Hingga Akhir Nafas

Hingga Akhir Nafas
ExPart


__ADS_3

##


Sedangkan Fardhan saat ini tengah meraba raba kasur, ia menxari keberadaan sang istri. Biasanya jika shubuh begini Maira akan bangun terlebih dulu dan kemudian mwmbangunkannya, ini malah tidak ada. Samar samar Fardhan mendengar suara isak tangis dari dalam kamar mandi. Ia hafal dengan betul suara istrinya yang kini tengah menangis entah karena apa.


Fardhan langsung bangun dan mengetuk pintu kamr mandi, ia khawatir terjadi sesuatu dengan sang istri.


ceklek


Maira membuka pintu kamar mandi masih berurai air mata, ia melihat suaminya berdiri didepannya dengan raut wajah dipenuhi kekhawatiran. Maira menghambur memeluk sang suami dengan eratnya, ia menenggelamkan wajahnya didada Fardhan.


Fardhan masih belum mengerti apa yang terjadi dengan istrinya, ia pun membawa Maira duduk di tepi kasur.


" kenapa ?" tanya Fardhan


Maira tak dapat berkata kata, ia masih saja menangis hingga tersedu sedu. perlahan ia membuka kepalan tangannya dan memberikannya pada Fardhan. Fardhan mematung seketika melihat apa yang ditunjukkan oleh istrinya.


" ini beneran sayang ?" tanya Fardhan meyakinkan


" ya " jawab Maira sambil menganggukkan kepalamya yang tertunduk


" alhamdulillah ya Allah, akhirnya kita akan punya keturunan. terima kasih sayang " ucap Fardhan yang juga ikut menangis haru.


Setelah kejadian pagi itu, Fardhan langsung mengajak Maira untuk memeriksakan kandungannya ke dokter. Fardhan begitu antusias menyambut kehamilan Maira yang pertama ini.


Fardhan juga sampai tidak masuk kantor hari ini, ia ingin menemani sang istri periksa kandungan dan berbelanja kebutuhan yang diperlukan ibi hamil. Pukul sembilan pagi keduanya pergi ke rumah sakit, setelah sebelumnya Fardhan telah mendaftar lewat telfon.


Sampai di rumah sakit, tidak menunggu lama nama Fairuz Humaira dipanggil untuk segera masuk ke ruangan pemeriksaan. Awalnya dokter menanyakan apakah ada keluhan tau yang lainnya. Hingga Maira disuruh untuk berbaring di atas ranjang khusus dalam ruangan.


" usia kandungannya sudah tujuh minggu lebih satu hari ya. alhamdulillah kandungannya baik baik saja, dan ini bisa dilihat jika disini ada dua kantong janin yang artinya anda sedang mengandung janin kembar "


" kembar dok ? tanya Maira dan Fardhan kompak


" iya, dan saya sarankan untuk lebih banyak istirahat. Jangan melakukan pekerjaan yang berat, karena kehamilan kembar itu biasanya berbeda dengan hamil tunggal. Makanan juga harus dijaga, kurangi makanan instant atau kalau bisa dijauhi saja karena itu tidak baik bagi kesehatan " ucap dokter lalu mempersilahkan Maira turun dari ranjang

__ADS_1


" iya dok, kami mengerti " jawab Fardhan


" dan berhubung tidak ada keluhan, jadi saya akan resepkan vitamin saja. Nanti bisa kontrol kembali bulan depan, atau bila ada keluhan bisa langsung datang disaat jadwal saya praktek disini atai di klinik X " kata dokter menyerahkan selembar kertas berisi resep


Setelah berjabat tangan dengan dokter, Fardhan dan Maira segera menebus obat yang diresepkan oleh dokter. Keduanya langsung menuju super markwt untuk berbelanja kebutuhan untuk Maira. Fardhan terlihat begitu antusias memilihkan bahan makanan dari mulai daging, buah dan sayuran. Bahkan untuk susu Fardhan membeli beberapa varian rasa masing masing dua box. Tadinya iangin membeli lebih banyak, tapi Maira melarangnya.


Setelah selesai belanja, Fardhan langsung membawa Maira pulang ke rumahnya. Fardhan berencana akan memindahkan kamarnya ke kamar yang ada di bawah, tapi tidak bisa sekarang, kamar itu terlalu kecil menurutnya. Jadi Fardhan putuskan untuk memperluas kamar yang ada di bawah untuk mereka tempati selama kehamilan Maira.


Fardhan meminta Shandy untuk memanggil tukang bangunan untuk segera memperbesar kamar, bahkan Fardhan meminta waktu pengerjaannya dipercepat dan tentunya dengan bayaran yang besar.


Maira yang melihat suaminya qntusias seperti itu hanya bisa tersenyum bahagia. Ia tidak bisa melarang Fardhan melakukan itu, karena ia tahu bagaimana bahagianya akan memiliki anak dan menginginkan yang terbaik untuk kelahiran anak anaknya.


*****


Saat ini usia kehamilan Maira menginjak tiga puluh lima minggu, dan dokter mengatakan jika kehamilan kembar akan lebih cepat lahir dibandingkan dengan kehamilan tunggal yang biasanya di usia tiga puluh sembilan atau empat puluh. Beda halnya dengan kehamilan kembar di usia ke tiga puluh enam sudah bisa melahirkan.


Saat ini Fardhan masih berada di kantor untuk menyelesaikan pekerjaannya yang dipercepat. Ia ingin menemani sang istri kala melahirkan nanti, ia juga akan mengambil libur setelah dua minggu kelahiran anak anaknya.


Setelah selesai dengan file yang ada di mejanya, Fardhan mengajak Shandy untuk pulang. Kebetulan juga Zahra sedang mengandung, dan kandungannya baru berusia lima bulan. Ya, tak lama setelah Maira dinyatakan hamil, Shandy melamar Zahra dan sebulan kemudian keduanya menikah. Sedangkan Aisyah, dia sudah reami menjadi seorang ibu setelah melahirkan puta pertamanya yang diberi nama 'Emir As Syauqie'.


Fardhan sampai di rumah sambil menenteng sebuah rujak yang dipesan oleh iatrinya tadi. Dengan senang hati Maira menerimanya, hampir setiap hari Fardhan harus membelikan makanan yang dipesan oleh iatrinya. Walau kadang sulit unruk mwncari apa yang diinginkan Maira, tapi akhirnya ia bisa mendapatkannya juga walaupun ia harus merasakan lelah. Tapi setelah pulang ke rumah melihat binar wajah bahagia dari Maira membuat rasa lelahnya hilang seketika.


Malam harinya, Maira masih belum bisa tidur. Ia masih bergerak gelisah, karena sebenarnya sedari tadi siang ia sudah menahan sakit. Tapi sakit di perutnya tak hilang juga hingga kini, Fardhan tang sudah tidur pun kembali bangun saat merasakan sang istri masih terus saja bergerak.


" kenapa sayang ? pegel lagi punggungnya ? sini biar mas usap " kata Fardhan dengan suara parau khas bangun tidur


" perutku sakit mas, dari tadi siang tapi sampau sekarang masih belum hilang juga sakitnya malah makin bertambah dan sering " keluh Maira sambil meringis


" apa mungkin kamu mau lahiran sayang ?" tanya Fardhan


" sepertinya iya mas " jawab Maira pelan


Fardhan beranjak dari tempatnya, ia langsung menuju kamar yang tak jauh dari kamar yang ditempatinya saat ini.

__ADS_1


" ma, mama " panggil Fardhan sambil menggedor gedor pintu kamar


Ya, fardhan telah kembali akur dengan mamanya berkat Maira. Awalnya Fardhan marah pada mamanya karena mamanya ikut andil juga terlibat dalam kasus penyekapan Maira walau secara tidak langsung. Tapi Maira menasehatinya peelahan lahan hingga akhirnya Fardhan berdamai dengan mamanya.


" ya, ada apa Dhan ?" tanya mamanya


" ma, sepertinya Maira akan melahirkan " kata Fardhan


Setelah mendengar ucapan sang anak, mama langsung menuju ke kamar yang ditempati Fardhan dan Maira. Mama membantu memapah Maira keluar kamar, sedangkan Fardhan membawa perlengkapan yang telah disiapkan Maira sebelumnya. Tak lupa Fatdhan juga membawa dompet dan ponsel juga kunci mobilnya.


Fardhan langsung membawa Maira ke rumah sakit, kebetulan tadi saat ia mengambil tas perlengkapan bayi dan istrinya ia langsung menelfon ke rumah sakit. Dokter yang menangani Maira juga sudah dihubungi dan segera berangkat ke rumah sakit.


Setelah hampir dua jam berada di dalam ruang bersalin, terdengarlah tangisan seorang bayi dengan keras. Bayi Fardhan dan Maira telah lahir dan tak lama kemudian disusul kembali tangisan bayi kedua.


" selamat ya pak, bu, anak pertamanya laki laki dan yang kedua perempuan " kata seorang suster


Betapa bahagianya hati Fardhan dan Maira saat ini, bagaimana tidak ia dianugerahi dua bayi sekaligus walaupun jalannya tidak mudah dan proses yang panjang.


Untuk anak pertamanya Fardhan memberi nama ' Azka Fatahillah al Musthafa ' dan anak keduanya ' Azkiya Shafira Nisa al Musthafa '


.


.


.


.


.


Happy reading😊


thank you🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2