
Setelah mengantar afi,rizal kembali kekamar Banyu.tampak pria tampan itu sedang duduk di kursi kerjanya sambil memutar-mutarkan gelas minuman di tangannya duduk diam memandang jendela yang memperlihatkan pemandangan laut kelap-kelip lampu-lampu kapal dan juga dermaga.wajahnya tampak sangat kesal,rizal mendekati banyu dengan gaya saltonya.
"Paman harap jangan terlalu berlebihan pada wanita itu! Kamu harus berhati-hati wanita itu di kirim untuk memata-matai kamu,walaupun dia terlihat sangat lugu tapi dia bekerja untuk polisi.ingat saat ini kamu sedang melasanakan tugas..!"
Rizal menatap banyu tajam.banyu tak merespon apapun untuk berapa lama dia hanya diam tapi kekesalan dalam hatinya tampak jelas pada tatapan matanya saat melihat rizal.
"Pergilah dari sini paman..!"
Ucapan banyu singkat tapi cukup membuat rizal dengan secepat kilat pergi dari tempat itu.rizal sangat tahu kalau keponakannya ini mencoba meredam kemarahan padanya.tinggal banyu yang masih diam dan meneguk habis minuman di gelas bening itu.banyu masih teringat saat bersama afi moment yang cukup singkat mampu merubah hati dan pikirannya tentang gadis itu.hari ini hati banyu sangat lega entah kenapa kerinduan pada ibunda tersayang sedikit terobati saat dia mencurahkan isi hatinya pada gadis cupu itu. banyu juga baru menyadari kalau wanita yang terlihat begitu apa adanya itu teryata punya cerita hidup yang sangat memilukan.banyu tak menyangka akan bertemu dengan wanita yang punya cerita kehidupan yang begitu sedih.entah kenapa banyu justru ingin semakin mengenal gadis cupu itu.
Siang itu tampak afi sedang berada di meja kerjanya duduk diam tanpa melakukan apapun.tangannya mencorat-coretkan pulpen di kertas kosong sambil sesekali meletakan kepalanya di meja itu.hari ini tidak ada sapaan lembut dari hendrawan yang mungkin sedang sibuk.perlahan rasa penasarannya pada pria gagah itu mengusik pikirannya sejak kejadian di restoran itu tak sekalipun hendrawan menelpon atau berbicara padanya.tadi pagi pun saat bertemu dengannya di pintu masuk pria itu tidak menyapanya ataupun memandang pada dirinya.afi mencoba mencuri lihat apa yang sedang hendrawan lakukan di dalam ruangannya itu. dari dinding kaca yang ada di ruangan pria itu afi dapat melihat pria itu tampak duduk menatap komputer di atas meja kerjanya.tak lama hendrawan melangkah keluar dari ruangannya menuju kearah tempat afi duduk.afi buru-buru mengambil kertas dan berpura-pura membacanya saat hendrawan berjalan kearahnya.pria itu benar-benar lagi bersikap aneh karena dia berlalu begitu saja di depannya tanpa berbicara padanya bahkan melihatpun tidak.afi merasa aneh melihat hendrawan bersikap seperti itu.tapi belum hilang rasa herannya karena sikap hendrawan.tiba-tiba nathalia datang dengan setumpuk berkas yang di banting di atas meja kerja afi.
"Afi,Hari ini kamu kelihatannya harus lembur untuk menyelesaikan semua berkas ini..!pak irwan, hari ini anda bertugas ke rumah sakit polri untuk melihat korban pembunuhan.ajak afi untuk bersama anda,agar dia lebih tahu pekerjaan yang sesungguhnya..!"
Teriak nathalia pada irwan yang sedang berada di mejanya di tengah ruangan itu.
"siap..!"
Jawab irwan sambil berdiri siaga.walau terasa aneh saat nathalia memerintahkan dia membawa afi tapi nggak ada salahnya kalau dia membawa afi untuk menemaninya kerumah sakit daripada harus sendirian.
Irwan dan afi berjalan menyusuri lorong rumah sakit menuju keruang outopsi.
"Inilah saat-saat yang paling aku sukai mendatangi korban-korban dalam setiap kasus.aku sering menemukan jasad korban dengan berbagai kondisi.aku dengar korban ini mati terbakar tapi di temukan hal-hal yang janggal karena kelihatannya korban sudah di habisi terlebih dahulu baru rumahnya itu dibakar dan dia juga berada didalamnya.!"
Irwan terus bercerita sementara afi yang mendengarkan cerita itu sangat ketakutan.entahlah afi memang paling takut dengan darah dan juga kekerasan apalagi mayat.apa dia lari saja rasanya dia tak sanggup kalau harus melihat mayat itu apalagi kondisinya pasti sangat menyedihkan.tapi kalau dia lari pasti dia akan di marahi habis-habisan oleh nathalia akhirnya walaupun dengan ketakutan afi tetap mengikuti irwan memasuki ruang autopsi itu.sementara irwan sedang berbicara dengan dokter bedah yang menangani masalah autopsi itu afi masih berdiri di belakang irwan tapi saat irwan membuka penutup mayat dan tampak sesosok mayat dengan keadaan gosong sontak membuat afi berbalik membelakangi irwan dan dokter yang sedang melihat kondisi mayat tersebut.afi sangat ketakutan dan tubuhnya menggigil gemetar.
"Bisa di pastikan kalau korban memang di habisi dulu sebelum di bakar.itu terlihat jelas dari hasil autopsi ada bekas pukulan di kepala dan juga beberapa bagian tubuhnya.!"
Kata dokter itu sambil memperlihatkan mayat tersebut dan menunjuk dengan batang kecil dimana saja bekas itu ada walaupun mayat itu sudah terbakar.irwan sudah terbiasa dengan keadaan mayat seperti itu dia tampak tak ada rasa jijik sedikitpun.
"Iya sebenarnya itu sudah bisa di tebak dengan cepat..!bisakah kamu selesaikan dengan cepat hasil dari autopsi ini agar secepatnya bisa di esekusi dengan cepat pelakunya ?!"
Tanya irwan pada dokter yang terlihat masih sangat muda itu.
"Baiklah begitu sudah ada hasil akan langsung di serahkan ke biro..!"
Jawab dokter muda itu.irwan yang merasa afi tidak ada di dekatnya menoleh untuk mencari keberadaan wanita itu teryata afi ada di belakangnya sedang berdiri membelakanginya.
"Afi,kenapa kamu diam saja di situ cepat kemari..!"
Seru irwan pada afi dan membuat wanita itu menoleh padanya dan tersenyum penuh ketakutan panggilan irwan membuat afi harus berjalan mendekati pria itu.tapi rasanya kaki itu begitu berat untuk melangkah badannya terasa lemas dan dia tak merasakan apa-apa saat tubuh mungilnya itu jatuh tersungkur.masih sayup terdengar irwan memanggil namanya.
Sementara itu di sebuah ruangan di dalam salah satu gedung tertinggi di Jakarta tampak Putra sedang menelpon seseorang.
"Halo..!iya Tuan..!Baiklah aku akan menemui mereka..!"
Putra menelpon orang yang tampak sangat dia hormati. orang yang masih misterius itu sepertinya orang yang sangat berpengaruh sampai-sampai putra begitu santun saat menelponnya.selesai menelpon dia menoleh pada imam orang kepercayaannya yang telah bertahun-tahun setia bekerja untuknya.
"Antarkan aku kesuatu tempat imam..!"
Putra berdiri dan berjalan keluar dari kantornya.mobil mewah Putra melaju menyusuri jalanan kota Jakarta mobil itu berhenti di depan Tony brother.
Di club olahraga itu sendiri tampak dua orang kakak beradik ronald dan mike sedang memasuki ruangan dalam kamar mereka dan menemukan Tony sedang mencari sesuatu di bawah tempat tidur.
"Kakak sedang mencari apa..?!"
Tanya ronald melihat tony sedang berada di bawah tempat tidur mereka.
"Aku sedang mencari kunci lemari.aku kehilangan sudah kucari kemana-mana tidak juga kutemukan..!"
Kata tony sambil keluar dari bawah ranjang itu.
"O..!kunci lemari aku yang menemukannya kemarin di dekat dapur.kakak pasti menjatuhkan di sana kemarin,itu aku taruh di kotak kecil di atas meja.!"
Jawab ronald memberi tahu tony.tak lama terdengar telpon berdering dengan cepat ronald mengangkat telpon itu dan entah sudah berapa kali telpon salah sambung itu dia angkat hari ini.
"Halo..!halo..!"
Ronald di buat kesal oleh orang yang iseng menelpon nggak jelas itu.
"ah sialan..!siapa sih yang kurang kerjaan.nelpon berkali-kali tapi saat di angkat nggak mau ngomong..!"
Ronald menggerutu sendiri,tony dan mike yang melihat pada ronald masih berdiri bingung.
"Apa telpon tadi sama dengan yang sudah dua kali menelpon hari ini kak..?!"
Tanya mike pada ronald sambil menatap penuh selidik.
"Iya,dan pastinya itu orang yang sama.yang aku tidak tahu kenapa dia meneror tempat ini..?!"
ronald menatap pada Tony berharap kakak tertuanya ini mengetahui penyebabnya.tapi pria tua itu tak beraksi apa-apa.
"Apa kakak tidak merasa aneh,kita sering mendapati hal-hal aneh semenjak ada keributan masalah orang gila yang mencari pulpen itu,dan anehnya sampai sekarang polisi-polisi itu juga belum menemukan orang-orang yang berantem waktu itu.!"
Mike meanalisa cukup jauh terkadang pria itu tampak kelihatan cerdas.tony hanya mengangguk-ganggukan kepalanya mendengar ucapan adik-adiknya itu.terdengar suara ketukan di pintu yang membuat ketiga bersaudara itu menoleh kemana datangnya suara tak lama pintu terbuka dan beberapa orang pria dengan dandanan perlente memasuki ruangan, sambil membawa peralatan untuk mendeteksi seluruh ruangan itu memastikan kalau tidak ada alat penyadap terpasang di tempat itu.
"Apa semua aman..?!"
Tanya pria berpenampilan berkelas itu.
"Aman tuan,silahkan..!"
seorang pria dengan berpakaian berkemeja putih berbalut jas berwarna hitam dengan dasi kupu-kupu dan berkacamata hitam memasuki ruangan itu. membuat ketiga bersaudara itu berdiri menyambut kedatangan pria terhormat ini setelah mereka tahu siapa yang datang.
"Selamat datang tuan Putra,silahkan duduk.!apa yang membuat anda datang kemari dengan sangat mendadak dan langsung menemui saya.biasanya anda datang untuk berlatih saja.apa ada yang salah dengan pelayanan anakbuah kami..?!"
Tanya Tony karena merasa heran dengan ke datangan pria kaya itu menemuinya secara langsung.yang dia tahu pria itu sangat sombong dia biasa datang hanya untuk berlatih saja di gym nya.
"Ha..ha..ha.!,apa aku tidak boleh menemuimu dan ngobrol sebentar denganmu.kita sudah lama kenal dan aku juga sudah lama jadi member di tempat ini..!"
Putra duduk di kursi tamu sambil membuka kacamata hitamnya.tertawa kecil khas dia banget.membuat tony bersaudara tampak masih heran pada pria itu.
__ADS_1
"Oya,bagaimana dengan usaha kamu ini bos Tony,kulihat tempat olah ragamu ini sangat ramai sekarang..?!"
Tanya putra membuka obrolan pada tony yang duduk di depanya.melihat tamunya kelihatannya berbicara baik tony menyuruh adiknya mike untuk mengambilkan minum untuk tamu yang datang itu.
"Aku datang ingin menawarkan pekerjaan bagus untuk kalian dengan bayaran tinggi.!"
Putra menawarkan pekerjaan pada Tony bersaudara.tiga bersaudara itu membelalakan mata mereka mereka mendengar tawaran yang mengiurkan itu.
"Tapi pekerjaan apa yang harus kami lakukan untuk anda..?!"
Tanya Tony ingin tahu apa maksud dari pria ini.
"Aku dengar beberapa waktu lalu ada sekelompok orang yang datang kemari dan mereka mencari sebuah pulpen..!apa itu benar.?!".
Tanya putra menyelidiki kebenaran dari berita yang di dengarnya.
"Iya benar,tapi apa hubungan dengan pekerjaan yang akan kami lakukan?!"
Tony jadi bingung dengan orang-orang yang sedang meributkan soal pulpen.
"Cari tahu tentang keberadaan pulpen itu dan laporkan padaku secepatnya.apalagi kalau kalian bisa menemukan pulpen itu kalian akan aku berikan berapapun uang yang kalian mau dan jabatan di perusahaanku.bagaimana.?"
Kata putra sambil memberi kode pada imam,yang dengan cekatan mengeluarkan beberapa ikat uang lembaran 100ribu.
"Ini untuk uang muka dari pekerjaan kalian mencari informasi tentang pulpen itu.ingat jika kamu menemukan pulpen itu kamu akan mendapatkan uang yang sangat besar dan juga jabatan penting..!"
Kata putra kembali menegaskan.lalu pria itu berdiri dan pamit pergi dari tempat itu bersama para bodyguardnya.tony bersaudara segera berdiri untuk mengantar tamu kehormatan mereka.begitu tamu itupergi dari tempat itu mereka bertiga melihat uang yang berjumlah sangat banyak itu dengan takjub.
"Kak,apa kita bermimpi. mendapatkan uang sebanyak ini?!"
Teriak mike yang kegirangan melihat uang yang ada di depannya ini.sementara Tony memandang uang dia atas meja itu sambil berpikir keras mengenai pekerjaan itu.
"Pulpen,semua orang sepertinya sedang mencari benda itu.tapi kenapa semua orang mencari pulpen itu di tempat ini.?!"
Tony sangat bingung dengan semua hal ini.tapi dengan segera di tepisnya kebingunganya berganti dengan semangat untuk mencari pulpen itu dan mengubah hidup mereka dengan uang yang di janjikan oleh lelaki tadi.
Sementara itu di kantor pusat tampak made sedang berbicara dengan hendrawan yang sedang memeriksa beberapa berkas yang dibawa oleh made.
"Pak hendrawan,mengenai teror yang terjadi di pos beberapa hari yang lalu ada saksi yang melihat ada seorang perempuan yang masuk tapi karena dia hanya melihat dari kejauhan.saksi tidak bisa melihat dengan jelas wanita yang masuk ke dalam pos.tapi dia bisa memastikan kalau orang tersebut seorang wanita berambut panjang yang datang mengunakan taksi.!"
Kata made melaporkan kejadian waktu dia sedang melakukan penyelidikan tentang teror di pos taman mada.hendrawan mendengarkan laporan dari made dengan seksama.
"Apakah saksi tinggal dekat dengan tkp..?!"
Tanya hendrawan sambil melihat made dengan wajah kaget karena tak menyangka kalau pelakunya adalah seorang wanita.
"Iya,saksi tinggal di seberang pos taman mada.apa mungkin wanita itu adalah orang yang dekat dengan Banyu langit.bisa saja kan kalau wanita itu cemburu dengan afi.lalu meneror wanita itu.!"
Kata made memberikan analisa.tapi entah kenapa hendrawan justru berpikir kalau bisa saja nathalia terlibat dalam hal yang terjadi di pos taman mada itu.sekilas hendrawan melihat ke arah nathalia yang sedang menyandarkan tubuhnya di kursinya dengan begitu santai.belum sempat hendrawan memberi tanggapan pada made atas laporannya tiba-tiba terdengar teriakan dari Tatik yang sedang mencari made.
"Pak made..!pak made ada dimana?!pak made..!"
"Selamat siang pak..!saya mencari pak made..!"
Sapa tatik sambil memberi hormat pada pria yang menjadi atasannya ini.saat mata tatik melihat made suaranya langsung memekik.
"Pak made,gawat..!ada berita tentang afi dan Banyu langit di media..! Dan ini benar-benar memalukan..!"
Kata-kata tatik membuat made segera berlari ke arah meja tatik dan benar saja teryata berita tentang afi sedang heboh.made melotot melihat berita di media semua anggota interpol itu sedang melihat ke layar monitor di atas meja kerja tatik.hendrawan yang juga penasaran mencoba mencuri pandang kearah komputer yang sedang di kelilingi oleh anak buahnya tersebut memang benar terlihat afi sedang berada di sebuah mobil mewah banyu dan hanya berdua saja.dalam berita itu juga di sebutkan kalau kekasih Banyu langit yang kaya itu teryata seorang anggota keamanan rakyat dan tinggal di pos polisi taman mada.sementara afi yang baru datang dari rumah sakit polri bersama irwan tidak tahu kalau dirinya sedang jadi berita panas gadis itu masuk kedalam ruangan sambil agak gemetar karena baru saja siuman dari pingsanya.afi sama sekali tak menyadari kalau semua mata melihat padanya dari meja tatik.gadis lugu itu langsung duduk di meja kerjanya.afi sangat malu akibat kejadian di rumah sakit polri barusan.sontak berita tentang afi itu membuat kapolres dapat teguran dari pusat karena mengizinkan seorang anggota kamara tinggal di pos polisi yang notabenenya adalah sebuah tempat milik kepolisian dan tidak bisa di izinkan orang umum untuk tinggal di situ dengan alasan apapun.
Pemberitaan itu membuat kapolres marah besar pada hendrawan dan fauzi dan langsung memanggil mereka kekantor.Hermansyah sedang melihat berita di depannya tempat duduknya melalui komputernya saat hendrawan dan fauzi sudah berdiri tegap di depannya.setelah melihat berita memalukan itu pria setengah tua yang terlihat berwibawa ini mengusap kepalanya yang menandakan dia sangat pusing di buat dengan berita di depannya itu.
"Kenapa semua bisa terjadi..?!"
Tanya pria itu menahan geram sambil menatap marah pada dua anakbuahnya itu.
"Kenapa semua bisa terjadi..?!"
Kali ini bentakannya terdengar sangat keras.
"Apa saja yang kamu kerjakan bripka fauzi,sehingga hal seperti ini sampai bocor di media..?!"
Seru hermansyah dengan mata yang terlihat berapi-api melihat kepada fauzi.
"Saya sudah berusaha menyimpan rahasia itu.tapi saya juga tidak tahu siapa yang menyebarkan berita tentang afi yang tinggal di pos itu..!"
Jawab fauzi dengan tegas.
"Bukankah itu tanggung jawabmu,semuanya menjadi kacau,dan kamu bagaimana bisa gadis itu pergi tanpa sepengetahuanmu dengan seseorang yang sedang di selidiki,dan sekarang malah membuat berita heboh seperti ini.aku sudah memperingatkanmu beberapa hari yang lalu hendrawan..!"
Bentak hermansyah pada hendrawan yang masih diam.
"Mulai sekarang wanita itu tidak boleh tinggal lagi di dalam pos itu..!"
Perintah hermansyah pada hendrawan dan fauzi.
"Dan segera hubungi para media itu untuk klarifikasi agar berita ini segera di hapus atau kita akan dapat masalah besar karena berita tak bermutu itu.
"Mulai sekarang afina tidak akan tinggal lagi di pos taman mada dan saya akan segera menghubungi media yang memberitakan berita ini dan segera membersihkan nama baik kita!"
Hendrawan mengatakan pada hermansyah dan berjanji akan segera menyelesaikan masalah ini.kedua orang itu segera pergi dari ruangan itu.
Hendrawan sangat kesal sekali begitu keluar dari ruangan atasannya itu.sebenarnya dia sudah punya firasat kalau nathalia ada di balik semua kejadian ini.tingkah nathalia tidak seperti biasanya itu yang menyebabkan hendrawan semakin yakin kalau ini adalah ulah nathalia.tapi hendrawan tidak bisa menuduh nathalia tanpa bukti.
"Semua anggota berkumpul !! Saya perintahkan semua anggota satuan di interpol ini untuk selalu melaporkan kemanapun setiap anggota pergi dan juga selalu menjaga semua rahasia di kesatuan ini.laksanakan..!!"
Suara hendrawan terdengar sangat tegas dan ada nada kesal terkandung dalam nada bicaranya.nathalia yang saat itu merasa sangat kesal karena merasa kalau hendrawan mencurigainya.
"Apa itu juga berlaku untuk anggota di luar interpol..?!"
Seru nathalia saat melihat hendrawan hendak melangkah pergi dari tempat itu.
__ADS_1
"Ipda Nathalia..!! Berlaku untuk semua anggota interpol dan semua anggota tim yang menangani kasus j w marion.!"
Tegas hendrawan lagi sambil menatap nathalia dengan tajam.
Nathalia pun beranjak dari tempat duduknya berjalan ke luar dari tempat itu.semua mata di dalam ruangan itu hanya menatap kedua atasan mereka yang terlihat sedang saling melempar tatapan tajam.langkah kakinya terhenti di dekat meja afi dan menatap tajam pada gadis itu.
"Kamu dengar afina dyah permata sari..!! Jaga semua sikapmu jangan suka membuat berita heboh.menyusahkan saja..!"
Nathalia tersenyum mengejek pada afi yang membuat afi hanya mengangguk lesu.hendrawan hanya melihat dari kejauhan saat nathalia mencoba memperingatkan afi.
Setelah kejadian itu hendrawan hanya duduk diam di kursi kerjanya.berita tentang afi,kemarahan komandan dan kedekatan afi dengan banyu membuat kepala hendrawan terasa sangat pusing.tangannya memijit dahinya dan tarikan nafas panjang sering dia lakukan.hendrawan berdiri dan memakai jaketnya bersiap untuk pulang karena hari sudah malam.langkahnya sangat tidak bersemangat.saat sampai di pintu ruangan itu matanya melihat kearah meja kerja afi terlihat wanita itu sedang makan roti dan sesekali meminum susu kotak sambil melihat berkas yang berada di depannya.hendrawan berjalan mendekati afi yang sedang sangat serius mengerjakan berkas yang menumpuk di depannya.iya karena ulah nathalia yang sengaja memberikan afi pekerjaan segunung wanita malang ini pun harus bekerja sampai malam.
"Kenapa kamu masih di sini..?!"
Tanya hendrawan melihat jam yang sudah menunjukan jam 10 malam lalu mata hendrawan menatap tumpukan berkas yang berada di atas meja afi.
"nathalia benar-benar kelewatan"
Gumam hendrawan dalam hati.pria ini jadi kasihan melihat wanita yang dia sukai ini harus bekerja extra sampai malam begini.
"Saya belum selesai dengan semua tugas-tugas ini..!"
Kata afi sambil langsung bersikap tegap saat tahu kalau atasannya itu berdiri di depannya.hendrawan segera melepas jaketnya dan segera memutar tubuhnya berjalan ke arah berkas yang bertumpuk di meja afi dan mulai memeriksanya satu persatu.membuat afi hanya berdiri nggak enak hati karena membuat atasannya ini harus membantunya karena pekerjaan yang begitu banyak di berikan oleh nathalia wanita yang selalu berusaha membulinya di setiap kesempatan.
"Tidak usah pak.saya bisa menyelesaikan sendiri."
Afi mencoba mencegah hendrawan membantunya karena dia tak ingin merepotkan pria itu.tapi hendrawan tetap membantu afi walau pun tak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya bahkan tidak melihat kearah afi.hendrawan langsung memeriksa satu persatu berkas itu dengan cermat.afi pun akhirnya mengerjakan tugas itu dalam diam.hendrawan masih merasa marah dan kesal pada afi yang seolah menikmati kedekatannya dengan Banyu.tapi entah kenapa rasa marah di hatinya tak mampu membiarkan wanita itu dalam kesulitan.terkadang hendrawan tidak mengerti kenapa hatinya begitu terpikat dengan wanita yang di katakan jauh dari kata sempurna.afi hanyalah wanita yang sangat biasa tapi mampu membuat hatinya tergila-gila padanya.wanita ini mampu membuat hatinya luluh begitu saja walau semarah apapun dia wajah lugu dan juga senyum afi sukses membuatnya tak berdaya.
"Kemana saja kalian malam itu..?!"
Akhirnya hendrawan tak bisa menahan rasa ingin tahunya atas kepergian afi dan banyu malam itu.
"Maksudnya bapak,saya dan banyu.?!"
Tanya afi memperjelas maksud dari hendrawan.
"Hm..!"
Hanya reaksi seperti itu yang keluar dari bibir hendrawan.
"Dia mengajaku minum..!"
"Minum.! lelaki itu sangat brengsek..!apakah dia berlaku kurang ajar padamu..?!"
Kali ini hendrawan menatap pada afi dan membuat gadis itu sangat gugup dengan pertanyaan hendrawan.
"Tidak..!maksudku tidak terjadi apa-apa dengan kami..!"
Jawab afi gugup.afi tidak mungkin menceritakan kejadian yang sangat memalukan itu pada hendrawan.masih terbayang jelas dalam ingatan afi bagaimana dia berciuman dengan pria itu.entah apa yang sekarang di pikirkan banyu tentang dirinya mungkinkah banyu menganggapnya sebagai wanita gampangan yang bisa berciuman mesra dengan seorang pria yang dia sendiri tidak tahu apa status dia di mata pria tampan itu.ah entahlah afi merasa sangat malu jika bertemu kembali dengan banyu walau afi merasa tidak bisa jauh dari pria yang baru saja dikenalnya.seolah ada sesuatu ikatan antara mereka berdua.mungkinkah ini yang namanya jodoh.
Sementara itu di sebuah apartemen mewah tampak seorang pria tampan sedang meneguk wine di tangannya sambil berdiri menatap lampu-lampu di luar jendela kamarnya.dia adalah Banyu hari ini pria tampan itu sedang mencoba membuka cip yang di rebutnya dari jonlee tapi teryata cip itu memakai sandi yang tidak bisa dia buka.bahkan soffware tercanggih miliknya tidak bisa memecahkan sandi cip itu. kepandaian seorang Arda dalam bidang membobol sandi-sandi rahasia yang sudah biasa memecahkan sandi-sandi rahasia paling sulit pun tak mampu membuka cip itu.orang yang memberi sandi pada cip itu teryata adalah orang yang menguasai tekhnologi cukup tinggi baru kali ini Banyu mengalami kesulitan dalam memecahkan sandi cip.kali ini banyu harus lebih bekerja keras lagi untuk mendapatkan Flasdisk yang berisi kode rahasia untuk membuka cip dalam pulpen itu.yang artinya banyu harus kembali ke markas jonlee dan mengambil flasdisk itu.hanya ada satu orang yang bisa mengambil flasdisk itu dari tangan jonlee orang itu adalah Tiffany pacar jonlee yang sudah berhasil di taklukan hatinya oleh pria tampan ini.sebenarnya banyu tidak ingin bertemu lagi dengan wanita itu,terakhir pria ini bertemu dengan wanita itu hampir sepanjang malam dia harus bersama wanita yang tergila-gila padanya itu.menghabiskan waktu bersama Tiffany yang selalu mengajak bercinta sepanjang waktu mungkin hal yang menyenangkan bagi setiap pria.bagaimana tidak Tiffany adalah seorang wanita yang sangat cantik dan seksi.dulu Banyu berpikir kalau Tiffany adalah wanita impiannya tapi sekarang entah kenapa banyu seolah enggan berurusan dengan wanita itu.walau pada akhirnya nanti suka tidak suka dia harus berhubungan dengan wanita itu lagi.semenjak bertemu dengan afi gadis cupu yang saat pertama kali bertemu membuat hatinya jengkel itu .entah mengapa hatinya merasa enggan berurusan dengan wanita lain.tapi kalau di pikir lagi afi itu bukan wanita tipe dia banget.gadis itu sangat cupu dan terkesan sangat kampungan jauh dari kata sempurna.tapi entah kenapa banyu merasa sangat nyaman bila dia dekat dengan gadis cupu itu dan saat jauh darinya dia sangat merindukan gadis itu.saat asyik menikmati wine dan membayangkan gadis cupu itu datang rizal dengan gaya bersaltonya.
"Apa paman mengganggumu?,saat kamu menelpon tadi paman sedang di rumah.katakan!apa ini tentang pulpen itu..?!"
Tanya rizal sambil menatap intens pada banyu.
"Pulpen itu menyimpan sebuah cip di dalamnya,kelihatannya cip itu menyimpan data yang sangat penting paman.sehingga kode untuk membuka cip itu dan melihat file apa saja di dalamnya sangat sulit di pecahkan kode itu harus mengunakan sandi yang ada di dalam flasdisk.waktu itu flasdisk itu berada di dalam kalung yang selalu di pakai jonlee kemanapun dia pergi bahkan kedalam toilet pun akan tetap dia pakai."
Banyu menjelaskan pada pamannya itu dengan sangat serius.
"Itu artinya kamu harus mengambil flasdisk itu dengan cara menghabisi jonlee.itu sangat berbahaya banyu.!"
Rizal berpikir keras cara untuk mendapatkan flasdisk itu tanpa harus bersentuhan langsung dengan penjahat kelas kakap itu.
"Paman tidak perlu khawatir aku sudah punya cara untuk mendapatkan flasdisk itu tanpa harus bertemu dengan jonlee.!"
Banyu tersenyum pada rizal yang masih bingung dengan ucapan banyu.tapi rizal yakin pria yang ada di depannya ini selalu punya cara yang jenius dalam menyelesaikan misinya.
"Tapi kita kan harus menunda penyelidikan tentang pulpen itu.karena kamu sedang mengusut tentang kasus Bom J w Marion itu,lebih baik kamu fokus dengan kasus ini dulu..!"
Rizal mengingatkan banyu akan tugas yang sedang di embannya saat ini.apalagi tugas yang sekarang ini adalah perintah dari presiden langsung.
"Kematian ayah sangat penting paman,aku tahu tugas ini juga sangat penting.tapi entah kenapa aku punya firasat kalau kasus kematian ayah dan juga kasus j w Marion ini ada hubungannya.walau aku tidak tahu bagaimana mungkin dua kasus yang sangat berbeda ini bisa berkaitan.!"
Banyu berpaling membelakangi pamannya dan kembali menghadap keluar jendela kamar itu banyu menarik nafas panjang.
"Itu hanya perasaanmu saja banyu.karena sudah terlalu lama kamu sangat ingin mencari siapa pembunuh ayahmu sehingga kamu mengaitkan kasus ini dengan kasus 10 tahun silam yang masalahnya juga sangat berbeda..! Itu tidak mungkin Aga!"
Rizal memanggil nama kecil banyu membuat pria itu berpaling padanya.
"Paman jangan panggil aku seperti itu! Kita sedang dalam penyamaran..!"
Seru banyu sambil menatap tajam pada pamannya yang terbawa suasana sampai-sampai keceplosan menyebut nama kecil banyu.
"Maafkan paman.!"
Rizal meminta maaf pada banyu sambil tersenyum pada pria itu.
"Paman,aku berencana membawa gadis cupu itu untuk tinggal di sini..!"
Kata-kata banyu membuat rizal melotot dia seakan tak percaya dengan pendengarannya.bagaimana bisa banyu yang sedang serius bicara tentang kasus yang sedang ditangani tiba-tiba bicara tentang gadis itu.bahkan berniat membawa afi tinggal di tempat itu apa nggak salah! Rizal merasa kalau wanita itu sudah benar-benar membuat banyu berubah.
"Apa paman tidak salah dengar,untuk apa kamu membawa gadis itu tinggal di sini.dia kan sudah punya tempat tinggal. apalagi dia itu anggota di interpol itu sangat berbahaya buat kamu bisa saja dia membocorkan apapun kegiatan kita pada mereka.!"
Rizal mencoba memperingatkan banyu agar tidak memberi peluang pada interpol untuk memasukan afi kedalam tempat tinggal banyu.
"Ada kabar yang tidak baik terjadi pada gadis itu paman dan itu ada hubunganya denganku.paman lihat berita hari ini.?aku rasa gadis itu sedang berada dalam masalah..!"
Kata banyu sambil berjalan ke arah meja kerjanya dan menyalakan komputer dan memperlihatkan berita tentang afi dan dirinya.rizal melihat berita itu dengan seksama.---------**---------
Tunggu Cerita Selanjutnya di *He Is Spy 13* Trimakasih☺
__ADS_1