Hingga Akhir Nafas

Hingga Akhir Nafas
15


__ADS_3

tring...


sebuah pesan muncul di salah satu aplikasi yang sering digunakan.


βœ‰ Mas Fardhan


lagi apa ?


sudah makan siang belum ??


βœ‰ MairaπŸ’•


lagi istirahat mas....


sudah tadi sama mama papa


βœ‰ Mas Fardhan


kok sama mama papa ? bukanya kamu di kantor ?


βœ‰ MairaπŸ’•


aku udah pulang duluan mas


βœ‰ Mas Fardhan


loh, kenapa ?


βœ‰ MairaπŸ’•


tidak apa apa mas, hanya butuh istirahat saja


Setelah itu Fardhan tidak membalas kembali chat dari Maira, tapi kini ia langsung melakukan panggilan video.


πŸ“ž "assalamualaikum" ucap Fardhan


πŸ“ž "waalaikumsalam mas !" jawab Maira sambil bersandar di tempat tidurnya


πŸ“ž "loh, itu keningmu kenapa Mai ?" tanya Fardhan dengan khawatir


"aduh ! mati aku ! kenapa bisa lupa kalau ini kening masih luka !


gumam Maira


πŸ“ž " ah, tidak apa apa mas ! hanya kepentok saja sedikit, tapi tidak apa apa kok !" ja2ab Maira tenang


πŸ“ž " emang kamu kepentok apa sampai begitu ?" tanya Fardhan penasaran


πŸ“ž " biasa mas, aku kan sedikit ceroboh ! oh iya, mas lagi di luar ya ?" tanya Maira mencoba mengalihkan pembicaraan


πŸ“ž " iya, ini mas lagi jemput mama, adek sama paman ! sebentar lagi mereka sampai !" jawab Fardhan


πŸ“ž " oh lagi jemput mama ! bilangin salam dari aku buat mama, adek sama paman ya ! sudah dulu ya mas, aku mau istirahat dulu ! assalamualaikum"kata Maira

__ADS_1


πŸ“ž "waalaikumsalaam" jawab Fardhan kemudian memutuskan sambungan panggilannya


Setelah panggilan video dari Fardhan terputus, Maira langsung membatingkan tubuhnya dan taidak lama kemudian ia terlelap tidur. Sedangkan Fardhan, ia masih menunggu kedatangan mama, adik dan pamannya.


Merasa bosan menunggu, Fardhan pun kini berpindah ke dalam mobilnya.


lima menit berlalu...


sebuah panggilan masuk, ternyata itu dari adiknya


πŸ“ž "hallo kak, aku sudah sampai ! kakak dimana ?" tanya Faridah


πŸ“ž " kakak di parkiran Far ! kalian langsung kesini saja !" kata Fardhan


πŸ“ž " iya kak !" jawab Faridah


Fardhan kini keluar dari mobilnya, tak lama kemudian terlihat mama dan adiknya berjalan terlebih dahulu, sedangkan pamannya berjalan di belakang. Faridah melambaikan tangannya, ia sangat gembira sekali bertemu dengan kakaknya.


" assalamualaikum ma !" ucap Fardhan sambil menyalimi mamanya kemudian pamannya


" waalaikumsalaam, bagaimana kabarmu nak ?" tanya mama


" alhamdulillah sehat ma. ya sudah, sekarang kita pulang ke rumah ya ! sekalian kita makan siang bersama !" kata Fardhan sambil membukakan pinyu mobilnya


" ayo, paman sudah lapar sekali ini !" ajak paman sambil memegangi perutnya


" ayo ayo !" kata Faridah dengan ceria


Sedangkan di tempat lain, Maira baru saja terbangun dari tidurnya. Maira sudah merasa baikan, ia bergegas mandi dan melaksanakan shalat.


tring...


sebuah chat masuk di pinsel Maira


βœ‰ Mas Fardhan


Mai, besok aku dan keluargaku akan datang sekitar pukul sembilan ya !


βœ‰ MairaπŸ’•


iya mas, ditunggu kedatangannya ya mas. semoga acara kita bisa berjalan dengan lancar ya !


βœ‰ Mas Fardhan


aamiin🀲🏻🀲🏻😊


Maira kembali beristirahat setelah berbalas pesan dengan Fardhan. sedangkan mama dan kak Nisa sedang sibuk untuk persiapan acara lamaran untuk Maira besok.


Tak terasa kini sinar sang mentari yang selalu menyinari telah tenggelam dan di gantikan oleh cahaya bulan dan kerlip bintang yang bertaburan diatas langit sana. Maira tengah berdiri diatas balkon sambil menatap indahnya langit malam.


ya Allah, hamba mohon lancarkanlah acara kami besok...


serta lancarkan pula niat kami kedepannya untuk membangun rumah tangga, mengikuti sunnah Rasul Mu...

__ADS_1


semoga Engkau berkenan mempersatukan kami hingga ke syurga Mu nanti ya Allah, aamiin...


do'a Maira


Semilirnya angin membuat rambut Maira terbang tertiup sejuknya angin yang menyapa malam ini. Di tempat lain Fardhan juga melakukan hal yang sama, ia berdiri di atas balkon kamarnya sambil menatap langit yang bertabur bintang.


Malam kini berganti pagi yang cerah...


Fardhan kini tengah duduk di ruang makan sambil sesekali meminum teh tawar hangat miliknya.


" kamu sedang apa nak ?" tanya paman membuat Fardhan kaget


" ini paman, aku sedang menunggu email dari Shandy !" jawab Fardhan kaget


" hari ini kan kamu akan melamar gadis pujaanmu, kenapa kamu masih bekerja juga ? kenapa tidak cuti saja untuk hari ini ?" tanya paman sambil menuangkan teh ke cangkirnya


" untuk hari ini aku memang cuti paman, tapi untuk hari besok sepertinya jadwalku akan sedikit padat ! " jawab Fardhan


" kamu jangan terlalu lelah bekerja, karena biasanya setelah acara lamaran tidak lama langsung menikah ! kamu harus pandai pandai menjaga kesehatanmu !" nasehat paman


" iya paman !" jawab Fardhan


Waktu kini telah menunjukkan pukul delapan lebih dua puluh menit. Fardhan dan keluarga kini berangkat menuju ke rumah Maira. sesampainya di rumah Maira, Fardhan disambut langsung oleh papa Salman dan Azka. keduanya bersalaman dengan Fardhan, mama, adik dan juga paman nya Fardhan.


" mari silahkan masuk !" kata papa Salman


Fardhan dan keluarga pun masuk kedalam rumah dan di perailahkan duduk di ruang tamu. mama dan Nisa dibantu asisten rumah tangganya menghidangkan camilan dan juga minuman. Pamannya Fardhan pun mulai mengutarakan tujuan kedatangannya.


" bismillahirrrahmaanirrahiim...


assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatu !" ucap paman


" waalaikumsalaam warahmatullah !" jawab semua serempak


" pertama tama perkenalkan, saya Abdul Ghafar pamannya Fardhan. yang ini, kakak saya Maryani Ahmad atau mamanya Fardhan dan ini Faridah adiknya Fardhan. Begini bapak, ibu seperti yang bapak dan ibu ketahui kalau keponakan saya ini sudah dekat dengan anak gadis bapak dan ibu. Kedatangan kami kemari dengan niat baik, saya selaku wali dari Fardhan ingin melamar anak bapak dan ibu untuk Fardhan. bagaimana, apakah lamaran ini diterima ?" kata paman dengan panjang lebarnya menjelaskan niat kedatangannya


" alhamdulillah saya bahagia dengan niat baiknya dari nak Fardhan dan keluarga. tapi maaf, yang berhak menjawab atau menolak lamaran ini adalah Maira sendiri !" kawab papa Salman


" Nisa, tolong panggilkan Maira ya !" titah mama


" iya ma ! maaf, saya permisi dulu !" kata Nisa samb berlalu pergi menuju ke kamar Maira


" oh iya, sampai lupa ! perkenalkan saya Salman, papa nya Maira. yang ini Siti Halimah istri saya tercinta atau mamanya Maira, yang ini adalah Azka kakaknya Maira dan yang perempuan barusan adalah istrinya Azka !" kata papa Salman memperkenalkan anggota keluarganya pada keluarga Fardhan


tok... tok... tok..


" Mai, ini kakak ! kamu sudah ditunggu di bawah sama papa dan mama !" kata Nisa


" iya kak, temani aku ya !" pinta Maira


" iya, kakak temani kok ! tenang saja !"


kemudian Maira dan Nisa turun kw bawah menuju ke ruang tamu.

__ADS_1


__ADS_2