HE IS SPY

HE IS SPY
HE IS SPY 19


__ADS_3

CATATAN PENTING !!! : SEMUA CERITA INI HANYA FIKTIF BELAKA .SEMUA MURNI HASIL IMAJINASI PENULIS JIKA ADA KESAMAAN NAMA DAN TEMPAT ITU HANYA KEBETULAN SEMATA.SELAMAT MEMBACA KASIH KOMENT AND VOTE.TRIMAKASIH☺TTD :AUTOR FITRI KRISTIANI.


HE IS SPY 19 :


Banyu akhirnya bisa menahan kepergian afi dari apartemennya.afi yang sangat bahagia mendapat ungkapan cinta dari pria yang sangat di sayanginya ini melupakan semua sakit hati yang ada dalam dirinya.apalagi banyu sampai nekat mengejarnya padahal dalam keadaan terluka parah.itu artinya banyu tidak perlu membuktikan apapun padanya wanita ini sudah percaya bahwa banyu benar-benar mencintai dirinya.


Afi memapah banyu yang berjalan tertatih-tatih karena luka di perutnya mulai mengeluarkan darah.sesaat afi cemas melihat ada bercak darah segar di perban luka  itu.


"Seharusnya kamu tidak perlu sampai seperti ini!,kamu keras kepala dan sangat nakal!apa kamu suka sekali membuat orang lain cemas!lihatlah lukamu berdarah lagi!"


Afi terlihat sangat cemas walau gadis ini sangat bahagia atas apa yang di lakukan banyu padanya tak pelak hati afi dag dig dug juga melihat pria yang di sukainya meringis kesakitan menahan sakit di perutnya yang terluka.banyu hanya tersenyum bahagia melihat afi teryata begitu mencemaskannya.


"Kemana kamu akan pergi?!"


Tanya banyu ingin tahu jika dia tak menghentikan afi kemanakah gadis itu akan pergi.


"Apa?"


Afi tidak menghiraukan pertanyaan banyu karena dia sibuk mengobati luka di perut pria itu.


"Apa kamu akan tinggal dan tidur di pos taman mada lagi?!"


Kata banyu menegaskan pertanyaannya.


"Sudahlah jangan terlalu banyak bicara dulu,coba lihat lukamu berdarah lagi!apa sakit?!"


Afi masih sangat mencemaskan  luka banyu yang tampak berdarah lagi saat afi menganti perban dari luka itu.dengan sangat cekatan tangan mungil wanita ayu itu melepas perban dan menggantinya dengan yang baru.wajahnya tampak sangat cemas seolah takut terjadi hal buruk pada pria yang telah mengambil semua cinta dalam hatinya.pria yang mampu membuatnya merasakan debaran cinta untuk kedua kalinya bahkan rasa cinta itu lebih besar mengalahkan cintanya pada Hans.walau kadang afi merasa bersalah karena mulai menggeser Hans dalam hatinya.namun itulah cinta Hanya Tuhan yang menentukan akan kemana Takdir hidupnya membawa cintanya,dia hanya insan biasa yang menjalani perannya di kehidupan ini tanpa bisa menolaknya.


"Tidak !aku tidak merasa sakit lagi. bukankah kamu sudah bersamaku sekarang!itu sudah cukup bagiku!"


Banyu menatap afi dan tersenyum lembut.afi pun membalas senyum pria di depannya dalam beberapa saat mereka saling menatap begitu dekat.


"Kamu tahu afi? Baru kali ini ada seorang wanita yang memperhatikanku sampai seperti ini dan itu hanya kamu.selama ini aku tidak pernah sedekat ini dengan wanita.tapi denganmu aku baru merasakan perasaan yang berbeda perasaan seorang lelaki pada seorang wanita.!"


Afi terlihat tersipu malu saat mendengar banyu mengatakan hal yang sangat manis sekali.afi menyibukan dirinya mengoleskan crim anti yeri pada luka banyu dan memasang perban luka itu.sehingga dada afi yang bergemuruh karena gugup dapat di tutupinya. Banyu terus menatap wajah afi mata banyu yang tampak berbinar bahagia menyiratkan hatinya yang berbunga-bunga.


"Aku minta maaf soal penyadap itu!awalnya aku hanya ingin memberi mereka pelajaran.ada hal yang harus kamu tahu afi.kamu ingat kan saat aku menumpahkan air ke tas dan jaket kamu waktu kita sedang masak bersama saat itu.sebenarnya aku sudah tahu kalau ada alat penyadap yang dipasang di dalam tas dan jaket yang kamu kenakan.kala itu aku sempat salah paham padamu tapi saat kamu sendiri tidak tahu itu benda apa.aku jadi yakin kamu tidak tau menahu tentang penyadapan itu.aku sengaja memasang alat penyadap itu dalam jam tangan kamu untuk membalas apa yang mereka lakukan padaku.aku tidak tahu siapa yang memasang alat itu.apakah itu hendrawan atau siapapun aku tidak tahu tapi yang jelas itu adalah orang di dalam interpol.!"


Banyu menjelaskan kronologi kejadian masalah alat penyadapan itu.afi sangat kaget mendengar apa yang dikatakan banyu afi tidak menduga kalau justru orang dalam timnya sendiri yang tidak mempercayainya dengan tidak memberitahunya kalau mereka memasang alat penyadap itu.afi sangat marah dia mengira kalau hendrawan atau nathalia yang melakukannya.


"Aku tidak mengerti kenapa mereka sangat tidak menyukaiku dan bahkan sekarang hendrawan sendiri justru menjadikan aku orang yang masuk dalam daftar pemeriksaan dalam kasus yang sama sekali aku tidak tahu dan tidak ada hubungan sama sekali!"


Banyu mengerutkan dahinya pertanda tak mengerti dengan semua yang terjadi.


"Mereka mencurigaimu seba


gai mata-mata yang bekerja untuk asing.itulah kenapa mereka menyuruhku untuk mencari tahu tentang dirimu.kamu tahu selama aku tinggal bersamamu aku tak pernah sekalipun melihat kamu bertemu dengan orang asing ataupun melakukan hal yang membahayakan orang lain.!aku berpikir kamu adalah orang yang baik.mereka pasti hanya salah paham padamu!"


Afi akhirnya menceritakan semua yang dia lakukan pada banyu.pria itu tampak sedang berpikir keras mendengar ucapan afi.teryata sudah terlalu jauh kecurigaan para Polisi itu.sepertinya sudah saatnya untuk serius dengan satuan Intelkam itu.belum selesai pembicaraan mereka terdengar suara pintu lift terbuka.tampak rizal muncul dari balik dinding lift pria setengah baya ini tampak terkejut melihat afi masih berada di tempat itu.sepertinya pria ini mengira kalau banyu sudah mengusir gadis cupu itu setelah kejadian tadi tapi kelihatannya wanita itu berhasil meredakan kemarahan banyu.


"Sepertinya wanita ini belum pergi dari tempat ini.apa kamu lupa apa yang telah dia lakukan padamu?!"


Seru rizal yang tampak sangat tidak senang melihat afi.apalagi wanita itu justru sedang berada begitu dekat dengan Banyu.bukan Rizal tidak menyukai afi secara pribadi akan tetapi saat ini situasinya begitu berbahaya.Afi bisa saja menjadi kelemahan Banyu. apalagi semakin hari tampak jelas jika keponakan kesayangannya ini semakin jatuh hati pada wanita bermata bening itu.Firasat Rizal akan terjadi hal buruk pada hubungan dua insan di depannya itu.


"Semua sudah selesai paman.afi sudah menjelaskan semua padaku dan aku bisa menerima semua penjelasannya!dan mulai saat ini afi bersedia tinggal bersamaku di sini karena sekarang kita benar-benar adalah tim!"


Banyu melihat pada rizal sambil mengedipkan matanya.tapi rizal tetap belum bisa menerima afi untuk tetap tinggal bersama banyu di tempat ini.bahaya selalu mengancam setiap saat tak mudah baginya menjaga Banyu dan kini harus menjaga Afina.semua begitu berat untuk Rizal.walau dia sangat sadar tidak akan mungkin menentang keputusan pria muda itu.


"Apa kamu masih ingin tinggal di sini dan berjanji untuk setia menjadi tim kita afi?!"


Rizal bertanya pada afi.wanita itu melihat banyu sekilas lalu menganggukan kepalanya pada rizal.


"Iya aku bersedia!"


Jawaban afi membuat rizal mendengus kecewa.saat rizal masih ingin membantah lagi banyu menatap tajam pada pamannya ini.


"Dengarkan aku paman!afi tidak akan pergi kemanapun.tidak akan!"


Banyu menegaskan pada rizal lagi bahkan matanya menatap tajam lelaki paruh baya yang sudah seperti ayah baginya itu agar tak lagi menentang keputusannya .


"aku hanya mengingatkanmu atas apa yang sudah dia lakukan padamu!"


" saat ini langit sudah gelap Tuan sebentar lagi malam tiba"(yang artinya saat ini situasinya sudah sangat berbahaya semua telah musuh datang bagai kegelapan tak bisa ter elakan lagi)"


Dengan kecewa rizal pergi meninggalkan mereka.afi sangat senang melihat banyu begitu mempertahankannya di depan pamannya itu walau begitu afi juga tidak mau hubungan antara Banyu dan Rizal memburuk karenanya.sesaat afi bingung dengan ucapan Rizal barusan tapi lagi-lagi wanita itu tak mau ambil pusing.


Terkadang Afi bertanya dalam hati kenapa Rizal seperti sangat benci padanya.meski begitu afi yakin Rizal sebenarnya orang yang sangat bik. sepertinya sikap Rizal sangat wajar karena afi sadar Siapa Dirinya dan siapa Banyu.Latar belakang mereka berdua sangat berbeda bagai langit dan Bumi.bak siang dan malam.andai saja bukan karena tugas yang di emban Afi merasa sangat tidak pantas di samping Pria Tampan dan kelas atas itu.lagi-lagi Afi hanya bisa menarik nafas panjang jika teringat pada kenyataannya hubunganya dan Banyu hanya sebatas tugasnya sebagai seorang mata-mata.


Afi menyelimuti banyu dan berjalan meninggalkan pria tersebut agar banyu bisa beristirahat karena hari sudah sangat malam.


"Istirahatlah!selamat malam!"


Afi tersenyum lembut pada banyu. Dan berjalan meninggalkan pria itu sambil membawa kotak obat.namun saat afi hendak melangkahkan kakinya pria tampan itu bersuara lagi.


"Kelinci!trimakasih karena sudah mau kembali ,Selamat malam!"


kata banyu lirih sambil tersenyum hangat pada afi.afi hanya memiringkan kepalanya dan tersenyum.


Malam itu hendrawan tidak bisa memejamkan matanya pikirannya sangat kacau balau.hatinya hancur pria gagah ini patah hati bahkan begitu sampai dirumahnya dia pun langsung masuk kedalam kamarnya dan berbaring lesu.waktu sudah hampir dini hari tapi matanya tak jua bisa di pejamkan terbayang jelas mata afi yang begitu hangat menatap banyu dan adegan-adegan mesra antara banyu dan afi membuat kepalanya rasanya mau pecah.tergiang terus kata-kata nathalia kalau afi jatuh cinta pada banyu dan malam ini dia memang melihat dengan mata kepalanya sendiri kalau afi memang jatuh cinta pada banyu.


hari ini adalah yang sangat mengecewakan bagi pria gagah ini semua orang yang di hormati dan juga di cintainya membuatnya kecewa.di mulai dari teman kecilnya nathalia yang mulai di curigainya sebagai penghianat dalam timnya karena hendrawan mendapatkan bukti ada hubungan antara nathalia dan Gunawan,lalu atasannya yang memarahinya dan mengancam menskorsing dirinya karena konferensi pers yang dilakukannya,lalu Hadi Candratan orang yang pernah dia kagumi dan hormati teryata juga berusaha melakukan perbuatan kotor dengan mencoba menyuapnya.rasanya ingin sekali hendrawan berteriak sekeras mungkin atau menghilang untuk selama-lamanya dari muka bumi ini. 


Hendrawan meloncat dari tempat tidurnya dan mengambil sekaleng bir yang berada di kulkas dalam sekejab bir itu sudah ludes di teguknya.hari ini adalah hari yang sangat buruk bagi hendrawan hari ini dia pun di lecehkan dengan percobaan penyuapan Hadi Candratan dan hatinya pun di hancurkan oleh wanita yang di cintainya.masih tergiang jelas di telinganya saat afi mengatakan kalau wanita itu tidak akan mungkin jatuh cinta pada banyu.tapi kenyataan berkata lain terlihat jelas di depannya bagaimana afi menatap banyu dengan tatapan penuh cinta dan bagaimana tangan pria itu mengenggam mesra tangan afi tanpa sedikitpun ada  penolakan dari wanita itu.


Hendrawan merasa sangat terpukul dia meremas kaleng bir itu dan membantingnya.api cemburu berkobar membakar habis logika perpikir sehatnya.malam itu entah berapa kaleng minuman di tenggaknya hingga ia bisa tertidur dalam kesedihan.


Pagi itu di kantor interpol terjadi keributan ini akibat dari konferensi pers yang di lakukan tim hendrawan.para anggota interpol ini sedang marah besar pada pemberitaan di media yang justru menyudutkan satuan mereka dan bahkan mereka menjadikan satuan litelkam dibawah pimpinan hendrawan sebagai bahan tertawaan karena menuduh orang sembarangan.


"Apa-apan ini apa mau mereka.ini !ah kenapa mereka malah menuduh kita yang bukan-bukan!ini pasti ada sabotase!"


Teriak made sambil meremas sebuah koran yang ada di tangannya.


"Dasar wartawan sialan!kurang ajar sekali mereka!ini pasti ulah dari salah satu tersangka itu.!mereka pasti sudah membayar para wartawan itu agar membuat berita bohong ini!"


Irwan terlihat sangat marah memukul lemari besi yang ada di ruang interpol itu.sementara para anggota lain juga tampak emosi.


"Lalu bagaimana sekarang?!komandan pasti dapat masalah besar karena ini!kenapa jadi seperti ini?!"


Seru tatik dengan wajah cemas.yang ada dalam pikiran wanita ini adalah bagaimana nasib hendrawan.terlihat beberapa orang dari kantor pusat datang membawa surat untuk hendrawan.teryata semua memang sudah di rencanakan Hadi Candratan untuk memberhentikan hendrawan sementara waktu sampai pemilu berlalu.agar tidak lagi menangani kasus Jw Marion itu dan menutup kasus itu dengan pemberitaan kalau kasus itu di lakukan oleh *******.pemberitaan di media yang begitu santer terdengar dan hari ini keluar di media cetak maupun elektronik adalah tim kesatuan yang di pimpin oleh hendrawan telah menangkap pimpinan ******* yang bernama Yakup. dan sebagai atasan hendrawan ,hermansyah sudah membuat peryataan kalau pihak kepolisian telah menangkap otak dari pengeboman itu dan menyatakan kalau kasus bom itu adalah murni perbuatan dari *******.


Made dan irwan mencoba menghalangi orang-orang dari kantor pusat yang mengambil semua berkas yang berhubungan dengan kasus jw marion yang ada di ruangan interpol itu.tapi saat orang dari pusat memperlihatkan surat penyitaan mereka tidak bisa berbuat apa-apa selain menahan geram.di dalam ruangannya hendrawan sudah siap dengan seragam lengkapnya dia sudah mengira kalau akan terjadi seperti ini dan pria itu diam tak berkata apapun saat para petugas dari kantor pusat itu menunjukan surat tugas mereka.pria gagah itu hanya berdiri dan memandang orang-orang yang mengambil semua berkas yang ada di dalam ruangannya itu.


Hendrawan kemudian duduk di sofa dan melihat apa yang mereka lakukan tanpa bicara sedikit pun.hendrawan terlihat sangat berwibawa dan gagah dengan memakai baju seragam lengkap dengan semua atribut kepolisian itu.irwan yang melihat atasanya di perlakukan seperti itu sangat marah pria yang sangat loyal pada hendrawan ini hampir saja memukul orang-orang dari pusat itu tapi made menahan tubuh irwan karena itu hanya akan memperburuk situasi itu.di rumah hendrawan juga ada petugas yang kirim dari kantor pusat untuk mengambil semua berkas yang berhubungan dengan kasus jw marion itu.setiap ruangan di rumah hendrawan di geledah semua.


Pria tampan yang biasa memakai setelah kaos switer panjang berwarna hitam khas seragam polisi dengan ikat pinggang slempang dan senjata api yang selalu siap bergantung disana hari ini tampak berbeda. Hendrawan tetap diam di kursi itu dengan memakai baju seragam lengkap dengan semua atribut yang di milikinya.pria itu tampak sangat gagah dan berwibawa dia bangga atas apa yang telah dia lakukan, dalam hatinya hendrawan sudah bertekat akan membongkar semua kejadian ini walau kasusnya sudah di tutup.pria cerdas ini sudah punya rencana sendiri.hanya satu tekad dalam hatinya mengungkap apa motif dan siapa pelaku sebenarnya dari kasus jw marion ini.


Sementara itu di ruangan lain tampak kapolres Hermansyah sedang berjalan menuju keruang rapat bersama petinggi polri lainnya dari kantor pusat tampak juga nathalia bersama mereka dengan memakai seragam lengkap.orang-orang yang punya jabatan tinggi di kepolisian itu berkumpul dan memasuki sebuah ruangan besar untuk melakukan konferensi pers.semua wartawan media televisi dan cetak sudah berkumpul di ruangan itu.


Sementara itu di Gym Tony Brother tampak tony dan kedua adiknya sedang melihat berita di televisi yang sedang menyiarkan hasil dari peristiwa pengeboman itu.saat melihat berita itu tony dan kedua adiknya merasa sangat kecewa karena sedikit banyak mereka tahu bahwa apa yang di beritakan di media itu adalah kebohongan belaka.tony pun mematikan tipi itu kerena kecewa.


"Kenapa jadi seperti itu beritanya?!"


Kata mike bingung dengan berita di tivi itu.


"Ini semua bohong.pasti ada orang yang merekayasa semua ini.sepertinya ini permainan politik atau ini adalah pengalihan isu karena sebentar lagi kan pemilu.!"


Kata ronald yang merasa ada yang tidak beres.tony yang merasa sangat kesal meninju samsak yang ada di depannya.


"Ini adalah sebuah aib bagi aparat hukum di negara Indonesiaraya ini.kita tahu sendiri kalau ini bukan di lakukan oleh ******* dan jika pelaku sebenarnya tidak di tangkap dia bisa saja melakukan teror yang lebih dahsyat lagi.coba kamu lihat siapa yang melakukan konferensi pers itu dia adalah kapolres bukan pak hendrawan. padahal orang yang menangani kasus itu adalah pak hendrawan.pasti ada yang tidak beres.kasus ini berhubungan dengan pulpen yang dicari-cari itu.andai saja aku bisa menemukan pulpen itu aku pasti bisa membantu kepolisian menangkap pelaku yang sebenarnya!"


Tony begitu kesal pada dirinya sendiri.berbulan-bulan dia mencoba mencari tahu tentang pulpen itu tapi tak juga membuahkan hasil.tony merasa kalau para pengusaha itu pasti ada hubungan dengan kasus yang ada.seperti kecurigaan tony pada Putra yang berani membayar mahal akan benda itu membuat tony semakin yakin pengusaha yang sombong itu pasti juga terlibat dalam kasus itu.tapi untuk membuktikan apa yang sebenarnya terjadi tony harus punya bukti.tony berpikir keras dengan apa yang akan dilakukannya kedepan.masih terbayang jelas dalam ingatan tony bagaiman putra sangat mewanti-wanti dirinya agar tidak ada seorang pun yang boleh mengetahui tentang pulpen itu.bahkan putra mengancam akan menghabisi dia dan saudaranya kalau sampai masalah pulpen ini di ketahui orang lain.tony berpikir menghadapi orang jahat tidak bisa setengah-setengah kalau memang dia dan adiknya harus berkorban demi menangkap pelaku sebenarnya tony bersedia.kini tekad dalam hatinya adalah menemui hendrawan dan menceritakan semua yang dia tahu.


"Apa yang sedang kakak pikirkan?!"


Tanya ronald melihat kakaknya terlihat cemas.tapi tony tidak menjawab apapun lelaki tua itu malah berjalan keluar dari ruangan itu tanpa bicara apapun.


Di sebuah kantor terlihat Putra sedang berbicara dengan seseorang di telpon dengan wajah ceria.


"Halo,iya tenang saja tuan semua sudah bisa di atasi!iya..!iya..!baru saja saya melihat beritanya!iya anda tidak perlu khawatir lagi.saya lega karena pelakunya sudah tertangkap!saya bangga dengan Pak Hermansyah dia memang bisa di andalkan!ha..ha..haa..!iya!baiklah!iya kita patut bangga karena aparat kita bisa segera menuntaskan kasus itu!dan membuktikan kalau saya tidak ada hubungan apapun dengan kasus itu!iya!hari senin ini saya akan keliling di berbagai daerah untuk melanjutkan misi pendekatan pada rakyat di pelosok-pelosok!iya!trimakasih !selamat siang!"


Wajah putra tampak berbinar penuh kegembiraan.


"Hendrawan,aku sudah pernah memperingatkanmu kalau uang  bisa melakukan apa saja.kamu terlalu muda untuk bisa mengerti tentang hal yang berbahaya ini!jadi lebih baik kamu istirahat untuk sementara waktu.itu lebih baik untukmu,ha..ha..ha..!"


Gumam putra sambil tertawa lirih. tampaknya putra sudah mengetahui kalau putranya tersebut di skorsing.iya pria setengah baya itu sudah dapat informasi dari hermansyah yang mengatakan kalau hendrawan di skorsing.


Nahtalia sudah kembali keruangan interpol semua anggota tampak memandang tak suka pada wanita itu.tapi kini apa mau di kata setelah hendrawan di skorsing nathalia lah yang menggantikan posisi hendrawan sementara waktu.tatik tampak sangat kesal melihat kedatangan nathalia.


"selamat siang semua!siapkan rapat sekarang juga!semua anggota harus hadir!"


Tatik hanya menatap kesal pada nathalia.


"Afina,siapkan minuman keruang rapat!"


Teriak nathalia kepada afi yang sedang melamun.wanita itu langsung berdiri kaget.


"Siap bu!"


Jawab afi.


Setelah semua anggota berkumpul di dalam ruang meeting nathalia terlihat membuka rapat dengan wajah penuh kesombongan.sebenarnya banyak anggota yang kecewa pada nathalia tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa.


"Baiklah!kalian sudah tahu.kasus tentang jw marion sudah di tutup.karena sekarang untuk sementara waktu pak hendrawan cuti maka aku yang menggantikan posisi beliau di sini.maka mulai saat ini semua kembali seperti biasa.kita akan melakukan tugas dan menangani kasus yang ada seperti biasa.tidak ada yang di perbolehkan bertanya atau menyinggung tentang kasus jw marion itu lagi karena semua sudah berakhir.!kalian paham?!"


Seru nathalia dengan tatapan yang tajam kepada semua anggota.


"Tapi bu,kita semua tahu kalau semua itu tidaklah benar!apa kita akan menerima semua ini?!"


Teriak afi merasa tidak puas dengan semua yang terjadi.berbulan-bulan afi berusaha membantu tim di kesatuan ini untuk mengungkap siapa pelaku yang telah membuat suaminya meninggal dan semua sia-sia.wanita ini merasa tidak rela.nathalia menatap tajam pada afi.irwan yang dari tadi menahan emosi akhirnya angkat bicara.


"Itu benar sekali.kita tidak boleh diam saja ini semua tidak benar sebagai aparat hukum kita tidak boleh membiarkan hal ini terjadi ini adalah pembohongnya pada masyarakat mereka tidak akan percaya lagi pada polisi kalau ini di biarkan.lagi pula jika pelaku ini dibiarkan bebas maka dia bisa melakukan teror yang lebih besar lagi.!"


Irwan mengepalkan tangannya pertanda pria ini begitu marah.


"Apa kamu tidak dengar!semua sudah berakhir.kasus ini sudah di tutup dan sudah ada pelaku yang ditangkap dan dia adalah *******!apalagi yang ingin kamu buktikan?!hah!dan ini perintah!jadi jangan membantah lagi!kamu dengar!saat ini kita fokus pada pengaman pemilu yang tinggal beberapa bulan lagi!kamu dengar!jangan membantah!"


Nathalia berteriak begitu keras membuat semua anggota di dalam ruangan itu terdiam.wajah wanita galak itu tampak sangat marah matanya melotot menatap afi yang tertunduk tak berani melihat nathalia.setelah meneguk teh yang masih panas di depannya nathalia segera berdiri dan menutup rapat lalu meninggalkan tempat itu.para anggota hanya saling tatap tanpa bicara apapun.


Afi terlihat sedang kesal menerima beberapa telpon yang bertanya tentang berita di media banyak di antara penelpon yang membuatnya kesal sampai-sampai afi membanting telpon itu karena kesal.tapi kemudian afi menelpon seseorang yang ingin ditemuinya.


Tak lama di sebuah restoran mewah tampak seorang wanita dengan dandanan cantik dan seksi berjalan kesebuah meja yang di sana sudah menunggu afi .dia adalah lilis .iya afi menghubungi lilis dan membuat janji bertemu dengan wanita cantik itu.


"Afi,kamu sudah lama menungguku?!"


Sapa lilis saat melihat afi sudah menunggunya di sana.


"Ah tidak juga,maafkan aku jika aku mengganggu kesibukanmu?!"


Kata afi melihat lilis yang berjalan kearah mejanya.


"Ayolah afi,sesibuk apapun aku pasti akan menemui sahabatku ini.oya kelihatanya penting sekali sampai-sampai kamu tidak mau bicara di telpon,ada apa?!"


Tanya lilis melihat afi terlihat serius.tapi saat afi hendak bicara tiba-tiba datang pelayan yang menyodorkan sebuah kertas untuk meminta tanda tangan lilis kelihatanya pelayan itu adalah fans lilis.


"Bolehkah saya minta tanda tangan teh lilis?saya adalah penggemar teh lilis!"


Seru pelayan itu sambil menyodorkan kertas dan pena.tak lupa juga wanita itu minta foto bersama dengan lilis.sebagai seorang model lilis harus bersikap ramah pada setiap fans nya.


"Oh tentu saja boleh!"


Jawab lilis lembut.sambil berpose merangkul pelayan itu afi di minta bantu untuk mengambil gambar mereka dari ponsel wanita itu.begitu wanita itu pergi dari tempat itu afi tampak sangat bahagia melihat sahabatnya ini telah menjadi seorang model yang banyak memiliki penggemar.


"Wah..kamu sekarang sudah terkenal!coba lihat banyak sekali orang yang ingin berfoto dan meminta tanda tanganmu!kamu hebat selamat ya!"


Kata afi memberi ucapan selamat pada lilis afi ikut bahagia melihat lilis sekarang sudah menggapai cita-citanya.


"Ah..sudahlah afi apa sih?ini biasa aja jangan terlalu berlebihan!itu karena mereka sering melihatku di tipi atau di majalah-majalah.! oya apa yang ingin kamu sampaikan padaku tadi di telpon kamu sepertinya sangat penting?!"


Lilis kembali menanyakan apa yang menjadi tujuan afi bertemu dengannya.


"Oh iya aku hampir lupa.lilis aku ingin tanya tentang berkas yang kamu berikan padaku waktu itu?!apa kamu dapat berkas itu dari Gunawan?"


Tanya afi pada lilis.


"Berkas?oh berkas itu.aku tidak tahu apa berkas itu milik Gunawan atau bukan tapi yang jelas berkas itu di kirim ke apartemenku dan aku menerimanya.kenapa kamu menanyakan hal tersebut sekarang?aku lihat berita hari ini kalau kasus itu sudah selesai.!"


Tanya lilis heran mendengar pertanyaan afi.


"Aku hanya ingin tahu saja tentang dari mana berkas itu kamu dapat?iya memang kasus itu sudah selesai."


Kata afi dengan wajah tak puas.


"Iya seperti yang kukatakan kalau berkas itu di kirim ke apartemenku.aku pikir awalnya berkas itu mungkin adalah milik Gunawan.tapi setelah sekian lama Gunawan juga tidak pernah menanyakan tentang kiriman berkas itu kupikir itu adalah kiriman dari orang lain.aku memberikannya padamu karena mungkin itu bisa membantumu untuk menyelesaikan kasus itu.!"


Lilis menatap intens pada afi yang terlihat berpikir keras tentang kata-kata lilis.


"Jadi Gunawan tidak pernah bertanya tentang berkas itu.itu artinya berkas itu bukan milik gunawan.apa ada alamat pengirimnya?!"

__ADS_1


Afi mulai mencari tahu lebih dalam pada lilis.


"Tidak ada alamat pengirim di sana!apa maksudmu ada orang yang mencoba memfitnah Gunawan dengan mengirim berkas itu afi?!"


Lilis mulai mengerti kemana arah pembicaraan afi.


"Tidak ada alamatnya.ah tidak apa-apa lilis kamu tidak perlu menghawatirkan apa-apa.lagi pula sekarang kasus ini juga sudah selesai!"


Kata afi mencoba untuk menutupi agar lilis tidak bingung.


Afi semakin yakin kalau kasus itu belum berakhir wanita ini merasa dia harus mencari tahu yang sebenarnya terjadi.


"Oya bagaimana hubunganmu dengan Gunawan?"


Afi mencoba mengalihkan pembicaraan itu agar lilis tidak curiga.


"Aku..!hubunganku dengannya baik.bahkan kami mungkin akan menikah!tapi aku masih memikirkannya!"


Wajah lilis tampak berubah ada raut wajah sedih saat afi menanyakan tentang gunawan.


"Apa?!kalian akan menikah?kamu harus memikirkannya baik-baik.gunawan adalah pria yang sudah beristri lis.apa kamu bisa bahagia dengan menikah dengannya?"


Afi tampak mencemaskan lilis jika wanita itu menikah dengan gunawan.


"Jika aku punya pilihan lain mungkin aku tidak ingin menikah dengannya!lagi pula orang yang aku cintai kini mungkin mencintai orang lain.ah sudahlah!aku sedang memikirkannya jika pun aku menikah dengan gunawan kamu pasti akan dapat kabarnya.baiklah ceritakan tentang hubunganmu dengan priamu apakah kamu sudah menemukan kekasih saat ini?!"


Lilis menjadi ingin tahu hubungan afi dengan banyu.pria yang diam-diam lilis cintai.


"Aku..aku masih ingin sendiri lis.walau saat ini aku dekat dengan seseorang tapi untuk menjalin sebuah hubungan aku masih ragu!"


Kata afi dengan tersipu malu.


"Bukankah kamu pacaran dengan banyu langit?tapi kenapa kamu bicara seolah-olah kalian sudah tidak pacaran lagi?apa kamu sedang pdkt dengan atasanmu yang gagah itu.siapa namanya?"


Lilis sedikit menyelidik pada afi.


"Maksudmu hendrawan?iya nggak lah lis!pak hendrawan ?mana mungkin suka sama aku?!kamu ini bisa saja! Kalau mengenai aku dan banyu itu hanya hubungan pekerjaan saja.walau aku masih bingung dengan hubungan ini!"


Afi menjelaskan pada lilis tentang hubungannya dengan banyu dan hendrawan.lilis hanya tersenyum hambar merasa tak mendapat jawaban pasti dari afi.lama lilis dan afi saling menatap mencoba mencari jawaban dari hati mereka masing-masing. hingga akhirnya terdengar suara ponsel berdering dan itu adalah milik lilis.


"Halo..tuan putra!iya!apa ?dimana?baiklah saya akan kesana!iya!"


Afi terkejut saat mendengar lilis menyebut nama putra bukankah itu adalah nama salah satu teman bisnis banyu yang pernah beberapa kali bertemu dengannya dan banyu.


"Ah..!sebenarnya aku malas sekali bertemu dengan pria itu!aku merasa pria tua itu suka padaku.tapi alasan apa yang harus aku katakan padanya agar aku tidak bertemu dengannya!"


Lilis menggerutu di depan afi.lilis benar-benar tak ingin menemui putra .setelah lama bertukar pendapat dengan afi.wanita ini punya ide untuk lilis.wanita itu tersenyum mendengar ide afi.


Di sebuah kafe tampak putra sedang duduk menunggu lilis dengan minuman yang sudah di pesannya sesekali dia melihat jam tangan.setengah jam berlalu namun wanita yang ditunggu tak juga muncul.tak lama ponsel putra berdering pria itu terlihat mengangkat telponya dengan wajah kecewa.


"Halo,nona lilis.apa?!kenapa anda tidak bisa datang!kamu tahu sudah berapa lama aku menunggumu!"


Putra berteriak marah karena merasa dipermainkan oleh lilis tapi dalam sekejab pria itu bisa mengendalikan emosinya apalagi banyak pelayan kafe yang melihat kearahnya karena mendengarnya berteriak.


"Oh baiklah.!kenapa kamu tidak bisa menemuiku nona lilis?oh ada Gunawan?baiklah kalau begitu .aku harap lain kali kamu bisa benar-benar menemuiku!"


Putra menutup telponnya dengan kesal.pria ini merasa tersinggung karena lilis membatalkan pertemuannya karena ada gunawan.putra pun ingin pergi meninggalkan tempat itu tapi saat dia berdiri dari tempat duduknya tiba-tiba sebuah suara menyapanya


"selamat malam!tuan putra,apa kabar?!senang bertemu dengan anda?!"


Tampak afi menyapa dengan wajah ceria.membuat putra terpaksa harus menghiraukan wanita ini karena dia adalah kekasih banyu langit yang notabenenya adalah relasi bisnisnya.


"Oh nona afi.apa kabar?!anda di sini,apa anda datang sendiri?!"


Tanya putra mencoba melihat kalau-kalau afi datang bersama banyu.


"Oh saya datang sendiri!sama seperti tuan putra,saya datang untuk minum.tadi saya sedang patroli dan kebetulan di luar sedang hujan akhirnya saya ke sini!"


Di luar memang sedang turun hujan sehingga afi punya alasan kuat untuk berada di tempat itu dan menahan putra untuk pergi.selain itu afi memang ingin bertemu dengan putra karena ada sesuatu yang ingin di selidiki afi tentang putra.


"Baiklah kebetulan sekali saya juga sendirian.kalau tidak keberatan saya ingin mentraktir nona afi minum.silahkan!"


Putra meminta satu gelas pada pelayan di situ dan langsung memberikannya pada afi setelah menuangkan wiski di dalamnya.


"Trimakasih!bagaimana dengan bisnis anda tuan putra?! Saya dengar anda sudah memulai kerjasama anda dengan tuan banyu?!"


Tanya afi memulai pembicaraan.putra sedikit kaget mendapat pertanyaan seperti itu dari afi.tapi mengingat afi adalah kekasih banyu.putra berusaha sabar menghadapi wanita lugu itu.


"Iya kami sudah mulai bekerjasama.apa tuan banyu banyak menceritakan tentang pekerjaanya pada anda nona.?!"


Putra bertanya tanpa menoleh pada afi.


"Iya tentu saja semua yang sedang di kerjakannya dan dengan siapa dia bekerja sama pun aku tahu.apa anda merasa senang dengan kemenangan anda pada proyek besar itu?!"


Afi mencoba bertanya lebih jauh lagi pada putra.tapi pria ini mulai tidak menyukai pertanyaan afi yang kurang pantas baginya.apalagi saat ini afi sedang memakai pakaian dinas lengkap walau dia hanya sebagai kepala keamanan rakyat tapi putra seperti sedang di interogasi oleh wanita ini.


"Apa maksud dari perkataanmu nona afi?"


Putra berlagak tidak tahu dengan apa yang sedang di bicarakan afi.


"Bukankah proyek besar itu menjadi rebutan banyak pengusaha di seluruh Indonesiaraya ini dan anda adalah satu-satunya pengusaha yang berhasil mendapatkan proyek besar itu.?!dan aku yakin anda berkerja keras dan melakukan banyak cara untuk mendapatkan hal itu benar kan?!"


Afi mengulas senyum yang nampak seperti senyum  mengintimidasi pria ini.putra melonggarkan dasi kupu-kupu yang terpasang rapi di lehernya pria ini mulai tidak bisa menahan gemuruh dalam dadanya.seandainya dia tak ingat kalau banyu adalah investor tunggal dalam proyek besarnya mungkin pria ini sudah menampar wanita yang di anggapnya sangat kurang ajar ini.


"Nona afi,dalam menjalankan bisnis kita memang harus bekerja keras dan bersungguh-sunggu dalam melaksanakan pekerjaan yang kita laksanakan.itulah kenapa perusahaanku berhasil mendapatkan Tambang gas dan juga proyek besar itu.aku rasa itu sudah sepantasnya aku dapatkan dan Tuan banyu juga seorang pengusaha yang sangat cerdas sehingga beliau tahu dan setuju menjadi investor di perusahaan ini!oya nona afi kelihatanya anda sangat tertarik tentang dunia bisnis.aku harap ini adalah kabar baik.apakah anda dan tuan banyu akan menjalin hubungan yang lebih serius?!"


Putra terus berusaha mengalihkan pembicaraan yang nampak mulai dalam ini.tapi afi merasa kalau pria ini sengaja mengalihkan pembicaraan.afi merasa sangat muak pada pria tua itu apalagi kalau ingat pria yang terlihat baik ini mencoba menggoda sahabatnya rasanya amarah afi ingin meledak.


"Kelihatanya anda sangat tertarik pada hubungan seseorang.aku hanya ingin memperingatkanmu tentang lilis!"


Afi sudah kehilangan kesabarannya.putra kaget saat mendengar nama lilis di sebut oleh afi.


"Lilis?apa maksud anda nona?"


Tanya putra pada afi karena pria ini sama sekali tak mengerti apa yang di maksud afi.


"Jangan coba-coba mengganggu lilis!lebih baik anda mencari wanita lain yang seumur dengan anda!lilis lebih pantas menjadi anakmu!aku peringatkan anda berhentilah menggoda lilis!selamat malam.!"


Afi segera berdiri dan menyambar jaket yang berada dikursi itu dan meninggalkan putra yang masih terbengong melihat afi berbicara seperti itu padanya.pria itu hanya bisa menarik nafas panjang dan kini dia baru tahu teryata gadis itu menganggapnya sedang menggoda lilis sebagai seorang lelaki.putra berjalan dengan langkah cepat menuju ke mobil yang sudah menunggunya di depan kafe dan meninggalkan tempat itu dengan hati dongkol.


Di apartemen tampak banyu sedang berdiri di dekat jendela dan memandang kearah laut melihat ombak yang silih berganti di bawah lampu-lampu yang berderet indah.rizal tampak datang dari arah belakangnya.


"Apa kamu sudah baikan?apa tidak lebih baik kamu istirahat aga?!lukamu masih basah .kalau kamu banyak bergerak nanti akan lama sembuhnya!"


Rizal mengingatkan banyu karena melihat pria itu berdiri terlalu lama di dekat jendela itu.


Banyu melangkah ke arah sebuah piano yang berada tak jauh dari tampatnya berdiri sambil memegang perutnya yang terluka.


"Katakan apa yang ingin kamu tanyakan padaku?!"


Rizal mendekati banyu yang duduk sambil sesekali memetik piano itu.


"Kenapa paman memilih bersamaku,kenapa paman tidak menikah dan punya keluarga sendiri?!mempunyai seorang wanita yang mencintai dan di cintai?"


Banyu meluapkan pertanyaan itu setelah sekian lama pertanyaan itu ada di dalam otaknya.rizal yang mendengar kata-kata banyu tampak sedikit terkejut dengan pertanyaan banyu.


"Karena paman bahagia hidup seperti ini aga!ini adalah pilihan hidup paman!"


Jawab rizal sambil menatap lembut keponakan tersayangnya ini.


"Bahagia?paman bahagia dengan semua ini?!iya aku bisa lihat itu!"


Kata banyu menghentikan tangannya dari not piano itu dan menatap pamannya.


"Ini sudah 20 tahun lebih paman!waktu itu aku masih berumur 6 tahun waktu bibi meninggal dan paman masih sangat setia pada bibi.itukah cinta paman?!"


Banyu mengingat-ngingat wajah ayu bibi tercintanya walau banyu sudah mulai lupa tapi banyu sangat ingat bagaimana hancurnya dan menderitanya pamannya ini saat bibi wanita yang sangat di cintai pamannya itu pergi untuk selama-lamanya.semenjak itu pamannya selalu bersama dengan banyu dan menjadi orangtua kedua bagi banyu.


"Iya begitulah cinta aga,walaupun dia telah pergi meninggalkan paman tapi dia tetap hidup. bersama dalam hati paman.bibi menunggu paman di sana dan suatu hari nanti kami pasti bersatu dalam kebahagiaan abadi!"


Rizal tersenyum setiap kali mengingat mendiang istrinya.banyu terperanjat mendengar ucapan rizal yang begitu memuja cinta sejatinya itu.banyu selalu bangga dengan kesetiaan pamannya itu.banyu bersyukur terlahir dari sebuah keluarga yang mempunyai kesetiaan cinta yang begitu luhur.seperti sang ibu yang selalu setia hidup seorang diri hingga kini semenjak ayah banyu meninggal.ada rindu yang begitu mendalam pada ibunda tersayangnya tapi karena tugas yang di embannya membuat banyu harus menekan rasa rindu didalam dadanya.bahkan untuk menelpon dan mendengar suara sang bunda pun banyu tidak di perbolehkan sampai misi yang dijalankannya selesai.tangan banyu masih memainkan not piano di depannya begitupun rizal yang juga ikut memainkan not piano bersama banyu seperti yang biasa mereka lakukan bersama.mereka selalu melakukan momen indah itu setiap kali banyu rindu pada ibu tercinta menyanyikan lagu ibu untuk mengobati kerinduan.tapi saat mereka sedang asyik memainkan musik itu bersama ponsel rizal berbunyi pria setengah baya itupun langsung mengangkat telpon tersebut tapi raut wajah lelaki itu tampak berubah.


"halo!iya!apa?!baiklah!"


banyu yang melihat mimik wajah pamannya berubah dengan kecemasan segera bertanya pada rizal.


"Ada apa paman siapa yang menelpon?!"


Tanya banyu.rizal menatap ke arah banyu membuat pria tampan itu seolah tahu kalau ada berita yang tidak bagus yang ingin di sampaikan pamannya itu.


"Ada informasi kalau brandon dan anak buahnya sudah mengetahui tempat tinggalmu dan mereka kemungkinan sedang menuju kemari?!mereka bicara tentang pulpen dan mereka datang untuk mengambil benda itu darimu!"


Kata rizal yang membuat banyu kaget bukan kepalang.


"Apa!!oh sialan,kenapa secepat ini mereka datang ke tempat ini.!augh...bantu aku paman aku akan menemui mereka!"


Banyu berdiri dari tempat duduknya tapi karena terlalu keras dia berdiri menyebabkan lukanya terasa sakit dan hampir membuatnya terjatuh.rizal segera membantu banyu yang berjalan menuju ke lemari bajunya yang berada di sudut ruangan itu.setelah sampai di tempat yang di tuju banyu segera membuka bajunya dan mengantinya dengan setelan kemeja dan jas yang sudah tergantung rapi dengan banyak pilihan di sana.


"banyu,apa tidak lebih baik kalau kamu menelpon mereka dan bertemu di tempat lain.serahkan pulpen itu pada mereka.lagi pula pulpen itu bisa mereka buka dan kita juga pasti akan tahu apa isi dari cip itu?!apalagi saat ini kamu sedang terluka.bagaimana dengan lukamu?apa kamu baik-baik saja?!"


Rizal berusaha memberi saran pada banyu agar tidak terjadi perkelahian karena saat ini kondisi banyu sedang tidak memungkinkan untuk berduel dengan mereka.pria setengah baya ini sangat mencemaskan kondisi banyu.


"Tidak paman.aku punya rencana sebelum menyerahkan benda itu pada mereka.paman tahu kan benda itu pasti akan dijual pada jonlee aku tahu itu.tapi sebelum aku menyerahkan pada mereka aku akan mengcopy dulu semua data dalam cip itu paman.aku memang akan menyerahkan benda itu pada brandon aku tidak perduli kalau dia menjual pulpen itu pada orang asing itu tapi tidak sekarang paman.!"


Banyu menjelaskan pada rizal tapi afi datang pada saat yang tidak tepat wanita itu tidak mendengar pembicaraan banyu dengan lengkap. yang afi dengar adalah banyu akan menyerahkan pulpen itu pada brandon untuk di jual kepada orang asing .afi menjerit histeris mendengar kata-kata banyu.


"Apa?!jadi benar kalau kamu adalah mata-mata asing?!apa yang aku dengar ini semua benar kan?teryata kamu adalah mata-mata asing!jadi apa yang di katakan hendrawan kalau kamu adalah mata-mata asing itu adalah benar!"


Afi begitu kaget dan tidak menyangka dengan apa yang di dengarnya barusan gadis itu menjadi ketakutan.banyu yang melihat afi begitu ketakutan berusaha menjelaskan pada afi .tapi wanita itu berusaha lari dari tempat itu afi menuju ke arah lift tapi langkah kakinya kalah cepat dari rizal yang sudah lebih dulu menghalanginya.


"Tolong Afi dengarkan aku apa yang kamu dengar itu tidak seperti yang kamu pikirkan?dengarkan aku !aku akan menjelaskan semuanya padamu nanti percayalah padaku oke?!"


Bantu memegang tangan afi yang gemetaran karena takut.rizal yang melihat afi seperti itu justru merasa marah pada afi.afi yang melihat kedua orang pria itu menghalangi jalannya bahkan terlihat ingin menangkapnya membuat wanita itu bertambah sangat takut.


"Afi,jangan terkejut dengan semua ini.bukankah aku sudah pernah mengatakan padamu kalau aku adalah seorang mata-mata.?!jangan salah paham padaku.jika tiba waktunya aku akan mengatakan semua nya padamu!"


Banyu mencoba untuk menenangkan gadis yang tampak takut dan kebingungan itu.tapi rizal sudah tidak sabar lagi.


"Sepertinya kita harus melakukan sesuatu yang keras pada wanita ini.agar dia tidak membahayakan kamu!biar paman yang menaganinya!"


Rizal terlihat sangat marah.tapi banyu tidak ingin rizal menyakiti afi.


"Tidak paman jangan lakukan apapun padanya.jangan sakiti dia karena aku mencintainya!dan dia juga mencintaiku! dia adalah tim kita !"


Teriak banyu.mendengar kata banyu yang mengatakan kalau dirinya dan pria itu saling mencintai afi seketika luluh hatinya dia tak perduli lagi siapapun banyu.rizal kaget mendengar kata-kata banyu yang mengakui kalau mencintai gadis itu.rizal mendengus pada afi .wanita itu benar-benar merasa terkejut dengan apa yang di katakan  banyu dan tak menyangka kalau pria itu mengakui isi hatinya di depan rizal.afi tak mengerti apa yang di rasakannya saat ini debar jantungnya tidak menentu ada semburan kebahagian menari-nari dalam dadanya.


"Benarkan afi?!"


Banyu menatap afi menunggu jawaban gadis yang menjadi tambatan hatinya itu.tapi belum sempat afi menjawab pertanyaan banyu terdengar sirine berbunyi dari arah lift yang menandakan kalau ada orang yang mencoba memasuki lift tersebut dengan paksa.tanpa menunggu lagi banyu menarik tangan afi.pria ini hendak menyembunyikan wanita itu di dalam ruang rahasia tapi afi justru menolak.


"Afi kamu harus bersembunyi di dalam ruang rahasia.aku akan menemui mereka dan membuat kesepakatan dengan mereka!"


Banyu mendorong afi agar masuk kedalam ruang rahasia.tapi bukanya masuk kedalam ruangan itu afi justru mengikuti banyu yang berjalan kearah lemari baju. Pria tampan itu bersiap dengan memakai jas dan dasi.


"Banyu pikirkan cara lain! kamu tidak mungkin menemui mereka dalam keadaan seperti ini!lebih baik paman yang menemui mereka.kamu dan afi masuk saja kedalam kedalam ruang rahasia itu.!karena jika mereka bertemu denganmu kamu harus menyerahkan pulpen itu pada mereka kalau tidak mereka pasti akan mengambilnya dengan paksa!"


Banyu terus berpikir cara apa yang harus di lakukannya.sampai akhirnya afi memberikan ide yang bagus untuknya.


"Aku yang akan menemui mereka! Bukankah itu orang yang sama yang waktu itu kita temui di hotel itu.mereka pasti percaya padaku.!"


Rizal dan banyu saling berpandangan.ide afi memang bagus tapi keselamatan afi menjadi taruhannya.awalnya banyu tidak setuju tapi afi memaksa pria itu.


"Kita tidak punya waktu lagi mereka pasti sebentar lagi bisa masuk ketempat ini!"


Afi meyakinkan banyu bahwa tidak akan terjadi apapun padanya.setelah banyu dan rizal menyetujui ide afi maka rencana pun dibuat.afi segera berganti baju dan berdandan secepat mungkin.sementara itu di dalam lift tampak brandon dan dua orang anak buahnya sedang mencoba membobol sandi di dalam lift agar bisa membuka pintu lift untuk masuk kedalam apartemen banyu.di saat bersamaan rizal terus mengacaukan kunci lift yang terkunci dengan sandi dari ruang rahasia agar bisa memperlambat mereka masuk kedalam apartemen itu.


"Kenapa lama sekali sih!apa begitu sulit bagimu?!cepat buka pintu ini!"


Brandon sudah tidak sabar untuk segera bisa membuka pintu lift itu.tampak seorang pria satunya yang tampak kesulitan sedang mencoba membuka kode lift itu.beberapa kali pria itu bisa menyalakan tombol lantai 20 tapi beberapa kali pula tombol itu kembali mati.bahkan kini lampu di dalam lift itu mati dan membuat brandon panik.


"Kenapa kamu jadi bodoh sekali?!masa membuka kode lift saja kamu tidak becus!"


Teriak brandon sambil memukul kepala pria yang masih berusaha membuka kode lift itu.pria itu masih berusaha untuk membukanya.


Sementara di dalam ruang rahasia tampak rizal sedang mengacaukan sistem penguncian pintu lift itu untuk mengulur waktu bagi afi bersiap.


"Apa kamu sudah siap afi?lakukan seperti apa yang kita rencanakan!semoga kamu berhasil!"


Tanya rizal memastikan afi yang sedang bersiap.


"Iya aku sudah siap!"


saat afi sudah mengatakan siap melalui alat komunikasi yang terpasang rapi di antingnya maka rizal menormalkan lagi kode penguncian pintu lift.sehingga lampu di dalam lift itu menyala kembali dan pria yang mencoba membuka kode pintu lift itu berhasil menyalakan tombol lift.


"berhasil!berhasil!"


Teriak salah satu dari anak buah brandon dan langsung mendapat pukulan di kepalanya dari brandon yang menilai sikap anakbuahnya itu terlalu kampungan.tak lama pintu lift terbuka dan dengan cepat brandon dan anak buahnya masuk kedalam ruangan itu.tapi saat mereka memasuki ruangan itu mereka di kagetkan dengan hadirnya seorang wanita yang sangat cantik dan seksi yang berdiri menyambut kedatangan mereka.brandon yang melihat afi dengan dandanan yang tampak sangat seksi dengan gaun berwarna merah darah dengan belahan dada yang menampakan buah dadanya sedikit menyembul dan paha yang menampakan kulit mulus tubuhnya membuat brandon dan anakbuahnya menelan air linvanya.seandainya tidak ingat tujuan utamanya mencari banyu karena pulpen itu pasti brandon sudah menerkam wanita seksi di depannya ini.tapi pria yang tampak gagah ini menahan dirinya dari hasrat sex yang hampir membuatnya lupa diri.

__ADS_1


"Selamat datang tuan brandon!silahkan masuk!"


Afi mempersilahkan kepada brandon dan anakbuahnya untuk masuk kedalam ruangan itu.melihat brandon menatapnya dengan pandangan yang seolah hendak memakannya membuat afi bergidik ngeri tapi tekat dalam hatinya untuk menyelamatkan banyu lebih kuat dari rasa takutnya.brandon yang mengenal afi sebagai istri banyu berubah melunak.melihat jika memang benar wanita di depannya ini adalah istri banyu.pria itu mengikuti afi yang berjalan menuju keruang tamu dan tak sedikitpun mengalihkan pandangan mata genitnya dari tubuh seksi afi.dengan ramahnya afi menyuruh brandon untuk duduk di sebuah sofa berwarna biru laut itu.


"Duduklah tuan!anggap saja di rumah sendiri!senang bertemu dengan anda!"


Afi mencoba bersikap seanggun mungkin dan sekuat tenaga menutupi gugupnya.


"Dimana tuan banyu Langit?!"


Tanya brandon dengan suara dingin sambil menatap tajam kearah afi.


"Tuan banyu sedang berada di Singapura untuk urusan Bisnis!dan juga beliau mengatakan kalau berencana bertemu dengan tuan brandon tapi kelihatannya tuan brandon ada urusan di sini"


Kata afi sambil menuangkan minuman whisky kedalam sloki dan memberikannya pada brandon.pria itu menerima minuman itu dari tangan wanita yang tampak seksi itu.


"Benarkah dia sekarang berada di Singapura?!atau dia sengaja menghindariku?!"


Tanya brandon dengan nada suara sedikit tinggi.kedua anakbuahnya yang mencoba mencari banyu kesetiap ruangan apartemen itupun tak menemukan keberadaan banyu.


"Dia tidak ada tuan!"


Seru anakbuahnya begitu sampai di depan brandon.brandon menatap afi dengan tajam.


"Jika anda tidak percaya  dengan apa yang aku katakan anda bisa menghubunginya ini adalah nomer telpon salah satu hotelnya yang berada di Singapura dan tuan banyu ada di sana!"


Afi menyerahkan sebuah nomer telpon di sebuah kertas kecil kepada brandon.hampir saja tangan itu gemetar saat menyerahkan kertas itu tapi kegugupannya bisa di atasi afi dengan terus meneguk whisky dari dalam sloki di tangannya entah sudah berapa sloki yang sudah di minumnya kepala wanita itu sudah mulai pusing karena pengaruh minuman yang mengandung alkohol cukup tinggi itu.brandon segera menghubungi nomer telpon yang di berikan afi padanya.


"Hubungi telpon ini!"


Perintah brandon pada jack yang berdiri di sampingnya dan dengan cepat jack menghubungi nomer itu.di dalam ruang rahasia tampak rizal sedang menerima telpon dari jack dan segera membunyikan sebuah rekaman suara seorang wanita dari resepsionis hotel di Singapura.


"Helo..Singapura Hotel Good evening?!"


Terdengar suara seorang wanita di ujung telpon sana yang membuat brandon percaya kalau banyu ada di hotel tersebut.


"Helo..Mr Banyu langit pleace!"


Brandon menyebut nama banyu dan dengan cepat telpon itu tersambung di saluran kamar presiden sweet room yang di tempati banyu langit.


"Halo,garuda?!sekarang aku berada di apartemen kamu !untuk mengambil pulpen itu!"


Seru brandon saat mendengar suara banyu di ujung telpon itu.


"Aku sudah katakan padamu aku sendiri yang akan mengantar pulpen itu.temui aku besok malam di cafe hotel ini setelah aku meeting aku akan menelponmu!"


Banyu lalu menutup  telpon itu setelah bicara seperti itu pada brandon membuat pria yang bertampang seram itu membanting pesawat telpon di depannya.membuat afi terjingkat kaget.dengab cepat afi menuang whiski di depannya dan mulai meneguknya lagi.


"Apakah banyu langit selalu senang membuat orang kesal seperti ini?!kapan dia berangkat ke Singapura?"


Brandon melihat afi dengan pandangan dingin.


"Dia pria yang sangat mengagumkan bagiku!sudah 2 hari ini dia berada di Singapura!"


Kata afi tanpa melihat pada brandon.sementara brandon melihat nanar pada paha mulus afi yang tampak terlihat jelas dengan posisi duduk yang sengaja memperlihatkan keseksian tubuhnya itu.


"Anda pasti kesepian nona?! Beruntung sekali seorang banyu langit mempunyai istri secantik anda.!"


Brandon memuji afi yang terlihat sangat seksi di mata pria jahat itu apalagi melihat afi yang terlihat sangat menyukai minuman beralkohol membuat brandon sangat tertarik pada wanita itu.andai wanita itu bukan milik banyu pasti sudah brandon akan membuat wanita ini menjadi miliknya.banyu tampak sangat geram melihat brandon dari layar monitor di ruang rahasia yang melihat afi dengan tatapan mesum rasanya ingin sekali pria tampan itu mencongkel mata brandon yang berani melihat tubuh seksi afi dengan bernafsu seperti itu.


"Apa yang dilakukan ******** itu.?!berani sekali dia melihat afi dengan mata mesumnya itu kurang ajar!"


Banyu menahan emosinya yang hampir meledak di dadanya.


"Tahan dirimu banyu!"


Rizal berusaha meredakan emosi banyu yang hampir meledak. sementara afi yang mendengar brandon mengatakan hal tersebut semakin gugup.


"Tuan brandon bisa saja.sebenarnya suamiku selalu membawaku kemanapun dia pergi tapi karena aku ada urusan di Indo jadi kali ini dia berangkat sendiri.!"


Afi mencoba melindungi dirinya dari pandangan mesum brandon dengan menceritakan tentang hubungannya dan banyu.beruntung jack menerima sebuah telpon dan membisikan sesuatu di telinga brandon dan membuat pria itu menganggukan kepalanya.


"Oh begitukah!baiklah senang bertemu denganmu nyonya banyu langit.aku harap kita bisa bertemu lagi dengan suasana yang lebih baik lagi!anda adalah seorang wanita yang sangat menyenangkan dan seksi!"


Brandon berdiri dan berpamitan pada afi membuat wanita yang hampir tak kuat menahan rasa pusing di kepalanya ini senang.perlahan afi berdiri dengan sekuat tenaganya untuk memberi salam perpisahan pada tamunya ini . hampir saja afi tidak bisa menahan tubuhnya agar tidak jatuh kelantai.beruntung brandon segera pergi dari tempat itu.begitu brandon dan anak buahnya masuk kedalam lift afi langsung terjatuh kelantai karena terlalu banyak meminum minuman beralkohol itu.rizal dan banyu yang keluar dari ruang rahasia itu langsung berlari kearah afi yang sudah terkapar tak sadarkan diri.


"Afina!"


Seru rizal sambi melihat kondisi afi.banyu langsung berlari menyusul rizal saat melihat afi terjatuh pria itu tak memperdulikan rasa sakit di perutnya dia langsung memegang kepala afi dan menangkupkan tangan berototnya di pipi wanita yang di cintainya itu.


"Bawa ke kamar paman dia terlalu banyak minum!"


Banyu memberi isyarat pada rizal untuk membawa afi .tak menunggu lagi rizal langsung mengendong tubuh afi yang sudah tak berdaya dan membawanya kekamar.rizal membaringkan tubuh wanita malang itu lalu melepas alat komunikasi yang ada di anting wanita itu.


" dia terlalu banyak minum jadi hilang kesadaran,wanita ini tidak apa-apa!"


kemudian meninggalkan banyu dan afi di kamar tersebut.banyu menatap sendu pada wanita yang nampak tak berdaya terbaring di atas tempat tidur itu.banyu merasa sangat bersalah karena telah melibatkan gadis yang lugu itu dalam masalah yang sangat berbahaya ini.


"Maafkan aku karena membuatmu terlibat dalam masalah ini!aku janji tidak akan membiarkan hal seperti ini terjadi lagi!"


Banyu berbisik sambil membelai lembut pipi afi dan mengusap rambut wanita yang tampak tak berdaya itu.lama banyu menatap wajah afi perlahan pria itu mencium pelan kening wanita yang sangat di cintainya itu.banyu menyelimuti afi dan meninggalkan kamar itu.


Sementara itu di kantor interpol terlihat hendrawan berada di dalam ruang interogasi memakai seragam lengkap bersama seorang pria berumur 40 tahun yang sedang bertugas menginterogasi dirinya.


"Baiklah kasat Hendrawan,anda adalah seseorang yang menjadi pimpinan di dalam penanganan kasus jw marion ini.yang harus anda lakukan hanyalan membuat konferensi pers untuk permintaan maaf kepada orang -orang yang anda sebut sebagai tersangka dan mengatakan pada publik kalau kasus ini sudah mendapatkan pelaku yang sebenarnya adalah ******* sudah cukup.kesatuan ini akan mendapat kepercayaan dari publik dan anda sendiri akan mendapatkan kenaikan pangkat dan juga jabatan menjadi kepala di wilayah ini!"


Pria ini adalah salah satu anggota dari kantor pusat yang juga sudah menjadi bagian dari konspirasi besar ini.hendrawan semakin yakin kalau kasus itu di lakukan oleh orang yang sangat berkuasa dan orang yang berduit.semakin banyak orang di sekitar pria itu yang sudah mendapatkan suap dari orang tersebut.walau nama Hadi Candratan berdengung di dalam hatinya sebagai otak dari semua masalah ini hendrawan masih belum mendapatkan bukti dan belum tahu apa motif dari semua ini.


"Aku tidak bisa melakukannya!bukankah hari ini kalian sudah mengumumkan semua yang kalian inginkan dan publik pun percaya pada kalian.jadi apa gunanya aku bicara.lakukan apapun yang kalian inginkan tapi aku tidak akan membuat peryataan pada pers.karena bagiku kasus ini belum selesai.!"


Kata hendrawan pada pria di depannya itu.


"Kamu memang sangat keras kepala hendrawan.kita hanya ingin segera menutup kasus ini dan mulai fokus untuk pengamanan pemilu.lagi pula kasus ini sudah sangat jelas kalau ini di lakukan oleh ******* karena mereka membalas dendam atas anggota ******* salim yang tertembak saat penyergapan pihak kepolisian satu tahun yang lalu.salim adalah adik dari pimpinan ******* yakup yang saat ini sudah kita tangkap.semua sudah jelas dan sekarang anda hanya harus menjelaskan pada publik itu saja dan ini adalah perintah!"


Seru pria itu tegas.


"Dan aku memilih menolak perintah itu walau dengan resiko aku di skorsing,itu akan aku jalani.!"


Hendrawan tetap pada pendiriannya.membuat pria itu menggelengkan kepalanya.dari pintu muncul nathalia yang datang mendekati hendrawan dan pria yang sedang menginterogasi hendrawan.


"Selamat malam!apa anda sudah selesai ?!saya ingin bicara dengan kasat hendrawan!"


Seru nathalia sambil memperlihatkan kartu anggotanya.begitu melihat nathalia mengeluarkan kartu identitasnya pria itu memberi hormat dan segera keluar dari tempat itu.hendrawan hanya memandang nathalia dengan tatapan datar.


"Hendrawan,sudahlah jangan keras kepala lebih baik kamu lakukan saja apa yang mereka perintahkan padamu!"


Nathalia berusaha membujuk hendrawan.kata-kata nathalia membuat hendrawan agak terkejut tapi karena hendrawan sudah menduga kalau nathalia adalah orang yang juga terlibat dalam permainan ini maka tak heran jika wanita itu juga mendukung apa yang menjadi perintah atasannya itu.


"Aku tidak akan melakukan apapun! yang aku tahu itu tidaklah benar!katakan padaku apa yang kalian inginkan?!"


Tanya hendrawan menyelidik.


"Ha..ha..ha..!apa yang kamu katakan.?jangan katakan kalau kamu sedang mencurigai aku deh?!aku temanmu hendrawan kita berteman sudah sangat lama dan satu hal yang harus kamu tahu aku mencintaimu dan aku akan melakukan apapun untuk dirimu!kita sama-sama tahu bagimana tugas kita sebagai seorang aparat negara.!"


Nathalia mencoba untuk berbicara dengan hendrawan.


"Benarkah saat ini kamu bicara sebagai temanku?lalu kenapa kamu diam saja saat melihat apa yang terjadi.padahal kamu juga tahu bahwa kejadian ang sebenarnya tidak seperti itu!"


Hendrawan tersenyum tidak senang pada nathalia.


"Aku sudah berusaha untuk menjelaskan pada mereka.tetapi mereka justru menyodorkan bukti yang lebih kuat lagi dan lagi pelaku sendiri sudah mengakui apa yang di perbuatnya.bahwa dia yang menyuruh orang untuk melakukan pengeboman itu.seharusnya kamu senang karena kasus ini cepat selesai.lalu kenapa sekarang kamu merasa kalau ini belum selesai.!"


Nathalia memperlihatkan senyum manisnya.tapi entah kenapa hendrawan tidak bisa mempercayai semua yang di katakan wanita di depannya ini.


"Kalau itu semua benar lalu kenapa aku sebagai orang yang berkompeten menangani kasus ini tidak bisa menemui tersangka.apakah ini sebuah lelucon nathalia?!"


Tanya hendrawan dengan senyum sinisnya.


"Kamu bukan tidak boleh menemuinya tapi  semua penyidik bukan hanya kamu memang saat ini tidak di perbolehkan untuk menemuinya sampai waktunya tiba.apalagi saat sudah ada perintah dari orang nomer satu di kepolisian Indo ini kalau semua aparat akan di fokuskan dalam tugas untuk pengamanan pemilu.nanti kalau sudah waktunya tiba kamu sendiri yang akan melakukan penyidikan sampai tuntas kepada Yakup.!apa kamu puas dengan apa yang aku katakan!"


Hendrawan hanya diam tidak bicara apapun.nathalia sangat tahu kalau pria pujaannya itu merasa kecewa yang teramat dalam.pria di depannya ini bukanlah pria bodoh yang bisa di bohongi hendrawan adalah pria cerdas dan punya insting kuat dalam setiap melihat kasus yang di tanganinya.


"Baiklah lakukan apa yang kamu anggap itu benar dan aku akan mendukung apapun yang menjadi keputusanmu!apapun itu!tapi satu hal yang harus kamu pikirkan.jika kamu di cutikan dari kesatuan ini bagaimana dengan kami sebagai anak buahmu?!"


Nathalia memegang bahu hendrawan dan meyakinkan pria itu akan dirinya.saat nathalia hendak melangkah pergi hendrawan bersuara.


"Aku tidak menghawatirkan kesatuan ini.karena ada kamu yang bisa menangani semuanya.bukankah itu benar?"


Kata-kata hendrawan sebenarnya adalah sebuah sindiran  kepada nathalia.wanita itu menatap tajam pada hendrawan.


"Aku siap melakukan apapun untukmu!"


Nathalia menegaskan lagi ucapanya lalu pergi meninggalkan hendrawan seorang diri di ruang interogasi itu.hendrawan hanya bisa menarik nafas panjang.


Di dalam ruangan hermansyah, tampak lelaki setengah baya itu sedang melihat sebuah berkas dari pusat. yang memerintahkanya agar hendrawan segera melakukan komperensi pers. untuk mengklarifikasi tentang kasus jw marion.tapi kepala lelaki berkepala sedikit botak ini rasanya mau pecah.hermansyah membanting berkas di tangannya itu dan memukul meja di depannya dengan sangat keras.pria itu berteriak keras sekali meluapkan emosi di dadanya bagaimana tidak terbayang jelas bagaimana hermansyah mendapat teguran keras dari orang nomor satu di polri jika dirinya tidak bisa mengatasi hendrawan maka dia akan kena sangsi.terdengar suara ketukan di pintu dan saat pintu terbuka muncul pria yang sudah membuat isi di kepala pimpinan polres itu pening.


"Masuklah!kenapa kamu sangat keras kepala?!hendrawan apa yang kamu harapkan dari semua ini?!dan kenapa kamu membangkang dari perintah?!laksanakan perintah dan semua selesai!"


Teriak hermansyah kepada hendrawan dengan wajah sangat marah.pria gagah di depannya hanya diam terpaku.


"Hendrawan bagaimana caraku untuk bicara padamu lagi?.hanya sebuah pernyataan klarifikasi di media lakukan sesuai dengan perintah dan semua selesai.apa sulitnya itu?"


Suara hermansyah berubah melunak dia menatap intens pada hendrawan.


"Saya hanya melakukan tugas sebagai aparat dan melakukan apa  yang sesuai dengan sumpah jabatan dan kebenarannya.!"


Kata hendrawan tegas.


"Hendrawan,sebenarnya sangat berat bagiku untuk menerima perintah tentang skorsing kamu ini.tapi jika ini memang pilihan yang kamu inginkan maka aku tidak bisa berbuat apa-apa!"


Hermansyah melihat sudah tidak bisa lagi merayu hendrawan menuruti perintahnya maka satu-satunya jalan adalah menonaktifkan hendrawan untuk sementara waktu sampai pemilu berakhir sesuai perintah pimpinan polri.


"Siap laksanakan!"


Hendrawan memberi hormat dan menerima selembar surat dari atasannya ini.


"Sebenarnya hal ini bukan keinginanku hendrawan"


Kata hermansyah lirih tatapannya seperti menyesali semua yang terjadi.sebenarnya hermansyah sangat tahu kalau kasus yang sebenarnya belum selesai.tapi semau di lakukan demi mengamankan pemilu presiden yang akan di adakan 2 bulan lagi.tapi sebagai seorang kepala kepolisian hermansyah merasa hari kecilnya ada rasa berdosa karena telah menyalahi sumpah pada Nusa dan Bangsa.


"Maksud komandan?!"


Tanya hendrawan yang merasa aneh dengan ucapan atasannya ini.


"Ah tidak apa-apa!anggap saja ini adalah liburan yang kamu dapat setelah semua hal berat yang kamu lalui."


Hermansyah menutupi persaannya yang sebenarnya.tapi mata jeli hendrawan menangkap ada keanehan di sana.


"Baiklah selamat malam pak!"


Hendrawan memberi penghormatan pada atasannya ini.saat kaki hendrawan hendak keluar dari ruangan itu pria di kejutkan dengan kata-kata terakhir dari komandannya itu.


"Hendrawan,lakukan penyelidikan secara sembunyi-sembunyi tentang kasus ini.tapi ingat libatkan orang-orang yang bisa kamu percaya saja.dan berikan hasil yang terbaik dari semua keyakinan kamu!"


Kata-kata hermansyah membuat mata hendrawan terbelalak pria ini sangat senang saat tahu kalau komandanya masih memegang sumpah jabatannya.


"Siap laksanakan!"


Hendrawan tersenyum bahagia binar mata terlihat ceria di matanya.hermansyah mengulas senyum pada anak buah kesayangannya ini.walau hermansyah tahu kalau resiko besar harus dia tanggung bahkan bisa saja dia kehilangan jabatannya jika sampai hal ini bocor dan di ketahui atasannya.begitu hendrawan keluar dari ruangannya pria tua itu hanya bisa menarik nafas panjang.


Hendrawan sedang memasukan berkas yang ada di dalam ruangannya kedalam sebuah kotak besar karena untuk sementara dia harus menjalani skorsing maka semua tugasnya di ambil alih oleh nathalia yang sudah mendapat penunjukan langsung dari pusat untuk menggantikan posisi hendrawan.setelah semua berkas sudah dimasukan dalam kotak berwarna merah itu hendrawan memakai topi kebanggaannya sebagai seorang polisi tampak pria itu begitu gagah dengan seragam lengkap dengan topinya.sementara itu semua anggota interpol yang berada di dalam ruangan itu berdiri sedih melihat komandan mereka meninggalkan kesatuan ini.saat hendrawan sedang berjalan meninggalkan ruangan itu pria itu berhenti di meja afi dan meletakan kotak merah itu lalu berdiri tersenyum pada semua anggota yang ada di ruangan itu.


"selamat malam semua!aku harap setelah aku pergi  kalian harus terus melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya!berbuat sebaik-baiknya.lakukan patroli seperti biasa dan lakukan tugas kalian dengan sebaik-baiknya.!"


Seru hendrawan memberi perintah terakhir pada semua anak buahnya itu.


"Tapi komandan ini semua tidaklah benar?!kenapa mereka memberikan skorsing padamu?!"


Teriak made dengan wajah sangat sedih rasa sayangnya pada atasannya ini membuatnya hampir meneteskan air mata.


"Mereka benar-benar keterlaluan.kenapa harus seperti ini sih?!dasar kurang ajar!ini sudah kelewat batas!katakan saja perintahkan kami agar kami membuat perhitungan dengan mereka.komandan!kami siap melakukannya!mereka sama sekali tidak menghargai semua kerja keras kita!"


Irwan tampak paling marah di antara anggota interpol yang lain bahkan pria muda ini memukul lemari besi di depannya untuk meluapkan emosi hatinya irwan memang terkenal sangat loyal pada atasannya ini.


"Semua sudah berakhir pak irwan.!lakukan tugas seperti biasa patuhi apa yang di perintahkan ipda nathalia karena beliaulah sekarang atasan kalian.!selamat malam!tetap semangat!ipda nathalia kuserahkan padamu komando di kesatuan ini selamat bertugas!semoga sukses!selamat tinggal!senang bekerjasama dengan kalian!"


Semua anggota memberi hormat ,tatik tampak menangis melihat pria yang di sukainya ini tak akan dia temui entah untuk berapa lama.


" siap laksanakan tugas!semoga komandan bisa mendapat pencerahan selama cuti!"


Seru nathalia sambil memberi hormat pada hendrawan lalu pria itu keluar dari ruangan itu.untuk beberapa saat hendrawan melihat meja afi yang kosong tak ada wanita itu di sana.sebenarnya hendrawan ingin sekali melihat wajah wanita itu walau sebentar tapi kini dia harus menelan kekecewaan karena wanita itu tak ada di mejanya.dengan langkah tegap hedrawan meninggalkan kantor biro itu.semua anggota berteriak memanggil nama atasannya ini seperti anak ayam kehilangan induknya.bagaimanapun juga hendrawan adalah seorang atasan yang sangat baik bagi mereka.


 


\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-


 

__ADS_1


Tunggu cerita selanjutnya di He Is Spy 20 Trimakasih☺.


__ADS_2