Hingga Akhir Nafas

Hingga Akhir Nafas
92


__ADS_3

Setelah sesikit ngobrol dengan Zahra, akhirnya papa dan Azka pulang ke rumah. Tinggallah sekarang Nisa dan Zahra duduk di depan ruang tunggu.


" aku baru tahu kalau istri bang Azka secantik ini loh kak " kata Zahra mencoba menghilangkan kecanggungan


" kamu bisa saja ! oh iya, kamu tinggal dimana ? " tanya Nisa


" Ara masih tinggal di Banten kak, hanya saja sekarang sedang ada urusan disini. Eeeh, kebetulan juga sabatku juga sakit. Malah jauh dari keluarganya lagi, makanya Ara yang menemaninya disini " jawab Azka


" kasihan juga ya sahabatmu itu ! semoga dia cepat sembuh " kata Nisa


" iya kak, aku harap juga begitu. Kasihan melihatnya setiap hari harus meminum obat obatan sampai tubuhnya sekarang kecil banget " kata Zahra


" oh iya kak, aku mau beli makanan sama minuman dulu di kantin. Kakak mau sekalian aku belikan ? " tanya Zahra


" terima kasih, bolehlah kakak titip minum saja ya " kata Nisa sambil merogoh dompetnya didalam tas


Saat Nisa akan memberikan uang, ternyata dilihatnya Zahra sudah pergi dan masuk kedalam lift membuat Nisa menggelengkan kepalanya.


*****


Sore ini rencananya Fardhan akan pergi ke rumah sakit untuk menjenguk mama mertuanya. Sebelumnya Azka sudah memberi tahu kondisi dan tempat dimana mertuanya dirawat. Rupanya Azka juga sudah mengabari kalau Fardhan pasti akan datang ke rumah sakit untuk menjenguk mama Maira, makanya Azka menyuruh Zahra membeli makanan dan minuman agar tidak keluar lagi saat nanti Fardhan datang.


Benar saja, tepat pukul lima sore Fardhan tiba di rumah sakit ditemani Shandy. Fardhan dan Shandy langsung menghampiri Nisa yang sedang duduk sendiri di depan ruangan.


" assalamualaikum " ucap Fardhan dan Shandy berbarengan


" waalaikumsalaam, eh kamu Dhan " jawab Nisa


" bagaimana kondisi mama saat ini kak ? " tanya Fardhan


" masih belum ada kemajuan, kondisinya masih saja kritis. Kita hanya bisa berdoa untuk kesembuhan mama " jawab Nisa lesu


" ya Allah ya Rabb " lirih Fardhan


" kita berdoa saja semoga tante segera sadar dan kembali sembuh seperti sedia kala " kata Shandy


" ya, kamu benar ! oh iya Dhan, bagaimana dengan kabar pencarian Maira ?" tanya Nisa


" masih belum membuahkan hasil kak ! bahkan kami sudah memeriksa setiap penerbangan, hasilnya masih saja nihil " jawab Fardhan lesu

__ADS_1


" kalau begitu caranya, mungkin dia gak pergi jauh keluar. Bisa jadi dia masih tinggal dikota ini tapi menyembunyikan diri dari kita semua " kata Nisa menduga


( tebakanmu benar sekali Nisa, emang Maira ada disana malah hanya beberapa langkah dari tempat kau duduk sekarang😁)


" ya, aku juga sempat berfikir begitu. Tapi orang suruhanku tidak menemukan Maira di kota ini, tapi aku juga merasa yakin kalau Maira tidak terlalu jauh " ucap Fardhan penuh keyakinan


Firasatnya juga mengatakan kalau Maira berada tak jauh darinya. Entah itu hanya harapannya saja atau memang kenyataannya.


" ternyata apa yang dikatakan abang benar, suami Maira datang kemari. aku terharu mendengar kisah cinta kalian Maira, kalian saling mencintai tapi Allah sedang menguji keteguhan cinta kalian melalui seseorang yang berusaha menghancurkan rumah tanggamu. Semoga kalian tetap bersama, semoga Allah menguatkan cinta kalian berdua " gumam Zahra dibalik pintu kamar


Beberapa menit kemudian Fardhan pamit pulang, karena besok ia harus terbang ke tanah kelahirannya Palembang untuk menemui keluarganya.


*****


" sekarang dimana wanita itu ?" tanya seorang wanita yang memakai kacamata dan wajah ditutupi masker dengan rambutnya yang terurai


" terakhir kami lihat di rumah sakit bos ! nampaknya dia menemui seseorang " jawab salah satu orang suruhannya


" siapa ?" tanya wanita itu


" kami tidak tahu bos, teman kami kehilangan jejak " jawab lelaki itu


" kami sudah berusaha bos, tapi akhirnya kami kehilangan jejaknya. Sepertinya dia sudah menyadari kalau dia dibuntuti " jawab orang suruhan yang lainnya


" aku tidak mau tahu ! aku membayar kalian untuk bekerja. jadi sekarang CEPAT TEMUKAN WANITA ITU DAN BAWA KEHADAPANKU !" perintah si wanita dengan berteriak


" siap bos " beberapa orang suruhannya itu pun kembali melanjutkan misi pencariannya.


*****


Saat ini Nisa sudah pulang kerumah, dan digantikan kembali oleh Azka. Kondisi Azka sekarang sudah lebih segar, tidak seperti sebelumnya.


" bang, apa abang sudah mulai mencari orang yang sudah menculik mama dan menyekap Maira ?" tanya Zahra pada Azka saat Nisa telah pulang


" ya, abang sudah mulai menyelidikinya. Tapi abang masih belum mendapar kabar baik " jawab Azka


" kak, bagaimana kalau aku meminta bantuan Diki dan teman temannya saja ?" tanya Zahra


" boleh sih ! tapi apa mereka bisa dipercaya ?" tanya Azka yang kurang yakin

__ADS_1


" abang tenang saja, mereka pasti bisa bantu kita dan aku jamin mereka ada di pihak kita. Mereka sudah tahu masalah ini, bahkan mereka juga ikut membantu saat aku mencari Maira. Mereka bisa diandalkan " kata Zahra


" baiklah, semakin banyak yang menyelidiki semoga saja kita juga bisa mendapatkan informasi dalang dari kejadian ini " kata Azka penuh harap


" aamiin " ucap Zahra


Zahra pun kembali kedalam ruangan Maira, setelah ia puas mengobrol dengan Azka didalam ruang rawat mama. Zahra duduk di pinggir blankar Maira, ia mengusap lengan Maira dengan lembut.


" Mai, sampai kapan kamu akan terus begini ? bangunlah, jangan membuat aku dan abang takut Mai. Kamu harus beejuang melawan penyakitmu, kamu harus bersama suamimu kembali. Sadarlah Maira " kata Zahra pelan


Setelah Zahra beebicara seperti itu, Zahra masuk kedalam kamar mandi. Tak lama setelah Zahra pergi, Maira membuka matanya. Perlahan matanya terbuka dan menyipit menyesuaikan dengan pencahayaan diruangan.


" Zahra " panggil Maira pelan


Maira mengedarkan matanya mencari Zahra, tapi ia tak menemukannya. Tak lama kemudian Zahra keluar dari kamar mandi, ia melihat Maira sudah membuka matanya. Zahra langsung saja memanggil dokter yang berjaga untuk memeriksa Maira.


" sukurlah kamu sadar Mai " kata Zahra penuh haru


" abang mana Ra ?" tanya Maira pelan


" ada di ruangan sebelah menemani mama " jawab Zahra


" bagaimana keadaan mama ? " tanya Maira lagi


" mama baik baik saja, kita berdoa saja untuk kesembuhan mama " jawab Zahra meyakinkan


Tak lama kemudian dokter datang kedalam ruangan diikuti oleh seorang suster untuk memeriksa kondisi Maira. Zahra menunggu diluar sambil mengabarkan pada Azka kalau Maira sudah sadar. Azka sangat senang mendengar Maira sadar, kekhawatirannya sedikit berkurang saat ini.


.


.


.


.


.


TBC

__ADS_1


Happy reading😊


__ADS_2