HE IS SPY

HE IS SPY
HE IS SPY 4


__ADS_3

CATATAN PENT#ING !!! : SEMUA CERITA INI HANYA FIKTIF BELAKA .SEMUA MURNI HASIL IMAJINASI PENULIS JIKA ADA KESAMA NAMA DAN TEMPAT ITU HANYA KEBETULAN SEMATA.SELAMAT MEMBACA KASIH KOMENT AND VOTE.TRIMAKASIH☺


TTD :AUTOR FITRI KRISTIANI.


*HE IS SPY 4 *


Di kantor polisi tampak bripka fauzi sedang berada di ruang meeting bersama dengan akp.hendrawan,ipda nathalia,aiptu made,aiptu irwan sambil melihat rekaman cctv yang di bawanya dari pos polisi taman mada .saat melihat wajah di dalam rekaman itu.


"Iya...itu...itu..! dia lelaki tua yang dari tadi mencari afi dan juga sempat mengodanya.pasti dia yang menculik afi...! Oh gadis malang,sungguh malang benar nasibnya afi...!" Fauzi menangis saat teringat pada afi dan bagaimana keadaan afi saat ini.


"Tapi apa mungkin afi benar-benar di culik orang itu ? afi kan bukan orang penting dan lagi dia wanita yang biasa-biasa saja...!" Kata made yang merasa ragu kalau afi di culik.


"Benar juga apa mungkin ada orang yang kurang kerjaan menculik afi,dia itukan bukan siapa-siapa.bukan artis,orang kaya atau orang cantik.afi itu seorang janda bisa saja dia kencan dengan teman pria....!" Ceplos nathalia nggak suka melihat hendrawan terlalu serius dengan kasus afi ini.


"Tapi kenyataannya afi hilang dia tidak di temukan di mana-mana...? Harus tetap di lakukan pencarian dan penyelidikan sampai dia ketemu..!" Perintah hendrawan tegas.


"Ayolah...dia itu kan wanita dewasa..!! mungkin saja pria itu adalah kekasihnya lalu dia sedang jalan-jalan dengan pria itu dengan mobil mewahnya.apa kamu tidak lihat pria itu mengunakan mobil mewah..!"


Sela nathalia semakin tak senang melihat ada rasa sedih di mata hendrawan untuk wanita janda yang tidak di sukainya ini.


"Nathalia jangan asal bicara..! lelaki itu lebih pantas jadi ayahnya..! Pokoknya tetap lakukan pencarian sampai dia di temukan.!ini perintah!" Hendrawan berdiri dan hendak menutup meeting saat itu.tapi tiba-tiba terdengar suara ponsel fauzi berdering.


"Halo...afi..! kamu di mana ? kamu tidak apa-apa? Apa..? kamu tadi ke yayasan di bawah jembatan layang..?! Syukurlah..! Oh ya aku yang membawa sepedamu ke pos karena tadi aku cari kamu tidak ketemu...baiklah kalau kamu sudah ada di pos...iya selamat malam..!"


Fauzi memandang kesemua orang yang berada di ruangan itu dengan pandangan bersalah, semua orang yang memandang padanya meminta penjelasan.setelah fauzi menjelaskan semua. semua orang dalam ruangan itu keluar dari ruangan tersebut dengan kesal tanpa menoleh dan berbicara apapun pada hendrawan. terutama nathalia dia merasa di permainkan oleh gadis bodoh itu.nathalia keluar dari ruang meeting sambil membanting pintu.


Hendrawan tersenyum lega saat mengetahui wanita itu baik-baik saja.fauzi pun mohon  izin kembali ke pos untuk melihat afi sekalian pulang kerumah.


begitu memarkir mobil patwalnya fauzi langsung masuk kedalam pos.sementara afi sedang sibuk mencari pena yang dia hilangkan entah di mana pena itu berada sekarang.


"Afi..! ceritakan pada paman kamu kemana saja hari ini..?!"


tanya fauzi menyelidik rasanya dia tidak percaya kalau afi pergi keyayasan.afi pasti ketempat lain karena fauzi tahu betul afi tidak pernah seceroboh ini sampai meninggalkan sepedanya di pinggir jalan dengan kunci yang menempel begitu saja.


"Iya...hari ini saya ke yayasan paman.ya seperti yang saya laporkan tadi..." jawab afi dengan wajah lugunya.


"Kamu tidak bohong kan..? Kalau ada yang menyusahkan kamu. kamu ngomong saja nanti aku akan menolongmu...jangan takut ya....!"  Kata fauzi menatap mata afi tajam seolah ingin mengatakan kalau dia siap menjadi pelindungnya.


"Iya...paman fauzi trimakasih...!" Jawab afi yang masih terus melihat kesana-kemari.


"Afi.,apa yang sedang kamu cari.? dari tadi aku


lihat kamu sedang mencari sesuatu...?!" Tanya fauzi melihat afi kesulitan mencari sesuatu.


"Oh...saya mencari pena.pena saya hilang pasti saya lupa naruh di mana atau jatuh..!" kata afi sambil masih terus mencari sampai kekolong meja.


"Kalau hilang ya tinggal beli aja afi.ngapain kamu repot-repot nyariin cuma pena ini, kaya apa aja...!" Fauzi menggeleng-gelengkan kepala melihat kelakuan afi.


"Ini pena yang sangat penting sekali paman !" Afi masih sibuk mencari pena dan entah berapa pena yang sudah di kumpulkannya di atas meja.


"Maksud kamu apa..? pena penting gimana sih..? pena kan gunanya untuk menulis ? afi apa yang kamu sembunyikan...?!" Fauzi mulai merasa kalau afi menyembunyikan sesuatu.


" ee..maksud saya pena itu sangat berarti buat saya karena pena itu satu-satunya kenangan dari suami saya...itu maksudnya..!" jawab afi sambil nyengir kuda dan salah tingkah.


"Oo...begitu...memangnya penanya seperti apa..? itu banyak pena di atas meja apa tak satu pun pena kamu..?!"


Fauzi menunjuk kearah tumpukan pena yang ada di depan afi dan afi pun menggelengkan kepalanya pertanda dia belum menemukan pena yang dia cari.afi terus mengingat kejadian malam di mana dia membawa pena pria galak itu.iya dia ingat malam itu setelah kejadian itu afi langsung pergi ke kantor pusat untuk membawa orang jahat yang menjadi pelaku tabrak lari itu.berarti pena itu pasti terjatuh di polres.


" paman saya ke polres dulu ya ada yang mau saya kerjakan..!"


Afi meminta izin pada fauzi untuk kekantor pusat sambil berlari.fauzi hanya menggelengkan kepala melihat afi sudah berlari ke arah sepedanya.


Sementara itu di polres malam itu ada rapat penting para anggota interpol sedang mengadakan rapat tentang kasus jw marion.semua anggota kesatuan yang di pimpin hendrawan hadir dalam rapat penting itu.


"Saya rasa orang yang mendalangi  kejadian di Jw marion dan menyebabkan seorang Kevin menjadi korban.pasti akan hadir dalam pertemuan pengusaha -pengusaha sukses itu....jadi kita harus benar-benar mengawasi   acara ini...dan lakukan pengamanan dengan ketat jangan sampai kejadian di Marion terulang kembali..!" Suara hendrawan begitu penuh wibawa saat berbicara di depan anak buahnya.


"Benar komandan...semua pengusaha sukses akan datang karena selain ini adalah acara yang diadakan setiap 5 tahun sekali.tahun ini ada seorang pengusaha muda yang sukses yang akan di perkenalkan dan mendapat penghargaan sebagai orang termuda dan tersukses tahun ini...bisa saja para ******* itu kembali beraksi..!"


Aiptu made angkat bicara sambil menerangkan laporannya pada hendrawan.tapi pria tampan satu itu malah sedang asyik melihati seorang wanita yang sedang keluar masuk dari meja satu kemeja lain dan tak jarang dia lihat wanita itu masuk kebawah kolong meja.hendrawan tersenyum melihat kelakuan afi dan hatinya juga sangat senang melihat wanita itu muncul tiba-tiba di kantor.hendrawan tidak menyadari kalau nathalia melihat padanya saat dia tersenyum kearah afi.saat nathalia tahu siapa yang membuat hendrawan tersenyum nathalia buru-buru berdiri dari duduk dan menutup tirai jendela membuat hendrawan kaget.


"Apa rapat ini sudah selesai...atau ada hal yang lebih menarik daripada rapat ini...!" Teriakan nathalia membuat semua anggota rapat terdiam.


"Baiklah,rapat selesai...! besok tinggal urus semua persiapan untuk mengawasi dan menjaga acara di hotel Mulia.oke selamat malam semua.!" Hendrawan menutup rapat yang dia pimpin.


Di luar ruangan rapat afi masih sibuk mencari pena dia pun masuk kekolong meja milik aipda tatik.tiba-tiba sebuah teriakan membuatnya kaget sampai-sampai kepalanya terbentur meja kerja tersebut.


"Hei..! apa yang kamu lakukan di bawah sana...!"  Tatik kaget melihat ada orang yang sedang berada di bawah mejanya


"Selamat malam aipda tatik...!"


Kata afi sambil mengelus-elus kepalanya karena sedikit sakit akibat terbentur meja.


"Afi..!,apa yang kamu lakukan di bawah mejaku...?!" Seru tatik begitu tahu kalau afi yang tadi di bawah mejanya.

__ADS_1


"Oya...kamu dari mana saja ..? seharian kamu bikin panik orang..!" Tanya Tatik agak sedikit jengkel pada afi.


"Saya..saya..tadi siang ke yayasan panti asuhan delima yang berada di bawah jembatan layang..!"


jawab afi masih beralasan yang sama.tapi kelihatan tatik sama sekali tidak mempercayai ucapan bohong afi.


"Apa benar kamu pergi keyayasan..? kan tidak ada acara bakti sosial hari ini.jangan-jangan kamu pergi dengan teman pria kamu ya.?! Karena kamu lagi bertugas jadi kamu buat alasan ada acara di yayasan .?!" Kata tatik sambil memainkan jarinya di depan afi.tapi belum sempat afi menjawab ucapan tatik.orang-orang yang rapat sudah keluar dari ruang rapat.


"Hai afi..! apa kabar..?! Kemana saja kamu seharian..? kenapa tidak kelihatan..? afi kalau kamu mau kemana-mana kamu harus lapor..!"


Begitu aiptu made keluar dan melihat wajah afi kata itulah yang terucap.afi hanya menunduk dan menganggukan kepala dan lagi dia malu karena banyak mata yang melihat padanya.


"Lain kali kalau kamu pergi kamu harus melapor afi ingat itu...! " aiptu irwan juga tak luput memperingatkan afi.


"Siap pak...!"


afi pun memberi  salam hormat.nathalia yang berlalu di depannya hanya memandang sinis pada afi tanpa berkata apapun.


"Selamat malam..! apa kamu baik-baik saja afi...?!"


Hendrawan muncul di depan afi dengan berkas yang masih di tangannya.


"Selamat malam pak..! saya baik-baik saja..!"


Afi membalas sapaan hendrawan dan matanya tak lepas dari pena yang berada di dalam berkas yang di bawa oleh hendrawan.tanpa pikir panjang lagi afi langsung mengambil pena di dalam berkas tersebut.membuat hendrawan agak sedikit kaget dengan sikap afi.


"Apa ini pena bapak...?!  Tanya afi sambil matanya terus meneriksa pena berwarna hitam itu.tingkah polos afi membuat hendrawan tersenyum.


"Itu pena di kantor ini apa kamu menyukainya..? Kalau kamu suka ambil saja..!"


kata hendrawan dengan tatapan lembut berharap wanita di depannya itu memandang padanya.alih-alih berharap afi memandang padanya tapi afi justru asyik melihati pena di tangannya itu.tiba-tiba ponsel afi berdering ,afi melihat kelayar ponselnya di sana tertera nomer pribadi dia pun menjauh dari hendrawan untuk mengangkat hpnya.hendrawan mencoba mencuri dengar dengan siapa afi berbicara.


"Halo selamat malam..kelinci...iya.sebentar..."


bisik afi tanpa dia tahu kalau hendrawan menguping pembicaraannya.


afi menoleh pada hendrawan  dan berpamitan menjauh dari depan hendrawan.membuat pria gagah itu semakin penasaran di buatnya.


"Selamat malam.saya kembali ke pos dulu ya...!" Tanpa menunggu jawaban afi langsung pergi.


hendrawan sangat terkejut saat suci menyebut kata kelinci.itu kedengaran seperti sebuah sandi .hendrawan di buat penasaran pada afi terlebih afi berusaha menutupi dengan siapa dia bertelponan.akhirnya hendrawan memutuskan untuk mengikuti wanita yang mulai di sukainya itu.entahlah akhir-akhir ini hendrawan sangat mengkhawatirkan afi.


Benar dugaan hendrawan afi tidak mengendarai sepedanya kearah pos polisi taman mada.tapi justru sepeda afi menuju kepinggir pantai ancol.


"ngapain dia malam-malam begini kesini..? siapa yang ditemuinya..?"


"Bagaimana..?! Apa kamu menemukan pena itu..?!" Tanya jono melihat afi hanya diam saja saat bertemu dengannya.


"Masalahnya saya tidak ingat lagi pena itu seperti apa..? ini saya sudah membawakan banyak pena.pasti ada di antara pena itu adalah pena yang naga cari...saya akan memeriksanya,karena saya masih ingat dengan warna tinta dari pena itu. karena pena itu bertinta hitam keemasan..." afi ingat benar kalau pena itu berwarna berbeda dari pena yang lain awalnya dia berpikir mungkin karena pena itu sangat mahal. tapi kini dia tahu kelihatanya pena itu memang di disain khusus.afi melihat pena-pena di depannya begitu banyak dia pun dengan cepat mengambil salah satu pena dan ingin mencobanya.


"Jangan...jangan kamu buka pena itu...! kalau kamu buka akan sangat berbahaya....!" Teriakan jono membuat afi kaget.tapi belum sempat afi bertanya lagi.tiba-tiba ponsel jono berdering.


"Halo..iya..apa..? Ada yang mengikuti gadis ini...benarkah..? Iya..iya..?!"


Jono melihat kearah tempat yang di katakan orang di ujung telpon sana dan benar saja seorang pria berada di ujung jalan sedang melihat kearah di mana mobilnya berada.sesuai intruksi dari orang di telpon tadi jono langsung menyuruh afi turun dari mobil untuk berlari kearah pantai ancol.jono pun melajukan mobilnya dengan kencang untuk mengalihkan perhatian hendrawan.sengaja jono membawa mobilnya melintasi tempat di mana hendrawan berada. untuk memberi ruang pada afi lari dari tempat itu.di saat hendrawan sedang melihat dengan seksama plat nomor mobil yang melintas itu di saat itulah afi berlari sangat kencang kearah pantai. di sana sebuah perahu motor berwarna putih bersih sudah menunggunya dan seorang pria tinggi berbadan tegap berada di belakang kemudi dia lah Arda.pria tampan itu memakai kemeja putih berbalut dengan jas hitam lengkap dengan dasi.Arda memang selalu tampil sangat berkelas.untuk sesaat afi melihat pada Arda dengan kagum melihat ketampanannya tapi sesaat rasa itu memudar teringat betapa galaknya pria tampan di depannya ini.begitu afi naik ke atas perahu motor itu.Arda pun membawa perahu motor itu melesat pergi.sementara hendrawan yang kalah cepat hanya bisa memandang perahu motor itu pergi jauh meninggalkannya kearah laut lepas.rasa cemas mulai mengelayuti pikirannya.instingnya sebagai seorang polisi mengatakan kalau afi akan menghadapi masalah besar.hendrawan memukulkan tangannya ke mogenya dengan sangat kesal dia pun mencoba menghubungi ponsel afi..


"Halo...iya...iya...siapa...?!"


Afi sebenarnya tahu siapa yang menghubunginya tapi saat ini dia sangat bingung harus bilang apa jadi afi berpura-pura tidak begitu mendengar suara hendrawan.


"Afi...kamu sekarang ada dimana...?! kamu bisa dengar aku tidak..?! afi...!!" Hendrawan sangat mencemaskan keadaan wanita itu.


"Halo...suaranya tidak jelas...saya di jalan..halo...halo...!"


Dengan cepat afi mematikan tilvunnya karena tidak tahu harus berkata apa pada atasannya tersebut.afi menoleh kearah Arda yang tersenyum menyerigai melihat kelakuan afi.afi pun tertawa garing melihat Arda tersenyum padanya.


"Halo...ha...!  Tut...tut....!"


Telpon terputus dan saat hendrawan mencoba menghubungi lagi nomor afi berada di luar area.hendrawan semakin cemas dia pun mencoba menunggu untuk beberapa saat tapi hanya deburan ombak yang semakin keras terdengar.


Sementara itu perahu motor yang di naiki afi kini bersandar di sebuah dermaga kecil di ujung pantai ancol.Arda turun dengan tergesa-gesa setengah berlari sambil membuka kancing jas yang di kenakannya.wajah arda tampak sangat kesal bahkan saat turun dari perahu motor itu dia tak memperdulikan afi yang kerepotan untuk turun dari perahu itu.afi sampai harus berlari mengejar Arda yang berjalan begitu cepat di depannya.


"Hei...tunggu...!" Teriak afi begitu melihat Arda sudah sampai di dekat sebuah mobil hitam.Arda hanya memandang tajam pada afi lalu masuk kedalam mobil hitam itu.lalu tanpa menunggu afi mobil itu melaju dengan kencang meninggalkan afi yang sedang ngedumel sendirian.


"Hei...tunggu..! jangan tinggalkan aku...! Ah dasar nggak punya hati.kenapa dia begitu tega meninggalkan wanita sendirian..dia kan bisa memberiku tumpangan sampai di tempat ku meninggalkan sepeda tadi...! Dasar lelaki galak ngak punya hati..!! aduh ini kan sangat jauh dari tempat sepedaku berada...sial benar aku hari ini...!" Afi terus mengerutu sepanjang jalan.


Begitu sampai di apartement arda sangat kesal sekali pada gadis cupu itu.gara-gara gadis cupu itu dirinya sekarang dalam masalah.apalagi dari penyelidikan Arda beberapa hari ini dia mendapati kalau dalam pena itu ada informasi yang berkaitan dengan kasus yang sedang di tangani saat ini.bagaimana kalau pena itu sampai jatuh ke tangan musuhnya.Arda sama sekali tak menyadari kalau sebenarnya hatinya kesal bukan karena pena itu tapi karena melihat ada seorang pria yang mengikuti gadis yang baru di kenalnya itu arda menganggap kalau pria itu adalah kekasih afi.tapi pria berhati dingin itu belum menyadari kalau dia merasa ada kecemburuan dalam hatinya.karena kesal arda melempar jasnya ke lantai dan menyandarkan kepalanya ke kaca jendela sambil memukul dinding  dengan tangannya.tak lama jono muncul dari lift menuju kearahnya.


"Aku sudah tahu siapa yang membuntuti afi,dia adalah seorang kepala satuan di interpol yang notabenenya adalah atasan afi.aku tidak tahu kenapa dia membututi gadis itu...!"


Penjelasan jono semakin membuat arda semakin kesal saja.tangannya mengepal hebat saat mengetahui siapa pria yang membututi Afina.


"seorang atasan mengikuti bawahannya yang bahkan afi bukan orang di kesatuannya. afi hanya seorang keamanan rakyat biasa bukan polisi seperti pria tadi.begitu istimewanyakah gadis cupu itu bagi orang itu.atau mereka ada hubungan.ah...!"gerutu Arda dalam hatinya.

__ADS_1


Makin jengkel saja arda dibuatnya.


"apa dia menemukan pena yang kita cari paman..?!" Tanya arda dengan wajah kesalnya.


"Gadis itu bahkan membawa begitu banyak pena...coba lihat ini. kulihat pena itu tidak ada...!"


Jono mengeluarkan semua pena yang di dapatnya dari afi.dan arda menatap tajam kearah pena yang berserakan di atas meja itu.dan benar saja pena itu tak ada di sana.tiba-tiba tilvun berdering arda memberi isyarat pada jono untuk mengangkat tilvun itu.


"Halo...iya...iya...baiklah kami pasti datang...selamat malam..!"


Jono menutup tilvun  kemudian mendekati arda yang berdiri dengan wajah kesal menatap keluar jendela kamar.


"Besok malam kita harus menghadiri undangan itu...acara ini sangat penting.kita abaikan dulu sebentar masalah pena ini..!"


Jono berusaha meredakan kemarahan arda karena kegagalannya mendapatkan pena.


"Pena itu sangat penting paman..kalau sampai pena itu di gunakan untuk menulis.Jonlee bisa tahu keberadaan pena itu dan mengambilnya kembali.sia-sia pekerjaanku selama bertahun-tahun ini paman.belum lagi gadis cupu itu akan terlibat lebih jauh lagi.kalau dia sampai di temukan oleh para penjahat itu mereka tak segan-segan menghabisi wanita itu paman."tanpa di sadari ada nada kecemasan pada kata-kata Arda.membuat jono menaikkan alis matanya penuh heran.


arda masih dengan kesal memandang nanar pada pamannya.jono menatap penuh selidik kearah keponakannya ini.


"apakah kamu sedang mencemaskan gadis itu...?!"


Tanya jono memastikan kalau tebakannya salah.


"Maksud paman apa...? aku sedang serius paman...! mana mungkin aku mencemaskan gadis yang telah membuatku dalam masalah. aku hanya tidak mau dia terlibat terlalu jauh dan membuatku harus menjaga keselamatannya juga...!dasar gadis cupu bisanya membuat susah orang..!" Arda terus memaki kesal.


"Baiklah paman akan terus menghubungi afi agar dia terus mencari pena itu sampai dapat...! Kamu tidak usah khawatir...!" Jono mencoba menghibur arda.


"Aku tidak mau tahu paman.gadis itu harus menemukan pena itu dan membawanya kembali padaku bagaimanapun caranya..!!!"


Tegas arda sambil menatap tajam pada jono. Dan jono pun menghela nafas panjang sambil menganggukan kepalanya.kemudian jono segera pergi meninggalkan arda yang masih berdiri sambil melipat kedua tangannya sambil melihat deburan ombak dari jendela kamarnya.


Sementara itu pagi ini afi sedang melakukan kegiatan rutin di pos polisi.seperti biasa dia membersihkan halaman pos lalu membersihkan seluruh ruangan dalam pos polisi tersebut.sambil mengepel lantai afi masih terus mengingat-ingat di mana pena itu dia taruh.tapi saat sedang asyik merapikan meja. ponselnya berdering afi pun celingukan melihat kalau ada orang yang akan mendengar pembicaraannya di tilvun itu.dengan berbisik afi mengangkat tilvunnya.


"Halo...kelinci di sini...iya...iya...siap...baiklah".


wajah afi tampak memucat setelah mendapat tilvun dari jono yang mengatakan dia harus secepatnya mendapatkan pena itu dan afi juga harus hati-hati karena bisa saja sekarang dia dalam bahaya.


malam ini ada tugas yang harus di lakukan afi.ada perasaan takut dalam hati afi.saat afi membalikan badanya afi sangat kaget bukan kepalang karena hendrawan sudah berdiri sangat dekat dengan dirinya bahkan hampir saja tubuh afi menabrak pria gagah ini.hendrawan juga sangat gugup saat menyadari posisi tubuhnya berada sangat dekat dengan afi.tak terasa keringat dingin mulai mengucur di pelipis pria ganteng ini.


"Selamat pagi pak..!" Sapa afi sambil memberi hormat.


"Selamat pagi..!"


Jawab hendrawan sambil berdehem mengatasi ke gugupanya dan berdiri tegak


"apa kamu baik-baik saja...?"


Tanya hendrawan yang hampir semalaman tidak bisa tidur memikirkan afi.


"Iya...saya baik-baik saja..."


jawab afi singkat.hatinya menduga-duga mungkinkah atasannya ini mendengar pembicaraannya barusan.


"Apa malam tadi kamu bisa tidur nyenyak..?!"


Hendrawan kembali menanyakan keadaan afi.sambil mendekatkan wajahnya berbisik di dekat wajah afi.membuat afi agak gugup.


"Iya..iya malam tadi saya tidur nyenyak kok.."


kata afi sambil membuang pandangan matanya agar hendrawan tak bisa melihat kebohongan di matanya.


"Kemana malam tadi kamu pergi..? apa kamu kencan dengan teman pria kamu...?!"


Suara hendrawan meninggi dan terkesan dingin.ada nada mengintrogasi pada nada bicaranya membuat afi tersentak kaget mendapat pertanyaan seperti itu.


"Tidak...saya tidak berkencan kok....! oya ken..kenapa pagi sekali bapak sudah ada di sini.apa bapak sedang patroli...?!"


Tanya afi mengalihkan pembicaraan.tak ingin hendrawan mengiterogasi lebih lanjut.masalah pena saja sudah membuat afi pusing 7 keliling.di tambah lagi afi harus sering bertemu dengan atasannya ini yang membuatnya sering spot jantung karenanya. karena dia selalu saja datang dengan tiba-tiba.


"Afi,jangan memanggilku dengan panggilan pak,aku merasa sangat tua kalau kamu memanggilku seperti itu.bagaimana kalau kamu memanggilku dengan panggilan abang...itu lebih akrab dan nggak terlalu formal...kita bisa berteman kan..?"


hendrawan menatap afi dengan lembut.membuat afi jadi salah tingkah di buatnya.


"Baiklah...abang...!"


Afi tersenyum lembut memandang pada hendrawan.dada hendrawan selalu berdebar keras setiap kali afi menatap matanya apalagi tersenyum.


"Baiklah...oya apa hari ini kamu ke kantor pusat..? Tanya hendrawan agak gugup.


"Iya saya pasti ke kantor setelah ini siap..!"


Jawab afi senang karena teryata atasan yang baru ini tidak segalak kepala satuan yang lama.afi jadi lega teryata hendrawan orang yang sangat baik.agak lama mereka berbincang sampai akhirnya fauzi datang dan hendrawan memutuskan untuk pergi dari pos.  -------**------

__ADS_1


Tunggu cerita selanjutnya di *He is spy 5 * trimakasih☺.


 


__ADS_2