HE IS SPY

HE IS SPY
HE IS SPY 21


__ADS_3

CATATAN PENTING !!! : SEMUA CERITA INI HANYA FIKTIF BELAKA .SEMUA MURNI HASIL IMAJINASI PENULIS JIKA ADA KESAMAAN NAMA DAN TEMPAT ITU HANYA KEBETULAN SEMATA.SELAMAT MEMBACA KASIH KOMENT AND VOTE.TRIMAKASIH☺


TTD :AUTOR FITRI KRISTIANI.


HE IS SPY 21 :


Nathalia datang kerumah hendrawan dengan membawakan pria itu dengan banyak sekali belanjaan.nathalia sangat tahu kesukaan pria gagah ini nathalia sengaja membawakan jus kaleng,buah-buahan kesukaan hendrawan dan juga beberapa kaleng bir.hendrawan hanya melihat datar pada nathalia yang sedang asyik menyusun barang bawaannya ke lemari pendingin.


"Kabar apa yang kamu bawa soal pria itu?!"


Hendrawan sangat penasaran dengan berita yang ingin di beritahukan oleh nathalia tentang banyu.


"Aha..rupanya kamu sangat penasaran banget ya?kamu tahu kan sejak aku tahu kalau banyu itu seorang mata-mata.aku telah mengirim orang yang yang telah 24 jam mengintai pria itu!dan kamu tahu kemana dia pergi hari ini?dia ke Singapura!tapi tenang saja aku sudah menyuruhnya untuk mengikutinya sampai di Singapura.kita akan tahu apa yang di kerjakannya dan dia bertemu dengan siapa saja di negara itu!"


Nathalia menceritakan semua informasi yang didapatkannya dari orang suruhannya itu.


"oya lihat apa kamu suka dengan semua yang aku bawakan untukmu?!"


Nathalia tersenyum menggoda pada hendrawan.pria itu hanya melihat dingin pada wanita di depannya ini.


"Seharusnya kamu tidak perlu membelikanku terlalu banyak barang seperti ini!aku bisa belanja sendiri!"


Seru hendrawan pada nathalia.


"Ayolah hendrawan!kita kan sudah berteman sangat lama!lagi pula aku tidak keberatan kok ngelakuin ini!"


Cetus nathalia sambil melotot pada hendrawan.


"Untuk apa kamu masih mengawasi banyu langit?! Bukankah kasusnya sudah selesai?!"


Hendrawan berjalan mendekati nathalia yang sedang duduk di sofa sambil mengambil bir yang di berikan nathalia.pria itu duduk santai di lantai sambil bersandar di sofa tamu.


"Aku hanya penasaran saja, siapa pria itu sebenarnya?dan bekerja untuk siapa pria itu?dia kan pengusaha sukses tapi kenapa dia tertarik menjadi agen bayaran?ini adalah hal yang menarik bukan?lagi pula aku ingin tahu bagaimana reaksi afi saat tahu kalau kekasihnya itu seorang mata-mata yang bekerja untuk asing!janda itu terlalu percaya diri dia pikir siapa dia.akan aku buka matanya agar dia sadar akan dirinya dasar wanita rendahan..!!"


Lagi-lagi nathalia menyebut nama afi yang membuat hendrawan selalu ingat pada wanita itu setiap mendengar orang menyebut nama afi.


"Ah seperinya itu tidak akan berarti apa-apa pada afi.lagi pula belum tentu juga kalau afi mencintai pria berengsek itu!"


Hendrawan agak kesal jika mendengar nama banyu terdengar di telinganya.


"Kamu masih percaya kalau janda itu tak menyukai pria tampan itu?hah dasar janda sok jaim!apa sekarang kamu juga ingin membohongi mata dan telingamu?!wanita itu tergila-gila pada pria itu.itulah kenapa dia tidak pernah memberitahu kita tentang siapa banyu langit!aku hanya ingin memberinya pelajaran,agar tidak ke gr an jadi perempuan!"


Nathalia tampak bersuara tinggi saat hendrawan masih mencoba menutupi perasaan afi pada banyu.walau hendrawan tahu afi mencintai banyu tapi hendrawan masih belum rela jika wanita yang di sukainya ini jatuh hati pada orang lain apalagi kalau pria itu adalah banyu.hendrawan hanya diam dan terus meneguk bir kaleng di tangannya.


"Aku jadi ingin tahu informasi apa yang akan kita terima kali ini.aku punya firasat kalau sekarang pria itu tidak bisa mengelak dari kita!dan sekarang aku sendiri yang akan turun tangan untuk menyelidikinya.bagaimana menurutmu hendrawan?!"


Tanya nathalia pada hendrawan.pria ini memang tidak banyak bicara dengan nathalia karena sejak nathalia menjadi salah satu orang yang berada dalam penutupan kasus jw marion.hendrawan tak lagi bisa percaya pada wanita ini dan kini baginya nathalia tak lebih dari teman.bahkan jika kecurigaan Hendrawan pada Nathalia terbukti maka pria ini tak segan menghukum Wanita cantik di depannya ini.


"No coment!"


Seru hendrawan dan matanya asyik melihat ke arah tipi yang menyajikan berita-berita kriminal.sambil terus meneguk bir.


"Oh kamu kelihatan tidak bersemangat?apa karena sekarang kamu sedang cuti jadi kamu tidak ingin membahas soal kasus ini.baiklah kita bicara tentang cuti kamu?apa kamu ingin cerita bagaimana hari-hari cutimu?!"


Tanya nathalia mengalihkan pembicaraan mereka.wanita ini hanya ingin tahu apa saja yang di kerjakan hendrawan selama beberapa hari ini.wanita cantik itu selalu merindukan kebersamaannya bersama hendrawan.


"Iya seperti yang kukatakan padamu aku sedang menikmati masa rehat ku.lagipula kasus ini sudah di selesaikan.aku hanya tidak ingin mendengar isu yang tidak jelas.!"


Hendrawan masih bersikap dingin kalau membicarakan tentang pekerjaan.


"Tapi ini bukan isu hendrawan!pria itu saat ini berada di Singapura dan aku sudah menyuruh orang untuk mencari tahu apa yang dilakukan pria itu di sana!kita akan segera tahu berita mengejutkan apa yang akan kita peroleh tentang pria itu?!"


Nathalia tersenyum ceria pada hendrawan yang menatap tajam pada wanita itu.hendrawan tidak percaya kalau nathalia berbuat sejauh itu pada banyu.tapi pria ini sebenarnya juga penasaran apa yang dilakukan banyu di Singapura.tapi hendrawan menutupi rasa ingin tahunya dari nathalia dan mencoba bersikap biasa saja.


Tiba-tiba nathalia sudah memeluknya dari belakang dengan posisi berada diatas bahunya.hendrawan sangat terkejut pria ini sangat menyadari kalau wanita itu akan bersikap agresif seperti itu padanya.hal inilah yang paling tidak di sukai hendrawan walau nathalia adalah wanita yang cantik dan tak mungkin ada seorang pria yang bisa menolak pesona wanita ini tapi entahlah bagi hendrawan nathalia bukan wanita tipe dia.dia hanya menganggap Nathalia sebagai temannya tidak lebih.hendrawan masih bersikap biasa saja saat tangan nathalia mulai membelai lembut rambut cepaknya perlahan nathalia mencium lembut leher hendrawan dari belakang membuat jantung pria itu berdebar keras.biar bagaimanapun dia adalah seoramg pria normal yang bisa timbul sahwatnya jika ada aksi dari lawan jenisnya.


"Katakan padaku,apa kamu tidak kesepian selama beberapa hari ini?hendrawan bisakah kita nikmati malam ini dengan penuh keindahan?aku tidak akan meminta apapun darimu.kita melakukan karena sama-sama suka.lupakan sebentar tentang kasus-kasus yang kita hadapi."


Nathalia membisikan rayuan dan desahan nafasnya di telinga hendrawan.


"Nathalia,sadarlah tidak seharusnya kita melakukan hal ini!"


Hendrawan berusaha menyadarkan nathalia tapi bukanya sadar akan tindakannya.wanita cantik ini justru semakin berani melakukan hal lebih pada hendrawan dengan sangat cepat tangan wanita itu berputar dan dalam sekejab tubuh nathalia sudah berada di pangkuan hendrawan.pria ini di buat tak berdaya dengan sangat buasnya nathalia ******* bibir hendrawan dan dengan sangat kuat lidahnya bermain di dalam mulut hendrawan dengan sangat liar bahkan dengan begitu berani tangan nathalia memegang tangan hendrawan dan menuntun tangan pria itu untuk menjamah gunung kembarnya.pria yang sangat lugu dalam hal bercinta itu hanya bisa mengikuti kemauan nathalia yang sangat ahli dalam berciuman ataupun bercinta.nathalia membuat hendrawan tak berdaya tangan wanita itu mematikan lampu di dalam ruangan itu sehingga suasana dalam ruangan tersebut menjadi gelap hanya remang cahaya lampu dari ruang dapur yang ada.perlahan tapi pasti nathalia berhasil membuat hendrawan terbakar gairah kelelakiannya.pria itu mulai membalas lumatan bibir nathalia bukan karena hendrawan telah menyukai wanita ini, tapi begitu lampu di dalam ruangan itu padam. tiba-tiba hendrawan justru membayangkan kalau wanita yang kini berada dalam pelukannya dan sedang membuatnya terlena itu adalah afi.iya pria itu membayangkan kalau wanita yang kini bersamanya adalah afi.hendrawan tak bisa menahan dirinya lagi dan nathalia tak membuang kesempatan ini begitu senangnya wanita itu setelah hendrawan berhasil di kuasainya. hendrawan melenguh dan mengerang merasakan nikmat yang tiada tara.lama keduanya bercumbu dan saat nathalia tak lagi bisa menahan nafsu birahinya dengan cepat wanita itu menuntun hendrawan untuk memasuki dirinya dan akhirnya keduanya melebur dan mencapai klimaks bersama.hendrawan memeluk erat tubuh nathalia keringat membasahi tubuhnya yang atletis itu.sayangnya malam itu adalah malam pertama bagi Hendrawan namun tidak bagi Nathalia.wanita cantik itu adalah seorang petualang sex.mungkin itu yang membuat Hendrawan tak bisa jatuh cinta pada wanita cantik itu.Nathalia selalu hidup bebas baginya tidur dengan pria tampan dan berkelas sudah menjadi sifat buruknya.


"Ouhg...aku mencintaimu afi!"


Tanpa sadar hendrawan menyebut nama afi dan membuat nathalia tersentak kaget.wanita itu sangat marah begitu mendengar hendrawan menyebut nama wanita itu di saat mereka bercinta.


Dengan sangat kasar nathalia mendorong tubuh hendrawan dan langsung mengenakan bajunya .


"Kamu benar-benar keterlaluan hendrawan!kamu jahat!"


Nathalia berteriak pada hendrawan dan berlari keluar dari rumah pria itu.hendrawan hanya diam dan baru menyadari kalau dia dan nathalia telah berbuat melampui batas.pria gagah ini hanya bisa mengacak rambutnya dan menyesali perbuatannya.tak seharusnya dia melakukan dengan wanita itu.hendrawan membanting pintu yang terbuka saat nathalia keluar dari rumahnya.hendrawan mendengus kesal.pria itu mengusap wajahnya dengan kesal menyesali perbuatan yang membuatnya makin memperburuk hubunganya dengan Nathalia.apalagi kalau sampai wanita itu meminta pertanggungjawabannya.


"Aah..damm it!!kamu sangat bodoh Hendrawan!"


Makinya pada dirinya sendiri.dengan keras melemparkan tubuhnya diatas tempat tidur sambil mengacak rambut cepaknya.malam berlalu dengan begitu buruk bagi Hendrawan.


Sementara itu di apartemen banyu langit.tampak rizal sedang berlatih ilmu bela diri dengan mengangkat kaki keatas dan memukul tongkat besi yang ada di sudut ruangan itu dengan kakinya.tak lama tampak afi baru saja datang dari kantor.


"Selamat malam paman!apa banyu sudah pulang?!"


Hampir seharian afi mencemaskan banyu.karena gadis ini merasa akan terjadi sesuatu pada banyu.


"Iya tentu saja belum.Singapura itu kan di luar negri afi.dan lagi dia pasti akan sedikit lama karena ada urusan lain yang harus di kerjakannya di sana!"


Rizal menatap afi dengan tatapan lembut hari ini pria itu tampak berbeda. raut wajahnya terlihat sangat bersahabat padanya.


"Oh begitu!"


Afi hanya berkomentar singkat pada rizal.saat kakinya hendak melangkah kekamarnya tiba-tiba rizal berkata sesuatu yang membuatnya menghentikan langkahnya.


"Afi,apakah kamu benar-benar ingin tahu siapa kami?"


Rizal tersenyum pada afi yang masih terbengong mendapat pertanyaan seperti itu.


"Ikut aku sekarang!"


Tanpa menunggu lama afi mengikuti rizal dari belakang.


Di Singapura malam itu banyu langit sudah sampai di hotel yang di tuju.pria tampan itu melihat jam tangannya dan tersenyum sambil melihat kearah hotel yang menjulang tinggi itu.dengan langkah tegap pria itu segera masuk ke hotel tersebut pelayan hotel yang sudah sangat hapal dengan siapa berhadapan tersenyum ramah. seperti biasa setiap melihat wanita di resepsion hotel berbintang itu banyu selalu mengedipkan mata nakalnya.yang membuat setiap wanita jatuh hati padanya.


"Thanks you!"


Kata banyu lembut.gadis itu tersenyum senang pada banyu.


"Your wellcome!"


Jawab gadis cantik itu sambil tersenyum manis sekali.


Begitu sampai di dalam kamarnya banyu segera menutup pintu dan menguncinya.tak lupa banyu pun menutup jendela dan langsung berjalan kearah kamar mandi dan segera berdiri di atas bathtube dan mengambil sebuah pistol di atas kamarmandi itu.sebuah senjata api yang terbungkus rapi dalam sebuah kotak.banyu segera mengambil pistol itu dan memasukannya di dalam koper hitam.tiba-tiba terdengar suara bel pintu berbunyi banyu dengan cepat berlari kearah pintu saat pintu terbuka tampak seorang wanita cantik berambut pendek dengan baju seksi tersenyum manis padanya.


"Halo sweety!I miss you!"


Wanita cantik itu langsung menyerang banyu dengan ciuman brutalnya.pria tampan itu tak punya pilihan lain dia pun membalas perlakuan wanita cantik itu.sebagai seorang mata-mata banyu hanya bisa menerima tugasnya dan dalam kondisi seperti ini bukan hati lagi yang berbicara tapi tugas karena tugaslah banyu terpaksa harus bercumbu dengan Tiffany dan melayani nafsu liarnya.gadis ini benar-benar ingin menghabisi banyu .dalam sekejab tubuh wanita itu sudah setengah telanjang tapi ketika ingin melampiaskan nafsunya Banyu tiba-tiba menolak bercinta dengan wanita cantik itu.


"Pleace Tiffany,aku tidak bisa melakukannya lagi.kamu harus segera pergi dari sini karena Jonlee sebentar lagi akan tiba di tempat ini!"


Banyu memperingatkan wanita cantik yang teryata adalah kekasih Jonlee.


"What?! Darimana kamu tahu?!apa dia tahu kita ada hubungan?!"


Tiffany benar-benar terkejut dengan ucapan banyu dengan sangat cepat wanita cantik itu memakai bajunya yang berserakan di lantai terlihat jelas ketakutan di raut wajahnya.gadis cantik ini sangat tahu persis siapa jonlee jika sampai ketahuan kalau dia dan banyu ada hubungan bukan hanya banyu yang akan di habisi tapi juga dirinya pasti tidak akan di biarkan hidup.banyu merasa sangat senang karena rencana untuk membuat Tiffany segera pergi dari tempat itu akhirya berhasil juga.kali ini tubuh seksi gadis jelita itu tak mampu mengoyahkan hati banyu.pria ini benar-benar telah jatuh cinta pada afi wanita janda dari Hans itu.pria tampan ini tak bisa lagi bercinta dengan wanita lain hatinya hanya tertuju pada wanita lugu itu.


Akhirnya gadis cantik itu pergi dengan tanpa senyum di bibir merahnya.hanya ciuman kecil di bibir banyu yang di lantunkan selanjutnya dengan bergegas dia pun pergi dari kamar banyu.banyu hanya melambaikan tangannya dan menutup pintu kamar dengan senyum lega.sekilas sambil berjalan kekamar mandi pria tampan itu teringat pada afi.sedang apa wanita lugu itu sekarang?pikirnya dalam hati.ada rindu bergolak dalam dadanya. banyu tak sabar ingin segera kembali ke Indo dan bertemu dengan afi.


Di cafe Hotel berbintang itu tampak Brandon dan atasannya orang kedua setelah kepala Bin.sedang menunggu kedatangan banyu dengan tidak sabar jam sudah menunjukan pukul 8 malam dan banyu belum juga menghubungi mereka.sesekali brandon melihat kearah jam tangannya raut wajahnya menampakan kekesalan.

__ADS_1


"Apakah dia benar-benar akan datang ketempat ini dan menyerahkan pulpen itu pada kita?!"


Tanya pria yang menjadi atasan Brandon dan juga Banyu.pria yang tampak berwajah sangar itu menatap tajam kearah Brandon.


"Sudah pasti dia akan datang komandan!kali ini dia tidak punya alasan lagi untuk berkilah kalau memang benda itu ada padanya.apalagi saya sudah katakan kalau komandan langsung yang ingin mengambil pulpen itu dan menyelesaikan misi ini sebelum pemilu berlangsung!"


Brandon menenangkan atasannya yang tampak terlihat mulai gelisah.


"Kriiinng..!"


Suara telpon membuat brandon segera berdiri dan mengangkat telpon tersebut.


"Halo!garuda!sekumpulan burung sudah menunggu!"


Suara brandon terdengar agak meninggi.


"Apa kalian sudah di cafe sekarang?"


Tanya banyu yang menelpon dari kamar mandinya sambil berendam di badtube.tangan yang sedikit berotot itu memainkan busa yang berlimpah.


"Iya kami sudah berada di cafe!aku harap kamu tidak beralasan lagi?!"


Brandon berbicara sedikit kesal pada banyu karena merasa seolah-olah pria tampan itu sedang mempermainkan dirinya.


"Sabarlah!Aku sebentar lagi akan kesana.aku harap kamu sedikit sabar menunggu karena hari ini aku banyak sekali pekerjaan.!berikan aku sedikit waktu untuk rilexs"


Suara banyu terdengar dari ujung telpon membuat brandon dan atasannya itu lega.karena apa yang mereka rencanakan sudah berhasil.mereka tidak pernah tahu kalau rencana banyu sudah selangkah lebih di depan mereka.banyu yang bersiap di kamarnya sengaja membuka pulpen itu agar Jonlee mengetahui keberadaan pulpen itu di tempat itu hanya dengan mengulur waktu sedikit.banyu telah berhasil membuat Jonlee dan anak buahnya segera meluncur ke hotel berbintang itu.dengan cepat banyu bersiap tidak lupa pria tampan itu memasang alat pencepit dasi yang sudah di buat khusus sebagai alat pemantik virus dari jarak jauh untuk menghancurkan cip di dalam pulpen tersebut.dengan langkah tegap banyu melangkah dengan percaya diri menuju kearah kafe hotel dimana brandon dan atasannya sedang menunggu.


Sebuah ruangan besar yang terletak di dalam kafe hotel itu sudah di boking khusus untuk pertemuan ini.tampak brandon duduk dengan mata tajam melihat kearah banyu yang berjalan menuju kearah mereka.seorang pria yang tampak berwibawa dan terlihat seperti pimpinan bagi orang-orang itu tampak duduk dengan angkuhnya.banyu dengan tenang dan bersikap sangat coll duduk di kursi yang berada di dekat meja bar.


"Selamat datang garuda!lihatlah agen unggulan kita yang telah berhasil melaksanakan tugasnya telah datang!selamat!selamat!aku pikir kita tidak jadi bertemu disini?!aku harap benda itu benar-benar ada di tanganmu?!"


Seru orang kedua dalam Bin itu pada banyu dan tersenyum penuh kemenangan pada mereka.


"Trimakasih!selain sebagai mata-mata,aku juga seorang pengusaha. jadi banyak pekerjaan yang harus aku tanganni!dan aku tidak pernah bermain-main untuk sebuah pengabdian pada negara!"


Banyu hanya menjawab singkat ucapan selamat dari atasannya ini.walau banyu tahu pasti kalau semua tim yang ada di dalam ruangan ini adalah penghianat bangsa.hanya kepala Bin yang saat ini di pegang oleh panglima Tni dan presidenlah yang dapat di percaya.tapi ada kekuatan besar yang menghalanginya bertemu dengan kedua orang penting di negaranya itu.hanya saat pemilu berakhir dan jagoan mereka menanglah banyu baru bisa bertemu dengan mereka dan pastinya jika itu terjadi semua sudah terlambat.tapi bukan banyu namanya kalau dia harus tunduk pada para penghianat bangsa ini.


Saat mendengar kata-kata banyu yang terkesan marah.brandon dan anggota tim Bin itu tertawa untuk mengurai ketegangan itu.


"Baiklah jangan terlalu serius garuda!aku hanya bercanda!aku percaya kamu adalah seorang agen pilihan dan aku yakin kamu bisa menyelesaikan misi ini dengan sempurna!"


Pria yang selalu mengejar banyu ini mengeluarkan suaranya.brandon memang sangat terlihat bernafsu sekali untuk segera mendapatkan pulpen itu entah berapa banyak uang yang akan pria itu dapatkan dari benda itu.


"Yang aku sedikit bertanya kenapa kalian sangat ingin mendapatkan pulpen itu sekarang?bukankah misi ini baru akan di selesaikan setelah pemilu?"


Tanya banyu berpura-pura polos bertanya hal yang sudah pasti sangat dia tahu kebenarnya.


"Kami harus melihat benda itu dan meneliti lebih lanjut sebelum nantinya kita menyelesaikan misi ini. aku meminta benda itu karena aku dengar kamu sedang menangani kasus pengeboman di jw marion.dan kudengar pulpen itu juga menggunakan sandi khusus untuk membukanya.jadi aku menyuruh salah satu orang yang ahli di bidang itu untuk membuka benda itu.!dan melihat hasilnya"


Kata pria yang tampak sombong itu dengan suara dingin walau ada senyum tipis di bibirnya.


"hanya menunggu waktu!aku juga bisa menemukan sandi untuk pulpen itu!lagi pula kasus jw marion itu sudah selesai dan sekarang aku bisa fokus untuk meneruskan kasus yang sudah aku tangani hampir 2 tahun ini!"


Banyu berusaha untuk memancing reaksi anggota tim yang ada di tempat itu.saat mendengar ucapan banyu para anggota Bin itu mulai terlihat tegang.


"Saat ini yang terpenting adalah keamanan saat pemilu dan aku memerintahkanmu untuk menghentikan sementara penyelidikanmu mengenai pulpen itu aku akan memerintahkan pada Brandon dan Jack untuk mendalami kasus ini.begitu usai pemilu kamu akan kembali menangani dan menuntaskan kasus ini!dan ini adalah perintah langsung dari kepala Bin! "


Kata perdana orang kedua di Bin tersebut.yang disambut dengan senyum dingin banyu.


"Benarkah?!"


Tanya banyu sinis.


"Apa maksud dari pertanyaanmu?!aku menangkap ada nada kamu meragukan apa yang aku katakan!"


Wajah Perdana terlihat menegang begitupun brandon dan jack.


"Kenapa anda begitu tegang Tuan perdana?wajar saja kalau aku menanyakan hal ini sebagai mata-mata bukankah kita di didik untuk selalu waspada pada siapapun termasuk pada tim kita sendiri.karena ini adalah kasus yang sedang aku tangani.sebagai seorang agen dan ini adalah masalah yang mendunia!2 tahun aku menyelidiki kasus ini dan aku tidak mau semua berakhir sia-sia!"


perdana memang tak segan-segan menjual rahasia negara kepada orang asing jika mereka bisa membayar tinggi meski itu harus menghianati bangsa sendiri.tapi kali ini banyu tidak akan membiarkan data-data penting tentang bukti keterlibatan para gembong narkoba itu dengan pejabat negara yang rakus akan kekuasaan itu untuk menghancurkan negara Indonesiaraya ini jatuh ketangan mereka.walau harus bertaruh nyawa banyu akan siap mengorbankan dirinya.perdana yang mendengar ucapan banyu menatap tajam pada pria tampan ini.tangannya memukul meja dengan sedikit keras.


"Apa kamu tidak dengar kalau ini adalah perintah langsung dari kepala Bin! Ini adalah perintah langsung dari panglima Tni.!"


Perdana bersuara meninggi dan bernada memerintah.


"Yang perlu di ingat adalah, ini kasusku dan aku berhak tahu apa saja isi dari cip ini!"


Banyu menegaskan kembali ucapannya.sambil mengambil pulpen dari balik jas nya.tapi saat tangan banyu mengambil pulpen yang tersimpan di dalam jas nya tersebut brandon mengira kalau banyu sedang mengambil senjata sehingga dia dan para anak buahnya yang berada di dalam ruangan itu pun dengan sigap memegang senjata mereka.banyu tersenyum melihat kelakuan mereka semakin jelas kalau mereka menganggapnya bukan bagian dari tim.perlahan banyu mengeluarkan pulpen itu dan saat mereka melihat benda tersebut tangan mereka urung mengeluarkan senjata.perdana tersenyum melihat banyu akhirnya memperlihatkan benda yang sangat mereka nantikan.


"Brandon periksa benda itu!"


Perdana menyuruh brandon melihat apakah itu adalah pulpen yang sedang mereka cari.banyu sekilas melihat ke arah jam tangannya tinggal sebentar lagi Jonlee pasti akan tiba di tempat itu .banyu harus segera meninggalkan tempat itu tepat waktu atau dia akan terlibat masalah yang lebih besar lagi.brandon segera mengambil pulpen itu dari tangan banyu dan langsung menyerahkan pada jack untuk melihat benda tersebut.begitu pulpen itu di buka dan di teliti di laptop memang benar kalau itu adalah benda yang sedang dicari.


"Kalian harus bekerja lebih keras lagi untuk bisa membuka sandi dari cip tersebut!"


Kata banyu sambil tersenyum dingin.


"Kamu tenang saja itu adalah tugas jack dia pasti bisa membuka sandi itu!selamat kamu telah menunaikan tugasmu dengan sangat baik.panglima pasti bangga padamu!"


Perdana tersenyum pada banyu dan menepuk bahu pemuda tampan itu.dengan sikap hormat banyu memberi salam hormatnya walau rasanya ingin sekali pria ini menghajar penghianat di depannya ini.


"Itu sudah menjadi kawajibanku sebagai mata-mata negara!aku bangga bisa berjuang dan berguna bagi bangsa ini!"


Kata banyu tegas.


"Baiklah sekarang kita bisa sedikit santai.bagaimana kalau kita bersenang-senang untuk merayakan keberhasilan tugasmu?!anggap saja ini sebagai hadiah untuk kerja kerasmu!"


Perdana tertawa penuh kemenangan tangannya bertepuk seketika tampak wanita cantik nan seksi dengan gaun minim masuk kedalam ruangan itu.wanita itu langsung memeluk Banyu bergelayut manja di lehernya namu pelan pria tampan itu melepaskan godaan wanita itu. banyu hanya tersenyum dingin.


"Tidak!Aku harus pergi,karena aku masih ada pekerjaan yang belum ku selesaikan.!aku pergi sekarang!silahkan kalian bersenang-senang!"


Kata banyu pada perdana dan berjalan menjauhi mereka.


"Baiklah!kalau begitu kita bisa bertemu lagi nanti.kamu pasti akan mendapat penghargaan yang setimpal dari pekerjaanmu ini!"


Perdana memeluk banyu.brandon dan jack juga mengucapkan selamat pada banyu.lalu pemuda itupun pergi dari tempat itu dengan cepat .banyu keluar dari kafe tersebut karena hanya dalam hitungan menit tempat itu pasti akan ada keributan dan juga baku hantam.


benar saja saat banyu keluar dari pintu kafe itu tampak Jonlee dan anak buahnya berjalan berpapasan dengannya.Jonlee sama sekali tak menyadari kalau banyu adalah orang yang telah merampas kalung yang berisi sandi dan juga terlibat duel yang mengakibatkan luka di perutnya.meski banyu pun juga harus terluka hebat di dadanya.


Jonlee tidak bisa mengenali banyu karena saat melakukan duel dengannya banyu menggunakan rambut palsu dan juga kumis palsu.dengan senyum kemenangan banyu menoleh pada Jonlee dan anak buahnya yang mulai memasuki kafe tersebut.karena sinyal dari pulpen tersebut menandakan kalau cip itu berada di tempat itu.


Begitu melihat Jonlee dan anak buahnya sudah memasuki kafe di mana perdana dan anggotanya berada banyu segera mengaktifkan virus yang sudah di masukan kedalam cip tersebut.perdana yang sedang melihat jack membuka data di dalam cip tersebut bertepuk tangan saat melihat semua data yang ada didalam cip adalah data yang memang dicari oleh Bos yang memberi bayaran cukup tinggi padanya.tapi rasa senangnya tak bertahan lama saat terdengar suara gaduh di pintu masuk kafe.dan alangkah terkejutnya perdana tiba-tiba semua data yang ada dalam cip itu terserang oleh virus dan rusak.jack mencoba untuk melawan virus itu tapi kecerdasan otaknya tak mampu mempertahankan semua data yang ada dalam cip itu.


Banyu yang sedang bergegas meninggalkan tempat itu mempercepat langkahnya menuju keluar dari hotel tersebut.senyum kemenangan mengembang indah di bibir merah itu.


Sementara itu afi sedang berada di apartemen bersama rizal yang sedang memberitahu semua kebenaran tentang siapa banyu dan dirinya yang sebenarnya.afi sangat serius mendengarkan semua penjelasan rizal.gadis ini tampak sangat terkejut sampai-sampai dia tidak bisa berkata apapun.


"Apa sekarang kamu sudah merasa puas dengan semua yang ingin kamu ketahui afi?!itulah aku dan banyu yang sebenarnya.seharusnya kamu baru boleh mengetahui saat semua misi ini sudah selesai dan banyu berada pada posisi rehat.tapi karena ini adalah permintaan banyu maka aku memberi tahu semua padamu.!"


Rizal menatap tajam pada afi.wanita ini benar-benar terlihat syok dengan semua penjelasan rizal.walau afi saat ini merasa lega tapi ada kecemasan luar biasa dalam hati afi begitu afi tahu kalau banyu adalah seorang mata-mata negara di bawah naungan Tentara.


"Jadi banyu adalah anggota Bin?"


Hanya kata-kata itu yang terucap di bibir merah afi.wanita lugu itu masih tak percaya berkali-kali tangannya memukul kepalanya seolah tak percaya atas kenyataan yang baru saja dia temui.semua bagai mimpi.harapan jika Banyu langit hanya pria borjuis biasa hancur sudah.semakin nyata jarak jurang yang memisahkanya dengan pria pujaannya itu.


"Itu benar afi.aku hanya akan selalu mengingatkanmu bahwa sekarang kamu sudah terlibat sangat jauh dengan semua ini.tidak seharusnya kamu tahu siapa banyu.selama ini aku sudah berusaha untuk mengingatkanmu agar menjauhi banyu.sekarang semua terserah padamu apa setelah kamu tahu semua ini kamu akan meninggalkan banyu dan melupakan kalau kamu pernah mengenalnya.semua belum terlambat afi kamu masih bisa mundur dan melupakan kalau kamu dan banyu saling mengenal!pikirkanlah semua baik-baik!"


Rizal meninggalkan afi yang masih tak percaya dengan semuanya wanita itu duduk di sofa putih masih tergiang kata-kata rizal di telinganya.hari sudah sangat larut tapi mata afi tak kunjung bisa terpejam suasana malam yang hening di tambah lagi banyu belum datang.wanita itu keluar dari kamarnya untuk mengambil air minum.sebentar afi berhenti di ruang tamu sambil melihat kearah sekeliling ruangan.afi menarik nafas panjang lalu kembali melangkahkan kakinya menuju ke lemari pendingin mengambil sebotol air mineral dan meminumnya untuk menghilangkan kekeringan di tenggorokannya.kata-kata rizal tentang banyu dan kasus besar yang sedang mereka hadapi saat ini terus berdengung di telinga dan membayangi kepalanya.membuat gadis itu semakin mencemaskan takut luar biasa akan banyu.


Afi mencoba menghubungi ponsel banyu tapi nomer yang di hubungi sedang tidak aktif hal itu semakin membuat wanita ini berdebar-debar apalagi saat ingat kejadian yang membuatnya hampir pingsan menyaksikan banyu terluka parah.entah kenapa afi sangat merindukan kehadiran banyu saat ini.wanita itu berjalan mendekati sebuah cermin besar yang menjadi pintu masuk kedalam ruang rahasia,lalu perlahan afi menyusuri dan meraba setiap tempat yang selalu banyu tempati mulai dari meja kerja sampai tempat tidur banyu.sampai jam 4 pagi afi baru bisa tertidur itupun di tempat tidur banyu sambil mendekap bantal yang biasa dipakai banyu tidur.ada rindu yang teramat sangat dalam dada wanita lugu ini kepada seorang banyu langit.


Pagi itu afi sedang berada di kantor matanya agak memerah karena kurang tidur.tapi karena pagi itu afi banyak pekerjaan wanita itu harus tetap melaksanakan tugasnya.tapi sampai detik ini afi tetap tak bisa melupakan kata-kata rizal tentang banyu.afi tidak memperdulikan tatik yang lewat di depannya dengan tatapan sinis padanya.rupanya tatik masih kesal dengan afi karena waktu itu afi memutuskan untuk tetap tinggal dirumah hendrawan daripada kekantor bersamanya.


hari ini ada rapat diruang rapat yang dihadiri nathalia dan para anggota di kesatuan itu.berhubung afi tidak masuk dalam tim yang dipimpin oleh nathalia dalam penanganan kasus-kasus yang di tangani nathalia.maka afi hanya membantu membuatkan minuman dan mengantarnya keruang rapat.setelah rapat selesai afi membersihkan dan merapikan kembali ruang rapat itu.afi tampak sedang merapikan berkas-berkas yang berserakan di atas meja rapat.bahkan saat afi melakukan pekerjaannya hari itu wanita lugu itu sama sekali tidak bisa konsentrasi pada kerjaannya.pikiran dan ingatannya hanya di penuhi oleh banyu,banyu dan banyu.entah berapa kali afi melihat ponselnya dan mencoba menghubungi banyu tapi hasilnya nihil. pria itu tidak bisa di hubungi dan juga tidak ada kabar dari pria itu.masih tergiang jelas rizal mengatakan saat ini banyu sedang menangani kasus yang sangat besar dan melibatkan pejabat negara.bahkan tugas yang sekarang di emban banyu adalah tugas yang diberikan langsung oleh kepala negara.dalam tugas banyu tidak di perbolehkan untuk jatuh cinta atau menjalin cinta selama dia belum menyelesaikan misinya.


"Pekerjaan sebagai seorang mata-mata memang sangat berbahaya.apalagi dia bekerja sebagai anggota Badan Intelijen Negara!"

__ADS_1


"aku sangat menyukaimu afi.kamu adalah seorang wanita yang sangat baik.aku tidak bermaksud apa-apa!itulah kenapa aku selalu berusaha untuk menjauhkanmu dari banyu.karena aku tidak ingin keselamatan kalian berdua terancam!saat musuh-musuh banyu tahu kalau banyu ada hubungan dengan seorang wanita maka mereka akan bisa leluasa menjadikanmu sebagai kelemahan bagi banyu!"


Kata-kata rizal ini selalu tergiang di ingatan afi.wanita itu masih ingat jelas kejadian semalam .Rizal terus berbicara dan afi hanya bisa mendengarkan tanpa berbicara apapun ataupun bertanya wanita ini hanya mendengarkan penjelasan pria setengah baya itu.dan kini hampir sepanjang 24 jam kata-kata tergiang jelas di telinga afi.afi sedang asyik membersihkan lantai kantor tempatnya bekerja dan dia sama sekali tak menyadari kalau hari sudah sore.hari ini hati afi di penuhi dengan kekhawatiran tentang pria yang di cintainya itu.bahkan hampir seharian wanita ini tidak ingat makan dan tidak beristirahat untuk sekedar memejamkan mata terlebih dia saat ini sedang puasa Ramadhan dan hari ini adalah Ramadhan terakhir yang sebenarnya ingin di jalani bersama banyu.berbuka bersama atau sahur bersama tak lagi bisa di lakukan karena sudah hampir 3 hari ini banyu tidak bisa dihubungi dan itu semakin membuat wanita berlesung pipit ini cemas.


Afi berjalan ke arah toilet dan dalam sekejab wanita itu membasahi wajahnya dengan air untuk menghilangkan rasa kantuk yang datang menyerang.afi melihat wajahnya di cermin mata gadis ini tampak merah dan sedikit sembab.afi menoleh saat sebuah suara membuyarkan lamunanya tentang rizal dan banyu.


"Halo apa kabar..kepala keamanan rakyat afina dyah permata sari ?!afi teryata kamu adalah seorang wanita yang cerdas aku tidak mengira di balik keluguanmu.teryata kamu punya ambisi besar.punya cita-cita itu bagus afi !tapi ingin mendapatkan sesuatu yang dengan instan tanpa melalui pendidikan dan perjuangan itu juga tidak baik!dan itu hanyalah sebuah mimpi belaka!"


Nathalia begitu sinis berbicara pada afi sambil mencuci tangannya di samping afi.afi masih belum mengerti dengan apa yang di ucapkan nathalia.


"Apa maksud ucapan bu Nathalia?"


Tanya afi sambil menatap datar tanpa ekpresi pada nathalia.


"Huhg..!Jangan berpura-pura bodoh afi!kami bermimpi ingin menjadi Intelijen?!untuk menjadi seorang mata-mata itu harus melalui pendidikan dan juga perjuangan yang mungkin sama sekali terpikir bagimu juga tidak.berat dan kamu tidak mungkin bisa melalui nya.lihat dirimu apa yang kamu sudah lakukan?walau seumur hidupmu kamu habiskan untuk tidur dengan mata-mata itu tidak akan membuatmu menjadi agen rahasia.kamu hanya akan berakhir sebagai sampah yang di buang di jalanan setelah dia puas denganmu!kasian kamu!"


Kata-kata nathalia kali ini sontak membuat afi terbelalak wanita lugu ini tak menyangka kalau nathalia akan menyerang dengan kata-kata yang sangat menyakitkan dan menyinggung perasaannya sebagai seorang wanita.


"Cukup sudah Bu Nathalia!anda sangat keterlaluan.selama ini aku sangat menghormati anda sebagai atasanku tapi kali ini anda sudah kelewat batas!aku jadi tidak tahu kenapa anda begitu ingin menyakitiku setiap saat.katakan padaku apa yang membuat anda begitu membenciku?!"


Afi sudah tidak bisa menerima sikap nathalia yng selalu menghinanya sebagai wanita murahan.


"Heh!kenapa berani sekali membentakku!dengar kalau aku mau aku bisa memecatmu dan melemparmu kejalanan!dengar aku tidak suka kamu terlalu sok dekat dengan hendrawan.kalau kamu hendak menjadi seorang mata-mata dekati dan puaskan banyu langit sesukamu.tapi jangan sekali-sekali kamu berani mendekati hendrawan!karena dia adalah miliku!dan satu lagi kamu tidak usah sok dekat dan curhat padanya tentang dirimu.ingat itu!"


Kali ini nathalia benar-benar memberikan ancaman terang-terangan pada afi.wanita itu kini mengerti mengapa nathalia begitu marah dan tidak menyukainya jadi ini semua karena hendrawan.


belum sempat afi menjawab kata-kata nathalia wanita galak itu sudah pergi meninggalkannya seorang diri terbengong di depan cermin besar itu.afi benar-benar kaget dan masih tidak percaya kalau nathalia bisa bicara seperti itu padanya.


Sementara itu di dalam ruangan hermansyah tampak pria itu sedang menerima telpon dari seseorang.


"Halo iya tuan!oh ya semua tidak ada masalah!iya siap!siap!baiklah iya..!iya !nanti saya akan urus sendiri!baiklah saya akan datang!iya!siap!siap!trimakasih!siap!"


Hermansyah tersenyum saat menutup telpon.entah kabar apa yang di dengarnya yang membuat wajahnya ceria.


Di sebuah restoran mewah tampak Putra sedang makan siang bersama Gunawan dan juga lilis.mereka tampak menikmati makan siang itu.


"Trimakasih anda sudah mau datang ke undangan makan siang ini tuan Gunawan dan nona lilis!"


Kata putra sambil menikmati makan siang di depannya.


"Aku juga sangat tersanjung karena anda mengundang kami untuk makan siang.iya kan sayang!"


Jawab Gunawan sambil tersenyum kearah lilis yang berada di sampingnya sambil mengusap bahu wanita cantik itu.


"Kalian memang pasangan yang serasi!selamat!selamat!oh tadi aku juga sedang menunggu satu orang temanku tapi aku tidak tahu kenapa sampai saat ini dia belum datang.mungkin dia kena macet di jalan.ayo nikmati makannya!"


Lagi-lagi putra melihat ke arah lilis sambil tersenyum penuh misteri.putra memang punya rencana lain untuk gadis ini.rasa sakit hati putra pada lilis yang telah menolak bekerjasama dengannya.membuat pria licik ini ingin memberi pelajaran pada gadis ini.gunawan yang mendengar ucapan putra menjadi ingin tahu siapa yang putra tunggu.apalagi sejak tadi gunawan melihat kalau putra sering mencuri pandang pada lilis.gunawan menjadi berpikir kalau pria tua di depannya ini ada perasaan dengan kekasihnya itu dan itu membuat gunawan agak geram pada putra.


"Apa aku mengenal orang yang sedang anda tunggu tuan putra?!"


Tanya gunawan pada putra.


"Tentu saja tidak!anda tidak mungkin mengenalnya karena dia bukan pengusaha seperti kita!nah itu dia datang!halo tuan Tony!"


Belum selesai putra berbicara dengan gunawan teryata orang yang di tunggunya sudah datang.tapi kali ini justru lilis yang di buat tak percaya dengan apa yang di lihatnya.bagai petir di siang hari saat Tony dan lilis saling menatap.lilis tak mengira setelah beberapa tahun tidak pernah bertemu dengan pria yang sangat di bencinya itu dan sekarang pria itu datang di saat yang tidak di inginkannya.tanpa berpikir lagi lilis dengan cepat pamit untuk ke toilet.


"Maaf saya ketoilet dulu!"


Lilis dengan cepat pergi dari depan tony.tony pun sangat terkejut saat melihat siapa yang dia temui setelah bertahun-tahun lamanya.tony segera menyusul gadis itu.


"Maaf saya keluar sebentar tuan putra!"


Kata tony tanpa menghiraukan putra dan gunawan yang terheran-heran melihat sikap lilis dan tony yang aneh.gunawan yang melihat ada yang tidak beres segera bereaksi.


"Apa anda tahu tentang semua ini tuan putra?!"


Tanya gunawan sambil menatap tajam pada putra yang malah tertawa melihat wajah gunawan yang tampak kesal.


"Apa maksud anda tuan gunawan?!aku tidak mengerti!"


Putra masih bersikap tidak tahu menahu apa yang terjadi.


"Apa lilis mengenal pria yang barusan ada di sini?!"


Gunawan menegaskan pertanyaannya lagi.


"Aduh tuan Gunawan! kenapa anda jadi terlihat marah padaku.bukankah nona lilis adalah seorang model yang cantik dan terkenal .mungkin dia adalah salah satu penggemarnya!"


Kata putra menjelaskan pada gunawan.walau gunawan tidak percaya dengan ucapan putra tapi tidak ada alasan gunawan menuduh putra yang bukan-bukan.


"Baiklah aku bisa menerima kata-katamu!dan kuharap semua yang anda katakan benar.!"


Gunawan hanya tersenyum garing pada putra.dan meneruskan makannya.


Sementara di luar restoran lilis tampak menangis berlari menjauh dari restoran itu dia tak perduli dengan sekelilingnya.tony tampak mengejar lilis dari belakang gadis itu.


"Tunggu!lilis!"


Tony sangat terkejut saat melihat siapa yang di temui di restoran itu.dia adalah lilis gadis yang menangis saat tangannya melepaskan kepergian pria yang selalu berada di sisi wanita yang di cintainya demi saudaranya.ingatan tony kembali kemasa lalu yang kelam itu.


Flash back:


Sore itu seorang wanita berumur 35 thn sedang menangis di samping seorang pria yang berumur 38 thn.


"Kakak!apa kakak tega meninggalkan aku dan anak kita?!lihatlah aku,biarkan aku bersamamu kita akan menghadapi mama bertiga.mungkin saat mama melihat cucunya hati mama bisa luluh dan bisa menerima pernikahan kita ini!"


Wanita itu berurai air mata sementara pria di depannya hanya menatap diam.lalu muncullah seorang gadis cantik berumur sekitar 16 tahun dengan menggunakan seragam sekolah sma.gadis itu terkejut saat melihat ibunya berurai airmata.


"Mama!apa yang terjadi kenapa mama dan papa bertengkar?!"


Dia adalah lilis gadis itu bertanya pada kedua orang tuanya.


"Lilis,maafkan papa!papa harus pergi!papa janji setelah semua urusan papa selesai papa pasti akan menjemputmu dan mamamu!lilis percaya sama papa kan?!lilis harus menjaga mama selama papa pergi!"


Tony mengusap rambut lilis dengan penuh kasih sayang.


"Iya papa.lilis janji lilis akan menjaga mama!papa cepat kembali ya?!"


Lilis menangis melepas kepergian tony.sementara mama lilis hanya terdiam dengan tatapan kosong.


Tony melangkah pergi dengan mengendarai mobil.berhari,berminggu dan berbulan tony tidak pernah kembali sampai akhirnya lilis dan mamanya memutuskan mendatangi alamat yang pernah di berikan tony pada mereka.tapi alangkah terkejutnya lilis dan mamanya saat mendapati alamat itu.mereka memang bertemu dengan tony dan juga ibu tony dan kedua paman lilis.tapi tony tidak mengakui kalau dia mengenal lilis dan ibunya di depan ibunya tony mengatakan kalau tony tidak kenal siapa mereka.dengan hati yang penuh luka kedua wanita itu pergi dari rumah tony dan kembali kekampung mereka lagi.karena hati yang terluka ibu lilis jatuh sakit.setelah ibunya sembuh lilis memutuskan menjual rumah yang di desa dan hijrah kekota untuk melupakan sakit hati mereka.lilis menganggap kalau ayah yang sangat di sayanginya itu telah mati.


Kembali kecerita:


"Lilis!tolong berhentilah nak!"


Tony berteriak untuk yang kesekian kalinya.dan kali ini lilis menghentikan langkah kakinya.


"Huh,nak!jadi sekarang anda sudah ingat siapa aku?!"


Lilis menatap tajam pada tony yang menatap sendu pada lilis.


"Lilis maafkan papa nak!papa tahu papa bersalah pada kalian. tapi percayalah bertahun-tahun papa mencari kalian keseluruh tempat tapi aku tidak menemukan kalian.bagaimana ibumu nak?!"


Tony mendekati lilis tapi gadis itu merentangkan tangannya dan mencegah pria setengah baya itu mendekatinya.


"maaf tuan tony saya tidak mengenal anda!dan tolong jangan berani datang di depan saya lagi!"


Tanpa menunggu kata-kata tony lilis berlari menuju mobilnya.tampak asisten lilis menyambut wanita cantik ini dengan membukakan pintu mobil dan segera pergi dari tempat itu.teriakan tony sama sekali tidak di perdulikan lilis.


Tony menyadari dosanya terlalu besar untuk bisa di maafkan masih lekat dalam ingatannya saat dengan sombongnya dia mengatakan tidak mengenal kedua wanita yang sangat di sayanginya di depan ibunya demi menjaga hati ibunya.saat itu ibu tony sedang sakit dan pernikahan antara dirinya dan ibunya lilis tidak pernah di restui ibu tony.tapi takdir berkata lain waktu itu tony adalah seorang ditektif bayaran pekerjaannya penuh dengan resiko.saat menghadapi para penjahat itulah ibu tony meninggal dalam tekanan penjahat dan penyakit jantungnya kambuh lalu di dalam pelukannya ibu tercintanya meninggal dan tony terpaksa harus masuk dalam bui karena peristiwa itu.setelah keluar dari penjara tony mencari keberadaan istri dan anaknya tapi begitu tony kembali dia tidak mendapati kedua wanita itu.rumah yang dulu mereka tempati sudah berpindah tangan.berbulan bertahun tony terus berusaha mencari mereka tapi tak kunjung bertemu.


Hari itu tony mendapat undangan makan bersama oleh putra tapi tony tidak menduga kalau dia akan berjumpa dengan lilis anak yang selalu di rindukannya.tapi sepertinya luka itu terlalu dalam menggores hati lilis yang membuat gadis itu begitu marah padanya.airmata membasahi pipi tony pria itu begitu sedih.rasa berdosa dalam dadanya kembali memenuhi rongga dada.dengan langkah gontai pria itu berjalan menyusuri trotoar tanpa keinginan untuk kembali kerestoran itu lagi.tony terus berjalan menuju ke arah gym tony brother.pria itu tak sadar entah sudah berapa jauh dia melangkah.kenangan demi kenangan kembali memenuhi ingatannya.panas matahari siang tidak tony rasakan lagi hatinya terlalu pedih.walau ada rasa bahagia karena sudah bisa menemukan anaknya tapi ini adalah awal dari penebusan dosanya.tony harus mengembalikan rasa sayang dan cinta dua orang wanita yang sangat di rindukannya itu.


------------****-----------


Tunggu cerita selanjutnya di *He Is Spy 22*Trimakasih☺

__ADS_1


__ADS_2