
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS πβ€οΈπΉ
π HAPPY READING π
Nana sudah tidak tahu lagi mau mengatakan apa, karena dia tahu setiap dia membuka suara kekasih putranya ini bisa langsung Mengskak mattnya.
"Hem, Ryn, Tante tidak masalah kapan kalian akan menikah, tapi sebelum menikah bukankah ke dua belah pihak keluarga harus bertemu?"
"Kapan bisa kamu aturkan pertemuan keluarga kita ini?" Tanya Nana pada Ryn.
"Sebenarnya bertemu atau tidak itu tidak ada masalah tante, karena di keluarga kami, sayalah yang membuat keputusan,"
"Lagi pula Ayah saya juga seseorang yang juga mempunyai pemikiran terbuka seperti kalian, ayahku pernah menikah 4 kali, dan setiap dia bertemu denganku, dia selalu mengatakan jika di usiaku dia sudah menikah sebanyak 3 kali dan sudah memiliki dua anak."
"Jadi menuru saya, waktu itu tidak akan menunggu seseorang tante." Ryn berbicara dengan panjang kali lebar, membuat ke dua orang tua Xander tidak ada yang bisa membuka suara lagi.
Bahkan sampai mereka ber dua pamit, hanya Julio yang mengantarkan mereka sampai di depan, sedangkan Nana sudah marah dan masuk ke dalam kamarnya.
***
Ketika mereka sudah berada di dalam perjalanan pulang ke rumah Ryn, tidak berhenti Xander memandangi Ryn de gan mata yang penuh kekaguman.
"Bagaimana? Bukankah tadi aku sudah terlihat sangat hebat?" Tanya Ryn dengan sangat percaya diri.
"Apakah kamu sudah mulai percaya jika aku ini adalah seorang pengacara yang baik?" Tanyanya lagi, namun Xander malah mengalihkan pandangannya ke arah lain, karena Ryn yang sedang menyetir mobil saat ini.
"Terkadang percaya diri itu memang sangatlah penting." Ucapnya, Dan di saat bersamaan terlihat ponsel Xander yang berbunyi dan memperlihatkan Nama Mamah yang terlihat sedang memanggilnya.
"Tolak panggilan itu!" Perintah Ryn pada Xander, ketika pria itu mau mengangkat panggilan dari Mamahnya.
__ADS_1
"Ha?"
"Aku bilang tolak panggilan itu!" Perintahnya sekali lagi.
Xander terlihat menatap ponselnya, dia ragu namun pada akhirnya dia menolak panggilan itu.
"Matikan ponselmu sekarang!" Perintahnya lagi, namun kali ini Xander hanya menatapnya dengan raut wajah yang bertanya - tanya.
Ryn memang tidak menatap ke arah Xander, dia sedang fokus melihat spion sebelah dan ke arah depan karena perjalanan yang lumayan macet.
"Tuan Xander, jangan membuat saha mengulangi kalimat saya berulang - ulang, karena aku adalah seorang Negosiator profesional, jadi matikan ponselmu!" Tegasnya, yang langsung di jalankan oleh Xander, dia mematikan ponselnya sesuai perintah Ryn padanya.
Setelah itu, Ryn terlihat mengambil sesuatu dari bawah tempat duduknya dan memberikan itu pada Xander.
"Kamu bisa melihat Catatan itu, karena di situ semua identitas suamiku yang berarti kamu sudah lengkap di dalamnya."
"Aku tahu kamu adalah Putra Julio Tores, keluarga yang terkenal sangat kaya raya, tapi aku membuat biodatamu adalah seseorang yang bekerja di bidang keungan dan saham Canada, makanya selama beberapa tahun ini kamu jarang pulang." Jelasnya yang di jawab anggukan kepala oleh Xander.
"Bukankah pekerjaan itu lebih baik dari pada identitas aslimu yang hanya seorang pengangguran dan bermain saham." Jawab Ryn dengan kalimat yang menohok.
"Tapikan aku -" kalimatnya terhenti ketika dia melihat tulisan yang membuatnya cukup terkejut.
"Punya anak? Kita sudah punya anak?" Tanyanya terkejut.
"Punya, anak kita berusia 3 tahun setengah." Jawab Ryn dengan santai.
"Wait! Bukankah kita baru menikah 3 tahun, lalu bagaimana?" Xander menghentikan pertanyaannya karena dia sudah tahu jawabannya.
"Kamu benar - benar membuatku seperti laki - laki bejad yang menghamilimu di luar pernikahaan, bukankah begitu?" Sindirnya yang hanya di respon senyuman manis olah Ryn.
__ADS_1
Xander menggelengkan kepalanya pelan karena dia menghadapi Ryn wanita yanh dia ketahui memiliki mulut beracun.
Setaunya, siapapun yang berdebat dengan wanita ini selalu saja kalau, tidak heran jika dia memenangi banyak kasus yang membuat karirnya semakin melonjak naik.
"Sepertinya kita tidak akan langsung pulang, karena kita akan pergi ke sebuah hotel."
"Aku ada urusan di sana, dan tugasmu sebagai suami adalah menemaniku untuk bertemu kolega - kolega bisnis di saat, kamu akan memahami situasi mereka, dan aku akan mulai memperhatikan gerak gerik mereka."
"Aku perlu sebuah bukti dan kepercayaan untuk kasus yang sedang aku jalanin sekarang." Jelasnya pada Xander.
Inilah yang di namakan sebagai take and give, Ryn memberikan bantuan dengan menyerang dan membungkam Nana, dan kali ini Xander yang harus membantunya untuk mengurus pekerjaanya.
Apa lagi Ryn bukanlah orang yang suka dengan kekalahan, dia pasti akan berbuat semaksimal mungkin untuk menyelesaikan kasus ini, sampai - sampai dia harus pergi ke hotel yang sedang mengadakan pesta besar.
Kabarnya, client yang berurusan dengan hukum di firmanya yang membuat acara ini, dan tugasnya sebagai pengacara harus mencari tahu titik kelemahan lawannya ini.
Dia ingin masuk ke pesta itu tidak dengan profesinya sebagai seorang Pengacara, tetapi dia sengaja membawa Xander masuk karena dia akan masuk sebagai istri seorang pria yang akan memainkan saham di dalam sana.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***ππ»ππ»* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganyaπ₯° jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**π*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **πLike,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****ππ
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***πππ*
__ADS_1
*Terima kasih**ππ»ππ»*