HE IS SPY

HE IS SPY
HE IS SPY 11


__ADS_3

Afi terus memandang mobil Banyu sampai mobil itu menghilang di jalan besar.dari teras pos afi bisa melihat lilis berjalan ke arahnya.tapi afi melihat kalau lilis menatapnya dengan pandangan marah.afi jadi ingat lilis pasti salah paham padanya karena banyu.dalam hati afi mungkinkah banyu yang telah membuat lilis kecewa dan menangis malam itu dan sekarang lilis pasti kecewa pada afi karena melihat banyu mengantarnya pulang.


"Lilis..!"


Sapa afi mencoba mengulas senyum pada temanya ini.


"Apa dia teman priamu..?!"


Pertanyaan lilis terasa sangat tajam setajam tatapan matanya yang seolah menyalahkan afi.tanpa menunggu jawaban afi lilis langsung masuk ke dalam pos.afi mencoba mengejar dan memanggil lilis.


"Lilis tunggu..!"


Afi mengejar temannya yang terus naik ke kamar atas.langkah afi terhenti saat fauzi yang sedang jaga malam berteriak memanggil afi.


"Afi..!"


Fauzi memanggil afi yang hendak mengejar lilis ke kamarnya.


"Iya paman..!"


Langkah afi terhenti dan menoleh pada fauzi yang melihatnya dengan nanar.


"Afi,bukankah aku sudah bilang sama kamu untuk tidak mengizinkan temanmu itu tinggal di sini lagi.kenapa dia masih tetap di sini.apa kamu ingin kita kena marah berdua.tolonglah afi jangan buat kita dalam masalah.dia kan bisa cari tempat tinggal lain atau sewa di mana gitu jangan di sini..!"


Fauzi tampak sedikit marah melihat afi masih nekat mengizinkan temannya itu tinggal di pos ini.tapi belum juga afi menjawab apapun lilis sudah turun dari kamar sambil membawa tas dan juga koper bajunya.afi kaget melihat lilis membawa semua bajunya.


"Lilis,kamu mau kemana..?!"


Tanya afi tak ingin lilis pergi dengan keadaan marah padanya.


"Trimakasih atas tumpangannya selama ini afi..!"


Lilis pamit tanpa melihat pada afi sedikit pun dengan cepat dia masuk kedalam taksi yang sudah menunggunya di luar pos.afi yang berusaha mengejarnya tak bisa mencegah kepergiannya.afi mencoba menelpon lilis tapi gadis itu tak mau menerima telponnya. Afi hanya bisa terpaku memandang kepergian lilis yang tak tahu entah kemana.sementara lilis di dalam taksi hanya memandang pada layar ponselnya yang tertera nama afi terus memanggilnya.bagi lilis ini adalah kali kedua afi menjadi pemenang dalam mendapatkan hati pria yang di cintainya.tapi kali ini kenapa harus pria ini kenapa harus Banyu. lilis benar-benar jatuh hati pada Banyu tapi kelihatannya pria itu Jatuh hati pada temannya ini.seperti dulu Hans jatuh hati pada afi.masih terbayang jelas saat hans membawa sebuket bunga yang dia sangka untuk dirinya.


FLAS BACK :


sore itu hari sabtu saat hans datang ke rumah lilis dan membawa sebuket bunga mawar berwarna putih kesukaan afi.hati lilis sangat berbunga-bunga dia mengira kalau hans mau memberikan bunga itu untuknya.tapi hatinya hancur berkeping-keping saat tahu kalau hans ingin menyatakan cinta pada afi pada malam minggu di bulan desember itu.


"Lilis,aku jatuh cinta pada afi,aku berniat akan menembaknya malam ini. doakan aku ya kamu kan teman terbaik kita.!"


Seru Hans kala itu dengan mata yang berbinar ceria.seketika itu dunia seakan gelap bagi lilis kecewa,marah dan cemburu menjadi satu tapi karena afi juga teman baiknya akhirnya lilis bisa menerima semua itu.


KEMBALI KE CERITA:


Tapi kali ini tentu saja berbeda setelah. bertahun-tahun lilis mencoba melupakan kesedihannya sejak kematian hans. Sampai akhirnya bertemu dengan Banyu di malam itu dan lilis jatuh hati pada pandangan pertama kini dia harus mendapati pria itu tidak mencintainya dan kini di depan matanya dia menyaksikan kalau pria itu memegang tangan afi dengan begitu mesra.kenapa gadis lugu seperti afi selalu mendapatkan keberuntungan dalam percintaannya.kenapa selalu ada pria yang mencintainya dengan tulus.tanpa terasa air mata lilis meluncur deras membasahi pipinya.


Sementara di apartemen Banyu sedang melihat ke layar monetor besar di depannya yang terpampang wajah hendrawan yang terlihat ganteng dengan baju seragam polisinya sambil mendengarkan pamanya yang menjelaskan siapa Hendrawan sebenarnya.dengan mata penuh kebencian sambil mengusap lebam di pelipisnya dengan telur rebus.


"Dia bernama Hendrawan Putra Bramantyo.di angkat menjadi kepala kesatuan interpol 4 bulan yang lalu karena prestasinya yang selalu berhasil dalam menangani beberapa kasus besar,sekarang dia di beri tugas untuk menangani kasus Bom Di j.w marion.Hendrawan yang telah mengajukan afina untuk menjadi kepala keamanan rakyat dan juga mencoba mendaftarkan afi untuk bisa menjadi salah satu polisi wanita dari kalangan orang umum dan bisa di angkat karena prestasinya.sepertinya pria ini benar-benar jatuh hati pada wanita ini"


Kata-kata Rizal yang membuat Banyu bertambah kesal pada hendrawan.tatapan matanya semakin menyala merah.


"Huh.!"


Banyu mendengus kesal sebari terus mengusapkan telur rebus itu pada pelipisnya yang memar bekas pukulan hendrawan.


"Satu hal yang harus kamu tahu teryata pria ini adalah anak lelaki satu-satunya dari pengusaha bernama Putra Bramantyo.tapi hubungan antara ayah dan anak ini kurang bagus karena pria ini tidak tinggal serumah dengan kedua orang tuanya.di dalam biro pria ini sekarang sedang ada rumor kalau pria itu sedang dekat dengan afina.!"


Dalam memberi penjelasan pada Banyu.Rizal memang sengaja membuat kesan kalau antara hendrawan dan afi ada kedekatan secara hati karena Rizal semakin melihat kalau ke ponakannya ini benar-benar jatuh hati pada gadis lugu itu.rizal dapat melihat dengan jelas setiap kali Banyu kesal jika mendengar hendrawan dekat dengan gadis itu.


"Aku tak perduli siapapun dia!,walaupun teryata misi kita sama tapi tetap saja aku sangat membenci pria itu.tadi dia hanya kupukuli tapi jika nanti dia macam-macam denganku aku akan menghabisinya..!"


Kata Banyu penuh emosi sambil meremas telur di tangannya sampai hancur luluh.


Di sebuah rumah susun tampak seorang pria sedang melakukan push up.dia adalah hendrawan pria macho itu selalu menjaga kebugarannya.


"40,41,42..!"


Hendrawan benar-benar lelaki yang kuat.sedang asyik dia push up tiba-tiba terdengar ada yang mengetok pintu rumahnya.


"Tok..tok..!"


Hendrawan merasa heran siapa yang datang kerumahnya.karena selama tinggal di tempat itu tidak pernah satupun ada tamu yang datang ketempatnya.hanya afi satu-satunya orang yang pernah di ajaknya kerumahnya.hendrawan pun melangkah membuka pintu dan dia sangat terkejut melihat siapa yang datang.iya nathalia sudah berdiri di depannya dengan keadaan sedikit mabuk rupanya wanita itu habis minum.


"Siapa..?!"


Seru hendrawan saat membuka pintu.teryata nathalia sudah tersenyum di depan pintu dan langsung masuk dengan langkah agak sempoyongan.


"Selamat malam hendrawan..!"


Suara nathalia agak sedikit serak karena terlalu banyak minum.


"Apa kamu habis minum nathalia..?"


Tanya hendrawan saat melihat kondisi nathalia sangat kacau.


"Iya aku minum sedikit tadi bersama teman-teman lamaku..!"


Jawab nathalia sambil membuka jaketnya dan memberikan pada hendrawan yang masih berdiri heran melihat nathalia yang tiba-tiba datang kerumahnya.


"Apa kamu mau minum teh atau jus..?!"


Hendrawan membuka kulkas dan mengambil sekaleng jus dingin dan memberikan pada wanita yang duduk di sofa malasnya.


"Minumlah.kenapa kamu datang kesini nathalia..?!"


Tanya hendrawan sambil menatap nathalia.


"Huh..kenapa ?apa aku tak boleh datang kerumah teman lamaku..?!"


Tanya nathalia sambil mematikan lampu di ruang tamu hendrawan dan menghidupkan lampu meja di sudut ruangan itu.hendrawan mulai tidak menyukai kelakuan nathalia.apalagi hendrawan tahu kalau nathalia bisa menjadi wanita yang sangat agresif dan dia tidak mau mendapat masalah karena hal ini.


"Nathalia,aku akan mengantarmu pulang.tidak baik kalau kamu di sini..!"


Kata hendrawan sambil memberikan jaket nathalia dan menarik tangan wanita itu untuk membawanya keluar dari rumahnya.


"Kenapa kamu keberatan aku di sini.?! Sementara kamu membawa janda itu tidur di rumahmu dan kalian menghabiskan malam bersama tanpa masalah..!apa bedanya denganku,aku juga anak buahmu,apa kamu jatuh cinta pada janda itu..?"


Seru nathalia sambil mengambil jaket di tangan hendrawan dengan kesal.


"Jangan sejajarkan aku dengan wanita kampungan itu.aku tidak suka..!"


Nathalia sangat marah pada hendrawan dan berjalan keluar dari rumah hendrawan.


"Sekarang bukan waktunya membahas tentang afi.aku akan mengantarkan kamu pulang.ayo..!"


Hendrawan menarik tangan nathalia dan segera membawa wanita itu menuju mobilnya yang terparkir di area parkir rusun.sekilas dia melihat mobil honda jass warna merah milik nathalia terparkir di tempat itu juga.mobil hendrawan meluncur kerumah nathalia sementara gadis itu terlihat hanya memandang kosong keluar jendela mobil tanpa bicara apapun.


Pagi itu di kantor Putra Grup tampak pemiliknya sedang di buat kesal.


"Halo..bagaimana itu bisa terjadi..baiklah terus awasi dan laporkan padaku..! Sialan..!"


Putra melempar ponsel yang telah memberikan kabar kurang menyenangkan bagi lelaki angkuh ini."kenapa jadi seperti ini..!ah..!dasar tidak berguna..!"


Putra ngomel sendiri.tak lama telepon di mejanya berdering.


"Halo..apa..! O..!tuan..!Iya tuan apa kabar..?! Iya..!iya..!O..!baiklah..! Akan saya selesaikan..!trimakasih, selamat pagi..!"


Tampak rona wajah putra berubah saat tahu siapa yang menelpon.sepertinya suara di ujung telpon adalah orang yang sangat dia hormati. imam sudah berdiri di depan bosnya, menunggu putra selesai berbicara dengan orang di telpon.imam masuk membawa sebuah map yang berisi semua informasi yang dia perlukan.


"Saya dapat infomasi penting tuan..!"


Imam memang sangat cekatan setiap dapat tugas dari bos nya itu.dalam sekejab putra sudah dapatkan apa yang ingin dia tahu.saat putra selesai menelpon imam langsung menyodorkan map tersebut kepada Putra. Lelaki itu langsung membuka map itu disana terlihat foto Banyu dan juga foto afi.di dalam map itu juga ada foto anak lelakinya hendrawan.foto ketiga orang itu sedang berada di Gym Tony brother.


"Apa ini..?! Mereka bertiga saling mengenal..?! Tuan Banyu mengenal hendrawan dan wanita ini siapa dia..?!"


Tanya putra agak heran bagaimana dua orang yang berbeda aliran bisa saling mengenal dan juga siapa wanita yang ada di antara mereka.


"Iya tuan kelihatan Tuan banyu dan tuan muda hendrawan saling mengenal.tapi menurut informasi mereka sepertinya tidak saling menyukai karena mereka melakukan tanding di atas ring dan saling adu jotos.lalu wanita itu bernama afina dia adalah anakbuah tuan hendrawan.!"


Imam menjelaskan semua informasi yang dia dapatkan.


"Hendrawan seorang polisi..! Banyu langit seorang pengusaha.dua orang yang sangat berbeda profesi saling mengenal..!ini sangat aneh..!"


Putra sangat heran melihat foto ketiga orang itu.


"Kelihatannya mereka terlihat sedang memperebutkan seorang wanita.wanita yang ada di foto itu..!"


Kata imam yang membuat putra semakin heran.


"Apa..?! Benarkah..!?wanita ini..?!"


Mata Putra menatap tajam dan alisnya terangkat putra benar-benar terheran-heran, seakan tak percaya pada ucapan orang kepercayaannya ini.


Sementara itu di sebuah toilet di polres dua orang lelaki sedang melakukan pembicaraan mereka adalah Hermansyah dan Made.Hermansyah sedang merapikan rambutnya dan Made membantu merapikan krah baju atasannya ini.akhir-akhir ini Made memang sedang gerah dengan Hendrawan.apalagi sejak kepala satuannya itu memutuskan untuk membawa orang umum seperti afi untuk ikut dalam tim elit dalam menangani kasus besar yang saat ini mereka tangani.Made sangat tidak suka dengan rumor tentang hendrawan menjalin hubungan dengan afi dan berniat mengadukan hal ini pada hermansyah.


"Lalu bagaimana kemajuan tentang penyelidikan kasus J.w Marion yang saat ini sedang kalian tangani..?!"


Tanya hermansyah pada made sambil terus merapikan rambutnya yang masih tetap hitam terawat walau sedikit botak di depannya.


"Sepertinya kasus ini sudah mengalami banyak kemajuan pak..! Tapi akhir-akhir ini pak hendrawan kurang fokus pada penyelidikannya.apalagi soal penyelidikannya pada Ceo muda yang bernama Banyu langit.masalahnya orang yang di tugaskan untuk menyelidiki orang tersebut adalah afi yang saya sangat ragukan kemampuannya.!"


Made mulai mempengaruhi hermansyah agar orang itu bisa menegur hendrawan karena itu adalah tujuan made sebenarnya.


"Maksudmu hendrawan tidak sungguh-sungguh menangani kasus ini..?!"


Hermansyah belum begitu paham maksud ucapan made.


"Sebenarnya pak hendrawan itu adalah orang yang sangat rajin dan pandai dalam menangani setiap kasus yang dia kerjakan.tapi semenjak dia berhubungan dengan wanita itu semua jadi keluar dari aturan.semua dia langgar seperti kenapa dia harus memasukan afi dalam tim khusus ini.sekarang ini kesatuan kita sedang menjadi sorotan karena beberapa hari yang lalu pak hendrawan datang kekantor bersama wanita itu yang menyebabkan ada rumor kalau wanita itu sengaja menjerat pak hendrawan agar dia bisa mendapat jabatan yang di inginkannya.terbukti sekarang saja wanita itu sudah di angkat menjadi kepala keamanan rakyat.!"


Made merasa sangat kesal.dia pun sangat bersemangat menjelekan afi di depan hermansyah.


"Apa benar hendrawan menjalin hubungan percintaan dengan gadis itu..?!"


Tanya hermansyah pada made yang menganggukan kepalanya.membuat hermansyah mulai termakan oleh omongan made.obrolan dua orang itu terputus saat terdengar suara ponsel hermansyah berdering.


"Halo..! O..tuan..! Apa...!iya..!benarkah..?! Baiklah..!"


Hermansyah tampak marah setelah mendapat telpon dari orang itu dia pun segera meninggalkan Made tanpa bicara apapun.sampai di ruangannya hermansyah langsung memanggil hendrawan untuk menghadap.kelihatannya lelaki satu ini sangat marah pada hendrawan entah apa yang di katakan oleh orang di dalam telpon tadi padanya.


"Selamat pagi pak..!"


Hendrawan memberi salam pada atasannya itu.


"Hm..! Duduklah..! Hendrawan..!kenapa jadi seperti ini.?! apa saja yang kamu kerjakan selama ini?!. Hari ini bahkan kepala dari pusat menegurku atas kasus yang sedang kamu selidiki...!"


Hermansyah mencoba meminta penjelasan dari hendrawan.dia menatap hendrawan dengan mata terlihat marah.


"Semua sudah berjalan sesuai dengan yang seharusnya pak..! Kemajuannya adalah kita sudah bisa memastikan kalau ini di lakukan oleh seorang pembunuh bayaran dan pelakunya bukan kelompok *******.kita sekarang tinggal menyelidiki orang-orang yang berhubungan dengan Kevin Prawiro Utama dan ada kemungkinan ada hubungan dengan masalah perempuan.tapi ini baru dugaan.karena sehari sebelum kejadian tragedi itu ada pertengkaran antara Kevin dengan seorang wanita...!"


Jelas hendrawan pada atasannya ini.tapi mendengar penjelasan hendrawan bukannya menerima laporan dari hendrawan .lelaki yang tampak sangat berwibawa ini malah berteriak marah pada hendrawan.


"Kamu sadar nggak dengan ucapan kamu.apa kamu pikir tragedi yang sampai memakan  korban begitu banyak masalahnya hanya karena perempuan..! Huh..!ada apa denganmu..?! Di mana hendrawan yang aku kenal begitu smart dan jeli dalam menangani kasus yang kamu hadapi.!ada apa denganmu.?! Terkadang saat kita memakai standar pikiran orang awam yang tidak mengerti apa-apa.kita akan ikut dalam pikiran kampungan dia.!kamu tidak bisa mencampur adukan masalah pengabdian pada negara dan masalah pribadi,ingat itu..!"


Bentakan hermansyah membuat hendrawan agak kaget dia sama sekali tak menyangka kalau atasannya ini begitu marah padanya.dalam hati hendrawan pasti ada yang tidak beres kelihatannya atasannya ini sedang ada masalah lain.


"Ini adalah hasil dari penyelidikan sementara..!saya sudah memberikan tugas pada semua anak buah saya untuk mencari tahu semua orang yang berhubungan dengan Kevin .baik itu relasi bisnisnya atau orang yang ada di dalam perusahaannya sendiri."


Hendrawan tetap menyampaikan segala tugas yang saat ini sedang di lakukannya sekarang.


"Apa tugas itu juga kamu berikan termasuk pada kepala keamanan rakyat itu..?!"


Akhirnya hendrawan tahu apa penyebab dari Badmoodnya kapolres ini.


"Iya siap.!"


Akhirnya hanya itu yang menjadi ucapan hendrawan.


"Hentikan rumor yang beredar dan bersikaplah profesional..! Ingat kita adalah sebuah institusi negara.! Tunjukan padaku,kalau anak buahmu yang satu itu layak untuk jadi tim kamu atau segera keluarkan dia dari tim..!"


Kata hermansyah mengakhiri pertemuannya dengan hendrawan.


"Siap pak..!"


Jawab hendrawan sambil memberi hormat dan keluar dari ruangan itu.hendrawan hanya bertanya-tanya pasti ada orang yang melaporkan tentang kedekatannya dengan afi.tebakan hendrawan orang itu adalah nathalia.begitu sampai di ruangannya hendrawan terdiam menatap afi dari jauh.memang benar dia harus bersikap profesional dalam bekerja. hendrawan mengangkat telponnya dan menyuruh afi keruangannya.tak lama wanita lugu itupun masuk kedalam ruangan hendrawan.begitu afi duduk di kursi hendrawan segera menutup pintu dan juga tirai jendela.lalu duduk di dekat afi.


"Afi,apakah ada kemajuan dari penyelidikan mengenai Banyu.apakah ada informasi yang kamu dapatkan tentang pria itu..?!"


Tanya hendrawan serius.


"Aku belum dapat informasi lebih tentang Banyu,terakhir aku dengar kalau dia ada perjalanan bisnis ke korea dan sampai sekarang aku belum dapat kabar lagi..!"


Kata afi sambil menatap hendrawan untuk meyakinkan pria itu.


"Afi,ada yang harus kamu tahu.kemungkinan terbesarnya adalah...!"


Sesaat hendrawan menarik nafas panjang.


"Afi,kamu harus segera mendapat informasi mengenai banyu.satu hal janganlah kamu mengunakan perasaan dalam mendekati Banyu.bukan aku tak percaya tentang perasaan hati kamu tapi kau harus mengerti bahwa Banyu adalah orang yang tidak punya hati.kamu terlalu polos untuk melihat seorang Banyu.jangan biarkan hatimu terluka untuk yang kedua kalinya..! "


Hendrawan meyakinkan afi agar afi tidak terlalu bermain perasaan dalam menangani soal Banyu.


"Aku.! Iya aku tahu semua memang sangat sulit dan berbahaya,tapi aku akan bersikap profesional."


Afi menepis rasa khawatir hendrawan.lagi pula mungkin hendrawan benar,pria yang bernama banyu itu adalah pria yang tidak punya hati.buktinya sekarang saja Banyu mengambil kesempatan untuk menjadikan dirinya sebagai pacar pura-puranya.bagaimana kalau Banyu melakukan hal-hal yang tidak baik padanya.apalagi sikap Banyu itu terkadang terlihat lembut tapi ada kalanya pria itu sanggup menjadi pria yang sangat galak sekali dan jujur itu membuat afi sangat takut pada Banyu.ah apa yang ada dalam pikiran afi cukup membuatnya pusing.tapi saat teringat tujuan untuk membantu terungkapnya siapa pelaku pengeboman itu,afi pun segera mengusap air mata yang mulai berderai di pipi halusnya.hendrawan yang melihatnya menangis menjadi sedih,tapi kewajiban sebagai seorang polisi yang bertugas demi negara dan bangsa harus menuntutnya untuk tegas.apalagi hari ini dia benar-benar mendapat teguran keras dari Hermansyah.


"Afi,maafkan aku.jika kamu ingin mundur dari tim ini karena merasa tidak sanggup untuk melaksanakan tugasmu aku akan mengizinkannya..!"


Kata hendrawan pelan ada rasa tak tega melihat wanita yang di sukainya itu kelihatan begitu sedih.hendrawan merasa kalau tugas yang di berikan pada afi memang sangat berat dan juga berbahaya.memberi tugas pada afi untuk mencari tahu siapa Banyu sebenarnya sama dengan memasukan afi kedalam sarang harimau.hendrawan mengacak rambutnya terlebih melihat afi masih menunduk sambil terisak.


"Tidak..!sekarang saya benar-benar siap untuk melaksanakan tugas itu apapun rezikonya..!"


Seru afi memecah keheningan di antara mereka berdua membuat hendrawan menatap intens pada afi.entah kekuatan dari mana yang membuat afi berbicara seyakin itu.


Setelah bertemu dengan hendrawan, afi kemudian ke toilet membasuh mukanya dengan air dingin untuk menghilangkan gemuruh di dalam dadanya setelah pertemuan di dalam ruangan hendrawan yang sempat membuatnya sedikit stres.sekilas di lihatnya wajahnya di cermin besar di depannya.saat afi menatap wajahnya di cermin tampak seorang wanita cantik mencuci tangannya di sampingnya.wanita itu adalah nathalia kali ini senyum manis menghiasi bibir merah wanita yang selalu tampil modis itu.


"Afi,selamat ya,aku dengar kamu mulai bisa mengerjakan tugas-tugasmu.aku yakin kamu bisa melakukan tugasmu dengan baik..!"


Afi agak kaget dengan sikap nathalia yang tiba-tiba sangat baik padanya.ada apa dengannya atau memang sekarang nathalia sudah mulai berubah syukurlah afi jadi lega sekarang.


"Trimakasih bu nathalia..!"


Seru afi sambil tersenyum ramah pada nathalia.


"Tetap semangat ya..!"


Nathalia memberi semangat pada afi sambil menepuk bahu afi lalu pergi meninggalkan gadis itu yang masih nyengir mendapat perlakuan yang tak biasa dari nathalia.sementara itu begitu kaki nathalia sudah berada di luar toilet wanita itu menghentikan langkahnya dan menoleh pada afi yang masih berada di dalam toilet tiba-tiba pandangan mata nathalia berubah begitu sinis dan raut wajah penuh kebencian terukir jelas di sana entah rencana apa yang sedang di lancarkan wanita satu ini.yang jelas dia kembali melangkah pergi dengan senyum penuh dengan rencana jahat di otaknya.sampai di ruang kerja nathalia melihat Tatik yang sedang sibuk melihat berkas di tangannya.


"Apa tugas afi hari ini bu Tatik.?!"


Tanya nathalia penuh selidik.


"Saya tidak tahu, soalnya tadi dia bertemu dengan pak hendrawan dan sampai sekarang saya belum bertemu..?"


Jawab tatik tanpa menoleh pada nathalia karena tangannya sibuk mengetik.


"Apa kamu tidak bisa bersikap sopan,aku sedang bicara padamu..?!"


Teriakan nathalia langsung membuat Tatik berdiri dari tempat duduknya dengan tegap.wanita galak itu pun berlalu dengan kekesalan di hatinya mengetahui kalau hendrawan bertemu lagi dengan afi.tatik hanya terbengong melihat nathalia uring-uringan nggak jelas.


Malam ini terasa berbeda bagi afi,wanita ini tenggelam dalam kenangan masa lalunya dengan Hans, mendiang suaminya.di depannya ada setumpuk kenangan barang-barang milik Hans tersusun rapi ada setumpuk surat cinta dari hans untuk afi,foto pernikahan dan juga foto saat mereka merajut tali kasih dan ada juga baju hans yang terlipat rapi dan sangat terawat.


"Sayang,aku sangat merindukanmu.rasanya hidup ini begitu sulit tanpamu.rasanya seperti mimpi begitu cepat kamu pergi meninggalkan aku sendiri.tapi percayalah kamu selalu hidup dalam hatiku sayang.aku janji akan terus berjuang untuk mengungkap siapa yang telah menyebabkan kematianmu.aku janji..!"


Afi memeluk erat baju Hans sambil mencium baju itu seolah hans lah yang dia peluk dan cium.hanya hal seperti itulah yang afi lakukan setiap kali dia rindu pada suaminya itu.


terdengar suara telpon berbunyi yang membuat afi segera berlari kebawah untuk mengangkat telpon tersebut.


"Halo..!selamat malam! Apa..!iya..!baiklah saya kesana sekarang..!"


Dengan panik afi segera berlari kekamarnya dan dalam sekejab mata dia sudah memakai seragam kamara nya dan segera mengunci pintu pos.melaju dengan motor polisinya menuju ke sebuah tempat.afi mendapat laporan dari orang yang menelponya bahwa ada keributan di Tony brother.sementara di tony brother tampak ronald dan adiknya mike sedang berada di ruang belakang tampak ronald sedang asyik menghitung pendapatan dan mike sedang memperbaiki sarung tinju di tangannya.


"Wah..!untuk bulan ini kita punya banyak penghasilan..!semenjak orang-orang menangani masalah pengeboman itu.kita banyak dapat member yang masuk ke club kita.!"


Seru ronald dengan wajah senang. mike pun ikut bahagia melihat kakaknya tersenyum riang.


"Iya kak teryata tragedi itu justru membawa berkah untuk usaha kita.iya bukannya aku senang dengan kejadian itu tapi maksudku kan karena masalah itu usaha kita jadi rame.!"


Mike terus bicara tanpa melihat kalau kakaknya melotot padanya.karena ronald tidak senang melihat adik bungsunya itu selalu asal bicara.tak lama  telpon berdering ronald mengangkat telpon itu.


"Halo selamat malam..! Apa..?! Siapa ini..?! Halo..!"


Tampak ronadl di buat kesal dengan orang di telpon barusan.


"Dasar orang aneh..!"


Ronald menutup telpon dengan agak keras membuat mike menatapnya.


"Siapa kak..?! Kelihatanya kakak kesal banget.?!"


Tanya mike melihat ronald tampak kesal.


"Orang aneh,dia marah-marah nggak jelas..!nggak tahu siapa,kelihatannya salah sambung..!"


Jawab ronald dan kembali menghitung kembali catatan di depannya.

__ADS_1


Kedua orang kakak beradik kaget saat seorang wanita dengan pakaian kamara tiba-tiba masuk kedalam ruangan tempat mereka berada dengan membawa pentungan polisi.


"Mana..!mana orangnya..?! Kalian tidak apa-apa kan?!"


Teriakan afi membuat bingung kedua orang itu.mereka tidak mengerti apa yang di maksud dengan wanita ini.


"Selamat malam mbak afi..!anda mencari siapa..?!"


Tanya ronald melihat afi seperti mencari orang kesana kemari.


"Bukankah tadi kalian menghubungi pos taman mada dan mengatakan kalau di sini ada keributan.!"


Kata afi dan membuat kedua orang melongo di buatnya karena mereka tak merasa menelpon ke pos.


"Tidak ada mbak ! Di sini tidak ada keributan dan saya juga tidak ada menelpon ke pos.!"


Ronald merasa ada yang aneh.siapa juga orang yang iseng membuat laporan palsu.apalagi barusan juga ada yang menghubunginya sambil marah-marah nggak jelas.


Begitu afi mendapat penjelasan seperti itu dia pun kembali kearah pos taman mada dengan hati masih heran dan bingung.baru kali ini ada orang yang berani iseng dengan laporan palsu seperti itu.belum habis kebingungan afi dia terkejut saat mendapati keadaan kamarnya berantakan semua barangnya berhamburan tak menentu.siapa orang yang melakukan teror seperti ini.tapi anehnya orang itu masuk kedalam pos tanpa merusak pintu yang masih terkunci dengan rapi.


Fauzi yang segera di hubungi afi langsung datang ketempat kejadiannya begitu melihat kondisi kamar afi yang berantakan dia pun langsung menelpon ke pusat.hendrawan yang kebetulan masih berada di kantor segera datang ke pos taman mada.pria gagah itu langsung berlari ke dalan kamar afi memastikan kalau wanita itu baik-baik saja.begitu sampai di tempat afi,hendrawan melihat kamar afi sangat berantakan.


"Kamu tidak apa-apa afi..!"


Tanya hendrawan panik saat mendapati wanita itu sedang kebingungan membereskan barang yang berantakan dimana-mana.


"Tidak,saya tadi tidak di tempat saat kejadian.tadi ada telpon yang melaporkan kalau ada keributan di Tony brother jadi aku kesana dan aku juga sudah mengunci pintu itu.tapi sampai di tony brother teryata itu laporan bohong .mereka tidak ada yang melapor ataupun disana juga tidak ada keributan sama sekali.!"


Kata afi sambil terus merapikan kamar tidurnya.


Ada orang yang sengaja melakukan teror dan orang ini bukan orang sembarangan karena dia bisa masuk kedalam pos tanpa merusak kunci pintu yang baru saja dipasang secara otomatis seminggu yang lalu.iya pintu pos itu di desain khusus dengan mengunakan pin untuk kuncinya.hendrawan merasa afi sedang dalam bahaya karena hanya kamar afi lah yang di obrak-abrik oleh orang itu sementara di ruang pos tampak masih rapi.apa yang sebenarnya di inginkan atau di cari di kamar afi itu pertanyaan besar hendrawan.


"Sebenarnya apa maksud orang itu,kenapa di meneror afi..?!"


Kata fauzi sambil menatap hendrawan penuh tanya.hendrawan hanya bisa menatapnya tanpa jawaban apapun.setelah itu hendrawan segera meninggalkan tempat itu menuju kesebuah tempat yang mungkin bisa memberinya jalan keluar.hendrawan menduga kalau teror pada afi di lakukan oleh orang-Orang yang berhubungan oleh banyu.


Sementara itu Putra sedang bersama dengan imam hendak menemui relasi bisnisnya saat ponsel imam berbunyi.


"Halo..!iya..!"


Imam menjawab telpon itu lalu menyerahkan pada bos nya itu.


"Ada telpon dari tuan muda.! tuan..!"


Kata imam sambil mengulurkan ponselnya pada putra.


"Halo..!iya..!baiklah kamu di mana..?!iya..!"


Jawab putra lalu menutup telpon itu dan menyerahkan kembali pada imam.


"Kamu cancle dulu pertemuan ini.dia menunggu ku..!"


Perintah putra dan berjalan meninggalkan imam menuju ke ruang tamu kantornya.disana terlihat Hendrawan sudah duduk menunggu dengan secangkir teh di depannya.


"Selamat malam pak putra..!"


Sapa hendrawan kaku, yang di sambut tawa khas Putra melihat sikap anak laki-lakinya ini.


"Akhirnya kamu menemui ayahmu juga setelah sekian lama.apa yang membawamu kemari..?! Kau datang sebagai polisi atau sebagai anak dari Putra Bramantyo..?!"


Tanya Putra dengan dinginnya walau dalam hati dia begitu merindukan putra nya ini.tapi kemarahan dan kesombongannya mampu menutupi kerinduan itu dengan rapi.


"Saya datang hanya ingin bertanya,apakah anda berteman dengan Banyu langit..?!"


Tanya hendrawan menatap pria yang juga sangat di rindukannya ini.


"Oh..! Banyu langit..?! Iya dia adalah relasi bisnisku sekarang dia  salah satu investor dalam perusahaan aku yang menangani masalah Gas.ada masalah apa kamu bertanya tentang dia.?!"


Putra menatap wajah hendrawan dengan tajam.pria ini tak mengerti kenapa anaknya bertanya tentang Banyu langit.


"Bisakah anda membawaku untuk pertemuan santai kalian.karena ada yang ingin aku tahu tentang dia.! Dan mungkin aku akan mencoba untuk belajar tentang bisnis..!"


Hendrawan mencoba meminta bantu pada ayahnya itu untuk bisa lebih mengenal banyu melalui ayahnya dengan mencoba masuk dalam bisnis ayahnya hendrawan bisa menyelidiki Banyu.hanya itu alasan bisa lebih tahu tentang banyu tanpa membahayakan afi.hendrawan berencana menyelidiki sendiri Banyu melalui hubungan bisnis.walaupun itu artinya dia harus berdamai dengan ayahnya dan menerima untuk masuk keperusahaan Putra.


"Oh..!jadi itu masalahnya..! Apa ini ada hubungannya dengan wanita itu..!"


Kata-kata putra membuat hendrawan heran dari mana putra tahu tentang afi.atau jangan-jangan yang terjadi pada afi adalah..? Ah tidak itu pasti salah tidak mungkin ayahnya melakukan hal serendah itu.lagi pula ayahnya tidak punya alasan untuk menteror afi.


"Wanita apa yang ayah maksudkan..?!"


Tanya hendrawan ingin memastikan siapa wanita yang di maksud ayahnya itu.


"Iya wanita yang kamu suruh menyelidiki ayahmu ini..!siapa lagi kalau bukan nathalia..!"


Jawab Putra sambil menatap tajam pada hendrawan.


Hendrawan lega teryata bukan ayahnya yang melakukan teror itu.lagi pula kelihatanya terlalu berlebihan kalau dia menuduh ayahnya yang bukan-bukan.


"Maafkan aku ayah,kalau masalah nathalia itu karena tugas yang harus dia jalankan karena itu terkait dengan kasus yang sedang kami selidiki.lagi pula kalau ayah tidak terlibat pasti itu tidak jadi masalah bukan..?!"


Kata hendrawan yang membuat mata Putra melotot tajam padanya.


"Baiklah kalau begitu ! Ha..ha..ha..!kalau kamu mau datanglah ayah akan ada acara makan malam bersama dengan Banyu langit dan relasi bisnis ayah yang lain.!"


Kata putra sambil berdiri meninggalkan hendrawan yang mencium tangan pria itu setelah bertahun-tahun tak di lakukannya.putra sangat senang mendapat perlakuan seperti itu. Rasanya ingin dia memeluk anak lelakinya itu tapi dia tahan.


Di sebuah kamar hotel berbintang tampak Gunawan sedang menelpon seseorang.


"Iya sayang hari ini aku ada meeting,jadi aku tidak bisa pulang dan besok aku langsung ke surabaya selama 3 hari.!baiklah da..!"


Gunawan tersenyum penuh kemenangan.sementara seorang wanita dengan baju seksi sedang duduk di sofa yang terletak di sudut kamar.wanita itu adalah lilis,iya sejak lilis melihat Banyu bersama dengan afi.lilis memutuskan untuk menerima tawaran Gunawan untuk menjadi wanita simpanannya.


"Bagaimana sayang..!teruslah bersamaku dan akan kujadikan kamu cinderelaku.semua kebutuhanmu akan aku penuhi jadilah cinderela itu dan aku akan mempersiapkan apartemen untukmu itu akan menjadi milikmu seutuhnya.aku akan memberi apapun yang kamu inginkan..?!"


Gunawan melihat lilis wanita yang sudah beberapa hari ini membuatnya melupakan istri-istrinya.mungkin karena kecantikan dan usia lilis yang masih sangat muda yang membuat Gunawan jatuh hati padanya.apalagi soal urusan ranjang teryata lilis mampu memberi kepuasan tersendiri pada Gunawan itulah yang semakin membuat gunawan tergila-gila pada lilis.Gunawan mencoba meraih tangan lilis tapi perlahan gadis itu menepis tangan pria itu halus.


"Baiklah kamu bisa memikirkannya lagi tentang tawaranku ini.tapi satu hal yang harus kamu tahu,kehidupan di luar itu sangat sulit.aku hanya ingin kamu tidak kesulitan di luar sana..!aku pergi dulu."


Kata Gunawan sambil berdiri dan memakai jas nya.kakinya melangkah pergi meninggalkan lilis tapi wanita itu menghentikan langkahnya.


"Baiklah..!aku menerima tawaran


Mu..!"


Seru lilis yang membuat  pria itu menoleh dan kembali mendekatinya.


"Aku senang kamu menerima tawaranku..!kita akan ke apartemen barumu setelah aku selesaikan urusanku sekarang ini.aku akan cepat kembali kamu istirahat saja di sini.kalau kamu membutuhkan sesuatu pakailah ini."


Gunawan mengambil sebuah kartu kredit dan meletakannya di tangan lilis.sambil mencium lembut bibir lilis dan berlalu pergi keluar dari kamar itu.meninggalkan lilis yang terduduk di sofa itu dan meneguk bir dingin dalam kaleng.teryata seperti ini akhir perjalanan cintanya lilis menatap kartu kredit di tangannya.inikah cintanya menjadi simpanan pria kaya itu.


Pagi itu di dalam biro sedang ramai sekali semua anggota kelihatannya sedang sibuk menangani para napi.afi yang sedang ingin bertanya pada irwan atau made tidak bisa melakukan karena mereka sedang sibuk mengiterogasi napi.bahkan saat melihat irwan sedang menyeret seorang napi afi mencoba bertanya soal berkas yang ada di tangannya ini tapi irwan terus berlalu begitu saja tanpa menghiraukan dia.afi pun mencoba mendekati made yang sedang memukuli seorang napi yang sedang ketangkap basah memeras di pasar.


"Pak made..!pak made,ada yang mau saya tanyakan..?!"


Seru afi mendekati made yang sedang memukuli tersangka pemerasan itu.


"Kamu nggak lihat kalau aku sedang sibuk afi..!"


Seru made melihat afi masih bertanya padanya saat dia sedang sibuk seperti ini.


"Tapi pak,saya mau tanya ini..!"


Afi masih saja bertanya pada made dan membuat made melihat padanya.


"Nanti saja temui aku di ruang interogasi.setelah aku selesaikan ini..!"


Kata made membuat afi menuruti perintahnya dan kembali ke mejanya dengan kecewa sambil memandang berkas di tangannya yang tidak dia mengerti sama sekali.sebenarnya hendrawan dari tadi melihat semua yang di lakukan afi tapi dia menahan untuk tidak mendekatinya.


Tak lama made sudah berada di ruang interogasi menunggu afi yang kemudian datang membawa dua kaleng jus dan juga sebuah berkas di tangannya.afi menyodorkan minuman dingin itu pada made yang menerimanya dan langsung meminumnya.


"Oya apa yang ingin kamu tanyakan padaku tadi,kelihatannya sangat penting..?!"


Tanya made dengan gaya santainya.


" saya cuma mau menanyakan tentang berkas ini...!"


Afi menyodorkan berkas di tangannya.made melihat berkas tentang keributan yang ada di Tony brother beberapa hari yang lalu.


"Apa yang ingin kamu tanyakan dengan berkas ini?!"


Tanya made yang tidak tahu arah pertanyaan afi.


"Karena malam tadi ada orang yang masuk ke dalam pos taman mada dan membuat tempat itu berantakan.kelihatannya ada orang yang sengaja masuk ke dalam pos dan mencari sesuatu."


Kata afi dan membuat made terkejut karena dia sama sekali tidak tahu tentang hal itu.


Tanya made karena dia tahu afi pulang sebelum magrib.


"malam tadi saya dapat telpon yang melaporkan bahwa ada keributan di Gym tony barother,jadi saya langsung ketempat itu.tapi saat saya sampai di sana tidak ada kejadian apapun.bahkan tony bersaudara juga tidak merasa kalau menelpon ke pos.dan waktu saya kembali ke pos kondisinya sudah kacau"


Cerita afi memberitahu kejadian yang terjadi padanya.


"Apa mungkin ada hubungannya dengan keributan tempo hari di Tony Brother?!"


Tanya afi sambil menatap made.tapi orang yang sedang di tunggu komentarnya terdiam dan sedang berpikir keras,made baru bicara setelah beberapa lama afi menunggu


"Ini pasti ada hubungannya dengan masuknya kamu sebagai tim dalam mengusut kasus J w Marion ini.apa kamu sudah bicara pada pak hendrawan..?!"


Tanya made pada afi, dia berharap afi segera melapor pada hendrawan karena made mengira kalau hendrawan belum mengetahui peristiwa itu.


"Tadi malam pak hendrawan sudah datang ke pos taman mada.!aku rasa orang ini bisa saja adalah orang yang sama dengan orang yang bikin ribut di Tony brother."


Afi,berbisik pada made yang mulai terlihat serius.


"Afi,kamu harus berhati-hati mulai sekarang.kelihatannya ini serius kamu bilang kalau kunci pintu itu tidak rusak sama sekali.itu artinya hanya dua kemungkinan.orang yang masuk kedalam pos itu adalah orang yang tahu kode masuk pintu otomatis itu dan itu adalah kamu sendiri dan pak fauzi dan itu tidak mungkin kalian itu berarti orang yang masuk kedalam pos dan bikin teror itu adalah orang yang ahli dalam teknologoli.!"


Kata made dan afi pun menganggukan kepalanya.setelah lama mereka berbicara di dalam ruang interogasi akhirnya mereka keluar dari tempat itu.hendrawan yang melihat afi berbicara dengan made tersenyum saat melihat sikap lugu afi dalam berbicara pada made.mungkin karena keluguan gadis itu hendrawan jatuh hati padanya.hendrawan menjawab ponsel yang berdering saat terlihat nama ayahnya tertera di layar.


"Halo..!Iya hendrawan di sini..! Iya baiklah..!"


Hendrawan menutup telponya dan kembali keruangannya.


Sementara itu di rumah Banyu tampak pria tampan ini sedang menyiapkan berkas kedalam sebuah koper.tampaknya dia sedang bersiap untuk bertemu relasinya.Rizal berdiri di depannya dengan siaga. bunyi ponsel menghentikan tangan kekarnya memasukan kertas-kertas itu.saat tangan itu hendak mengambil hpnya teryata dia kalah cepat dengan pamannya yang sudah lebih dulu menyambar ponsel itu dan mengangkat telpon itu.Banyu hanya tersenyum melihat kelakuan pamannya.


"Halo..!tuan putra!iya..!"


Rizal segera memberikan ponsel itu pada Banyu setelah tahu siapa yang menghubungi.


"Halo..!tuan Putra..!apa kabar..?!iya..!baiklah !malam ini baik..!"


Banyu menutup telpon dengan senyum bahagia.rizal yang melihatnya merasa kalau Banyu pasti mendapatkan kabar gembira dari Putra.


"Kelihatanya kamu bahagia sekali,ada kabar apa..?!"


Tanya rizal ingin tahu apa yang membuat senyum banyu terlihat sangat ceria.


"Akan ada makan malam..!"


Kata banyu sambil berlalu meninggalkan rizal yang masih menebak-nebak jawaban dari banyu.


"Makan malam dengan putra dan dia sangat bahagia seperti mau makan malam dengan wanita saja."


Kata rizal lirih sambil mengantar banyu menuju ke lift.


"Paman siapkan gadis itu malam ini dia harus menemaniku menemui mereka.aku akan sampai 2 jam lagi dan dia harus sudah siap di sini!"


Banyu memberikan perintah pada pamannya sewaktu dia di dalam lift sebelum pintu lift itu tertutup.rizal akhirnya mengerti arti senyuman Banyu yang terlihat ceria itu teryata karena gadis itu.rizal pun segera pergi ke pos taman mada sambil membawa tas berisi pakaian yang harus di kenakan afi untuk makan malam bersama Banyu.


Di pos taman mada fauzi sedang berjaga saat mau menelpon teryata telponnya tidak bisa di gunakan.fauzi berusaha mencari tahu ada apa dengan telpon itu.dia pun mengambil senter dan memeriksa keluar dari pos.teryata kabel telpon terputus melihat bekas dari kabel itu sangat jelas kalau kabel itu sengaja di potong oleh orang.teryata orang jahat yang masuk kedalam pos itu sengaja memutus aliran telpon sehingga tidak bisa berkomunikasi.


"Apa yang sebenarnya mereka inginkan dengan melakukan hal seperti ini..!"


Gumam fauzi lirih.tak lama dia melihat ada sebuah mobil mewah berwarna kuning berhenti di depan pos dan seorang pria yang 1 dia lihat turun dari mobil itu sambil membawa sebuah tas tenteng berwarna merah.


"Dia lagi..! Apa yang dia mau kenapa dia kesini lagi malam-malam begini.jangan-jangan dia orangnya..?!"


Fauzi mengomel setelah tahu siapa pria yang datang itu.iya lelaki itu adalah orang yang beberapa waktu lalu menggoda afi.


"Hei..!ngapain kamu kesini lagi..?!"


Bentak fauzi pada rizal yang kaget mendapat perlakuan kasar dari fauzi.


"Aku kemari mencari afi apa dia ada..?!"


Tanya rizal sambil menatap tajam pada fauzi yang masih melihatnya sambil melotot marah.


"Ngapain kamu mencari afi..?! Jangan,jangan kamu yang kemarin masuk ke sini dan meneror afi.katakan..?!"


Fauzi mendekati rizal dan mencari tahu apa yang di bawa oleh pria setengah tua ini di tas merah itu.sambil mencoba merebut tas itu fauzi akhirnya tahu kalau barang yang berada di tas merah itu adalah sebuah setelan baju dan juga sepatu wanita.


"Hei..!kenapa kamu tidak sopan sekali..!"


Rizal mencoba untuk menyembunyikan tas merah itu di belakang badannya.tapi fauzi berhasil melihat isi tas itu.di saat mereka berdua sedang memperebutkan tas merah itu datang afi yang mengagetkan mereka berdua.


"Selamat malam!!"


Seru afi saat melihat fauzi dan rizal saling berebut sebuah tas berwarna merah.fauzi dan rizal menoleh dari mana datanganya suara.di halaman afi berdiri mematung melihat dua orang itu sedang tarik-tarikan.setelah melihat ada afi fauzi pun meninggalkan afi dan lelaki itu.rizal menyampaikan ihwal kedatangan kepada afi.


Di apartemen Banyu tampak menunggu kedatangan wanita yang beberapa hari ini sangat di rindukannya.walau banyu tahu bahwa kedekatannya dengan wanita itu hanya sebuah kepura-puraan tapi entah kenapa rasa rindu di dalam hatinya tak dapat di kendalikannya.gadis cupu itu telah membuat tidur dan makannya beberapa hari ini tak enak.jika di ingatnya kalau gadis itu sengaja di kirim untuk memata-matai dirinya rasa kesal dan marah itu hadir dalam dirinya tapi entah kenapa rasa ingin selalu dekat dengan gadis itu justru semakin kuat.lamunan banyu buyar saat terdengar suara dari arah lift yang menandakan ada orang yang datang.Banyu tersenyum saat tahu siapa yang datang tapi senyum itu di sembunyikannya kala gadis itu berada di depannya.mata banyu melihat afi yang datang begitu cantik dengan memakai baju berwarna pink bercorak bunga-bunga.gadis ini benar-benar berubah,paman rizal memang sudah berhasil menyulap gadis cupu itu menjadi gadis berkelas.


"Selamat malam tuan..!"


Seru rizal berdiri disamping afi yang menatap pada banyu.


"Selamat malam..!"


Sapa afi sambil menatap takut pada Banyu yang melihat dengan tatapan tajam.


"Malam..! Duduklah..!"


Jawab banyu dengan suara dingin sambil tetap duduk dengan angkuhnya.walaupun sebenarnya sekuat tenaga dia menahan diri untuk tidak menyentuh gadis di depannya itu.sialnya hampir saja rasa rindu ini membuatku untuk memeluk gadis ini.


"Hari ini kamu harus menemaniku  makan malam dengan relasi bisnisku.yang harus kamu ketahui adalah datang bersamaku sebagai kekasihku jadi apapun yang akan aku lakukan padamu kamu tidak boleh merasa aneh ataupun menolaknya dan jika aku melakukan apapun selayaknya seorang pria pada kekasihnya kamu tidak boleh menolaknya kamu hanya cukup tersenyum dan mengatakan iya.!"


Banyu menatap tajam afi mulai dari rambut sampai ujung kaki.pria itu berdiri dan melepaskan ikatan rambut afi lalu mengurainya membuat afi terlihat semakin cantik.


"Kita berangkat sekarang..!"


Banyu melangkah dengan cepat dan afi pun harus setengah berlari mengejar pria tampan bertampang galak itu.bahkan di dalam lift pun afi dan banyu tak ada yang bersuara pria ini benar-benar sangat misterius, terkadang dia bersikap sangat angkuh dan galak tapi di lain waktu pria ini bisa bersikap sangat lembut dan baik.ah sudahlah semakin pusing saja kalau afi memikirkan sikap pria yang berada di depannya ini.


Sementara itu di sebuah restoran mewah tampak Putra sudah berada di tempat itu bersama Hendrawan yang baru saja datang.


"Duduklah..!aku kira kamu tidak akan datang, teryata kamu serius ingin mencoba untuk belajar mengenal dunia bisnis ayahmu ini..!"


Kata Putra tersenyum tipis pada hendrawan.


"Iya aku pikir tidak ada salahnya mencoba untuk mengenal dunia bisnis,hidup kadang bukan mengenai apa yang kita mau tapi apa yang harus kita terima.aku sedang mencoba untuk menerima..!"


Kata hendrawan tegas suaranya yang berwibawa membuat Putra tertawa lirih.


"Ha..ha..ha..!,kamu memang benar-benar anakku,aku senang dengan semua ini..!"


Putra begitu gembira melihat hendrawan bersikap seperti dirinya.dia seakan melihat putra muda yang sekarang berada di depannya.saat mereka asyik berbincang tamu yang di tunggu pun datang.seorang pria tinggi kurus berkaca mata datang dengan seorang wanita muda yang sangat cantik mereka adalah Gunawan dan lilis.Putra tampak kaget melihat Gunawan datang bersama wanita yang malam itu bersama mereka di karaoke dan tak kalah kagetnya Hendrawan yang mengenali lilis saat bertemu wanita itu di dalam lift dalam keadaan kacau.lilis juga agak sedikit kaget melihat hendrawan tapi semua saling diam, walau dalam hati mereka banyak sekali pertanyaan.


"Tuan Gunawan, selamat malam..! Silahkan duduk..!


Putra mempersilahkan teman bisnisnya ini untuk duduk.


"Selamat malam..!"


Sapa hendrawan pada gunawan dan lilis.sebenarnya putra mulai tidak suka dengan acara makan malam yang di adakannya ini dengan datangnya lilis yang di anggapnya sebagai wanita murahan.tapi dia tak bisa berbuat apa-apa karena ini soal bisnis.


"Selamat malam,kalian sudah lama menunggu..?!"


Jawab gunawan sambil melepaskan tangan lilis dan membantu menarik kursi untuk tempat duduk wanita itu .


"Selamat malam!"


Sapa lilis sambil mengukir senyum.sementara hendrawan masih berdiri terpaku melihat lilis.putra yang melihat anaknya masih berdiri menyuruhnya untuk duduk.saat hendrawan akan beranjak duduk putra tampak melihat Banyu datang dari pintu masuk restoran,putra menyapa dari kejauhan tapi senyum itu berubah jadi rasa kaget luar biasa saat melihat pria tampan yang menjadi relasinya itu tidak datang sendiri. seorang wanita cantik,wanita yang dia lihat di foto nya sedang berada di Gym Tony brother.Banyu tampak mengandeng mesra wanita itu.begitupun Hendrawan sangat kaget melihat afi datang bersama dengan pria itu hatinya bergemuruh di penuhi dengan rasa cemburu melihat tangan wanita itu bergelayut manja di lengan pria itu.tapi lagi- lagi hendrawan harus bersikap profesional.bukankah dia sendiri yang memberi perintah pada afi untuk mendekati banyu dan menyelidiki siapa pria tersebut.tapi rasanya hendrawan tidak bisa membiarkan afi terlalu dekat dengan target.hati dan pikiran pria gagah ini tidak sejalan.hatinya sangat tidak bisa menerima gadis yang disukainya berada sangat dekat dengan pria itu tapi pikirannya ini adalah bagian dari tugas.ah sangat menyulitkan dan pedih rasanya.


"Tuan Banyu..!selamat datang..!"


Sapa putra dengan sangat hangat menyambut partner usahanya ini.


Banyu tersenyum membalas sapaan Putra saat banyu melihat hendrawan dia sengaja mengengam mesra tangan afi yang bergelayut di lengannya.afi kaget saat tahu kalau hendrawan juga datang di acara makan malam itu dan lebih mengejutkan lagi teryata dia juga melihat lilis juga datang dan sedang duduk dengan Gunawan pria yang pernah di pukulnya dengan helm saat insiden tabrak lari itu.lilis juga kaget melihat temannya itu datang bersama pria yang dia sukai.Gunawan sangat geram melihat siapa wanita yang di bawa banyu untuk makan malam ini.malam itu benar-benar acara yang tidak menyenangkan untuk semua orang di meja itu.mereka saling menatap tajam terutama hendrawan dan Banyu.hanya karena saling menghormati posisi masing-masing yang membuat mereka masih berada di kursi mereka.


lilis berdiri dari tempat duduknya dan pamit ke toilet. afi pun segera menyusul temannya itu ke toilet.lilis sedang memperbaiki makeup nya saat afi masuk kedalam toilet dan menghampirinya


"Lilis..!apa kabar..?!"


Sapa afi saat bertemu dengan lilis yang sedang mengusap pipinya dengan spon bedak merapikan makeupnya.


"Kabarku baik!"


Jawab lilis singkat tanpa menoleh pada afi yang berada di belakangnya.

__ADS_1


"Lis,kenapa kamu pergi dari pos? Sekarang kamu tinggal dimana.?"


Afi mencercar lilis dengan banyak pertanyaan.karena lilis tidak pernah mau mengangkat telponnya


"Aku sudah punya tempat tinggal,kamu tidak usah khawatir..!"


Lilis menjawab pertanyaan afi dengan cuek.


"Apa kamu datang dengan pria itu.? Apa dia pria yang kamu bilang waktu itu..?!"


Tanya afi mencemaskan temannya karena yang dia tahu pria yang bersama lilis itu sudah beristri.


"Dia bukan pria itu.tapi sekarang dia adalah pria yang menjadi kekasihku..!"


Kata lilis dan mulai melihat pada afi.


"Dia kekasihmu..?tapi bukankah pria itu sudah punya istri.?!"


Kata afi ingin tahu karena tak ingin temannya bermasalah.


"Afi,aku tidak perduli dia sudah beristri atau tidak, yang aku tahu dia pria yang tergila-gila padaku dan aku menyukai semua fasilitas yang dia berikan.!"


Kata lilis mulai tidak senang dengan sikap sok perhatian yang di berikan afi.


"Tapi lilis..! Kamu..! Lilis..!"


Afi mencoba mengingatkan lilis tapi wanita itu pergi meninggalkanya tanpa mau mendengar panggilan afi padanya.lilis benar-benar merasa kecewa mendapati afi ada hubungan dengan Banyu.rasa marah dalam hatinya semakin membuatnya membenci afi.lilis merasa semua yang di inginkannya selalu di rebut oleh afi walau dia tahu semua itu bukan salah afi.afi masih berdiri bingung dengan sikap lilis padanya yang terlihat sangat marah.afi hanya tak ingin lilis terlibat dengan hubungan terlarang dan menjadi pelakor.


Di meja makan lilis menjadi kurang berselera melihat makanan di depannya.sementara Banyu dan gunawan yang duduk berhadapan sedang menikmati makanannya dengan nikmat.


"Bagaimana dengan pekerjaanmu..?!"


Tanya putra pada hendrawan yang sedang menyantap makanan di depannya.


"Masih sibuk dengan kasus-kasus yang biasa di tangani.tidak ada yang istimewa.!"


Jawab hendrawan hambar.


"Saya dengar anda tidak menyukai tentang dunis bisnis,tapi hari ini saya lihat anda ada di sini..?!"


Tanya gunawan yang ikut nimbrung dengan obrolan dua ayah dan anak ini.


"Oya,apa tuan Banyu sudah tahu.pak hendrawan ini adalah anak dari Tuan Putra..?!"


Kata Gunawan memberi tahu Banyu siapa Hendrawan.tapi saat banyu hendak menjawab perkataan Gunawan Afi datang dari toilet.Banyu tak melewatkan kesempatan untuk membuat Hendrawan cemburu.banyu langsung merangkul bahu afi dengan mesra.


"Sayang,kamu dari mana kenapa lama sekali..?!aku akan mengenalkanmu pada mereka.ini adalah kekasihku.!"


Kata banyu sambil merengkuh bahu afi kedalam pelukannya.membuat afi hanya bisa tertawa cangkung mendapat perlakuan seperti itu.hendrawan membulatkan matanya saat mendengar kata kekasih meluncur dari mulut Banyu.putra hanya tersenyum melihat Banyu memperkenalkan kekasihnya itu.


"Dia adalah wanita yang telah mengubah hidupku dan membuatku jatuh cinta...! Dan dia juga mencintaiku..!benarkan sayang..?!"


Banyu terus mengucapkan kata-kata gombal untuk membuat hendrawan cemburu.gunawan yang mendengar ucapan Banyu hanya mengusap kepalanya karena merasa kalau banyu terlalu memuja wanita yang pernah memukul hidungnya sampai retak itu.afi hanya bisa tertawa dan bingung harus bagaimana.


"Iya begitulah..!ha..ha.ha!kamu ini bisa aja..!"


Jawab afi bingung harus bagaimana dan hanya bisa menurut saja pada pria ini.sampai banyu memeluknya dia tak bisa menolaknya.tangan banyu mengusap rambut afi dengan lembut membuat afi malu karena semua mata melihat pada dia dan banyu.


"Selamat nona afi,anda pasti sangat bahagia mendapatkan cinta dari Tuan Banyu ini..!"


Kata Gunawan memberi ucapan pada afi dengan tatapan mata dan senyum mengejek pada afi.


"Trimakasih Tuan Gunawan Mandraguna Putra..!"


Kata afi dengan penekanan suara pada nama gunawan dan menatap tajam pada pria itu.Gunawan tertawa lirih mendengar afi menyebut namanya dengan lengkap.Banyu yang melihat sikap keduanya merasa kalau afi mengenal pria yang bernama Gunawan itu.


"Sayang,apa kamu mengenal dia..?"


Bisik Banyu di telinga afi.


"Iya kami pernah bertemu di kantor polisi ."


Jawab afi sambil tersenyum lembut pada Banyu.hendrawan yang melihat afi dengan posisi begitu mesra dengan banyu mencoba mengusir rasa cemburu yang meluap di dadanya dengan meminum jus dingin di depannya.banyu berdiri dan pamit pergi kearah toilet tak lama hendrawan menyusul pergi ke arah toilet pria.di dalam toilet hendrawan mendekati banyu yang sedang mencuci tangannya di wastapel.


"Ada hubungan apa antara kamu dan afi..?!"


Tanya hendrawan pada Banyu dengan senyum sinis.


"Dia mencintaiku dan aku mencintainya kami saling mencintai.ya kami adalah sepasang kekasih,kenapa kamu bertanya seperti itu ?! Kamu cemburu..?! Huh..!"


Bentak Banyu sambil menatap tak senang pada hendrawan dan meninggalkan pria itu.di meja makan afi sedang menikmati makanannya dengan lahap.Putra yang melihat afi begitu lahap melihat heran pada wanita yang kelihatan begitu kampungan ini.dalam hati putra bagaimana mungkin orang sekelas Banyu bisa jatuh cinta pada wanita seperti ini.


"Maaf nona afi,dimana anda bertemu dengan Tuan Banyu pertama kali..?!"


Tanya Putra ingin tahu dengan senyum lembut yang di paksakannya.


"Iya..!saya bertemu dengannya di suatu tempat..!"


Jawab afi penuh teka-teki.


"Yang saya tahu Tuan Banyu adalah seorang pengusaha sukses,tapi saya sangat kaget beliau bisa menjalin hubungan dengan anda. anda adalah seorang wanita yang sangat beruntung.jadi saya sangat penasaran dimana kalian bertemu  pertama kali..!tapi tak masalah kalau anda tidak berkenan memberi tahu..!silahkan makan..!"


Kata Putra sambil tersenyum datar.tapi pertanyaannya terjawab oleh Banyu yang datang dari arah toilet.


"Kami bertemu di Gym Tony brother..! Dan aku langsung jatuh hati padanya..!"


Seru Banyu yang langsung mengesek-gesekan hidungnya pada hidung afi dan membuat wanita ini gelagapan di buatnya.afi sangat terkejut dengan sikap terlalu berani Banyu padanya dan meninju dada Banyu kesal walau senyum terpaksa masih menghiasi bibirnya.hendrawan yang menyaksikan Banyu dan afi bermesraan hampir saja meluapkan emosinya.seandainya hendrawan tak ingat rencananya untuk masuk kedalam dunia bisnis ayahnya demi penyelidikannya rasanya dia ingin mematahkan tangan pria yang berada di tubuh wanita yang di sukainya itu.lagi-lagi hendrawan hanya bisa memandang kesal pada mereka.


"Tuan Banyu, saya dengar anda punya bisnis di Singapura dan juga Korea dalam bentuk investasi..?!"


Putra mencoba mengalihkan topik pembicaraan untuk mencairkan suasana yang terasa sangat tegang.


"Iya itu benar,itulah saya dan saya mencintai semua itu..!saya bahagia dengan semua yang saya punya..!"


Jawab Banyu dengan wajah ceria.


"Selamat untuk semua binis anda tuan Banyu..!semoga anda senang hari ini..! Saya sangat senang bisa berteman dengan pembisnis handal seperti anda..!"


Putra mengangkat minuman di gelasnya sebagai ucapan selamat pada banyu dan banyu membalas dengan mengangkat gelas di tangannya sebagai tanda cirs.


"Kalau boleh saya tahu berapa nilai investasi anda di masing-masing negara itu..?!"


Putra sangat ingin tahu berapa sebenarnya nilai yang bisa di keluarkan dari pria ini karena itu bisa menjadi bayangan berapa sebenarnya harta pria kaya ini.


"Untuk satu investasi saya memasukan dana 4 milyar dolar dan sekarang saya sudah mempunyai 4 investasi di Setiap negara itu.!"


Banyu begitu bangga mengucapkan keberhasilannya pada putra .membuat hendrawan tertawa sinis melihat betapa sombongnya pria ini.


"Terkadang saya tidak habis pikir kalau ada orang yang sangat bangga dengan keberhasilan yang di dapat  dengan menghalalkan segala cara..!"


Hendrawan bersuara dengan nada yang cukup tinggi.Banyu hanya tersenyum melihat hendrawan kini bersuara walau tidak tahu hendrawan mencoba untuk menyindir siapa?


"Maksud kamu,seperti mendapatkan keberhasilan dari korupsi atau semacamnya..?!


Tanya putra bersemangat karena anaknya teryata tertarik dengan pembicaraan bisnis ini.


"Itu benar.atau dia mendapatkan uang dari cara yang tidak benar atau kotor.seperti menjual narkoba atau yang lain.!sebagai seorang polisi saya sering mendapati kasus-kasus tentang persaingan bisnis yang kurang sehat bahkan mereka tak segan -segan menghabisi lawan bisnisnya..! Benarkan nona afi..?!"


Tiba-tiba hendrawan meminta pendapat afi.wanita yang sedang asyik dengan makanan di depannya langsung duduk tegap merespon ucapan atasannya tersebut.


"Iya benar sekali.bahkan akhir-akhir ini banyak kasus yang masuk di biro kami tentang perebutan kekuasaan dan juga persaingan bisnis.!bagaimana menurut tuan putra tentang dunia bisnis ini..?!karena tuan putra paling senior di sini saya jadi ingin tahu..?!saya ingin tahu bagaimana perjalanan anda dalam meraih kesuksesan dalam bisnis ini..?!"


Perkataan afi membuat putra terkejut karena tak menyangka wanita ini memberi pertanyaan seperti itu padanya.


"Saya, dalam bisnis saya selalu bersaing dengan sehat.lagi pula saya selalu mengutamakan kwalitas dalam setiap pekerjaan.itulah yang membuat Utama Grup berjaya.!"


Jawaban putra kurang memberi kepuasan pada afi.


"Bolehkah saya bertanya tentang anda Tuan putra..?!"


Tanya afi menatap tajam pada Putra.sebenarnya putra sudah sangat kesal dengan sikap afi yang terlihat ingin tahu tentang dirinya.tapi karena afi adalah pacar Banyu, putra terpaksa meladeni pertanyaannya.


"Tentu saja boleh apa yang ingin anda tanyakan nona..?!"


Putra masih bersuara halus pada afi sambil tersenyum.


"Tuan Putra Bramantyo,pemilik Putra Grup penerus dari kerajaan putra Grup yang sudah di milikinya dari Orang tuannya..! Bagaimana kehidupan anda sebagai seorang anak sehingga menjadi seorang pengusaha handal seperti ini..?!"


Pertanyaan afi membuat putra tersulut emosi.putra paling tidak suka ada orang yang bertanya tentang kehidupan pribadinya.


"Nona afi,kenapa anda bertanya seperti itu padaku..?! Kenapa anda tidak bercerita tentang kehidupan cinta antara anda dan tuan Banyu itu akan lebih menarik.lagi pula kenapa kita harus menganti topik pembicaraan seperti ini...!"


Putra mulai tidak sabar menghadapi afi.


"Kenapa Tuan putra keberatan menceritakan tentang masa kecil anda,apakah masa kecil anda kurang bahagia..?!tapi sekarang anda sukses menjadi pengusaha terkenal.pasti masa kecil seorang putra Bramantyo juga sangat spesial..!"


Seru afi dengan tampang bloon nya.


"Masa kecilku sama seperti anak-anak pada umumnya,anda sendiri bagaimana dengan kehidupan masa kecilmu nona..?!"


Putra sangat gerah dengan cecaran gadis lugu di depannya ini.


Sejenak raut wajah afi terlihat bersedih mengigat masa kecilnya.


"Masa kecilku tidak seberuntung anak-anak lainnya,kedua orang tuaku meninggal saat usiaku masih sangat kecil.!"


Jawab afi  sambil menatap sedih membuat Banyu kaget melihat afi berubah sedih.dia tak menyangka kalau gadis yang selalu ceria itu menyimpan kisah hidup yang begitu memilukan hati .banyu sangat terenyuh menatap pada afi.semua mata melihat afi dengan pandangan prihatin.


"Ah,kedua orang tuamu sudah tiada rupanya? Aku turut berduka untuk anda nona afi..!"


Kata putra bersimpati pada afi.


"Baiklah,sepertinya malam ini sudah cukup acara makan malam ini,saya harap tuan Banyu bisa bahagia malam ini.selamat malam..!"


Putra berdiri dan pamit dengan banyu.tak lama Gunawan ikut berpamitan sambil menarik tangan lilis untuk pergi dari tempat itu dan kini tinggal 3 orang yang tersisa di tempat itu.


"Baiklah kita teruskan makan malam ini..!silahkan makan..!"


Seru afi menghilangkan ketegangan di antara dua pria di dekatnya .banyu tersenyum melihat afi yang mencoba menutupi kesedihanya tentang ingatan orang tuanya.banyu mulai merasa empati pada wanita di sampingnya ini.hendrawan yang melihat Banyu menatap dengan cara seperti itu pada afi merasa jengah.hendrawan tak ingin meninggalkan afi dengan pria ini rasanya dia tak tega melihat afi bersama pria yang dianggap jahat itu.


Banyu membawa afi menuju ke mobilnya begitu afi masuk ke dalam mobil,terlihat hendrawan berjalan menuju ke mobilnya sambil memandang banyu dengan tatapan tajam.


"Selamat malam..!"


Seru Banyu saat melihat hendrawan berjalan menuju mobil yang berada di belakang mobil Banyu.


"Hei Banyu Langit,kemana kamu akan membawa afi pergi.?!"


Seru hendrawan merasa tak rela melihat afi di bawa pergi oleh Banyu.


"Kemana saja.kami akan bersenang-senang..!"


Jawab Banyu sambil menatap sinis pada hendrawan dan langsung masuk kedalam mobil tanpa menghiraukan hendrawan yang sangat kesal melihat sikapnya.


Di dalam mobil afi tampak melamun sambil melihat kelampu jalanan yang mereka lewati.Banyu melihat wanita yang tampak melamun sedih itu dia tahu apa yang harus di lakukan untuk menghibur hati wanita ini.


"Apa kamu baik-baik saja..?!"


Tanya Banyu pada afi yang masih terdiam memandang keluar jendela.


"Iya aku baik-baik saja..!"


Jawab afi tanpa menoleh pada Banyu.


"Aku akan mengajakmu minum..!"


Ajakan banyu membuat afi menoleh padanya.afi berpikir tidak ada salahnya kalau dia minum sedikit untuk mengobati hatinya yang sedih.paling tidak dengan minum dia bisa melupakan kesedihannya sesaat.


Teryata Banyu membawanya ke apartemennya.di sebuah meja bar di sudut ruangan itulah dua buah kursi putar tersusun rapi di sana. Afi duduk di kursi putar itu sementara Banyu mengambil dua buah gelas dan sebotol sampanye.afi hanya memandangi minuman yang berada di dalam gelas itu.walaupun afi sering juga minum-minuman sejenis bir kalau sedang berkumpul dengan para anggota interpol.tapi jujur baru kali ini afi melihat minuman seperti ini dan dia juga tidak tahu bagaimana rasa dari minuman itu dan seberapa kadar alkohol yang terkandung di dalamnya.


"Minumlah...!"


Banyu menyuruh afi untuk minum karena dia melihat wanita itu hanya melihati minuman di tangannya.


"Iya trimakasih..!apa kamu suka minum..?!"


Tanya afi pada pria di depannya yang sedang berjalan ke arah kursi di sampingnya.


"Aku suka dengan rasa minuman ini.cobalah rasanya manis,kamu pasti suka..!"


Banyu menyuruh afi untuk meminum sampanye itu.di sisi lain Banyu ingin merasakan kebersamaan dengan wanita ini.dia ingin tahu lebih jauh tentang gadis di depannya ini.malam ini terasa sangat berbeda bagi afi, tadinya dia merasa sangat takut pada Banyu yang bersikap dingin padanya saat bertemu tadi tapi sekarang pria itu begitu lembut dan perhatian padanya.entah kenapa di saat seperti ini afi merasa sangat nyaman berada di dekat pria ini.afi meneguk minuman yang ada di dalam gelas itu dan benar minuman itu terasa enak dan manis.


"Rasanya enak sekali minuman ini manis seperti minuman bersoda,tapi ini lebih segar..!apa nama minuman ini..?!"


Tanya afi begitu merasakan minuman itu di tenggorokanya.


"Ini namanya sampanye..!kamu suka..?!"


Banyu menatap mata afi dengan lembut dia baru tahu kalau wanita di depannya ini sangat lugu.banyu merasa terbawa suasana selama ini kehidupannya sebagai seorang anggota Bin membuatnya tidak bisa hidup sebagai diri sendiri .bertahun-tahun dia selalu menjadi orang lain hari kemarin menjadi denis seorang siswa sma dan kini dia menjadi Banyu seorang pengusaha.dia hidup dalam kesepian dalam pengabdian nya pada negara tercinta.tapi dia juga manusia biasa seorang pria normal yang bisa jatuh cinta dan ingin hidup sebagai seorang Arda Dewantara.


"Apa kamu bahagia..?!"


Pertanyaan afi membuyarkan lamunan Banyu.


"Maksudmu..?!"


Banyu tidak mengerti apa maksud pertanyaan afi.


"Aku bertanya apakah kamu bahagia hidup seperti ini..?bukankah kamu hidup serba cukup.ah..!maafkan aku seharusnya aku tidak bertanya seperti itu padamu..!yang sudah jelas-jelas punya segalanya.!ayo minum lagi..!oh sudah habis..!"


Afi mengangkat botol yang sudah kosong mencoba menuang sisa minuman yang ada di dalamnya.


"Sebentar aku masih punya lagi..!akan aku ambilkan untukmu..!"


Banyu melangkah ketempat minuman yang tersusun rapi di tempat penyimpanan minuman di dekat dapur.banyu langsung membuka dan menuangkan minuman itu ke dalam gelas afi.


"Sampanye..!"


Afi membaca tulisan yang tertera di botol minuman itu.


"Iya sampanye ini adalah minuman yang selalu membuat hati kita bahagia..!"


Banyu terus menambah minuman di gelas afi wanita lugu itu pun terus meminum habis sampanye itu.setiap kali mata Banyu menatap wajah gadis itu teryata baru dia sadari mata gadis itu sangat bening dan meneduhkan.teryata gadis ini mempunyai wajah yang sangat ayu entah kenapa dada banyu tiba-tiba berdebar aneh saat melihat gadis ini dengan begitu dekat tak pernah dia rasakan perasaan aneh ini seumur hidupnya dan baru kali ini rasa itu ada.


"Apa kamu hidup sendiri di sini..?!"


Suara afi membuatnya  tersadar.


"Aku..!iya aku hidup sendiri disini..?!"


Kata banyu sambil terus memandang afi.


"Kamu hidup penuh dengan kemewahan dan juga banyak teman,tapi kulihat kamu sering bersikap aneh..!maaf ya kalau boleh aku jujur terkadang aku takut kalau kamu sedang marah..! Apakah ayah dan ibumu tidak bersamamu?!"


Kata afi dengan pandangan sayu karena dia mulai mabuk.


"Iya terkadang aku merasa bahwa hidupku terlalu banyak drama..!tapi ini semua adalah konsekwensi dari pekerjaan yang aku pilih sebagai agen rahasia.tapi aku bangga dengan pekerjaan ini..!"


Wajah banyu berubah menjadi sangat muram.


"Ayahku seorang Intelijen Narkoba dari kepolisian,tapi beliau meninggal saat menjalankan tugas,sejak itu ibuku memutuskan untuk mengabdi di sebuah desa di jawa timur.beliau seorang guru,aku sangat merindukannya tapi untuk saat ini aku tak bisa menemuinya sampai pekerjaanku selesai.!"


Banyu meneguk minuman di gelasnya sampai habis dan wajah tampan itu terlihat sangat sedih  membuat afi menjadi merasa bersalah pada pria ini.baru afi sadari kalau pria di depannya ini terlihat sangat rapuh.afi mengulurkan tangannya meremas pelan bahu pria tampan itu untuk memberi suport padanya,banyu menoleh melihat afi,banyu merasa baru kali ini dia merasa sangat nyaman menceritakan kesedihan hatinya pada seseorang.


"Baiklah,bagaimana denganmu ceritakan padaku tentang dirimu..!"


Banyu bertanya balik pada afi sambil menatap tepat kearah mata gadis itu.


"Aku?,hidupku penuh dengan lika-liku.waktu aku berumur 10 tahun kedua orangtuaku meninggal karena kecelakaan lalu aku hidup sendiri bekerja di sebuah toko bunga.2 tahun setelah orangtuaku meninggal hans datang seperti malaikat pelindung bagiku. waktu itu hanya hans yang menjadi teman yang selalu menemani dan menyayangiku dengan tulus.hidupku begitu bahagia saat bersama hans.sampai akhirnya aku dan hans menikah saat usiaku 19 tahun.tapi tragedi berdarah itu mengambil hans ku untuk selama-lamanya.!"


Air mata afi menetes begitu saja.banyu sangat kasihan pada gadis cupu itu dia tak menyangka kalau begitu berat kehidupan gadis ini.


"kamu mau berdansa denganku..?!"


Banyu berdiri dari duduknya mengambil remotd kontrol dan menyalakan musik.


"Ini untuk merayakan dirimu sebagai mata-mata yang berkerja sama denganku..!ini adalah hari yang spesial untuk kita.! "


Banyu mengambil sekuntum mawar merah yang berada di pot bunga yang selalu segar di atas meja,lalu memberikan bunga indah itu pada afi yang menerima bunga itu dan menciumnya.


banyu mengulurkan tangannya dan mengajak afi berdansa untuk menghibur hati wanita ini.


Afi sangat gugup sekali mendapat perlakuan seperti ini dari Banyu.tapi entah kenapa afi menurut saja saat tangan banyu menuntun tangannya berada di bahu pria itu, tangan berotot banyu sudah menempel di pinggangnya dan tiba-tiba tangan yang tampak seksi itu memeluk erat tubuhnya.wanita ini bertambah sangat gugup apalagi saat wajah pria itu begitu dekat dengan wajahnya senyumnya membuat afi seakan melayang tinggi.sebagai wanita normal setelah sekian lama hasratnya terpendam tanpa bisa tersalurkan membuat afi hampir tak bisa menahan gelora asmara dalam dadanya.bagi afi baru kali ini dia sangat intim dengan seorang pria dan sebenarnya setiap kali melihat banyu afi seolah tak bisa menahan dirinya.walau sebagai wanita dia harus menjaga diri dan juga hatinya.tapi disaat seperti ini apakah dia bisa menahan dirinya untuk tidak hanyut terbawa suasana .apa lagi karena pengaruh minuman itu membuat afi pasrah.banyu terus mengerakan tubuhnya dan tubuh afi dalam tarian dansa semakin sering tubuh wanita itu dan tubuhnya bersentuhan saat berdansa membuat banyu tak bisa menahan hasratnya sebagai seorang lelaki,perlahan banyu mencium bibir merah afi dan saat tidak ada penolakan dari wanita itu.banyu semakin berani melumat bibir afi  yang terasa sangat manis itu.nafasnya memburu dan ciuman itu semakin memanas. afi membalas ciuman itu dengan sangat kuat bibir itu saling memagut mesra semakin dalam dan tak ingin saling melepaskan.afi sangat menikmati ciuman pria tampan ini matanya terpejam tangannya meremas lembut rambut Banyu yang kian membuat banyu semakin berani melakukan hal lebih, pria itu membawa gadis itu ke arah sofa tanpa melepas ciuman mereka.tapi saat mereka hampir tak bisa menguasai diri tiba-tiba terdengar sebuah batuk kecil meyadarkan mereka.saat afi melihat siapa yang datang dia sangat kaget dan melepaskan pelukan Banyu.banyu menatap tajam pada pamannya karena datang pada saat yang tidak tepat.


"Selamat malam,teryata kalian sudah datang maaf saya terlambat .mari saya antar nona afi untuk pulang..!"


Seru rizal yang menatap tajam pada banyu dan banyu pun menatap tajam pada pamannya itu.


Di dalam lift afi hanya diam melihat rizal yang seolah marah padanya.


"Nona afi,anda harus bisa menahan diri dan sikap terhadap setiap pria yang dekat dengan anda terlebih dengan tuan banyu..!"


Kata-kata rizal seperti sebuah peringatan padanya.tangan afi meraba bibirnya dia masih merasakan ciuman pria itu masih terasa.mungkin benar apa yang dikatakan oleh lelaki tua ini aku tidak seharusnya bersikap terlalu berlebihan dengan pria itu.


--------**---------

__ADS_1


Tunggu cerita selanjutnya di *He is spy 12* trimakasih.☺


__ADS_2