
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS πβ€οΈπΉ
π HAPPY READING π
Di saat mereka sedang menikmati makan malam mereka, Xander terlihat mulai menyerahkan buku surat kependudukannya pada Ryn.
"Tadi Mamah memang tidak mau memberikannya, tetapi papah sudah mengambilnya diam - dia dan memberikannya untukku." Ucapnya memberitahukan Ryn tentang kejadian tadi.
"Lalu mamah juga marah karena berpikir kita sudah melakukkan itu." Tammbahnya lagi.
Ryn tersenyum lalu menerima surat kependudukan milik Xander itu. "Baiklah, aku akan menyimpannya sampai aku juga mendapatkan buku kependudukanku." Tungkas Ryn dengan lembut.
"Tapi bagaimana dengan syarat yang di berikan orang tuaku?" Ryn mempertanyakan lagi soal syarat ke dua orang tuanya tadi.
"Yah kalau memang orang tuamu maunya seperti itu, aku akan melakukkannya." Jawab Xander dengan santai.
"Tapi kamu mungkin bakal bertemu dengan orang tuaku." Ryn mempertanyakan keberanian pria itu dalam pertemuan dnegan orang tuanya.
"Apakah aku terlihat seperti laki - laki pengecut yang bahkan tidak berani untuk bertemu dengan orang tuamu?" Xander balik mempertanyakan pikiran Ryn terhadapnya.
Namun Ryn hanya merespon dengan senyuman dan anggukan kepalanya pelan, dia tidak enak pada Xander karena keporgok berpikir buruk tentangnya.
****
Setelah menyelesaikan makan malam, Saat ini Xander terlihat membersihkan meja makan.
__ADS_1
Karena hari ini pembantu Ryn semua sudah pada libur, jadi Xander memilih untuk membantu membersihkan meja makan.
Sedangkan Ryn terlihat sudah duduk rapi di sofa ruang tamu dengan memangku Laptop
Dan memegang berkas - berkasnya.
"Apakah pekerjaanmu banyak sekali?" tanya Xander dari ruang makan melihat Ryn yang sama sekali tidak menggubris apapun.
Ryn menoleh lalu menganggukan kepalanya, tak lupa dia mengambil minuman kaleng yang ada di sebelahnya untuk di teguk.
"Aku baru saja menerima job sebagai Navigator sekaligus pengacara dari sebuah perusahaan dari Rusia yang ingin bekerja sama dengan perusahaan negeri ini." Jawab Ryn memberitahukan tugasnnya pada Xander.
Mendengar itu Xander mengerjapkan matanya pelan. "Apakah kau juga bisa menjadi seorang Navigator?" Tanyanya penasaraan.
Xander yang penasaraan memilih untuk meninggalkan pekerjaanya dan berjalan mendekat ke arah Ryn.
"Tapi kenapa harus kamu yang menjad Navigatornya? Padahal kamu adalah seorang pengacara." Tambahnya lagi, merasa kasihan pada Ryn.
Baru mengenal Ryn dalam beberapa hari saja, dia bisa tahu kalau Ryn sangat jarang beristirahat karena kesibukannya.
Bahkan tak jarang makan siang dia skip karena kesibukannya seperti hari ini.
"Karena profesiku sebagai pengacaralah makanya mereka percaya untuk menyerahkan tugas ini padaku." Jawab Ryn dengn sangat percaya diri.
"Kasus ini adalah babak penentuan untukku, apakah aku bisa naik menjadi pengacara Mitra, atau tetap stuck menjadi pengacara senior." Tungkasnya menatap lurus ke depan dengan melebarkan senyumannya manisnya.
__ADS_1
Xander diam sejenak ketika mendengar jawaban Ryn. Wanita ini, tidak ada yang dia tanggung, tidak ada yang menjadi bebannya, tetapi kenapa dia harus bekerja sekeras ini?
Apa yang sebenarnya dia cari di dunia ini? Bahkan papahnya yang seorang Ceo saja tidak sesibuk gadis yang ada di hadapannya ini.
"Ryn, apakah aku boleh bertanya sesuatu?" Tanya Xander dengan ragu.
Ryn yang sedang fokus pada laptopnnya hanya merespon dengan anggukan kepalanya pelan.
"Hem, kamu bekerja keras seperti ini sebenarnya untuk apa?"
"Apakah kamu membiayai orang tuamu? Atau kamu mempunyai tanggungan besar?" Xander yang sejak kemarin penasaraan akhirnya berani untuk mengeluarkan keluh kesah yang ada di otaknya itu secara langsung.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***ππ»ππ»* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganyaπ₯° jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**π*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **πLike,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****ππ
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***πππ*
*Terima kasih**ππ»ππ»*
__ADS_1