Hingga Akhir Nafas

Hingga Akhir Nafas
100 Hingga Akhir Nafasku


__ADS_3

Bismillah...


Akhirnyaaaaaa nyampe juga di episode 100.. Rose masih gak percaya dongs udah bisa nyampe sini, gak ngebayangin banget..


Karena awalnya Rose udah ketik semua ceritanya itu cuman sampe 90 eps doangan, eeeeh karena terjadi sesuatu yang huat sesuatu juga jadilah itu file hilang gitu aja. Makanya cerita ini sebenernya Rose kembangkan lagi dari yang udah Rose fikirkan sebelumnya..


Thank you readers tercintaaaaπŸ₯°πŸ’•πŸ’•


next...


...***...


" aku kenal bang, dia memang anak seorang pebisnis juga malah ayahnya juga menjadi salah satu investor di perusahaannya mas Fardhan. dia mantan pacar mas Fardhan " jawab Maira seraya menghela nafas pelan


Nisa dan Zahra terdiam saat mengetahui siapa wanita yang ada didalam fhoto yang ditunjukkan oleh Azka. Sedangkan Azka mengulas senyum tipis.


" sepertinya ada yang belum terselesaikan dengan masa lalu suamimu ! Kita harus berhati hati menghadapinya. Tapi abang berharap kamu mau memberi tahu Fardhan masalah ini, agar kita bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik " kata Azka


" sebenarnya beberapa waktu kebelakang mereka juga selalu bersama bang ! saat aku tanya katanya disuruh mama mertuaku, alasannya agar keduanya lebih dekat kembali " kata Maira berterus terang


" yang bener kamu Mai " kata Azka emosi


" ya, memang benar bang ! hanya saja aku tidak bercerita pada siapapun masalah ini, karena sebenarnya ini aib rumah tanggaku. Tapi masalahnya kalau sudah keterlaluan seperti ini aku juga gak bisa diam aja bang " kata Maira


" Mama sengaja mendekatkan mas Fardhan dengan mantan pacarnya yang dulu, dengan alasan mereka akan kembali bersama kemudian menikah dan punya keturunan " lanjut Maira terdengar lirih diakhir kalimatnya


" sampai hati mertuamu melakukan itu " emosi Nisa


" yah, memang begitu nyatanya kak ! aku juga sadar diri dengan kondisiku, sudah empat tahun lebih kita menikah tapi belum juga punya keturunan sampai saat ini. Entahlah siapa yang bermasalah diantara kami atau memang Allah belum menakdirkan kita memilikinya. Aku hanya pasrah saja dengan keadaan ini " kata Maira


" tapi gak sampai harus begitu juga kan Mai ! harusnya mertua kamu membantu mencari solusi dengan pengobatan apa gitu, bukannya menghadirkan kembali mantan pacar dari suamimu " timpal Zahra


" bukan hanya itu, diawal awal menikah aku juga selalu ditanya udah hamil belum. Pertanyaan itu aku dapat hampir tiap hari beliau menelfon untuk menanyakan itu, bagiku itu sudah seperti teror saja. Tapi satu waktu juga pernah mamanya memintaku untuk berpisah dengan mas Fardhan. Alasannya masih sama juga perihal keturunan. Pedahal bukan hanya dia yang menginginkan keturunan dari anaknya, aku dan mas Fardhan pun selalu menantikannya. Tapi apalah daya kita sebagai manusia yang lemah tak berdaya, kita hanya bisa patuh dan tunduk pada ketetapan yang telah Allah takdirkan untuk kita. " kata Maira

__ADS_1


FLASH BACK ON


Sore itu Maira sedang duduk bersantai dirumah sambil mengecek email yang masuk , suara ponsel berdering membuatnya mengalihkan pandangan dari konsentrasinya.


πŸ“ž " hallo assalamualaikum ma " kata Maira saat sambungan telfon itu ia terima


πŸ“ž " waalaikumsalaam. apakabar nak ?" tanya mama mertua


πŸ“ž " alhamdulillah segat ma, mama gimana sama keluarga disana ?" tanya Maira dengan lembut


πŸ“ž " alhamdulillah kami sehat semua. Oh iya, bagaimana udah ada tanda tanda belum ?" tanya mama mertua


πŸ“ž " sampai saat ini belum sih ma, doakan saja ma semoga kami bisa segera punya keturunan ya " kata Maira


πŸ“ž " perasaan kalian nikah udah dua tahun lebih, tapi kenapa masih belum hamil juga ? atau kamu gak subur kali atau mandul mungkin " kata mama mertua


jleb


πŸ“ž " maaf ma, tapi kami sedang mengusahakannya. Kami juga ingin segera punya anak ma, tapi kalau Allah belum menghendaki kami harus bagaimana ? Kita sebagai manusia hanya bisa berusaha dan berikhtiar, selebihnya Allah yang m3nentukan apa yang terbaik bagi kita " jawab Maira berusaha menetralkan suaranya


πŸ“ž " alah, jangan banyak berkelit deh ! bilang aja gak bisa punya anak ! nyesel mama nikahin Fardhan sama kamu, kalau tahu bakal begini mening dulu Fardhan suruh nikah aja sama wanita pilihan mama " kata mama mertua kembali menyakiti hati Maira


πŸ“ž " maafkan Maira ma " kata Maira


Tapi mama Fardhan memutuskan sambungan telfonnya begitu saja membuat Maira kembali sakit hati. Tapi obrolannya dengan sang mertua tak pernah ia sampaikan kembali pada suaminya, karena ia tidak ingin mama mertua dan suaminya ribut. Cukuplah Maira saja yang mendengar dan merasakan sakit hati.


FLASH BACK OFF


" ya, kita sebagai manusia hanya bisa berencana saja dan berusaha. Selebihnya Allah yang menentukan, Allah lebih tahu apa yang terbaik untuk umatnya " kata Nisa sambil mengusap punggung Maira perlahan


" aku pun sadar, jika mas Fardhan ingin menikah kembali aku akan mengizinkannya " kata Maira pelan


" apa maksudnya kamu mengizinkan suamimu menikah lagi Mai ? kamu mau dimadu ? abang gak akan pernah setuju Mai kalau kamu harus dimadu, abang gak akan rela. Demi Allah abang gak rela kamu dimadu !" desis Azka

__ADS_1


" tapi itu jalan terbaik bang " jawab Maira


" kalau begitu caranya, lebih baik kamu berpisah saja dengan dia Mai ! abang gak akan pernah rela kamu dimadu " kata Azka


" astaghfirullah mas ! gak baik menyuruh orang bercerai, dosa mas dosa " kata Nisa


" tapi maaf bang, HINGGA AKHIR NAFASku pun aku tidak akan pernah mau berpisah dengan mas Fardhan. Biarlah maut yang memisahkan kita, aku hanya ingin menikah sekali seumur hidup bang ! aku yakin kalau mas Fardhan bisa berlaku adil dengan istri istrinya " kata Maira


" tapi Mai, seadil adilnya seorang suami yang punya dua istri pasti akan ada salah satu diantara keduanya yang merasa ketidak adilan itu. Suamimu hanya manusia biasa Mai, mungkin memang awalnya dia bisa bersikap adil padamu. Tapi apa kamu bisa menjamin kalau suamimu akan tetap adil padamu dan madumu nanti kalau madumu itu ditakdirkan bisa lebih cepat mengandung ? Abang tahu nantinya ada pihak yang akan tersakiti, Fardhan hanya manusia biasa Mai ! pokoknya abang gak pernah merestuimu untuk mengizinkan Fardhan menikah kembali " kata Azka


" abangmu benar tentang berpoligami, itu sangat berat. Salah satu diantara kalian pasti akan ada yang tersakiti. Tapi untuk berpisah pun itu tidak bisa dibenarkan, apalagi memisahkan dua insan yang saling mencintai itu berdosa !" kata Nisa


" Aku juga tidak mau dimadu ! seandainya aku bisa punya anak, aku tidak akan pernah mau dimadu. Tapi bahkan sampai saat ini aku masih belum mengandung juga apalagi dengan kondiaiku yang sekarang itu sangat tidak memungkinkan " kata Maira


" sabar, kamu pasti bisa mengandung ! Allah itu Maha Berkuasa, mungkin bukan saatnya sekarang Mai. Allah sedang menyiapkan skenario terindah untukmu dan suamimu " kata Zahra


.


.


.


.


.


..."Seorang mukmin itu bila sangat menginginkan anak (namun tidak mendapatkannya) disurga ia akan mengandungnya, menyusuinya dan tumbuh besar dalam sekejap, sebagaimana ia menginginkannya"...


...( Hadits riwayat Tirmidzi no. 2563, Ibnu Majah no. 4338, Al Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)...


TBC


Happy reading guys😊

__ADS_1


__ADS_2