
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS πβ€οΈπΉ
π HAPPY READING π
Sesampainya di kantor, Ryn buru - buru langsung masuk ke dalam ruang meeting, dia bertemu secara langsung dengan perwakilan perusahaan Rusia yang ingin bekerja sama dengan perusahaan Indonesia.
"Hallo, selamat pagi Pak Demian, saya Pengacara Ryn, yang akan menjadi negotiator perusahaan Anda, selama Anda berada di Indonesia." Ucap Ryn dengan lembut.
Namun pria itu terlihat tidak menyambutnya dengan baik, pria itu malah duduk di kursi dan mengangkat kakinya naik ke atas meja.
Ryn menatapnya dengan tajam, "Pak bisakah Anda berlaku sopan?" Tanya Ryn dengan tegas.
Demian tersenyum dengan ramah, dan mengangkat alisnya tinggi, "Aku adalah Klienmu, jadi aku bisa bertindak sesuka hatiku." Jawabnya dengan seenaknya.
Ryn menghela nafasnya dengan kasar, "Anda di sini adalah klien, jadi Anda harus mengikuti semua peraturan yang ada di sini." Tambahnya lagi.
Demian menarik nafasnya dalam lalu menghelanya dengan kasar, dia juga mengerucutkan bibirnya lalu menurunkan kakinya.
"Baiklah, aku tidak suka di sini," Demian beranjak berdiri dari duduknya, namun Ryn cepat - cepat menahannya.
"Saya sudah bergadang menyelesaikan laporan ini, terus kamu pergi dan mau meninggalkan ruang rapat ini,"
__ADS_1
"Kamu tidak melihat di sini ada timku, tim kamu, apakah kamu tidak menghargai mereka?" Ryn memarahi pria itu, namun pria itu malah menatapnya dengan malas.
"I don't care." Tungkasnya, setelah itu dia melangkahkan kakinya pergi.
Ryn melihat langkah pria itu, namun ketika dia ingin mengejar pria itu, Seorang pria paruh baya menahan langkahnya.
"Pengacara Ryn, lebih baik kita lanjutkan saja Rapatnya, dan saya akan mewakili beliau untuk mendengarkan isi dari presentasi Anda." Ucap pria paruh baya itu.
Ryn diam untuk sejenak sebelum dia menganggukan kepalanya pelan. Walaupun dia sangat kesal karena ternyata Kliennya seperti ini.
Meskipun ada yang mewakili, tapi kerja sama ini adalah urusan Dia dan perusahaan itu, jadi keburukan - keburukan perusaahan ini dia harus mengetahuinya.
Tapi pria itu malah menunjukkan rasa ketidak perduliannya.
Di saat jam sudah 12 siang, Ryn terlihat menatap buntu ke arah layar proyektor, "sepertinya aku benar - benar harus bicara dengannya." Ucapnya dengan lirih.
Lalu dia bergegas untuk segera membereskan semua berkas - berkas yang ada di atas meja, dan bersiap untuk menemui pria itu.
Dia masuk ke dalam mobilnya dan buru - buru pergi ke Hotel tempat pria itu menginap.
Di perjalanan ke hotel, ponselnya berbunyi dan menunjukan nama Xander yang ada di sana.
__ADS_1
"Hallo." Serunya ketika mengangkat panggilan.
"Hallo, Ryn, apakah kamu di kantor? Aku ingin membawakan makan siang untuk kamu." Ucap Xander di ujung panggilan.
"Aku sedang dalam perjalan keluar, sepertinya aku akan makan siang di luar saja,"
"Oh ya, nanti sepertinya aku hanya akan mengirimkan lokasi pertemuannya, aku tidak bisa menjemputmu. Apakah kamu oke?" Ryn berbicara sambil pandangan terus menatap ke arah jalanan.
"Oke." Sahut Xander, setelah itu terdengar suara panggilan terputus.
Ryn menyeritkan keningnya tipis, lalu meihat ke arah ponselnya. Tetapi dia memilih untuk mengacuhkannya, karena menurutnya urusan ini lebih penting dari pada Mood Xander yang sepertinya sedang jelek.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***ππ»ππ»* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganyaπ₯° jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**π*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **πLike,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****ππ
__ADS_1
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***πππ*
*Terima kasih**ππ»ππ»*