Hingga Akhir Nafas

Hingga Akhir Nafas
103


__ADS_3

Sedangkan seorang wanita saat ini tengah memandangi sebuah fhoto dengan raut penuh kebencian. Entah apa yang ada didalam fikirannya, yang jelas ia hanya 'bagaimana cara menyingkirkannya'.


" aku mau wanita itu segera pergi dari dunia ini, agar aku bisa tenang " ucap seorang wanita dengan kacamata hitam yang bertengger di hidungnya


πŸ“ž " temui aku di kafe X sekarang juga " perintahnya pada orang suruhannya


πŸ“ž " siap bos " jawab seorang laki laki


πŸ“ž " aku tidak ingin menunggu lama ! saat ini aku sedang dijalan " kata si wanita tadi


πŸ“ž " siap meluncur bos " jawab laki laki


Setelah hampir setengah jam mengemudikan mobil, si wanita itu sampai di kafe yang sudah ia tentukan sebelumnya. Dilihatnya dua orang pria berjaket coklat sedang duduk di meja bagian pojok kafe menunggu kedatangannya.


" sore bos " kata dua laki laki itu


" sore ! aku ada tugas baru buat kalian. Tapi aku mau kali ini kalian harus berhasil dan aku tidak mau mendengar kegagalan lagi ! " kata si wanita penuh ambisi


" tugas apa bos ?" tanya salah satu dari dua pria tadi


" lenyapkan wanita itu, aku tidak ingin melihatnya lagi. aku beri waktu kalian dua minggu untuk menyusun rencana. Buatlah rencana cadangan untuk mengantisipasi kegagalan, karena aku mau hasil yang memuaskan bukan kegagalan " kata si wanita tadi


Wanita itu tak pernah menampakkan wajahnya didepan orang lain, ia akan memakai masker dan kacamata hitam. Awalnya orang orang suruhannya pun merasa ragu dan aneh, pasalnya baru kali ini mereka menemukan bos yang mau menyewa jasanya untuk menghabisi seseorang tapi ia sendiri tidak pernah menampakkan wajah aslinya. Tapi semua pemikiran itu mereka ketepikan, karena bayaran yang mereka dapatkan sangatlah memuaskan.


Usai bertemu dengan orang suruhannya si wanita itu kembali keluar dati kafe dan masuk kedalam mobilnya. Ternyata selain menyewa jasa orang untuk melenyapkan orang, si wanita itu juga akan bertindak sendiri karena ia punya misi sendiri.


bagaimanapun caranya aku ha4us mendapatkannya ! bukan hanya orangnya, tapi hartanya juga akan aku dapatkan secara utuh. Setelah itu hidupku akan sejahtera tanpa bayang bayang dia lagi, sudha cukul aku menahan diri selama ini !


gumam si Wanita itu dengan pelan


*****


πŸ“ž " Dik, gimana kondisi rumah makan hari ini ? " tanya Zahra


πŸ“ž " alhamdulillah rame terus Ra, kamu bagaimana disana ? Maira juga ?" tanya Diki balik


πŸ“ž " alhamdulillah baik, tapi kondisi Maira juga udah agak mendingan sih. Sekarang dia bisa diajak komunikasi, gak terlalu murung kayak kemarin kemarin " kata zahra

__ADS_1


πŸ“ž " sukurlah kalau begitu " kata Diki merasa lega


πŸ“ž " oh iya Dik, mama aku dimana sekarang ?" tanya Zahra


πŸ“ž" mama kamu gak pernah bisa diem Ra, aku takut mama kamu kecapkan deh nantinya " jawab Diki


πŸ“ž " lha, emangnya kenapa ?" tanya Zahra merasa aneh


πŸ“ž" mama kamu itu loh, gak pernah bisa diem. Kalau gak bantu nganterin pesanan ke meja pelanggan, malah ikut bantuin masak di dapur. Malah mama kamu juga udah buat menu baru loh buat rumah makan disini, hanya saja belum aku konfirmasi aja ke Maira " jawab Diki


πŸ“ž" buat makanan apa mama ?" tanya Zahra


πŸ“ž " menunya sih keligatan biasa aja tapi pas di coba, beuuuuuh nikmat bener ! aku nyampe minta nambah sama mama kamu. Eh tapi ntar aku kirim dulu menu baru itu detailnya sama Maira, biar dia bisa putuskan bisa atau enggaknya jadi m3nu di rumah makan ini " kata Diki


Usai mengobrol dengan Diki lewat sambungan telfon, Zahra kemudian turun le dapur untuk membantu Nisa yang sedang memasak untuk makan malam.


" mau masak apa nih kak ?" tanya Zahra


" ini mau buat capcay sama ayam goreng, terus tahu sama tahu goreng " jawab nisa ramah


" tidak perlu, kamu temani Maira saja kalau dia sendiri atau kamu istirahat aja " kata Nisa


" Maira kan ada suaminya kak ! masa iya aku mau istirahat rebahan dikamar, sedangkan kakak lagi sibuk maska disini kan gak sopan namanya kak" kata Zahra


" ya sudah, terserah kamu sajalah Ra " kata Nisa


Zahra pun membantu Nisa di dapur, mualai dari mencuci dan memotong sayuran dan juga menggoreng tahu sama tempe. Karena untuk memasakanya Nisa yang akan mengambil alih. Tak berapa lama kemudian, Papa datang ke dapur bersama Silmi di gendongannya.


" loh, nak turun ! ayo, kasihan kakek kalau harus menggendongmu terus " kata Nisa


" sudahlab, biarkan saja. Lagi pila papa senang kok bisa main sama Silmi, lagian Silmi juga gak berat berat amat kok " kata papa


" enggak gitu pa, tapi nanti papa akan capek ! Silmi itu berat loh pa, lagian papa juga jangan terlalu manjain Silmi juga nanti kebiasaan pa " kata Nisa


" tidak apa, lagian cucu pqpa baru Silmi doang " jawab papa sambil mengecupi pipi gembil Silmi membuat Silmi tertawa


Tanpa mereka sadari, Maira berdiri di belakangnya dan mendengar semua yang mereka ucapkan. Maira pergi kembali ke kamarnya dan langsung merebahkan dirinya diatas kasur dengan badan telungkup.

__ADS_1


" kamu kenapa sayang ?" tanya Fardhan sambil mengusap kepala Maira yang tertutupi hijab


" gak apa apa kok mas " jawab Maira pelan


" gak apa apa kok gini ? mas tahu, kamu sedang menyimpan sesuatu dari mas yang mas sendiri bisa jadi tidak tahu perkara apa itu " kata Fardhan


" Mas, aku mau bicara serius sama mas " kata Maira lalu duduk berhadapan dengan Fardhan


" mau bicara apa ? katakan saja, jangan pernah ragu atau sungkan " kata Fardhan


" mas, Mai mau mas nikah lagi ya !" kata Maira dengan nada yang memelas


" sudah mas katakan sebelumnya Mai, mas tidka akan mau menikah lagi ! Bagi mas hanya ada satu pernikahan, satu kali dan tidak ada yang kedua apalagi yang ke tiga " tegas Fardhan


" mas, aku mohon ! Menikahlah lagi, supaya mas bisa punya keturunan. Aku tak akan bisa mengandung dan memberimu anak mas. Maka dari itu nikahlah lagi, tapi Mai mau calonnya yang baik dan sholehah ya !" kata Maira


" sudahlah Mai, tidak usah membahas masalah pernikahan atau keturunan lagi. Aku sudah muak mendengarnya, sudah berapa kali aku ucapkan jangan pernah mengungkit ungkit masalah anak dan harta " tega Fardhan lalu berjalan menjauhi Maira hendak meunju balkon kamar.


" bagaimana jika umurku sudah tidak lama lagi mas ? apa kamu tidak kasihan dengan mama kamu yang terus mengharapkan cucu ? Ingat mas, kamu itu putra satu datunya di keluargamu. Fikirkan baik baik mas, aku tidak mau kamu menyesal nantinya " kata Maira lalu peegi meninggalkan Fardhan


.


.


.


.


.


TBC


Happy reading😊


sorry kalau ceritanya semerawut, maklumlah Rose kan masih pemula. Jadi mohon kritik dan sarannya ya, eeeeeh jangan lupa bimbingannya ya...


Thank you🌹😊

__ADS_1


__ADS_2