
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS πβ€οΈπΉ
π HAPPY READING π
Setelah Xander kembali dengan membawa obat yang di perlukan oleh Ryn, dia perlahan masuk ke dalam kamar, tetapi sorot matanya malah melihat Ryn yang sudah tertidur dengan lelapnnya.
Dia melihat kotak obat itu, yang sama dengan kotak obat yang dia bawa. Sepertinya ada yang sudah lebih dulu datang dan membawakannya.
Xander manarik nafasnya dalam, lalu menghelanya secara kasar. Baru kali ini dia merasakan dirinya kurang di hargai.
Dia duduk dengan lesuh di pinggir tempat tidur, lalu dia menatap wajah Ryn dengan lekat. "Apakah kamu tidak menyadari, siapa yang kamu jadikan suami pura - puramu ini?" Tanyanya dengan lembut.
"Bahkan wanita lain di luar sana saja, banyak yang sengaja ingin mendaftar menjadi istriku, dan untuk sekedar berkencan denganku saja, mereka sampai rela mengeluarkan banyak uang agar bisa bertemu denganku."
"Sedangkan kamu -"
"Kamu bahkan hanya tinggal tersenyum, dan mengultiku dengan kalimat - kalimat tajammu, aku sudah tidak bisa berkutik."
Xander melihat wajah Polos Ryn ketika tidur, wajah yang benar - benar lembut, cantik dan kalem. Berbeda sekali ketika dia sedang terbangun.
Maka wajah galak, tatapan tajam itu mulai mengintai.
__ADS_1
Tidak ingin menganggu tidur tenang Ryn, akhirnya Xander memilih untuk mengambil laptopnya untuk melihat - lihat angka pasaran Saham.
Dia berniat untuk membeli saham baru untuk menjadi sebuah investasinya di masa depan.
Dia ingin membangun kerjaan bisnisnya sendiri, karena setelah 3 bulan perjanjian kontraknya dengan Ryn selesai, maka sudah pasti dia akan berkonflik dengan mamahnya lagi.
Dan itu pasti akan membuatnya kembali miskin, jadi dia harus berupaya membuat kaya dalam waktu 3 bulan ini.
^^^^
Ke esokan harinya, pagi hari hari di saat jam sudah menunjukkan pukul 7. Ryn terlihat bangun lebih dulu.
Dia membuka matanya, lalu mengerjapkannya dengan perlahan, dia menikmati udara yang masuk ke dalam pernapasannya lalu mengeluarkan udara yang lama.
Tidak ingin lama - lama berbaring, Ryn akhirnya bangkit dan duduk di tepi ranjang, dia memandang wajah Xander untuk sejenak sebelum dia beranjak dan mendekati pria itu.
"Xander." Panggil Ryn dengan lembut, namun bukannya bangun atau merespom, Xander malah terlihat memperbaiki tidurnya saja.
Ryn menarik nafasnya untuk sejenak, Xander bangun!" Panggil Ryn lagi, dan kali ini dia membangunkannya dengan sentuhan tangannya pada wajah Xander.
Seketika itu Xander terbangun dan melihat Ryn yang berdiri di sebelahnya.
__ADS_1
"Upsss! shi!!!t. Ryn, apakah kamu sudah bangun?!" Xander membuka matanya dan menguceknya perlahan.
Dia juga memperbaiki degup jantungnya karena terkejut melihat adanya Ryn di sebelahnha.
"Maaf, aku tidak bermaksud mengejutkanmu, tapi aku sudah membangunkan kamu dua kali, dan kamu malah terbangun ketika aku menyentuhmu." Ucap Ryn dengan khawatir.
"Tidak apa - apa, aku hanya kurang bisa saja melihat orang lain ketika aku terbangun, biasanya ada Mamah yang membangunkanku, dan sekarang aku hanya perlu membiasakan diri saja." Balas Xander dengan tersenyum kikuk.
Mendengar hal itu, Ryn hanya terdiam saja untuk sejenak, sebelum akhirnya dia merespon dengan anggukaj kepalanya singkat.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***ππ»ππ»* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganyaπ₯° jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**π*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **πLike,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****ππ
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***πππ*
__ADS_1
*Terima kasih**ππ»ππ»*