His Perfect Wife ( Kawin Kontrak )

His Perfect Wife ( Kawin Kontrak )
Ryn Xander 23


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❀️🌹


πŸ’ HAPPY READING πŸ’


Ryn menganggukan kepalanya pelan, namun pandangannya menangkap beberapa staf hotel yang menatap ke arah Xander, bahkan pria yang menggunakan Jas berlebelkan Manger itu juga ikut menatap Xander, lalu Ryn ikut menoleh ke arah Xander yang sedang memperhatikan detail setiap suduh Hotel itu.


"Apa yang sedang kamu lihat?" Tanya Ryn penasaraan.


"Aku melihat hotel ini, interiornya sudah sangat berbeda dari 3 tahun yang lalu, padahal dulu aku sering ke sini." Jawab Xander dengan nadanya yang santai.


Mendengar itu, seketika Ryn langsung tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. "Anak muda sekarang, rupanya sangat gemar sekali ke hotel ya," sindirnya dengan sedikit tawa.


Xander menoleh, dan menatap ke arah Ryn. "Aku tidak seperti apa yang kamu pikirkan." Bantahnya lebih dulu, seakan tahu apa makna dari kalimat Ryn barusan.


"Memangnya apa yang aku pikirkan?" Tanya Ryn masih dengan tawanya.


"Kamu pasti berpikir jika aku mengunjungi hotel ini bersama dengan sembarangan wanita, atau pacar - pacar akukan." Jawabnya, yang hanya di respon dengan gedikan bahu singkat oleh Ryn, tanda ketidak perduliannya.


"Hotel ini milik Papahku, jadi aku pasti ke sini untuk mengelolahnya, hanya saja sekarang sudah ada orang lain yang mengelolah, jadi aku -"


"Baiklah Pengacara Ryn, boleh tanda tangan di sini, dan ini adalah kunci kamar Anda." Ucap Wanita Resepsionis itu, sembari memberikan kunci pada Ryn.

__ADS_1


Terlihat sekali Ryn tampak tidak perduli dengan apa yang baru saja di katakan oleh Xander. Biasanya wanita yang dekat dengannya dulu selalu saja menampilkan wajah sumringahnya ketika tahu jika dirinya memiliki banyak hotel dan juga anak dari Julio Torres.


Tetapi, dari Awal Ryn sama sekali tidak menunjukan ekspresi itu. Wanita itu selalu saja tersenyum dengan datar, bahkan ketika tadi bertemu dengan Papahnya saja, Ryn sama sekali tidak menunjukkan sikap Excited atau apapun. Padahal, Papahnya dan dirinya adalah termasuk orang yang susah sekali di temui di luar janji.


"Terima kasih." Ucap Ryn, menerima kunci kamar hotelnya, lalu menatap ke arah Xander.


"Mungkin ini memang hotel Papahmu, tapi kamu datang ke sini sebagai suamiku, bukan sebagai anak papahmu." Tungkasnya lembut namun tajam. Seperti memberikan Ultimatum pada Xander untuk tidak perlu memamerkan harta padanya.


Xander menyipitkan matanya, lalu menoleh ke arah lain, dia berpura - pura sibuk dengan Koper yang dia bawa.


"Ayo." Ajak Ryn pada Xander yang masih sok sibuk dengan kopernya sendiri.


Pria itu terlihat sangat santai mengobrol dengan wanita Resepsionis itu, tetapi suara pria itu mampu membuat langkah Ryn yang baru saja akan dia gerakan tiba - tiba saja terhenti.


Ryn bahkan menoleh untuk memastikannya, dan benar saja ke dua sorot matanya membelak ketika melihat sosok pria yang tak asing baginya. Pria yang sejak 4 tahun lalu tidak ingin dia temui.


"Ayo cepat pergi." Ajak Ryn lagi, dengan terburu - buru melangkahkan kakinya pergi.


Bahkan Xander yang melihatnya harus sedikit berlari untuk mengejarnya. "Kenapa tiba - tiba jadi buru - buru?" Tanya Xander bingung, karena Ryn berjalan dengan sangat cepat.


"Tidak apa - apa, hanya saja aku enggan bertemu dengan pria tadi." Jawab Ryn dengan jujur.

__ADS_1


Namun Xander yang mendengar jawaban itu merasa bingung, kenapa harus malas bertemu dengan pria tadi?"


Ryn menyadari raut wajah Xander yang sangat memperlihatkan raut kebingungannya setelah mendengat jawabannya barusan.


"Dia adalah mantan pacarku, kami berpacaran selama 7 tahun dan kami memutuskan berpisah 4 tahun yang lalu karena perbedaan pendapat." Ungkapnya lagi jujur.


Xander tidak lagi penasaraan, Namun di hatinya tiba - tiba saja merasa tidak senang dengan pria yang bernama Dante tadi.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganyaπŸ₯° jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»*

__ADS_1


__ADS_2