
setelah hampir satu jam terjebak macet, akhirnya Fardhan sampai juga di rumahnya. Semua lampu sudah dimatikan, jendela dan pintu semua sudah di kunci. Fardhan kini masuk kedalam rumahnya dan langsung beristirahat, karena ia merasa lelah setelah beraktifitas seharian ini.
Waktu berjalan begitu cepat, tak terasa hari esok adalah hari pe4nikahan Fardhan dan Maira akan digelar. Banyaknya persiapan yang harus di lakukan membuat Maira dan Fardhan jarang untuk bertemu. Ah salah, bukan hanya bertemu tapi untuk saling menghubungi saja keduanya jarang, dalam waktu satu minggu belakangan ini keduanya sangat jarang sekali berkomunikasi hingga bisa dihitung oleh jari.
Di rumah Fardhan kini terlihat begitu ramai dengan sanak saudara yang baru saja datang dari Palembang.
" Far, dimana kakakmu ?" tanya nenek
" kakak sedang keluar sebentar nek ! sebentar lagi kembali, katanya mau ambil baju buat dipakai besok !" jawab Faridah
" kenapa tidak kamu saja yang ambilkan ? harusnya calon pengantin itu ada di rumah, tidak boleh keluar takutnya terjadi apa apa !" timpal paman
" Faridah juga udah bilang gitu tadi sama kakak ! Tapi kakak tetap gak bisa di bujuk, katanya ada yang mau di bicarakan dengan kakaknya kak Maira. Jadi Far iya in aja, dari pada nanti kakak marah !" jawab Faridah
" sudahlah, biarkan saja. oh iya Far, barang barang buat bawaan besok udah disiapinkan ?" tanya mama Fardhan
" udah dong ma, semua udah di siapin. Aku udah bereain di kamar depan !" jawab Faridah
" bagus !" kata mama
Sedangkan di rymah yang berbeda pun tak kalah ramainya dengan rumah Fardhan. Banyak sanak saudara dari mama dan papa Maira yang datang, termasuk Aisyah dan Ghina yang kini sedang berada di kamar bersama Maira.
" Mai, aku senang deh akhirnya kamu mau nikah !" tutur Aisyah dengan mata berkaca kaca sambil memegang tangan Maira
" iya, aku juga gak nyangka Syah aku bakal nikah secepat ini !" ja2ab Maira sambil memeluk Aisyah penuh haru
" aku juga senang kakak bakalan nikah ! semoga kakak bahagia dengan kak Fardhan, menjadi keluarga yang sakinah mawaddah wa Rahmah !" ucap Ghina
Maira tak bisa membendung air mata bahagianya, Maira pun merangkul Ghina dan Aisyah. Ketiganya saling berpelukan dan menangis bahagia.
" oh iya, ada yang akan aku sampaikan sama kalian berdua !" kata Maira mulai berbicara serius
" apa Mai ?" tanya Aisyah
__ADS_1
" apa kak ?" tanya Ghina bersamaan
" pertama buat kamu Aisyah, aku udah bicara sama mas Fardhan supaya kamu di pindahkan saja ke kantorku untuk menjadi sekertarisku !" kata Maira
" tapi bagaimana dengan pekerjaanku ?" tanya Aisyah
" kamu di kasih waktu satu minggu untuk membereskan pekerjaanmu disana. Setelah selesai kamu akan langsung di pindahkan ke kantor papaku !" jawab Maira sambil tersenyum
" tapi aku gak yakin Mai. Apa aku bisa ? apa yang hatus aku lakukan ?" tanya Aisyah
" kamu bantu aku di kantor, mengatur jadwalku ! aku yakin kamu pasti bisa. " jawab Maira
" dan untuk kamu Gina, mungkin setelah kakak menikah nanti kakak tidak bisa seperti kemarin kemarin mengurusi kafe. Kakak nunjuk kamu jadi penanggung jawab di kafe itu, kamu bantu kak Aisyah. Setelah aku menikah nanti aku akan tinggal di rumah mas Fardhan, dan setiap apa yang aku lakukan akan harus dengan seizin darinya. Maka dari itu, selama aku dan Aisyah tidak ada kamu yang harus bertanggung jawab penuh dengan kafe. Kamu tenang saja untuk masalah gaji, semua sudah diatur. kamu faham ?" kata Maira
" tapi kak, aku takut tidak bisa menjalankan tugas ini !" keluh Ghina
" kamu pasti bisa Ghina ! kalau ada apa apa nanti kamu hubungi saja kak Maira atau kakak saja !" tutur Aisyah
" Ghina akan coba, semoga saja Ghina bisa menjalankan amanat ini !" jawab Ghina akhirnya menyetujuinya juga
" terima kasih atas kepercayaannya kak !" kata Ghina
Sedangkan di ruangan keluarga, mama dan Nisa sedang sibuk membagikan baju seragam untuk di pakai hari esok.
" wa, model bajunya bagus banget nih ! beli dimana ini mbak Siti ?" tanya saudara dari papa
" semua baju ini kita buat, untuk modelnya Maira dan Nisa yang merancangnya !" jawab mama dengan bangga
" wah, anak dan mantu kamu bisa berkolaborasi dengan bagus. kalau dibuatkan tempat usaha bagus juga tuh !" saran yang lain
" iya, maunya juga gitu. Tapi Azka gak kasih ijin untuk istrinya." jawab mama
" eh iya Nis, mama lihat sekarang kamu berasa lebih berisi ya !" kata mama
__ADS_1
" iya ma, akhir akhir ini Nisa suka banget makan ! malah mau tidur juga makan, katanya lapar !" jawab Azka yang baru saja datang dari luar
" jangan jangan kamu lagi ngidam Nis ! coba nanti di cek ya !" saran mama
" iya ma, nanti Nisa cek dulu deh !" jawab Nisa
" bang, beliin test packnya gih ke apotek sekarang !" kata mama pada Azka
" siap !" jawab Azka
" aku pergi lagi ya sayang !" kata Fardhan pamit pada Nisa
" iya bang, hati hati di jalannya ya !" jawab Nisa
Azka pun berlalu pergi ke apotek setelah mendapat perintah dari ibunya.
Maira, Aisyah dan Ghina turun dari kamar untuk bergabung dengan yang lainnya di ryang keluarga, tapi Ghina harus pergi ke kafe karena sekarang Ghina lah yang bertanggung jawab dengan kafe. Sekalian memberikan info pada karyawan yang lain untuk datang ke acara pernikahan Maira besok dan tentunya kafe di tutup, alias libur.
Ghina bahagia sekali memiliki atasan seperti Aisyah dan Maira, selain keduanya cantik juga baik hati tidak pernah membedakan orang dari rupa, kedudukan bahkan keturunannya. Ghina sudah m3nganggap keduanya sebagai kakaknya sendiri, begitupun dengan Aisyah dan Maira yang menganggap Ghina sebagai adiknya bukan seorang karyawan.
.
.
.
.
.
TBC
happy reading...
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya😊