HE IS SPY

HE IS SPY
HE IS SPY 15


__ADS_3

Afi masih terkejut dengan sikap hendrawan yang kasar dan wajah marahnya begitu kelihatan.hendrawan yang sedang terbakar cemburu berlalu begitu saja menuju keruangannya.rasanya darahnya mendidih sampai ubun-ubun karena malam tadi dia tahu afi meninggalkan polres dan dengan bodohnya dia mengira kalau gadis itu tidur dirumahnya dan sekarang wanita itu mengatakan kalau dia tidak tidur dirumahnya. Nathalia yang melihat afi menyerahkan kunci rumah susun punya hendrawan tersulut emosi.Nathalia tak menyangka kalau hendrawan jatuh hati dengan afi dan sialnya dia mulai merasa kalau cintanya pada  hendrawan bertepuk sebelah tangan.haruskah wanita smart dan modern seperti dia kalah dalam hal percintaan dengan seorang wanita janda dan tidak berpendidikan.Nathalia menutup matanya dengan kedua tangannya.


"Ah..!tidak ini hanya mimpi..!aku tidak akan membiarkan janda itu menjadi besar kepala dan bertingkah.akan aku beri dia pelajaran.!"


Nathalia mengumpat dalam hati.


"Afi!apa ada berkas untukku?!"


Tanya nathalia sambil mencoba bersikap lembut pada afi.


"Iya Bu nathalia ada!"


Jawab afi sambil menyerahkan berkas pada nathalia.


"Halo selamat pagi semua..!"


Sapa made dan irwan yang datang bersamaan.


"Kita meeting sekarang..!"


Teriak nathalia pada semua anggota tim yang terlihat sudah hadir semua.begitu semua anggota tim sudah ada di ruang meeting tatik membagikan satu persatu berkas yang sudah di salin dan bisa di pelajari bagi setiap anggota untuk menyampaikan hasil temuannya untuk kasus yang sedang mereka tangani bersama.setelah semua hadir mulailah dengan hendrawan yang membuka rapat saat itu dengan tatapan tajam pada afi.


"Kasus ini sudah berjalan 1 bulan lebih dan sekarang kemajuan dari kasus ini masih saja tentang pengenalan tempat dan para tersangka saja,saya mau hari ini kalian melaporkan semua hasil kerja kalian yang terbaru sampai hari ini.!"


Hendrawan sebenarnya setengah hati melakukan rapat ini.tadinya hatinya sangat riang karena mengira tadi malam afi berada di rumahnya sehingga walau dia harus di luar dan berpatroli semalaman tak ada artinya baginya.tapi hati dan jantungnya remuk redam saat tahu gadis itu teryata tidak ada di rumahnya.tapi sebagai seorang kepala kesatuan hendrawan harus profesional dan bisa menguasai emosinya.


"Hari ini saya melaporkan kalau tugas saya di tkp.justru menemukan sesuatu yang janggal karena sehari sebelum kejadian bom itu memang benar ada pertengkaran antara korban kevin prawiro utama dengan seorang wanita cantik dan dia adalah seorang model sebuah majalah dewasa bernama Sonia liberty.kelihatannya mereka punya hubungan spesial dan dalam pertengkaran itu mereka menyebut tentang anak.!"


Kata made memberikan laporannya dan membuat hendrawan menatap serius pada made.


"Wanita! Apa mungkin kasus ini hanya karena sebuah perselingkuhan dan skandal wanita murahan..?!"


Irwan berseru dan mengacak rambutnya merasa pening kepalanya mendapati berita itu dari made.


"Tapi ini kelihatannya bukan hanya masalah wanita,bisa juga karena masalah perebutan harta. karena di hari terjadinya peledakan itu beberapa jam sebelumnya istri korban Farida atmanagara datang ke tkp bersama dengan pengawalan lengkap dan dia datang bersama adik iparnya Gunawan mandraguna utama.walau adik iparnya tidak satu mobil dengannya terlihat mereka saling bertemu dan bersama.ini semakin menguatkan kalau ada sesuatu dengan keluarga Utama Grup itu.!"


Made begitu semangat dalam menjelaskan temuannya.


"Ini bukan masalah wanita dan juga perselingkuhan,ada bukti yang sangat mengagetkan bahwa Gunawan itu bukan adik kandung dari Kevin.pria itu teryata adalah adik tiri dari kevin dan hubungan kakak beradik ini memang kurang baik terutama sejak Kevin mendapat kewenangan mengurus Utama Grup.sejak saat itu kevin dan Gunawan seperti bermusuhan.kemungkinan terbesar justru motif dari pengeboman ini adalah perebutan kekuasaan.itu berarti kita harus terus mengawasi apa saja yang dilakukan Gunawan dan dengan siapa saja dia berhubungan.!"


Seru nathalia ditengah-tengah rapat dan ucapannya membuat semua anggota rapat menatap padanya.


"Lalu apa yang kamu temukan afi?!"


Tiba-tiba nathalia mengarahkan pertanyaan pada afi yang sempat kaget dengan pertanyaan wanita menyebalkan itu.tapi afi pun berdiri.


"Sampai saat ini saya baru menemukan kalau banyu langit adalah seorang pengusaha yang akan menjadi investor untuk Putra grup.putra grup adalah perusahaan yang bergabung dengan Utama grup untuk sektor Gas.!saya justru mencurigai Gunawan Mandraguna Putra.karena beberapa kali bertemu pria itu kelihatannya adalah seorang pria yang jahat.bisa saja dia terlibat dengan semua kejadian ini ! Kalau memang antara kevin dan sonya ada hubungan perselingkuhan.orang yang sangat di untungkan atas pertengkaran dari kevin dan istrinya adalah Gunawan.karena gunawan punya tujuan untuk membalas dendam karena dia hanya saudara tiri.!"


Semua mata dalam ruangan itu memandang afi karena tak menyangka kalau afi bisa punya analisa seperti itu.


"Beberapa hari yang lalu saat saya dan Banyu langit pergi untuk makan malam saya melihat Gunawan sedang bicara di telpon dengan seorang perempuan yang dia sebut sonya mereka kelihatan akrab,mungkinkah sonya dan Gunawan saling mengenal di belakang kevin.kalau memang sonya adalah selingkuhan kakaknya apa bisa dia seakrab itu?!"


Penjelasan afi membuat mata hendrawan membulat tampak jelas di matanya kalau hendrawan merasa kagum pada afi.pria ini tak menyangka kalau afi bisa menganalisa sejauh itu.sesaat hendrawan melupakan kemarahannya pada afi.dia terus menatap pada wanita yang di sukainya itu.nathalia melihat hendrawan menatap afi dengan sangat mesra.membuat nathalia menjadi kesal.


"Oh..!jadi hanya itu yang kamu bisa dapatkan dari pendekatanmu dengan pria itu.afi, jangan-jangan kamu berbohong demi menutupi siapa sebenarnya banyu.karena kelihatannya kamu jatuh cinta pada pria itu.aku sering melihatmu bertemu dan berduaan dengan pria tampan itu.aku dengar malam tadi kalian tidur bersama..!"


Nathalia tersenyum sinis pada afi yang terlihat sangat geram pada nathalia yang selalu saja berburuk sangka padanya.


"Apa maksud ucapan bu nathalia?!"


Tanya afi dengan tatapan mata tajam membuat semua anggota rapat melihat pada nathalia karena mereka mulai merasa kalau rapat ini pasti jadi runyam urusannya.


"Apa ada yang salah dengan ucapanku?bukankah memang benar malam tadi kamu tidur di apartemen pria itu dan suatu kebenaran juga kan kalau kalian adalah sepasang kekasih.lalu apa aku salah kalau aku bilang kamu bisa saja mencoba melindungi pria borjuis itu!"


Seru nathalia sambil menatap tajam pada wanita yang selalu saja membuatnya benci tanpa alasan yang jelas.


"Heh!memang benar saya malam tadi tidur di apartemen Banyu.tapi aku dan dia tidak melakukan apapun selain dia tidur di tempat tidurnya dan aku juga tidur di kamar tamu.apa anda puas,bu nathalia..!"


Tegas afi yang berdiri memandang nathalia dengan pandangan penuh amarah.


"Ha..!aku hanya mengingatkanmu kalau sekarang kamu adalah tim dari interpol yang punya misi untuk menyelediki banyu langit secepatnya dan jangan coba-coba kamu berhianat pada kami.lagian apa kamu tidak merasa berdosa pada mendiang suamimu.mungkin saja orang yang sekarang dekat denganmu itu adalah penyebab kematian suamimu.! "


Nathalia sengaja membuat afi marah dan kecewa.teryata apa yang menjadi keinginan terkabul juga.afi berurai air mata saat mendengar kata-kata nathalia yang berhasil membuat hatinya hancur luluh.


"Anda sangat keterlaluan bu nathalia .!saya tidak tahu apa salah dan dosaku pada anda sehingga anda begitu benci sekali padaku..! Saya berada di sini di tim ini karena ingin ikut mencari tahu siapa orang yang telah dengan sengaja menjadi penyebab kematian orang yang paling saya cintai..!kalau memang bu nathalia tidak punya seseorang yang mencintai dan anda cintai jangan pernah menghina cinta orang lain.!"


Afi,berbicara sambil berurai airmata hatinya begitu pedih mendengar ucapan nathalia .sebenarnya afi sangat marah pada wanita jahat yang ada di depannya ini.semua orang yang ada di tempat itu memandang prihatin pada afi.hendrawan seakan ingin sekali mengusap airmata yang mengalir begitu deras di pipi merahnya itu.


"Aku tidak pernah meragukan cintaku untuk Hans dan sampai detik ini dia tak tergantikan di hatiku.aku akan berjuang untuk mengungkap tentang kematiannya.meskipun tidak ada yang percaya padaku tidak juga anda.saya tidak perduli anda percaya atau tidak..!"


Afi terus duduk dan berusaha mengusap airmata yang masih menetes itu.


"Ipda nathalia..! ini sudah keterlaluan hentikan semuanya..!rapat selesai..!"


Bentak hendrawan kesal pada sikap nathalia yang di anggap keterlaluan.


"Saya tidak apa-apa pak.


!tidak perlu membela saya..!kalau rapat sudah selesai saya kembali ke meja saya..!"


Kata afi sambil merapikan berkas di depannya dan keluar dari tempat itu di ikuti anggota yang lain.nathalia hanya tersenyum sinis melihat afi meninggalkan ruangan itu.hendrawan pun tampak kesal pada nathalia dan pergi juga dari ruangan itu tanpa melihat pada nathalia.


"Ini baru permulaan afi,kamu akan rasakan sakitnya karena berani melawanku dan membuat hendrawan jatuh hati padamu.dasar wanita murahan..!"


Umpat nathalia sambil membanting berkas di depannya.


Dari ruangannya hendrawan melihat afi dari kejauhan hati pria ini sangat trenyuh melihat wanita malang itu tampak hancur hatinya karena ulah nathalia.


Afi berusaha mengusir sakit hatinya dengan mencoba menyibukan diri dengan berkas-berkas di depannya.irwan datang membawakan kopi padanya memberi selamat karena irwan bangga afi teryata bisa melakukan tugas dengan baik dan membuat nathalia yang terkenal galak itu tak berkutik dengan ucapan afi.


"Selamat ya.!kamu hebat..!ini untukmu"


Irwan memberikan pujian pada afi dan memberikan secangkir kopi panas.afi menganggukan kepalanya sebagai tanda terimakasihnya pada irwan.tak lama kemudian made tak mau ketinggalan dia pun memberikan afi sekaleng jus buah untuk wanita hebat ini.


"Trimakasih pak irwan!"


Afi tersenyum ramah pada irwan yang segera pergi dari hadapannya.


"Selamat ya..!terus semangat..!"


Seru made sambil tersenyum ramah.


"Trimakasih pak made.!"


Afi kembali membalas ucapan made yang biasanya kurang suka padanya tapi hari ini bahkan dengan tangannya dia memberi afi jus buah di kaleng.


Nathalia yang melihat afi jadi sorotan hari itu dia tidak terima.


"Tatik!mana air minum untukku bawakan teh dan jus buah.sekarang..!"


Bentak nathalia pada tatik.


"Iya bu nathalia..siap!"


Nathalia membuat tatik langsung ngibrit membawakan teh dan juga jus.


Hendrawan hanya melihat dari jauh saat nathalia marah -marah pada tatik. lalu pandangan hendrawan kembali menatap afi yang sedang sibuk dengan berkas-berkas di tangannya.


Sementara itu di tony brother tampak ronald sedang makan bersama adik bungsunya mike.


"Kak,kenapa kak tony belum juga datang kemana saja dia?tadi katanya mau melihat mesin treadmill yang mau di beli.tapi kok lama banget?!"


Tanya mike pada Ronald yang masih asyik dengan makanan di depannya.


"Mungkin kak tony ada urusan lain.akhir-akhir ini dia sepertinya sedang ada banyak yang di urusi semenjak bos Putra memberikan pekerjaan masalah pulpen itu.!"


Ronald mencoba menjelaskan pada adiknya agar mike tidak khawatir.


"Iya sih,lagi pula kenapa kak tony melarang kita untuk membantunya mencari pulpen dan juga melarang kita untuk terlibat dalam urusan dengan orang-orang ini.apa sebegitu berbahayanya masalah ini.?!"


Mike terus bertanya pada ronald yang kemudian menghentikan ritual makannya.


"Dengar mike.kak tony hanya tak ingin kita dalam bahaya kemarin dia bicara denganku kalau kita hanya di suruh mengurusi masalah Tony brother saja.biar dia yang akan mencari pulpen dan juga informasi yang lainnya!terkadang aku ingin sekali ikut membantu diam-diam.tapi nanti kalau ketahuan pasti kakak marah besar jadi aku putuskan biar kak tony saja yang ngurusi semua itu!"


Kata ronald sambil membawa piring kotornya ke dapur.


Tak berselang lama kedua kakak beradik itu mendengar suara mobil berhenti di depan gym tony brother.mereka berdua melihat dari jendela dan terlihat tony sedang turun dari sebuah mobil mewah bersama dengan putra.melihat kakaknya bersama dengan seorang tamu kedua kakak beradik itu mencoba bersembunyi di kamar tidur yang terletak di dekat ruang tamu.mereka ingin tahu apa yang akan di bicarakan kakak mereka dengan pria kaya itu.


Tony masuk kedalam ruangan itu bersama putra dan juga imam orang kepercayaan putra.sejenak imam mengeluarkan alat ditektor untuk memeriksa seluruh ruangan itu sebelum putra berbicara dengan tony.pria kaya itu melepas sarung tangannya dan mengibas-ibaskan sarung tangan itu di atas sofa yang akan dia duduki.putra memang selalu tampil dengan angkuh.tony duduk tepat didepan putra.


"Silahkan duduk tuan putra..!"


Tony terlihat sangat menghormati putra sambil berdiri dan tersenyum ramah mempersilahkan pria itu untun duduk.putra duduk dengan mengangkat kaki dan meletakan di atas kaki lainnya tingkahnya semakin memperlihatkan kalau dia adalah pria kelas atas.


"Aku sangat berharap kamu segera mendapatkan informasi tentang dimana pulpen itu di sembunyikan!"


Putra tampak tertawa kecil melihat hasil kerja tony.


"Iya secepatnya aku akan mencari tahu siapa pria yang mendapatkan dan menyimpan pulpen itu,tapi yang jelas dia adalah seorang pria kelihatannya masih sangat muda melihat dari postur tubuhnya yang tinggi tegap itu sayangnya gambar pria itu tidak jelas karena dari samping. dia berkumis dan berkulit putih tingginya kuranglebih 180cm. !"


Tony merasa kalau kerja kerasnya selama ini hampir saja membuahkan hasil.


"Baiklah ini untuk biaya transportasi kamu,besok segera pergilah ke surabaya.!"


Putra meletakan sebuah amplop dan segera pergi meninggalkan tony.


Tony melihat isi amplop dan tersenyum puas.tidak sia-sia dia kembali menjadi seorang ditektif pekerjaan yang telah lama dia lupakan sejak kematian orang yang sangat di cintainya.iya ibu tercinta meninggal di tangan para mafia karena sebuah misi yang akhirnya membuatnya sempat di penjara selama 2thn.jika ingat kematian ibunya membuat tony menarik nafas panjang.


Sementara ronald dan mike yang mendengar putra sudah pergi segera keluar dari persembunyian mereka.begitu tahu kalau kedua adiknya menguping pembicaraan dia dan putra.membuat pria yang sudah berumur itu marah pada kedua adiknya.tony melemparkan sarung tinju kearah kedua adiknya.


Sementara itu putra sedang berada di bar rambo menunggu seseorang sebotol wiski dan dua sloki sudah tersedia di depannya.tak lama datang seorang wanita cantik datang menghampirinya.


"Halo,tuan putra apa kabar?!"


Sapa wanita cantik yang teryata adalah lilis dengan senyum hangat.


"Nona lilis,silahkan duduk !"


Putra segera menuang wiski kedalam sloki dan memberikan pada lilis yang menerimanya dengan senyum tipis.


"Ada apa gerangan tuan putra mengundangku di tempat seperti ini?!"


Lilis masih belum mengerti apa maksud putra ingin bertemu dengannya.


"Aku..!ha..ha..ha..!aku hanya ingin tahu bagaimana kabarmu dengan Tuan Gunawan?! Apa kalian masih berhubungan?!"


Pertanyaan gunawan semakin membuat lilis bingung dengan sikap putra.


"Gunawan dan aku masih sama seperti yang tuan putra tahu?tuan putra sudahlah sebenarnya apa maksud tuan ?!"


Tanya lilis sambil menatap tajam pada putra karena tak ingin pria ini bicara yang tidak jelas.


"Aku hanya ingin bekerja sama denganmu untuk memberiku informasi tentang siapa saja yang berhubungan dengan Gunawan saat ini!"


Putra akhirnya menyampaikan maksudnya.


"Jadi maksudnya aku jadi mata-mata untukmu?!"


Seru lilis heran mengapa pria ini menyuruhnya mencari tahu tentang orang yang kini dekat dengannya.


"Iya,dan aku akan memberikan imbalan yang pantas untukmu!"


Kata putra sambil tersenyum licik pada lilis.


"Kalau aku tidak mau bagaimana?"


Lilis berusaha menolak ajakan putra.dia hanya tak ingin bermasalah dengan Gunawan.


"Ha..ha..ha! Aku hanya menawarkan sebuah kerjasama yang sangat menguntungkan untukmu dan mungkin aku bisa sampaikan salammu untuk Banyu langit!"


Putra mulai melancarkan rayuan tentang nama pria yang membuat lilis jatuh cinta itu.


"Maksudmu?!"


Lilis ingin tahu apa maksud ucapan putra saat mendengar pria itu menyebut nama Banyu langit.


"Aku tahu kamu menyukai Banyu langit,jika kamu bisa membantuku tentang informasi yang aku minta.aku akan membuatmu dekat dengan Banyu langit dan aku bisa menjamin kamu akan bersama dengan pria itu!"


Tawaran Putra semakin mengiurkan bagi lilis.


"Baiklah aku akan memikirkan tawaranmu ini.!"


Jawab lilis sambil menatap datar pada putra.putra mengangkat sloki di tangannya dan membuat cirs dengan lilis.


"Apa yang sedang kalian bicarakan di tempat ini!"


Suara Gunawan membuat putra dan lilis terkejut.putra tak menyangka kalau gunawan berada di tempat itu juga.


"O..tuan Gunawan!kebetulan tadi saya tidak sengaja bertemu dengan nona lilis dan mengajaknya minum sedikit.baiklah nona lilis saya pamit dulu. sampai jumpa lain waktu.!mari tuan gunawan senang bertemu dengan anda!"


Putra segera pergi sambil tersenyum pada Gunawan yang nampak sedikit kesal pada putra dan sempat berpikir yang bukan-bukan.


"Sayang..!apa benar dia tak sengaja bertemu denganmu?!"


Tanya gunawan penuh selidik pada lilis.

__ADS_1


"Iya sayang ,tadi aku sedang suntuk jadi aku kesini dan bertemu tidak sengaja dengannya.duduklah di dekatku sayang!"


Senyum lilis membuat gunawan luluh dan langsung duduk didekat lilis seperti sapi yang di cucuk hidungnya.pria yang terkenal doyan gonta-ganti wanita ini sepertinya cinta mati dengan lilis.walau lilis sama sekali tak mencintai gunawan tapi pria ini memberikan segalanya untuk dirinya.lilis menuangkan wiski kedalam sloki lalu memberikan pada gunawan yang langsung meminum wiski itu sampai habis dalam satu tegukan.


Di kantor polres tampak hendrawan sedang sibuk dengan berkas di tangannya.sekilas pria itu melihat afi berjalan kearah ruangannya dia pun semakin bersikap sangat sibuk.


"Selamat sore pak!"


Sapa afi setelah mengetok pintu yang terbuka itu.


"Sore!"


Jawab hendrawan tanpa melihat afi.


"Semua berkas sudah saya selesaikan.apakah ada tugas untuk saya lagi?!"


Tanya afi yang melihat hendrawan begitu sibuk dengan berkas di depannya itu.


"Apa saya bisa bantu?!"


Tanya afi lagi karena di lihatnya hendrawan sangat sibuk.


"Apa hari ini kamu tidak kelapangan untuk penyelidikanmu?!"


Akhirnya hendrawan melihat kearah afi.


"Saya..,iya mungkin hari ini saya mau keluar sebentar!"


Jawab afi gugup melihat hendrawan menatapnya dengan tajam.


"Apa hari ini kamu bertemu dengan Banyu langit?!"


Tanya hendrawan tanpa menoleh dari berkas di depannya


"Mungkin.!"


Afi masih belum yakin sebenarnya hari ini dia mau pergi ke apartemen banyu.tapi dia masih mencari alasan untuk dirinya bila dia harus kesana.


"Aku menyuruhmu untuk mencari tahu tentang banyu langit bukan untuk menjadi kekasih lelaki nggak jelas itu..!"


Suara hendrawan meninggi membuat afi terkejut.sontak saja hatinya menjadi agak kecut mendengar ucapan atasannya ini.baru saja afi menjawab kata-kata hendrawan tapi telpon di meja pria itu berdering.


"Halo siapa?! Iya..iya..baiklah! Halo..halo..!"


Hendrawan membanting telponya agak keras dia kelihatan sangat kesal entah siapa yang menelponnya.hendrawan langsung berdiri dan memakai jaket begitu badannya mengarah ke pintu afi masih berdiri di depannya membuatnya agak terkejut karena tak ingat afi masih berada di tempat itu.


"Nanti kita bicara lagi,aku harus pergi!"


Hendrawan menatap afi lalu berjalan keluar dari ruangannya meninggalkan afi yang masih terpaku di tempat itu.akhirnya afi memutuskan pulang walau hari belum terlalu sore.hendrawan segera melajukan mogenya kearah rusunnya.begitu sampai ke rusun dia langsung membereskan semua berkas yang ada di tempat itu.hendrawan pun memasukan semua foto-foto tentang buronan yang banyak terpampang di kamarnya.tak lama setelah dia memasukan semua berkas dan gambar itu terdengar suara ketokan di pintu.saat hendrawan membuka pintu di depannya sudah berdiri seorang wanita berumur 48thun berdiri dengan sangat berwibawa.wajah cantik itu masih terlihat jelas walau termakan usia.kaki wanita ini melangkah dengan sangat anggun dan duduk di depan hendrawan yang sudah menyiapkan dua cangkir teh hangat di meja itu.


"Selamat datang nyonya putra..!"


Sapa putra pada wanita yang sebenarnya adalah ibu kandungnya sendiri.iya wanita itu bernama margareta ibu kandung hendrawan wanita yang sudah bertahun-tahun tak pernah menemui anak satu-satunya ini semenjak hendrawan memutuskan masuk sekolah kepolisian.lama keduanya dalam kebisuan seolah mereka saling mencari tahu apa yang harus di katakan.rasa rindu di antara ihu dan anak itupun tak sanggup mencairkan kekakuan antara keduanya.


"Hendrawan,benarkah kamu menemui ayahmu beberapa hari yang lalu?!"


Tanya margareta pada anaknya tanpa senyum sedikitpun pada pria yang masih tertunduk di depannya itu.


"Iya benar"


Jawab hendrawan singkat.


"Benarkah kamu mau belajar tentang dunia bisnis ayahmu?!"


Margareta masih kurang yakin dengan kabar yang di dengar dari suaminya samapi dia harus menyingkirkan gengsinya untuk datang ketempat putranya itu.


"Mungkin!"


Jawab hendrawan ragu.


"Heh..!apa yang sebenarnya kamu mau!apa kamu ingin mempermainkan hati kami?!"


Suara margareta terdengar mulai marah.karena menganggap hendrawan tidak sungguh-sungguh ingin belajar bisnis dengan putra.


"Tidak ada niat untuk mempermainkan hati kalian.baiklah aku akan jujur sebenarnya aku ingin bergabung dengan tuan putra karena ini ada sangkut pautnya dengan kasus yang aku tangani saat ini!"


Hendrawan menjelaskan semua yang sebenarnya terjadi dan itu membuat margareta sangat kesal.


Wanita itu berdiri dari tempat duduknya dan menatap tajam pada hendrawan.


"Jangan katakan kalau kamu mencurigai ayah kamu sendiri tentang kasus itu?!"


Tanya margareta dengan berapi-api dia sangat kecewa.


"Siapapun yang ada hubungan atau mengenal kevin prawiro utama harus di curigai. Termasuk tuan putra.!"


Kata hendrawan menjelaskan.


"Plak...!kamu sangat keterlaluan,aku menyesal datang kemari menemuimu..!kamu sangat berubah!"


Margareta berlari meninggalkan hendrawan yang masih duduk terpaku di kursi itu tanpa menoleh atau bersuara.hanya langkah sepatu mama tercintanya yang terdengar semakin mengecil dan menghilang dari pendengaran.tangan hendrawan menutupi mukanya dan dia pun menarik nafas panjang.


Di sebuah perkantoran dalam ruang meeting yang luas tampak 3orang sedang membahas tentang pekerjaan yang sangat penting.dia adalah banyu langit dan dua relasinya dari korea dan satu orang kepercayaanya.


"Bagaimana Tuan Banyu?!minggu ini kita akan segera melakukan sain kontrak dengan dengan harga yang sudah kita sepakati !"


Kata park jungsi orang kepercayaan Banyu yang berasal dari korea.tampak mr lee partnernya dari korea juga tersenyum ceria.


"Oke..!semua aku percayakan pekerjaan ini padamu mr park jungsi.!saya harap kita serius menangani kontrak ini!"


Banyu memang selalu memperhatikan semua pekerjaannya dan memberi tanda setuju atas semua laporan dari park jungsi.saat sedang bicara serius tentang bisnis itu tiba-tiba ponsel banyu berdering tampak nama kelinci tertera di layar ponsel itu membuatnya tersenyum.


"Halo,iya?!"


Sapa banyu lembut saat mendengar suara afi di seberang sana.


"Halo selamat sore.apa kamu sedang sibuk?aku sekarang ada di depan lift di apartemen kamu!aku tidak membawa kunci .tapi kalau kamu sedang sibuk aku akan kembali nanti!"


Suara afi terdengar sangat merdu di telinga banyu.bahkan sepenting apapun meeting itu sekarang pria tampan itu tak perduli.


"Tunggu di sana jangan kemana-mana.aku sebentar lagi tiba..!"


Tak menunggu lagi banyu langsung meninggalkan ruang meeting.


"Saya harus pergi sekarang kamu urus semuanya mr park"


Banyu berlari keluar dari ruangan itu dan langsung melajukan mobil hitamnya ke arah apartemennya yang tidak jauh dari lokasi meeting.banyu tampak tak mau afi menunggu terlalu lama dia berlari menuju ke lift dari jauh dia bisa melihat afi sedang berdiri menunduk di depan pintu lift yang terletak di tengah loby apartemennya.banyu tersenyum senang sekali bisa melihat gadis itu sekarang ada di depannya.hatinya berbunga-bunga dadanya berdebar tak menentu saat kakinya hendak melangkah kearah gadis itu kaki itu berhenti dia bersembunyi di samping dinding yang menutupi lift banyu merapikan baju yang dikenakannya.baru kali ini dia merasa gugup sekali bertemu seorang wanita.biasanya dia cuek saja dengan penampilannya walau tanpa merapikannya dia selalu saja mempesona. tapi kali ini gadis cupu itu membuatnya merasa tidak percaya diri.


"Hai..!kamu sudah lama menunggu..?!"


Seru banyu begitu dia muncul di depan afi dan wanita itu hanya tersenyum padanya tanpa bicara apapun.bahkan didalam lift pun gadis itu tak bersuara.banyu jadi penasaran.


Banyu mencoba mengurai kekakuan itu.mata pria ini tak putus melihat pada afi.wanita itu hanya tersenyum dan tidak berkomentar atau menanggapi ucapan banyu


"Katakan padaku kenapa kamu kembali ke apartemen ini.?!"


Aduh sial kenapa juga itu yang aku tanyakan.bagaimana kalau dia tersinggung dan pergi dari sini.tapi tidak kalau sampai dia pergi aku akan memerintahkan dia untuk stee apapun yang terjadi.


"Aku?bukankan kamu yang menawarkan aku untuk tinggal di sini dan aku mau menerima tawaranmu!."


Afi menjawab tanpa melihat ke arah banyu yang berdiri dibelakangnya.dada afi berdebar-debar menahan rasa gugup.tangannya bersilang di dadanya menahan gejolak yang bergemuruh.banyu tersenyum penuh kemenangan begitu mendengar kalau gadis itu akhirnya memutuskan untuk tinggal bersamanya.rasanya ingin sekali dia bersama dan berduaan seperti ini lebih lama.rasa rindu di dadanya membuatnya seolah ingin memeluk gadis itu tapi hasrat itu di pendam kuat-kuat banyu tak ingin lepas kontrol dan menyebabkan gadis itu pergi lagi.saat pintu lift terbuka tampak rizal sudah berdiri di depan pintu lift.


"Selamat malam!"


Sapa rizal melihat kedatangan mereka.


"Selamat malam!"


Jawab afi dan banyu bersamaan.


"Tadi ada telpon dari korea salah satu relasi bisnis anda mau datang ke Indonesia anda di minta menghubungi!"


Rizal berjalan mengiringi banyu kearah meja kerjanya.sementara afi langsung masuk kekamarnya.rizal sangat kesal melihat afi datang keapartemen banyu apalagi kelihatannya gadis itu akan tinggal lama di tempat ini.


"Apa gadis itu akan tinggal di sini?!"


Tanya rizal dengan tatapan tidak suka.


"Iya dia akan tinggal di sini bersamaku.akan lebih mudah mengawasi gadis itu di sini paman!"


Kata banyu sambil melepaskan jaket dan dasi yang di pakainya.


"Tapi kamu kan tahu sendiri gadis itu bekerja di interpol dan dia adalah anak buah dari kasat hendrawan.apa tidak berbahaya untuk kita?!"


Rizal berusaha mengingatkan banyu.


"Paman semua sudah aku pikirkan dan aku punya rencana untuk dia.paman tidak usah memikirkan masalah ini.lebih baik paman menyiapkan makanan untuk makam malam.paman,malam ini aku mau menu yang istimewa dari restoran kita.oke paman.!"


Kata banyu tersenyum pada pamanya.rizal pun hanya mengangguk kemudian memesan makanan dari salah restoran milik banyu .ya dari sebuah resto terkenal di jakarta.


Malam ini terasa sangat berbeda makan malam yang sangat istimewa di rasakan oleh banyu.dia dan gadis itu duduk di meja makan dan bersama menyantap makan malam.rizal hanya bisa melihat kedua orang anak muda yang sangat jelas saling menyukai satu sama lain tapi keduanya belum menyadari rasa di hati mereka masing-masing.sebagai orang tua yang sudah hidup setengah abad lamanya rizal melihat kalau banyu dan afi saling tertarik.sebenarnya rizal tahu kalau afi adalah gadis yang baik dan sangat menyukai afi. tapi rizal hanya tak ingin banyu dan afi mengalami nasib yang sama dengannya.mereka berdua hanya harus menunggu waktu bercinta saat banyu sudah menyelesaikan misi ini dan mereka benar-benar menjalin hubungan serius.tapi kalau mereka berhubungan saat ini sangat riskan karena banyu berurusan dengan orang -orang jahat yang sangat mungkin mengincar nyawa banyu dan juga afi.rizal menarik nafas panjang saat mereka melakukan ritual makan malam.


"Afi,ini kunci untuk lift dari loby,ini untuk ke kamar,ini untuk keparkir,dan ini untuk keloteng.kamu harus menyimpannya baik-baik.jadi kamu bisa keluar dan masuk kapan saja.!"


Terang banyu sambil menatap lembut pada afi.


"Trimakasih akan aku simpan baik-baik.!,oya aku kan tinggal di sini apakah aku boleh membawa temanku ketempat ini kalau mereka mau main?!"


Tanya afi pada banyu.tapi pria itu menatap tajam padanya.


"Tidak!"


Banyu menjawab tegas pertanyaan afi dan melarang keras siapapun yang berhubungan dengan afi untuk datang keapartemen nya.


"Hanya kamu yang bisa tinggal di sini dan ingat kata-kata tuan banyu jangan pernah membawa siapapun untuk datang ketempat ini selain kamu?!karena itu sangat berbahaya.!"rizal dengan suara keras memberi larangan pada afi membuat afi cemberut dan sengaja mengambil lauk di depannya sedikit kasar.banyu yang melihat sikap afi yang ngambek padanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.selama makan tidak ada pembicaraan sedikitpun dari mereka bertiga.hanya rizal yang mendengus melihat afi terlihat cemberut pada banyu.


Sementara di sebuah kafe tenda di senayan terlihat hendrawan sedang minum bir seorang diri entah sudah berapa botol bir yang di habiskannya pikiran pemuda itu sedang kacau setelah pertemuannya dengan ibunya.saat sedang meneguk bir di gelasnya tampak nathalia datang dari arah belakangnya. wanita itu melihat moge hendrawan terparkir dan menghentikan mobilnya dan mencari pemiliknya lalu melihat hendrawan sedang minum saat dia di mobik seorang diri untuk pulang kerumahnya yang terletak tak jauh dari tempat itu.nathalia merasa aneh melihat pria itu sangat kacau dan baru kali ini melihat hendrawan yang biasanya kuat dalam keadaan seperti apapun terlihat begitu rapuh dan hancur.siapa yang membuat hendrawan seperti itu apa mungkinkah wanita janda itu?.


"Hai hendrawan,kamu minum sendirian?!"


Sapa nathalia pada pria yang sudah setengah mabuk itu.hendrawan menoleh pada orang yang telah menyapanya dan dia tersenyum pada nathalia.


"Nathalia,kamu


Teryata.duduklah mari minum bersamaku! Tolong gelas satu lagi!"


Hendrawan berteriak meminta gelas pada pelayan kafe yang segera datang dengan satu gelas bir.hendrawan menuang bir kedalam gelas lalu memberikan pada nathalia.


"Ada masalah apa sampai kamu minum seperti ini?!"


Tanya nathalia ingin tahu pada hendrawan yang tersenyum pada wanita di depannya ini.


"Aku sedang ingin minum saja.apa harus ada alasan jika aku mau minum?!minumlah itu akan membuat kita lebih baik!"


Hendrawan masih mencoba menyembunyikan masalahnya.


"Apa ini masalah perempuan?"


Nathalia sangat penasaran pada pria ini.


"Heh..!perempuan.?iya aku saat ini punya masalah dengan seorang wanita..?!"


Jawaban hendrawan membuat nathalia kesal.


"Apa ini tentang dia..?!"


Tanya nathalia menegaskan lagi.


"Iya masalah wanita itu!"


Jawab hendrawan yang sudah mabuk yang ada dalam pikirannya adalah ibunya margareta jadi hal itulah yang di ucapkannya.nathalia yang mendengar kata iya dari mulut hendrawan terbakar cemburu dia langsung minum bir dalam gelasnya sampai habis rasanya dia ingin menghajar wanita janda itu.


"Kenapa wanita itu begitu sombong? Dan selalu bisa menyembunyikan perasaan yang sesungguhnya!"


Kata hendrawan sambil terus meneguk bir di gelas itu.


"Itulah jika hati tak terbalas memang rasanya sangat menyakitkan.aku bisa merasakan apa yang kamu rasakan!"


Nathalia memandang hendrawan dengan rasa berkecamuk antara kasihan dan juga marah.haruskah dia kalah dari wanita yang tidak selevel dengannya. Sementara hendrawan yang mendengar ucapan nathalia merasa ada benarnya ucapan gadis itu tentang ibunya.kedua orang ini sedang salah paham nathalia menganggap kalau hendrawan sedang membicarakan afi sementara hendrawan menganggap kalau nathalia mengerti bahwa dia sedang bermasalah dengan ibunya.


"Kenapa wanita itu tak mengerti juga kalau aku sangat merindukan kasih sayangnya dan rasanya aku tak bisa hidup tanpa dirinya.setelah lama tidak bertemu kami malah bertengkar saat bertemu lagi..!"


Hendrawan menarik nafas panjang.


"Lupakan dia hendrawan.cobalah membuka hatimu untuk orang lain!apa kamu begitu mencintainya?!"


Nathalia mencoba menghibur hendrawan.


"Tidak mungkin nathalia hubungan ini tak mungkin bisa aku putuskan walaupun aku ingin.tapi itu tak mungkin..! Aku mencintai dan menyayanginya!"


Kata-kata hendrawan membuat nathalia semakin membuatnya sakit hati apalagi saat melihat hendrawan berkaca-kaca.begitu besarnyakah cinta hendrawan pada afi sampai-sampai dia harus menghinakan diri seperti ini.malam mulai larut dan hendrawan semakin mabuk.nathalia membawa hendrawan pulang dengan mobilnya mengantar ke rusun tempat tinggal hendrawan.begitu sampai di rumah hendrawan pria itu langsung tergeletak tak berdaya di tempat tidurnya.nathalia segera menyelimuti pria yang di sukainya itu.saat akan melangkah dari tempat hendrawan tiba-tiba tangan hendrawan memegang tangannya.


"Jangan tinggalkan aku sayang!"


Nathalia tahu kalau hendrawan sedang mabuk berat dan mengira kalau dia adalah afi.sebagai wanita yang berpendidikan nathalia merasa adalah sebuah penghinakan kalau dia menyerahkan diri pada pria yang mabuk dan bahkan saat bersamanya pun dia di anggap sebagai wanita itu. lalu dia pun pergi dari rumah hendrawan dengan hati hancur.kebenciannya pada afi semakin bertambah dan dia berniat jahat pada afi yang telah membuat pria yang di sukainya hancur seperti ini.

__ADS_1


Malam sudah larut terlihat rizal sedang berjalan kearah lift sambil menelpon seseorang.


"Iya.aku akan segera menanganinya.apa kalian sudah dapatkan di mana lokasi tempat tinggal orang itu .o.. baiklah! Besok aku akan menemuinya!iya..!"


Rizal menutup telponnya dan berjalan ketempat mobilnya di parkir dan melaju dengan kencang meninggalkan apartemen Banyu.


Afi yang berencana ingin mencari tahu siapa banyu yang sebenarnya malam itu keluar dari kamarnya dengan mengendap-endap.banyu yang baru akan tidur mendengar suara pintu kamar afi terbuka berpura-pura tertidur.dia tahu kalau afi berjalan kearah tempat tidurnya banyu jadi ingin tahu apa yang ingin di lakukan gadis itu malam-malam begini.afi yang melihat banyu sedang tidur berjalan sangat pelan agar tidak membuat banyu terbangun.afi berjalan kearah meja kerja banyu yang berisi dengan berkas-berkas kerja yang bertumpuk di sana.afi mulai memeriksa satu persatu setelah dia tak mendapati data yang di inginkannya afi pun berpindah kearah lemari yang banyak berisi buku-buku yang tersusun rapi.afi dengan cepat membuka buku-buku di sana.banyu membalikan tubuhnya menghadap kearah afi di bawah remang cahaya lampu tidur banyu bisa melihat kalau afi sedang mencari sesuatu.banyu mulai kesal di buat oleh kelakuan gadis cupu itu teryata benar kata pamannya gadis itu memang sengaja datang untuk mencari tahu siapa dirinya.tapi entah kenapa walaupun banyu sangat marah dengan apa yang dilakukan afi tapi dia tak sanggup bersikap jahat pada gadis itu.afi yang melihat tubuh banyu mengeliat segera mendekati tempat tidur banyu dan mencoba menggerak-gerakan tangannya di depan mata banyu yang terpejam tapi alangkah kagetnya afi saat tangan banyu yang kekar itu memegang tangannya dan matanya terbuka memandang tajam padanya.afi tak bisa berkata apa-apa dia benar-benar tertangkap basah.banyu menarik tangan afi dan tubuh mungil gadis itu langsung mendarat manis diatas tubuh gagah banyu.dada afi berdegup kencang dia merasa pasti banyu akan menghukumnya dengan sangat kejam.banyu yang sangat kesal dengan sikap afi menarik paksa tubuh afi dan saat tubuh itu berada dalam dekapannya dia lalu menindih tubuh itu tepat di bawahnya.dadanya berdebar saat memperlakukan gadis itu seperti itu matanya menatap tajam pada afi.


"Apa yang kamu cari?!"


Tanya banyu sambil terus menindih tubuh mungil yang sedang ketakutan itu.


"Aku,,!aku hanya ingin tahu siapa kamu sebenarnya?"


Kata afi dengan ketakutan.


"Aku peringatkan padamu,Jangan pernah mencoba mencari tahu tentang pribadiku.aku sangat serius..! Pergilah kekamarmu tidurlah.!"


Banyu menarik tubuh afi dan menyuruhnya kembali kekamarnya.


"Selamat malam!"


afi segera berlari meninggalkan banyu tanpa bicara apapun lagi.dia merasa beruntung pria itu tidak berbuat sesuatu padanya.banyu tersenyum mengingat wajah ketakutan afi saat berada dalam pelukannya.wanita itu benar-benar sangat lugu wajah itu selalu terbayang dalam ingatan banyu membuatnya masih terus tersenyum bila mengingatnya.tangannya berada di bawah kepalanya membuatnya dengan santai berbaring sambil menatap ke arah kamar afi dengan tersenyum.hati banyu merasa senang saat dia berada begitu dekat dengan gadis itu ada rasa yang berbeda saat tubuh gadis itu menyentuh tubuhnya hampir saja dia tak bisa mengendalikan diri saat melihat bibir merah afi yang sangat menggairahkan itu berada tepat di depan matanya tadi.ada apa dengannya kenapa dia begitu tertarik pada wanita yang bisa di bilang sangat biasa itu kenapa?apakah dia mulai jatuh cinta pada gadis yang dianggap cupu itu.diakah gadis yang ada dalam mimpinya selama ini gadis yang selalu datang di setiap mimpinya tapi wajah wanita dalam mimpinya itu selalu membelakanginya mungkinkah dia.ah banyu tak bisa berpikir lagi kantuknya datang menyerang dan dia pun lelap dalam tidurnya.


Pagi itu di polres sedang ada kesibukan seperti biasa.afi sedang membuka berkas yang baru di terima dari made.tak lama tampak kapolres hermansyah memasuki ruangan bersama dua orang yang berpakaian sangat rapi mereka tampak kelihatan berwajah dingin.afi lalu berdiri memberi hormat pada kapolres itu.semua orang yang ada di tempat itu juga dengan sigap memberi hormat pada atasan mereka itu.


"Dengarkan semua anggota interpol di sini.hari ini kita kedatangan utusan dari pusat mereka di perintahkan untuk melakukan sidak di tempat ini.mana pak hendrawan?!"


Tanya hermansyah mencari keberadaan hendrawan.


"Saya ada disini komandan!"


Jawab hendrawan yang muncul dari dalam ruangannya dan berdiri tegap memberi hormat pada atasannya ini.


"Baiklah semua sudah ada di sini. silahkan di mulai sidak hari ini.ini adalah kepala satuan di tempat ini silahkan berkoordinasi dengannya.!"


Hermansyah menunjuk pada hendrawan yang merasa kesal.


"Apakah maksudnya ini adalah perintah untuk menginterogasi kami di sini?!"


Tanya hendrawan kesal sebenarnya hendrawan sudah tahu apa tugas mereka.


"Apa yang bisa kamu lakukan bukankah aku sudah peringatkan jangan suka membuat isu tidak jelas dan inilah akibatnya!"


Seru hermansyah sambil menatap tajam pada hendrawan.


"Tapi saat ini kami sedang menyelidiki siapa orang yang sedang mencoba memfitnah kita dengan cara kotor seperti ini!"


Made mencoba membela kesatuan tempatnya bekerja saat ini.


"Benar komandan ini hanyalah fitnah kejadian yang sebenarnya tidak seperti itu!" Seru irwan membenarkan ucapan made.


"Kalian bisa memberikan bukti dan sanggahan pada mereka.ingat buktikan pada mereka dan juga yakinkan mereka kalau mereka salah tentang biro ini!"


Hermansyah tampak sangat marah.


Hendrawan hanya bisa pasrah saat orang dari pusat itu bersikap seperti itu tapi dia merasa sangat keterlaluan.orang-orang pusat itu selalu saja percaya dengan isu-isu nggak jelas dan dengan mudahnya memberi surat perintah untuk melakukan sidak.setelah komandanya itu pergi meninggalkan tempat itu satu persatu anak buah hendrawan masuk kedalan ruang interogasi menjawab semua pertanyaan yang tidak masuk akal mereka.


Hermansyah mencoba mencari keberadàan afi yang di anggap menjadi biang masalah ini.


"Dimana kepala keamanan rakyat afina yang bikin persoalan ini muncul?!"


Tanya hermansyah.afi yang mendengar namanya di sebut langsung berlari mendekati kapolres itu.


"Saya pak!.afina dyah permata sari kepala keamanan rakyat menghadap!"


Seru afi tegas dengan lantang menyebut namanya di depan kapolres dan dua orang utusan dari pusat itu.


"Kamu afina?!"


Tanya hermasyah.


"Siap pak!"


Jawab afi tegas.


"Kamu yang bekerja dalam tim pak hendrawan untuk kasus Marion?!"


"Siap.iya pak!"


Jawab afi lagi.


"Pak hendrawan apa hari ini tugas wanita ini?!"


Tanya hermansyah pada hendrawan yang menatap afi sehingga tak mendengar apa yang dikatakan komandannya itu.


"Pak hendrawan,anda mendengar saya tidak?!"


Seru hermansyah lagi melihat pria yang di ajak bicara tak mendengarkan ucapannya.


"Siap komandan! Tugas kepala kamara afina.menyelidiki Banyu langit.!"


Jawab hendrawan seolah tak rela menyebut nama banyu.


"Kalau begitu perintahkan semua anggotamu untuk melaporkan semua penyelidikan mereka pada orang-orang pusat ini.!"


Perintah hermansyah dengan berkacak pinggang.


"Siap laksanakan!"


Kata hendrawan sambil memberi hormat dan meninggalkan komandannya itu langsung berjalan keruangannya.hermansyah pergi meninggalkan ruangan dengan hati dongkol sebelum pergi dia menatap wajah afi dari dekat dengan seksama membuat afi bingung kenapa komandannya itu melihatnya seperti itu.dalam hati hermansyah hanya ingin tahu wanita seperti apa yang bisa membuat para pria kelas atas itu tertarik tapi saat melihat wajah afi dengab seksama dia tak mendapati ada yang istimewa dari wanita di depannya ini. orang dari pusat segera menuju ruang interogasi dan memanggil satu persatu anggota yang akan di interogasi itu.semua anggota interpol di tempat itu pada ngomel semua karena kejadian ini.orang pertama yang berada dalam ruangan interogasi itu adalah made.dengan muka marah made terlihat menjelaskan pada dua utusan dari polda itu.begitupun irwan yang juga menjelaskan dengan berapi-api di dalam ruang interogasi itu.bahkan pria itu sempat berdiri dan menantang dua orang dari pusat itu untuk duel.lalu tatik pun juga menjelaskan dengan sangat lantang pada orang-orang itu.saat mereka menginterogasi afi tampak afi memegang kepalanya dan berurai airmata karena dia seperti seorang penjahat yang sedang di adili.penjelasan afi tidak di gubris sama sekali oleh dua orang itu.karena afi merasa kalau semua perkataannya tidak di dengar maka dia pun menundukan kepalanya di atas meja dan tak mau lagi bicara apapun.


Akhirnya hendrawan masuk kedalam ruangan itu dan juga memberikan penjelasan pada orang itu.


"Hendrawan putra bramantyo anda adalah kepala satuan interpol di biro ini.bagaimana mungkin anda tidak tahu kejadian demi kejadian yang terjadi di wilayah anda?!"


Tanya dua orang dari pusat itu dengan sangat lantang.


"Semua sudah saya laporkan kekantor pusat dan semua jelas.!"


Hendrawan berusaha menjelaskan pada mereka walau sebenarnya pria ini sangat marah dan kesal pada mereka.


"Kami bertanya padamu sekarang jadi kamu harus menjawab semua sekarang ?!apa anda ada hubungan dengan kepala kamara afina?! "


Pertanyaan dari kedua orang di depannya membuat hendrawan tidak bisa menahan emosinya lagi secara dia kan kepala satuan di interpol ini tentu saja.merasa sangat tersinggung dengan pertanyaan itu.


"Pertanyaan macam apa ini?!"


Hendrawan bersuara lantang saat mendengar pertanyaan yang sangat menyudutkannya ini.


"Anda hanya perlu menjawab pertanyaan dari kami,dan anda tidak perlu mempertanyakannya lagi.!"


Pria itu lalu berdiri dari tempat duduknya melihat hendrawan kelihatan sangat marah.


"Aku dan nona Afina memang ada hubungan tapi hanya hubungan antara atasan dan bawahan.apa anda puas sekarang?!dan cukup sudah semua lelucon ini.!"


Bentak hendrawan sambil mengambil jaketnya dan segera keluar dari tempat itu.kedua orang yang berusaha mencegahnya keluar dari tempat itu tak bisa berbuat apa-apa saat hendrawan mendorong tangan pria yang mencoba menghalanginya untuk keluar.pria tampan itu benar-benar sangat marah dan tersinggung dengan sidak itu.


Begitu kedua utusan dari polda itu pergi dari tempat itu semua anggota di kesatuan itu ribut dan saling mengumpat.


"Aku tidak mengerti bagaimana mungkin pusat itu mengadakan sidak seperti ini?!"


Made sangat marah dengan kedatangan orang-orang dari pusat yang dengan sangat arogan menginterogasi mereka seperti seorang penjahat.


"Mereka memang sangat keterlaluan.tidak menghargai kerja keras kita selama ini.!"


Seru irwan dengan melempar berkas di tangannya.


"Pasti ada orang yang sengaja ingin mencoreng nama baik kesatuan kita.apa kita perlu mencari tahu siapa biang onar ini?!"


Teriak made dengan sangat keras karena begitu emosi.


"Yang pasti orang ini pasti tidak menyukai pak hendrawan dan juga afi.ingat tidak waktu itu ada orang yang masuk kedalam kamar afi dan membuat teror dengan memberantakan dan memporak-porandakan tempat itu.jangan-jangan ini adalah orang yang sama?!"


Kata tatik memberikan analisanya.hendrawan yang berada di depan pintu mendengar apa yang tatik bicarakan.


Hendrawan sangat marah dan membanting berkas di atas mejanya dan memegang kepalanya.wajah yang penuh dengan kemarahan itu terlihat sangat kacau.segera pria gagah itu berjalan kearah pintu ruangannya.


"Nona afina,keruangan saya sekarang..!"


Teriak hendrawan memanggil afi yang berada di meja kerjanya.


"Siap pak!"


wanita itu langsung berlari keruangan atasannya itu.


"Masuklah!Tutup pintunya!duduklah"


Seru hendrawan yang berdiri membelakangi pintu ruangannya.afi langsung menutup pintu itu dan duduk di kursi tamu.


"Bagaimana penyelidikanmu pada banyu,apakah kamu sudah bisa masuk dan tinggal di rumahnya?!"


Sebenarnya sangat menyakitkan bertanya pada wanita yang di cintainya pertanyaan yang sangat tak ingin di tanyakan.


"Iya saya sudah bisa masuk kedalam rumah banyu!"


Jawab afi sambil menunduk afi teringat kejadian memalukan tadi malam.


"Lalu apa yang kamu dapat setelah tinggal di tempat itu?!"


Lagi-lagi hendrawan salah tingkah saat bertanya seperti itu.pria ini merasa tidak siap jika harus mendengar hal yang bisa saja menyakitkan hatinya.


"Kemarin saat saya baru tiba di apartemen Banyu paman rizal orang kepercayaan banyu memberi kabar kalau banyu akan kedatangan tamu dari korea katanya sih urusan bisnis.!"


Afi menjelaskan tentang apa yang dia tahu selama tinggal di tempat banyu.hendrawan hanya memand ang penuh rasa ingin tahu dan berharap wanita itu tak menemui kesulitan atau hal yang tidak dia inginkan.


"Apa kamu sudah mendapatkan informasi tentang hal yang berkaitan tentang siapa banyu sebenarnya?atau apa dia punya kegiatan lain selain sebagai seorang pengusaha?!"


Dada Hendrawan bergetar saat memandang afi yang terus menundukan kepalanya.hendrawan merasa kalau afi sedang menyembunyikan sesuatu dan benar saja.


"Sebenarnya!sebenarnya malam tadi aku mencoba mencari tahu tentang banyu dan saat dia tidur aku mencoba mencari data di meja kerjanya tapi..!"


Wajah afi tampak memerah dan tidak meneruskan ucapannya.dada hendrawan berdebar pikirannya tidak karuan kenapa afi tidak meneruskan kata-katanya apakah malam tadi terjadi sesuatu pada gadis itu.


"Sudahlah kalau memang kamu belum mendapatkan informasi apapun tidak apa-apa! Hei jangan berisik!"


Teriak hendrawan pada anak buahnya yang sedang berbicara diluar ruangannya.pria ini mencoba mengalihkan pembicaraan mereka saat terdengar suara berisik dari luar ruangannya walaupun para anggotanya sudah biasa ribut di luar ruangan.afi agak kaget saat atasannya kelihatan marah itu.


"Malam tadi aku ketahuan oleh banyu,tapi aku bisa mengatasinya..!"


Afi bicara sambil menatap hendrawan dengan wajah gugup.


"Kamu ketahuan? lalu apa yang dia lakukan padamu..?!"


Tanya hendrawan dengan wajah memerah apa yang menjadi ketakutannya terjadi pasti malam tadi terjadi sesuatu pada afi.


"Dia..!dia..!dia tidak melakukan apa-apa padaku..!"


Jawab afi dengan sangat gugup karena tidak mungkin dia cerita hal yang sangat memalukan itu.saat pria tampan itu berada sangat dekat dengannya bahkan tubuhnya dan tubuh pria itu hanya terhalang oleh pakaian tipis yang mereka gunakan. terasa tubuh gagah itu begitu mengairahkan hampir saja afi tak bisa menolak pesona pria yang bernama banyu itu seandainya malam tadi pria itu tak melepaskan dirinya mungkin afi akan menyerahkan segalanya pada lelaki yang tak mempunyai status apapun denganya itu dan pastinya itu sangat memalukan.


"Oh tentu saja dia tidak akan marah padamu kalian adalah sepasang kekasih.kalian pasti melakukan hal yang lain?!"


Hendrawan membuka berkas di depannya dengan sangat kasar dan kelihatan kalau dia sedang sangat kesal.afi yang mendengar ucapan hendrawan kaget dengan yang dia dengar.


"Maksudmu apa?!"


Tanya afi sedikit jengkel sambil menarik nafas panjang.


"Ah sudahlah!kembalilah kemejamu!"


Perintah hendrawan pada afi yang masih menatapnya dengan wajah polosnya.hendrawan tak ingin mendengar hal yang lebih Menyakitkan hatinya lagi setelah wanita itu keluar dari ruangannya.hendrawan memijit kepalanya dan membanting kertas yang ada di tangannya dengan sangat kesal.dia begitu cemburu setiap kali bicara tentang afi dan banyu.


Sementara itu banyu yang datang dengan rizal sedang sangat berbunga-bunga hatinya hari itu hampir berjam-jam dia belanja di beberapa butik terkenal untuk mencari banyak hadiah untuk wanita yang membuatnya jatuh hati.mulai di dalam mobil senyum itu tak pernah hilang dari bibir merahnya rizal yang sangat kerepotan karena harus membawa barang belanjaan yang sangat banyak sekali di buat kesal bagaimana tidak hari ini keponakannya itu belanja seperti orang gila mulai dari baju-baju bermerk,tas,sepatu dan juga perhiasan yang sangat mahal.semua itu untuk wanita yang belum tentu benar-benar menyukai banyu.rizal tidak ingin banyu kecewa kalau afi mungkin tidak mencintai banyu seperti banyu mencintai afi.banyu berjalan dengan wajah ceria hari ini dia akan memberikan kejutan pada afi dengan memberikan semua hadiah itu.


"Trimakasih paman!"


Seru banyu pada rizal yang mendorong troli yang penuh dengan hadiah untuk afi.


sambil tersenyum manis banyu melangkah kearah kamar afi dia mengira afi pasti sudah pulang dan berada di kamarnya.


"Tok..tok..tok..!"


Banyu membuka pintu setelah agak lama tak ada jawaban dari dalam kamar.terlihat kamar sepi yang menandakan gadis yang di carinya itu belum pulang.walau agak kecewa tapi banyu segera menutup pintu kamar itu.banyu membawa semua hadiah itu kedalam kamar afi.dia mau memberikan kejutan untuk afi dengan menyusun semua hadiah itu dalam kamar itu.pasti gadis itu akan sangat senang.setelah selesai menyusun semua hadiah yang begitu banyak sekali di dalam kamar afi.banyu segera berjalan kearan meja kerjanya ada banyak pekerjaan yang belum dia selesaikan hari ini karena dia sibuk belanja semua hadiah untuk wanita itu.walaupun dia serius dengan pekerjaannya tetap saja dia gelisah menunggu gadis yang tak kunjung datang itu.sebentar-sebentar banyu menoleh kearah jam yang berada di atas lemari bukunya.sampai pekerjaannya selesai afi belum juga datang.banyu mulai cemas jangan-jangan karena kejadian semalam wanita itu tidak pulang kesini lagi bahkan acara tivi yang biasanya menarik baginya tak mampu menghilangkan rasa cemasnya.berkali-kali chanel tivi itu di pindahnya bukannya menikmati acara itu dia malah semakin gelisah.bahkan sudah berapa kali dia berganti posisi duduknya sesekali banyu meneguk minuman kaleng yang ada di tangannya itu untuk mengusir rasa resahnya.matanya berkali -kali menengok kearah lift berharap gadis itu segera ada di sana tapi sampai lama orang yang di tunggu tak juga kunjung datang.banyu benar-benar tidak sabar lagi dia berjalan mondar-mandir seperti orang gila.gadis itu benar-benar sudah membuatnya gila.berdiri berjalan lalu duduk dekat jendela kamar memandang lampu-lampu yang indah tapi tak mampu membuat hatinya tenang.akhirnya dia mendekati sebuah piano dan meletakan minuman kaleng yang di pegangnya disana.jari banyu mencoba memainkan piano itu walau tanpa konsentrasi sama sekali.sampai akhirnya saat sedang menekan beberapa kali tuts piano itu terdengar suara pintu lift terbuka dengan terburu-buru banyu mengambil buku dan naik keatas tempat tidurnya berpura-pura sedang membaca dia tak ingin kalau gadis itu tahu kalau dari tadi dia menunggunya.benar saja terlihat afi dengan wajah lelahnya berjalan tanpa semangat masuk kedalam ruangan apartemen itu.begitu masuk keruangan itu afi melihat banyu sedang asyik membaca. pria itu tampak selalu tampan walau dalam keadaan seperti apapun.entah kenapa setiap kali afi melihat pria itu hatinya begitu bahagia.afi pun tersenyum saat melihat pria itu.


"Selamat malam! Kamu belum tidur?!"


Sapa afi sambil tersenyum manis pada banyu.


"Hai malam!kamu baru pulang?!"


Seru banyu sambil melihat kearah afi dan membalas senyum afi dengan sangat manis.


"Iya.aku kekamar dulu.selamat istirahat..!"


Afi mengucapkan salam sambil berlalu dengan cepat.afi hanya ingin secepatnya menghilang dari depan pria yang selalu membuatnya meleleh saat melihat pria itu tersenyum padanya.banyu yang merasa kecewa melihat afi yang hanya mengucapkan salam tanpa ada pembicaraan yang lainnya menghempaskan tubuhnya di ranjang dan menutupi mukanya dengan buku di tangannya.sebenarnya banyu ingin mengatakan sesuatu pada afi tapi gadis itu dengan cepat sudah berjalan meninggalkanya.

__ADS_1


\-\-\-\-\-\-\-\-\-\*\*\-\-\-\-\-\-\-\-\-


Tunggu cerita selanjutnya di *He Is Spy 16* Trimakasih☺


__ADS_2