
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS πβ€οΈπΉ
π HAPPY READING π
Sesampainya mereka di hotel tempat acara party kolega itu berlangunh, Ryn dan Xander langsung masuk dan melangkahkan kaki mereka untuk ke meja Resepsionis.
"Hallo, selamat sore, Saya Pengacara Ryn dengan pasangan saya Xander Tores." Ucapnya lembut pada pada Resepsionis wanita yang ada di hadapan mereka.
"Pengacara Ryn, mohon tunggu sebentar ya." Balas wanita Resepsionis itu.
Ryn menganggukan kepalanya pelan, namun pandangannya menangkap beberapa staf hotel yang menatap ke arah Xander, bahkan pria yang menggunakan Jas berlebelkan Manger itu juga ikut menatap Xander, lalu Ryn ikut menoleh ke arah Xander yang sedang memperhatikan detail setiap suduh Hotel itu.
"Apa yang sedang kamu lihat?" Tanya Ryn penasaraan.
"Aku melihat hotel ini, interiornya sudah sangat berbeda dari 3 tahun yang lalu, padahal dulu aku sering ke sini." Jawab Xander dengan nadanya yang santai.
Mendengar itu, seketika Ryn langsung tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. "Anak muda sekarang, rupanya sangat gemar sekali ke hotel ya," sindirnya dengan sedikit tawa.
Xander menoleh, dan menatap ke arah Ryn. "Aku tidak seperti apa yang kamu pikirkan." Bantahnya lebih dulu, seakan tahu apa makna dari kalimat Ryn barusan.
"Memangnya apa yang aku pikirkan?" Tanya Ryn masih dengan tawanya.
"Kamu pasti berpikir jika aku mengunjungi hotel ini bersama dengan sembarangan wanita, atau pacar - pacar akukan." Jawabnya, yang hanya di respon dengan gedikan bahu singkat oleh Ryn, tanda ketidak perduliannya.
"Hotel ini milik Papahku, jadi aku pasti ke sini untuk mengelolahnya, hanya saja sekarang sudah ada orang lain yang mengelolah, jadi aku -"
"Baiklah Pengacara Ryn, boleh tanda tangan di sini, dan ini adalah kunci kamar Anda." Ucap Wanita Resepsionis itu, sembari memberikan kunci pada Ryn.
Terlihat sekali Ryn tampak tidak perduli dengan apa yang baru saja di katakan oleh Xander. Biasanya wanita yang dekat dengannya dulu selalu saja menampilkan wajah sumringahnya ketika tahu jika dirinya memiliki banyak hotel dan juga anak dari Julio Torres.
Tetapi, dari Awal Ryn sama sekali tidak menunjukan ekspresi itu. Wanita itu selalu saja tersenyum dengan datar, bahkan ketika tadi bertemu dengan Papahnya saja, Ryn sama sekali tidak menunjukkan sikap Excited atau apapun. Padahal, Papahnya dan dirinya adalah termasuk orang yang susah sekali di temui di luar janji.
__ADS_1
"Terima kasih." Ucap Ryn, menerima kunci kamar hotelnya, lalu menatap ke arah Xander.
"Mungkin ini memang hotel Papahmu, tapi kamu datang ke sini sebagai suamiku, bukan sebagai anak papahmu." Tungkasnya lembut namun tajam. Seperti memberikan Ultimatum pada Xander untuk tidak perlu memamerkan harta padanya.
Xander menyipitkan matanya, lalu menoleh ke arah lain, dia berpura - pura sibuk dengan Koper yang dia bawa.
"Ayo." Ajak Ryn pada Xander yang masih sok sibuk dengan kopernya sendiri.
"Hem, permisi, saya adalah Pengacara Dante Curios," ucap suara seorang pria yang tiba - tiba ada di sebelah mereka.
Pria itu terlihat sangat santai mengobrol dengan wanita Resepsionis itu, tetapi suara pria itu mampu membuat langkah Ryn yang baru saja akan dia gerakan tiba - tiba saja terhenti.
Ryn bahkan menoleh untuk memastikannya, dan benar saja ke dua sorot matanya membelak ketika melihat sosok pria yang tak asing baginya. Pria yang sejak 4 tahun lalu tidak ingin dia temui.
"Ayo cepat pergi." Ajak Ryn lagi, dengan terburu - buru melangkahkan kakinya pergi.
Bahkan Xander yang melihatnya harus sedikit berlari untuk mengejarnya. "Kenapa tiba - tiba jadi buru - buru?" Tanya Xander bingung, karena Ryn berjalan dengan sangat cepat.
Namun Xander yang mendengar jawaban itu merasa bingung, kenapa harus malas bertemu dengan pria tadi?"
Ryn menyadari raut wajah Xander yang sangat memperlihatkan raut kebingungannya setelah mendengat jawabannya barusan.
"Dia adalah mantan pacarku, kami berpacaran selama 7 tahun dan kami memutuskan berpisah 4 tahun yang lalu karena perbedaan pendapat." Ungkapnya lagi jujur.
Xander tidak lagi penasaraan, Namun di hatinya tiba - tiba saja merasa tidak senang dengan pria yang bernama Dante tadi.
"Sudah jangan terlalu di pikirkan! Itu hanyalah sebuah masa lalu ku, tujuan kita datang ke sini hanyalah untuk mencari bukti - bukti dari kasus yang akan kita menangkan agar bisa cepat merobohkan lawan." Tegur Ryn, ketika Xander masih saja diam dan mungkin memikirkan mantan pacaranya tadi.
Xander menganggukan kepalanya mengerti, dan di saat itu pula mereka sudah sampai di depan pintu kamar mereka.
"Ini adalah kamar kita, karena status kita adalah suami istri, jadi kita hanya akan tinggal dalam satu kamar," ucap Ryn, ketika dia sudah membuka pintu itu.
__ADS_1
Lagi - lagi Xander hanya diam saja mendengar semua apa yang di katakan oleh Ryn.
Dia bagaikan anak anjing yang menurut pda majikannya. Padahal sebelumnya dia selalu saja membantah pada siapapun.
Ketika mereka sudah masuk ke dalam kamar, tanpa basa basi lagi mereka langsung terlihat sibuk untuk merapikan barang mereka masing - masing.
Dan karena mereka harus tidur bersama dalam satu kamar ini, jadi mereka dengan adik membagi spot - spot yang akan mereka gunakan untuk barang - barang mereka.
Eh gak adik sih, karena barang Ryn jauh lebih banyak dari pada barang Xander yang hanya beberapa.
15 menit berlalu, Xander terlihat sudah selesai merapikan barang - barangnya, Namun dia melihat Ryn yang masih sibuk mengatur Make upnya yang dia letakan di meja rias yang tersedia di kamar itu.
"Apakah kamu belum selesai?" Tanya Xander, padahal jelas - jela dia sudah melihat Ryn sedang mengatur barangnya.
Ryn menoleh dengan tatapan tajamnya, mendapatkan tatapan tajam itu Xander menjadi bingung sendiri.
Jadi Xander memutuskan untuk mandi terlebih dahulu, karena dia tahu wanita pasti akan mandi sangat lama, dan karena tidak ingin ada drama pertengkaran Xander tidak ingin membuat Ryn harus terlambat karena berebutan kamar mandi.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***ππ»ππ»* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganyaπ₯° jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**π*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **πLike,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****ππ
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***πππ*
*Terima kasih**ππ»ππ»*
__ADS_1