Hingga Akhir Nafas

Hingga Akhir Nafas
104


__ADS_3

" kenapa kamu berbicara seolah kamu akan pergi meninggalkan aku Mai ? Apa itu artinya kamu sudah menyerah hidup denganku ? Apa hanya segitu saja rasa cintamu untukku ? hingga kamu terus saja menyuruhku untuk menikah kembali. Aku sungguh tidak mengwrti dengan jalan fikiranmu saat ini Mai "


gumam Fardhan


hari pun telah berlalu...


Pagi ini Maira sedang berkutat di dapur bersama Zahra dan Nisa, ketiganya sengaja membuat janji untuk masak bersama. Walau suasana keluarganya nya sudah kembali menghangat pasca meninggalnya mama, tapi tetap saja ada yang berbeda. Hal itu jelas terasa sekali oleh Nisa, hanya saja ia tidak pernah menceritakannya pada siapapun.


Perlahan gerakan Maira menjadi pelan, ia tidak bisa menahan pening di kepalanya. Hal ini tentunya sudah sangat sering terjadi, hanya saja ia tidak pernah menceritakannya pada siapapun. Sebisa mungkin ia mengurus dirinya sendiri, walaupun Maira juga tahu pada akhirnya ia akan membutuhkan orang lain untuk membantunya menjalankan aktifitas seperti biasa.


Sebuah cairan mulai keluar dari hidungnya, dan Maira pun menyadari itu. Untung saja saat ini posisinya sedang dekat dengan kamar mandi yang ada di dapur. Akhirnya Maira berlalu ke kamar mandi tanpa pamit pada Zahra dan Nisa.


" Ra, Maira kemana ?" tanya Nisa


" lah, kan tadi disitu kak ! masa ia dia pergi dari dapur ?" kata Zahra


" tapi Maira gak ada loh, coba kamu cek dulu di luar. Kakak takut kondisi hatinya belum benar benar tenang " kata Nisa terlihat gusar


" tapi itu ada suara percikan air di kamar mandi, lagi di kamar mandi kali kak ! " kata Zahra


Sejenak Nisa pun menajamkan pendengarannya. Benar saja keran kamar mandi masih menyala menandalan ada seseorang di dalamnya.


tok tok tok


" Mai, kamu di dalam ?" tanya Zahra di luar pintu


" iya " jawab Maira


Zahra sudah hafal betul bagaimana kondisi Maira saat ini. Pasti ada sesuatu yang terjadi fikir Zahra. Tak berselang lama, pintu kamar mandi terbuka menampakkan Maira dengan wajah yang pucat sambil memegangi tissue dan sesekali mengusapkannya di area lubang hidungnya.


" mimisan lagi ?" tanya Zahra pelan bahkan sangat pelan hingga hanya bisa didengar olwh Maira dan dirinya saja


"ya, seperti biasa " jawab Maira lesu

__ADS_1


" ya sudah, aku antar ke lamar. Kamu istirahat saja, biar nanti sarapanmu aku antar ke kamar " kata Zahra


Maira tidak bisa berkata terlalu banyak, saat ini ia hanya menjawab dengan anggulan saja. Karena rasa peningnya makin terasa saja.


" kak, aku antar Maira ke kamarnya dulu ya " kata Zahra sambil memegangi Maira


" loh, kamu kenapa Mai ? kok pucat gitu ? kamu sakit ?" Nisa memberondong pertanyaan pada Maira


" tidak apa kak, Mai hanya lelah saja. Mungkin tekanan darah Mai kembali menurun kak, karena beberapa hari ini kita terlalu banyak masalah " jawab Maira


" ya sudah kalau begitu, istirahatlah ! nanti sarapanmu kakak antar ke kamar " kata Nisa


" terima kasih kak " kata Maira


Maira pun pergi ke kamarnya dipapah oleh Zahra. Zahra membantu Maira berbaring di ranjangnya, dan langsung memberi Maira minum. Sedangkan Fardhan, ia sudah lebih dulu pergi ke ruang kerja Azka karena ada hal yang ingin Azka obrolkan dengannya.


" istirahatlah dulu, sebentar lagi aku akan bawakan sarapanmu kemari. Istirahat saja dulu, jangan terlalu banyak fikiran apalagi sampai membuatmu stres. Itu akan membuat penyakitmu makin parah, berilah energi positif dengan berfikir positif saja " kata Zahra


Setelah mengantarkan Maira istirahat, Zahra pun kembali ke dapur untuk kembali membantu Nisa menyelesaikan masakan untuk sarapan pagi ini.


*****


Sedangkan di ruangan kerja Azka, saat ini Fardhan tengah duduk behadapan dengan Azka. Dilihat dari sorot matanya, pembicaraan ini cukup serius sekali.


" ada yang ingin aku beri tahu padamu " kata Azka sambil menghela nafas


" apa bang ?" tanya Fardhan penasaran


" kamu tahu kenapa Maira meninggalkanmu beberapa minggu lalu ??" tanya Azka membuat Fardhan menggelengkan kepalanya


" perlu kamu ketahui satu hal Dhan, Maira pergi karena terpaksa ! kalau saja bukan keluarga dan suaminya yang menjadi ancaman, ia tidak akan pernah pergi meninggalkanmu ! Hanya saja orang itu tahu kelemahan Maira ada pada keluarga terdekatnya. Dia mengancam Maira harus pergi meninggalkanmu, dan kamu tahu ? Maira pergi setelah meligat rwkaman video penyekapan mama. Dia pun tidak memberi tahuku secara langsung, aku juga tahu dari Zahra. Saat itu Maira kembali dikirim sebuah alamat yang harus ia datangi untuk menukar posisinya dengan mama. Kondisi Maira saat itu sedang kurang baik, bahkan dia rela pergi jauh hanya dengan mengendarai sepeda motornya untuk membebaskan mama. Setelah Maira datang, mama di bawa keluar oleh dua orang suruhan seorang wanita. kamu tahu apa yang mereka lakukan pada Maira ?" kata Azka membuat Fardhan kembali menggelengkan kepalanya.


" dia menyekap Maira di sebuah ruangan kecil yang berdebu dan gelap, tepat di sebuah bangunan di pinggir hutang yang jauh dati kota. Andai saja Zahra tidak datang bersama teman temannya, entah apa yang akan terjadi dengan Maira saat ini. Kau tahu Dhan ? aku sangat takut jika Maira akan kembali trauma dengan ruangan gelap " lanjut Azka kembali menjeda ucapannya

__ADS_1


" Sejak kecil Maira trauma dengan yang namanya ruang gelap dan sempi. Hal itu bisa membuatnya sesak nafas dan berakhir dengan pingsan, hal itu pernah terjadi saat dulu ia diculik. Tapi rupanya hal yang baru baru saja Maira alami tidak seburuk dulu. Tapi entah apa jadinya jika Zahra tidak mencari Maira. Dan kamu tahu Dhan, siapa orang yang sudah meneror Maira dan merencanakan penyekapan itu ? " tanya Azka


" siapa bang ?" tanya Fardhan


" dia wanita yang dekat denganmu, selalu ingin mengambil hatimu kembali. Sekarang dia ada didekatmu " jawab Azka masih terdengarabigu bagi Fardhan


" katakan siapa orangnya bang ? " tanya Fardhan lebih tegas lagi


Azka meraih laptopnya dan membuka file yang dikirim oleh orang suruhannya. Nampak seorang wanita yang Fardhan kenali, ya siapa lagi kalau bukan mantan pacarnya dulu. Hal itu membuat Fardhan mengepalkan tangannya geram.


" kau kenal dia ?" tanya Azka penuh selidik


" ya, dia mantan pacarku dulu. Bahkan sampai saat ini dia masih tetap engejarku walaupun tahu aku sudah menikah " jawab Arya dengan nada leau


" bagus kalau kau mengetahuinya. Sekarang aku akan tanya padamu ? tindakan apa yang akan kau lakukan padanya ?" tanya Azka


" aku akan melaporkannya pada pihak yang berwajib. Hukum harus terus berjalan, kita harus mengumpulkan bukti yang bisa menguatkan " kata Azka


.


.


.


.


.


TBC


Happy reading😊


ambil yang baiknya saja ya, yang jeleknya gak boleh ya ( jangan diturutin)!!!

__ADS_1


__ADS_2