuk lutut pada pria ini mungkinkah dulu Banyu terbuat dari tulang zulbi Nabi Yusuf ??
" Ah Tuhan betapa berat godaan ini Engkau Berikan."
afi hendak keluar dari tempat itu saat banyu melarangnya.
"Tunggu!Kamu mau membersihkan diri kan?lakukan saja aku hanya membersihkan wajahku saja!sebentar lagi selesai kok!"
Seru banyu sambil tersenyum dan masih sibuk dengan mengerokan alat di dagunya.karena afi merasa hari sudah sangat siang dia tak punya pilihan lain akhirnya gadis itu mengambil sikat gigi di depan banyu dan menggosok giginya di depan pria itu.walau lagi-lagi matanya harus melihat tangan banyu yang begitu dekat dengan wajahnya membuatnya berdebar kencang.kenapa setiap tubuhnya dekat dengan pria ini seolah ada magnet gairah yang meletup di dadanya.mata afi terpejam sebentar ada pikiran mesum terlintas di benaknya.
"ayolah afi jangan berpikiran gila"
Jerit hati afi.
Banyu yang melihat sikap afi yang salah tingkah itu tersenyum matanya tak lepas menatap tubuh afi yang masih berbalut gaun berwarna merah yang menampakan dada afi yang seksi.afi yang menyadari kalau mata banyu menatap kearah tubuhnya segera membalikan badanya membelakangi banyu sambil terus menggosok giginya.banyu terhenyak dari pikiran mesum yang hampir menguasai otaknya. Dan segera menyelesaikan ritual membersihkan kumis dan jenggotnya lalu keluar dari tempat itu. Afi cepat-cepat menyelesikan ritual gosok gigi dan mandinya.gadis itu terburu-buru memakai baju seragamnya dan berlari menuju kemeja makan untuk sarapan.rizal dan banyu yang melihat afi berlari kearah mereka yang sudah berada di meja makan hanya menggelengkan kepala melihat ulah afi.
"Apa kamu akan ke kantor?!ini belum terlalu siang kenapa kamu tampak terburu-buru sekali?!"
Rizal menyapa afi yang terlihat sangat tidak menikmati sarapannya itu.
"Ini sudah sangat siang seharusnya aku berada di kantor jam 7 pagi. ah semoga saja tidak ada hal yang penting di kantor!"
Banyu hanya melihat datar pada afi tanpa bicara apapun.banyu memang tidak pernah bicara di saat mereka sedang makan mungkin itu adalah adabnya saat makan.tapi itu tidak berlaku pada afi.
"Oya...tadi malam pria yang bernama brandon itu kan janjian dengan kamu hari ini lalu apakah kalian akan bertemu.?!"
Pertanyaan afi membuat rizal mendengus,banyu hanya melihat afi dengan tatapan lembut.
"Kamu tidak usah memikirkan apa yang akan di lakukan banyu.lebih baik kamu memikirkan tentang pekerjaan di kantormu saja!"
Celetuk rizal melarang afi untuk bertanya banyak tentang semua peristiwa yang telah terjadi.afi memanyunkan bibirnya merasa tidak senang dengan ucapan rizal.
"Aku pasti menemuinya!kamu tidak usah khawatir.semua sudah bisa teratasi dengan baik!aku akan mengantarmu kekantor!"
Banyu menatap lembut pada afi dan kata-kata banyu membuat afi tenang.tapi lagi-lagi wanita itu terusik hatinya dengan rasa ingin tahu tentang semua yang terjadi.
"Tidak aku berangkat sendiri saja!oya kalian berjanji akan mengatakan semua kejadian tadi malam padaku.apa bisa kalian ceritakan sekarang?!"
Tanya afi.banyu tampak melihat ke arah rizal dan tersenyum pada afi.teryata wanita lugu itu penasaran juga pikir Banyu.
"Kenapa ,harus sekarang? aku kan sudah bilang padamu.kalau misi ini sudah selesai tuan banyu sendiri yang akan mengatakan padamu!"
Kata rizal menatap tajam pada afi.banyu yang melihat afi tampak kecewa tidak tega juga melihatnya.pria ini mulai berpikir tidak ada salahnya kalau afi mengetahui yang sebenarnya lagi pula gadis itu bisa di percaya terbukti walau terlihat lugu sampai sekarang afi tidak pernah membocorkan masalah pulpen itu pada siapapun.
"Paman tidak ada salahnya kalau kita memberitahu afi apa yang terjadi sebenarnya!"
Banyu membisikan pada rizal agar menceritakan pada afi siapa mereka sebenarnya.sebenarnya rizal masih berat kalau harus menceritakan siapa mereka yang sesungguhnya karena ini menyalahi aturan yang berlaku sebagai mata-mata karena dalam kondisi seperti apapun mereka di larang untuk mengungkap jati diri mereka pada siapapun.tapi rizal tidak bisa menolak saat banyu meminta padanya untuk memberitahu wanita ini.sepertinya banyu benar-benar jatuh cinta pada wanita yang bernama afi itu.
"Baiklah kalau itu memang mau kamu afi.kamu tahu kan sebelum kami menceritakan semua apa yang ingin kamu ketahui aku ingin kamu berjanji.apa kamu bersedia?!"
Rizal menatap tajam pada afi.
"Janji apa?!"
Tanya afi pada rizal yang tampak serius bertanya padanya.
"Apapun yang terjadi kamu tidak akan mengatakan pada siapapun semua rahasia tentang kami pada siapapun dalam kondisi seperti apapun.jika kamu berhianat pada kami maka nyawa kamu dan juga nyawa kami menjadi taruhannya!"
Rizal dan banyu menatap pada afi bersamaan menunggu jawaban gadis itu.afi terdiam sejenak mendengar kata-kata rizal saat bibirnya akan menjawab tiba-tiba ponselnya berdering.
"Halo..!iya pak!apa?!iya..iya!saya akan segera kesana!siap pak!apa?oh..saya kerumah pak Hendrawan?!iya..baiklah!siap pak saya kesana sekarang!iya!"
Afi segera memakai topinya sepertinya telpon itu membuat afi gugup ada kabar yang kelihatannya begitu penting.sehingga untuk sekejab gadis itu melupakan hal yang baru saja mereka bicarakan.banyu yang melihat afi terlihat begitu patuh pada hendrawan merasa sangat cemburu.tanganya mengepal kesal.dadanya berdebar hebat apalagi afi tampak tidak perduli lagi dengan topik pembicaraan yang sedang mereka bicarakan.
"Baiklah kalian berhutang penjelasan padaku.aku harus kekantor dulu ada yang penting terjadi di sana.tapi ingat ya begitu aku kembali kalian harus menjelaskan semua padaku!"
Afi dengan cepat memakai topinya dan segera meninggalkan Rizal dan banyu yang tampak kesal sekali.
"Hufg..kekantor!sudah jelas aku mendengar kalau dia akan pergi kerumah pria itu!kenapa dia bilang kekantor?gadis itu benar-benar tidak punya perasaan!"
Banyu mengumpat dalam hatinya.
Rizal yang melihat raut wajah banyu yang terlihat kesal mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.
"Bagaimana agendamu hari ini.?!"
Tanya rizal berbasa-basi walau dia sudah tahu kemana dan apa yang akan di lakukan banyu hati ini.
"Apa paman sudah lupa?.aku kan sudah bilang pada paman!"
Banyu bersuara meninggi dengan wajah yang sangat kesal bahkan pria tampan itu langsung berjalan meninggalkan meja makan tanpa menghabiskan sarapannya.rizal hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap pria yang sudah dianggapnya seperti anaknya sendiri itu.rizal sangat tahu banyu sedang cemburu pada afi dan hendrawan.pria itu benar-benar jatuh hati pada gadis itu.rizal hanya bisa menarik nafas panjang melihat sikap banyu.
Sementara Afi yang baru saja sampai di rumah susun milik hendrawan segera mengetuk pintu rumah itu tampak hendrawan membuka pintu untuk beberapa saat pria itu menatap afi dengan tatapan penuh rindu.hendrawan memang sangat merindukan wanita yang telah beberapa hari ini tak di lihatnya.afi yang mendapat tatapan mata yang tak biasa itu agak sedikit gugup.
"Selamat siang pak hendrawan!"
sapa afi membuyarkan ketertegunan hendrawan yang masih menatap afi.
"Oh..selamat siang!.masuklah afi!"
Jawab hendrawan kaget menyadari sikap ketertegunanannya.
Begitu afi masuk kedalam rumah hendrawan tampak di dalam ruangan itu sudah berkumpul anggota tim walau agak kaget afi mengulas senyum pada mereka.wanita lugu ini bertanya-tanya dalam hatinya kenapa semua orang itu berkumpul di rumah hendrawan bukannya di kantor.pasti ada sesuatu yang penting yang ingin mereka bahas.
"Hai afi!masuklah sini!"
Seru made,tatik dan juga irwan bersamaan begitu melihat wanita ini muncul dari pintu masuk.
"Hai..selamat siang!"
Sapa afi masih dengan wajah herannya.tapi setelah mereka menjelaskan semua padanya wanita itu baru mengerti.
"Baiklah kita mulai dengan semua bukti yang ada di depan kita sekarang!"
Kata hendrawan memulai rapat ini.
"Mulai sekarang hanya kita berlima yang tahu kalau kasus ini akan kita selidiki sampai tuntas.dimulai dari bukti yang ada bangaimana kita sepakat untuk melaksakan tugas berat ini?!"
Tanya hendrawan pada semua anggotanya itu.setelah mereka semua menyetujui kesepakantan itu maka mulailah mereka dengan rapat tersembunyi itu.
"Saya akan terus melakukan penyelidikan kepada perusahaan kevin prawiro utama yang sekarang di pegang oleh Gunawan mandraguna utama.dari penyelidikan terakhir aku mendapatkan saksi dan bukti kalau pada bulan-bulan terakhir sebelum kejadian bom itu kevin banyak sekali di temui orang-orang besar termasuk seorang ketua partai naga yang bernama Hadi Candratan.lalu satu bulan sebelum kejadian bom itu kevin Menerima proyek besar dan juga menjadi pemilik tambang gas terbesar di republik ini.lalu ada juga isu bahwa kevin akan menjadi seorang Menteri keuangan menggantikan istrinya yang sekarang sedang menjabat sebagai menteri keuangan.!"
Made sangat bersemangat menjelaskan temuan terakhirnya.
"Dari penyelidikanku kepada gunawan mandraguna utama pria satu ini teryata adalah adik tiri dari kevin prawiro utama dan hubungan mereka dua bersaudara itu tidak pernah rukun dari sejak Utama grup memberikan gunawan hanya satu perusahaan saja dari sekian banyak usahanya untuk di kelola pria itu.sejak saat itu gunawan selalu berusaha menjegal kakak tirinya ini dalam setiap usahanya.pernah terdengar kabar karena sifat gunawan yang suka menghambur-hamburkan uang dan senang pada gadis-gadis muda itulah yang membuat Kevin sangat membenci adik tirinya itu.tapi Gunawan di isukan dekat dengan kakak iparnya dan mereka menjalin hubungan gelap walau itu di bantah oleh wanita itu.!aku menganggap kita pantas mencurigai gunawan sebagai tersangka dalam kasus ini.!"
Irwan juga sangat bersemangat menjelaskan hasil penyelidikan terakhirnya.
"Tapi dari hasil penyelidikanku aku justru mendapati kalau Putra Bramantyo juga terlibat dalam kasus ini.yang jelas saat ini pengusaha itu mendapat proyek besar itu dan kini pria itu sedang melakukan kerjasama dengan gunawan dan juga Banyu lagit.pria ini di untungkan dengan meninggalnya kevin atau putra memang terlibat dengan kasus ini?.lalu si ganteng banyu langit pria itu tiba-tiba muncul sebagai seorang investor pria ini juga jadi bintang di mata publik sebagai seorang pembisnis muda yang mendapat penghargaan sebagai seorang ceo termuda dan tersukses tahun ini.terakhir pria ini di curigai sebagai seorang mata-mata dan sepertinya dia memang seorang mata-mata. mungkin afi punya bukti atau temuan lebih lanjut?!"
Tiba-tiba tatik melihat kearah afi dengan wajah dan tatapan penuh tanya.membuat wanita ini benar-benar tidak siap dengan pertanyaan itu.
"Aku?iya saat ini aku masih terus menyelidikinya tapi apa yang aku tahu sampai saat ini tidak lebih dari dia adalah seorang pengusaha!"
Afi tampak tergeragap dengan kata-katanya sendiri. Beruntung semua tim sedang tidak begitu fokus pada wanita ini mereka lebih serius melihat hasil dari penyelidikan beberapa waktu belakangan ini.
"Tapi yang jelas saat ini mereka semua ada hubungan.ada sesuatu yang membuat orang -orang ini saling berhubungan.kevin,gunawan,putra,banyu langit dan juga Hadi Candratan.mereka adalah pengusaha yang saling berhubungan dan aku merasa diantara mereka adanya sebuah konspirasi besar karena orang-orang ini semua tertarik pada kasus jw marion ini.!aku berharap kita bisa mengungkap kasus ini sebelum pemilu berlangsung karena jika benar orang yang sekarang menjadi kandidat orang nomor satu di negara ini terbukti terlibat dengan kasus ini maka kita tidak bisa membiarkan dia menjadi pemimpin di Indonesiaraya ini.!"
Semua orang yang berada di dalam ruangan itu terdiam tak bersuara.mereka baru menyadari teryata kasus yang sedang mereka tangani itu bukanlah kasus biasa.mata dan pikiran mereka semakin terbuka saat hendrawan mengatakan pada mereka tentang pertemuannya dengan Hadi Candratan yang mencoba menyuapnya dan juga tentang kebohongan publik tentang kasus jw marion.
Hendrawan secara diam-diam telah menemui terpidana Yakup yang sedang mendekam di salah satu sel tahanan .hendrawan bisa menemui yakup atas bantuan salah satu teman baiknya yang sekarang menjabat sebagai kepala sipir penjara di mana yakup di tahan.
Flas back:
Pertemuan hendrawan dan yakup:
"Aku ingin bicara padamu tolong kamu jawab pertanyaanku dengan sejujur-jujurnya!"
Kata hendrawan dengan tatapan tajam kearah pria yang berambut panjang dan berjenggot itu.pria itu tampak tersenyum dingin menatap hendrawan.
"Apa arti sebuah kejujuran bagi kalian.apa pun yang aku katakan tak berarti apapun bukan?!bukankah semua sudah kalian tetapkan.kata-kataku tak ada artinya bagimu anak muda!walaupun kukatakan padamu kalau aku tidak ada hubungannya dengan bom itu apakah itu akan merubah semua keadaan ini?!semua orang di bohongi semua orang percaya kalau kami musuh mereka.satu hal yang harus kamu tahu anak muda musuh kalian yang sebenarnya adalah orang yang kalian anggap sebagai pahlawan di negara ini.mereka akan membunuh kalian satu persatu setelah mereka berkuasa.tapi lihatlah aparat seperti kamu telah dapat mereka kuasai dengan jabatan,uang,dan juga wanita!aku dan sekelompok kecil orang-orang sepertiku hanya ingin menumpas kemaksiatan di negara ini aku adalah saudara bagi kalian tapi lihatlah mereka mengatakan kami *******.sementara mereka yang setiap saat membunuh generasi muda kita dengan narkoba dan membuat kemaksiatan di bumi kita tercinta ini di anggap sebagai pahlawan.!"
Pria itu sangat geran sekali berbicara pada hendrawan.meskipun sikapnya begitu dingin.
"Itu artinya anda bukan pelaku dari pengeboman itu.?!apa itu yang ingin anda katakan pada padaku?!"
Hendrawan menegaskan pertanyaannya lagi karena belum mendapat jawaban pasti dari pria yang bernama yakup ini.
"Siapapun yang melakukan pengeboman itu aku sangat bahagia dia melakukannya.karena tempat itu adalah tempat maksiat dan juga tempat para penjahat itu tinggal.dan aku berterimakasih pada pelakunya.walaupun ada motif lain kenapa pengeboman itu di lakukan tapi yang jelas tempat yang hampir setiap saat ada penari telanjang dan juga perkumpulan kaum lut itu telah hancur.!"
Yakup tersenyum bahagia pada hendrawan.
"Kenapa anda mengakui kalau anda yang melakukan pengeboman itu?!"
Tanya hendrawan lagi.
"Tidak ada pengakuan tidak ada pembelaan dan aku hanya tahu sekarang aku berada di sini tanpa aku tahu apa kesalahanku?! Anak muda kalau boleh aku tahu apakah kalian adalah orang yang berada di sisi yang sama dengan orang yang beberapa hari lalu menemuiku?!"
Tiba-tiba yakup menanyakan prihal seseorang yang menemuinya beberapa hari lalu.
__ADS_1
"Siapa yang anda maksud?apa ada seseorang yang menemui anda dan apa yang di tanyakannya?!"
Hendrawan penasaran dengan orang yang di maksud yakup.
"Seorang pemuda datang padaku dan menjanjikan sebuah kebebasan padaku jika memang benar aku bukan pelaku dari pengeboman itu!"
Jelas yakup pada hendrawan.pria muda nan berwibawa itu tampak terkejut teryata ada orang yang juga sudah menemui Yakup.
"Bagaimana ciri-ciri orang tersebut apakah dia seorang anggota atau orang biasa?! Apakah dia bilang darimana dia berasal?"
Tanya hendrawan dengan wajah serius.
"Yang jelas dia bukan orang biasa karena orang itu bisa dengan leluasa datang menemuiku.tinggi badannya hampir sama denganmu dan mungkin pria itu seusia dirimu.dia tak menyebutkan nama dan juga siapa dirinya.hanya satu pesanku padamu anak muda musuh kalian sebenarnya ada di luar sana dan dia adalah orang yang punya uang dan kekuasaan saat ini.! Selamatkanlah negri ini"
Yakup menyudahi pembicaraan antara dirinya dan hendrawan.
"kami yang mereka sebut sebagai ******* hanya sekelompok orang yang ingin membasmi kemaksiatan yang ada di bumi pertiwi ini.tidak ada setitik pun niat dari hati kami yang ingin menghancurkan negara ini!"
Yakup mengucapkan kata terakhirnya sambil berjalan meninggalkan hendrawan yang masih terpaku dengan pikirannya dalam hati pria gagah ini terus bertanya siapa orang yang di maksud yakup tadi.saat hendrawan bertanya pada teman yang membantunya bertemu dengan yakup hendrawan hanya mendapat penjelasnya kalau memang benar beberapa hari yang lalu ada seorang pemuda dengan memakai baju ala pemuda arab lengkap dengan sorban dan berjenggot panjang datang menemui yakup dan sesuai dengan catatan pemerikasaan kalau pemuda tersebut adalah saudara yakup.
Kembali kecerita:
Hendrawan cukup lama terdiam di depan anak buahnya yang masih sibuk memeriksa semua bukti dan berkas yang ada di atas meja itu.
"Baiklah kalau begitu kalian harus segera kembali kekantor jangan sampai mereka curiga kalau kalian terlalu lama keluar dari kantor jika ada perkembangan kita akan saling kontak dan kita akan mengadakan pertemuan di tempat ini lagi.trimakasih atas kerja samanya!"
Seru hendrawan pada semua anggotanya dan mereka pun segera berkemas untuk kembali kekantor lagi karena pertemuan yang mereka lakukan adalah pertemuan rahasia bahkan nathalia pun tidak menjadi bagian dari tim yang sedang di lakukan oleh hendrawan.hanya orang-orang yang benar-benar di percaya oleh hendrawan yang di pilih pemuda itu untuk melaksanakan tugas itu.tampak afi tidak ikut bersama mereka yang kembali ke kantor.
"Komandan ada sesuatu yang ingin saya bicarakan dengan komandan!"
Seru afi pada hendrawan saat semua anggota bersiap untuk kembali kekantor.tatik cemberut melihat afi tinggal sepertinya ada yang ingin di bicarakan afi pada hendrawan sangat penting.tapi kenapa juga afi hanya berduaan saja dengan pria yang di sukainya itu.tapi apa boleh buat tatik harus kembali kekantor.
"Baiklah afi kami kembali kekantor dulu ya.!selamat siang komandan!afi jangan lama-lama, kamu harus segera kambali ke kantor!nanti orang kantor bisa curiga!"
Seru tatik pada afi dengan tatapan keki.
Made dan irwan memberi hormat pada atasannya dan berpamitan pada afi.tatik memanyunkan bibirnya pada afi yang tersenyum malu pada anggota tim lainnya.hendrawan merasa sangat senang melihat wanita yang di sukainya itu tetap bersamanya sebenarnya hendrawan hendak mencegah jika afi pergi tapi teryata wanita itu justru tetap tinggal tanpa di mintanya.dan seperti biasa sikap gugup hendrawan kambuh lagi pria itu sangat gugup saat tinggal dirinya dan juga afi di tempat itu.
"Silahkan duduk komandan!"
Afi mengajak hendrawan untuk duduk saat melihat pria itu hanya berdiri menatapnya.hendrawan kaget saat mendengar suara afi lalu dengan cepat pria itu duduk di lantai dan menghadap meja bundar yang penuh dengan berkas itu.sebenarnya afi juga gugup saat menyadari kalau tinggal mereka berdua di tempat itu.
"Apa yang ingin kamu bicarakan denganku afi?!"
Hendrawan menutupi rasa gugupnya dengan bertanya pada afi apa yang ingin di bicarakan padanya.
"Aku ingin bertanya.apa benar kalau Banyu langit itu seorang mata-mata?!darimana anda begitu yakin akan hal ini? "
Tanya afi entah kenapa afi sangat menghawatirkan pria yang saat ini diam-diam dia sukai.afi teringat beberapa kejadian yang berbahaya yang menimpa banyu.apalagi saat banyu terkena luka tembak rizal memberitahunya kalau luka tembak itu berasal dari senjata yang di pakai oleh polisi itu artinya banyu adalah orang yang di curigai sebagai orang jahat di mata polisi.tapi afi justru melihat kalau banyu adalah orang yang baik.
"Kamu ingin tahu tentang banyu langit?!".
Hendrawan sedikit kecewa saat tahu kalau yang ingin di bicarakan afi adalah tentang banyu.pria yang samasekali tak di sukai oleh hendrawan.
"Iya aku ingin tahu apakah dia benar-benar seorang mata-mata?!"
Afi menegaskan lagi pertanyaannya.
"Iya dia memang seorang mata-mata.setelah aku selidiki dan aku mencari tentang datanya sebagai mata-mata atau intelijen dari kepolisian dia tidak terdaftar di sana itu artinya kemungkinan besar dia adalah mata-mata asing.tapi kenapa tiba-tiba kamu menanyakan hal ini padaku?!"
Tanya hendrawan tidak bersemangat karena topik pembicaraan tentang pria itu.
Apalagi kelihatannya afi begitu bersemangat menanyakan tentang banyu padanya.
"Sebenarnya akhir-akhir ini banyu banyak mengalami sesuatu yang sangat berbahaya.apa pak hendrawan masih ingat saat saya datang di acara para pengusaha di hotel mulia itu.malam itu kami diserang oleh orang -orang yang sama sekali tidak kami kenal.malam itu saya sempat terluka.lihat ini adalah bekas luka yang pernah aku dapatkan luka ini karena mereka melemparkan pisau padaku malam itu banyu berusaha melindungiku dan akhirnya kami bisa lolos dari mereka.mereka mencari sesuatu yang tidak di miliki oleh banyu aku sendiri tidak tahu apa yang mereka cari dan waktu aku tanya pada banyu dia juga tidak tahu barang apa yang mereka maksudkan.!"
Afi terlihat cemas sekali wanita ini sangat berharap kalau hendrawan bisa membantunya.afi berusaha untuk mendekati hendrawan agar pria ini tak lagi membenci banyu.hendrawan yang melihat bekas luka di tangan afi hanya menatap tajam pada gadis itu.perasaan hendrawan di penuhi rasa cemburu setiap kali afi menyebut nama banyu.sebenarnya mendengar wanita ini terluka Hendrawan cemas namun saat mendengar afi begitu antusias menyebut nama banyu membuat pria itu menjadi kesal.
"Afi,lalu apakah kamu tahu apa yang mereka inginkan dari banyu langit?"
Tanya hendrawan.
"Tidak!aku dan banyu tidak tahu apa yang mereka inginkan!"
Kata afi.
"Afina dyah permata sari!lalu apa yang kamu ingin kamu beritahu dan ingin tahu dariku ?!"
Hendrawan merasa sangat kesal pada afi pria ini merasa afi sudah sangat keterlaluan.
"Maksudku aku ingin komandan tahu kalau banyu sedang dalam bahaya!"
Afi sangat takut melihat atasannya yang tiba-tiba terlihat sangat marah itu.
"Kamu pikir banyu langit seorang anak kecil?!.jika dia merasa dalam bahaya kenapa tidak dia sendiri yang minta perlindungan hukum?! Kenapa kamu sangat mencemaskan orang itu?!sekarang ini seharusnya kamu mencemaskan dirimu sendiri.!lebih baik kamu tidak usah lagi tinggal di tempat itu!kamu tampak seperti orang yang sedang mabuk cinta!aku peringatkan kamu afi janganlah terlalu banyak berharap dari ******** yang pandai berpura-pura seperti banyu langit itu!apa kamu pikir dia benar-benar mencintaimu?!omong kosong! Dia sangat berbahaya afi!ingat itu!"
"Aku juga tidak mencintainya,anda tahu kalau keberadaanku disana karena tugas yang anda berikan padaku saja!aku juga sadar diri kok siapa aku!"
Afi menampakan wajah kecewa pada hendrawan dan membuat pria ini menyesal telah membuat afi sedih.bukan maksud hendrawan untuk menghina afi.
"Maafkan aku afi !bukan maksudku membuatmu sedih .aku hanya tidak ingin kamu kecewa nanti!"
Hendrawan menatap sendu pada afi.
"Aku tahu dan aku mengerti apa yang pak hendrawan maksudkan.anda benar dalam bertugas kita memang harus menjauhkan perasaan yang ada dalam hati kita.aku hanya melihat kalau selama aku dekat dan mengamati seorang banyu langit aku mendapati pria itu selalu di kejar orang-orang jahat dan saat aku mencoba mencari tahu tentang semua itu aku justru mendapati kalau banyu justru korban dari semua tindakan berbahaya mereka.itulah sebabnya kenapa aku memberitahu pak hendrawan karena aku sangat percaya kalau pak hendrawan adalah orang yang saat ini bisa aku percaya untuk mengatakan semua ini dan juga mencari perlindungan!"
Wajah afi tertunduk lesu membuat hendrawan tak tega melihat gadis ini tampak sangat terluka.
"Hanya itu yang ingin ku sampaikan.maafkan aku kalau itu terlihat sangat tidak penting.mungkin pak hendrawan benar aku terlalu lebay karena mencemaskan seorang banyu langit pria borju itu.saya pamit akan kekantor.selamat siang!"
Afi langsung berpamitan pada hendrawan yang masih bingung dan merasa sangat bersalah itu.
"Afi!tunggu aku benar-benar minta maaf padamu bukan maksudku untuk meremehkan dan merendahkan apa yang kamu ceritakan ini.aku akan mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.kamu harus melaporkan informasi apapun yang kamu dapatkan!"
Hendrawan tidak tahu cara apa yang harus dilakukan untuk mencegah kepergian afi.sehingga justru ucapan yang bernada perintah itulah yang keluar dari bibirnya.
"Siap komandan!"
Dengan cepat afi mengambil jaket dan juga ponselnya yang berada di atas meja itu.lalu gadis itu pergi dengan begitu cepat meninggalkan hendrawan yang masih tertegun menatap kepergian afi.
lama hendrawan terdiam sambil melihat kembali sebuah rekaman tentang banyu langit.di sisi lain sebenarnya hendrawan melihat kalau pria tampan itu sepertinya adalah seorang pria yang baik tapi di sudut hatinya yang lain entah kenapa hendrawan selalu saja sangat membenci banyu.hendrawan sendiri tidak tahu apa yang membuatnya begitu membenci banyu langit.sesaat pria gagah pimpinan interpol ini meneguk jus kaleng di tangannya tapi tiba-tiba hendrawan teringat tentang Tony. iya waktu mereka sedang makan bersama setelah hendrawan dan banyu bertanding tinju waktu itu tony bertanya tentang pulpen pada banyu.hendrawan melihat dengan jelas kalau raut wajah banyu tampak sangat kaget saat tony bertanya tentang sebuah pulpen.apa mungkin banyu ada hubungannya dengan pulpen yang sedang di cari banyak orang ini.satu-satunya cara untuk mengetahui tentang ini semua hendrawan harus menemui tony.tanpa menunggu waktu lagi pria gagah ini segera memakai jaket dan mengambil kunci motor gedenya dan melaju kearah Gym Tony Brother.
Sementara itu di sebuah vila di puncak sebuah bukit tampak putra sedang bertemu dengan Hadi Candratan .pria yang tampak berwibawa itu begitu marah pada Putra.dalam diam wajah pria berkharisma itu menahan amarah luar biasa.
"Apa saja yang kamu lakukan?!kini aku katakan padamu kalau pembawa pulpen itu adalah seorang mata-mata rahasia milik negara!sekarang hanya menunggu waktu agen rahasia itu menyerahkan pada presiden dan semua yang kita kerjakan selama ini sia-sia belaka!plak!"
Begitu marahnya Hadi sampai-sampai menampar pipi putra.
"Augh..!tapi tuan!saat ini saya masih menunggu dan...!"
Belum selesai putra memberi penjelasan kepada Hadi .lagi-lagi sebuah tamparan yang sangat keras kembali hinggap di pipinya.
"Plak!aku sudah katakan carilah orang yang benar-benar sanggup dengan cepat menyelesaikan urusan ini.kamu tahu aku hanya bisa menahan agen itu untuk sampai pada presiden sampai masa kampanye berakhir.jika kampanye berakhir presiden bisa saja bertemu dengan agen itu.kamu tahu?!bertahun-tahun aku merencanakan ini dan aku tidak akan pernah membiarkan agen itu menghancurkan semuanya.nama agen itu sudah di ketahui dia bernama Arda Dewantara.cari dia dan bunuh orang itu!"
Hadi yang selalu dingin dan tidak banyak bicara hari ini sangat gusar sekali.putra yang melihat junjungannya ini begitu marah bergetar seluruh tubuhnya.pria yang selalu terlihat seperti seorang yang tidak mengenal takut akan apapun itu saat ini seperti seorang anak kecil yang sedang di marahi ayahnya.
"Saya pasti bisa menemukan agen rahasia yang bernama Arda Dewantara itu.dan akan saya pastikan mata-mata itu tidak akan bertemu dengan presiden bagaimanapun caranya!"
Putra berusaha untuk meredakan kemarahan Hadi Candratan.
"Aku tidak mau mendengar kata gagal saat kita bertemu lagi!atau kamu sendiri tahu akibatnya!nasibmu tergantung pada keberhasilan yang kamu lakukan!jika sampai semua terbongkar maka banyak nyawa yang akan menjadi korbannya termasuk kamu!!"
Dengan suara dingin Hadi Candratan meninggalkan putra di ruangan itu.begitu lelaki yang mencalonkan dirinya sebagai calon presiden Indonesiaraya ini menghilang di balik pintu putra segera berdiri dan meninggalkan tempat itu dengan memegang kedua pipi yang memerah bekas tamparan yang cukup keras.
Di kantor interpol tampak irwan sedang menyisir rambut dan juga merapikan penampilannya di dalam toilet wajah pria ini tampak sangat berseri-seri.bagaimana tidak wanita yang beberapa hari belakangan ini mulai menyita perhatiannya ada di sini walau kedatangan gadis cantik itu untuk bertemu afi.tapi irwan sangat bahagia kebetulan afi belum datang ke kantor jadi irwan memanfaatkan kesempatan itu untuk lebih mengenal lilis.begitu selesai merapikan dirinya pria itu dengan percaya diri keluar dari toilet sambil memakai kacamata hitamnya.
"Mari silahkan duduk nona lilis!sebentar lagi Bu afi pasti datang!di sini aku adalah atasanya juga jadi kamu bisa menceritakan apapun padaku jika kamu punya masalah!"
Irwan mengurai senyum ramah dan juga sapaan yang membuat lilis juga terkesan pada anggota polisi berpangkat aiptu ini.apalagi kalau di perhatikan pria ini ganteng juga.berbadan tegap dengan seragam khas intel.
"Trimakasih!aku hanya ingin bicara dengan afi karena sudah lama tidak bertemu!"
Kata lilis mengurai senyum yang membuat hati irwan berdebar keras.pria ini menjadi salah tingkah di depan model cantik ini.
"Tunggu Sebentar!"
Irwan berjalan mendekati sebuah dispenser dan membuat dua cup kopi.pria itu terlihat gugup melihat lilis yang sedang asyik dengan ponselnya.
"Kopi!"
Irwan menyodorkan satu cup kopi pada lilis dan disambut hangat oleh wanita cantik itu.
"Trimakasih!"
Lilis hanya berkata singkat gadis cantik itu tak banyak bicara karena dia tidak tahu harus bicara apa pada irwan.
"Apa nona lilis sudah lama kenal dengan afi?atau nona datang karena ada masalah hukum?!"
Tanya irwan bersikap sok tegas.
"Ada yang ingin aku bicarakan dengan afi!"
Kata lilis lagi sambil meminum kopi yang diberikan oleh irwan.
"Apa tentang masalah kemarin? Afi sudah menceritakan semua padaku!anda bisa bicara ada masalah apa lagi?nanti kalau afi datang aku bisa mengatakan padanya!"
__ADS_1
Irwan menawarkan diri membantu lilis mengatasi masalah yang di hadapinya.
"Tidak ini adalah masalah perempuan jadi biar aku bicara dengan afi saja!aku bisa menunggunya!"
Lilis masih berbicara lembut pada irwan.
"Masalah perempuan?apa tentang hubunganmu dengan pengusaha itu?!"
Pertanyaan irwan membuat lilis membelalakan matanya wanita ini kaget dia tidak menyangka akan mendapat pertanyaan seperti itu dari irwan.
"Apa maksud dari ucapan anda pak Ir..wan!?"
Tanya lilis sambil melihat tulisan nama irwan yang berada di baju seragam pria itu.
"Saya bisa lihat sepertinya hidup anda penuh dengan tekanan.apakah Gunawan berbuat jahat padamu?atau dia menyakiti kamu nona.?!"
Irwan menatap tajam pada lilis.tapi bukannya mendapat jawaban seperti yang di inginkan wanita ini justru terlihat begitu marah pada irwan.
"Hentikan omong kosong ini!.aku memang ingin membicarakan tentang masalah wanita pada afi,tapi bukan tentang hubungan pribadiku!lagi pula anda terlalu sok tahu.walaupun anda adalah atasan afi tapi bukan berarti anda berhak berkata seenaknya dan ikut campur dalam urusan pribadi afi dan juga sahabatnya!lain kali saja aku kesini lagi!"
Teriak lilis sangat marah pada irwan dan berniat pergi dari tempat itu.tapi saat lilis membalikan tubuhnya untuk meninggalkan irwan pria itu menangkap tangan lilis.
"Lepaskan!apa mau kamu?!"
Lilis sangat geram sekali saat irwan melakukan hal yang sangat tidak terduga tangan kekar irwan memegang erat tangan mulusnya.
"Tunggu nona saya belum selesai bicara.saya tahu semua yang sedang anda hadapi!"
Irwan masih berusaha mencegah lilis untuk pergi.tapi lilis melepaskan tangannya dengan sangat kasar dan saat kedua orang ini sedang perang mulut datanglah Gunawan dari pintu masuk dan membuat lilis kaget dengan kedatangan pria yang saat ini dekat dengannya tanpa menunggu waktu lilis segera berlari kearah gunawan agar pria itu tak salah paham padanya.lilis sadar akan sangat berbahaya jika Gunawan marah padanya.karena lelaki borju itu bisa melakukan hal buruk padanya.
"Sayang!"
Lilis segera berhambur kepelukan gunawan.mata lelaki itu terlihat sangat marah melihat ada seorang pria dengan baju seragam polisi memegang tangan lilis wanita yang sangat di cintainya itu.
"Hei!apa yang kamu lakukan pada wanitaku!dasar berengsek!"
Gunawan sangat geram.irwan yang memang dari awal tidak menyukai gunawan sejak pria sombong itu menampar afi hampir saja melayangkan tinjunya jika saja bodyguard gunawan tidak menahan tubuhnya.
"Apa kamu bilang?!berani sekali kamu bicara seperti itu pada aparat?!hah..kalau berani hadapi aku kita duel berdua!dasar pecundang!"
Irwan sangat emosi pada Gunawan.
"Kalau berani kamu bertindak tidak sopan lagi padanya,kita akan berhadapan dan akan aku pastikan kamu kehilangan seragammu itu!"
Gunawan mengancam irwan dan berjalan meninggalkan tempat itu sambil menggandeng tangan lilis yang terlihat menundukan kepalanya.
"Cih Dasar pria tidak tahu diri!"
Irwan masih menggerutu saat dia di ruangan itu seorang diri.pria ini benar-benar cemburu pada gunawan apalagi jika irwan melihat hasil rekaman di hotel mulia itu.malam itu lilis terlihat di paksa menemani seorang pengusaha oleh seorang wanita yang di ketahui sebagai pemilik agency model.dalam rekaman itu lilis tampak sangat ketakutan tapi wanita tua itu terus memaksa lilis.dari rekaman itulah irwan berpikir kalau lilis hanya terpaksa menjalin hubungan dengan gunawan.gunawan lebih pantas menjadi ayah bagi lilis lagi pula setahu irwan gunawan sudah punya istri itu antara lain yang membuat irwan semakin tidak menyukai gunawan.irwan tidak rela kalau wanita secantik lilis menjadi mangsa pria hidung belang seperti gunawan.
Di dalam mobil tampak gunawan sedang bersama dengan lilis.
"kenapa kamu datang kekantor itu?!"
Tanya gunawan ingin tahu untuk apa lilis pergi ketempat itu.
"Aku hanya ingin mengujungi temanku.tapi dia tidak ada di tempat dan aku bertemu dengan polisi itu!"
Jelas lilis pada gunawan tanpa melihat pada pria itu.
"Lain kali kalau kamu ingin pergi ketempat itu kamu harus membawa pengawal dan juga asistenmu!.sayang sekarang kamu adalah seorang model yang cukup terkenal.aku menyiapkan pengawal agar kamu tidak menemui hal seperti ini lagi!"
Gunawan mengusap bahu lilis dengan lembut.lilis hanya mengangguk pelan.terdengar suara ponsel berdering dari saku jas gunawan.
"Halo sayang!iya...ini papa sudah di jalan!iya sayang sebentar lagi papa sampai tunggu ya!daa..!"
Lilis hanya bisa diam mendengar gunawan berbicara di telpon dengan suara yang sangat lembut tampaknya pria itu sedang berbicara dengan anak kesayangannya.ada rasa sakit di dalam dada lilis.bukan cinta seperti ini yang di inginkan wanita cantik ini.uang dan semua fasilitas mewah yang didapatkannya tidak berarti apa-apa jika hatinya harus berbagi dengan orang lain.jauh di dalam lubuk hati lilis masih sangat berharap mendapatkan cinta yang utuh dari seorang pria bernama banyu langit.entah kenapa begitu sulit bagi lilis melupakan pria tampan itu wajah pria itu begitu sering hadir dalam ingatannya bahkan jika sedang bercinta dengan gunawan lilis selalu membayangkan jika dirinya sedang bercinta dengan pria tampan itu.dan itu membuat sensasi sexnya selalu meletup-letup.
"Sayang!aku harus kembali kerumah kamu langsung ke apartemen ya.aku akan menelponmu nanti!"
Gunawan mencium lembut bibir merah lilis sebelum gadis cantik itu turun dari mobilnya.lilis hanya tersenyum datar melihat kepergian gunawan.lilis melangkahkan kakinya tanpa semangat kehidupan glamornya tidak bisa membuatnya tersenyum lepas.hatinya sangat menderita hidupnya selalu saja di sakiti pria dulu saat remaja ayahnya pergi karena bertengkar dengan ibunya karena ayahnya lebih memilih saudaranya dari pada dirinya dan ibunya.lalu sekarang dia hidup dengan seorang lelaki yang telah punya keluarga walau lelaki ini memandikannya dengan harta dan kemewahan tapi tidak ada cinta di dalam hatinya.lilis benar-benar kesepian wanita ini selalu kehilangan pria yang dekat dan di cintainya.dulu hans adalah cinta pertamanya tapi hans lebih memilih afi lalu kini banyu pria itu juga tampaknya juga mencintai afi dari pada dirinya.begitu beratnya perjalanan cinta lilis tapi lilis masih berharap banyu membalas cintanya.karena lilis yakin dengan kecantikan dan keseksian tubuhnya .dia akan bisa membuat banyu jatuh hati padanya.apalagi afi pernah bilang kalau di antara afi dan banyu tidak ada hubungan apapun selain karena pekerjaan.itulah yang membuat lilis masih merasa yakin kalau bisa menaklukan hati banyu.wanita itu tersenyum saat memasuki ruangan apartemennya.
Di kantor interpol tampak nathalia sedang duduk santai di ruangan kepala satuan intelkom yang biasa di tempati hendrawan.karena selama hendrawan di skorsing dialah yang menggantikan semua tugas-tugas hendrawan.
jam sudah menunjukan pukul 15.30 tapi ruangan interpol itu tampak sangat sepi.nathalia merasa sangat kesal dia merasa semua anak buahnya seolah tidak menghargainya sebagai atasan sehingga sesuka hati mereka keluar masuk kantor tanpa izin.terdengar suara telpon berdering tapi tak seorang pun yang mengangkat telpon itu.dari pintu masuk terlihat tatik baru datang dan masih menggunakan jaket lengkap dengan topi.
"Hei bu tatik,dari mana saja?!"
Teriak nathalia dari ruangan hendrawan.tatik yang mendengar pertanyaan nathalia segera memberi hormat pada wanita yang tampak sangat kesal ini.
"Siap!habis makan siang bu!"
Jawab tatik dengan tersenyum garing.
"Oh makan siang?!apa pak made dan pak irwan juga makan siang?!"
Tanya nathalia dengan wajah tidak percaya pada tatik.tak lama made datang sambil bersiul memasuki ruangan.pria setengah baya ini tampak ceria.tatik segera memberi kode pada made dengan kedipan matanya.made yang mengetahui kode yang di berikan oleh tatik segera berakting.
"Ah masakanya lumayan lezat!oh selamat sore komandan!"
Seru made memberi hormat pada nathalia yang melihat tajam pada made.wanita cantik yang terlihat galak ini semakin tak percaya kalau anak buahnya itu habis makan siang.
"Sepertinya kalian sangat menikmati makan siang kalian sampai-sampai jam segini kalian baru kembali kekantor?!mana pak irwan?apa dia juga makan siang bersama kalian?!"
Kata nathalia dengan pertanyaan sinis.made hanyalah tersenyum simpul pada nathalia.
"Iya kami baru saja makan siang bersama memang agak terlambat karena tadi kami harus mengurusi sebuah insiden kecil di jalan!"
Jawab made menutupi kepergian mereka kerumah hendrawan.saat suasana sudah kembali normal irwan datang dengan wajah agak kesal sambil menggerutu.
"Ah dasar ********!memang dia pikir siapa dia seenaknya saja kalau bicara!lain kali kalau ketemu lagi akan ku hajar dia!"
Irwan sangat marah dengan gunawan.nathalia yang melihat pria satu itu tampak marah dengan cepat berjalan mendekati irwan.
"Siapa yang kamu bilang ********?dari mana saja kamu pak irwan?!"
Tanya nathalia yang sangat keki melihat semua anggotanya seakan tidak menghargai dirinya.
"Siapa lagi kalau bukan si sombong Gunawan itu?!"
Seru irwan masih sangat kesal dengan ulah gunawan tanpa di sadari kalau irwan sedang bicara pada nathalia.tatik dan made memberi kode pada irwan agar bisa mengendalikan emosinya.
"Ada urusan apa kamu bertemu dengan Gunawan?!bukahkah kamu habis makan siang bersama bu tatik dan pak made?!"
Nathalia semakin marah melihat kalau para anggotanya ini sudah berani membohonginya.walau nathalia tahu kalau dia hanya menggantikan posisi hendrawan sementara tapi melihat para bawahannya tidak menghargainya timbul emosi dalan hatinya.
"Makan siang?saya baru bertemu dengan Gunawan di ruang tunggu karena pria sombong itu mengantar nona lilis!"
Irwan terlihat bingung dengan ucapan nathalia yang mengatakan kalau dirinya habis makan siang.sementara made dan tatik memukul kepala mereka karena gagal memberi kode pada irwan.nathalia berjalan keluar dari ruangan interpol dengan wajah sangat kesal di pintu masuk wanita itu bertemu dengan afi.
"Apa kamu juga akan bilang kalau kamu habis makan siang!jangan seenaknya keluar masuk kantor tanpa izin!kantor ini punya peraturan kamu tahu?!dan aku sekarang yang menjadi pimpinan kamu!"
Afi sangat terkejut bahkan semua anggota interpol yang ada di dalam ruangan itu membelalakan mata mereka karena tak menduga kalau nathalia bisa berteriak sehisteris itu pada afi.nathalia baru tersadar kalau suara sangat keras.afi memberi hormat pada wanita yang terlihat sangat marah ini.
"Selamat sore bu nathalia!maaf tadi saya baru patroli di jalan!"
Mendengar kata-kata afi membuat nathalia memelankan suaranya dan bersikap lunak.
"Afi,lanjutkan tugasmu dan kalau kamu keluar dari kantor harus izin padaku karena saat ini semua di bawah komandoku,mengerti?!"
Kata nathalia sambil merapikan rambut panjangnya.afi hanya mengangguk lalu dengan langkah tegapnya nathalia berlalu pergi dengan senyum sinis di bibir merahnya.
Banyu tampak serius di dalam ruang rahasia nya.pria tampan ini tampak terlihat begitu gagah dengan menggunakan setelah jas berwarna hitam dengan kemeja berwarna putih memakai dasi berwarna hitam.banyu tengah mengcopy semua data dari pulpen itu pria tampan ini sebenarnya sangat terkejut dengan semua rahasia yang ada dalam cip itu tapi untuk saat ini dia tidak punya banyak waktu untuk melihat semua rahasia di dalam cip itu karena hanya beberapa jam dirinya harus sudah berada di Singapura.banyu teryata sudah menyiapkan segala rencana yang tersusun dengan begitu jenius.pria ini teryata seorang manusia pilihan. negara ini harus bangga mempunyai seorang agen mata-mata yang sangat berbakti pada negara ini dan sangat cerdas.tampak pria tampan ini memasukan sebuah cip kedalam jam tangan wanita jam itu mewah dan bermerk. senyum mengembang di bibir merah banyu.
setelah selesai mengcopy semua data dari pulpen tersebut lalu dengan otaknya yang berlian banyu memasukan virus kedalam cip tersebut.karena bagi banyu tidak akan pernah dia menyerahkan pulpen itu ketangan para penjahat itu walaupun nyawa taruhannya.cip itu hanya akan sampai ketangan orang yang tepat bahkan banyu tidak akan menyerahkan pulpen itu pada kepala bin sekalipun dengan utuh.karena pria ini sudah tahu kalau atasannya dan brandon sudah berhianat pada negara.banyu hanya harus menunggu untuk bisa bertemu dengan presiden dan menyerahkan langsung cip itu padanya.karena hanya presidenlah yang tahu siapa orang yang di maksud di dalam cip itu.tapi selama masa kampanye banyu tidak bisa menemui dan berkomunikasi dengan presiden.
pria tampan ini harus menunggu saat yang tepat untuk bertemu presiden.setelah selesai memasukan virus kedalam cip tersebut banyu segera memasukan pulpen tersebut kesebuah kotak hitam yang tampak terlihat mahal tersebut.
sekilas banyu tersenyum saat melihat jam tangan wanita berwarna pink yang ada di dalam kotak berwarna biru itu lalu dengan cepat menutup kotak itu dan menyimpannya di laci meja.lalu banyu berdiri membuka koper yang berisi obat-obatan dan mengambil sebotol obat lalu menyuntikan obat tersebut di perutnya yang terluka.setelah itu dengan sigap banyu mengambil koper yang berisi beberapa berkas dan juga pulpen yang akan diserahkan pada atasanya dan brandon.tak lupa banyu menyambar kacamata hitam kesayangan.langkah kakinya begitu mantap keluar dari ruang rahasia itu.tampak rizal yang menunggu di ruang apartemen banyu mengantarkan keponakannya ini.ada sedikit kecemasan di raut wajah pria setengah baya ini.karena memang baginya kepergian banyu kali ini mungkin sangat berbahaya.apalagi rizal tahu kalau yang di temui banyu adalah para penghianat bangsa yang bisa saja melukai atau bahkan membunuh banyu.sebenarnya rizal berniat mengikuti banyu tapi banyu membuat larangan keras pada pamannya ini untuk tidak mengikutinya.rizal bahkan di beri tugas khusus untuk mengajari afi menjadi seorang mata-mata.dan pria tua itupun hanya bisa menuruti perintah banyu.
"Hati-hatilah banyu!apakah lukamu sudah benar-benar baik?!penyerahan pulpen ini sangat berbahaya apa tidak sebaiknya paman ikut denganmu?!"
Kata rizal sambil berjalan mengiringi banyu kearah lift.pria itu membalikan badanya dan melihat kearah pamannya.banyu tahu kalau pamanya sedang mencemaskannya.
"Aku baik-baik saja paman!paman tidak udah khawatir,lagi pula aku kesana untuk menemui atasan dan juga tim dari bin.tidak mungkin mereka mencelakaiku paman!baiklah aku berangkat!aku harap paman benar-benar menyiapkan kelinci untuk menjadi agen yang sesungguhnya!"
Banyu menutup pintu lift sambil tersenyum pada rizal.setelah banyu pergi rizal kemudian memukul tiang besi yang biasa di pergunakannya untuk latihan bela diri.rizal memang selalu melatih ilmu bela dirinya di manapun berada.
Hanya dalam hitungan menit banyu sudah berada di Bandara pria tampan ini duduk menunggu di ruang tunggu bandara.pria tampan ini tak menghiraukan banyak mata wanita-wanita cantik yang memandang takjub pada ketampananya.itu adalah pemandangan biasa bagi banyu setiap melihat para wanita itu tak jarang menggodanya.banyu hanya memberi kedipan nakal pada mereka dan dengan senyum menawannya.sekilas banyu melihat paspor dan tiket yang di keluarkannya dari dalam saku jasnya.sebelumnya banyu selalu senang jika pergi ke Singapura tapi entah kenapa kali ini banyu merasa tidak senang ke tempat itu lagi dan anehnya ada perasaan berat untuk meninggalkan negara ini.tapi semua ini demi tugas yang di embannya suka tidak suka banyu harus pergi ke Singapura.
Begitu terdengar suara pemberitahuan dari bandara tentang pesawat yang akan di naikinya banyu segera berjalan ke pintu boarding pas.
Sementara itu afi yang masih berada di kantor sedang sibuk dengan berkas-berkas yang menumpuk di mejanya. seperti biasa nathalia sengaja memberi banyak pekerjaan pada wanita lugu itu.
Nathalia tersenyum puas melihat afi terlihat sangat sibuk.tak lama ponselnya berdering.
"Halo!apa?!kemana dia pergi?!ikuti dan jangan sampai kamu kehilangan jejaknya?!"
Sepertinya telpon itu dari orang suruhan nathalia yang sengaja di perintahnya untuk memata-matai banyu langit.nathalia tersenyum penuh dengan senyum kemenangan wanita itu segera menghubungi hendrawan.
"Halo!apa kamu ingin tahu kabar banyu langit terbaru?!aku akan kerumahmu sekarang!"
Nathalia tersenyum setelah menutup telponya.wanita cantik itu menyambar kunci mobilnya dan dengan cepat meninggalkan kantor itu.
-----------**-----------
__ADS_1
Tunggu cerita selanjutnya di *He Is Spy 21* Trimakasih☺.