His Perfect Wife ( Kawin Kontrak )

His Perfect Wife ( Kawin Kontrak )
Ryn Xander 29


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❀️🌹


πŸ’ HAPPY READING πŸ’


Setelah makan malam berlangsung, akhirnya Ryn mendapatkan Surat kependudukannya.


Saat ini mereka sudah berada di rumah, dan sama - sama sedang duduk beristirahat di ruang keluarga.


"Besok pagi kita akan pergi ke Kantor pencatatan sipil, agar kita bisa segera mendapatkan Buku nikahnya." Ucap Ryn dengan tersenyum manis.


Xander menoleh sebentar lalu menganggukan kepalanya pelan. "Aku juga mungkin akan bekerja di kantor Papah mulai besok." Balasnya memberikan kabar untuk Ryn.


"Untuk apa kamu bekerja?" Tanya Ryn dengan begitu santai, seakan - akan dirinya tidak menginginkan Xander untuk pergi bekerja.


"Aku akan menjadi seorang suami, dan aku pasti punya kebutuhanku sendiri," jawab Xander, menjawab hal yang sebenarnya sudah tidak perlu di tanyakan lagi.


"Gajiku lumayan banyak, jadi aku bisa membiayai hidup kamu." Ryn mengungkapkannya dengan serius.


Dia tidak ingin Xander bekerja menduduki Kuris CEO, karena dia tidak mau jadi wanita yang memiliki suami yang kaya. Lebih baik Xander seperti ini saja.


Anak Kolongmerat yang manja dan menumpang hidup padanya, karena yang dia mau adalah suami yang nurut dengannya bukan dirinya yang menurut dengan suami.


"Tapi Akukan sebagai suami butuh -"


"Ahhh sepertinya aku mengantuk, aku akan tidur sekarang karena besok pagi aku ada meeting." Pamit Ryn yang lalu bergegas untuk berdiri dari duduknya.


Tak lupa dia juga mengambil air minum yang tadi sudah dia isi. "Kamu juga istirahat! Jangan lelah! Oke, besok aku transfer uang belanja." Ucap Ryn sebelum dia masuk ke dalam kamar dan menguncinya.


Xander yang melihat itu hanya bisa menundukan kepalanya lalu menghela nafasnya. "Aku ini kenapa?" Tanyanya pada diri sendiri.


"Dulu waktu Mamah memaksa aku bekerja di Kantor Papah, aku mati - matian menolaknya, tapi sekarang?"

__ADS_1


"Ketika Ryn mengatakan tidak perlu bekerja, aku malah ingin bekerja." Gumamnya pelan dan terasa penuh dengan beban.


Dia menyenderkan kepalanya di sofa lalu menatap ke atas langit - langit Plafon. "Jadi sebenarnya apa yang aku inginkan?" Tanyanya lagi, dan sepertinya tidak akan mendapatkan jawabannya. Jadi dia memutuskan untuk pergi masuk ke dalam kamarnya dan mencoba untuk tidur.


^^^


Ke esokan paginya, Xander terbangun lebih awal, dia sengaja bangun awal karena ingin memasak sarapan untuk Ryn.


"Tuan, sebaiknya saya saja yang memasaknya." Tegur Bi Ratih, pembantu rumah tangga yang ada di rumah Ryn.


"Tidak apa - apa bi, lebih baik bibi mengerjarkan yang lain saja, biar saya yang memasak sarapan untuk Ryn pagi ini." Sahut Xander tetap kekeh ingin memasak.


Bi Ratih yang tidak ingin berdebatpun akhirnya menyingkir untuk sejenak, dia paham pasagan baru pasti ingin memberikan hal - hal romantis pada pasangannya.


20 menit dia menyiapkan semuanya, dan akhirnya semua sarapan yang dia masak sudah tertata rapi di atas meja.


"Wow, ini semua kamu yang masak?" Tanya Ryn, ketika dia turun dari tangga dan melihat Xander yang sedang menata piring di atas meja.


Xander tersenyum lalu menganggukan kepalanya pelan. "Wahh, kamu ternyata bisa masak juga ya?" Tanya Ryn dengan raut wajahnya yang kagum pada Xander.


"Silahkan cobain." Ucap Xander sambil menyodorkan sendok pada wanita itu.


Dengan senyumannya Ryn duduk terlebih dahulu lalu mengambil sendok yang di berikan oleh Xander.


"Aku coba ya." Izin Ryn pada Xander sebelum memakan masakan pria itu.


Dengan antusias Xander menganggukan kepalanya lalu duduk di depan Ryn.


"Bagaimana?" Tanyanya dengan penasaraan.


"Wuahhh, enak kok, enak, rasanya seperti -"

__ADS_1


Drettt,, drett suara ponselnya berdering dan terlihat nomor asing yang masuk ke dalam ponselnya.


"Hallo." Ucap Ryn ketika mengangkat panggilan itu.


"Mana nih? Pengacara yang katanya paling disiplin? Sudah jam segini kok masih belum datang?" Suara seseorang di ujung sana yang cukup di kenalin oleh Ryn.


Ryn melihat jam tangannya, dan ini masih jam 8 pagi, "baiklah, tunggu sebentar." Balas Ryn sembelum akhirnya dia menutup panggilan telpon.


Xander hanya diam menunggu sampai Ryn selesai mengangkat telpon, dia ingin mendengar respon komentar Ryn untuk masakannya.


"Maaf ya Xander, aku harus buru - buru dan tidak bisa melanjutkan sarapan lagi." Tandasnya sambil terburu - buru bangkit dan mengambil tasnya.


"Oh iya, nanti setelah jam makan siang kita baru sama - sama ke pencatatan sipil, oke." Pamitnya dan berlari menuju pintu keluar.


"Ryn, tunggu, biarkan aku mengantarmu." Ucap Xander menahan Ryn ketika masih berada di pintu.


Ryn terdiam sejenak karena merasa aneh ketika Xander ingin mengantarnya. "Aku ingin mengunjungi Papah di kantornya, jadi aku ingin meminjam mobil." Xander menjelaskannya ketika melihat raut bingung di wajah Ryn.


"Ahhh oke - oke, ayo cepat." Sahut Ryn yang menyetujui ketika Xander ingin menggunakan mobilnya.


Xander dan Ryn langsung bergegas masuk ke dalam mobil, untuk menghadiri rapat yang sedang menunggu Ryn untuk memulai rapatnya.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganyaπŸ₯° jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘

__ADS_1


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»*


__ADS_2