
" permisi neng, tadi kata bapak neng minta kami menemui neng disini !" kata mang Udin
" eh iya mang, Mai mau minta bantuan mamang sama bibi boleh ?" tanya Maira
" boleh atuh neng ! neng mau minta bantuan apa ?" jawab bibi dengan sopan
" rencananya Mai mau buat nasi liwetnya malam ini, jadi mamang sama bibi bantuin Mai belanja ya !" kata Maira
" baik neng !" jawab bibi
" tapi nanti belanjanya Mai temanin aja ya bi, biar Mai juga tahu tempat disini !" kata Maira
" iya neng, mau berangkat sekarang ?" tanya bibi
" sekarang juga boleh bi, tapi tempatnya jauh gak bi ?" tanya Maira
" yah lumayan neng !" jawab bibi dengan sopan
" ya udah, nanti Mai bawa mobil aja ! tunggu sebentar ya bi, Mai ambil dulu dompet sama kunci mobil !" kata Maira
Maira pun pergi ke kamarnya untuk mengambil dompet dan kunci mobil milik Fardhan.
" mas, Mai pinjam dulu mobilnya ya !" kata Maira meminta izin
" mau kemana sayang, ini kan sudah sore !" kata Fardhan
" Mai mau belanja mas buat nanti bikin nasi liwet !" jawab Maira
" mau mas temenin atau tidak ?" tanya Fardhan
" biar Mai aja mas, sekalian gerakin badan biar gak kaku !" jawab Maira sambil tersenyum
" ya sudah, kunci mobilnya ada si atas meja riasmu. sama ini uang buat beli bahan bahan yang di perlukan !" kata Fardhan sambil menyerahkan lima lembar uang pecahan seratus ribuan
" gak usah mas, uang Mai masih ada kok !" kata Maira
" tidak sayang, ini termasuk nafkah dari mas untukmu !" kata Fardhan
" ya sudah, mai terima ya mas ! terima kasih uangnya, semoga rezeki mas bertambah dan berkah aamiin.." kata Maira
" aamiin, terima kasih do'anya sayang " kata Fardhan sambil tersenyum
" iya mas, Mai pamit ya mas. assalamualaikum" kata Maira sambil mencium tangan Fardhan
" waalaikumsalaam, hati hati di jalan !" kata Fardhan
" iya mas " jawab Maira lalu keluar kamar sambil menutup pintu
Fardhan kembali melanjutkan membuka beberapa email yang baru saja di kirim oleh Shandy. Sedangkan Maira pergi ke toko sembako untuk belanja kebutuhan untuk membuat nasi liwet. Sesampainya di toko, ternyata masih ada benerapa ibu ibu yang berbelanja, rupanya mereka baru pulang bekerja dan langsung mampir untuk belanja.
" assalamualaikum " ucap Maira dan bi Siti
" waalaikumsalaam " jawab ibu ibu serempak
" eh, bi Siti sareng saha eta ? meni geulis kitu !" tanya ibu yang memakai baju biru muda dengan bahasa sunda yang fasih
( eh, bi Siti sama siapa itu ? cantik gitu !)
" eh, ieu teh putrana pak Salman anu bungsu ! kapungkur pan kadieu masih keneh sakola SMA !" jawab bibi
__ADS_1
( eh, ini anaknya pak Salman yang bungsu ! dulu kan kesini saat masi sekolah SMA !)
" masya Allah meni geulis kitu ! atos nikah teu acan neng ?" tanya ibu ibu yang memakai baju pink
( masya Allah cantik gitu ! sudah menikah belum neng ?)
" alhamdulillah atos bu, nembe sababaraha dinten " jawab Maira
( alhamdulillah sudah bu, baru beberapa hari)
" aih, geningan atos nikah deui ! manawi teh teu acan nikah boro tadina mah ku ibu bade di jodohkeun sareng putra ibu !" kata salah satu ibu tadi
( aih, sudah menikah lagi ! kirain belum menikah tadinya mau ibu jodohkan dengan putra ibu )
" aeh aeh si ibu mah tong salah atuh, suamina neng Maira teh gaduh perusahaan nya neng ! tong di kira bu, tos mah kasep, beresih bodas, bageur, sopan deuih ! ke pami ibu ibu pendak mah sigana bakal bengomg ninggali ku kasepna oge !" kata bibi
( aeh aeh si ibu jangan salah, suaminya neng Maira itu punya perusahaan ya neng ! jangan di kira bu, sudah ganteng, putih beraih, baik, sopan lagi ! nanti kalau ibu ibu ketemu dijamin pasti bengong melihat ketampanannya juga)
" ah bibi mah terlalu berlebihan !" kata Maira sambil menepuk pelan pundak bi Siti
"eh neng nuju liburan didieu atanapi nuju aya peryogi tah ?" tanya pak haji Cecep
( eh, neng lagi liburan diaini atau sedang ada perlu ?)
" kebetulan Mai kesini memang sengaja pak Haji, mama sama papa mau disini katanya betah !" jawab Maira
" oh, jadi caritana teh ngalih kitu ?" tanya pak Haji
( oh, jadi ceritanya pindah gitu ?)
" muhun pak " jawab Maira masih memilih bahan untuk jadi lauk nati
" wah, jadi bapak sareng ibu teh janten urang dieu ! " kata pak haji
( wah, jadi bapak sama ibu jadi orang sini !)
" muhun pak, kin mah mampir atuh ameng ka bumi !" kata Maira
( iya pak, nanti kapan kapan mampir ke rumah )
" insya Allah neng " kata pak Haji
Maira dan bibi melanjutkan belanjanya sambil sesekali mengobrol ringan, biasa lah kalau ibu ibu selalu giyu kalau ngumpul.
" neng ini sudah, kita ke sana ya !" ajak bibi
" tinggal bayar kan bi ?" tanya Maira
" muhun neng !" jawab bibi sambil mendekati meja kasir yang dibtempati oleh pak haji
( iya neng)
" janten sabaraha pak haji sadayana ?" tanya bibi
( jadi berapa pak Haji semyanya ?)
" sadayana saratus dua puluh rebu " jawab pak haji
( semuanya seratus dua puluh ribu )
__ADS_1
" kni uangnya pak !" kata Maira sambil menyerahkan uang pas
" hatur nuhun neng !" kata pak Haji
( terima kasih neng )
" sami sami pak " jawab Maira
( sama sama pak )
Maira dan bibi masuk kedalam mobil dengan dua kantong kresek sedang yang disimpan di jok belakang.
" bi, yang tadi itu ibu ibu pada habis dari mana ?" tanya Maira sambil fokus menyetir
" ibu ibu yang tadi itubteh baru pulang kerja neng " jawab bibi
" kerja dimana ?" tanya Maira kepo
" ada yang kerja di toko, ada juga yang kerja jadi asisten rumah tangga neng. tapi pulang setiap hari " jawab bibi dengan lagam sunda yang kental
" oh, gitu ya bi !" kata Maira
Tak lama Maira dan bibi sudah sampai kembali di rumah, nampak mobil Azka sudah terparkir di halaman rumah. Sepertinya Azka juga baru pulang tak lama.
" assalamualaikum " ucap Maira dan bibi
" waalaikumsalaam, ba4u pulang Mai ?" kata papa
" iya pa, kebetulan tadi ada ibu ibu ngajakin ngobrol dikit pa jadi lama deh !" jawab Maira
" wah, tumben kamu ngobrol sama ibu ibu ? kalau ada abang diaana pasti abang rekam tu kejadian buat kenang kenangan kalau seorang Maira mau ngobrol sama ibu ibu, hahaha "kata Azka sambil tertawa
" apaan sih bang, cuman ngobrol gitu aja kok heboh !" kata Maira
" ya kan itu momen langka Mai !" jawab Azka
" sudah sudah, jangan godain adikmu terus !" kata papa
" iya, dari pada godain aku terus mending bantuin aku ngurus nih ayam buat di panggang nanti !" kata Maira sambil mengangkat kantong kresek yang di bawanya
" hah, iya deh iya abang bantuin !" kata Azka sambil menghela nafas pelan
Bi Siti kagum dengan kedekatan kakak beradik ini, yang selalu akur walau kadang kelihatan mereka marah tapi ternyata itu hanyalah candaan bagi mereka. Kadang Maira juga sangat manja kepada Azka meminta ini dan itu, tapi tak pernah Azka mengeluh sedikitpun tentang keinginan adiknya itu. Maira juga mengerti dan tahu batasan dengan permintaannya, walaupun Azka selalu menurutinya tapi Maira hanya meminta yang masuk akal saja.
.
.
.
.
.
TBC
Happy reading...
janhan lupa tinggalkan jejak ya...
__ADS_1
terima kasiih๐๐ป๐๐ป