Hingga Akhir Nafas

Hingga Akhir Nafas
81


__ADS_3

Dering ponsel yang nyaring membuat Azka langsung menepikan mobilnya ke pinggir jalan.


πŸ“ž " hallo, bagaimana ?" tanya Azka langsung


πŸ“ž " kami sudah menemukan nyonya bos " jawab orang suruhan Azka membuat Azka sedikit merasa lega karena mamanya sudah ditemukan


πŸ“ž " dimana posisi kalian ? dan bagaimana kondisinya ?" tanya Azka


πŸ“ž " kami menemukannya di pinggir jalan yang sepi dan jarang dilalui kendaraan bos ! sekarang kami sedang menuju rumah sakit terdekat, karena kami menemukan nyonya dalam keadaan tak sadarkan diri " jawabnya membuat batin Azka terasa sakit saat mendengarnya


πŸ“ž " oke, kerja bagus ! Share lock sekarang juga " perinta Azka langsung menutup sambungan telfonnya


Tring..


Sebuah pesan masuk di ponsel Azka, Azka membuka pesan itu dan langsung bergegas pergi ke alamat yang telah di kirimkan sebelumnya.


*****


Sedangkan di sebuah ruangan, Maira masih terduduk di balik pintu setelah berkali kali berusaha membukanya. hanya tas yang masih terselempang di bahunya, setelah sebelumnya ponsel milik Maira di rampas oleh dua pria tadi.


apa yang harus aku lakukan ya Allah, tempat ini gelap. Aku takut ya Allah, tolonglah hamba.


ya Allah, semoga mama bisa terbebas dari dua pria tadi dan bisa melarikan diri.


doa Maira


Sejenak ia berfikir pasti akan ada celah untuk bisa terbebas dari tempat ini, tapi bagaimana caranya.


Sementara di tempat lain, Zahra begitu mencemaskan Maira yang masih belum pulang juga. Padahal hari sudah sore, akhirnya Zahra kembali menghubungi ponsel Maira dan lagi lagi masih tidak bisa dihubungi. Terlintas satu ide di otaknya, yang mungkin dengan cara itu ia bisa menemukan Maira.


Zahra melihat ada sepucuk surat tetlipat rapi yang disimpan di atas buku yang ada di ruang depan.


^^^*Maaf Zahra, aku tidak bisa berbicara langsung padamu. Tapi ini sungguh darurat, ini menyangkut mamaku. Sungguh, aku ingin berbagi denganmu tentang masalah ini, tapi aku tidak mau ada orang yang terluka dan menjadi korban kembali karena masalahku ini.^^^


^^^Pagi ini aku harus pergi ke suatu tempat untuk bisa membawa mama pulang kembali. Jangan mengkhawatirkan aku, aku pasti baik baik saja.^^^


^^^aku minta tolong doakan aku agar bisa membebaskan mama dengan selamat. Nanti aku akan menghubungimu jika aku sudah berhasil. Doakan aku ya ! oh iya, titip rumah makan ya.^^^


^^^terima kasih..^^^


^^^Maira*^^^


Zahra masih mencerna apa yang baru saja dibacanya, hingga kemudian ia tersadar kalau Maira sedang menghadapi bahaya. Dia harus menyelamatkan mamanya seorang diri, lalu apakabar dengan keluarganya disana ? apakah tidak berusaha mencarinya ?


Zahra menggeleng kepala, ia tidak boleh berprasangka buruk dulu. Yang harus difikirkan adalah sekarang ia harus segera mengetahui keberadaan Maira dan membantunya. Zahra meminta bantuan Diki untuk mencoba melacak keberadaan Maira.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Diki mengernyit dengan posisi terakhir Maira yang menunjukkan tempat yang jauh dan terpencil, bahkan di daerah itu sangat jarang sekali ada orang yang lewat.


" kenapa Dik ? " tanya Zahra saat melihat reaksi Diki


" tempatnya jauh Ra, di tempat terpencil dan jauh bahkan tempat itu berada di pinggir hutan " jawab Diki


" kita harus kesana Dik ! kita harus membantu Maira, kasihan dia " kata Zahra


" ya, kita akan kesana. Sebentar, aku akan meminta bantuan teman temanku dulu " jawab Diki lalu meraih ponselnya untuk menghubungi teman temannya.


Setrlah menghubungi teman temannya, Diki dan Zahra bersiap siap untuk pergi menuju alamat yang didapatnya tadi.


*****


Sedangkan di tempat lain, Azka baru saja turun dari mobil dan berlari memasuki rumah sakit dengan perasaan cemas.


" bagaimana ?" tanya Azka


" dokter masih belum keluar bos, jari kita belum tahu kondisinya " jawab Agus


" bagaimana kalian menemukannya ?" tanya Azka


" kami sedang menyusuri setiap jalan yang ada, termasuk jalan jalan sepi. Awalnya kami sedikit pesimis dengan jalan itu, tapi kami penasaran dan akhirnya kami coba saja dan ternyata kami menemukannya tergeletak dipinggir jalanan yang sepi dengan kondisi tak sadarkan diri " jawab Agus dan di angguki oleh kawannya


Setelah berbincang beberapa saat, seorang dokter keluar dari ruang pemeriksaan.


" maaf, pasien yang mana ?" tanya dokter pasalnya ada dua pasien di dalam


" pasien yang tadi saya bawa kemari dok, kebetulan ini putra beliau " kata Agus


" oh, kalau begitu bisa kita bicara di ruangan saya saja ?" tanya dokter


" baik dok " jawab Azka sambil mengikuti langkah dokter yang berjalan terlebih dulu di depannya


Azka masuk kedalam ruangan dokter dan duduk bersebrangan.


" bagaimana dok ?" tanya Azka


" kondisi ibu anda kritis pak, maaf kami harus menyampaikan kabar ini. Ada benturan keras di kepala bagian belakangnya hingga menyebabkan pendarahan di otaknya, dan itu harus segera kita tangani dengan segera. Selain itu, kedua tangannya juga memar seperti bekas ikatan yang cukup kencang dan juga dehidrasi " jelas dokter


" lakukan pengobatan yang terbaik dok ! " kata Azka


" kami akan melakukan yang terbaik semaksimal mungkin, dan ibu anda juga harus segera dioperasi untuk menghentikan pendarahannya " kata dokter


" lakukanlah " kata Azka

__ADS_1


Setelah mengakhiri perbincangan dengan dokter, Azka bergegas keluar menuju bagian administrasi untuk mengurus biaya perawatan dan ope4asi mamanya. Setelah selesai mengurus administrasi, Azka kembali ke depan ruang pemeriksaan tadi. Ternyata Agus dan kawan kawannya masih belum beranjak dari sana.


" kalian pergilah cari adikku, biar aku yang menunggu disini " kata Azka


" baik bos, kami permisi " kata Agus dan kawan kawannya.


Tak lama setelah itu, suster membawa mama Azka untuk masuk kedalam ruang operasi. Azka mengikuti suster menuju ruang operasi, dan duduk di ruang tunggu. Azka baru sadar kalau ia belum mengabari keluarganya, lantas ia merogoh ponselnya untuk menghubungi Nisa.


πŸ“ž " hallo assalamualaikum mas " ucap Nisa di sebrang sana


πŸ“ž " waalaikumsalaam sayang, mas sedang di rumah sakit " kata azka


πŸ“ž " siapa yang sakit mas ? mas tidak kenapa napa kan ?" tanya Nisa panik


πŸ“ž " tidak sayang, mama sudah ketemu. Mama sedang di operasi " jawab Azka


πŸ“ž " mama ? kok bisa mas ? memangnya kenapa ?" tanya Nisa panik


πŸ“ž " tenang dulu sayang ! jangan panik begitu, baiknya doakan mama supaya operasinya lancar " kata Azka


πŸ“ž " iya, tapi mama kenapa mas ?" tanya Nisa


πŸ“ž " mama mengalami pendarahan di otak, jadi harus segera di operasi " jawab Azka


πŸ“ž " di rumah sakit mana ?" tanya Nisa


πŸ“ž " di rah sakit XXX. Sudah dulu ya, mas mau beli dulu minum " kata Azka


πŸ“ž " iya mas, assalamualaikum " ucap Nisa lalu mengakhiri panggilan telfonnya


" waalaikumsalaam " jawab Azka lalu pergi ke kantin rumah sakit untuk membeli air minum


βœ‰ Fardhan


Dhan, mama sudah ketemu. Sekarang sedang menjalani operasi di rumah sakit XXX. Maaf abang baru mengabarimu sekarang.


Azka kembali menyimpan ponselnya kedalam saku celana sambil terus melangkah ke kantin untuk membeli minum.


.


.


.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2