Hingga Akhir Nafas

Hingga Akhir Nafas
119


__ADS_3

" sudah sayang, jangan bersedih. Mama butuh do'a kita saat ini, bukan air mata dan tangis. Mas tahu kamu masih sedih, tapi kamu juga harus berusaha mengikhlaskan mama biar mama tenang disana. Sekarang kita do'akan mama ya, setelah itu kita pulang " kata Fardhan


Setelah berdo'a, Fardhan mengajak Maira untuk pulang. Setelah pulang latihan beladiri tadi tubuhnya masih terasa lelah, mungkin masih menyesuaikan dan belum terbiasa.


Sesampainya dirumah, Maira dan Fardhan langsung membersihkan diri dan berganti baju. Maira merebahkan diri diatas kasur sambil memandangi langit langit kamarnya, fikirannya menerawang jauh pada peristiwa yang membuat mamanya kritis hingga merenggut nyawanya. Tangannya terkepal erat jika ia mengingat peristiwa itu, ada kilatan amarah yang memercik dalam matanya.


Selama ini ia diam bukan berarti ia tidak bisa melawan, tapi ia mengingat jika melawan maka resiko besar akan ditanggungnya. Dan yang paling utama adalah nyawa keluarganya tergantung dengan tindakannya, makanya ia hanya bisa mengalah dan melawan sekadarnya saja


Kini hatinya sudah siap menghadapi segala kemungkinan. Suami dan kakaknya akan membantu dan berdiri dibelakangnya. Sejak kejadian itu berhasil diselidiki, penjagaan keluarga diperketat oleh Azka dan Fardhan. Maira hanya menunggu saat saat itu tiba saja, dan sekarang ia sudah menyiapkan hatinya. Tubuhnya pun telah bersiap siaga sedari dini, bahkan Diki beserta teman temannya dari Banten telah berada disini untuk membantunya.


Fardhan dan Azka sudah memperkirakan jika lawan yang akan mereka hadapi nanti akan lebih kuat dan rencananya akan lebih matang dan teratur. Makanya baik Azka maupun Fardhan telah memperaiapkan segala kemungkinan.


" sayang, apa kamu tidak ingin menginap dirumah abang malam ini ? " tanya Fardhan


" iya mas, nanti kita berangkat sore saja. Aku mau istirahat dulu " jawab Maira tanpa mengalihkan pandangannya


" ya sudah, istirahatlah ! mas tahu kamu pasti merasa lelah setelah banyak beraktivitas. mau mas bawakan buah tidak ? biar sekalian mas mau ambil minum " kata Fardhan


" boleh mas " jawab Maira


Farfhan melangkahkan kakinya kedapur untuk mengambil air minum. Biasanya selalu ada air dalam poci kaca dikamarnya. Tapi kebetulan air itu telah habis dan Fardhan harus mengisinya kembali. Tak lupa ia juga mengambil beberapa buah dari kulkas untuk dibawanya kedalam kamar.


Fardhan kembali kedalam kamar dengan membawa nampan berisikan buah buahan dan air minum. Ia melihat istrinya masih berbaring diatas kasur tanpa memejamkan matanya.


" ini buahnya sayang, mau makan yang mana ? biar mas siapkan " tanya Fardhan


" aku mau apel saja mas " jawab Maira

__ADS_1


" mau mas kupaskan ?" tanya Fardhan lagi


" tidak perlu, biar aku makan sendiri saja " jawab Maira lalu menyandarkan tubuhnya pada tumpukan bantal yang ia susun


Fardhan pun memeberikan apel itu pada Maira sambil meletakkan segelas air diatas nakas. Maira menerimanya dan langsung memakannya, karena sebelumnya buah buahan yang masuk kulkas itu telah dibersihkan terlebih dahulu oleh bi Titin.


" mas, nanti kita bawa apa ya kerumah abang ?" tanya Maira


" bagaimana kalau kita beli martabak saja sayang ? atau kalau enggak roti bakar aja gimana ? kan sore sore pasti enak tuh makan martabak atau roti bakar sama secangkir teh panas " jawab Fardhan sambil membayangkannya


" kok aku jadi ngiler ya mas ? " kata Maira


" iya, mas juga " timpal Fardhan


(enak lagi kalo makannya lagi musim hujan kek gini nih, secangkir kopi pahit atau teh tawar bersama makanan yang manis😁 hayooo, siapa yang mauuuu ????😂)


Sedangkan ditempat Azka, ia sedang duduk ngobrol bersama Zahra yang rencananya akan menginap juga disini.


" bagaimana Ra kerjaanmu, lancarkan ?" tanya papa


" alhamdulillah lancar om tanpa hambatan " jawab Zahra dengan cengirannya yang khas


" sukurlah kalau begitu. Eh, ngomong ngomong nanti Maira kan nginep disini gimana kalau kita bikin nasi liwet ? enak kayaknya tuh " kata Azka sambil membayangkannya


" kamu itu mas, makanan yang difikirkan terus " sambar Nisa


" yeeee, kalau gak makan ya laper dong sayang " sahut Azka

__ADS_1


" kamu siapkan bahan bahannya ya, nanti kalian masaknya bareng bareng " sambung Azka


" lailuknya sama apa mas ?" tanya Nisa


" ayam bakar sama ikan bakar aja, pake sambel sama lalapan enak " jawab Azka


" iya, enak kayaknya tuh ! papa jadi ngiler bayanginnya " sahut papa


Semua kembali pada aktifitasbya masing masing, sedangkan Nisa dan Zahra peegi menyiapkan bahan bahan untuk memasak nasi liwet nanti.


.


.


.


.


.


TBC


segini dulu ya, sorry pendek ya😁


Happy reading😊


jangan lupa tinggalkan jejaknya

__ADS_1


__ADS_2