HE IS SPY

HE IS SPY
HE IS SPY 7


__ADS_3

CATATAN PENTING !!! : SEMUA CERITA INI HANYA FIKTIF BELAKA .SEMUA MURNI HASIL IMAJINASI PENULIS JIKA ADA KESAMA NAMA DAN TEMPAT ITU HANYA KEBETULAN SEMATA.SELAMAT MEMBACA KASIH KOMENT AND VOTE.TRIMAKASIH☺


TTD :AUTOR FITRI KRISTIANI.


Pagi itu di pos taman mada fauzi sedang asyik membaca koran.namun dia melihat sebuah mobil pick up berwarna hitam berhenti di depan pos.mobil itu mengangkut banyak barang lalu turunlah seorang wanita dari dalam mobil itu dan wanita itu adalah afi.


"Afi,apa yang kamu bawa..!"


fauzi kaget sekali karena semua barang yang di angkut di mobil itu teryata adalah barang-barang afi yang di pindahkan afi dari tempat kontrakannya.


"Rumah kontrakan saya udah habis kontraknya pak,jadi saya putuskan membawa barang-barang ini ke sini"


kata afi sambil mengangkati barang yang di bawanya ke kamarnya di lantai 2.


"Kenapa kamu tidak kasih tahu dulu padaku.kalau nanti ada pemeriksaan dari kantor pusat bagaimana? Barangmu ini banyak sekali.nanti bisa jadi masalah.!"


Fauzi agak cemas kalau sampai kantor pusat tahu afi membawa barang-barangnya tanpa izin dulu pada kantor pusat bisa-bisa afi tidak boleh tinggal lagi di tempat ini.


"Tidak apa-apa pak,nanti saya akan mencari kontrakan yang baru.lagi pula pemilik rumah yang saya kontrak tidak menyewakan lagi rumahnya karena ada saudaranya yang mau menempatinya..!"


Kata afi menjelaskan pada fauzi agar lelaki itu tak mencemaskannya.


"Baiklah kalau begitu kamu bereskan barang ini dulu aku mau turun..!"


Fauzi pun meninggalkan afi membereskan barang-barangnya.afi membereskan barang-barang yang sudah hampir sebulan tak pernah dia lihat.afi membersihkan foto-fotonya dan juga foto pernikahannya dengan Hans.saat memandang foto pernikahan itu tak terasa airmata mulai meleleh dari matanya.dia sangat merindukan mendiang suaminya.


Tapi saat sedang asyik mengingat kenangannya bersama suaminya tiba-tiba ponselnya berdering.


"Afi,kenapa kamu belum datang ke kantor pusat.hari ini ada tugas untukmu..!"


Suara made terdengar dari seberang telpon.


"Iya pak sebentar lagi saya akan ke kantor pusat.!"


Jawab afi sambil melepas sarung tangan yang dia pakai untuk membersihkan barang-barangnya.


"Kamu tidak perlu ke sini kamu.! langsung saja mendatangi beberapa pos polisi dan isikan pulsa listrik.ingat catat hasil pulsa yang tertera di meteran  lalu bawa kekantor secepatnya!token listriknya akan aku kirim ke wa kamu!"


perintah made tegas.


"Iya pak,saya berangkat sekarang.!"


Afi pun segera berangkat sebari membawa buku kecil dan menyambar sebuah pulpen yang berada di dalam kardus di depannya.dan segera berlari ke tempat parkir motornya setelah berpamitan dengan fauzi di ruang pos.


Afi memacu sepedanya dengan kecepatan sedang meluncur ke sebuah pos dan memarkir sepedanya tepat di depan pos.afi pun segera memasukan token listrik dan mencatat hasil meteran yang ada di dalam kotak. di buku kecil yang di bawanya.sementara itu afi sama sekali tak menyadari kalau bahaya besar sedang mengancamnya. setiap dia membuka pulpen itu maka sinyal satelit di dalam pulpen itu langsung menyambung di layar monetor di hongkong sehingga mereka bisa mengetahui di mana pulpen itu berada.


"Pulpen itu hampir terditeksi semoga saja.kita punya waktu untuk mengetahui di mana posisi pulpen itu.segera hubungi brandon..! Kita hampir menemukan lokasi tepatnya..!"


Sedikit lagi keberadaan pulpen itu akan mereka ketahui dan afi akan berada dalam bahaya besar.afi yang belum menyadari kalau pulpen yang di carinya kini berada ditangannya masih asyik mencatat dari pos ke pos sampai akhirnya.


"Ketemu di titik utara 20 derajat..segera kesana dan bawa pulpen itu..!"


perintah orang tersebut melalui hp pada dua orang pria yang sudah siap meluncur ketempat yang tuju.


Di tempat pos yang ke tiga barulah afi mengamati pulpen yang berada di tangannya ini.dia baru ingat kalau pena itu bertintakan yang sama dengan pena yang dia cari.setelah di amati dengan seksama dia baru ingat kalau itu adalah pena yang di cari-cari selama ini.tapi saat dia akan mengambil hp yang berada di sakunya tiba-tiba datang dua orang pria masuk kedalam pos dan mendekap mulutnya.afi sangat ketakutan dia jadi teringat kata-kata paman Rizal kalau dia tak boleh membuka pena itu atau dia akan dalam bahaya.dan teryata semua omongan rizal benar semua saat kedua orang itu membawanya masuk kedalam mobil maka perlahan afi menyembunyikan pena itu di dalam lengan jaketnya.afi sangat ketakutan dia nggak tahu kemana kedua pria ini akan membawanya.sepertinya afi mengenali pria yang membawanya ini.iya pria ini adalah pria yang sama yang di temui Banyu malam itu di hotel.walau afi tidak tahu apa hubungan pria ini dengan Banyu tapi dia yakin ke dua pria ini bukan orang yang baik. Saat mobil yang membawa afi memasuki sebuah tempat olah raga yang afi tahu itu adalah club Tony Brother.


Begitu turun dari mobil pria itu menyeret afi masuk kedalam ruangan olahraga yang sedang sepi.


"Hubungi suamimu sekarang...!"


Perintah pria jahat itu menyuruh afi untuk menghubungi Banyu melalui ponselnya.afi pun menelpon Banyu.


Sementara banyu sedang duduk di kursi dan memutar-mutarnya dengan gelisah entah. kenapa rasa hatinya sedang gelisah sejurus kemudian ponselnya berdering dan dia tersenyum gembira saat tahu nama kelinci tertera di layar ponselnya.wanita yang baru saja ada dalam pikirannya kini menelponnya dengan semangat dia pun mengangkat telpon itu.terdengar suara afi di seberang sana membuatnya tersenyum begitu mendengar suara merdu wanita yang di rindukannya.tapi senyum itu tak berlangsung lama berubah dengan wajah marah dan panik.


"Halo...!"suara afi terdengar serak tapi kemudian ponsel itu sudah berpindah tangan darinya.


"Tuan Banyu..! Serahkan pulpen itu atau kami akan menghabisi istrimu...! Datanglah ke Tony Brother bawa pulpen itu kesini sekarang juga..!" Kata pria bermata tajam itu.sementara itu tiga bersaudara Tony,ronald dan mike yang melihat orang yang kemarin menghajar mereka menyeret afi di depan mereka hanya bisa diam.


"Sialan mereka benar-benar bisa mencelakai afi..sial..!"

__ADS_1


Banyu memaki dengan kesal dia langsung menghubungi pamanya.dan berpikir untuk menyelamatkan afi.sambil menunggu kedatangan pamannya Banyu memutar otaknya mencari cara membebaskan afi.tanpa harus menyerahkan pulpen karena sampai saat ini pulpen itu tak ada di tangannya.akhirnya dia mendapat ide yang sangat bagus.Banyu pun menghubungi seseorang.tak berapa lama paman jono datang.


"Apa yang terjadi pada afi..benarkah brandon menyanderanya..?!"


Jono berlari mendekati Arda yang sedang berdiri sambil mengusap rambut hitamnya menandakan kalau dia sangat gelisah.


"Benar paman.si brengsek itu benar-benar penghianat dia minta pulpen menjadi tebusan untuk yawa afi.tapi paman tenang saja aku sudah tahu bagaimana membuatnya jera karena telah berani bermain-main denganku.kita harus segera ke club Tony Brother paman.Arda memencet tombol yang berada di bawah meja kerjanya untuk membuka ruang rahasia miliknya.lalu dengan cepat Arda mengambil senjata api yang tersimpan rapi di dalam koper di ruang rahasia itu.dan tak membuang waktu arda dan pamannya segera meluncur ke ke tempat afi di sekap.


Tempat di mana afi saat ini sedang ketakutan luar biasa.di warnai ketegangan.tiga bersaudara Tony dan adik-adiknya tidak tega juga melihat afi di dorong sampai terkapar di lantai.mereka lalu mencoba melawan dua pria berbadan tegap tersebut. walau mereka tahu mereka tidak akan menang melawan ke dua pria itu.wal hasil sekali pukul ke tiga bersaudara itu terkapar di lantai.


"Sebenarnya apa yang kalian inginkan..?!" Tanya Tony sambil meringis kesakitan.


"Serahkan pulpen itu pada ku maka aku akan melepaskan kalian.katakan di mana pulpen itu,karena terakhir pulpen itu terditeksi berada di sini..!"


Seru pria berbadan tegap dengan sorot mata tajam itu menatap nanar pada semua orang yang ada di tempat itu.


"Pulpen..iya aku tahu pasti pulpen itu yang kalian cari..sebentar.!"


Tiba-tiba ronald punya ide untuk menyelamatkan mereka dari dua pria gila yang sedang mencari pulpen itu.dia dengan cepat berdiri mengambil beberapa pulpen yang berada di dalam kotak di atas lemari.dan menyerahkannya pada pria tersebut begitu melihat beberapa pulpen yang ada di tangan ronald.pria yang bernama brandon itu melihat sebuah pulpen yang mirip dengan pulpen yang sedang di cari dan mengira kalau itu adalah pulpen yang di maksudnya.saat sedang mengamati dengan seksama pulpen yang di penggangnya tiba-tiba datang beberapa orang lelaki berpakaian cina mencoba merebut pulpen itu dari tangan brandon dan akhirnya terjadi perkelahian sengit.afi yang ketakutan melihat dua kelompok itu saling menyerang mencoba mengamankan dirinya dengan bersembunyi di sudut ruangan sambil membetulkan pena yang hampir jatuh dari lengan jaketnya.tiba-tiba lampu dalam ruangan itu mendadak gelap dan sebuah kepulan asap memenuhi ruangan itu.walau dalam keadaan gelap kedua kelompok orang yang merebutkan pulpen itu masih saja berkelahi.afi sangat terkejut saat sebuah tangan kekar memegang tangannya dan menyeretnya untuk keluar dari tempat itu.tadinya afi mencoba memberontak sebelum dia tahu siapa yang menarik tangannya.


"Kelinci ini aku..!"


Teryata pria yang menariknya adalah Banyu.pria itu membuka sapu tangan yang menutupi wajahnya dari asap beracun utu sehingga afi melihat wajah Banyu.di luar sana jono sedang menunggu mereka keluar dari tempat itu dengan selamat.


"Apa semua sudah terkendali.kamu sudah menemukan wanita itu..?!"


Seru jono di telpon.jono pun melajukan mobilnya setelah dia melihat afi dan arda sudah melajukan mobil hitam milik arda dengan selamat.jono memang sengaja menunggu dan berjaga-jaga di mobil lainnya untuk melindungi keponakannya itu.


Arda melajukan mobilnya di jalanan dengan perasaan lega.apalagi saat afi mengatakan padanya kalau pulpen yang di carinya sudah di ketemukan.di tengah jalan yang agak lengang Arda meminggirkan mobilnya ke tepi jalan.dan afi mengeluarkan pena yang dari tadi di sembunyikan di lengan jaketnya dan menyerahkan pada arda.arda pun menerima pulpen itu dengan sangat gembira dia mengecup pulpen itu dengan riang.


"di mana kamu menemukannya..?! Trimakasih kamu sudah menemukannya..!"


Kata arda dengan senyum cerah dan mata berbinar.


"Aku..aku menemukannya di dalam kardus barangku.mungkin aku lupa menaruhnya di sana.syukurlah kalau itu adalah pena yang kamu cari selama ini."


Kata afi tersenyum lega melihat pria di depannya ini begitu bahagia.tapi sesaat senyum di bibir arda menghilang.dia berpikir untuk tidak melibatkan afi dalam bahaya lagi.lagi pula sekarang pena itu sudah kembali padanya jadi tidak ada alasan lagi untuknya tetap bersama wanita ini.arda pun dengan berat hati turun dari mobilnya dan membukakan pintu afi agar wanita itu keluar dari mobilnya.awalnya afi bingung kenapa pria itu membuka pintu mobil di tempatnya duduk.tapi kemudian dia sadar kalau apa yang pria itu cari sudah di temukannya jadi tak ada alasan lagi untuknya tetap bersama pria itu.afi pun keluar dari mobil itu dengan langkah gontai.


Kata arda tak bersemangat dan memandang sedih pada wanita di depannya.afi pun hanya mengangguk lesu dan memaksakan senyum garingnya.arda dengan cepat masuk ke dalam mobil dan memacu mobil itu meninggalkan afi yang berdiri dan terus memandang mobil arda yang menjauh darinya.arda masih terus  melihat wanita yang berdiri mematung dari kaca spion mobilnya sampai mobilnya menghilang di tikungan jalan.arda hanya bisa menghela nafas panjang.ada rasa sakit yang menyesakan dadanya saat meninggalkan gadis cupu yang pernah membuatnya kesal saat pertama kali berjumpa dengan wanita itu.


Sementara itu di kantor pusat tempat hendrawan bertugas sedang di adakan rapat.mereka sedang melihat sebuah rekaman cctv saat acara pesta di hotel mulia.


"Ini adalah Putra Bramantyo pemilik dari Putra grup dia adalah orang yang sangat berambisi menjadi seorang menteri ke uangan yang sekarang jabatan tersebut di pegang oleh Istri korban mungkin besar juga kemungkinannya dia terlibat dengan tragedi ini,tapi kurasa dia tidak senekad itu.paling tidak aku sangat mengenalnya!"


Kata nathalia sambil memandang hendrawan dan tersenyum manis sekali.dan di balas dengan sebuah senyuman datar oleh pria yang berpangkat akp itu.


"Lalu dua orang pria yang juga datang pada acara pesta itu,dia mengunakan baju cina kelihatannya mereka adalah sekelompok bodyguard.dan dari bahasa tubuhnya sangat akrab dengan pemilik Putra Grup.kelihatannya orang ini perlu di selidiki juga.sampai di sini kita sudah mendapatkan informasi siapa nama mereka dan berasal dari mana.kedua orang ini berasal dari hongkong bernama acong dan jonathan,tapi kedua orang ini juga bodyguard bayaran.sepertinya mereka dari anak buah Jones black pemilik organisasi besar yang menyewakan bodyguard dan juga pembunuh bayaran.kita harus juga menyelidiki mereka.apa tujuan mereka datang ke Indonesia karena selama ini mereka selalu di Singapura.bekerja untuk siapa mereka kali ini"


nathalia memang wanita yang sangat cerdas itulah kenapa dia selalu menjadi orang yang terpilih dalam kasus-kasus besar seperti kasus kali ini.tapi hendrawan sama sekali tidak konsentrasi dengan rapat ini.dalam kepalanya selalu teringat saat terakhir dia meninggalkan afi dengan pria pengusaha itu.apa kabarnya dia sekarang.


"Orang ini juga sangat mencurigakan dalam catatan tamu dia bernama Brandon dia datang dengan temannya jack.tapi mengenai pekerjaannya ada yang mencurigakan karena pekerjaannya tidak jelas setahun yang lalu dia seorang anak sekolahan dan tiba-tiba tahun ini dalam biodatanya dia adalah pemilik sebuah usaha di bidang hiburan dan sudah sukses dua tahun belakangan ini.dari anak sma menjadi pengusaha hiburan.ini sangat jelas kalau dia seorang agen bayaran hanya saja dia bekerja untuk siapa untuk penjahat atau untuk negara."


Seru nathalia yang di sambut tepuk tangan dari semua anggota rapat.


"Dan ini yang terakhir,pengusaha muda seorang Ceo yang baru saja mendapat penghargaan di malam itu.ku akui pria itu sangat menawan,aku yakin banyak wanita yang tergila-gila padanya.dia adalah Banyu Langit nama yang sangat menarik dia datang dengan salah satu orang kepercayaannya bernama Rizal yang sudah mengabdi pada pria ini selama hampir 20 tahun lebih.sangat setia sekali dia, sepertinya pria ini penuh misteri.aku tertarik ingin menyelidiki pria ini."


Kata nathalia sambil melihat hendrawan yang juga sangat tertarik melihat gambar pria yang bisa di bilang sangat di bencinya.


"Apa ada yang akan mengusulkan sesuatu atau kita langsung langsung bubarkan rapat ini,karena kelihatannya ada yang kurang bersemangat dengan rapat ini!"


Sindir nathalia sambil melirik hendrawan.belum sempat ada yang menjawab pertanyaan dari nathalia.suara afi memecah ke tegangan rapat itu.


"Lapor petugas keamanan rakyat afina dyah permata sari !! siap melaksanakan tugas.laporan selesai..!"


Teriakan afi mampu membuat hendrawan tersenyum lega.rona wajahnya berubah menjadi ceria.


"Rapat selesai..!"


Seru hendrawan spontan dan tak ayal membuat nathalia mengerucutkan bibirnya.dan segera keluar tanpa kata-kata.

__ADS_1


"Siap laksanakan..!"


Made dan irwan segera memberi salam hormat di ikuti semua anggota rapat .lalu hendrawan segera keluar dari ruang rapat.


"Afi,keruangan saya sekarang..!"


Seru hendrawan memanggil afi untuk menemuinya di dalam ruangan.wanita itupun mengekor di belakang hendrawan menuju keruangan hendrawan.


"Tutup pintunya!"


Hendrawan menyuruh afi menutup pintu ruangan yang di biarkan afi terbuka.dengan pelan afi menutup pintu ruangan itu.afi masih tetap berdiri mematung di dekat pintu masuk.melihat atasannya itu sedang sibuk dengan berkas di tangannya.


"Duduklah afi,kenapa kamu masih berdiri di situ..?!"


Hendrawan menyuruh afi duduk setelah dia menyadari kalau wanita yang di tunggu kedatangannya itu masih berdiri mematung di depannya.sebenarnya hendrawan ingin menanyakan sesuatu yang berkaitan tentang suami afi,tapi hendrawan bingung harus mulai dari mana.bertanya masalah yang berkaitan dengan kematian suami wanita ini sama dengan melukai lagi luka yang mungkin sudah mulai sembuh.tapi ini harus di lakukan oleh hendrawan karena kasus ini di tangani olehnya.


"Afi,apakah kamu baik-baik saja..?"


Pertanyaan konyol yang terkadang keluar dari bibir hendrawan setiap kali dia bertemu dengan wanita ini.afi heran saat atasannya tersebut menanyakan pertanyaan yang aneh itu.apa dia di panggil hanya untuk di tanyai hal seperti itu.


"Iya saya baik-baik saja pak"


jawab afi sambil memandang hendrawan yang tidak sedikit pun mengalihkan pandangannya dari berkas di tangannya.


"Apa pria itu bersamamu sepanjang malam..?!"


Pertanyaan yang semakin aneh saja yang keluar dari bibir hendrawan membuat afi bertambah bingung.


"Pria..?"


afi jadi bingung dengan sikap hendrawan.


"Maksudku pengusaha yang menemuimu malam itu..?!"


Jelas hendrawan.


"Apa anda memanggilku untuk sekedar bertanya hal ini padaku..?"


Tanya afi pada pria di depannya karena merasa sudah tak nyaman dengan pertanyaan hendrawan.hendrawan tercekat mendengar pertanyaan afi.dan langsung berdiri dari tempat duduknya sambil membawa berkas di tangannya mendekati afi dan duduk di kursi di depan afi sambil mengangkat kakinya.


"Baiklah afi,sebenarnya aku ingin menanyakan masalah tentang bagaimana keseharian mendiang suamimu Hans..?"


Hendrawan akhirnya menanyakan apa yang menjadi pertanyaan yang sesungguhnya.sambil memandang intens pada afi.lalu kembali mengalihkan pandangannya ke arah berkas di tangannya lagi.


walau sedikit terkejut tapi afi sudah menduga cepat atau lambat dia pasti akan di tanya tentang suaminya yang ikut jadi korban dalam peristiwa bom itu.


"Hans adalah seorang pria yang baik,aku mengenalnya dari kecil.dia pria yang sangat perhatian dan selalu melindungiku dalam keadaan apapun."


Afi begitu bersangat saat menceritakan masa -masa bahagia dia dan hans.


"Apakah hans pernah bercerita atau mengatakan padamu sesuatu yang mencurigakan selama beberapa hari terakhir sebelum peristiwa itu terjadi.?!"


Pertanyaan hendrawan mulai membuat rona wajah afi berubah muram.mata afi menatap lara pada hendrawan yang tetap tak memandangnya.hendrawan tak ingin melihat luka di mata wanita ini.


"Iya beberapa hari sebelum kejadian itu..kata hans sudah beberapa hari itu selalu ada rapat yang sangat rahasia di hotel itu,hans bilang ada banyak pengawalan dan orang-orang berseragam yang keluar masuk hotel itu.sebenarnya hans terkadang bertanya-tanya juga.tapi karena dia hanya seorang resepsionis jadi dia tak terlalu memusingkannya.bahkan sehari sebelum kejadian itu kata hans ada pertengkaran yang terjadi pada sepasang suami istri yang kelihatannya orang kaya.kalau tidak salah tentang perselingkuhan.tapi hans tidak menceritakan padaku siapa yang selingkuh istri atau suami orang itu.karena saat itu hans mengatakan padaku jika kami bertengkar tentang masalah seperti itu dia yakinkan kalau itu bukan dia pelaku perselingkuhan itu.hidup kami begitu bahagia waktu itu...hik..hik !!"


Isak afi pun pecah membuat hendrawan tak tega bertanya lebih lanjut pada wanita ini.rasanya ingin sekali dia menghapus air mata di pipi wanita ini dan mendekapnya agar tak lagi merasakan kesedihan itu.hendrawan menatap afi dan dia bisa merasakan luka yang kembali tergores itu.


"Apa masih ada lagi yang ingin anda tanyakan padaku..?"


Tanya afi pada hendrawan yang memandangnya trenyuh.


"Tidak..tidak ada lagi..!"


jawab hendrawan.walau pun masih banyak yang ingin dia tanyakan pada wanita malang ini tapi dia tak sanggup melihat wanita ini lebih terluka lagi.


"Baiklah selamat siang...!"


Afi pun pamit sambil mengusap air mata yang mengalir di pipi seolah tak mau berhenti.sementara hendrawan hanya terpaku di tempatnya.saat afi keluar dari ruangan hendrawan semua mata tertuju padanya yang keluar dari ruangan dengan berurai airmata walau afi berusaha menutupi tangisnya itu dengan menundukan kepalanya sambil memakai topinya.nathalia melihat ke dalam ruangan hendrawan dari jendela.terlihat jelas hendrawan sangat cemas berkali-kali memijit dahinya dan mengacak rambut cepaknya.hendrawan berjalan kearah mejanya sambil membanting berkas di tangannya ke meja dengan kesal.dan terduduk sambil memegang kepalanya dengan kedua tangannya.nathalia hanya menghela nafas panjang melihat pria itu. ---------**---------

__ADS_1


Tunggu cerita selanjutnya di * He is spy 8 *. Trimakasih.☺


__ADS_2