HE IS SPY

HE IS SPY
HE IS SPY 9


__ADS_3

CATATAN PENTING !!! : SEMUA CERITA INI HANYA FIKTIF BELAKA .SEMUA MURNI HASIL IMAJINASI PENULIS JIKA ADA KESAMA NAMA DAN TEMPAT ITU HANYA KEBETULAN SEMATA.SELAMAT MEMBACA KASIH KOMENT AND VOTE.TRIMAKASIH☺


TTD AUTOR : FITRI KRISTIANI.


Pagi itu Made di panggil menghadap kapolres.


"Made, saya dapat laporan bahwa akan ada sidak dari pusat terkait ada keributan di Gym Tony Brother.tapi karena laporan itu masuk di kantor pusat sekarang membuat kita harus mendapat teguran dari kantor pusat.kamu harus persiapkan semua bisa saja sidak di lakukan dalam minggu ini. !"


perintah hermansyah pada made.


"Siap laksanakan..!"


Jawab made sambil memberi hormat dan keluar dari ruangan itu.


"Bagaimana mungkin ada keributan di Tony Brother dan semua orang di kesatuan ini tidak tahu dan tidak ada laporan ke sini malah langsung ke kantor pusat.ini aneh, ck..ck..lalu akan ada sidak..ah aku jadi bingung di buatnya..!"


Made ngomel sendirian sambil menuruni tangga.tak lama dia berpapasan dengan irwan yang tampak tergesa-gesa melewatinya.


"Pak irwan,apa anda mau menghadap kepala.apa ada yang penting.?!"


Tanya made melihat irwan tampak berjalan dengan wajah panik.


"Iya pak siap..!"


Hanya itu jawaban irwan dan langsung berlari meninggalkan made yang terbengong melihatnya.


"Semua orang hari ini tampak terburu-buru semua.baiklah aku juga harus bersiap untuk sidak ini.uh tugas yang sedikit berat."


Irwan berjalan menuju ke ruangan atasanya dan membuka pintu perlahan.irwan melihat atasannya itu sedang tertidur di atas kursi kerjanya sambil mengangkat kakinya di atas meja.hendrawan memang seorang atasan yang sangat rajin bertugas. sampai-sampai dia rela tidur di kantor karena harus lembur sampai pagi.sebenarnya kalau informasi yang di bawanya ini tidak penting irwan tidak tega membangunkan kepala satuannya ini.perlahan dia membangunkan hendrawan.


"Selamat pagi Komandan,ada laporan yang sangat penting dari pusat.mengenai keributan di club olahraga Tony brother yang melibatkan dua kelompok saling baku hantam bahkan ada korban yang tertembak.salah satu dari mereka menyebutkan kalau ada seorang wanita yang mereka sandera waktu itu dan wanita itu di sebut bernama Afi.!" Hendrawan menatap tajam pada irwan saat irwan menyebut nama Afi yang terlibat dalam keributan itu.


"Dan juga mereka menyebut nama Banyu langit.kelihatannya dugaan kita selama ini tentang banyu langit yang penuh misteri itu mulai terkuak. kelihatannya pria itu bukan orang yang baik.!"


kata irwan yang membuat dahi hendrawan mengerut.


"Dan ada kabar buruk.kabar buruknya adalah kesatuan kita akan kena sidak. karena masalahnya laporan tentang keributan itu justru ke kantor pusat maka dari itu pusat menganggap ada yang tidak beres dengan kesatuan kita.!"


setelah irwan selesai dengan semua laporannya.hendrawan berpikir sangat keras tentang laporan yang di sampaikan oleh irwan.hendrawan harus menanyakan pada Tony bersaudara kenapa mereka tidak Memberi informasi apapun padanya.


Sampai di gym hendrawan menganti bajunya dengan baju olahraga lalu melakukan pemanasan untuk berlatih tinju dengan salah satu pelatih di tempat itu.karena suasana hatinya sedang kacau balau hendrawan memukul dengan sangat bersemangat sampai-sampai membuat lawan mainnya jatuh tersungkur terkena pukulan telaknya.


"Kamu tidak apa-apa.? Maafkan aku,aku terlalu bersemangat..!"


Kata hendrawan sebari membantu sparring partner tersebut bangun dari jatuhnya.Tony melihat ada kekesalan luar biasa di mata hendrawan.tapi tony juga tidak berani menceritakan pada hendrawan karena baru saja ada pria yang membungkamnya dengan uang yang banyak agar tidak bicara apapun pada siapapun tentang masalah keributan di tempatnya.


"Kenapa kalian tidak memberitahuku tentang keributan yang terjadi di tempat ini? Bukankah aku sudah bilang kalian harus melaporkan apapun yang terjadi dan siapapun yang datang ke tempat ini..?!"


Kata hendrawan dengan nada kesal.


"Keributan..oh keributan itu.sebentar apa polisi yang datang itu bukan anak buah pak hendrawan..?! Saya kira itu anak buah bapak. jadi karena saya pikir bapak sudah tahu jadi saya tidak melapor apapun sama bapak."


Tony berpura-pura bloon di depan hendrawan.dan kelihatannya hendrawan percaya pada ucapannya.sekarang satu-satunya orang yang bisa dia tanyai hanyalah afi.tapi dari tadi hendrawan tidak melihat keberadaan afi di tempat itu seharusnya wanita itu ada di tempat ini tapi kemana dia.


"Apa nona afi hari ini tidak datang kemari..?!"


Tanya hendrawan kepada Tony.


"Oh biasanya dia sudah datang.mungkin sebentar lagi dia datang."


kata tony sambil melihat jam di dinding.


"Aku dapat laporan kalau saat kejadian ribut itu nona afi juga ada bersama kalian,benarkah itu ?!"


Tanya hendrawan pada Tony lagi. kali ini dia tidak menyadari ada sepasang telinga yang menguping pembicaraan mereka.dia adalah jono paman Arda.tak lama berselang wanita yang di tunggu hendrawan datang juga.


"Selamat pagi..!"


Sapa afi saat dia memasuki ruang Gym.sebenarnya afi sedikit kaget saat melihat hendrawan berada di tempat itu.tapi kagetnya langsung reda begitu dia sadar hendrawan memang juga salah satu member di tempat itu.


"Afi,aku ingin bicara denganmu sebentar..!"


Hendrawan mengajak afi duduk di sudut ruangan sambil memesan kopi.Afi bertanya-tanya dalam hati apa yang akan di bicarakan oleh hendrawan padanya.


"Afi,bagaimana kabarmu ?"


sapa hendrawan memulai pembicaraan.


"Kabarku baik!" Jawab afi singkat.


"Maksudku kabar tentang pekerjaan sampinganmu sebagai mata-mata dari pria itu..?"


Kata hendrawan sambil berbisik pada afi.


"Oh tentang itu ya.hm..kabarnya baik-baik saja.."


jawab afi sedikit tegang mendengar pertanyaan hendrawan.


"Kelihatannya kamu menikmati pekerjaan itu..?"


Kata hendrawan pembicaraan mereka sedikit terputus saat seorang pelayan datang membawakan kopi panas untuk mereka.


"Apa sebagai mata-mata itu pekerjaan yang sangat berbahaya..?" Tanya afi ingin tahu.


"Mata-mata itu banyak macamnya afi, seperti agen mata-mata yang bekerja demi negara bisa dari ke polisian atau Tentara.tapi ada juga mata-mata bayaran yang pasti mereka hanya mencari uang siapa yang mampu membayar mahal atas kerjanya maka dia tidak akan perduli itu benar atau salah.mereka akan selalu berhadapan dengan orang jahat dan pasti sering menemui hal yang bisa saja setiap saat membahayakan dirinya"


jelas hendrawan tegas.sepertinya hendrawan mencium ada nada cemas dari pertanyaan afi.


"Oh..apakah semua mata-mata atau agen rahasia itu adalah orang yang baik..?!"


Afi terus bertanya dengan lebih serius.membuat hendrawan mulai merasa kalau afi benar-benar menyukai Banyu.


"Afi,apa kamu menyukai pria itu..?!"


Hendrawan tak bisa menahan diri lagi dia ingin sekali tahu apa isi hati wanita di depannya ini.afi yang mendapat pertanyaan tak terduga itu terkejut di buatnya.


"Tidak..!"


jawab afi karena gugup tak sadar dia meminum kopi panas yang ada di depannya dan membuat bibir merahnya kepanasan.hendrawan sedih melihat afi salah tingkah saat dia menanyakan hal tersebut pada afi.kelihatannya afi memang menyukai pria itu.


"Baiklah.sebenarnya hal yang ingin aku bicarakan denganmu adalah tentang Banyu Langit."


Kata hendrawan suaranya kali ini terdengar serius.


"Banyu langit."


afi menyebut nama itu sambil menatap pada hendrawan lekat.


"Iya.ada laporan tentang keributan yang terjadi di Gym Tony brother dan salah satu dari saksi mendengar kalau nama Banyu langit di sebut saat terjadi keributan itu.aku jadi ingat tentang ceritamu soal pria itu ingin menjadikanmu mata-matanya.apa yang mereka lakukan padamu? Kenapa kamu berada di tempat itu saat kejadian ?"


jelas hendrawan dan afi masih melihatnya dengan wajah polosnya.


"Aku..aku memang ada di tempat kejadian itu, tapi aku tidak melihat ada Banyu langit di sana..waktu itu aku sedang melakukan tugas mencatat meteran dari setiap pos di wilayah ini.lalu mereka datang dan membawaku .mungkin karena waktu itu aku masuk kedalam tempat ini jadi mereka ikut membawaku.tapi aku tidak di apa-apakan oleh mereka.aku di lepaskan begitu saja."


afi memang berbohong karena dia masih bingung dengan semua ini.yang dia tahu waktu itu Banyu lah yang telah menyelamatkan hidupnya.afi pun ingat kalau saat dia terluka Banyu juga yang menolongnya.


"Afi,ada informasi sedikit mengagetkan, kemungkinan Banyu adalah agen bayaran. tapi dia bekerja untuk siapa kita belum tahu.yang jelas dia bukan mata -mata dari kepolisian.itu berarti ada kemungkinan dia adalah seorang mata-mata yang bekerja untuk swasta atau lebih parah lagi dia bekerja untuk orang asing.karena dalam catatan perjalanannya keluar negeri dalam satu bulan ini dia sudah 17 kali pergi ke Singapura.10 kali perjalanan bisnis dan 7 kali kepergiannya terkesan janggal karena dia melakukan liburan sampai 7 kali dalam sebulan itu sangat mencurigakan.anehnya masa dia liburan hanya beberapa jam dan itu pun dia berada di satu tempat yang sama."


penjelasan hendrawan malah membuat kepala afi sedikit pusing karena tidak mengerti dengan arah pembicaraan hendrawan.apa hubungan Banyu dengan mata-mata dan juga perjalanan ke luar negeri.hendrawan sangat mengerti kalau afi bingung dengan penjelasannya.


"Afi,dengarkan aku sebagai atasan kamu aku ada tugas khusus untukmu.!"


kata hendrawan menatap afi intens.


"Maksud abang tugas khusus apa..??."


Tanya afi ingin tahu maksud pria di depannya ini.


"Afi,karena hanya kamu yang punya akses dengan Banyu.maka kamu harus memata-matai banyu dan memberi informasi tentang apa yang saat ini di kerjakannya.dan siapa saja yang berhubungan dengannya.lakukan ini demi negara ini afi.aku menjadikanmu mata-mata yang ku beri tugas langsung.dekati Banyu dan cari tahu sebanyak-banyaknya tentang Banyu.karena aku curiga dia bekerja untuk asing."


Kata hendrawan menatap tajam pada afi.


"Baiklah Aku..aku akan mencoba menghubunginya.karena sudah lama aku tidak bertemu dengannya.."


jelas afi. Dia merasa ragu apakah Banyu masih mau di hubungi karena persoalannya dengan banyu sudah selesai.


"Kamu harus berhati-hati karena aku punya firasat kalau Banyu berhubungan dengan orang-orang yang jahat.apa kamu mendengar apa yang mereka ributkan saat di tempat ini waktu itu..?"


Tanya Hendrawan mencoba mencari tahu dari afi.


"Tidak ,aku tidak tahu apapun..lagi pula aku tidak mengerti mereka bicara apa. karena mereka bicara pakai bahasa cina dan bahasa yang tidak aku mengerti."


Afi berbohong lagi tentang kejadian waktu itu.afi berpikir pasti hendrawan salah menilai Banyu.


"Baiklah kalau begitu aku harus kembali ke kantor.kamu mau latihan kan ? Kamu hati-hati ya?"


Hendrawan pergi meninggalkan afi yang masih terduduk di sofa sambil masih memikirkan omongan hendrawan.


Sementara itu di apartemen Arda sedang bermain game pertempuran para hero kesukaannya dia begitu asyik.sampai akhirnya ke datangan pamannya mengusik keasyikannya bermain.


"Apa yang paman dapatkan?"


Tanya arda sambil terus asyik bermain membantai musuh -musuh monsternya dalam game.


"Tadi di Gym aku melihat pria yang selalu bersama afina,dia sepertinya sedang menyelidiki tentang kejadian keributan yang terjadi di tempat itu semalam.."


jono melaporkan temuan apa yang di dapatnya selama di Tony brother.


"Pria..?"


Arda masih asyik dengan gamenya.


"Iya.pria itu sepertinya sedang menyelidiki tentang keributan di tempat itu.dan dia juga mencari afi.kelihatannya pria itu kekasih afi..!!" jono menjelaskan pada Arda.


"Apa..!!" Teriak Arda sambil memandang jono dengan tajam.


"Iya aku lihat sepertinya pria itu kekasih afi si kelinci itu.afi dan pria itu bersama-sama adalah member di tempat itu.tadi juga dia mencari wanita itu dan mereka bertemu. aku lihat mereka berdua sedang minum kopi bersama dan kelihatan sangat intim"


walau tak semua ucapan jono benar paman Arda ini memang sengaja mencoba menjauhkan pikiran arda dari gadis itu.karena jono menduga kalau arda kelihatannya tertarik pada wanita ini.dan itu bisa mempengaruhi kerja arda kalau saat ini arda jatuh cinta pada wanita.ini sangat berbahaya untuk arda ataupun gadis itu sendiri.jono memang menginginkan arda bertemu dengan wanita yang bisa membuat keponakannya ini jatuh cinta.tapi untuk saat ini bukan waktu yang tepat untuk jatuh cinta karena dia sedang bertugas dan harus menyelesaikan misi rahasia ini.jono hanya tak ingin nasib arda seperti dirinya yang kehilangan istri saat baru saja menikah.lebih baik menjauhkan wanita itu dari Arda daripada jono menyesal kemudian.


Perkataan jono tentang pria yang mengaku atasan afi dan kini di curigai jono sebagai kekasih afi membuat Arda kesal entah kenapa kalau dia mendengar ada pria lain selain dirinya di dekat afi rasanya dadanya bergemuruh.


"Damn it !!"


Arda memaki dan menghentikan game nya dan memandang tajam pada pamannya.


"Paman sudah selesai..? Aku mau bermain. Pergilah sekarang juga..!"


Arda berharap pamannya segera pergi dari hadapannya.


"Apa pulpen itu sudah benar-benar kamu dapatkan..?!"


Tanya Jono ingin meyakinkan dirinya kalau pulpen itu memang sudah berada di tangan Arda.


"Benda itu sudah berada di tanganku..paman.."


Arda benar-benar menghentikan permainannya dan memandang lekat pada pamannya seolah meyakinkan kalau pulpen itu memang sudah ada padanya.melihat kesabaran arda mulai habis jono pun langsung melesat pergi dengan gaya salto nya meninggalkan Arda yang masih sangat kesal.Arda berdiri dan membanting stick game nya ke atas sofa sambil mengacak rambutnya.lalu berjalan menuju ke sebuah meja bar yang berada di sudut ruang mengambil gelas mengisinya dengan es batu dan menuangkan minuman beralkohol.arda berjalan mondar-mandir lalu akhirnya duduk diam di sofa putih sambil sesekali menegguk minuman di tangannya.


di gym tampak afi sedang memukul samsak didepannya dengan tidak bersemangat.sebenarnya tehnik memukul afi itu tidak benar karena sebenarnya dia hanya melakukan sebisa yang dia bisa lakukan.sebagai anggota keamanan rakyat yang harus membantu tugas polisi dia harus rajin berolah raga agar tubuhnya selalu sehat.tapi kali ini afi tidak bersemangat karena masih mengingat perkataan hendrawan tadi.


mungkin benar Banyu langit berhubungan dengan orang-orang jahat bagaimana tidak.saat pertemuan di hotel itu dua pria yang di temui Banyu teryata membawa pisau dan melukainya.lalu kejadian tony brother juga penuh kekerasan.lalu afi masih ingat jelas saat Banyu begitu senang banget menerima pulpen itu dari tangan afi,bahkan dia tega meninggalkan afi di tepi jalan.apa benar Banyu adalah agen yang di bayar untuk suatu misi khusus.apakah dia orang seperti itu,menghalalkan cara apapun untuk mendapatkan uang.ah afi bingung sekali dia pun memukul samsak itu dan menempelkan kepalanya yang penuh pertanyaan ke samsak di depannya.


Di tempat lain di sebuah tempat latihan golf. tampak seorang wanita cantik dengan memakai baju berwarna biru tua dan memakai celana panjang hitam. Berjalan mendekati Putra yang sedang asyik bermain Golf.wanita itu adalah Nathalia,dia mendapat tugas untuk menyelidiki Putra Bramantyo pemilik Putra Grup dan juga ayah dari Hendrawan.sebenarnya Putra juga mengenal Nathalia dan menyukai gadis tersebut.bahkan dulu waktu nathalia dan hendrawan masih teman satu sekolahan putra sering bertemu dengan nathalia di rumahnya.tapi karena Nathalia sekarang menjadi seorang polisi Putra jadi tidak menyukainya lagi.


"Selamat pagi om..!"


Sapa Nathalia pada pria setengah baya yang sedang mengayun stick golf nya.


"Oh..kamu..? Ada apa kamu datang kemari..?!"


Tanya Putra acuh. begitu tahu siapa wanita yang menyapanya raut wajah tak suka terlihat jelas.


"Ingin bertemu dengan om saja karena nathalia sudah lama tidak bertemu.gimana kabar Om Putra..?!"


Nathalia tersenyum lembut.mencoba meraih hati pria yang menjadi ayah lelaki pujaannya.


"Hh..aku ini bukan orang bodoh Nathalia...! Kalau kamu datang mau bertanya apa aku berhubungan dengan kasus besarmu.! katakan pada atasanmu,agar dia datang menemuiku sendiri...!"


Seru Putra sambil berlalu dan mengakhiri permainan golfnya.dan menyuruh sopirnya membawa peralatan golfnya karena putra sudah hilang mood untuk bermain golf dan memutuskan hengkang dari tempat itu secepatnya.


"Om..tunggu..!!"


Tapi pria itu tak menghiraukan teriakan Nathalia.


putra sangat kesal sekali, dia merasa anaknya sangat keterlaluan karena bisa memasukan nama ayahnya sendiri dalam daftar penyelidikan.


"Keterlaluan..!"


Maki Putra saat di dalam mobil dia marah sekali.sopirnya hanya memandang dari kaca mobil melihat majikannya begitu kesal.


"Apa kita akan pulang Tuan.?"


Tanya Imam sopir kepercayaan Putra.karena putra masih diam karena kesal sambil memijit dahinya.


Di tempat lain di sebuah Agency model tampak qonita sedang berada dalam kantornya. memeriksa catatan pekerjaannya ketika lilis membuka pintu ruang kerjanya.


"Duduklah,ada yang ingin aku bicarakan..!"

__ADS_1


Kata qonita sambil tersenyum memandang lilis.


"Ada apa mami menelponku..apa ada jadwal pemotretan untukku..?!"


Tanya lilis semangat.


"Bukan masalah pemotretan.ada masalah lain yang ingin aku katakan padamu.kelihatannya kamu akan menjadi orang yang banyak duit..!"


Seru qonita sambil berjalan mendekati lilis yang duduk di kursi tamu.


"Maksud mami apa..?!"


Lilis tak mengerti maksud ucapan wanita di depannya ini.


"Kamu ingat para pengusaha yang kamu temui beberapa waktu yang lalu kan.teryata kamu sangat menarik bagi para pria itu.bukan hanya satu, tapi dua pria dari mereka hari ini menghubungiku dan keduanya ingin bertemu denganmu.wah..impian kamu untuk jadi model terkenal pasti tercapai dengan uang berlimpah dari mereka...!"


Mata qonita berbinar baginya kalau para bos itu bersama lilis yang notabenenya adalah anak buahnya dia pasti banyak juga dapat pundi-pundi uang.siapa sangka gadis di depannya ini bisa jadi tambang emas baginya.


"Siapa yang mami maksudkan..? Apa dari kedua orang itu ada tuan Banyu Langit..?"


Tanya lilis penuh harap. karena sejak kejadian malam itu lilis merasa tak bisa melupakan pria tampan itu.


"Dia memang pria yang tampan dan juga sangat kaya.Banyu juga masih single,iya dia salah satunya..dan kamu tahu malam ini dia ingin menemuimu di Bar Rambo jam 9 malam. Dan yang satunya Tuan Gunawan dia juga pengusaha sukses tapi dia sudah beristri.pria itu ingin bertemu malam minggu nanti.kalau kamu bisa berada di dekat kedua orang itu kamu pasti akan menjadi wanita paling kaya di Jakarta ini.manfaatkan kesempatan ini lilis...!"


Qonita sangat senang sekali melihat lilis kelihatannya juga menyukai dengan usulannya ini.


"Baiklah mi..kalau begitu lilis akan siap-siap dulu.lilis mau kesalon dulu karena nanti malam lilis mau tampil sempurna di depan pria ini..!"


Lilis sangat gembira sekali mendengar kalau Banyu ingin bertemu dengannya.dalam hati lilis banyu pasti tertarik padanya. begitupun lilis sejak pertama melihat banyu hatinya sudah jatuh hati pada ketampanannya,senyumnya dan tatapan matanya yang sangat mempesona.lilis pun segera pamit dan langsung pergi ke salon kecantikan.dia memang benar-benar ingin tampil sempurna saat menemui Pria pujaannya itu.


Malam itu afi sedang memasak mie instan kesukaannya karena dia sedang malas untuk makan di luar.dari tadi afi melihat ke arah ponselnya yang tergeletak di atas meja.hati afi bingung, afi terus berpikir bagaimana caranya dia berbicara dengan Banyu.apa alasan afi kalau dia harus menelpon pria itu.sementara urusannya dengan Banyu sudah selesai. pencarian afi dan banyu masalah pulpen itu sudah ketemu dan selesai.tapi karena perintah dari hendrawan untuk menyelidiki tentang siapa Banyu membuatnya harus bisa bertemu dengan Banyu bagaimana caranya.akhirnya Afi memberanikan diri untuk menghubungi nomor telpon Banyu.kakinya melangkah ke arah meja dan mengambil ponselnya lalu menghubungi Banyu.


Sementara itu di apartemen Banyu.Rizal sedang memasak saat terdengar ponsel Banyu berdering lalu dengan sigap dia pun melompat mendekati ponsel itu. Rizal kaget saat melihat nomor siapa di layar itu di situ tertera Kelinci dan itu berarti wanita itu mencoba menghubungi Banyu.Rizal pun segera menolak panggilan itu lalu menghapus memory masuk agar Banyu tidak tahu kalau Afi menghubunginya.bagi Rizal gadis itu tidak boleh lebih dekat lagi dengan Banyu.karena Rizal tak ingin selama menjalankan tugas ini Banyu jatuh cinta pada seorang gadis.ini sangat berbahaya untuk keselamatan Banyu atau pun wanita itu.saat sedang menghapus memory panggilan tiba-tiba Banyu yang baru selesai mandi dan masih memakai handuk keluar membuat Rizal hampir ketahuan dengan sigap dia menyembunyikan ponsel itu di belakang tubuhnya.


"Sepertinya Aku mendengar bunyi telpon paman..! Siapa yang menelponku..?!"


Tanya Banyu sambil mengeringkan rambutnya mengunakan handuk yang tersandang di lehernya.


"Oh..itu tadi hanya anak buah paman..!"


Jawab Rizal beralasan agar Banyu tidak curiga.dan Banyu pun percaya pada pamannya.sebenarnya banyu sangat menunggu afi menghubunginya entah kenapa dia sangat merindukan suara gadis itu.


Afi,termenung sambil terus memegang ponselnya hatinya sedih karena tidak bisa menghubungi Banyu.sebenarnya afi ingin sekali bertemu dengan Banyu tapi kemana dia harus pergi.afi sama sekali tak tahu di mana tempat tinggal Banyu,pasalnya setiap dia ketempat Banyu baik datang dan pergi matanya selalu di tutup.sekarang cara satu-satunya bisa bertemu dengan pria itu hanya melalui telpon, tapi afi harus kecewa karena telponya tidak di respon oleh Banyu.saat sedang merenung afi di kejutkan oleh suara ponselnya.dia mengira kalau telpon itu pasti dari banyu afi pun mengangkat ponselnya tanpa melihat siapa yang menelponnya.


"Halo..!"


Raut wajah afi berbinar karena mengira Banyu yang menelponnya.


"Halo..afi,aku malam ini tidak pulang ke pos..jadi kamu nggak usah nunggui aku..ya..!"


Suara lilis memudarkan wajah ceria Afi.


"Oya..apakah kamu ada pemotretan hari ini..?!"


Tanya afi pada temannya ini ingin tahu kenapa dia lilis tidak pulang ke pos.


"Tidak,malam ini aku ingin menemui pria yang pernah ku ceritakan padamu waktu itu.doain ya agar aku dan dia malam ini jadian..!"


Seru lilis girang di ujung telpon.


"Oo..iya aku pasti doakan kamu kok semoga kalian berjodoh..oke hati-hati ya kabari aku ya kalau kamu udah pulang!"


Kata Afi sedikit kecewa karena telpon yang di tunggu-tunggu tak jua menelponnya.


Di sebuah kafe lilis sedang duduk di kursi bar dengan penampilan yang sangat canti dengan gaun berwarna merah muda lengkap dengan syal bulunya.lilis memainkan ponselnya sambil menunggu pria pujaannya datang.tak lama pria yang di tunggunya muncul juga.


"Hai..selamat malam..!"


Banyu menyapa lembut pada gadis yang sudah menunggunya di bar samba.iya malam ini Banyu sengaja menemui lilis.dia menghubungi qonita untuk bisa membuat dirinya bisa bertemu dengan lilis.setelah Banyu tahu kalau lilis adalah teman afi banyu jadi ingin lebih tahu tentang afi melalui lilis.itulah kenap malam ini Banyu menemui lilis.


"Hai..selamat malam..!"


Jawab lilis sambil tersenyum ramah.pria ini memang sangat tampan kalau bisa bersamanya dia pasti akan menjadi wanita paling bahagia di dunia ini.lilis memandangi pria itu dari ujung rambut sampai ujung kaki.


"Benarkan anda ingin bertemu denganku..?!"


Tanya lilis tanpa berkedip memandang Banyu.


"Iya memang benar aku ingin bertemu denganmu..!"


Banyu meiyakan kata-kata lilis sambil duduk di dekat lilis.


"Aku juga sangat ingin bertemu dengan anda juga.."


Kata-kata lilis sedikit membuat alis mata Banyu sedikit naik.dalam bathin banyu,memang benar sih dia ingin bertemu a lilis.tapi kelihatannya lilis salah paham tentang maksudnya.tak ingin berprasangka buruk.Banyu hanya tersenyum pada lilis lalu banyu memesan dua gelas minuman untuk mecairkan suasana di antara mereka.


"Aku sangat senang sekali bertemu dengan anda lagi.trimakasih malam itu sudah mengantarku pulang..."


Kata lilis memandang dengan pandangan menggoda pada Banyu.kini banyu mulai nggak nyaman di buatnya.banyu masih diam dan memandangi gadis di depannya ini niatnya hendak menanyakan tentang Afi urung di lakukannya.karena Banyu melihat jelas kalau wanita ini seolah mengira kalau dia menyukai wanita ini.dan ini mulai membuat Banyu muak.


"Oya..sama-sama. waktu itu kamu sedang mabuk jadi aku tidak ingin kamu kenapa-kenapa jadi aku mengantarmu pulang..!"


Perkataan Banyu semakin membuat lilis yakin kalau pria ini menyukainya.


"Trimakasih.baru kali ini aku bertemu dengan pria yang sangat baik seperti dirimu.kamu adalah pria yang sangat baik,tampan dan juga kaya.apakah malam ini kamu menginginkanku..?!"


Lilis terlalu berani mengucapkan kata-kata itu.lilis hanya ingin segera pergi dari tempat ini bersama pria ini.


Sontak Banyu kaget saat mendengar kata-kata lilis.


"Apa..!! Apa yang kamu pikirkan...! Kamu pikir aku menyukaimu dan ingin tidur denganmu...!oh sialan..!"banyu langsung berdiri dari tempat duduknya dan melotot tajam pada lilis membuat wanita itu jadi kaget.


"Pergilah dengan pria lain yang bisa ku jadikan pacarmu..tapi yang jelas itu bukan aku.kamu salah paham padaku...pelayan ini uangnya..!"


Banyu memanggil pelayan dan memberikan sejumlah uang untuk membayar minumannya.


"Oya..ini uang untuk waktumu menemuiku..selamat malam..!"


Seru Banyu sangat marah dan meninggalkan setumpuk uang di depan lilis.lalu pergi meninggalkan lilis begitu saja.tapi lilis yang sangat kaget dan malu di perlakukan seperti itu langsung mengejar Banyu.


"Tunggu...Tuan Banyu bawa serta uangmu..aku tidak butuh uang darimu..!"


Teriak lilis sambil melemparkan uang Banyu kearah pria itu.lilis benar-benar sakit hati dan kecewa.


Malam itu akhirnya lilis kembali ke pos.afi hanya diam saja tak bertanya apapun pada temannya ini karena di lihatnya lilis sedang dalam suasana tak senang.tapi saat mereka berdua sudah di atas kasur barulah afi memberanika diri bertanya.


"Lilis,apa kamu baik-baik saja..?"


Tanya afi cemas karena sejak pulang Lilis jadi pendiam.


Hanya jawaban singkat itu saja yang terdengar.


"Apa kalian tadi berjumpa.?"


"Iya.."


Hanya kata iya dan hm aja yang di ucapkan.lilis mulai terisak karena menahan kecewa.


"Lilis,apa kamu menagis..?"


Tanya afi saat terdengar isak lirih lilis.


"Aku ingin tidur..selamat malam..."


Kata lilis mengakhiri pertanyaan dari afi lebih panjang dan bisa ketahuan kalau dia sedang nangis.afi pun tak bertanya lagi.lalu memiringkan badannya membelakangi lilis yang sedang terisak dalam tidurnya.


Tiba-tiba ponselnya berdering afi pun langsung bangun dari tidurnya dan mengangkat.


"Halo..selamat malam..!"


Sapa afi dan sekejab suara pria terdengar di ujung telpon.


"Hai..selamat malam,kamu belum tidur afi..?"


Suara hendrawan terdengar ceria di telpon.


"Belum.ini baru mau tidur..oh..ada apa menelponku malam-malam begini..?!"


.tanya afi polos.


"Bagaimana apa ada kabar dari Banyu.?!"


Hendrawan mencari alasan agar bisa berlama-lama bicara dengan afi.


"Abang..!"


Hendrawan kaget saat afi memanggil abang padanya sampai-sampai tangannya terpeleset karena panggilan itu begitu mesra terdengar di telinganya.


"Iya afi apa..?"tanya hendrawan tegas.


"Aku sudah ngantuk sekali apakah kita bisa bicara besok saja...?"


Suara afi sudah serak karena matanya sudah tak bisa di ajak kompromi lagi.


"Baiklah sampai jumpa besok tidur nyenyak ya..selamat malam!"


Walau kecewa dengan ucapan afi karena sebenarnya dia ingin berlama-lama mendengar suara wanita ini.


Sementara itu di apartemen Banyu.pria itu sedang menelpon seseorang.


"Iya..! Oke..!aku sudah menyiapkannya..!siap..!selamat malam..!"


Banyu menutup telpon dan meletakan ponsel itu di meja lagi.lama dia memandangi ponsel itu berharap orang yang di tunggunya untuk menelpon tapi tak jua ada.akhirnya banyu melihat catatan sebuah alamat Gym di ponselnya.


Pagi itu di Gym Tony brother.Ronald sedang sarapan dengan mike.mereka asyik berbincang tentang kebingungan mereka tentang insiden di club olahraganya itu.


"Sebenarnya apa yang mereka cari sebenarnya kak?!,akhir-akhir ini banyak sekali orang yang tertarik untuk datang ketempat kita ini!"


Kata mike sambil terus menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


"Kamu benar juga,aku bingung juga yang bikin ribut itu yang jelas 2 kubu.dan mereka mencari pulpen.pulpen apa ya kita nggak paham.lalu kasat hendrawan juga minta pada kita mengawasi siapa saja yang datang ke sini dan mengawasinya lalu melaporkan padanya.!"


Ronald membenarkan ucapan adik bungsunya ini.


"Sepertinya ini masalah serius jangan-jangan kita dalam sebuah masalah besar..seperti di film-film action..!


Kata mike dengan mimik wajah serius.tak lama Tony muncul dengan wajah sedikit kusut.


"Memang masalah yang kita hadapi saat ini adalah masalah yang besar.apa kalian tidak lihat mereka itu orang yang ahli dalam bela diri dan juga bersenjata api.yang aku belum mengerti pulpen seperti apa yang sedang mereka cari.apa pulpen itu berisi berlian yang berharga mahal..? Atau apa isi pulpen itu peta harta karun..ah aku jadi pusing.!"


Seru Tony pikirannya selalu saja uang tidak ada yang lain.


"Kalau memang pulpen itu sangat penting berarti pulpen itu pasti bisa menghasilkan uang yang banyak kak..!"


seru Ronald sambil menatap Tony tajam.


"Benar..kita harus ikut mendapatkan uang dari masalah pulpen ini..sekarang aja gara-gara pulpen itu member kita bertambah banyak di club ini.aku yakin nanti kita akan dapat lebih banyak lagi uang dari pulpen itu..!"


Tony tersenyum senang.


Tapi saat tiga bersaudara itu sedang asyik bicara tiba-tiba dua orang polisi Made dan Irwan memasuki ruangan tempat mereka sedang ngobrol.mereka pun segera menyambut polisi itu.


"Selamat pagi..!"


Sapa made begitu melihat 3 saudara itu berada di sana sedang duduk santai dan ngobrol.


"Selamat pagi pak..! Ada yang bisa kami bantu.?!"


Tanya Tony begitu tahu siapa yang datang.


"O..aku datang untuk memeriksa tempat ini dan juga menanyakan beberapa pertanyaan untuk kalian.!"


Made berjalan mendekati mereka sedang irwan mencoba memeriksa semua sudut ruangan mencari kalau ada barang bukti yang bisa di dapatkan.


"Apa pada malam kejadian kalian semua ada di tempat kejadian..?!"


Made mulai mengiterogasi tiga bersaudara itu.


"Iya kami ada di tempat kejadian itu."


Jawab Tony sementara dua adiknya diam saja.


"Apa benar kalau Afina juga ada di tempat kejadian..?!"


Tanya Made lagi.pertanyaan kali ini sedikit membuat Tony lambat untuk menjawab.


"Aku bertanya,apa ada wanita benama Afina di tempat kejadian.?! Kuharap tidak ada yang kalian sembunyikan..?!" Suara Made mulai meninggi.


"Iya..iya benar memang ada wanita bernama Afina."


Jawab Tony sedikit gugup.irwan yang sudah selesai dengan tugasnya untuk mencari barang bukti kini sudah berdiri di dekat Made tanpa mendapatkan apa pun.


"Tidak ada yang bisa di temukan lagi,kelihatannya orang polda sudah menyikat habis semua barang bukti..!"


Kata irwan terlihat kesal pencariannya nihil.


"Baiklah kita pergi dari sini..!"

__ADS_1


Ajak made pada irwan.


"Baiklah aku harap kalian memberi informasi pada kami kalau ada sesuatu tentang kejadian keributan itu.!"


Kata made sambil berlalu pergi dari tempat itu.tony dan saudaranya mengangguk dan menyalami made dan irwan.


Seorang polisi wanita membawa sebuah nampan berisi secangkir kopi menuju keruangan hendrawan. dia adalah Tatik wanita ini memang jatuh hati pada atasannya ini sejak pertama kali hendrawan berada di biro ini.dengan senyum manis Tatik menyapa Hendrawan yang sedang membaca sebuah berkas di tangannya.pria ini memang sangat rajin dalam melaksanakan tugasnya.


"Selamat pagi pak Hendrawan..! Saya bawakan kopi untuk pak hendrawan !"


Sapa Tatik lembut pada hendrawan yang melihatnya dan melempar senyum datar.


"Selamat pagi Tatik..! Trimakasih. !"


Hanya jawaban-jawaban singkat yang di ucapkan Hendrawan tanpa mengalihkan pandangannya dari kertas-kertas di tangannya.sementara Tatik masih berdiri memandangi wajah Hendrawan yang makin tambah ganteng kalau sedang serius seperti ini.tapi lagi asyik-asyik menikmati wajah ganteng itu ada aja yang ganggu.siapa lagi kalau bukan Nathalia.wanita satu ini tahu benar cara menganggu kesenangan orang lain.


"Hm..hm apa yang sedang kamu lakukan di sini..keluar sana..!"


Suara nathalia membuat Hendrawan melihat ke arah mereka berdua.Tatik berlalu dengan bibir manyun,nathalia segera menutup pintu dan menutup semua jendela yang bertirai Roller blind itu.dan berjalan mendekati meja hendrawan dengan gaya genitnya membuat Hendrawan muak.ada rasa tak suka melihat apa yang di lakukan nathalia apa kata anak buahnya.mereka pasti mengira yang bukan-bukan karena ruangan itu tertutup.


"Apa yang kamu lakukan nathalia..!buka lagi jendela itu..! Apa kamu tidak malu..!mereka pasti berpikir macam-macam tentang kita.jangan membuat mereka menciptakan gosip yang buruk.!" Teriak Hendrawan tapi Wanita itu tak peduli.


"Apa kamu takut,kalau ada gosip tentang kita..ayolah hendrawan.aku tidak suka Si Tatik itu menggodamu,cukup di janda genit itu tebar pesona padamu.tapi tidak yang lain..!"


Kata nathalia sambil terus mendekati Hendrawan yang terus menghindar dari desakannya.


"Cukup nathalia..kenapa sih kamu tidak bisa bersikap profesional.ini di kantor dan jangan pernah kamu menyebut Afina sebagai janda genit lagi.yang kulihat dia tak segenit kelakuan kamu..!!"


Bentak hendrawan marah sambil meninggalkan Nathalia berlari keluar ruangan itu dengan sangat kesal.nathalia hanya termangu dengan wajah kaget.


Hendrawan membawa mogenya menuju ke Gym Tony Brother.hati Hendrawan begitu kacau penyelidikan kasus yang belum ada kemajuan apapun belum lagi tentang kasus keributan di Tony brother.dan yang paling penting hatinya saat ini sedang sangat marah pada Afi yang kelihatannya semakin dekat dengan pria itu.hendrawan memukuli sasak di depannya dengan sangat emosi tubuh berotot itu seakan ingin meluapkan semua kekesalannya pada sasak itu.tanpa dia sadari wanita yang membuat hatinya kesal ada di belakangnya.begitu memasuki ruang gym itu mata afi melihat atasanya sedang latihan tinju.afi pun melakukan pemanasan dan ikut melakukan latihan tinju memakai sasak di belakang Hendrawan.saat hendrawan merasa lelah dan menyudahi pukulannya pada sasak itu dia pun membalikan badan dan mendapati afi sedang latihan di belakangnya.sebenarnya hatinya senang bisa melihat wanita itu tapi rasa kesal di hatinya tak bisa membuatnya tersenyum pada afi saat wanita itu menyapanya.


"Salamat pagi pak..!"


Sapa afi saat melihat hendrawan melihatnya.


"Pagi..!"


Hendrawan menjawab singkat lalu sambil melepaskan sarung tinjunya lalu dengan cuek pergi meninggalkan afi menuju kesudut ruangan.afi merasa kalau hendrawan sedang kesal padanya.mata afi terus mengikuti kemana pria itu pergi saat di lihatnya pria gagah itu membuka kaos singletnya afi memalingkan muka tak ingin melihat tubuh berotot itu.afi pun terus memukul sasak itu sekenanya.karena pikirannya masih bertanya-tanya kenapa pria itu mencuekinya.


Setelah hendrawan selesai berganti baju dia memutuskan untuk pulang. tapi saat di lihatnya afi tidak bisa memukul sasak dengan benar rasa hati pria ini tak tega juga meninggalkan gadis itu.dia pun melempar tas yang sudah di sandangnya ke lantai dan mendekati afi.afi kaget saat ada tangan berotot memegang kepalanya menyuruhnya mengarahkan pandangan kesasaran pukul lalu memegang tangannya dan juga membenarkan posisi kakinya.dia adalah hendrawan.


"Kamu harus benar-benar melihat sasaranmu dengan tepat Afi,luruskan pandanganmu ke sasaran,tanganmu harus tepat kakimu harus dengan posisi seperti ini..sekarang coba kamu pukul..satu..dua..satu..dua..!"


Hendrawan mendekatkan kepalanya di samping kepala afi dan membuat afi gugup karena kepala pria itu benar-benar menempel di kepalanya bahkan hidung pria itu nyaris mengenai pipinya.tiupan nafas hendrawan terasa di pipi Afi membuat wanita itu gugup segugupnya.bahkan tubuh kekar hendrawan menempel di belakang tubuh afi sampai-sampai afi bisa merasakan betapa berototnya tubuh pria itu.sementara hendrawan yang masih di liputi rasa kesal pada Afi tak memperdulikan wanita itu terlihat gugup dan malu.andai saja afi tahu rasanya hendrawan tak ingin melepaskan dekapannya dari tubuh afi.mereka tak menyadari kalau ada sepasang mata penuh amarah memandang ke arah mereka dia adalah Arda.pria tampan itu sangat marah begitu melihat pemandangan yang tidak dia inginkan.niatnya untuk datang ke tempat itu mencari gadis cupu itu justru berakhir dengan rasa marah luar biasa menyaksikan gadis itu sedang bermesraan di tempat itu.


"Apa ada orang di sini..!"


Teriak Arda dengan emosi sambil melepaskan jas yang di kenakannya melemparnya ke kursi yang ada di tempat itu.dan tanpa mengunakan sarung tinju dia memukul sasak dengan sangat emosi seolah dia menghajar seseorang.sedangkan afi memandang bingung pada pria yang baru datang itu walau ada rasa senang karena bertemu lagi dengan pria itu.hendrawan yang menyaksikan kelakuan Arda hanya tersenyum sinis karena dia tahu tatapan mata pria itu di penuhi rasa cemburu.hendrawan sengaja memegang erat tangan Afi saat afi mencoba menarik tangannya.dan tetap tak melepaskan tangannya dari pundak afi dan semakin membuat Arda semakin keras meninju dan menendang sasak di depannya dengan sangat marah.hendrawan tidak memperdulikannya bahkan sengaja melanjutkan lagi untuk melatih afi dan melarang afi dengan tangannya agar afi tidak menoleh pada arda lagi.untungnya Tony dan kedua adiknya segera datang sehingga suasana tegang itu mencair dengan kehadiran mereka.saat Tony dan kedua adiknya membuka pintu dan masuk kedalam ruangan tempat usahanya mereka menyaksikan tiga orang sedang berlatih .walau tampak dari dua orang itu kelihatan aneh karena mereka berlatih tanpa mengunakan baju olah raga pada umumnya yang satu sedang melatih wanita dengan memakai jaket dan yang satu tengah memukul sasak dengan sangat keras sambil mengenakan setelan kemeja lengkap dengan dasi.tapi saat Ronald melihat wajah pria tampan ini dia mulai ingat kalau pria ini adalah pria yang di lihatnya di acara pesta mewah malam itu dan pria itu pengusaha kaya itu.dan teryata kedatangan pria kaya itu mau mendaftar jadi member di tempat itu.Arda mengisi formulir pendaftaran duduk di sofa bersama Tony dan kedua adiknya.afi melihat dari jauh apa yang sedang di lakukan Arda sementara hendrawan mengambil tas yang tadi di lemparnya begitu saja di lantai.begitu Arda selesai mengisi formulir matanya melihat sekilas pada Afi.


"Berapa biayanya..?!"


Tanya Arda sebari matanya masih memandang pada Afi.


" untuk vip satu juta Tuan..!"


Jawab Tony cepat.dan Arda langsung mengeluarkan uang bukan rupiah tapi 100 dolar usa.


"Ambil kembaliannya..!"


Kata Arda tanpa melihat pada tiga saudara yang terlihat gembira sekali melihat jumlah uang yang di berikan.setelah memberikan uang pada mereka Arda langsung menyambar jas yang berada di atas kursi lalu pergi dari tempat itu.saat melewati Afi yang masih berdiri melihatnya dia berhenti sejenak.


"Permisi..!"


Arda berpamitan singkat pada afi.lalu melangkah begitu cepat meninggalkan afi.


"Iya mari..!"


Jawab afi sambil tersenyum walau Arda tidak menanggapi senyum itu.entah kenapa Afi segera mengambil tas nya dan berlari mengejar Pria itu meninggalkan hendrawan yang terpaku melihatnya pergi.tapi afi kalah cepat dari arda. mobil arda sudah meluncur dengan cepat meninggalkan tempat itu.tak mau kehilangan kesempatan bertemu dengan pria itu afi pun segera menyusulnya mengunakan taksi dan mengikuti mobil arda.


"Ikuti mobil itu pak!"


Seru afi pada sopir taksi yang di tumpanginya.


Saat Arda sedang merapikan rambut hitamnya dan melihat di kaca mobilnya dia jadi tahu kalau teryata afi mengikutinya.dia jadi ingin tahu apa yang akan di lakukan gadis itu dengan mengikutinya.arda pun memperlambat laju mobilnya agar taksi yang mengikutinya bisa tahu kemana dia pergi.mobil Arda akhirnya sampai di sebuah apartemen mewah di pantai Ancol mobil hitam itu langsung meluncur melewati depan gedung mewah itu dan langsung menuju tempat parkir pribadinya.sementara afi turun dari taksi dan mengendap-endap memasuki loby apartemen itu.untuk masuk afi mengalami kesulitan bagaimana dia mau masuk kedalam tempat itu.tapi teryata dewi keberuntungan berpihak padanya tiba-tiba seorang penghuni apartemen itu memasuki pintu yang terkunci itu. tak melewatkan kesempatan itu afi pun segera mengikuti orang itu masuk kedalam loby apartemen yang terkunci dan hanya bisa di buka khusus dengan sebuah kartu dan hanya orang yang tinggal di tempat itu yang punya kunci tersebut. Begitu sampai di loby Afi segera berlari menuju ke lift yang berada di ujung loby. tapi saat berada di dalam lift tersebut afi bingung harus ke lantai berapa dia sendiri tidak tahu di lantai berapa pria itu tinggal.tapi bukan afi namanya kalau dia tidak bisa menemukan di mana Arda tinggal tujuannya saat ini adalah tempat dimana dia bisa tahu dimana orang-orang yang tinggal di apartemen itu tinggal.iya afi sudah berada di dalam ruangan yang menyimpan kiriman untuk orang-orang yang tinggal di tempat itu.satu persatu afi mencari nama Banyu langit dalam setiap surat yang ada dalam kotak surat itu akhirnya dia menemukan juga nama banyu langit dia berada di lantai 21 .tak menunggu waktu lagi afi segera naik kedalam lift untuk naik ke lantai 21 tapi saat tangan lentiknya mencoba memencet tombol angka 21 tombol itu tidak bisa berkali-kali di pencetnya tetap tidak bisa akhirnya afi menekan tombol lantai 20 dan angka itu pun menyala.begitu afi sampai di lantai 20 dia segera keluar dari lift sambil menengok ke kanan dan ke kiri walau dalam hatinya sangat ketakutan tapi dia harus melaksanakan tugas yang di berikan padanya dari hendrawan atau dia bisa saja di keluarkan dari pekerjaannya.dan tidak bisa lagi membantu mencari tahu tentang kasus yang menyebabkan suami tersayangnya meninggal dunia.afi terus mengendap-endap dan menaiki tangga menuju ke lantai 21.perlahan afi membuka pintu yang sudah di anggapnya sebagai lantai 21.tapi begitu pintu terbuka dia justru tampak kaget karena di lantai itu dia tak menemukan kamar lain tapi justru sebuah tempat kosong yang lapang afi berlari kesana kemari ada perasaan takut yang luar biasa dalam dadanya.tanpa di sadarinya Arda melihat semua yang di lakukannya dari ruang rahasia miliknya dari layar cctv.dalam hati Arda walau ada rasa senang melihat wanita ini sampai mengikutinya sedemikian rupa tapi ada kecurigaan tersendiri dalam hatinya.arda jadi ingin tahu apa yang sebenarnya gadis itu inginkan.maka arda lalu menyuruh jono untuk menghubungi gadis itu.


Saat afi sedang kebingungan mencari cara untuk bisa keluar dan bisa menemukan kamar Arda tiba-tiba ponselnya berdering.


"Halo..!"


Afi menyapa orang yang menelponnya walau dia tidak tahu nomor siapa yang menghubunginya.


"Kelinci..sedang apa kamu di sana..?!"


Suara itu masih afi ingat. iya itu adalah suara paman Rizal orang kepercayaan Banyu.


"Iya ini kelinci,apa paman tahu sekarang saya ada dimana?"


Tanya afi kaget ketika mengetahui kalau paman rizal tahu keberadaannya.


"Tunggu saja kamu di situ aku akan menjemputmu, lagi pula untuk apa kamu datang kemari..!"


Kata paman rizal dengan nada tidak suka.


"Saya hanya ingin tahu saja kabar kalian..!"


Afi tidak tahu harus memberi alasan apa walaupun alasan itu sangat tidak masuk akal dan membuat dirinya seolah tak punya harga diri.


Setelah agak lama menunggu tak lama paman rizal datang dan membawanya ketempat Banyu.afi duduk di atas sofa tamu sambil melipat kedua tangannya di dada penuh dengan ketakutan saat paman rizal berusaha mengiterogasinya sementara Banyu hanya melihat dari kejauhan.paman rizal tampak sangat marah pada afi.


"Katakan apa maksudmu mengikuti Tuan banyu kemari..?!"


Suara paman rizal sangat menakutkan membuat afi bergidik takut.


"Aku..aku hanya ingin tahu di mana tempat tinggal kalian..!"


Jawab afi masih dengan menundukan kepalanya.


"Dan untuk apa kamu ingin tahu tempat tinggal tuan Banyu..bukankah urusan kita sudah selesai..! Jawab dengan jujur apakah ada yang menyuruhmu untuk mengikuti Tuan banyu..cepat katakan..?!"


Teriak paman Rizal sambil berdiri dan menatap tajam padaku.Banyu yang melihat afi ketakutan merasa tak tega pada gadis itu.


"Paman tidak usah memarahinya tanyakan saja padanya dengan baik-baik."


Kata Banyu yang membuat paman rizal kemudian duduk dan bertanya agak sedikit melunak suaranya.


"Baiklah siapa yang menyuruhmu datang kemari..?! Jawab yang jujur atau kamu tidak akan bisa keluar dari sini..!"


Ancaman paman rizal sukses membuat afi sangat ketakutan.apa jadinya kalau sampai mereka tidak melepaskan dia dari tempat ini oh bayangan seram mulai mengisi otak lugunya.


"Iya memang ada yang menyuruhku ke sini.."


Jawab afi lirih tapi jawaban itu membuat paman rizal sangat marah sampai-sampai mencengkram bahu afi dan menatap tajam padanya.


"Apa..!! Siapa yang menyuruhmu dan apa maksudnya mengirimmu untuk datang kemari..apa para polisi yang menjadi atasanmu itu..!"


Bentak rizal sambil menghempaskan tubuh afi ke sofa itu dan membuat afi sangat ketakutan.afi sudah berpikir kalau hidupnya akan berakhir di tempat ini.


"Mereka hanya ingin tahu siapa kalian yang sebenarnya saja tidak lebih..!"


Kata afi terbata-bata dan dengan tubuh gemetaran.


"Jangan katakan kalau kamu mengatakan pada mereka kalau kami adalah mata-mata..aku akan menghabisimu sekarang juga..kalau sampai kamu bilang tentang kami pada mereka..!"


Mata paman rizal melotot tajam pada Afi.


"Tidak..aku tidak mengatakan apapun pada mereka..!"


Afi tidak tahu lagi harus bicara apa lagi.tubuhnya semakin merasa lemas karena bentakan lelaki itu.


"Paman aku ingin bicara sebentar pada paman..!"


Arda memanggil pamannya untuk menjauh dari afi.


"Paman,biar aku bicara padanya.kita tidak punya pilihan gadis ini harus kita awasi dengan cara membuat mereka percaya kalau gadis itu bisa mendekati kita


Dan masuk dalam lingkungan kita.agar kita bisa mengontrol gadis ini.kalau tidak para polisi itu pasti akan mengirim orang lain yang tidak kita ketahui untuk menyelidiki kita."


Arda bicara dengan pamannya dan dia sudah punya rencana sendiri.


"Apa yang akan kita lakukan padanya,apa gadis ini tidak membahayakan posisi kita sebagai mata-mata..?"


Tanya rizal karena bingung kenapa Banyu malah memaafkan gadis itu.


"Aku punya rencana paman.aku akan bicara padanya..!"


Banyu pun berjalan mendekati afi yang masih duduk dengan ketakutan.saat melihat wajah afi yang ketakutan seperti itu maka Arda sudah punya rencana memberi pelajaran pada gadis itu dan juga atasannya.


"Baiklah aku akan memaafkanmu..karena sudah mengikutiku dan juga ingin memata-mataiku..!"


Kata -kata Banyu sontak membuat afi lega dan langsung berdiri lalu menyalami banyu untuk berterima kasih padanya karena mau memaafkannya.


"Trimakasih sudah memaafkanku..!"


Kata afi senang. tapi tiba-tiba air mukanya berubah cemas.saat mendengar Banyu bicara.


"Aku memaafkanmu tapi dengan satu syarat..!"


Banyu menatap dingin pada afi yang membuat senyum afi menghilang saat mendengar Banyu mengajukan syarat untuk membebaskannya.


"Syarat..syarat apa..?!"


Tanya afi kaget saat Banyu mengatakan hal itu.


"Syaratnya adalah kamu dan aku menjalin hubungan cinta..!"


Afi sangat terkejut dengan syarat yang di ajukan oleh Banyu tersebut dan tidak mengerti apa maksud ucapan banyu.paman rizal pun di buat kaget dengan perkataan Banyu dan memandang banyu dengan tajam.setelah banyu memberi kode pada pamannya akhirnya paman rizal angkat bicara.


"Maksud Tuan Banyu adalah kalian berpura-pura punya hubungan cinta.hanya untuk di depan publik saja tidak lebih."


Paman rizal menjelaskan maksud dari ucapan Banyu.afi menatap sayu pada Banyu entah dia harus bahagia atau sedih.di sisi lain dia bahagia karena bisa bebas dari tempat ini tapi di sisi lain dia juga kecewa karena sekarang dia tahu kalau posisinya sedang di manfaatkan oleh Banyu.tapi apa daya kalau dia tidak menyetujui syarat itu dia pasti tidak bisa selamat dari tempat ini.


"Bagaimana apa kamu setuju..!"


Teriakan paman rizal mengagetkan afi yang sempat melayang pikirannya entah kemana.


"Iya saya setuju..!"


Jawab afi singkat.lalu paman rizal membawanya pergi menjauh dari Banyu yang hanya menatap dingin padanya.paman rizal akan mengantar afi untuk pulang tapia saat beberapa langkah suara Banyu menghentikan langkah mereka.


"Tunggu..! Berikan kunci padanya paman..!"


Seru Banyu pada pamannya mengintruksikan agar afi di berikan kunci apartemen.


"Baiklah aku akan memberinya kunci apartemen."


Jawab rizal dengan wajah tak enak karena sebenarnya dia tak ingin gadis ini muncul lagi ketempat ini.


Di dalam lift afi masih bingung dengan sikap Banyu yang terkesan sangat dingin dan kaku.


"Paman,apakah dia selalu bersikap dingin dan galak seperti itu..?!"


Tanya afi sambil menerima sebuah kartu yang di sodorkan oleh paman rizal padanya.dan lelaki setengah tua ini hanya berdehem saja.tanpa menjawab apapun.


"Terkadang dia sangat baik tapi sikapnya cepat sekali berubah apakah itu karena dia seorangata-mata..?"


Tanya afi lagi karena merasa lelaki itu tak menjawab pertanyaannya.


"Kamu tidak usah terlalu ingin tahu tentang dia..sudahlah..!"


Kata paman rizal sambil memalingkan muka dari afi dan wanita itu tak bertanya lagi.


Malam itu di pos taman mada tampak lilis sedang bersiap untuk tidur ketika ponselnya berdering.


"Halo..iya..apa..iya..iya besok aku akan kesana..da..da..!!"


Lilis menutup telpon dan merebahkan tubuhnya di atas kasur lipat yang sudah terbentang sambil menyilangkan tangannya untuk menyangga kepalanya di atas bantal.tak lama afi keluar dari kamar mandi dengan wajah segar lalu duduk di depan kaca sambil mengoleskan minyak zaitun sebelum tidur malam.


"Oya lilis bagaimana dengan pertemuanmu dengan pria yang kamu sukai itu..apa kalian sudah jadian sekarang..?!"


Tanya afi ingin tahu karena sejak afi pulang cepat malam itu afi sering bertanya-tanya apakah afi sudah punya pacar sekarang.


"Oh..pria itu,aku tidak jadian dengan dia aku hanya salah paham padanya.tapi sekarang aku sedang dekat dengan pria lain.."


Jelas lilis dengan raut wajah agak kecewa bila ingat kejadian yang tidak mengenakan antara dia dan Banyu.


"Oya..apa aku mengenalnya..?!"


Tanya afi semangat.entah karena dia ingin tahu beneran atau karena ingin memastikan kalau pria yang di maksud lilis itu apa pria yang mengantarnya waktu dia mabuk dulu atau bukan.


"Tidak..kamu tidak mengenalnya..nanti kalau aku sudah jadian dengannya pasti kamu aku kasih tahu..oke.ayo kita tidur aku sudah ngatuk..!"


Ajak lilis yang langsung memejamkan matanya dan di ikuti afi yang segera mematikan lampu dan ikut berbaring di samping lilis.


---------**---------


Tunggu cerita selanjutnya di * He Is Spy 10* Trimakasih.

__ADS_1


__ADS_2