HE IS SPY

HE IS SPY
HE IS SPY 6


__ADS_3

CATATAN PENTING !!! : SEMUA CERITA INI HANYA FIKTIF BELAKA .SEMUA MURNI HASIL IMAJINASI PENULIS JIKA ADA KESAMA NAMA DAN TEMPAT ITU HANYA KEBETULAN SEMATA.SELAMAT MEMBACA KASIH KOMENT AND VOTE.TRIMAKASIH☺


TTD :AUTOR FITRI KRISTIANI.


Sementara itu di pos taman mada. tampak seorang wanita sedang mengetuk-ngetuk pintu pos sambil memanggil nama afi.wanita itu adalah lilis teman baik afi.kejadian tragis menimpa dirinya.lilis meratapi nasibnya yang buruk.impian untuk menjadi model adalah impian yang pengorbanannya begitu besar baginya.tapi semua sudah terlanjur basah mandi saja sekalian pikir lilis.yang terpenting adalah dia harus menjadi seorang model.lama dia menunggu tapi afi tak muncul juga membuka pintu pos sampai lilis tertidur di depan pintu pos.


Afi sampai di pos sudah larut malam dan mendapati lilis tertidur di depan pintu pos.lalu afi membangunkan lilis dan membawanya masuk ke dalam pos. betapa kagetnya afi melihat kondisi lilis.lalu lilis pun menceritakan semua kejadian yang menimpanya pada teman baiknya ini.afi dan lilis pun saling berpelukan dan berurai air mata.sampai mereka tertidur bersama tenggelam dalam mimpi masing-masing.


Pagi itu di Biro sedang ramai gosip tentang kejadian malam tadi di tempat parkir.sedang santer di bicarakan.


"Hah...aku lihat memang ada yang aneh dengan Afi.kelihatannya ada yang di sembunyikan dari wanita itu"


made menjadi orang yang paling penasaran tentang kejadian di tempat parkir malam tadi.instingnya sebagai polisi seperti mencium ada yang tidak beres pada Afi.


"Pak Made benar,saya juga curiga pada Afi sejak dia bisa datang di acara pesta para pengusaha kaya itu.rasanya sangat tidak mungkin ada seorang pria kaya dan setampan itu bisa memilih gadis seperti Afi.dia tidak cantik dan juga tidak berpendidikan bagaimana mungkin pria itu bisa jadi temannya.seorang Banyu Langit menjalin hubungan dengan Afi...Oh My Good...Impossible..?!"


Tatik penasaran dan merasa ada kejanggalan pada Afi.


"Malam tadi Wanita itu tampil sangat cantik dengan gaun berwarna putih keunguan dia tampak sangat berkelas.tak ada yang menyangka kalau dia hanya petugas keamanan rakyat yang juga mantan pekerja separuh waktu di sebuah stan baju sebuah mall kan ?!! Afi memang gadis hebat..!!"


irwan justru memuji kecantikan Afi.karena baru kali ini dia melihat Afi begitu cantik dan berkelas lagi pula di antara yang lain irwan adalah orang yang diam-diam juga suka pada Afi.


"Kalian ini..!! kenapa janda itu menjadi topik yang penting hari ini, sampai-sampai atasan kita juga ikut nguping pembicaraan kalian.jangan kampungan,selesaikan tugas kalian jangan gosip saja..!!"


teriakan nathalia membuat semua kembali ke meja masing-masing.sementara hendrawan yang ketahuan sedang menguping dari jendela langsung kembali kemeja lagi sambil mengambil berkas dan membacanya sekenanya karena nathalia sudah berdiri di depannya sambil membanting setumpuk berkas.


"Ada penemuan baru. kelihatannya si Tony dan dua saudaranya harus kamu tanyai. karena malam tadi mereka bertiga terlihat di hotel yang sama dengan tempat acara dan mereka di temukan di ruang penyimpanan minuman.aku sudah membawanya di ruang interogasi."


Nathalia terlihat serius menyampaikan laporannya dan tatapan tajam di mata wanita ini menandakan kemarahan yang terpendam.


"Aku harap wanita itu tidak terlalu menguasai dirimu..!!"


Kata-kata nathalia terdengar seperti sebuah peringatan.Tidak ada reaksi dari hendrawan bahkan tak sekata pun keluar dari mulutnya.lalu dengan langkah tegap hendrawan pergi keruang interogasi.


Di dalam ruangan itu 3 orang lelaki berumur 45 tahun bernama Tony,lalu adik Tony bernama ronald berumur 40 tahun dan yang paling bungsu adiknya bernama mike umur 35 tahun.ke tiga bersaudara ini adalah pemilik sebuah tempat olahraga bernama Gym Tony Brother.sebenarnya mereka adalah orang yang sekedar membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.mereka bukan orang jahat satu sama lain saling menyayangi karena sejak kecil mereka adalah yatim piatu.itulah kenapa sampai saat ini mereka memutuskan tidak ada yang menikah demi persaudaraan mereka.


Begitu hendrawan memasuki ruangan itu ketiga orang itu segera berdiri menyalami hendrawan.


"Duduklah..aku hanya ingin bertanya pada kalian..! Kenapa malam tadi kalian berada di ruang penyimpanan minuman di hotel Mulia ?!"


Hendrawan bicara santai karena hendrawan yakin kalau ke 3 orang itu pasti tidak bersalah.dia sangat mengenal mereka bertiga.


"Sebenarnya kami malam tadi tersesat di hotel itu.kami mau melihat para artis kelas atas yang mengadakan pertunjukan di acara para orang kaya itu.jadi kami datang karena kalau lewat depan kan kami harus punya undangan .jadi karena tidak punya undangan kami menyamar menjadi pelayan yang mengantarkan minuman.tapi selesai acara kami putuskan untuk mengembalikan baju yang kami pinjam eh malah kami ketahuan dan di bawa kemari..!"


Lelaki yang sudah berumur itu nampak jujur menceritakan semuanya. 2 saudaranya yang lain juga bercerita tentang hal yang sama.hendrawan melihat mata mereka tidak berbohong.


"Aku percaya pada kalian.apakah ada seseorang yang pernah datang ke gym selain dari interpol..?!"


Hendrawan mencari tahu apa yang terjadi tanpa sepengetahuannya.karena sudah beberapa hari ini hendrawan berpikir harus mencari orang di luar bironya yang bisa jadi mata-matanya untuk informasi orang-orang berkelas yang ikut di dalam club gym.hendrawan yakin kalau club gym milik Tony Brother pasti banyak membernya .karena setahu hendrawan ayahnya juga anggota di club Tony Brother.


"Maksud anda apa pak..?!"


Tanya Tony yang belum mengerti maksud perkataan hendrawan.sementara kedua saudaranya juga tidak mengerti jadi hanya melongo mendengar ucapan hendrawan.


"Aku akan membebaskan kalian tapi dengan satu syarat.kalian harus memberikan informasi tentang siapa saja yang datang di Gym kalian dan apa yang mereka lakukan selain berolahraga.ingat kalian harus melaporkannya padaku..!!"


Seru hendrawan tegas.


"Tentu..! Kami pasti akan melaporkan siapa saja yang datang ketempat kami."


Jawab Tony di ikuti anggukan dari dua saudaranya yang lain.hendrawan menyuruh mereka bertiga pulang. hendrawan pergi meninggalkan Tony dan saudaranya keluar dari ruangan malam tadi tidak dia saksikan sendiri. tapi pembicaraan bawahannya mengenai afi malam tadi membuat hendrawan tak tenang.dia melayangkan pandangannya di seluruh ruangan mencari orang yang tak kunjung dia dapati.siapa lagi kalau bukan Afi. wanita itu sukses membuat pria ganteng ini kebingungan jika tak melihatnya sebentar saja.bahkan setelah seharian afi tak juga muncul hendrawan berniat untuk mendatanginya malam ini selesai di dinas.hari ini pria yang ganteng dan berwibawa itu sama sekali tidak fokus dengan pekerjaannya.pikirannya tertuju pada afi saja.


"Kenapa dia belum datang juga"


gumam hendrawan sebentar berdiri dan duduk lagi di kursinya sesekali mengusap kepalanya.entah berapa kali dia selalu menoleh keluar ruangannya mengharap wajah yang di nantinya muncul tapi harapannya sia-sia belaka.


Sementara itu di Gym Tony Brother tampak 3 bersaudara sedang asyik menikmati makan bersama setelah mereka keluar dari kantor polisi.


"Syukurlah kita di lepaskan juga oleh polisi baik itu.kalau tidak apa yang akan terjadi pada kita kalau sampai masuk penjara kak..!"


Kata mike si bungsu yang masih agak ketakutan pasca penangkapan mereka.


"Itu karena kita tidak bersalah dan juga pak hendrawan itu adalah member di sini,lagi pula pak hendrawan pasti tahu kalau kita tidak mungkin melakukan kejahatan.."


kata Tony menenangkan hati saudaranya yang paling muda itu.


"Kita memang sedang sial..gara-gara kita mau lihat artis terkenal itu secara gratis eh..malah kita di tangkap karena nyasar sampai di tempat penyimpanan minuman..tapi kita beruntung bisa juga akhirnya melihat pertunjukan itu..!"


seru Ronald sambil tertawa kecil tapi tawa itu tak berlangsung lama karena di lihatnya kakak tertuanya terdiam.


"Ada apa kak..? Apa yang kamu pikirkan..?" Tanya ronald melihat ekspresi serius di wajah Tony.


"Apa maksud dari pak hendrawan tentang kata-katanya. kalau kita memberi informasi apa kita akan dapat uang atau dia hanya mau informasi gratis dari kita untuk ganti kebebasan kita..?!"


Sudah menjadi sifat Tony kalau di otaknya itu selalu saja uang.menjadikan kedua adiknya yang sedang menyuap makanan berhenti dan saling tatap.


"Kita lihat saja dulu kak,kalau nanti dia tidak memberi apa-apa pada kita ya tidak usah di kasih tahu apa-apa."


Celetuk mike yang di beri tamparan kecil di kepalanya oleh ronald.


"Jangan asal bicara,apa kamu tadi tidak dengar polisi itu bilang dia akan membebaskan kita karena dia minta bantu informasi tentang siapa saja yang datang kesini dan apa saja yang di kerjakan mereka."


Ronald memberi pengertian pada adiknya itu.mike hanya nyengir kuda sambil terus menyuap makanan di piringnya.sementara Tony hanya melihat kelakuan 2 orang adiknya ini.


"Kelihatanya kita memang harus membantu mereka,supaya kita bisa semakin banyak punya member di tempat ini.aku yakin kalau para polisi itu mau melakukan penyelidikan di sini mereka pasti akan jadi anggota gym ini.dan usaha kita pasti akan bertambah maju..iya kan..?!" Kata tony sambil tersenyum senang.


"Itu benar kak,usaha kita bisa semakin ramai..kita bisa panen duit hari-hari supaya kita bisa surplus."


mike menimpali ucapan kakaknya dengan tawa kecil.tapi senda gurau di meja makan itu tidak berlangsung lama.saat mike keluar untuk mengambil air minum tiba-tiba tubuhnya terpental sampai ke meja makan.membuat Tony dan ronald kaget.dua orang tak di kenal tiba-tiba menghajar mereka bertiga sampai tak berdaya.


"Katakan di mana pulpen itu kalian sembunyikan..?!" Seru salah satu pria berbadan tegap itu.


"Pulpen...pulpen apa..?!"

__ADS_1


tanya Tony bingung dengan pertanyaan orang yang sama sekali tak di ketahuinya.


"Serahkan pulpen itu padaku cepat..!!"


pria itu membentak ke tiga bersaudara yang terkapar di lantai.ronald mencoba bangkit dan mengambil beberapa pulpen yang berada di dalam kotak di atas lemari kecil dan memberikan pada pria tersebut.


"Kalian rupanya mau main-main dengan kita.hah..! cepat serahkan pulpen itu..! atau peluru ini akan menembus kepala kalian satu persatu cepat..!!"


Bentak pria satunya dengan menodongkan senjata yang membuat ketiga bersaudara tersebut seperti mau mati saja karena ketakutan.


"Tapi kami memang tidak tahu apa yang sedang kalian cari..! pulpen apa..? cari saja kalau ada..! kami tidak mengerti dengan apa yang kalian maksudkan." Kata Tony gemetar ketakutan karena senjata itu berada tepat di atas kepalanya.


Di luar hendrawan baru saja sampai di gym Tony brother.begitu masuk diapun memanggil 3 bersaudara yang sedang ketakutan di ruang makan.


"Halo..!apa ada orang..?! Tony..! Kamu di mana..?!" Hendrawan berteriak sambil mencoba memukul samsak di depannya.setelah lama tak juga ada yang muncul hendrawan berjalan keruang lain untuk mencari tony atau saudaranya.begitu dia membuka pintu di bagian belakang ruang olahraga itu hendrawan menjumpai 3 bersaudara itu sedang berdiri dan memberi salam hormat pada dirinya.


"Selamat malam pak hendrawan..!"


Ketiga orang itu menyalami hendrawan bergantian.tapi alangkah terkejutnya hendrawan melihat ke tiga orang itu babak belur seperti habis berkelahi.


"Oh..! apa yang terjadi pada kalian..?! Apa kalian habis berkelahi..?!" Tanya hendrawan bingung melihat kondisi tiga pria itu.


"Tidak..!tidak


! kami hanya baru saja latihan dengan para pelanggan jadi seperti ini.tapi ini tidak apa-apa ini sudah biasa.oya ada keperluan apa pak hendrawan datang ke sini malam-malam begini..?!"


Tanya Tony yang berharap hendrawan segera pergi dari sini karena salah satu orang yang memukuli mereka sedang bersembunyi tepat di atas mereka.gawat kalau sampai mereka ketahuan dan baku tembak di sini bisa hancur tempat ini.


"Oh..! sebenarnya aku ingin bicara dengan kalian.tapi sepertinya waktunya kurang tepat..!kalian lebih baik istirahat. kapan-kapan aku akan datang lagi kesini!"


Hendrawan mengurungkan niatnya untuk bicara pada tiga pria itu karena melihat kondisi mereka.tapi saat berbalik hendak meninggalkan tempat itu dia melihat foto afi berada di atas meja.


"Kenapa foto wanita ini di sini..?!" Tanya hendrawan kaget.


"Oh..dia adalah member kami.dia baru mendaftar hari ini di sini." Ronald tersenyum pada hendrawan.


" benarkah..dia jadi member di sini..?" Hendrawan merasa ragu dengan ucapan ronald.


"Ini ada data yang tadi di isi olehnya..lihatlah..!" Ronald menyodorkan formulir pendaftaran afi pada hendrawan yang membuat pria itu akhirnya percaya.


"Baiklah aku pergi dulu.kapan-kapan aku akan bicara pada kalian..selamat malam.!" Hendrawan melangkah pergi dari tempat itu.


"Selamat malam..!" Tony lega melihat hendrawan telah pergi dari tempat itu.


Pria yang bersembunyi di atas mereka keluar dari persembuyiannya di ikuti dengan pria satunya yang bersembunyi di bawah tempat tidur.


"Cari pulpen itu dan serahkan pada kami kalau tidak kalian mati..!"


Seru pria itu lalu mereka pergi meninggalkan tempat itu dengan cepat.meninggalkan 3 pria yang terbengong-bengong tidak mengerti apa yang di maksud kan pria asing yang tidak mereka kenal sama sekali.


Hendrawan memacu moge nya ke arah pos taman mada.entah kenapa dia ingin sekali menemui afi dan melihat wajah wanita itu.


Sementara itu di pos taman.tampak afi sedang duduk menonton tivi sambil melamun tiba-tiba bayangan wajah Banyu langit membayang begitu jelas saat banyu begitu gagahnya menarik tubuh mungilnya waktu terjadi perkelahian di hotel yang menyebabkan lengannya terluka.begitu jelas terbayang wajah pria tampan itu begitu lembut saat mengobati luka di lengannya betapa dekat mereka waktu itu.rasanya bau harum nafas pria itu masih terasa di ingatannya.tatapan mata pria tampan itu begitu menawan dan sangat meneduhkan hatinya.senyum terukir di bibir merah afi mengingat kejadian itu ada debar aneh dalam hati wanita itu.tapi senyum itu hilang saat dirinya mengingat kematian tragis suaminya yang meninggal tepat di dalam pelukannya.air mata pun meleleh tak tertahan lagi dia pun menggelengkan kepala.tak seharusnya dia memikirkan pria lain sementara kematian suaminya belum terungkap dengan jelas.lagi-lagi hati afi begitu sakit saat teringat detik-detik orang yang paling di cintainya itu menghembuskan nafas terakhirnya.isaknya pun terdengar oleh Fauzi yang sedang duduk di sampingnya bersiap hendak pulang.


"Tidak apa-apa pak ! Aku hanya teringat sesuatu." Afi menjawab dengan tatapan sendu.


"Aku tahu.kamu teringat pada almarhum suamimu ya..?! Afi,hidup harus berjalan.jadikan kenangan bersama suamimu, sebagai penyemangat hidupmu."


fauzi mencoba menghibur afi.lelaki separuh baya itu memandang prihatin pada afi.fauzi begitu kasian pada afi pada saat wanita itu lagi bahagia sebagai pengantin baru kejadian tragis itu merampas kebahagiaannya dengan paksa.fauzi menghela nafas panjang afi sudah di anggapnya seperti anaknya sendiri.


"Aku tidak apa-apa paman,paman tidak usah khawatir ?.oya paman mau pulang kan ?nanti bibi khawatir.paman pulang saja hari sudah mulai malam."


Kata afi mengulas senyum agar fauzi tidak menghawatirkannya lagi.


"Baiklah kalau begitu,akupulang dulu ya. jaga dirimu baik-baik..selamat malam.!"


Seru fauzi sambil keluar dari pos.


"Selamat malam paman..hati-hati di jalan.salam buat bibi ya..!"


Seru afi sambil mengikuti fauzi dari belakang.dan sepeda fauzi pun menghilang di kegelapan malam.


Tapi saat afi hendak berbalik masuk kedalam pos dia melihat Hendrawan datang dengan mogenya.


"Selamat malam abang..! Apa abang sedang patroli..?!"


Tanya afi agak terkejut malam-malam begini atasannya itu datang ketempatnya jaga.


"Selamat malam afi.aku sedang tidak dinas kok.oya apa kamu sudah makan..?!" Tanya hendrawan sambil turun dari motornya dan mendekati afi.


" belum abang."jawab afi sambil menggelengkan kepalanya.


"Baiklah kalau begitu kamu temani aku makan di luar ya..? ayo pakai ini..!"


tiba-tiba hendrawan sudah memakaikan helm berwarna hitam milik afi yang tergantung di motor maticnya.tanpa bisa menolak afi pun naik ke atas moge hendrawan.moge itu berhenti di sebuah restoran padang yang sangat terkenal kelezatannya di jakarta.hendrawan memegang tangan afi dan membawanya duduk di kursi lalu memesan makanan.


"Afi, kamu mau pesan apa ?"


Tanya hendrawan pada afi yang diam saja.karena masih kaget saat hendrawan dengan akrabnya mengandeng tangannya memasuki restoran itu.


"Terserah abang aja.aku suka semua kok masakan padang.!"


Jawab afi sedikit gugup pasalnya baru kali ini dia sedekat itu dengan atasannya ini.


"Baiklah bawakan semua lauk yang ada di sini..dan juga jangan lupa teh hangat dua!."


Seru hendrawan pada pelayan yang dengan cekatan melayani mereka.tak berapa lama dua porsi nasi dan berbagai lauk sudah tersedia di depan afi.membuat perutnya yang sudah keroncongan ingin segera menyantap habis semua makanan lezat itu.


"Ayo,makan yang banyak.supaya kamu sehat.kita harus makan yang bergizi dan juga tepat waktu.karena kesehatan itu sangat penting afi. Jangan sungkan ya,nah ini rendangnya enak sekali kamu cobain deh..!"


Kata hendrawan sambil mengambilkan rendang dan menaruhnya di piring afi.afi pun mengangguk sambil tersenyum pada hendrawan.makanan padang ini benar-benar sangat lezat.sampai-sampai perut afi kekeyangan dan tak sanggup lagi memasukan makanan kedalam mulutnya.hendrawan tersenyum melihat ekpresi wajah afi yang di anggapnya lucu saat makan seperti itu.mungkin karena afi adalah wanita yang selalu jujur pada sikap dan keadaannya.afi wanita yang apa adanya dan yang jelas wajah lembutnya itu membuat hendrawan jatuh hati padanya.hendrawan selalu memperhatikan wajah afi selama mereka makan.terkadang afi tersenyum saat melihat hendrawan sedang menatapnya sedang makan.


"Enak kan..? Makanlah..! Oya bagaimana kamu bisa kenal dengan Banyu langit.?"

__ADS_1


Pertanyaan hendrawan membuat afi tersedak .dia kaget bukan kepalang tak menyangka kalau hendrawan akan bertanya seperti itu. Afi pun terbatuk-batuk karenanya dan membuat hendrawan cemas melihat wajah afi memerah karena tersedak.hendrawan menepuk-nepuk pundak afi dan memberinya minum.hendrawan menunjuk ke arah bibir afi yang berlepotan makanan.lalu afi pun mengusap dengan tisu.


"Kamu tidak apa-apa kan.?!"tanya Hendrawan mencemaskan afi.


"Tidak aku tidak apa-apa bang ?"


Jawaban afi membuat hendrawan lega.dia pin duduk kembali di kursinya.


"Kelihatannya kamu dan pria itu sudah mengenal lama.sampai-sampai dia mengajakmu ke acara sepenting itu..?!"


Hendrawan masih melanjutkan pertanyaannya lagi.


"Aku..aku kenal dia nggak sengaja..maksudku aku..!"


Afi bingung menjelaskan pada hendrawan.hendrawan jadi semakin penasaran dengan penjelasan afi.


"Tidak sengaja bagaimana.? Yang kutahu dia seorang pengusaha.bukan maksudku kalau mau meremehkan kamu.tapi kamu harus hati-hati.kelihatannya Banyu itu bukan orang yang baik.aku hanya berusaha melindungimu.karena aku menganggapmu sebagai teman." Kata hendrawan sambil menatap lembut pada afi.


Afi merasa sangat senang karena mendengar kalau atasannya ini menganggapnya sebagai teman.tidak ada salahnya kalau afi jujur pada hendrawan,lagi pula hendrawan adalah aparat hukum yang bertugas melindungi warga negara.


"Baiklah..aku akan memberi tahu abang sesuatu tapi abang jangan bilang siapa-siapa ya..?" Afi berbisik pada hendrawan.membuat hendrawan serius mendengarkan afi.apalagi saat afi berjalan mendekatinya.dada hendrawan berdebar keras saat afi mendekatkan wajahnya pada hendrawan dan membisikan sesuatu di telinganya.nafas afi yang bertiup lembut menerpa wajahnya membuat hendrawan gugup sekali dia begitu dekat dengan wanita ini.


"Abang,banyu sedang memberiku pekerjaan sampingan padaku sebagai seorang mata-mata.dia sedang mencari sesuatu...aku adalah mata-mata yang bekerja dengannya dia memanggilku dengan sandi 'kelinci'."


Bisikan afi di telinga hendrawan, yang membuat pria itu terpaku.bukan karena afi mengatakan kalau dia seorang mata-mata. tapi jantung hendrawan seolah berhenti saat sensasi suara afi menembus dinding telinganya.hendrawan benar-benar jatuh hati pada wanita ini.saat afi sudah kembali duduk di tempatnya dan kembali menyantap makanan penutup di piringnya.barulah hendrawan tersadar dari ketertegunannya.


"Mata-mata,kelinci..hh..! Afi,kamu jangan terlalu polos.kamu harus hati-hati, kamu bisa saja dalam bahaya kalau masih berhubungan dengan orang itu.dunia bisnis itu sangat kejam..!" Hendrawan berusaha mengingatkan afi.


"kelihatannya pria brengsek itu mau membodohi afi.karena afi adalah gadis yang sangat polos.aku tidak akan membiarkan lelaki itu memperalat afi."


Kata hendrawan dalam hati.


hendrawan menghela nafas panjang.sambil menatap afi yang sedang minum dan sudah menyelesaikan makannya.malam sudah mulai larut hendrawan lalu mengajak afi untuk kembali ke pos taman.menyusuri jalanan yang sudah mulai sepi.


Sementara itu di sebuah apartemen.Banyu tidak bisa tidur sambil mengangkat kakinya keatas dengan posisi terbalik badanya yang tinggi atletis itu menempel di dinding.entah kenapa hampir sehari ini ingatannya hanya pada afi.apalagi kalau dia ingat betapa tak berdayanya gadis cupu itu malam tadi.dan apakah lukanya sudah membaik.Banyu lalu dengan cepat menyambar kunci mobilnya dan melajukan mobil mewah itu menuju ke pos taman mada.


Tak lama kemudian mobil itu sudah sampai di depan pos tempat afi tinggal.Banyu pun turun dari mobilnya malam itu banyu terlihat santai dengan memakai kaos oblong berwarna putih dan celana kain berwarna abu-abu.badannya yang atletis tampak terlihat jelas karena kaos oblong yang di pakai mengikuti lekuk tubuhnya yang ideal.walau tertutup dengan mantel dinginya yang di biarkan terbuka kancingnya.


mata Banyu memandang ke arah pos dan dia tak mendapati afi di sana.hanya seorang lelaki setengah baya yang duduk berjaga dia adalah fauzi yang malam itu kembali lagi ke pos karena ada yang tertinggal.Banyu urung melangkahkan kakinya dan dia pun berbalik hendak masuk kedalam mobil lagi.banyu mengira kalau afi pasti sudah tidur.tapi saat hendak membuka pintu mobil banyu melihat ada sebuah motor besar meluncur kearah tempatnya berdiri.


Begitu motor itu berhenti tepat di depannya dia melihat sangat jelas gadis yang di carinya sedang duduk mesra di belakang pria yang tidak dia sukai.entah kenapa rasanya dada Banyu seolah terbakar melihat gadis cupu itu berada terlalu dekat dengan pria lain.dengan tatapan tajam dia memandang afi dan hendrawan. tanpa sadar dia langsung mendekati afi, dan langsung mengendong dengan sedikit kasar afi. menurunkan wanita itu dari motor pria yang dia tahu adalah atasan afi.


Afi sendiri sangat kaget melihat Banyu tiba-tiba ada di pos malam-malam begini.dan hatinya merasa sangat malu karena di perlakukan seperti anak kecil oleh banyu di depan hendrawan.dan dengan cepat menjauhkan tangan Banyu yang masih berada di pinggangnya.mata Banyu menatap tak senang pada hendrawan begitu juga hendrawan.pria itu juga sangat kesal melihat Banyu terlihat begitu akrab dengan afi.mata kedua pria itu saling menatap tajam.


"Kamu..kenapa kamu di sini..?!" Suara afi membuat Banyu tersadar.


"Hai..!siapa dia..?!" Walau banyu sudah tahu siapa pria yang bersama afi itu.dia hanya ingin memastikan kalau afi tidak punya hubungan khusus dengan pria itu.


"Oh..!aku adalah atasannya namaku Hendrawan...!kamu sendiri siapa dan ada urusan apa dengan afi..?!"


Suara hendrawan sangat tidak bersahabat terdengar ada nada sinis disana.


"Aku Banyu langit,teman dekat afi.ada yang ingin ku bicarakan dengan afi."


Banyu menjabat tangan hendrawan dengan erat tatapannya masih dengan pandangan sinis.


"Afi,kamu tidak apa-apa kan kalau kutinggal sendiri..? Kalau ada apa-apa hubungi aku.ingat besok kamu harus datang pagi.cepat tidur ya jangan kemalaman.angin malam tidak bagus untuk kesehatanmu.!" Seru hendrawan mengingatkan afi.yang agak kaget dengan perhatian hendrawan yang agak berlebihan.membuat afi agak kikuk dan langsung menganggukan kepala.sementara Banyu memandang hendrawan dengan pandangan sangat kesal.


"Selamat malam..!"


Hendrawan menatap tajam pada Banyu sebelum dia membunyikan mogenya dan me gasnya dengan sangat kencang menandakan hatinya sedang kesal.meninggalkan wanita yang di sukainya dengan pria asing itu.


"Iya..hati-hati abang..!"


Seru afi melihat hendrawan terlalu laju memacu mogenya.


"Aduh kenapa dia terlalu laju membawa kendaraannya.."


gumam afi mencemaskan hendrawan.membuat Banyu sangat kesal melihat wanita itu begitu menghawatirkan pria yang barusan pergi.


"Apa dia pacarmu..?!" Serunya dan afi pun menoleh kearah Banyu.


"Pacar..?oh bukan.dia bukan pacarku. dia...!dia adalah kepala kesatuan tempatku bekerja.kamu tahu kan dia itu atasanku. Oya, kenapa malam-malam begini kamu datang kemari."


Tanya afi menatap pria yang begitu tampan di depannya.


"Aku..oh aku kesini karena ingin tahu bagaimana keadaanmu.? apa lenganmu sudah baikan..?"


Kata Banyu agak sedikit kelabakan saat afi menanyakan tujuannya datang ketempatnya.karena dia sendiri tidak tahu kenapa dia ingin sekali bertemu dengan gadis cupu itu.hanya dengan alasan ingin tahu keadaan afi lah alasan kuat dia menemuinya.


"Oh..aku sudah baik-baik saja.hanya terluka sedikit sebentar lagi pasti sudah sembuh.."


afi tersenyum rikuh kearah Banyu.Banyu dan afi tidak tahu harus bicara apa dan hanya saling memandang bingung.entah kenapa Banyu sendiri tidak tahu harus bicara apa dia salah tingkah di depan afi.


"Baiklah kalau begitu,aku pamit..jaga dirimu baik-baik ya..!"


Banyu sangat gugup sekali .kenapa dia jadi salah tingkah begini biasanya dia selalu bersikap cuek setiap berhadapan dengan wanita yang lebih cantik dan seksi dari pada wanita yang ada di depannya.tapi entah kenapa dengan gadis ini sangat berbeda rasa di hatinya wanita ini tidak seperti gadis-gadis yang pernah di temui.saat kakinya hendak masuk kedalam mobilnya Banyu membalikan badan.dan memegang tangan afi dan menuliskan nomor hpnya di tangan mungil afi kali ini pun rasanya berbeda.kalau biasanya dia akan menulis nomor yang salah agar wanita tidak mengganggunya tapi saat menuliskan nomor hpnya di tangan afi,dia sangat berharap kalau afi menghubunginya.matanya menatap mata afi dengan dada berdebar dan nafas yang memburu karena gugup.


"Telpon aku segera begitu kamu mendapatkan pulpen itu..semoga kamu cepat menemukannya..."


kata Banyu sambil menelan air linvanya karena kegugupannya.saat dia meninggalkan afi rasanya dia tak ingin meninggalkan gadis itu.lama dia memandang afi dari dalam mobilnya.sebenarnya dia sangat berharap wanita itu mencegahnya untuk pergi.


"Hati-hati ya,selamat malam.."


Kata afi sambil tersenyum pada pria yang diam-diam menarik hatinya.


"Oke..da...!!"


Banyu melambaikan tangannya.perlahan mobilnya pun meninggalkan afi yang masih memandang nomor hp yang tertulis di telapak tangannya dan menggenggamnya dengan erat.ada perasaan bahagia berdesir dalam hatinya.walaupun pria itu memberikan nomor itu karena pulpen, tapi entah lah dia merasa ada rasa lega dalam dadanya.


------**-------


Tunggu cerita selanjutnya di He is spy 7 ya.trimakasih☺

__ADS_1


__ADS_2