
... ...
Setelah shalat ashar, mama dan papa pamit untuk menginap di rumah Azka dan Nisa. Karena selama Maira dirawat, papa dan mama hanya sesekali mengunjungi Azka dan keluarganya. Jadi mama memutuskan untuk menginap saja malam ini di rumah Azka.
" sayang, mama pamit ya. Mama mau nginap di rumah abangmu, besok pagi mama sama papa kembali kesini " kata mama
" disini aja ma, pa ! Temani Mai disini, biar Mai suruh abang sama kak Nisa aja yang nginap disini, sama Silmi juga ya ma ya !" rengek Maira
" sayang, jangan gitu dong " kata Fardhan
" enggak mas, Mai mau mama sama papa disini aja !" kata Maira
" ya sudah, papa telfon abangmu dulu ya " kata papa
" beneran ya pa !" kata Maira
" iya sayang, beneran gak bohong kok " jawab papa
Papa merogoh ponselnya dan segera menelfon no. Azka. Papa menceritakan keinginan Maira untuk berkumpul di rumahnya malam ini. Akhirnya Azka setuju untuk menginap di rumah Maira, walaupun acaranya mendadak. Azka, Nisa dan Silmi tiba di rumah Fardhan dan Maira ketika adzan isha berkumandang. papa mengajak mama anak anak dan menantunya untuk shalat berjamaah. Usai shalat semua berkumpul di meja makan termasuk Silmi si anak kecil yang menggemaskan.
" Azka, papa titip Maira disini ya. Selain ada Fardhan yang menjaganya kamu juga harus ikut memantau adikmu ini. Dan untuk Maira, jaga kesehatanmu jangan sampai kejadian kemarin terulang kembali. Nisa dan Azka kalian harus selalu akur ya, jaga Silmi baik baik. Dan untuk Fardhan papa harap kamu bisa memahami Maira, papa titip jaga dia baik baik " kata papa memberikan amanat
Memang saat papa dan mama selalu memberikan nasihat dan amanat untuk saling menjaga satu sama lain. Usai makan malam, papa dan mama langsung istorahat di kamar karena besok akan melakukan perjalanan yang cukup jauh. Fardhan dan Azka duduk di ruang keluarga sambil ngobrol tentang bisnis yang sedang mereka kelola. Sedangkan Maira dan Nisa bermain bersama Silmi yang sedang asik menyusun lego.
" Mai, bagaimana kondisimu sekarang ?" tanya Nisa
" alhamdulillah kak, sudah jauh lebih baik. Cuman tinggal lemasnya saja kak " jawab Maira
" sukurlah kalau begitu. oh iya, kenapa kamu gak istirahat aja Mai ? lagian ini juga udah malam, kamu masih harus banyak istirahat " kata Nisa
" nanti aja kak, nungguin Silmi tidur aja. Mai masih kangen sama Silmi kak, udah lama gak ketemu dia " kata Maira
" kan main bisa besok Mai, sekarang tidur gih !" kata Nisa
" Mas udah ah jangan ngobrol terus, sekarang biar Fardhan ngantar Maira dulu ke kamar buat istirahat. Sekalian kita juga istirahat !" kata Nisa
__ADS_1
" duh, kalau ibu negara sudah ngomong dengan nada gitu mana bisa aku bantah !" kata Azka sambil menepuk keningnya
" haha abang ada ada aja ! ya udah bang, besok malam aja kita terusin ngobrolnya " kata Fardhan
" lah, besok abang mau pulang ke rumah lah ! " kata Azka
" gak boleh, satu malam lagi tidur disini !" kata Maira dan Fardhan kompak
" ja elah, kompak bener nih suami istri. pemaksaan itu namanya " kata Azka
" biarinlah bang, Mai masih kangen sama Silmi. boleh ya kak ya " kata Maira memelas
" iya deh " kata Nisa tersenyum
" tuh bang, kak Nisa aja mau. Kalau abang gak mau abang pulang aja sendiri besok " kata Maira terkekeh merasa menang
" ah elah ni anak dari dulu gak berubah aja ! iya deh iya " kata Azka lalu meraih Silmi kedalam pelukannya yang sudah mulai menguap
Akhirnya Azka mengalah, ia akan menginap satu malam lagi di rumah ini. Azka dan Nisa masuk kedalam kamar yang ada di sebelah kamar yang di tempati mama dan papa. Begitupun dengan Maira dan Fardhan yang kembali ke kamar untuk istirahat.
Malam kini telah berganti pagi, sang surya sudah mulai keluar dari peraduannya. papa dan mama sudah bersiap untuk berangkat. Barang bawaan telah di masukkan kedalam mobil oleh sopir baru papa, karena sopir papa berhenti bekerja dengan alasan sudah tua dan anaknya sudah melarangnya bekerja.
" kak, sepi banget ya " keluh Maira
" iya mai, kakak juga ngerasa begitu ! Tapi ya mau bagaimana lagi, mama sama papa kan disana juga punya usaha sendiri. Jadi mama sama papa juga harus kembali untuk mengurus usahanya, apalagi ada kendala seperti yang papa ceritakan. Jadi mau tidak mau papa sama mama harus kembali !" kata Nisa
" iya kak. kakak sih enak di tinggal ngantor sama abang ada Silmi ! lah aku sama siapa kak ?" sendu Maira
" yang sabar, mumgkin masih belum waktunya dan masih belum jadi rizkimu untuk saat ini. Percayalah, buah dati kesabaran itu lebih indah " kata Nisa sambil mengelus punggung Maira
" ya kadang aku mikir kak, apa mungkin rahimku yang bermasalah ! kadang aku suka sakit hati kak kalau lihat orang gendong bayi " keluh Maira
" hus, jangan gitu ah ! kamu yang sabar, apalagi kata dokterkan kalian berdua sama sama sehat. Kalian cuman tinggal nunggu sambil berusaha aja Mai, nanti juga kalau sudah saatnya kamu pasti akan mengandung dan melahirkan ! yang sabar ya, jangan putus asa !" kata Nisa
" tapi kak, rumah tangga aku udah lebih dari dua tahun loh kak. Mai takut tudak bisa memberikan keturunan buat mas Fardhan " kata Maira terisak
__ADS_1
" kamu berdoa saja Mai. Kamu tahu, tetangga kakak dulu dia udah hampir tujuh tahun nikah tapi masih belum punya anak. Tapi dia tidak pernah putus asa, dia selalu optimis jika dieinya pasti bisa mengandung dan melahirkan. Pas usia pernikahannya akan menginjak delapan tahun tahunya dia mengandung Mai, anaknya kembar pula ! kamu ambil positifnya aja, jangan fikirkan yang negatifnya. Kalau terus di fikirin nanti yang ada kamu sakit lagi ! " kata Nisa menasehati
" kakak bantu doakan Mai ya kak !" kata Maira sambil memegang tangan Nisa
" selalu, selalu kakak doakan " jawab Nisa
" terima kasih kak " kata Maira sambil memeluk Nisa
Sedangkan Silmi masih saja anteng dengan mainannya. Maira dan Nisa terus menemani Silmi bermain hingga waktu telah beranjak sore. Tepat pukul empat sore, Azka baru sampai di rumah Maira dan Fardhan. Sedangkan Fardhan sendiri masih belum bisa pulang karena banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan.
" loh, kenapa abang udah pulang jam segini ? " tanya Maira
" selesai meeting abang langsung pulang Mai. Lagian kalau balik ke kantor juga keburu habis jam kerja !" jawab Azka
" emmm, iya deh iya bos mah bebas 😁" kata Maira
" yeee, bukan gitu ! udah ah abang mau mandi dulu ! oh iya, kakakmu sama Silmi dimana ?" tanya Azka
" kakak lagi mandiin Silmi bang " jawab Maira
" oke, abang bersih bersih dulu ya " kata Azka
" iya, mandi sana biar gak bau dan hilang tuh kuman sama virusnya🤭 " kata Maira
Azka hanya mencebik dan menggelengkan kepalanya. Kondisi Maira semakin membaik saat ini.
.
.
.
.
.
__ADS_1
TBC
Happy reading...