Hingga Akhir Nafas

Hingga Akhir Nafas
42


__ADS_3

Pisau itu berhasil Ghaisan amankan karena Ghaisan memukul tangan Sanjaya, tapi sebelum pisau itu terlepas dari tangan Sanjaya, ternyata pisau itu berhasil menghores lengan atas Maira.


Maira meringis merasakan sakit di tangannya, Azka pun menjadi panik saat melihat darah Maira mengucur dengan deras.


" jangan panik bang, Mai minta kain cepat bang !" kata Maira setengah berteriak karena menahan sakit


Azka segera berlari mencari kain yang di minta oleh Maira. Tanpa fikir panjang, Azka mengambil kemeja yang ada di dalam lemari baju di kamar pribadinya. Kepanikan Azka dan kesakitan Maira membuat Sanjaya tertawa puas, walaupun kini ia sudah di ikat oleh Ghaisan dengan dasi.


" hahaha mampus lo, mati lo !" maki Sanjaya


" dasar tidak waras " kata Maira


" diam kau, atau akan aku sumpal mulutmu itu !" ancam Ghaisan


" Ghais, kamu tahan dia disini. Aku bawa Maira ke rumah sakit dulu " kata Azka lalu meraih kunci mobil dan ponsel miliknya yang ada di atas meja kerjanya.


Sementara Ghaisan menunggu polisi datang, ia meminta Aisyah untuk membantu mengumpulkan bukti bukti kecurangan Sanjaya disertai rekama CCTV yang merekam kejadian kejadian baru saja yang menimpa Maira.


Azka langsung membawa Maira ke rumah sakit terdekat. Hanya dengan waktu dua puluh menit saja Maira dan Azka sudah sampai di rumah sakit. Azka meminta bantuan pada suster yang sedang bertugas saat itu. Sementara Maira sedang ditangani di dalam, Azka menghubungi Fardhan untuk memberi tahukan yang terjadi.


tuut... tuut...


πŸ“ž " hallo assalamualaikum bang " kata Fardhan


πŸ“ž " waalaikumsalaam Dhan. Dhan abang minta sekarang kamu ke rumah sakit ya !" kata Azka


πŸ“ž " rumah sakit mana bang ? emangnya siapa yang sakit ?" tanya Fardhan menjadi cemas


πŸ“ž " Maira ! kamu cepatlah kesini biar abang jelaskan disini !" kata Azka


πŸ“ž " iya bang, Fardhan segera kesana. Tapi rumah sakit mana bang ?" tanya Fardhan


πŸ“ž " rumah sakit Medica, yang dekat kantor !" jawab Azka


πŸ“ž " iya bang, Fardhan berangkat sekarang. assalamualaikum " kata Fardhan


πŸ“ž " waalaikumsalaam " jawab Azka


Azka menutup sambungan telfonnya dan masih berdiri di depan ruang tindakan sambil berjalan mondar mandir. Sedangkan Fardhan, ia langsung bersiap dan menutup kembali laptopnya.


" Shan, urusan hari ini aku serahkan padamu. Masalah meeting kamu handle juga ya !" kata Fardhan sambil terburu buru pergi


" kemana bos ?" tanya Shandy


" rumah sakit " jawab Fardhan berteriak


" siapa yang masuk rumah sakit ya ?" gumama Shandy bertanya tanya


Shandy pun kembali mengerjakan tugasnya yang kini kembali menjadi dua kali lipat. Baru saja ia merasa lega karena Fardhan sudah masuk kerja, eeh sekarang malah di tinggal lagi.

__ADS_1


Fardhan melajukan mobilnya dengan cepat, agar cepat sampai di rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, Fardhan langsung menelfon Azka untuk menanyakan dimana ruangan Maira. Setelah mendapatkan jawabannya, Fardhan berlari ke ruangan yang tadi di sebutkan oleh Azka. Tanpa mengetuk pintu, Fardhan langsung masuk kedalam ruangan dan melihat istrinya sedang tertidur dengan tenang. Kemudian Azka memanggilnya barulah ia sadar kalau ada Azka di dalam ruangan itu.


" Dhan " panggil Azka


" eh abang ! sebenarnya ada apa bang ?" tanya Fardhan


" Maira kena goresan pisau saat pak Sanjaya menjadikannya sandera. Lukanya cukup dalam, dan untuk malam ini Mai harus dirawat dulu untuk memantau kondisi lukanya " kata Azka


" pak Sanjaya ? siapa ?" tanya Fardhan


" orang yang telah berlaku curang di perusahaan kami, sekarang dia sudah di amankan oleh asistenku ! " jawab Azka


" tapi apa semuanya sudah di proses ?" tanya Fardhan


" sudah, kamu tenang saja ! barusan Ghaisan bilang Sanjaya sudah ditahan oleh polisi, dan semua bukti sudah di serahkan juga !" jawab Azka


" syukurlah kalau begitu " kata Fardhan


" oh iya, abang pulanglah. Biar Fardhan yang jagain Maira disini !" tambah Fardhan


" oh iya, nanti abang suruh Aisyah ke rumahmu untuk mengambil baju Maira dan baju kamu ! itu juga Maira terpaksa pakai baju pasien karena bajunya penuh darah " kata Azka


" iya bang, nanti Fardhan telfon bi Titin umtuk siapkan baju untuk Fardhan juga Maira " kata Fardhan


" tapi buat Maira bajunya yang tangan pendek dan kancing depan Dhan, biar mudah menggantinya nanti jangan lupa kerudungnya !" kata Azka mengingatkan


" iya bang, terima kasih sudah mengingatkan " kata Fardhan


" tida perlu bang, abang temani saja kak Nisa di rumah !" kata Fardhan


" biar nanti Aisyah yang akan menemani Nisa di rumah " kata Azka


" ya sudah, terserah abang saja. hati hati bang di jalan !" kata Fardhan


" iya, abang pulang dulu ya. assalamualaikum " kata Azka


" waalaikumsalaam " jawab Fardhan


kemudian Azka pulang dulu ke rumah berhubung hari juga sudah akan sore, sedangkan Fardhan duduk disamping istrinya yang kini tengah tertidur dibawah pengaruh obat yang diberikam dokter tadi.


Azka sampai di rumah tepat pukul tiga sore. Nisa pun langsung menghampiri Azka saat suaminya itu telah masuk kedalam rumah.


" assalamualaikum sayang " kata Azka


" waalaikumsalaam. tumben jam segini sudah pulang mas ?" tanya Nisa


" iya, ada insiden. Jadi mas pulang duluan !" jawab Azka


" insiden apa mas ?" tanya Nisa mulai khawatir

__ADS_1


" Maira masuk rumah sakit, dia kena goresan pisau cukup dalam !" jawab Azka


" kok bisa sih mas ? gimana ceritanya, kalian kan di kantor !" kata Nisa


" ini semua karena kita sudah menemukan pelaku kecurangan itu, dia menyandera Maira sambil menodongkan pisau. Singkat cerita Ghaisan bisa melumpuhkannya, tapi sayangnya pisau yang di pegang si pelaku malah menyabet lengan kanan Maira cukup dalam !' jelas Azka


" terus keadaannya sekarang gimana mas ?" tanya Nisa


" sementara di rawat dulu, takutnya terjadi infeksi kata dokternya. Jadi untuk malam ini mas akan temani Fardhan jagain Maira di rumah sakit. Kamu di rumah saja ya, mas sudah minta Aisyah untuk temani kamu disini sekalian dia juga bawain tas dan laptopnya Maira " kata Azka


" iya mas, tapi besok aku ke rumah sakit ya tengokin Maira " kata Nisa


" iya sayang !" jawab Azka


" ya sudah, mas mau mandi dulu !" tambah Azka


" iya mas, biar aku siapkan baju buat mas !" kata Nisa


" iya sayang terima kasih " kata Azka


Azka pergi ke kamar sambil menggandeng tangan Nisa. Azka langsung pergi ke kamar mandi, dan Nisa langsung menyiapkan baju santai untuk suaminya. Setelah dua puluh menit membersihkan diri, Azka keluar dengan wajah yang segar.


" mas sudah makan siang belum ?" tanya Nisa


" belum sayang !" jawab Azka


" biar Nisa siapkan ya, mau makan disini atau turun ke bawah ?" tanya Nisa


" nanti aja deh, mas gak lapar. nanti saja mas makannya, sekarang mas mau istirahat dulu sebentar !" kata Azka


" ya sudah kalau begitu !" kata Nisa


" sini temani mas tidur ! Nanti malam kan gak bisa meluk kamu, jadi peluknya sekarang saja !" kata Azka


Nisa pun menurut untuk tidur bersama dengan Azka. Nisa hanya menurut saja tanpa mau menyelanya, karena Nisa tahu kondisi hati suaminya saat ini sedang kurang baik jadi lebih baik ia menurut saja.


.


.


.


.


.


TBC


Happy reading...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya...


Terima kasiihπŸ™πŸ»πŸ™πŸ»


__ADS_2